Tag: gaza

  • PBB: Anarki di Jalur Gaza Hambat Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

    PBB: Anarki di Jalur Gaza Hambat Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

    7cloud.asia – Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Jalur Gaza telah terjerumus ke dalam keadaan anarki, yang menghambat upaya penyaluran bantuan kemanusiaan kepada jutaan warga Palestina yang berada dalam kesulitan.

    Kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Ajith Sunghay memaparkan anarki itu antara lain berujud dalam serangan kepada petugas kemanusiaan.

    “Kantor kami telah mendokumentasikan dugaan pembunuhan di luar hukum terhadap polisi setempat dan pekerja kemanusiaan, dan pencekaman pasokan yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup penduduk sipil. Anarki sedang menyebar,” katanya.

    Berbicara dari Amman, Yordania, Sunghay, Ajit yang baru saja kembali dari kunjungan sembilan hari ke Gaza, mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa kondisi Gaza telah memburuk secara signifikan sejak misi terakhirnya ke wilayah kantong Palestina beberapa minggu lalu.

    “Rakyat Gaza sangat menderita. Ini benar-benar membuat putus asa. Sekali lagi, orang-orang berpindah dari utara ke selatan, meskipun mereka melakukan perjalanan dengan kesadaran bahwa hal itu penuh dengan bahaya,” katanya.

    “Saya melihat sepeda motor dan trailer berisi barang-barang pribadi terbakar di jalan. Tidak ada siapa-siapa,” ujarnya. “Yang jelas tidak ada seorang pun yang selamat dari serangan itu.”

    Baca: Kebijakan Israel di Gaza mengancam solusi dua negara

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 503 warga Palestina telah tewas, sebagian besar di Gaza tengah, sejak 12 Juli.

    Selama periode itu, PBB mengatakan tiga insiden korban massal telah terjadi di berbagai wilayah Gaza, di mana dua sekolah yang dikelola UNRWA diserang. Serangan itu menewaskan hampir 200 orang Palestina dan melukai ratusan lainnya.

    “Perintah evakuasi Israel pada 9 Juli, salah satu yang terbesar sejak 7 Oktober (2023), telah memaksa keluarga-keluarga tersebut mengambil pilihan yang mustahil – tetap tinggal di tengah kekerasan aktif atau mengambil risiko menyelamatkan diri ke daerah yang masih menjadi sasaran serangan dan hampir tidak ada ruang atau layanan,” kata Jeremy Laurence, juru bicara Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB.

    “Tidak ada tempat yang aman bagi masyarakat di Gaza,” imbuhnya.

    Ajith Sunghay menyebut dampak yang ditimbulkan dapat diprediksi mengingat kurangnya keamanan dan populasi orang muda yang besar dan bergejolak di Gaza.

    “Para pemuda yang punya banyak energi, tidak tahu harus berbuat apa. Kalau penegakan hukum sudah dibubarkan, dalam skenario ini, tentu saja terjadi penjarahan,” ujarnya.

    Baca: Konflik Israel-Palestina sudah berlangsung lama

    “Saat masyarakat kelaparan dan tidak ada penegakan hukum, terjadi penjarahan, terjadi kekacauan, terjadi anarki.”

    Dia menekankan bahwa perhatian harus diberikan pada situasi yang “sangat berbahaya.”

    “Kami ingin polisi kembali turun ke jalan dan menertibkan di sana,” ujar Sunghay.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga donor menuduh Israel menutup sebagian besar penyeberangan perbatasan ke Gaza – dan mencegah pasokan bantuan untuk menyelamatkan nyawa lebih dari 2 juta orang yang sangat membutuhkan.

    Pihak berwenang Israel menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa bantuan menumpuk di perbatasan Gaza dan bahwa PBB tidak mengumpulkan serta mendistribusikan pasokan bantuan di dalam Gaza.

    Juru bicara Dana Anak-anak PBB (United Nation’s Children Funds/UNICEF) James Elder tidak termakan dengan argumen tersebut.

