Tag: gaza

  • Sekjen PBB Serukan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Palestina

    Sekjen PBB Serukan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Palestina

    7cloud.asia – Sekjen PBB António Guterres mengimbau masyarakat internasional untuk segera memobilisasi dukungan kemanusiaan bagi korban konflik di Gaza, Palestina

    “Peralatan medis, makanan, bahan bakar dan pasokan kemanusiaan lain benar-benar dibutuhkan, dan tentu saja akses bagi personil kemanusiaan. Masuknya bantuan dan pasokan penting ke Gaza, Palestina harus difasilitasi,” katanya sebagaimana dilansir VOA.

    PBB akan terus melakukan upaya untuk memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan yang saat ini terjebak dalam pertempuran antara Israel dengan kelompok Hamas, salah satu faksi politik di Palestina.

    Baca: Dunia serukan konflik di Gaza, Palestina segera diakhiri

    Guterres menyerukan kepada semua pihak dan mereka yang relevan untuk memberikan akses pada PBB guna mengantarkan bantuan kemanusiaan yang penting bagi warga sipil Palestina, yang terjebak dan tidak berdaya di Jalur Gaza.

    “Saya meminta masyarakat internasional untuk segera memobilisasi dukungan kemanusiaan bagi upaya ke Gaza ini,” ujarnya

    Guterres menyampaikan ini setelah Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan telah memerintahkan pemutusan aliran listrik dan distribusi makanan, bahan bakar dan pasokan lain ke Jalur Gaza.

    Baca: Warga dan tentara Israel yang disandera Hamas berhasil diidentifikasi

    Guterres mendesak diberikannya akses bagi PBB untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi 2,3 juta warga Gaza, Palestina

    Lebih jauh Guterres mengatakan sedang berkomunikasi dengan para pemimpin di kawasan itu untuk mencegah dampak buruk yang lebih luas ke seluruh Timur Tengah.

    Ia menegaskan, di saat-saat terburuk ini, dan mungkin terutama di saat-saat paling sulit, sangat penting untuk tetap melihat dalam jangka panjang.

    Baca: Aktivis Iran raih Nobel Perdamaian 2023

    “Dan mencegah tindakan yang tidak dapat diubah lagi, yang akan semakin memperkuat kelompok ekstremis dan menghancurkan prospek perdamaian abadi.”

    Guterres mengingatkan bahwa aksi kekerasan terbaru ini tidak terjadi dalam ruang hampa.

    “Pada kenyataannya, ini tumbuh dari konflik yang telah berlangsung lama dengan pendudukan selama 56 tahun dan tidak terlihat adanya penyelesaian politik.”

    Baca: Jokowi ingin ASEAN jadi pusat perdamaian kawasan Asia-Pasifik

    Hingga Senin (9/10/2023) tentara Israel terus memborbardir Gaza, Palestina dengan serangan roket.

    Diperkirakan korban tewas akibat konflik yang dipicu serangan masif kelompok Hamas pada sabtu (7/10/2023) ini telah mencapai lebih dari 1200 orang. 

  • Konflik Israel-Palestina Berlangsung Lebih 100 Tahun

    Konflik Israel-Palestina Berlangsung Lebih 100 Tahun

    7cloud.asia – Serangan mendadak kelompok Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel, pada Sabtu (7/10/2023) lalu, berujung dengan pertempuran sengit antara Israel-Palestina. 

    Pasca serangan Hamas ini, tentara Israel memborbardir dan mengepung kawasan Gaza. Hingga Selasa (10/10/2023) korban tewas akibat pertempuran Israel-Palestina ini diperkirakan telah mencapai 1600 orang.

    Konflik Israel-Palestina ini sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun, berakar dari peristiwa pada akhir abad ke-19.

    Saat itu, umat Yahudi yang melarikan diri dari antisemitisme di Rusia dan Eropa tengah mulai berimigrasi ke Palestina. Okupasi ini menjadi akar konflik Israel-Palestina yang berlangsung hingga hari ini.

    Baca: Sekjen PBB serukan bantuan kemanusiaan ke Palestina

    Berikut kronologi konflik Israel-Palestina :

    1917: Umat Yahudi Dijanjikan Tanah Air

    Pada tahun 1917, dalam Perang Dunia I, Inggris merebut Palestina dari Kesultanan Utsmaniyah. Dalam Deklarasi Balfour pada 2 November, Inggris menjanjikan “rumah nasional bagi orang-orang Yahudi” di sana.

