Tag: Israel

  • Sejak Oktober 2023, 40 Jurnalis Masih Ditahan Israel

    Sejak Oktober 2023, 40 Jurnalis Masih Ditahan Israel

    7cloud.asia – Sedikitnya 40 jurnalis Palestina telah ditahan Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober lalu, kata sejumlah kelompok pemerhati urusan tahanan pada Selasa (19/3).

    “Pasukan Israel menahan 61 jurnalis sejak 7 Oktober 2023, 21 di antaranya telah dibebaskan,” kata Komisi Urusan Tahanan, dan Masyarakat Tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan gabungan.

    Tiga jurnalis perempuan termasuk di antara para tahanan tersebut, sementara 23 jurnalis ditahan tanpa diadili atau didakwa berdasarkan kebijakan penahanan administratif Israel yang terkenal buruk, menurut pernyataan tersebut.

    Ketegangan meningkat di seluruh wilayah pendudukan sejak Israel meluncurkan serangan militer mematikan ke Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

    Baca: Total 89 jurnalis terbunuh dalam serangan Israel

    Sedikitnya 435 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas sejak saat itu, dengan lebih dari 4.700 orang luka-luka dan 7.630 lainnya ditahan di wilayah pendudukan tersebut.

    Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Dalam putusan sela pada Januari, mahkamah tersebut memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida.

    Selain itu Tel Aviv diperintahkan mengambil langkah guna memastikan bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di Gaza, yang telah didera serangan Israel dengan korban tewas lebih dari 31.800 orang sejak Oktober lalu.

    Sumber: Anadolu

  • Sekjen PBB Akui Pihaknya Tak Punya Kekuatan Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

    Sekjen PBB Akui Pihaknya Tak Punya Kekuatan Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku bahwa badan dunia itu tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan perang rezim Israel di Gaza.

    Seolah frustasi dengan kondisi di Gaza, Guterres menyerukan kepada mereka “yang berkuasa untuk melakukan hal itu”.

    “Anda tidak bisa melihat begitu banyak orang terbunuh, anda tidak dapat melihat terlalu banyak penderitaan tanpa perasaan frustrasi yang mendalam… Kami tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan [perang di Gaza], saya mengimbau mereka yang berkuasa untuk melakukannya,” kata Guterres saat konferensi pers di El Arish Mesir, Sabtu (23/3/2024).

    Baca: Kelaparan di Gaza sudah dalam kondisi kritis, ribuan anak terancam masa depannya

    Dilansir Al Jazeera, antonio Guterres mengunjungi penyeberangan Rafah, antara Gaza dan Mesir, sebagai bagian dari “perjalanan solidaritas” tahunannya ke negara-negara Muslim selama bulan suci Ramadan.

    Disebutkan pula bahwa perjalanan Guterres tahun ini bertujuan untuk “menyoroti penderitaan rakyat Palestina di Gaza”.

    Pada kesempatan itu, Guterres juga berbicara soal bantuan kemanusiaan yang ditimbun di sisi perbatasan Mesir dengan Gaza ketika rezim Israel terus melarang masuk bantuan tersebut ke Gaza.

    Baca: Membiarkan warga Gaza kelaparan jadi senjata baru Israel

    “Lebih dari tragis. Ini adalah sebuah penghinaan moral,” katanya seraya menyerukan kembali perang dihentikan dan memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut akan memperburuk keadaan.

    Analisis terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang dirilis pada Senin lalu (18/3/2024) memperingatkan bahwa situasi di Gaza sangat buruk.

    Di mana kelaparan sangat akut akan segera terjadi di bagian utara Gaza, dan mengancam daerah-daerah lain di Jalur Gaza.

    Baca: Pilihan anak Palestina, peluru Israel atau kelaparan

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan hingga hari Kamis ini lebih dari 32.000 orang meninggal dunia di Gaza akibat serangan serangan darat dan udara Israel

    Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara lebih dari 75.000 lainnya luka-luka.

    WHO dan mitra-mitranya telah menjalankan misi berisiko tinggi untuk mengirimkan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan bagi para petugas kesehatan dan pasien.