    “Telah ada dan ada pembatasan yang disengaja atas masuknya bantuan,” katanya, seraya mencatat bahwa pasokan yang masuk ke Gaza hanya melalui “satu jalan,” yaitu penyeberangan Kerem Shalom, dan “hal itu dilakukan dengan sengaja.”

    Sumber:VOAIndonesia

  • Protes Massa Menolak Pidato Netanyahu di Depan Kongres AS

    Protes Massa Menolak Pidato Netanyahu di Depan Kongres AS

    7cloud.asia – Unjukrasa digelar jelang pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hadapan anggota kongres AS, di Gedung Capitol, Washongton DC.

    Para pengunjuk rasa yang menentang perang di Gaza, melakukan aksi duduk di gedung Kongres AS pada Selasa (23/7/2024) waktu setempat atau Rabu (24/7/2024) waktu Indonesia.

    Polisi Capitol menangkap sejumlah demonstran tersebut.

    Puluhan demonstran menggelar aksi protes di luar hotel tempatnya menginap pada Senin malam, dan pada Selasa siang ratusan demonstran menggelar aksi protes bergaya flashmob di Gedung Cannon, yang merupakan tempat para anggota DPR AS berkantor.

    Pada Selasa sore, ratusan demonstran yang diorganisir oleh Suara Yahudi untuk Perdamaian (JVP) dan mengenakan kaus merah bertuliskan “Bukan Atas Nama Kami” mengambil alih rotunda Gedung Cannon, meneriakkan “Biarkan Gaza Hidup!”

    Baca: Hamas dan Fatah sepakat bersatu

    Setelah sekitar setengah jam bertepuk tangan dan bersorak, petugas Kepolisian Capitol AS mengeluarkan beberapa peringatan, kemudian mulai menangkapi para pengunjuk rasa. Polisi mengikat tangan mereka dan membawa mereka pergi satu per satu.

    “Saya putri dari seorang penyintas Holocaust dan saya tahu bagaimana Holocaust berlangsung,” ujar Jane Hirschmann, warga asal Saugerties, New York, yang pergi bersama dua anaknya untuk bergabung dalam aksi protes pada Selasa.

    Kedua anak Hirschmann termasuk di antara demonstran yang ditahan oleh polisi. “Ketika kami berkata ‘Tidak lagi,’ yang kami maksud adalah tidak ada lagi [Holocaust] bagi semua orang.”

    Para pengunjuk rasa melampiaskan sebagian besar kemarahan mereka kepada pemerintahan Biden, menuntut presiden segera menghentikan semua pengiriman senjata ke Israel.

    “Kami tidak berfokus pada Netanyahu. Dia hanyalah gejala,” kata Hirschmann. “Namun bagaimana bisa [Biden] menyerukan genjatan senjata ketika ia terus mengirimi Israel bom dan pesawat tempur?”

    Baca: Hamas dan Israel lanjutkan perundingan gencatan senjata

    Hingga pukul 8 malam pada Selasa waktu AS, Kepolisian Capitol belum menghitung jumlah orang yang ditangkap. Namun JVP menyatakan 400 orang, “termasuk lebih dari selusin rabi,” telah ditangkap.

    Netanyahu tiba di Washington pada Senin (22/7/2024) untuk lawatan selama tiga hari di Amerika Serikat.

    Ia akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Joe Biden dan berpidato dalam sidang gabungan Kongres pada Rabu (24/7/2024).

    Sumber:VOAIndonesia

  • UNRWA: Wabah Polio Membayangi Lokasi Pengungsian di Seluruh Jalur Gaza

    UNRWA: Wabah Polio Membayangi Lokasi Pengungsian di Seluruh Jalur Gaza

    7cloud.asia – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) pada Kamis (24/7/2024) membenarkan bahwa virus polio telah terdeteksi di lokasi pengungsian di seluruh Jalur Gaza.

    UNRWA melalui siaran persnya menyatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF untuk mengambil langkah yang diperlukan guna mencegah penyebaran virus polio ini.

    Virus Polio biasanya tersebar lewat tinja. Virus polio dapat mengakibatkan penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus polio.

    Sebelumnya, UNRWA mengatakan bahwa anak-anak menanggung akibat terbesar imbas perang di Jalur Gaza di tengah pengungsian dan kekhawatiran hilangnya masa kecil mereka.

    Lewat unggahan di medsos X, UNRWA menambahkan, “Rekan-rekan UNRWA kami terus memberikan kegiatan psikologis, sosial dan rekreasi untuk kembali ke kehidupan normal semaksimal mungkin.”

    Baca: Israel berupaya melabeli UNRWA sebagai organisasi teroris

    “Anak-anak selayaknya bisa menjadi anak-anak,” tulis UNRWA.

    Dalam sebuah laporan, UNRWA menyatakan bahwa Israel telah memerintahkan evakuasi di 83 persen wilayah di Jalur Gaza.

    Kondisi ini menyebabkan sekitar 1,9 juta warga Palestina kini hidup dalam kondisi kehausan dan kelaparan.

    Laporan itu juga menyoroti bahwa 197 anggota staf UNRWA tewas dalam penembakan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, yang menargetkan 189 fasilitas milik UNRWA.

    Serangan Israel telah mengakibatkan 563 pengungsi tewas dan 1.783 orang lainnya yang berlindung di fasilitas-fasilitas yang dijadikan UNRWA sebagai tempat pengungsian terluka.

    Baca: 453 Serangan Israel Menyasar Fasilitas Kemanusiaan Milik UNRWA

    Pejabat komunikasi UNRWA, Louise Wateridge, dalam wawancara dengan stasiun radio BBC Radio 4 Inggris, Selasa (22/7/2024), mengatakan Israel telah memerintahkan evakuasi di lebih dari 80 persen wilayah di Jalur Gaza dan ribuan warga Palestina terus mengungsi dari Kota Khan Younis.

    Sejak awal agresi pendudukan di Jalur Gaza 7 Oktober 2023, sekitar 39.090 warga sipil terbunuh dan 90.147 orang lainnya terluka. Mayoritas dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

    Sementara itu, ribuan korban masih hilang.

    Kemungkinan mereka terkubur di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalan lantaran tim penyelamat kesulitan menjangkau mereka karena serangan Israel hingga kini masih berlangsung dan banyak tumpukan puing-puing.

    Di Tepi Barat, jumlah korban tewas akibat serangan pasukan pendudukan dan pemukim bertambah menjadi 589 orang, termasuk 142 anak, sejak awal agresi.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA/SPA

  • UEA Usulkan Misi Internasional untuk Pemulihan Gaza dan Bentuk Pemerintahan Palestina yang Kuat

    UEA Usulkan Misi Internasional untuk Pemulihan Gaza dan Bentuk Pemerintahan Palestina yang Kuat

    7cloud.asia – Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (25/7/2024) mempertimbangkan akan mengerahkan misi internasional sementara atas undangan pemerintah Palestina untuk menegakkan ketertiban di Gaza.

    Misi Internasional ini sekaligus meletakkan dasar bagi pemerintahan yang berkualitas yang mampu menyatukan Tepi Barat dan Gaza dalam satu otoritas Palestina yang sah.

    Usulan tersebut diumumkan oleh perempuan Menteri Negara UEA untuk Kerja Sama Internasional, Reem Al Hashimy, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh Kementerian Luar Negeri Emirat.

    “Perwakilan UEA ini akan bertanggung jawab untuk merespons krisis kemanusiaan yang dihadapi warga di Gaza secara efisien, menegakkan hukum dan ketertiban, meletakkan dasar bagi pemerintahan, dan membuka jalan untuk menyatukan kembali Gaza dan Tepi Barat di bawah satu Otoritas Palestina yang sah,” kata pernyataan itu.

    Pernyataan tersebut dikeluarkan di tengah berlangsungnya pembahasan Barat dan Arab mengenai Gaza pascaperang, yang hancur akibat serbuan Israel selama hampir 10 bulan.

    Baca: Anarki di Gaza hambat penyaluran bantuan kemanusiaan

    “UEA telah mengirimkan 39.756 ton pasokan mendesak ke Jalur Gaza melalui 8 kapal, 1.271 truk, dan 337 penerbangan,” kata pernyataan itu.

    “Kembali ke status quo sebelum 7 Oktober 2023 tidak dapat mencapai perdamaian berkelanjutan yang diinginkan baik bagi Palestina, Israel, dan komunitas internasional yang lebih luas,” tambahnya.

    Pernyataan tersebut mengatakan bahwa konsolidasi perdamaian dan keamanan serta mengakhiri penderitaan kemanusiaan “harus dimulai dengan penempatan misi internasional sementara di Gaza dengan undangan resmi dari pemerintah Palestina.”

    Pemerintahan Palestina yang baru harus memastikan “operasi yang transparan selaras dengan standar global tertinggi,” tambahnya.

    Lanskap politik Palestina telah terpecah sejak 2007, dengan Hamas menguasai Gaza, sementara Tepi Barat diperintah oleh pemerintahan yang dibentuk oleh gerakan Fatah, yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas.

    Baca: Hamas dan Fatah sepakat bersatu

    Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut terhadap Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober.

    Hampir 39.200 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 90.400 terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Lebih dari sembilan bulan sejak serangan Israel, wilayah Gaza luluh lantak akibat blokade yang menyulitkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Pengadilan Internasional, yang memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di kota Rafah di selatan.

    Di mana lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum kota tersebut diserbu pada 6 Mei.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu-OANA

  • Dikecam! Tentara Israel Ramai-ramai Perkosa Tahanan Palestina

    Dikecam! Tentara Israel Ramai-ramai Perkosa Tahanan Palestina

    7cloud.asia – Media penyiaran publik Israel KAN melaporkan seorang tahanan Palestina diperkosa beramai-ramai oleh tentara Israel di Penjara Sde Teiman di gurun Negev Israel selatan.

    Menurut laporan KAN mengutip sumber keamanan pada Senin (29/7), tahanan tersebut dibawa ke rumah sakit dengan luka parah di bagian tubuh intimnya yang membuatnya tidak dapat berjalan.

    Penyidik Kepolisian Israel pun tiba di fasilitas penahanan tersebut untuk menahan para tentara yang terlibat dalam pemerkosaan tersebut.

    Baca: Palestina minta dunia dan PBB tinjau ulang hubungan dengan Israel

    Menurut Radio Angkatan Darat Israel, 10 tentara ditahan untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan atas penyiksaan yang mengerikan tersebut.

    Sebelumnya, beberapa laporan muncul mengenai pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina di fasilitas terkenal itu sejak dimulainya serangan Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

    Saat ini, Mahkamah Agung Israel sedang mempertimbangkan petisi yang diajukan oleh organisasi hak asasi manusia Israel untuk menutup penjara Sde Teiman, tempat para tahanan Palestina dari Gaza menghadapi penyiksaan dan pengabaian medis.

    Tentara Israel diyakini telah menahan ribuan warga Palestina, termasuk wanita, anak-anak, dan petugas medis sejak 7 Oktober 2023.

    Baca: Jika serangan Israel berlanjut, Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Israel telah membebaskan puluhan tahanan Palestina dari Gaza dalam kondisi kesehatan yang memburuk dengan tubuh dipenuhi bekas luka penyiksaan.

    Melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

    Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza menanggapi serangan para pejuang kemerdekaan Palestina dari Kelompok Hamas ke wilayah yang didudukinya pada 7 Oktober 2023.

    Baca: Hampir 38 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel

    Lebih dari 39.360 warga Palestina telah terbunuh sejak saat itu, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 90.900 orang terluka, lapor otoritas kesehatan setempat.

    Selama sembilan bulan lebih perang Israel-Palestina berlangsung, sebagian besar wilayah Jalur Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang putusan terakhirnya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserang pada 6 Mei.

    Sumber : Anadolu

  • WHO akan Kirim 1 Juta Vaksin Polio ke Gaza

    WHO akan Kirim 1 Juta Vaksin Polio ke Gaza

    7cloud.asia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan akan mengirimkan lebih dari 1 juta vaksin polio ke Gaza setelah virus tersebut terdeteksi pada air limbah di wilayah Palestina itu.

    “WHO mengirimkan lebih dari 1 juta vaksin polio yang akan diberikan dalam beberapa minggu ke depan,” kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers Rabu (7/8/2024).

    Dia mengatakan bahwa petugas kesehatan membutuhkan kebebasan bergerak di Gaza untuk memberikan vaksin, dan mengatakan bahwa gencatan senjata, atau setidaknya “beberapa hari ketenangan,” sangat penting untuk melindungi anak-anak Gaza melalui vaksinasi rutin.

    “Terdeteksinya polio dalam air limbah di Gaza merupakan pertanda bahwa virus tersebut telah beredar di masyarakat sehingga membahayakan anak-anak yang tidak divaksinasi.”

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada kasus klinis polio yang terdeteksi di Gaza.
    Andrea King, dari tim klaster kesehatan global WHO, mengatakan bahwa kampanye vaksinasi akan menjadi “tantangan logistik yang sangat besar.”

    Baca: UNRWA sebut wabah polio membayangi lokasi pengungsian di Gaza

    “Vaksin serta pasokan rantai dingin terkait yang dibutuhkan untuk memasuki Gaza … serta perencanaan mikro di Gaza,” katanya pada konferensi pers.

    “Harapannya adalah jika semuanya berjalan lancar, vaksin-vaksin tersebut akan tiba tepat waktu pada tanggal vaksinasi yang direncanakan akhir bulan ini, putaran pertama akan dimulai pada 17 Agustus.”

    Pada 30 Juli, kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan wilayah Palestina sebagai “zona epidemi polio”.

    Mereka menyalahkan serangan militer Israel sejak serangan Hamas 7 Oktober lalu serta penghancuran fasilitas kesehatan sebagai penyebab munculnya kembali virus tersebut.

    Kementerian tersebut mengatakan bahwa virus itu terdeteksi di dalam sampel air limbah yang diambil di wilayah Khan Younis, serta daerah lainnya di Gaza tengah.

    Baca: Gaza berpotensi alami lost generation

    Virus polio sangat menular dan kerap menyebar melalui air limbah maupun air bersih yang terkontaminasi.

    Virus polio tersebut dapat menyebabkan disabilitas dan kelumpuhan, serta berpotensi fatal. Virus polio utamanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.

    Versi liar dari virus itu sekarang hanya mewabah di Afghanistan dan Pakistan, tetapi vaksin oral, yang mengandung sejumlah kecil virus polio yang dilemahkan, masih menyebabkan wabah di tempat lain.

    Badan-badan PBB mengatakan bahwa virus polio tipe-2 yang berasal dari vaksin tersebut telah terdeteksi di dalam sampel limbah Gaza.

    Vaksin polio oral bereplikasi dalam usus dan dapat ditularkan kepada orang lain melalui air yang terkontaminasi tinja;

    Baca: Anak-anak Gaza habiskan waktu 8 jam sehari untuk mencari makanan

    Ini berarti vaksin ini tidak akan melukai anak yang telah divaksinasi, tetapi dapat menulari anak-anak lainya yang belum divaksinasi di tempat dengan tingkat kebersihan dan imunisasi rendah.

    Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel, yang mengakibatkan kematian sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, menurut angka resmi Israel.

    Militan Palestina juga menyandera sekitar 250 sandera, 111 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 39 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

    Kampanye militer pembalasan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 39.677 orang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, yang tidak merinci kematian warga sipil dan militan.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Sepakat untuk Berunding, Israel Malah Gempur Khan Younis

    Sepakat untuk Berunding, Israel Malah Gempur Khan Younis

    7cloud.asia – Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Jumat (9/8/2024) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan yang melibatkan pasukan darat, jet tempur, helikopter tempur, dan pasukan terjun payung di wilayah Khan Younis di Gaza selatan.

    Ini merupakan operasi darat ketiga yang dilakukan oleh IDF sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 

    Israel mengatakan bahwa operasi di Khan Younis merupakan respons terhadap serangan roket-roket Palestina dan “informasi intelijen yang menunjukkan keberadaan teroris dan infrastruktur teror.”

    Penduduk dan orang-orang yang mengungsi diperintahkan untuk meninggalkan wilayah tersebut, tempat banyak orang baru saja kembali dalam beberapa hari terakhir setelah serangan terakhir Israel ke kota tersebut pada bulan Juli.

    Pejabat AS dan Israel mengatakan bahwa Khan Younis diyakini menjadi tempat persembunyian Yahya Sinwar. Sinwar adalah dalang serangan 7 Oktober tahun lalu, yang baru-baru ini ditunjuk untuk menggantikan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.

    Haniyeh tewas di ibu kota Iran, Teheran, dalam serangan udara yang secara luas diasumsikan dilakukan oleh Israel.

    Beberapa jam sebelum serangan IDF, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan melanjutkan perundingan gencatan senjata.

    Ini sesuai dorongan mendesak oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan para pemimpin mediator utama Qatar dan Mesir, Kamis (8/8/2024).

    “Sesuai dengan usulan Amerika Serikat dan para mediator, Israel akan – pada tanggal 15 Agustus – mengirim tim negosiasi ke tempat yang akan ditentukan untuk menyelesaikan rincian implementasi perjanjian kerangka kerja,” kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

    Dalam sebuah pernyataan bersama hari Kamis, Biden dan para pemimpin lainnya menggarisbawahi bahwa “waktunya telah tiba,” untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dan meminta pihak-pihak yang bertikai untuk melanjutkan negosiasi pada tanggal 15 Agustus di Doha atau Kairo.

    Mereka mengatakan bahwa mereka siap untuk mengajukan “proposal jembatan akhir” untuk menyelesaikan “masalah implementasi yang tersisa,” jika diperlukan.

    Seorang pejabat senior pemerintahan Biden yang memberikan penjelasan kepada wartawan pada Kamis malam tidak merinci proposal tersebut, tetapi mengatakan bahwa perjanjian kerangka kerja yang sudah ada di atas meja dapat diselesaikan dengan konsesi lebih lanjut pada rincian teknisnya, seperti urutan pembebasan sandera dan tahanan.

    Hamas belum menanggapi seruan untuk melanjutkan perundingan. Karena bersembunyi, Sinwar tidak dapat segera dihubungi oleh perantara.

    Perang yang lebih luas
    Desakan kuat bagi gencatan senjata oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir muncul di tengah kekhawatiran akan serangan balasan Teheran terhadap Israel atas pembunuhan Haniyeh di tanah Iran, yang dapat memicu perang regional yang lebih luas.

    Israel juga menghadapi pembalasan dari kelompok Hizbullah di Lebanon selatan, setelah serangannya di pinggiran kota Beirut minggu lalu menewaskan Fuad Shukr, komandan kelompok yang didukung Iran.

    “Jika [Iran] melancarkan perang besar di Timur Tengah dengan beberapa serangan besar-besaran terhadap Israel, di mana mereka mengancam (akan dilakukan) dengan koordinasi dengan kelompok (proksi Iran) lainnya, yah, itu jelas akan secara signifikan membahayakan harapan untuk mendapatkan gencatan senjata di Gaza, karena kami akan sangat fokus pada hal-hal lain,” kata seorang pejabat senior pemerintah.

    Para pemimpin di seluruh Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada hari Jumat (9/8/2024) kembali menyatakan dukungannya terhadap seruan gencatan senjata di Gaza.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Israel Serang Sekolah di Gaza, 100 Orang Lebih Terbunuh

    Israel Serang Sekolah di Gaza, 100 Orang Lebih Terbunuh

    7cloud.asia – Lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel terbaru terhadap sebuah sekolah yang dipadati pengungsi di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (10/08/2024).

