7cloud.asia – Akhir pekan ini, tepatnya Sabtu, 6 April 2024 menandai enam bulan sudah perang antara Israel dan kelompok Hamas Palestina berlangsung.
Perang antara Israel dan Hamas ini dianggap sebagai salah satu konflik paling menghancurkan, mematikan dan tanpa belas kasihan pada abad ke-21.
Diperkirakan lebih 33.000 warga Palestina meninggal, dan lebih banyak lagi yang terluka akibat perang Israel dan Hamas yang dimulai sejak serangan mematikan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 lalu
“Enam bulan kemudian, perang di Gaza adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan,” kata Martin Griffiths, wakil sekretaris jenderal urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca: Resolusi Dewan HAM PBB sebut Israel lakukan kejahatan kemanusiaan di Palestina
Dalam sebuah pernyataan, Sabtu (6/4/2024), Griffiths mengakui rasa sakit dan penderitaan yang dirasakan baik oleh rakyat Palestina maupun Israel sejak Hamas melancarkan serangan teror pada 7 Oktober di Israel selatan.
Serangan Hamas itu menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 240 orang yang kemudian dibalas Israel dengan serangan membabi buta ke Gaza hingga hari ini.
Griffiths mengatakan bahwa “bagi rakyat Gaza, perang selama enam bulan terakhir telah membawa kematian, kehancuran dan sekarang kemungkinan terjadinya kelaparan yang sayangnya disebabkan oleh manusia.”
Dia mencatat bahwa bagi orang-orang yang terkena dampak kengerian serangan Hamas yang berkepanjangan, “masa enam bulan yang penuh kesedihan dan siksaan.”
Baca: Sekitar 1,1 juta warga Gaza terancam kelaparan ekstrem
Dalam permohonannya untuk gencatan senjata, Griffiths mengatakan bahwa “setiap detik berarti untuk mengakhiri perang ini” karena perang ini memakan lebih banyak korban sipil dan “terus menabur benih masa depan yang sangat tertutupi oleh konflik yang tiada henti ini.”
Griffiths mengatakan eskalasi perang lebih lanjut di Gaza adalah “prospek yang tidak masuk akal.”
Dia mengatakan, “hatinya tertuju kepada keluarga mereka yang terbunuh, terluka atau disandera, dan kepada mereka yang menghadapi penderitaan khususnya karena tidak mengetahui penderitaan orang yang mereka cintai.”
“Tidaklah cukup enam bulan perang hanya menjadi momen kenangan dan duka,” katanya. “Hal ini juga harus memacu tekad kolektif bahwa pengkhianatan terhadap kemanusiaan ini harus mendapat balasan.”
Baca: Sekjen PBB akui pihaknya tak kuasa hentikan Israel
Tujuh puluh persen penduduk Palestina di Gaza kini tinggal di pengungsian di wilayah kantong tersebut, dan sekitar setengah dari penduduknya tinggal di kota paling selatan Gaza, Rafah.
Makanan menjadi langka di Gaza karena bantuan kemanusiaan hampir tidak mencapai wilayah itu. Menurut PBB, ancaman kelaparan makin mendekat dan hanya sedikit warga Palestina yang mampu meninggalkan wilayah yang terkepung tersebut.
Sebesar 31 persen anak-anak di bawah usia 2 tahun mengalami kekurangan gizi akut di Gaza utara.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply