Blog

  • Kontroversi Pengembangan Kota dengan Lalu Lintas Rendah di Inggris

    Kontroversi Pengembangan Kota dengan Lalu Lintas Rendah di Inggris

    7cloud.asia –  Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah (Low Traffic Neighbourhoods/LTN) di sejumlah kota di Inggris menuai kontroversi.

    Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah di sejumlah kota di Inggris ini bertujuan untuk mengurangi lalu lintas, antara lain dengan mencegah pengemudi menggunakan jalan perumahan yang lebih tenang sebagai jalan lintas.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah atau LTN efektif mengurangi polusi udara di sejumlah kota di Inggris

    Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah disebut sebagai kebijakan untuk mengubah kota menjadi lebih ramah lingkungan dan telah diterapkan di London, Bristol, Birmingham, Bournemouth, dan lebih banyak kota di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca: Sukses terapkan konsep TOD, banyak manfaat yang dipetik warga kota Bogota

    Puluhan juta pound dana pemerintah diberikan kepada dewan sejak tahun 2020, untuk mewujudkan kota rendah emisi dan lebih ramah lingkungan.

    Pada tahun 2022 pihak berwenang di seluruh negeri memberi tahu iNews bahwa hampir 200 bariers telah dipasang selama periode dua tahun penerapan LTN ini. Namun sekitar 50 di antaranya dicabut dihapus.

    Tujuan kawasan lalu lintas rendah untuk mendorong orang untuk berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi umum melalui penggunaan penghalang seperti trotoar dan tanaman, serta rambu jalan dan kamera CCTV.

    Pengembangan kawasan lalu lintas rendah atau LTN disebut berhasil mengurangi lalu lintas sebesar 47 persen, yang selanjutnya mengurangi emisi karbon yang dalam jangka panjang bisa tercipta kota yang bebas emisi. 

    Baca: 4 kota dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki

    Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Namun para kritikus, termasuk beberapa anggota parlemen Konservatif, berpendapat Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah atau LTN merusak kebebasan pengendara.

    Pengembangan kawasan dengan lalu lintas rendah atau LTN juga dinilai mendorong lalu lintas ke jalan lain dan justru menyebabkan kemacetan.

    Perdana Menteri Rishi Sunak telah memerintahkan peninjauan terhadap perluasan pemberlakukan LTN di Inggris. Sunak mengatakan bahwa dia berada di pihak pengemudi.

    Dilansir, Sunday Telegraph Sunak mengatakan ia mendukung orang untuk “menggunakan mobil mereka untuk melakukan semua hal yang penting bagi mereka”.

    Baca: Slow city, konsep baru pengelolaan kota yang lebih ramah lingkungan

    Pernyataan Sunak ini merupakan bagian dari perdebatan tajam tentang kebijakan ramah lingkungan atau kebijakan hijau setelah pemilu sela di Inggris pekan lalu.

    Dalam wawancaranya dengan Sunday Telegraph, Sunak juga mengatakan dia tidak berencana untuk mengubah tenggat waktu larangan penjualan mobil bensin dan diesel baru pada tahun 2030 meskipun ada seruan dari beberapa Konservatif untuk melakukannya.

    Dalam sepucuk surat kepada Sunak pada hari Sabtu, sekelompok 43 anggota parlemen Konservatif dan rekan-rekan termasuk Sir Iain Duncan Smith, Sir Jacob Rees Mogg dan David Davis, menyarankan untuk memindahkan target ke 2035 untuk menghindari “kerugian besar bagi ekonomi”.

    Bunyinya: “Masyarakat hanya dapat dibiarkan lebih buruk dengan larangan keras yang membuat mereka tidak dapat membeli kendaraan yang mereka inginkan.

    “Masa depan bagi negara ini adalah dalam memberikan lebih sedikit beban dan diatur lebih ringan daripada UE, bukan dalam memaksakan beban penghancuran pekerjaan tambahan secara sepihak untuk memenuhi tenggat waktu yang tidak perlu dan tidak dapat dikerjakan.”

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam penataan kota Yogyakarta

    Tetapi Sunak berkata: “Target 2030 telah menjadi kebijakan kami sejak lama dan terus berlanjut – kami tidak mempertimbangkan penundaan hingga tanggal itu.”

    Sunak mengatakan dia telah memerintahkan Departemen Perhubungan untuk melihat bagaimana LTN bekerja. Awal bulan ini, Sekretaris Transportasi Mark Harper mengumumkan bahwa pemerintah menghentikan pendanaan LTN baru di Inggris.

    Tidak jelas apakah pemerintah dapat membuat dewan mengubah atau membatalkan skema yang ada.

    Sunak berkata: “Sebagian besar orang di negara ini menggunakan mobil mereka untuk berkeliling dan bergantung pada mobil.

    “Saya hanya ingin memastikan orang tahu bahwa saya mendukung mereka untuk menggunakan mobil mereka untuk melakukan semua hal yang penting bagi mereka,” katanya.

    Baca: Pengembangan kawasan berorientasi pada transportasi 

    Adopsi pengembangan kawasan rendah lalu lintas telah menarik kemarahan beberapa anggota parlemen, yang mengkritik tindakan tersebut sebagai serangan terhadap pengendara.

    Anggota parlemen Konservatif Nick Fletcher menggambarkan mereka awal tahun ini sebagai bagian dari “konsep sosialis internasional” yang merampas kebebasan pribadi.

    Louise Haigh dari Buruh menuduh Konservatif “murni kemunafikan” karena mempercepat dan mendanai LTN sebelum “mengecam” kebijakan tersebut.

    Sekretaris transportasi bayangan mengatakan langkah-langkah keselamatan jalan sering diminta oleh masyarakat setempat sehingga keputusan harus dikonsultasikan dengan benar dan dibuat oleh mereka.

    Asosiasi Pemerintah Daerah, yang mewakili dewan lokal, mengatakan peninjauan itu “tidak perlu” dan dewan berada di posisi terbaik untuk membuat keputusan dengan komunitas mereka.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

    Dikatakan dewan membutuhkan kepastian jangka panjang mengenai pendanaan jika mereka ingin membantu memenuhi target pemerintah sendiri yaitu 50% perjalanan perkotaan dilakukan dengan berjalan kaki, beroda atau bersepeda pada tahun 2030.

    Tinjauan ini hanya akan melihat LTN di Inggris, karena merupakan masalah yang dilimpahkan di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

    Itu terjadi ketika gelombang panas yang intens di seluruh dunia dan peringatan perubahan iklim mendorong target nol bersih Inggris ke puncak agenda politik.

    Target yang ditetapkan pada tahun 2050 adalah tidak lagi menambah jumlah total gas rumah kaca di atmosfer.

    Baca: Penat di kota yang sibuk, lambankan hidupmu dengan slow living

    Strategi Inggris termasuk menghasilkan semua listrik dari sumber bersih, mengganti boiler gas untuk pompa panas dan melarang mobil bensin dan diesel baru.

    Namun, di dalam Partai Konservatif, ada perpecahan internal mengenai kebijakan hijau dan beberapa anggota parlemen menyerukan pemikiran ulang.