    Serangan udara oleh Israel tersebut, menurut laporan Al Jazeera, terjadi di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Gaza City timur, kira-kira pada waktu shalat Subuh.

    Ratusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut turut terluka dalam serangan Israel itu.

    Baca: Israel gempur Khan Younis

    Pihak Israel berdalih serangan tersebut mereka luncurkan karena sekolah itu merupakan “markas militer” kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Merespons insiden tersebut, pusat informasi Palestina menyatakan bahwa rezim zionis Israel dan Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas pembantaian yang mengerikan tersebut.

    Badan informasi tersebut juga mendesak komunitas internasional bertindak dan mengutuk pembunuhan brutal yang dilakukan Israel.

    Baca: Tentara Israel perkosa tahanan Palestina

    Selain pada sekolah tersebut, sejumlah media turut mewartakan setidaknya 10 warga Palestina juga meninggal dalam serangan udara Israel yang berbeda di bagian utara dan tengah Jalur Gaza di hari yang sama.

    Agresi Israel di Jalur Gaza yang tak kunjung henti sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 40.000 warga Palestina meninggal dunia.

    Gempuran Israel tersebut juga menghancurkan 70 persen bangunan rumah dan infrastruktur lain di Gaza, serta menyebabkan bencana kelaparan yang mengancam nyawa rakyat Palestina yang masih bertahan hidup.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Hamas: Perundingan Gencatan Senjata Harus Didasarkan pada Pembicaraan yang Telah Ada

    Hamas: Perundingan Gencatan Senjata Harus Didasarkan pada Pembicaraan yang Telah Ada

    7cloud.asia – Kelompok Hamas pada Minggu (11/8/2024) meminta para mediator agar mengemukakan rencana berdasarkan pembicaraan terdahulu dan bukannya terlibat dalam negosiasi baru untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

    Pekan lalu, para pemimpin (Amerika Serikat) AS, Mesir dan Qatar meminta Israel dan Hamas untuk bertemu guna melakukan perundingan pada Kamis (15/8/2024) di Kairo, Mesir atau Doha, Qatar.

    Perundingan antara Hamas-Israel ini untuk diharapkan dapat menuntaskan perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.

    Israel mengatakan akan mengirimkan perunding untuk ambil bagian dalam pertemuan membahas gencatan senjata di Gaza tersebut.

    Hamas pada awalnya mengatakan sedang mempelajari tawaran tersebut tetapi sekarang mengisyaratkan bahwa pihaknya mungkin tidak akan ikut dalam babak pembicaraan baru.

    “Hamas meminta para mediator agar mengemukakan rencana untuk menerapkan apa yang telah disepakati oleh Hamas pada 2 Juli 2024, berdasarkan visi Biden dan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Meski sepakat berunding Israel tetap gempur Gaza

    “Para mediator harus memberlakukan hal ini terhadap pihak penjajah (Israel) bukannya melanjutkan babak perundingan atau proposal baru yang akan menutupi agresi Israel dan memberinya lebih banyak waktu untuk melanjutkan genosidanya terhadap rakyat kami,” kata pernyataan Hamas itu.

    Pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang diduga dilakukan Israel dan dipilihnya terpilihnya Yahya Sinwar menjadi pemimpin baru Hamas, membuat sejumlah pihak mengkhawatirkan masa depan gencatan senjata di Gaza.

    Nicholas Heras dari New Lines Institute, dikutip VOA Indonesia mengatakan bahwa dipilihnya Yahya Sinwar dengan suara bulat sebagai kepala politik baru Hamas menunjukkan bahwa Gaza kini menjadi pusat perhatian, dan bukan Qatar, tempat para pemimpin politik itu bermarkas.

    Lebih lanjut Heras mengatakan, dengan dipilihnya Sinwar Hamas membuat pernyataan yang sangat jelas bahwa jalan bagi Hamas menguasai Gaza dan pada dasarnya Hamas, adalah bersedia berjuang sampai titik darah penghabisan.