    Sumber: IRNA-OANA

     

  • AS Abstain, Dewan Keamanan PBB Sukses Lahirkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

    AS Abstain, Dewan Keamanan PBB Sukses Lahirkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Dewan Keamanan PBB, Senin (25/3/2024) menyepakati resolusi yang menuntut gencatan senjata segera antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas.

    Dewan Keamanan PBB ini juga menuntut pembebasan seluruh sandera Hamas dengan segera dan tanpa syarat, pasca gencatan senjata ini.

    Resolusi Dewan Keamanan PBB ini disahkan setelah Amerika Serikat memutuskan abstain dari pemungutan suara terhadap resolusi DK tersebut.

    Sementara itu, 14 negara anggota DK PBB lainnya memberi suara mendukung resolusi yang diusulkan 10 negara anggota tidak tetap Dwan Keamanan PBB.

    Baca: Sekjen PBB akui tak punya kuasa hentikan serangan Israel ke Gaza

    Pada berbagai kesempatan sebelumnya, Washington menolak istilah “gencatan senjata” dalam perang di Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama hampir enam bulan.

    AS juga menggunakan hak vetonya untuk melindungi Israel, sekutu dekatnya dalam upayanya membalas serangan Hamas pada 7 Oktober yang disebut Israel telah menewaskan 1.200 orang.

    Akan tetapi, di tengah meningkatnya tekanan global untuk gencatan senjata dalam perang yang telah menewaskan 32.000 warga Palestina itu, AS akhirnya abstain dari pemungutan suara pada hari Senin (25/3/2024).

    Sikap AS ini memungkinkan Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata segera selama bulan suci Ramadan, yang akan berakhir dua minggu lagi.

    Baca: Kelaparan di Gaza sudah sangat parah

    DK PBB juga menuntut pembebasan seluruh sandera dengan segera dan tanpa syarat. Israel mengatakan Hamas menculik 253 orang pada serangan 7 Oktober lalu.

    Resolusi DK PBB juga “menekankan kebutuhan mendesak untuk membuka distribusi bantuan kemanusiaan dan memperkuat perlindungan warga sipil di seluruh Jalur Gaza.

    Resolusi itu juga menegaskan kembali tuntutannya untuk mencabut semua hambatan atas penyediaan bantuan kemanusiaan dalam skala besar.”

    Sesaat sebelum pertemuan Dewan Keamanan PBB dimulai, radio militer Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membatalkan pengiriman delegasi Israel ke Washington apabila AS tidak memveto resolusi tersebut.

    Baca: Israel jadikan kelaparan sebagai senjata perang barunya di Gaza

    AS sudah tiga kali memveto draf resolusi Dewan Keamanan PBB terkait perang israel dan Hamas di Gaza.

    AS juga telah dua kali menyatakan abstain, sehingga memungkinkan Dewan Keamanan PBB mengadopsi sejumlah resolusi yang bertujuan untuk meningkatkan bantuan ke Gaza dan menyerukan jeda pertempuran yang diperpanjang.

    Rusia dan China juga telah memveto dua draf resolusi AS terkait konflik Isral-Hamas pada Oktober dan Jumat (22/3/2024) lalu.

    Sumber: skynews. 

  • Delegasi DPR RI Lakukan Aksi Walk Out Saat Israel Ajukan Emergency Item untuk Serang Palestina di Sidang IPU

    Delegasi DPR RI Lakukan Aksi Walk Out Saat Israel Ajukan Emergency Item untuk Serang Palestina di Sidang IPU

    7cloud.asia – Delegasi DPR RI melakukan aksi walk out pada sidang lanjutan Inter-Parliamentary Union (IPU) yang digelar di Jenewa, Swis, Senin (25/3/2024) waktu setempat.

    Aksi walk out tersebut dilakukan sebagai respon kekecewaan terhadap sikap Israel yang mengajukan draf proposal draf kemanusiaan atau emergency item terkait pembelaan dalam melakukan genosida terhadap warga Palestina.

    Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Fadli Zon menjelaskan aksi walk out juga diikuti oleh banyak negara Islam, seperti Iran dan sejumlah negara lainya yang simpati terhadap Palestina.

    Fadli mengatakan, aksi walk out adalah sikap yang sangat pantas terhadap zionis Irael yang telah puluhan tahun menjajah Palestina dan menciptakan perdamaian.

    “Sikap kita ini menunjukkan bahwa kita anti penjajahan dan ini juga sesuai dengan konstitusi kita bahwa penjajahan di atas dunia dan di muka bumi ini harus dihapuskan,” ujar Fadli dikutip Parlementaria.

    Baca: Indonesia suarakan keadilan untuk Palestina di sidang Mahkamah Internasional

    Menurut Fadli, pembantaian yang dilakukan Israel adalah tindakan biadab yang berlangsung sejak 75 tahun lalu. Dia menyebut sudah tak terhitung lagi berapa banyak nyawa melayang akibat penembakan, juga pengeboman secara membabi-buta.

    “Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina jelas adalah kolonialisme dan bukan dimulai tanggal 7 Oktober 2023, tapi sudah sejak 75 tahun yang lalu,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

    Mengenai hal ini, kata Fadli, Indonesia secara konsisten akan memperjuangkan semangat kemerdekaan bagi rakyat Palestina serta ikut bergerak dalam menciptakan perdamaian dunia sesuai dengan bunyi konstitusi yang ada.

    Sebagai langkah kongkret, Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan berbagai pertemuan bilateral dengan berbagai negara. Salah satu yang akan dibahas adalah draf emergency item yang disusun bersama Malaysia.

    “Inilah yang saya kira harus diperjuangkan oleh Indonesia sehingga Palestina bisa merdeka, dan tentu dalam semangat menciptakan perdamaian dunia juga seperti apa yang diamanatkan oleh konstitusi kita,” katanya.

    Baca: Dewan Keamanan PBB setujui resolusi gencatan senjata di Gaza

    Diketahui, Indonesia dan Malaysia, sebelumnya juga telah menyusun draf emergency item atau resolusi perdamaian dari sisi diplomasi parlemen sebagai salah satu usulan komprehensif terkait gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan, termasuk juga tentang penghormatan hukum-hukum internasional.

    Jadi kita akan menyampaikan hal-hal yang terkait itu dan mudah-mudahan ke depan bisa ikut menjadi bagian dari solusi.

     

    “Meskipun nantinya usulan yang diajukan hanya satu, namun konten dan konsep usulan negara lain (yang mendukung perdamaian di Palestina) tetap akan dimasukan untuk mengadopsi hal lain yang diperlukan,” jelas Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sukamta di kesempatan yang sama.

    Kita juga melihat PBB sudah lebih maju karena menyetujui gencatan senjata dalam waktu dekat ini, juga resolusi lain seperti bantuan kemanusiaan, pelepasan sandera termasuk juga batas-batas wilayah dan teritorial yang selama ini sudah ada di dalam resolusi perserikatan bangsa-bangsa,” terangnya

    Draf resolusi perdamaian antara Indonesia-Malaysia itu berpotensi mendapat persetujuan untuk mendesak peperangan dengan syarat disetujui dua pertiga anggota IPU.

    Baca: Uni Eropa Serukan pengakuan dua negara Israel dan Palestina untuk wujudkan perdamaian di Timur Tengah

    Maka itu, delegasi DPR RI terus menggalang kekuatan parlemen baik melalui OKI (Organisasi Kerjasama Islam) maupun Parlemen Asia akan mengkonsolidasikan agar nantinya ada satu draf yang diajukan yang mendukung gencatan senjata di Gaza, Palestina.

    Sukamta mengatakan sejauh ini ada 3 (tiga) kelompok negara yang mengusulkan perdamaian di Gaza. Kelompok itu terdiri dari kelompok negara Asia, Afrika, dan Arab.

    Melalui pertemuan dengan parlemen negara organisasi kerja sama Islam atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), Sukamta berharap dukungan terhadap emergency item isu Palestina dapat mencapai 70 persen.