    Dalam minggu mendatang, Sunak akan bertemu dengan para pemimpin energi untuk menjelaskan rincian rencananya untuk bahan bakar fosil Inggris dan industri hijau.

    Pada hari Sabtu, kelompok lingkungan memperingatkan Sunak bahwa mereka tidak akan “siaga” sementara politisi menggunakan lingkungan sebagai “sepak bola politik”.

    Sumber: BBC baca artikel asli di sini 

     

  • 8 Kota Pilihan untuk Menghabiskan Masa Pensiun di Indonesia

    8 Kota Pilihan untuk Menghabiskan Masa Pensiun di Indonesia

    7cloud.asia – Menghabiskan masa pensiun dengan nyaman di kota yang tenang menjadi impian banyak orang.

    Mereka yang usianya mendekati 55 tahun mungkin sudah saatnya mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Apakah tetap tinggal di kota lamanya atau mencari tempat baru yang lebih tenang. 

    Nah buat kamu yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun. 

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Jika sebuah kota memenuhi kriteria di atas, maka bisa dipastikan kota tersebut menjadi tempat yang nyaman menghabiskan masa pensiun.

    Baca: Kota ramah lansia, apa syarat dan kriterianya

    Berikut daftar kota di Indonesia yang bisa kamu masukan dalam daftar untuk menghabiskan masa tua atau masa pensiun yang kami rangkum dari berbagai sumber termasuk rumah123.com: 

    1. Solo, Jawa Tengah
    Kota terbaik untuk menghabiskan masa tua atau masa pensiun adalah Kota Solo. Selain penduduknya yang ramah, biaya hidup di kota Solo juga relatif murah.

    Irama kehidupan di Solo juga tak secepat kota besar lainnya, namun fasilitas yang tersedia cukup lengkap dan memiliki berbagai macam hiburan kebudayaan.

    Selain itu, fasilitas umum yang meliputi transportasi, dan fasilitas kesehatan terbilang sangat memadai.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan dan manusia

    2. Yogyakarta
    Kota Yogyakarta menempati posisi kedua sebagai kota ternyaman untuk menghabiskan masa pensiun. 

    Yogyakarta pun memiliki suasana yang kondusif serta biaya hidup yang terbilang murah, meski menjadi kota pendidikan dan kota tujuan wisata.

    Selain itu, Yogyakarta yang juga dikenal sebagai kota pelajar dan kota gudeg ini memiliki tempat wisata, budaya dan juga tempat makan yang enak-enak lo.

    Baca: Alon-alon waton kelakon ala warga Kota Yogyakarta

    3. Salatiga, Jawa Tengah

    Kota Salatiga menempati urutan ketiga sebagai kota pilihan untuk menghabiskan masa tua atau masa pensiun.

    Salatiga bisa disebut memenuhi semua kriteria sebagai kota pensiunan, karena biaya hidup yang murah, udara yang sejuk, fasilitas yang lengkap dan juga suasana yang tenang.

    Kota Salatiga sebagai salah satu kota tertua dan terindah di Indonesia menjadi impian banyak orang untuk menghabiskan masa pensiun mereka.

    Baca: Mengenal Salatiga, kota tertua dan terindah di Indonesia

    4. Malang, Jawa Timur
    Meski tak terlalu besar, Kota Malang memiliki infrastruktur yang benar-benar memadai, apalagi kota ini juga tujuan wisata dan kota pendidikan.

    Mulai dari fasilitas kesehatan, transportasi publik hingga tempat wisata yang menawarkan berbagai keunikan.

    Malang yang terletak di pegunungan memiliki udara sejuk, ini  tentu menjadi nilai tambah tersendiri yang ditawarkan kota Malang.

    Baca: Inggris sedang kembangkan kota dengan lalu lintas rendah 

    5. Bandung, Jawa Barat

    Bandung juga disebut sebagai kota pilihan untuk menghabiskan masa tua. Udaranya yang sejuk dan tidak banyak terdapat industri membuat Bandung menjadi tempat tinggal yang nyaman di hari tua.

    Selain itu, masyarakat di daerah dengan julukan Kota Kembang ini juga dikenal ramah dan sopan.

    Bandung juga dikenal karena memiliki tempat makan yang enak dan juga unik. Kamu bakal menikmati momen setiap detik deh di kota ini.

    Baca: Kota Bogota lebih hidup dengan konsep TOD

    6. Ubud, Bali
    Ubud ada di urutan selanjutnya sebagai kota paling nyaman untuk menghabiskan masa pensiun. Ubud yang tenang dan punyak kegiatan budaya juga menyajikan alam yang indah mempesona.

    Sebagai salah satu tujuan wisata dunia, Ubud menawarkan vibe yang hommy. Lingkungannya masih dipenuhi dengan hamparan sawah serta jauh dari hiruk pikuk keramaian tapi sarat dengan kegiatan seni dan budaya.

    Sayangnya, biaya hidup di Ubud sedikit lebih tinggi karena kota kecil di Kabupaten Gianyar, Bali ini menjadi tujuan wisata para the havest dunia.

    Tapi Ubud menawarkan nuansa tenang serta hidup sehat bagi para pensiunan yang ingin hidup santai.

    Baca: Pengembangan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

    7. Berastagi, Sumatera Utara
    Terletak di dataran tinggi Karo, Sumatera Utara, Berastagi menjadi kota dengan udara pegunungan yang bersih.

    Berastagi juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan dan sayuran terbaik di Sumatera, siapa tahu bisa menjadi inspirasi bisnis saat masa pensiun. 

    Akses jalan raya ke kota Berastagi juga sudah bagus, lengkap dengan fasilitas kesehatan yang baik.

    Baca: Banyak lansia tak miliki BPJS Kesehatan

    8. Padang, Sumatera Barat
    Terakhir, rekomendasi kota untuk menghabiskan masa pensiun di Indonesia adalah Kota Padang.

    Udara yang sejuk menjadikan kota Padang cocok untuk menjadi tempat berbisnis pertanian dan juga hewan ternak.

    Kamu bisa menggeluti bisnis tersebut untuk kesibukan hari tua kelak. Selain itu kondisi jalan raya sudah terbilang baik.

     

     

  • Orang Kaya Dilarang Beli LPG 3 Kilogram Bersubsidi, Ada Bright Gas 3 Kilogram Sebagai Alternatif

    Orang Kaya Dilarang Beli LPG 3 Kilogram Bersubsidi, Ada Bright Gas 3 Kilogram Sebagai Alternatif

    7cloud.asia – Kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, Kalimantan dan Banten.

    Kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi ini diduga karena banyaknya orang kaya atau keluarga mampu membeli elpiji yang seharusnya ditujukan untuk keluarga tidak mampu.

    Salah satu alasan orang kaya membeli LPG 3 kilogram bersubsidi karena adanya disparitas atau selisih harga yang cukup besar atara LPG bersubsidi dsn non subsidi.

    Baca: DPR ingatkan LPG 3 kilogram bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin

    Seperti diketahui LPG 3 kilogram dijual Rp 16-19 ribu per tabung atau sekitar Rp 5.500 hingga Rp 6.500 per kilogram. Sementara LPG non subsidi harganya hampir Rp 20.000 per kilogram.

    Selisih harga yang cukup besar ini yang membuat orang kaya yang tidak berhak atas subsidi turut memborong LPG 3 kilogram bersubsidi.

    Tidak hanya itu, tidak sedikit penyalur LPG 3 kilogram yang nakal. Sering terungkap adanya LPG oplosan, di mana isi LPG 3 kilogram disuntik ke LPG 5,5 kilogram ataupun 12 kilogram demi mengejar keuntungan yang lebih besar.

    Baca: DPR pertanyakan mengapa WNA di Bali bisa beli LPG 3 kilogram bersubsidi

    Nah, buat kamu yang tidak berhak membeli LPG 3 kilogram bersubsidi tapi merasa terlalu berat membeli LPG non subsidi 12 kilogram seharga lebih dari Rp 200.000 rupiah, Pertamina sejak Maret 2018 telah merilis LPG 3 kilogram non subsidi dengan merek dagang Bright Gas. 

    Saat diluncurkan pada lima tahun lalu, Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar mengatakan, Bright Gas ini merupakan alternatif untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan konversi penggunaan gas.

    Dengan adanya produk Bright Gas berukuran 3 kg tersebut, masyarakat yang ingin ganti dari produk Bright Gas berukuran 5,5 kg tidak perlu membeli tabung baru lagi.

    Baca: Pertamina luncurkan Pertamax 95 tetes tebu

    Saat ini Pertamina menjual LPG 3 kg merek Bright seharga Rp56.000 terbatas di Jakarta dan Surabaya.

    Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mengingatkan, di saat LPG 3 kilogram bersubsidi langka seperti sekarang keberadaan Bright Gas 3 kilogram berpotensi memudahkan pengolosan.

    Hal ini karena adanya disparitas harga. Seperti diketahui LPG 3 kilogram bersubsidi sebesar Rp20.000-Rp30.000 per tabung

    Baca: Indonesia serius jajaki energi hidrogen

    Adanya produk gas elpiji Bright berwarna pink berukuran 3 kg non subsidi ini, yang sama persis dengan LPG 3 kilogram bersubsidi, akan semakin memudahkan pengoplosan.

    “Apalagi marjinnya (selisih harganya) besar, mencapai Rp36.000 per tabung. Pengoplosan bisa semakin marak,” ujarnya sebagaimana dikutip Parlementaria

     

     

     

     

     

  • Pembangkit Listrik Batu Bara Ditutup, Polusi Udara Menurun dan Kesuburan Meningkat

    Pembangkit Listrik Batu Bara Ditutup, Polusi Udara Menurun dan Kesuburan Meningkat

    7cloud.asia – Antara tahun 2001 dan 2011, delapan pembangkit listrik batu bara dan minyak di California, AS ditutup. Pembangkit listrik batu bara yang ditutup tersebar, mulai dari di utara, dekat Teluk Humbolt, hingga perbatasan selatan, di Brawley.

    Seperti umumnya pembangkit listrik batu bara delapan pembangkit ini melepaskan partikel, sulfur dioksida (SO2), timbal, dan senyawa lainnya—membuat orang yang tinggal di sekitar terpapar polusi udara.

    Saat pembangkit listrik batu bara itu ditutup, tingkat polusi udara  atau PM2.5 (partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer, sekitar 30 kali lebih kecil dari rambut manusia) di area sekitarnya turun.

    Penurunan tingkat polusi udara yang dipicu nitrogen oksida juga terjadi. Dan, setahun pembangkit listrik batu bara itu ditutup, tingkat kesuburan di daerah sekitarnya naik.

    Baca: 8 Tanaman ini efektif menyerap polusi udara

    Penutupan pembangkit listrik, di satu sisi, merupakan eksperimen alami, yang memungkinkan para peneliti mendapatkan kesempatan langka untuk mengukur efek penghilangan polusi udara.

    Penelitian yang dihasilkan memberikan bukti yang jelas tentang masalah kesehatan masyarakat yang muncul—hubungan antara kualitas udara yang buruk dan berkurangnya kesuburan.

    “Semakin banyak bukti bahwa mungkin ada hubungan antara polusi udara dan kesuburan,” kata penulis studi Joan Casey, seorang sarjana postdoctoral di School of Public Health di University of California di Berkeley.

    Ia menambahkan, “Sangat meyakinkan bahwa sesuatu mungkin sedang terjadi.”

    Baca: Polusi udara dan perubahan iklim pengaruhi kesuburan laki-laki

    Polusi udara membunuh jutaan orang setiap tahun, dan telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mulai dari penyakit kardiovaskular hingga Alzheimer.

    Organisasi Kesehatan Dunia menganggap udara buruk sebagai satu-satunya risiko kesehatan lingkungan terbesar di dunia, dan para ilmuwan masih bekerja untuk menjabarkan cakupan penuh dari kerusakan yang dapat ditimbulkannya.

    Kesuburan menjadi salah satu area fokus para ahli terkait dampak yang disebabkan polusi udara pada kesehatan manusia.

    “Salah satu alasan mengapa orang fokus pada hasil reproduksi adalah karena kita dapat melihat efek dari paparan lingkungan lebih cepat daripada sesuatu seperti penyakit kardiovaskular, di mana kita menunggu puluhan tahun untuk melihat dampaknya,” kata Audrey Gaskins, seorang peneliti di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan.

    Baca: Polusi dan peningkatan suhu bumi pecu perkembangan nyamuk malaria

    “Titik akhir reproduksi awal ini seperti burung kenari di tambang batu bara — jika kita melihat efek pada kesuburan, dan keguguran, itu adalah tanda bahwa polusi bekerja pada tubuh dengan cara yang merugikan. Siapa yang tahu apa lagi yang akan kita lihat.

    Gaskins mempelajari pengaruh paparan lingkungan seperti polusi udara pada perempuan yang menjalani prosedur fertilisasi in-vitro agar bisa hamil.

    Karena garis waktu kehamilan IVF diawasi dan diatur dengan sangat ketat, dia dapat bekerja untuk menentukan waktu selama upaya kehamilan sehingga polusi udara mungkin memiliki efek terkuat.

    “Kita tahu hari pembuahan terjadi, hari embrio dipindahkan, hari implantasi,” katanya. “Kami tidak akan pernah bisa mengetahuinya dengan kehamilan spontan.”

    Baca: WHO sebut polusi udara picu 7 juta kematian dini per tahun

    Dalam sebuah penelitiannya, Gaskins menemukan, perempuan yang menjalani IVF yang tinggal lebih dekat dengan jalan raya utama –oleh karena itu, lebih dekat dengan polusi udara terkait lalu lintas– memiliki kemungkinan lebih rendah untuk berhasil melakukan implantasi embrio dan kelahiran hidup.

    Sebuah studi tahun 2010 telah mencapai kesimpulan yang sama: perempuan memiliki peluang kehamilan yang lebih rendah setelah IVF jika mereka lebih banyak terpapar polusi udara, terutama nitrogen dioksida (yang diproduksi oleh mobil dan truk).

    Kedua penelitian tersebut bukanlah outlier. Shruthi Mahalingaiah, asisten profesor epidemiologi, kebidanan, dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, menemukan sedikit peningkatan infertilitas pada wanita yang tinggal lebih dekat ke jalan.

    Temuan ini dihasilkan saat  mereka menganalisis data dari Nurses Health Study, sebuah penyelidikan longitudinal terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penyakit kronis pada perempuan.

    Untuk perempuan di Barcelona, ​​​​setiap peningkatan sekitar 3,5 mikrogram per meter kubik partikel polusi udara bisa menyebabkan penurunan kesuburan sebesar 13 persen, menurut sebuah studi tahun 2014.

    Baca: Polusi udara memicu potensi hipertensi

    Sumber: Popsci.com baca artikel asli di sini

  • Tunda Pembangunan ITF Sunter, Pemprov DKI Jakarta Fokus pada Pengolahan Sampah RDF yang Sudah Ada

    Tunda Pembangunan ITF Sunter, Pemprov DKI Jakarta Fokus pada Pengolahan Sampah RDF yang Sudah Ada

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak membatalkan pembangunan pengolahan sampah menjadi tenaga listrik atau intermediate treatment facility atau ITF Sunter, Jakarta Utara.

    Ketimbang mempercepat pembangunan ITF Sunter, saat ini Pemprov) DKI Jakarta lebih fokus kepada pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau refuse derived fuel (RDF).

    Penegasan soal pengolahan sampah ITF Sunter itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto sebagaimana dikutip Antaranews.com Rabu (26/7/2023).

    Baca: Ini yang bisa kita lakukan untuk kurangi sampah makanan

    Seperti diberitakan sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta tidak melanjutkan pembangunan ITF Sunter karena tipping fee yang harus dibayarkan ke pihak pengolah sampah terlalu besar.

    “Kalau saya boleh-boleh saja ITF itu tapi Pemda DKI nggak sanggup memberikan tipping fee,” kata Heru Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 28 Juli 2023.

    Menurutnya, saat ini Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI fokus terhadap pengembangan refuse-derived fuel (RDF) plant di Rorotan, Jakarta Utara dan Pegadungan, Jakarta Barat.
     

    Sependapat, Asep RDF paling cocok untuk mengolah sampah di Jakarta karena biayanya jauh lebih murah.

    “Biaya operasional murah, kemudian juga pembangunan lebih cepat. Lalu, hasilnya pun bisa kami jual ke pabrik semen,” ujar Asep.

    RDF pertama yang sudah beroperasi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Pemprov DKI kembali membangun dua RDF di Rorotan, Jakarta Utara dan Pegadungan, Jakarta Barat.

    Baca: Rumitnya mengelola sampah warga Jakarta

    Pembangunan ITF Sunter, kata Asep dinilai memakan anggaran yang cukup besar. Sehingga harus dikesampingkan terlebih dahulu. Seperti diberitakan sejumlah media pembangunan ITF Sunter diperkirakan memakan biaya hingga Rp 5 triliun.

    Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp577 miliar dari APBD 2023 sebagai modal awal pengerjaan ITF Sunter.

    “ITF memang pembangunannya butuh waktu tiga tahun. Investasinya saja bisa empat kali lipat lebih besar dari RDF. Biaya operasional juga jauh lebih tinggi,” ucap Asep.

    Baca: Pengolahan sampah ini sudah ketinggalan jaman, layak ditinggalkan

    Sebelumnya, RDF plant dapat menghasilkan produk yang bisa dibeli oleh pabrik semen dan PLN sehingga secara tidak langsung operasional dari proses tersebut bisa dibiayai secara mandiri dan tidak membebani Pemerintah Daerah (Pemda).

    “Ternyata dari apa yang sudah DLH lakukan dengan pembangunan fasilitas RDF di Bantargebang, dari investasi enggak semahal ITF. kemudian, dari sisi pengeluaran Pemda, tidak semahal ITF,” ucap Asep.

    Diketahui, RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers atau pencacahan menjadi ukuran yang lebih kecil agar bisa dibentuk menjadi pelet. 

    Hasil sampah yang diolah dengan sistem RDF ini akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovering batu bara untuk pembangkit tenaga listrik.

    Baca: Bank sampah ini sukses berjalan meski tak punya gudang

     

     

     

     

     
     
  • Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun

    Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun

    7cloud.asia – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan sejumlah langkah antisipasi yang bisa dilakukan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi mengalami puncak pada September.

    El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

    Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kemarau kering di sejumlah wilayah di Indonesia. Diperkirakan El Nino ini akan memuncak pada Agustus dan September 2023 ini.

    “Yang kami catat kemarau (akibat fenomena El Nino, red) dari Agustus sampai Oktober. Rata-rata puncak pada September,” ujar Tito di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (31/7/2023).

    Baca: El Nino dekati puncak warga diminta hemat air

    Untuk menghadapi fenomena El Nino tersebut, Presiden Joko Widodo telah melakukan rapat terbatas sejak dua pekan lalu agar pemerintah daerah mampu menghadapi puncak musim kemarau.

    Mengantisipasi puncak El Nino, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan cadangan air pada tandon air hingga waduk dengan berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah pusat dalam mempersiapkan cadangan air, baik air minum maupun pertanian.

    “(El Nino, red) jangan sampai gagal panen dan memengaruhi ketahanan pangan kita,” tegasnya.

    Mendagri juga mengimbau, mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah daerah juga dapat melakukan modifikasi cuaca sendiri yang bekerja sama dengan TNI.

    Baca: Dampak El Nino bagi kesehatan

    Menurut Tito, apabila suatu daerah sudah rawan kekeringan, pemda setempat bersama TNI dapat melakukan penyiraman garam.

    Tidak hanya itu, Mendagri menyebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga telah menyiapkan perusahaan swasta sudah dilatih oleh TNI untuk melakukan modifikasi cuaca.

    Perusahaan swasta itu sudah masuk Katalog Elektronik (E-Katalog) yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

    Perusahaan swasta tersebut tidak perlu lagi melalui mekanisme lelang dan dapat langsung menggunakan anggaran yang ada di APBD, seperti belanja tak terduga.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode dengan suhu tinggi  

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp8 triliun lebih untuk mengantisipasi kekurangan pangan dampak kekeringan akibat pengaruh El Nino yang diprediksi terjadi pada puncaknya Agustus-September 2023.

    “Oleh karena itu, pemerintah mulai Oktober sampai Desember akan mengucurkan Rp8 triliun bantuan kepada masyarakat untuk mengendalikan harga-harga,” ujarnya usai menghadiri Konferensi Asean Arsitek di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu.

    Dana tersebut guna mengantisipasi dampak kekeringan yang ditimbulkan El Nino yang bisa memicu kurangnya pangan. 

    “Untuk harga-harga barang pokok, kita khawatir karena sungai sungai kita mengering. Saya sudah janji beli beras 1 juta ton, tapi tidak boleh. Memang kita harus bersiap betul, tapi dalam negeri kita, Alhamdulillah harga-harga masih stabil selain ayam dan telur,” katanya.

    Baca: Emisi gas ruang kaca cetak rekor tertinggi tahun 2022 lalu

    Kendati demikian, Zulkifli menambahkan, ada beberapa komoditas pangan yang saat ini tidak bisa diimpor. 

