{"id":9974,"date":"2026-07-30T01:21:57","date_gmt":"2026-07-30T01:21:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9974"},"modified":"2026-07-30T01:21:57","modified_gmt":"2026-07-30T01:21:57","slug":"maraknya-pungli-di-indonesia-dan-pernyataan-ikan-busuk-dimulai-dari-kepalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=9974","title":{"rendered":"Maraknya Pungli di Indonesia dan Pernyataan \u201dIkan Busuk Dimulai dari Kepalanya\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pungutan liar atau pungli sudah lekat dan mungkin sudah &lsquo;dimaklumi&rsquo; dalam keseharian masyarakat Indonesia. Pungli menjadi cost tambahan dalam pencatatan laporan keuangan perusahaan dan ini tentu saja menjadi beban.<\/p>\n<p>Apabila tidak ditindak, ini akan berdampak pada aspek keuangan perusahaan, apalagi di tengah situasi geopolitik dan situasi ekonomi global yang semakin sulit saat ini.<\/p>\n<p>Pungli yang masif seperti di Indonesia mengindikasikan bahwa pungli memiliki porsi terhadap ketimpangan ekonomi yang tidak dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Pernyataan presiden Prabowo Subianto yang menyebut, &rdquo;Ikan busuk dimulai dari kepalanya&rdquo; memberikan angin segar kepada penggiat anti korupsi di Indonesia.<\/p>\n<p>Pernyataan&nbsp;ini menandakan bahwa kepala tertinggi pemerintahan di negeri ini sudah memiliki kesadaran atas apa yang terjadi terkait praktik korupsi termasuk&nbsp;pungli&nbsp;di Indonesia.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/245771886\/pungutan-liar-atau-pungli-tumbuh-subur-hambat-pertumbuhan-ekonomi\">Baca: Pungli yang tumbuh subur hambat investasi<\/a><\/p>\n<p>Solusi terkait permasalahan pungli harus dimulai dari inisatif pemerintah sebagai &lsquo;kepala&rsquo; pemerintahan.<\/p>\n<p>Pungli, yang dalam bahasa Inggris yakni extortion. Artinya, menurut Oxford Dictionary adalah praktik memperoleh sesuatu, terutama uang, melalui kekerasan atau ancaman.<\/p>\n<p>Sementara korupsi secara definisi dari World Bank adalah penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi, mencakup berbagai perilaku, dari penyuapan hingga pencurian dana publik.<\/p>\n<p>Walaupun secara definisi literatur korupsi hanya dalam ranah publik dan pejabat pemerintah, tapi studi lainya mengemukakan bahwa korupsi juga masuk dalam ranah perusahaan swasta.<\/p>\n<p>Menurut Amundsen, bentuk bentuk korupsi mencakup penyuapan, penggelapan, penipuan dan pemerasan. Jadi, pungli termasuk salah satu bentuk kegiatan korupsi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/245730052\/riset-temukan-masyarakat-cenderung-toleran-terhadap-korupsi\">Baca: Riset ungkap masyarakat cenderung toleran terhadap korupsi<\/a><\/p>\n<p>Ada beberapa rekomendasi untuk membasmi praktik ini. Solusi pertama adalah dengan menghilangkan praktik &lsquo;ternak&rsquo; oknum ormas untuk kegiatan pemerintah. Saat ini oknum ormas kerap dijadikan alat politik praktis oknum pejabat publik.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Tidak sedikit oknum pejabat publik yang meminta bantuan dari oknum ormas setempat untuk mendulang suara. Keterlibatan oknum ormas dalam praktik politik praktis menjadikan mereka semakin kuat karena memiliki &lsquo;perlindungan&rsquo; dari pejabat publik terpilih.<\/p>\n<p>Solusi selanjutnya adalah untuk menerapkan <em>single window policy<\/em>, yaitu sebuah sistem terintegrasi yang memungkinkan pelaku usaha, pemerintah, dan pihak terkait lainnya untuk mengakses, mengelola, serta menyelesaikan proses administrasi perdagangan dan perizinan melalui pemanfaatan teknologi.<\/p>\n<p>Kebijakan <em>single window policy<\/em> ini akan memperkuat faktor transparansi dalam iklim bisnis dalam negeri.<\/p>\n<p><strong>Tantangan dalam membersihkan pungli<\/strong><br \/>Kemudahan dalam proses berbisnis di Indonesia ini dapat berdampak pada penyederhanaan birokrasi sehingga akan lebih banyak investor yang masuk, baik domestik maupun asing.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245730118\/seperti-ini-korupsi-dan-kolusi-dipraktikkan-dalam-birokrasi\">Baca: Seperti ini praktik korupsi dan kolusi dalam birokrasi<\/a><\/p>\n<p>Ini tentu akan sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo terkait efisiensi dalam lembaga negara.<\/p>\n<p>Namun penerapan kebijakan ini juga menghadapi beberapa tantangan seperti kesiapan infrastruktur digital dan keamanan data, serta komitmen dari pemerintah itu sendiri dan edukasi kepada pelaku usaha dan pegawai pemerintah yang terkait.<\/p>\n<p>Selain itu, dari pemerintah harus melakukan penguatan praktik hukum. Aparat penegak hukum harus meningkatkan pengawasan dan menindak tegas praktik pungli yang ada di masyarakat.<\/p>\n<p>Aparat penegak hukum harus memiliki independensi dalam menerapkan praktik hukum yang ada di negeri ini. Jangan sampai hukum di negeri ini kalah dengan praktik pungli yang ada di negeri ini.<\/p>\n<p>Keterlibatan masyarakat juga perlu diikutkan dalam memecahkan masalah bersama ini. Jangan sampai organisasi masyarakat secara umum dibuat jelek dengan perilaku oknum tertentu.<\/p>\n<p>Kita butuh pendekatan holistik dalam memecahkan masalah ini. Perlu ada sosialisasi dan edukasi terhadap organisasi masyarakat yang terdaftar di pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan terhadap praktik pungli.<\/p>\n<p>Harapannya, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, akan mengurangi bahkan memberantas praktik pungli di Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Adrian Azhar Wijanarko (Ketua Program Studi Manajemen Universitas Paramadina, Paramadina University)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pungutan liar atau pungli sudah lekat dan mungkin sudah &lsquo;dimaklumi&rsquo; dalam keseharian masyarakat Indonesia. Pungli menjadi cost tambahan dalam pencatatan laporan keuangan perusahaan dan ini tentu saja menjadi beban. Apabila tidak ditindak, ini akan berdampak pada aspek keuangan perusahaan, apalagi di tengah situasi geopolitik dan situasi ekonomi global yang semakin sulit saat ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":9975,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3029],"class_list":["post-9974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pungli"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9974"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9974\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}