    Sehingga, dapat menjadi salah satu resolusi sidang umum parlemen dunia untuk ditindaklanjuti di masing-masing negara.

    “Meskipun nantinya usulan yang diajukan hanya satu, namun konten dan konsep usulan negara lain (yang mendukung perdamaian di Palestina) tetap akan dimasukan untuk mengadopsi hal lain yang diperlukan,” jelas Wakil Ketua BKSAP DPR Sukamta di kesempatan yang sama.

  • Peneliti PBB Serukan Embargo Senjata ke Israel Karena Lakukan Genosida di Gaza

    Peneliti PBB Serukan Embargo Senjata ke Israel Karena Lakukan Genosida di Gaza

    7cloud.asia – Francesca Albanese, seeorang peneliti PBB meyakini bahwa operasi militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober tahun lalu merupakan tindak genosida.

    Ia menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk segera menjatuhkan sanksi serta memberlakukan embargo senjata terhadap Israel.

    Hal itu diungkapkan Albanese ketika mempresentasi laporan berjudul “Anatomi Genosida” dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Selasa (26/3/2024) waktu setempat.

    Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk HAM di Wilayah Pendudukan Palestina, menekankan bahwa lebih dari 30,000 warga Palestina terbunuh di antara tindakan lainnya.

    Baca:  Delegasi Indonesia dan ngara-negara Arab lakukan aksi walk out saat delegasi Israel berbicara di Sidang IPU 

    Secara khusus, Israel telah melakukan tiga tindakan genosida terhadap warga Palestina sebagai kelompok dengan niat tersirat, menyebabkan kerugian fisik atau mental yang serius,

    ”Israel dengan sengaja membuat kondisi kehidupan yang akan berujung pada kehancuran fisik secara keseluruhan atau sebagian, dan memaksakan tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran dalam kelompok tersebut,” jelas Albanese.

    Israel yang tidak menghadiri sesi itu menolak laporan Albanese. Misi diplomatik Israel di Jenewa menilai bahwa penggunaan kata genosida “keterlaluan.”

    Ia mengatakan bahwa perang tersebut ditujukan kepada kelompok Hamas dan bukan kepada warga sipil Palestina.

    Baca: Dewan Keamananan PBB sepakati resolusi gencatan senjata di Gaza

    Menurut perhitungan Israel, perang ini dimulai setelah para pejuang Hamas menyerbu Israel bagian selatan, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang lainnya.

    Negara-negara Teluk seperti Qatar, serta negara-negara Afrika, termasuk Aljazair dan Mauritania, menyuarakan dukungan atas temuan Albanese dan keprihatinan atas situasi kemanusiaan.

    Albanese, pengacara asal Italia, adalah satu dari belasan ahli HAM independen yang diberi mandat oleh PBB untuk melaporkan dan memberi saran tentang tema dan krisis spesifik.

    Namun demikian, pandangan Albanese  tidak mencerminkan pandangan PBB secara keseluruhan.

    Baca: Sekjen PBB akui pihaknya tak punya kuasa menghentikan serangan Israel di Gaza

    Sebelumnya Dewan Keamanan PBB telah menyetujui resolusi gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Resolusi ini diambil, setelah AS yang selama ini membela Israel menyatakan abstain.

    Selain menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, Dewan Keamanan PBB ini juga menuntut pembebasan seluruh sandera Hamas dengan segera dan tanpa syarat. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Lebih dari 1,1 Juta Orang di Jalur Gaza Hadapi Tingkat Kerawanan Pangan Ekstrem

    Lebih dari 1,1 Juta Orang di Jalur Gaza Hadapi Tingkat Kerawanan Pangan Ekstrem

    7cloud.asia – Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada Kamis (28/3) mengatakan bahwa lebih dari 1,1 juta orang di Jalur Gaza menghadapi “tingkat kerawanan pangan yang ekstrem” akibat tindakan Israel mencegah pasokan bantuan memasuki wilayah tersebut.

    Pernyataan tersebut, yang diunggah di platform media sosial X, menekankan perlunya mendistribusikan bantuan makanan yang cukup melalui jalur darat.

    Hal ini guna menyelamatkan nyawa, terutama di wilayah utara Jalur Gaza. Namun, “hambatan akses masih terjadi, dan waktu semakin terbatas,” kata OCHA.

    Sementara itu, sejumlah sumber medis pada Kamis mengumumkan bahwa seorang anak di Kota Beit Lahia di Gaza utara dinyatakan meninggal akibat kelaparan dan minimnya perawatan yang tersedia.

    Baca: Gencatan senjata tak cukup hentikan konflik Palestina

    Sehingga jumlah kasus kematian akibat kekurangan gizi di wilayah kantong Palestina tersebut bertambah menjadi 30 orang.

    Israel telah melancarkan serangan berskala besar terhadap Hamas di Jalur Gaza untuk membalas serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 32 ribu orang.

    Akibatnya, wilayah pesisir yang terkepung tersebut, yang dihuni sekitar 2,35 juta orang, harus menghadapi kondisi kemanusiaan yang sulit, di tengah peringatan internasional tentang ancaman bencana kelaparan.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina memperingatkan bahayanya penolakan Israel yang secara kontinu terhadap penerapan resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera selama bulan suci Ramadan.

    Baca: Sekjen PBB serukan bantuan kemanusiaan ke Gaza

    Dalam sebuah pernyataan, pihak kementerian meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menerapkan resolusi tersebut dan segera mencapai gencatan senjata.

    Selain itu, memastikan perlindungan warga sipil dan masuknya bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan ke seluruh Jalur Gaza melalui darat, udara, dan laut.

    Pernyataan itu juga menuduh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu “mengekspor krisisnya ke wilayah Palestina, kawasan ini, dan dunia,”.

    Serta menggunakan kebijakan ‘menanggung akibat’ dalam berurusan dengan semua pihak untuk mengurangi parahnya krisis tersebut dan mempertahankan posisinya sebagai PM.

    Sumber: Antaranews 

  • Kedubes Iran Kecam Serangan Israel ke Konsulat Iran di Suriah

    Kedubes Iran Kecam Serangan Israel ke Konsulat Iran di Suriah

     

    7cloud.asia – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras serangan yang tidak beralasan sekaligus melanggar hukum terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang dilakukan pasukan Israel.

    Aksi mengerikan tersebut merupakan pelanggaran nyata dan serius terhadap hukum internasional termasuk Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, demikian menurut siaran pers Kedubes Iran di Jakarta, Selasa.

    Serangan terhadap misi diplomatik, tak hanya mengacaukan keamanan dan keselamatan para personelnya.

    Namun juga bertentangan dengan prinsip kedaulatan dan non-intervensi yang merupakan landasan hubungan diplomatik dan internasional.

    Baca: Pemukim Israel paksa masuk Masjid Al Aqsa

    Komunitas internasional bersama dengan PBB harus mengutuk pelanggaran tersebut dan mengambil langkah tegas untuk mengatasinya.

    Sangat penting bagi pelaku penyerangan untuk mempertanggungjawabkan secara penuh perbuatannya, yang secara terang-terangan telah mengabaikan norma dan konvensi yang mengatur interaksi antar negara secara damai dan beradab, tulisnya.

    Republik Islam Iran mempunyai hak permanen untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya dan untuk menjamin keamanan misi diplomatiknya di seluruh dunia.

    Kami akan mempertimbangkan balasan yang proporsional terhadap aksi pelanggaran tersebut agar tidak terulang kembali.

    Iran berhak melakukan aksi balasan terhadap serangan tersebut dan memutuskan konsekuensinya, demikian menurut pernyataan.

    Baca: Israel akan kelola Gaza pasca perang

    Kedubes Iran juga mendesak komunitas global untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap kesucian misi diplomatik dan prinsip-prinsip hukum internasional.

    Kami menyerukan solidaritas dalam menolak segala bentuk agresi terhadap fasilitas dan personel diplomatik, yang merupakan bagian penting untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, seperti dikutip.

    Republik Islam Iran tetap berkomitmen untuk menyelidiki semua aspek dalam insiden tersebut dan memastikan penegakan keadilan.

    Kami teguh pada tekad kami untuk menjaga kedaulatan nasional serta harkat dan martabat bangsa di kancah internasional, menurut pernyataan.

    Disebutkan pula bahwa Kedubes menegaskan kembali komitmen Republik Islam Iran untuk melakukan penyelidikan menyeluruh semua aspek dalam serangan keji tersebut.

    Dan rezim Zionis akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari perbuatannya itu.

    Iran tetap teguh pada haknya untuk mempertahankan misinya dan akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan martabat entitas diplomatiknya secara global, demikian menurut pernyataan.

    Sumber: Antaranews

  • Dewan HAM PBB Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang terhadap Palestina

    Dewan HAM PBB Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang terhadap Palestina

    7cloud.asia – Dewan Hak Asasi Manusia atau dewan HAM PBB, Jumat (5/4/2024), mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan agar Israel bertanggung jawab atas kemungkinan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, Palestina.

    Hanya enam negara yang memberikan suara menentang resolusi Dewan HAM PBB tersebut, yang disahkan dengan 28 suara mendukung dan 13 abstain.

    Tepuk tangan meriah di ruang dewan ketika hasil pemungutan suara itu diumumkan. Banyak negara menyambut gembira resolusi Dewan HAM tersebut dan membuat kecewa banyak negara yang tidak mendukungnya.

    Belasan negara memberikan dukungan vokal terhadap resolusi Dewan HAM PBB tersebut. Sementara selain AS, Argentina, Bulgaria, Jerman, Malawi, dan Paraguay memberikan suara menentang tindakan tersebut. Prancis abstain.

    “Dewan HAM PBB baru saja mengadopsi sebuah resolusi yang seharusnya menangani akuntabilitas dan keadilan,” Meirav Eilon Shahar, duta besar Israel untuk PBB, mengatakan kepada wartawan setelah pemungutan suara.

    Baca: Lebih dari 1juta warga Gaza terancam kelaparan ekstrem

    Shahar mengatakan kepada wartawan bahwa adopsi resolusi oleh dewan tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa “(nyawa) orang Israel tidak penting.

    ”Pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi tidak penting, sandera tidak penting, pemerkosaan terhadap wanita Israel tidak penting. Di manakah pertanggungjawaban atas korban terorisme Palestina di Israel?” tanya Shahar.

    Ia mengungkapkan kekecewaannya atas kurangnya dukungan dari negara-negara Eropa, dan menyebut Belgia, Luksemburg, dan Finlandia sebagai negara yang mendukung “resolusi yang tidak mengutuk Hamas” tersebut.

    “Dewan ini telah lama meninggalkan rakyat Israel dan lama membela Hamas,” katanya.

    “Ini telah menjadi tameng bagi teroris. Mereka menutup mata terhadap segala tindakan kekerasan terhadap Israel dan Yahudi. Resolusi ini merupakan noda bagi Dewan Hak Asasi Manusia dan PBB secara keseluruhan,” katanya.

    Baca: PBB tuding Israel jadikan kelaparan jadi senjata barunya di Gaza

    Resolusi tersebut menyerukan kepada semua negara “untuk menghentikan penjualan, transfer dan pengalihan senjata, amunisi dan peralatan militer lainnya ke Israel.”

    Mereka menuntut agar Israel segera mencabut blokade terhadap Jalur Gaza dan segala bentuk hukuman kolektif lainnya, dan “menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.”

    Duta Besar Pakistan untuk PBB di Jenewa, Bilal Ahmad, atas nama OKI, Organisasi Kerjasama Islam, memperkenalkan rancangan resolusi Dewan HAM PBB tersebut 

    Dia mengatakan resolusi tersebut merupakan respons terhadap “pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan” di wilayah pendudukan Palestina, khususnya di Jalur Gaza, serta “pengabaian Israel terhadap hukum internasional.”

    “Resolusi tersebut mencerminkan keprihatinan besar dewan ini terhadap kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di [wilayah Palestina yang diduduki Israel] dan tekad [Mahkamah Internasional] bahwa rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel menghadapi risiko genosida yang masuk akal,” katanya.

    Baca: PBB diminta desak Israel wujudkan gencatan senjata

    Dalam pidato emosional di depan dewan sebelum pemungutan suara, Ibrahim Khraish, duta besar Palestina untuk PBB di Jenewa, mengecam “bencana kemanusiaan” di Gaza.

    “Kami membutuhkan Anda semua untuk sadar dan menghentikan genosida ini… yang disiarkan langsung di televisi di seluruh dunia, yang menewaskan ribuan orang tak bersalah. Ini harus dihentikan,” katanya.

    Sementara, Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa, Michele Taylor, sepakat bahwa “terlalu banyak warga sipil yang terbunuh” dalam konflik Gaza.

    Ia menegaskan, perlindungan terhadap seluruh kehidupan warga sipil merupakan keharusan moral dan strategis dan Israel belum melakukan upaya yang cukup untuk mengurangi dampak buruk terhadap warga sipil.

    “Kami terus menyampaikan keprihatinan besar atas hilangnya nyawa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kurangnya bantuan kemanusiaan yang memadai yang telah menempatkan laki-laki, perempuan, dan anak-anak di Gaza di ambang kelaparan yang meluas,” imbuhnya.

    Baca: Sekjen PBB akui pihaknya tak punya kekuatan memaksa Israel

    Meskipun memberikan tinjauan kritis terhadap perilaku perang Israel (di Gaza), Taylor mengatakan AS tidak dapat mendukung resolusi tersebut karena mengandung terlalu banyak “elemen bermasalah.”

    “Misalnya, tidak ada kecaman khusus terhadap Hamas karena melakukan serangan mengerikan pada 7 Oktober, juga tidak ada referensi mengenai sifat teroris dari tindakan tersebut.“  katanya.

    Ia melanjutkan, “Teks (resolusi) tersebut tidak membedakan antara sandera yang diculik secara brutal oleh organisasi teroris yang tidak mengindahkan hukum internasional …”

    ”Dan kemungkinan besar mengalami kekerasan seksual berulang kali, dan tahanan yang nasibnya diatur dan diatur oleh proses hukum. Biar saya perjelas: kelompok-kelompok ini tidak setara.”

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • 6 Bulan Perang Israel-Hamas: Lebih 33.000 Meninggal dan Jutaan Orang Palestina Terancam Kelaparan Ekstrem

    6 Bulan Perang Israel-Hamas: Lebih 33.000 Meninggal dan Jutaan Orang Palestina Terancam Kelaparan Ekstrem

    7cloud.asia – Akhir pekan ini, tepatnya Sabtu, 6 April 2024 menandai enam bulan sudah perang antara Israel dan kelompok Hamas Palestina berlangsung.

    Perang antara Israel dan Hamas ini dianggap sebagai salah satu konflik paling menghancurkan, mematikan dan tanpa belas kasihan pada abad ke-21.

    Diperkirakan lebih 33.000 warga Palestina meninggal, dan lebih banyak lagi yang terluka akibat perang Israel dan Hamas yang dimulai sejak serangan mematikan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 lalu

    “Enam bulan kemudian, perang di Gaza adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan,” kata Martin Griffiths, wakil sekretaris jenderal urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Baca: Resolusi Dewan HAM PBB sebut Israel lakukan kejahatan kemanusiaan di Palestina

    Dalam sebuah pernyataan, Sabtu (6/4/2024), Griffiths mengakui rasa sakit dan penderitaan yang dirasakan baik oleh rakyat Palestina maupun Israel sejak Hamas melancarkan serangan teror pada 7 Oktober di Israel selatan.

    Serangan Hamas itu menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 240 orang yang kemudian dibalas Israel dengan serangan membabi buta ke Gaza hingga hari ini.  

    Griffiths mengatakan bahwa “bagi rakyat Gaza, perang selama enam bulan terakhir telah membawa kematian, kehancuran dan sekarang kemungkinan terjadinya kelaparan yang sayangnya disebabkan oleh manusia.”

    Dia mencatat bahwa bagi orang-orang yang terkena dampak kengerian serangan Hamas yang berkepanjangan, “masa enam bulan yang penuh kesedihan dan siksaan.”

    Baca: Sekitar 1,1 juta warga Gaza terancam kelaparan ekstrem

    Dalam permohonannya untuk gencatan senjata, Griffiths mengatakan bahwa “setiap detik berarti untuk mengakhiri perang ini” karena perang ini memakan lebih banyak korban sipil dan “terus menabur benih masa depan yang sangat tertutupi oleh konflik yang tiada henti ini.”

    Griffiths mengatakan eskalasi perang lebih lanjut di Gaza adalah “prospek yang tidak masuk akal.”

    Dia mengatakan, “hatinya tertuju kepada keluarga mereka yang terbunuh, terluka atau disandera, dan kepada mereka yang menghadapi penderitaan khususnya karena tidak mengetahui penderitaan orang yang mereka cintai.”

    “Tidaklah cukup enam bulan perang hanya menjadi momen kenangan dan duka,” katanya. “Hal ini juga harus memacu tekad kolektif bahwa pengkhianatan terhadap kemanusiaan ini harus mendapat balasan.”

    Baca: Sekjen PBB akui pihaknya tak kuasa hentikan Israel

     

    Tujuh puluh persen penduduk Palestina di Gaza kini tinggal di pengungsian di wilayah kantong tersebut, dan sekitar setengah dari penduduknya tinggal di kota paling selatan Gaza, Rafah.

    Makanan menjadi langka di Gaza karena bantuan kemanusiaan hampir tidak mencapai wilayah itu. Menurut PBB, ancaman kelaparan makin mendekat dan hanya sedikit warga Palestina yang mampu meninggalkan wilayah yang terkepung tersebut.

    Sebesar 31 persen anak-anak di bawah usia 2 tahun mengalami kekurangan gizi akut di Gaza utara.

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • Kemlu Imbau WNI Tinda Perjalanan ke Iran dan Israel

    Kemlu Imbau WNI Tinda Perjalanan ke Iran dan Israel

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri mengimbau Warga negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan ke Iran maupun Israel jika tidak mendesak.

    Imbauan Kementerian Luar Negeri ini diunggah di akun resmi X pada Sabtu (13/4/2024) menyusul memanasnya hubungan kedua negara dan memburuknya situasi di wilayah tersebut.

    Dilansir Antaranews.com, Kemlu juga mengimbau WNI di Iran, Israel, dan Palestina untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi terjadinya eskalasi keamanan di tengah memanasnya hubungan Teheran dan Tel Aviv.

    “Bagi WNI yang belum melakukan lapor diri, agar segera menghubungi perwakilan RI terdekat atau melakukan lapor diri secara online di peduliwni.kemlu.go.id,” kata Kemlu RI.

    Jika menghadapi situasi darurat, WNI diminta segera menghubungi nomor bantuan KBRI Teheran di +989024668889 atau KBRI Kairo di +201022229989

    Menurut KBRI Teheran, jumlah WNI di Iran tercatat 376 orang, yang sebagian besar adalah pelajar/mahasiswa di Kota Qom.

    Israel berada dalam kewaspadaan tinggi di tengah ancaman Iran untuk menyerang target-target Israel sebagai balasan atas serangan udara pada 1 April terhadap fasilitas diplomatiknya di ibu kota Suriah, Damaskus.

    Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal penting.

    Iran menuduh Israel melakukan serangan itu dan berjanji akan membalasnya. Para pemimpin politik dan militer Iran bersumpah akan melakukan pembalasan.

    Pernyataan itu memicu reaksi para pemimpin dunia untuk berusaha meredakan situasi.

    Israel belum secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, meski telah melakukan sejumlah serangan terhadap sasaran Iran di Suriah selama berbulan-bulan.

    Iran dan kelompok militan Hizbullah yang menjadi sekutunya di Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel tidak akan dibiarkan begitu saja.