    Pesan Hamas ini disampaikan kepada seluruh dunia, tidak hanya kepada Israel, Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir

    Baca: Iran akan serang Israel dalam waktu dekat

    Menurut Hemas, ini sangat pahit, tidak hanya bagi kelangsungan hidup Hamas sebagai sebuah organisasi, tetapi dari sudut pandang Hamas bagi masa depan rakyat Palestina.

    ”Hamas memberi isyarat kepada Israel dan siapa pun yang bekerja dengan mereka bahwa tidak bisa memisahkan Gaza dan masa depan Gaza dari Hamas,” jelasnya.

    Israel meluncurkan serangannya terhadap Gaza setelah para anggota Hamas menyerbu bagian selatan Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang, kebanyakan warga sipil dan menangkap lebih dari 250 orang sandera, menurut penghitungan Israel.

    Sejak itu, hampir 40 ribu orang Palestina telah tewas dalam ofensif Israel di Gaza. Menurut kementerian kesehatan Gaza, puluhan ribu warga Palestina terluka dan ratusan ribu lainnya harus tinggal di pengungsian.

  • PBB: 84 Persen Jalur Gaza di Bawah Perintah Evakuasi Israel

    PBB: 84 Persen Jalur Gaza di Bawah Perintah Evakuasi Israel

    7cloud.asia – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti luasnya perintah evakuasi militer Israel di Jalur Gaza dengan mengatakan perintah tersebut mencakup hampir 84 persen wilayah kantong tersebut.

    “Secara total, sekitar 305 kilometer persegi atau hampir 84 persen dari Jalur Gaza, telah ditempatkan di bawah perintah evakuasi oleh militer Israel,” kata wakil juru bicara PBB, Farhan Haq pada konferensi pers, Senin (12/8/2024).

    Dengan mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Haq mengatakan pengeboman dan agresi Israel yang berlanjut di Gaza terus membunuh, melukai, dan menggusur warga Palestina.

    Agresi militer Israel juga merusak dan menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menjadi andalan warga Gaza.

    Dua perintah evakuasi, lanjutnya, dikeluarkan oleh militer Israel selama akhir pekan untuk Kota Khan Younis, sebagian besar untuk daerah-daerah yang sebelumnya telah ditempatkan di bawah perintah evakuasi.

    Baca Juga: Sepakat untuk Berunding, Israel Malah Gempur Khan Younis

    Perintah tersebut telah berdampak pada sekitar 23 lokasi pengungsian, 14 fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan, serta empat fasilitas pendidikan.

    Haq juga menyebutkan bahwa akses pasokan bantuan ke Gaza sangat dibatasi karena ada serangan aktif, kendala akses, tingkat ketidakamanan yang tinggi, kurangnya ketertiban dan keselamatan publik, serta faktor-faktor lainnya.

    Ketika ditanya apakah genosida sedang terjadi di Gaza, Haq mengatakan harus ada putusan pengadilan yang sesuai untuk menyebut suatu tindakan sebagai genosida.

    Saat mengacu pada pernyataan sebelumnya mengenai situasi di seluruh Jalur Gaza, dia mengatakan “angka-angka ini mengkhawatirkan untuk konflik apa pun di mana pun”.

    Baca Juga: WSJ: Iran Akan Serang Israel dalam Waktu Dekat

    Lebanon
    Terkait lonjakan pengungsi di Lebanon sejak 23 Juli, Haq menyampaikan kekhawatiran mendalam PBB atas peningkatan jumlah kematian warga sipil serta pengungsian di tengah konflik yang memanas.

    “Selama sebulan terakhir, jumlah warga sipil yang terbunuh telah meningkat 20 persen, menjadi total 120 sejak Oktober dengan hampir setengahnya adalah perempuan dan anak-anak,” katanya, mengutip OCHA.

    Jumlah pengungsi telah meningkat hampir empat persen sejak 23 Juli dan berdampak pada sekitar 102.000 orang, menurut Haq.

    “PBB mendesak semua pihak untuk menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional dengan menekankan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi setiap saat,” ujarnya.

    Sumber : Antaranews.com/Anadolu