    “Yang bisa kita tidak beli, seperti beras, jagung, garam itu kita tidak impor, kecuali industri. Tapi untuk konsumsi itu kita tidak beli. Soal harga ayam naik, itu soal waktu saja, kalau pakannya naik, jagungnya kita subsidi,” ucapnya. 

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat juga meminta agar langkah untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino dioptimalkan, yakni dengan mengupayakan langkah antisipatif dan adaptif.

    Lestari, dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu menyebut perlunya kebijakan  untuk menjamin ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi.

    “Kita harus mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki untuk bisa menjawab berbagai ancaman terkait dampak perubahan iklim dan kemarau panjang yang diperkirakan akan melanda Indonesia,” kata dia.

    Baca: Cuaca panas di Indonesia apakah termasuk gelombang panas?

    Sumber: Antaranews

     

  • 39 Tahun Ratifikasi CEDAW: Perempuan dan PRT Masih Belum Terlindungi

    39 Tahun Ratifikasi CEDAW: Perempuan dan PRT Masih Belum Terlindungi

    7cloud.asia – Berdekatan dengan 39 tahun ratifikasi konvensi CEDAW atau Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women, ada kejadian yang menyesakkan yang dialami perempuan pekerja rumah tangga (PRT) bernama SK.

    Di tengah persiapan peringatan 39 tahun ratifikasi CEDAW, para aktivis perempuan pada Senin (24/7/2023) mendapat info bahwa Majelis hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis maksimal 4 tahun pada para pelaku kekerasan terhadap PRT SK.

    Dari sekian penderitaan yang telah dialami oleh  PRT SK dan dampaknya jangka panjang ke depan, Putusan tersebut sama sekali tidak mencerminkan rasa keadilan yang diamanatkan CEDAW.

    Perempuan PRT SK mengalami penganiayaan, penyiksaan, eksploitasi, dan kekerasan seksual dan oleh majelis hakim diputuskan mendapat total restitusi sebesar Rp 275,042 juta.

    Putusan tersebut menunjukkan perspektif dan sikap aparat penegak hukum yang masih belum tuntas memperhatikan pengalaman, diskriminasi dan ketimpangan relasi sosial yang dialami oleh perempuan yang telah dimandatkan PERMA No. 3 tahun 2017 tentang Penanganan Perkara Perempuan berhadapan dengan Hukum.

    Baca Juga: Dinilai Diskriminatif, Komnas Perempuan Desak MA Cabut SEMA tentang Perkawinan Beda Agama

    Termasuk dalam kasus ini adalah perempuan PRT SK yang menghadapi relasi kuasa timpang sehingga pemberi kerja bersikap sewenang-wenang serta tidak menghormati harkat dan martabat pekerja rumah tangga.

    Perspektif dan sikap aparat penegak hukum ini menunjukkan bahwa setelah 39 tahun CEDAW diratifikasi melalui Undang-undang No. 7 tahun 1984, masih terdapat berbagai diskriminasi terhadap perempuan yang belum dihapuskan, dalam hal ini adalah diskriminasi dalam proses peradilan.

    Pasal 2 CEDAW secara jelas memandatkan bahwa negara harus melakukan upaya penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dalam segala bentuknya, diantaranya untuk menegakkan perlindungan hukum terhadap hak-hak perempuan atas dasar yang sama dengan kaum laki-laki dan untuk menjamin melalui pengadilan nasional yang kompeten dan badan-badan pemerintah lainnya.

    Negara juga wajib memberikan perlindungan kaum perempuan yang efektif terhadap setiap tindakan diskriminasi, Negara juga tidak boleh melakukan suatu tindakan atau praktik diskriminasi terhadap perempuan, dan untuk menjamin bahwa pejabat-pejabat pemerintah dan lembaga-lembaga negara akan bertindak sesuai dengan kewajiban tersebut.

    Dalam kasus SK dan juga yang dialami PRT lainnya, aparat penegak hukum juga belum memperhatikan mandat CEDAW Pasal 14, yaitu negara wajib memperhatikan masalah-masalah khusus yang dihadapi oleh perempuan di daerah pedesaan dan peranan yang dimainkan perempuan pedesaan demi kelangsungan hidup keluarga mereka di bidang ekonomi.

    Baca Juga: Kembali dari Sidang PBB, Komnas Perempuan Tekankan Pentingnya UU Masyarakat Adat

    Ini termasuk pekerjaan mereka pada sektor ekonomi bukan penghasil uang, dan wajib membuat peraturan-peraturan yang tepat untuk menjamin penerapan ketentuan-ketentuan.

    Para PRT mayoritas perempuan yang berasal dari pedesaan atau kelompok miskin kota telah mengalami diskriminasi ganda sepanjang hidupnya, tidak hanya pada aspek akses sumberdaya ekonomi yang timpang namun juga diskriminasi gender.

    Berbagai kasus lain yang kami cermati menunjukkan bahwa masih banyak perspektif dan sikap aparat penegak hukum yang belum mencerminkan dilaksanakannya mandat CEDAW untuk menjadikan pengalaman ketidakadilan struktural baik berbasis gender maupun berbagai bentuk relasi sosial lainnya yang dialami oleh perempuan berhadapan dengan hukum yang berpengaruh pada situasi dan posisinya dalam suatu perkara.

    Dalam kasus anak AG, misalnya, hakim masih mengabaikan posisi AG sebagai perempuan anak dalam mempertimbangkan Putusan sehingga menempatkannya pada Lapas anak sehingga sama sekali tidak mencerminkan pemahaman terhadap kepentingan terbaik bagi anak juga tidak memperhatikan situasi perempuan anak yang rentan mengalami kekerasan dalam Lapas anak.

    Begitu pula mengabaikan kekerasan seksual yang dialami AG dari aspek adanya faktor relasi kuasa antara orang dewasa dengan perempuan anak yang jelas-jelas sesuai dengan hukum di Indonesia merupakan tindak pidana kekerasan seksual dan melanggar Undang-undang Perlindungan Anak,

    Baca Juga: KCIF 2023 Menyoroti Nasionalisme yang Makin Meminggirkan Tubuh Perempuan

    Harusnya diperhatikan adanya kerentanan anak menjadi korban eksploitasi orang dewasa sehingga tindakan hubungan seksual orang dewasa terhadap anak adalah pidana yang tidak perlu dibuktikan adanya persetujuan atau tidak (statutory rape).

    Kasus-kasus di atas adalah kasus yang telah menjadi perhatian publik, dan ini belum termasuk berbagai kasus yang tidak terpublikasi di media massa, yang tidak dikawal oleh masyarakat atau minim dukungan untuk memperoleh proses hukum yang adil. 

    Bahwa jaminan kesetaraan sebagai warga negara, termasuk di muka hukum, bebas dari kekerasan dan ketidakadilan, telah dijamin dalam UUD 1945 serta berbagai peraturan perundang-undangan lain setelah ratifikasi CEDAW antara lain UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM, UU No. 12 tahun 2005 tentang ratifikasi hak sipil dan politik.