    Tentangan dari bangsa Palestina pertama kali muncul pada sebuah kongres di Yerusalem pada 1919.

    Pada 1922, Liga Bangsa-Bangsa menetapkan kewajiban mandat Inggris di Palestina, termasuk menjamin “pendirian rumah nasional Yahudi,” yang nantinya menjadi Israel.

    Inggris menumpas Pemberontakan Arab di Palestina pada tahun 1936-1939.

    Baca: Dunia serukan perang Israel-Palestina segera diakhiri

    1947-1948: Palestina Dipecah, Israel Lahir

    Palestina dibagi menjadi negara bangsa Yahudi dan negara bangsa Arab melalui Resolusi PBB 181, yang disetujui pada November 1947, sementara Yerusalem berada di bawah kendali internasional.

    Dalam pembagian tersebut, Tepi Barat – termasuk Yerusalem timur – diserahkan kepada Yordania, sementara Jalur Gaza kepada Mesir.

    Negara Israel akhirnya terbentuk pada 14 Mei 1948, memicu perang selama delapan bulan dengan negara-negara Arab.

    Lebih dari 400 desa Palestina dihancurkan oleh pasukan Israel dan sekitar 760.000 pengungsi Palestina melarikan diri ke Tepi Barat, Gaza dan negara-negara Arab yang bertetangga.

    Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pun berdiri pada 1964.

    Baca: Aktivis Iran raih Nobel Perdamaian 2023

    1967-1973: Pendudukan dan Perang

    Dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967, Israel mengalahkan Mesir, Yordania dan Suriah. Israel juga menduduki Yerusalem timur, Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan.

    Pemukiman Yahudi di daerah-daerah yang diduduki Israel dimulai tak lama setelahnya dan terus berlangsung hingga kini di Tepi Barat, Yerusalem timur dan Dataran Tinggi Golan.

    Negara-negara Arab menyerang Israel pada 6 Oktober 1973, pada hari besar umat Yahudi, Yom Kippur. Israel menghalau serangan tersebut.

    1982: Israel Menginvasi Lebanon

    Israel menginvasi Lebanon yang dikoyak perang saudara pada 6 Juni 1982 untuk menyerang militan Palestina, setelah awalnya mengirim pasukannya pada 1978.

    Milisi Kristen Lebanon yang didukung Israel membunuh ratusan orang Palestina di kamp-kamp pengungsi di Beirut. Pasukan Israel tetap berada di Lebanon selatan hingga tahun 2000.

    Baca: ASEAN jadi pusat perdamaian kawasan Asia-Pasifik

    1987-1993: Intifada Pertama, Perjanjian Oslo

    Intifada pertama, alias pemberontakan bangsa Palestina melawan pemerintahan Israel, berkecamuk dari tahun 1987 hingga 1993.

    Pada 1993, Israel dan PLO menandatangani sebuah deklarasi prinsip-prinsip otonomi Palestina setelah melakukan negosiasi rahasia selama enam bulan di Oslo, memulai proses perdamaian yang hingga kini belum tercapai.

    Pemimpin PLO Yasser Arafat kembali ke wilayah Palestina pada Juli 1994, setelah 27 tahun di pengasingan, untuk mendirikan Otoritas Palestina.

    Pemerintahan mandiri dibentuk untuk pertama kalinya di Jalur Gaza dan Kota Jericho di Tepi Barat.

    Baca: Junta militer Myanmar tak hadiri KTT ASEAN

    2002-2005: Intifada Kedua

    Pada September 2000, pemimpin oposisi sayap kanan Israel yang nantinya akan menjadi perdana menteri negara itu, Ariel Sharon, mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur, yang merupakan situs suci umat Islam dan Yahudi, yang menyebutnya dengan nama Bukit Bait Suci (Temple Mount). Kunjungan itu memicu bentrokan pertama Intifada kedua.

    Menanggapi gelombang bom bunuh diri yang terjadi, Israel pada tahun 2002 menginvasi Tepi Barat dalam operasi terbesarnya sejak perang tahun 1967.

    Mahmud Abbas, seorang moderat, mengambil alih kepemimpinan Otoritas Palestina pada Januari 2005, setelah kematian Arafat.