    Berbagai peraturan perundang-undangan yang dapat memperkuat akses keadilan bagi perempuan berhadapan dengan hukum memang telah diterbitkan yang tak lepas dari dorongan masyarakat sipil baik dalam bentuk Undang-undang seperti UU PKDRT, UU TPPO, UU Perlindungan Anak, UU Penyandang Disabilitas, dan terakhir UU TPKS,

    selain itu peraturan perundangan diantaranya Perkapolri No. 10 tahun 2007 mengenai Unit PPA dan PERMA No. 3 tahun 2017 mengenai penanganan perkara perempuan berhadapan dengan hukum.

    Baca Juga: Aktivisme Lokal Perempuan untuk Lingkungan Global

    Meski begitu, masih terdapat peraturan perundang-undangan yang kontraproduktif, seolah netral, namun melemahkan bahkan dapat digunakan untuk mengkriminalkan perempuan korban kekerasan yang sedang memperjuangkan keadilan,

    diantaranya Pasal 27 ayat (1) dan ayat (3) mengenai transmisi elektronik bermuatan kesusilaan dan mengenai pencemaran nama baik, Pasal 2 KUHP mengenai hukum yang hidup,

    Pasal 411 KUHP baru pada unsur perluasan perzinaan, juga perspektif diskriminatif yang seringkali timbul dari dampak pembakuan peran gender dalam Pasal 34 UU Perkawinan.

    Dari kajian dari berbagai kasus dan juga pengalaman para pendamping perempuan berhadapan dengan hukum yang telah kami cermati, proses penegakan hukum masih seringkali mengabaikan pengalaman ketidakadilan gender perempuan beserta aspek interseksionalitasnya, sehingga masih perlu upaya lebih massif oleh negara untuk melakukan penguatan sebagai wujud dimandatkan oleh CEDAW.

    Baca Juga: Parpol Masih Setengah Hati Penuhi Keterwakilan Perempuan di Panggung Politik

    Oleh karena itu, kami organisasi masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Sipil untuk UU PPRT, Asosiasi LBH APIK Indonesia, CEDAW Working Group Indonesia,  LBH Masyarakat serta berbagai organisasi yang tergabung dalam penyataan ini, menyampaikan tuntutan sebagai berikut :

    1. Mendesak DPR segera membahas  dan mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) sebagai bagian dari komitmen menghapus diskriminasi terhadap posisi pekerja rumah tangga dan jaminan kesetaraan di muka hukum.
    2. Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh mengenai pelaksanaan CEDAW dalam bidang penegakan hukum serta menyusun peraturan dan strategi percepatan implementasi CEDAW dengan melibatkan unsur masyarakat sipil, terutama pendamping perempuan berhadapan dengan hukum, dalam rangka memastikan pengalaman ketidakadilan gender yang dialami perempuan dengan berbagai ragam identitasnya diakomodasi;
    3. Pemerintah melakukan upaya revisi dan atau penghapusan terhadap peraturan perundang-undangan yang berpotensi melemahkan perempuan korban, diantaranya Pasal 27 ayat (1) dan (3) UU ITE, termasuk potensi dari dampak peraturan perundang-undangan yang diskriminatif, atau seolah netral namun berdampak dan atau berpotensi diskriminatif baik nasional maupun daerah, seperti Pasal 2 dan 411 KUHP

    Penulis: Koalisi Sipil untuk UU PPRT

  • Visi Pertahanan Ganjar Pranowo Bikin Terkesan Ratusan Purnawirawan TNI Polri

    Visi Pertahanan Ganjar Pranowo Bikin Terkesan Ratusan Purnawirawan TNI Polri

    7cloud.asia – Balon presiden 2024 PDIP, Ganjar Pranowo pada Minggu (30/7/2023)  diundang ratusan purnawirawan TNI Polri di acara Ngopi Bareng di Hotel Mercure Ancol Jakarta.

    Dalam kesempatan itu, oleh purnawirawan TNI Polri, Ganjar Pranowo diajak diskusi dan bertukar pikiran terkait visi pertahanan dan keamanan Indonesia ke depan.

    Sebanyak 273 purnawirawan TNI Polri berkumpul dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Ganjar Pranowo tersebut.

    Purnawirawan TNI Polri yang hadir dalam pemaparan misi pertahanan Ganjar Pranowo di antaranya mantan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, mantan Kapolri yakni Jenderal Polisi (purn) Bimantoro, Jenderal Polisi (purn) Rusman Hadi dan Jenderal Polisi (purn) Da’i Bachtiar.

    Baca: 100 purnawirawan TNI Polri bergabung jadi relawan Ganjar Pranowo

    Perwira tinggi TNI yang hadir, di antaranya Laksamana TNI (purn) Bernard Kent Sondakh, Marsekal TNI (purn) Agus Supriatna, Laksamana Madya TNI (purn) Agus Setiadji, Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin dan ratusan jenderal TNI Polri lainnya.

    Dalam acara itu, Ganjar Pranowo menyampaikan pentingnya menjaga pertahanan Indonesia. Menurutnya, yang harus segera dilakukan adalah meningkatkan pendapatan negara agar pertahanan negara bisa diperkuat.

    “Kalau pendapatan negara besar, maka pertahanan negara juga pasti kuat. Maka kita harus meningkatkan pendapatan itu bagaimanapun caranya. Banyak potensi pendapatan negara yang belum dioptimalkan,” kata Ganjar Pranowo.

    Baca: Makna di balik pembacaan “Dedication of Life” yang dilakukan Ganjar Pranowo

    Selain itu, Ganjar juga bicara terkait kemandirian industri alutsista. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri di sektor industri pertahanan.

    “Negara kita harus kuat, maka alutsista dan kelengkapannya harus maksimal. Secara industri militer kita punya, itu kemandirian yang mesti kita kembangkan. Kita panggil anak-anak terbaik bangsa untuk menyelesaikan industri alutsista kita,” katanya.

    Ganjar Pranowo juga menekankan pentingnya menyiapkan sistem pertahanan negara untuk menghadapi perang masa depan. Tidak hanya alutsista, ke depan harus disiapkan sistem pertahanan lain untuk melindungi negara dari perang modern.

    Baca: Pencopotan poster Ganjar Pranowo bukti sikap netral TNI

    Ganjar mengatakan, Indonesia harus bersiap dengan perang baru masa depan. Menurutnya,  tidak hanya alutsista, Indonesia juga harus bersiap menghadapi proxy, pertahanan digital dan bio sains.

    “Kita harus siapkan, perguruan tinggi, industri dan lembaga riset harus kita siapkan dan kita dorong untuk itu,” ujarnya.

    Pernyataan Ganjar Pranowo mampu membuat terkesan para purnawirawan TNI Polri yang hadir. Mereka semakin optimis, bahwa Ganjar adalah pemimpin masa depan Indonesia.

    Baca: 6 Nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo

    “Mas Ganjar memang orang yang tepat untuk mencalonkan untuk menjadi presiden. Kita kan pendukung semua di sini,” kata Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa.

    Hal senada disampaikan mantan Kapolri, Jenderal Polisi (purn) Da’i Bachtiar. Ia mengaku sangat terkesan dengan ide dan gagasan Ganjar Pranowo terkait pertahanan serta keamanan negara.

    “Ya surprise ya penjelasannya Pak Ganjar. Tadi saya komentar, Bapak sudah cerita bukan gubernur lagi, Bapak sudah presiden ceritanya. Jadi beliau sangat menguasai sekali ya bagaimana Republik Indonesia ini,” katanya.

    Baca: Saatnya memilih pemimpin yang peduli lingkungan

    Da’i Bachtiar menambahkan, Ganjar dengan detail memahami bagaimana kondisi Indonesia. Bagaimana pengaruh global, lingkungan strategis, yang akan mempengaruhi Indonesia ke depan.

    Menurut Da’i, Ganjar Pranowo paham bagaimana berpikir masa depan Indonesia dan benar-benar menguasai isu pertahanan dalam konteks global.

    “Jadi saya tentu bersama teman-teman juga sependapat bahwa Mas Ganjar cocok dan pantas lah jadi presiden 2024 nanti. Ide gagasannya soal hankam mantap sekali,” pungkasnya.

    Baca: Jelang pemilu 2024, waspadai obral izin pembukaan lahan

  • Gugatan Iklim Efektif Mendorong Kebijakan Meredam Perubahan Iklim di Indonesia

    Gugatan Iklim Efektif Mendorong Kebijakan Meredam Perubahan Iklim di Indonesia

    Foto: LBH Jakarta

    7cloud.asia – Sejak tujuh tahun silam, dunia seolah mengalami “musim semi” terkait gugatan iklim. Gugatan iklim adalah upaya suatu pihak dalam mengajukan gugatan terkait persoalan perubahan iklim dan lingkungan di pengadilan.

    Sejak 2015, angka gugatan iklim yang menyoal isu lingkungan pemicu perubahan iklim ini tercatat naik dua kali lipat dibanding beberapa dekade sebelumnya.

    Angkanya mencapai lebih dari 2 ribu gugatan iklim yang diajukan di seluruh dunia – seperempat dari gugatan terkait isu lingkungan pemicu perubahan iklim ini didaftarkan sejak 2 tahun silam.

    Namun, sebagian besar perkara terkait isu lingkungan pemicu perubahan iklim ini tersebut berlokasi di negara-negara maju. Hanya sedikit gugatan iklim yang diajukan di negara-negara berkembang.

    Seperti apa kondisi gugatan iklim yang meyorot isu lingkungan pemicu perubahan iklim ini di Indonesia, berikut tulisan dari  Environment Editor The Conversation

    Di Indonesia, lembaga penelitian dan advokasi hukum lingkungan, Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) mencatat ada sekitar 16 perkara gugatan iklim untuk menuntut keadilan iklim.

    Mayoritas di antaranya diajukan oleh pemerintah untuk menuntut ganti rugi atas ke perusahaan yang diduga merusak lingkungan. Hanya terdapat lima gugatan yang didaftarkan oleh warga maupun organisasi lingkungan hidup.

    Baca: Tujuh komoditas Indonesia akan terdampak kebijakan Antideforestasi Uni Eropa

     
    Gugatan iklim di Indonesia. (ICEL)

    Direktur Eksekutif ICEL, Raynaldo Sembiring, mengemukakan bahwa warga Indonesia memiliki kesempatan besar untuk mendaftarkan gugatan iklim di lembaga peradilan.

    Harapannya, gugatan ini dapat menjadi pertimbangan pengadilan agar mendorong target pemerintah supaya kebijakan untuk meredam perubahan iklim bisa lebih ambisius.

    “Ini peluang yang cerah untuk gugatan iklim di indonesia,” ujar Raynaldo dalam diskusi Peran Pengadilan untuk Mengatasi Perubahan Iklim: Update Kasus Lingkungan antara Indonesia dan Belanda, di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Baca: Gelombang panas mengganas, dampak dari perubahan iklim?

    Peluang besar gugatan warga 

    Raynaldo menuturkan, besarnya peluang gugatan iklim oleh warga dipicu oleh dua kebijakan: Undang Undang (UU) 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun 2019.

    UU Administrasi Pemerintahan mengatur perlindungan hak asasi manusia (HAM) sebagai salah satu asas penyelenggaraan pemerintahan.

    Sedangkan Perma 2/2019 memuat kewenangan pengadilan tata usaha negara mengadili gugatan atas tindakan pemerintahan – sebelumnya merupakan kewenangan pengadilan umum.

    Gugatan iklim, kata Raynaldo, dapat diajukan terhadap tindakan pemerintah yang dianggap tidak cukup mengatasi persoalan perubahan iklim. Gugatan dapat menyasar dokumen tertentu, seperti komitmen iklim Indonesia yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

    Dokumen ini merupakan janji tertulis negara peserta Perjanjian Paris untuk berkontribusi dalam menahan pemanasan suhu bumi ke angka maksimum 1,5C pada 2030 mendatang.

    “UU 30/2014 dan Perma 2/2019 memberikan peluang bagi warga negara untuk meminta pemerintah melakukan tindakan pemerintahan. Salah satunya untuk mengetatkan NDC kita,” ujar Raynaldo dalam keterangan lanjutannya kepada The Conversation.

    Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim

    Di Indonesia, sejumlah pihak mengkritik NDC pemerintah yang belum ambisius. Ini tercermin dalam analisis Climate Action Tracker (CAT), organisasi tingkat global yang memeriksa komitmen iklim setiap negara berdasarkan analisis ilmiah.

    Indonesia, menurut analisis CAT per November 2021, memiliki komitmen dan kebijakan iklim yang “highly insufficient” atau jauh dari memadai untuk meredam laju perubahan iklim.

    Artinya, jika NDC seluruh negara memiliki peringkat ini, maka pemanasan suhu global pada 2030 bisa mencapai 3-4C.

    Menurut Raynaldo, seluruh warga negara berhak mengajukan gugatan terhadap NDC. Warga dapat menggunakan ketentuan kewajiban negara untuk melindungi hak asasi manusia yang diatur di tingkat UUD 1945 hingga UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

    Namun, jangan buru-buru mendaftarkan gugatan ke pengadilan. Warga atau pihak tertentu semestinya mengajukan proses keberatan dan banding administratif kepada pejabat pembuat NDC: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Baca: 21 Film lingkungan yang bakal membuka kesadaran kita

    Jika dalam tahap banding sang pejabat sudah setuju, maka warga bisa menghemat tenaga dan waktu untuk mengurus gugatan di meja hijau.

    “Kalau pejabat enggak setuju, maka lanjut ke PTUN,” tutur Raynaldo.

    Hal lainnya yang perlu disiapkan dalam gugatan iklim adalah bukti-bukti ilmiah yang kuat. Warga dapat menggunakan dokumen seperti laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

    Laporan ini merupakan rangkuman dari puluhan ribu karya ilmiah tentang perubahan iklim di seluruh dunia yang disusun oleh para ilmuwan. Dokumen ini juga memiliki legitimasi politik lantaran publikasinya harus disetujui oleh negara-negara anggota UNFCCC.

    Meski demikian, pemakaian alat bukti saintifik masih menjadi tantangan tersendiri di tanah air. Sebab, tak semua hakim memiliki kompetensi yang sama untuk menelaah dokumen-dokumen tersebut.

    Hal ini disadari oleh Doktor bidang Hukum sekaligus Anggota Kelompok Kerja Lingkungan Hidup Nasional Mahkamah Agung, Bambang Heriyanto.

    Para hakim, kata dia, mesti mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh sertifikasi khusus untuk menangani kasus-kasus lingkungan hidup.

    Baca: Ancaman soal perubahan iklim sudah muncul sejak 70 tahun silam

    Tantangan lainnya adalah terkait keterangan ahli di persidangan yang bisa jadi saling bertentangan. Menurut Bambang, sudah menjadi rahasia umum bahwa pendapat ahli yang dihadirkan di persidangan akan seirama dengan pihak yang menghadirkannya.

    “Jalan keluarnya adalah menghadirkan ahli independen untuk acuan untuk hakim. Tapi masalahnya bagaimana pembiayaannya,” kata dia.

    Sasaran gugatan yang luas

    Gugatan iklim sebenarnya bukan hanya bisa menyasar dokumen NDC Indonesia. Menurut Guru Besar Ilmu lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Andri Gunawan Wibisana, gugatan iklim memiliki empat kategori:

    1) Gugatan dengan persoalan iklim sebagai argumentasi utama; misalnya gugatan dari organisasi lingkungan Urgenda Foundation yang menyasar target iklim pemerintah Belanda

    2) Gugatan dengan persoalan iklim sebagai argumentasi sampingan: misalnya gugatan yang diajukan organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia melawan Pemerintah Jawa Barat terkait izin Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati A Cirebon. Persidangan kasus ini masih berlangsung.

    3) Gugatan dengan motivasi isu perubahan iklim, tapi tak menjadi isu utama: misalnya gugatan kepada perusahaan tambang batu bara yang merusak lingkungan

    4) Gugatan tanpa motivasi perubahan iklim, tapi berdampak pada upaya pencegahan dan penanganannya: misalnya gugatan seputar aktivitas pertambangan minyak dan gas bumi

    Baca: Pertemuan G20 gagal capai kesepakatan pangkas bahan bakar fosil

    Andri mengatakan, sejauh ini gugatan iklim di Indonesia belum menyentuh kategori 1. Namun, berkaca dari kasus yang ada di tanah air, gugatan iklim di Indonesia tergolong unik dibandingkan perkara di negara lain.

    Andi mencontohkan dalam kasus kebakaran lahan, gugatan iklim di Indonesia yang berfokus pada tuntutan untuk pembayaran biaya pengurangan emisi (yang timbul karena perbuatan tergugat).

    Tuntutan ini membebaskan penggugat, dalam perkara ini adalah pemerintah, untuk membuktikan sebab-akibat dari tindakan tergugat dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

    “Meski ada juga sisi negatifnya yang menjadi tantangan tersendiri untuk ke depannya,” kata dia.

    Sumber: The Conversation

  • Meski Kaya Raya Keanu Reeves Pilih Jalani Frugal Living

    7cloud.asia – Ketika membahas frugal living orang sering menyebut nama Keanu Reeves, pemeran film John Wick.

    Nggak usah heran, ini karena Keanu Revees yang namanya melejit lewat film Matrix ini memang sejak lama menerapkan gaya frugal living.

    Pendapatan selangit hingga jutaan dolar sekali main, tidak serta merta membuat Keanu Reeves bermewah-mewah. Lelaki kelahiran Beirut, Lebanon ini dikenal sebagai seseorang yang sangat rendah hati sehingga sering disebut sebagai panutan frugal living.

    Meskipun udah jadi aktor kawakan, Keanu Reeves dikenal punya pribadi yang super humble. Dia tinggal di apartemen biasa, naik subway dan sepeda kemana-mana, jalan-jalan pakai baju super kasual, dan yaa, kayak orang biasa aja. 

    Keanu Reeves bahkan tak seklai dua kali kedapatan ngobrol dan ngopi bareng tuna wisma di jalan. Ia juga sering naik kendaraan umum bersama warga kebanyakan. 

    Baca: Frugal living jadi pilihan di tengah ketidakpastian global

    Bisa jadi, pilihan hidup Keanu Reeves untuk menganut frugal living ini dilatarbelakangi kisah masa lalunya yang lumayan tragis.

    Keanu Reeves kecil hidup susah karena sudah ditinggal ayahnya saat masih berusia enam tahun. Ia sempat didiagnosa mengalami disleksia, dan karenanya tidak mengantongi ijazah SMA.

    Karier Keanu Reeves di dunia hiburan harus dilalui denga perjuangan berat. Pada tahun 1999, putrinya meninggal saat masih dalam kandungan. Satu setengah tahun kemudian, giliran sang kekasih meninggal karena kecelakaan mobil.

    Keanu Reeves sangat jarang memamerkan kekayaannya, malah ia dikenal dengan sifatnya yang sangat dermawan.

    Ketika sukses di film Matrix, Keanu Reeves memberikan uang senilai 75 juta dolar ke tim stuntmannya, serta hadiah natal senilai 20 ribu dolar pada salah satu kru film yang tengah mengalami masalah finansial.

    Baca: Lelah dengan hedonisme orang mulai berpaling pada gaya hidup minimalis 

    Keanu Reeves juga pernah mendonasikan hartanya ke sebuah yayasan kanker Stand up to Cancer, SickKids Foundation, PETA dan lain sebagainya, dia pun juga jarang berkoar-koar soal hal ini.

     

    Lantas apa saja kebiasaan frugal living yang dijalankan Keanu Reeves yang patut kita tiru meski kita sudah sukses? Berikut ulasannya seperti dikutip CNBC Indonesia.

    Sering naik kendaraan umum. Keanu Reeves memang punya koleksi motor dan beberapa mobil mewah. Akan tetapi, hal itu tidak lantas membuatnya anti-kendaraan umum.

    Beberapa kali Keanu Reeves pun sempat tertangkap kamera berada di kereta layaknya penumpang pada umumnya. Reeves juga masih sering terlihat ada di dalam bus.

    Dilansir dari Beautynesia, salah satu momen yang akhirnya menguak gaya hidup frugal living yang dianutnya adalah pada saat Reeves berbagi kursi ke perempuan di dalam kereta bawah tanah

    Baca: Slow living, pilihan buat mereka yang lelah dikejar target

    Gak hanya dari gaya hidupnya yang sangat frugal living banget, bagi Keanu Reeves uang seolah bukan segalanya.

    Ia rela dibayar belakangan, biar kru produksi bisa rekrut aktor-aktor yang hebat, seperti Al Pacino di fil The Devil’s Advocate dan Gene Hackman  di The Replacements. Jempol banget bukan?  

    Dengan kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai 360 juta dolar, Keanu dengan enteng memberikan sebagian dari gajinya di sekuel The Matrix biar kru punya budget lebih untuk kostum dan visual effect (VFX).

    Gak cuma itu, Keanu bahkan memberikan sepeda motor Harley-Davidson buat 12 tim stuntman The Matrix Reloaded

    Baca: Slow living nggak berarti bermalas-malasan tapi turunkan kecepatan irama hidupmu

    Esti Utami, dari berbagai sumber