    Pasukan Israel terakhir meninggalkan Gaza pada September 2005, setelah menduduki wilayah itu selama 38 tahun.

    Peperangan Gaza

    Pada 2007, kelompok militan Hamas merebut kekuasaan di Gaza setelah bertempur sengit melawan rivalnya, faksi Fatah, yang dipimpin Abbas dan masih berkuasa di Tepi Barat.

    Pada 2014, Israel meluncurkan operasi barunya melawan Gaza untuk menghentikan tembakan rudal dari wilayah tersebut. Lebih dari 1.400 warga sipil Palestina tewas, sementara di pihak Israel enam warga sipil tewas, menurut data PBB.

    Baca: Tradisi buka bersama ala Indonesia satukan tokoh tiga agama di AS

    2017: Trump Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

    Pada 6 Desember 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan itu membuat marah warga Palestina dan memicu kritik internasional.

    Abbas mengatakan, Amerika Serikat tidak boleh lagi melanjutkan peran bersejarahnya sebagai penengah perundingan damai Palestina dengan Israel.

    2021: Gejolak Baru

    Pada 10 Mei 2021, setelah terjadi ketegangan selama beberapa hari di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur, Hamas menembakkan rudal ke Israel, yang dibalas dengan serangan udara mematikan di Jalur Gaza.

    Perang selama 11 hari kemudian terjadi antara Hamas dan Israel, di mana banyak orang tewas. Pada Agustus 2022, pertempuran selama tiga hari terjadi di antara Israel dan Jihad Islam, di mana para pemimpin militer kelompok itu tewas.

    Pemberontakan lain terjadi pada awal 2023, menyusul serangan Israel di kamp pengungsi Jenin, Tepi Barat.

    Mei lalu, 35 orang tewas dalam pertempuran selama lima hari. Sementara pada bulan Juli, Jenin menghadapi operasi militer terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Korban Tewas Akibat Perang Israel dan Hamas Palestina Dekati 4000 Orang

    Korban Tewas Akibat Perang Israel dan Hamas Palestina Dekati 4000 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban tewas perang Hamas, Palestina dan Israel mendekati angka 4.000 orang di kedua belah pihak pada Minggu (15/10/2023).

    Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu melaporkan, serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina telah menewaskan sedikitnya 2.450 orang.

    Baca: Wartawan peliput perang Israel-Palestina turut jadi korban

    Israel memborbardir Gaza, Palestina menyusul serangan mendadak kelompok Hamas ke Israel selatan dimulai pada Sabtu (7/10/2023).

    Kementerian yang dikuasai Hamas itu menambahkan, sebanyak 9.200 orang lainnya juga terluka ketika Israel melanjutkan kampanye udara terhadap target-target di wilayah Jalur Gaza.

    Baca: Konten soal Palestina di medsos dibatasi

    Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel pada Minggu, menyebut lebih dari 1.400 orang telah tewas di Israel sejak Hamas menyerang.

    “Lebih dari 1.400 orang tewas (dan) lebih dari 120 orang Israel diculik oleh Hamas sejak serangan 7 Oktober,” kata Tal Heinrich, Juru bicara kantor PM Israel kepada para wartawan, dikutip dari AFP.

    Baca: 

    Dengan demikian, hingga Minggu (15/10/2023) jumlah korban tewas dalam perang Hamas-Israel di kedua belah pihak sudah mencapai 3.850 orang.

    Sejumlah negara termasuk Sekjen PBB telah menyerukan agar perang antara Hamas dan Israel dihentikan, karen penduduk Palestina yang tidak bersalah yang akan menjadi korban. 

    Baca: Akar perang Israel – Palestina sudah berlangsung ratusan tahun

    Namun, seruan ini tidak digubris baik oleh Israel maupun Hamas. Hingga Minggu malam serangan masih dilancarkan oleh kedua belah pihak.

    Sumber: Kompas.com

  • Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza, Palestina Tapi Dinilai Masih Kurang

    Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza, Palestina Tapi Dinilai Masih Kurang

    7cloud.asia – Untuk pertama kali sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, penyeberangan Rafah, antara Jalur Gaza, Palestina dan Mesir, dibuka pada Sabtu (21/10/2023).

    Konvoi sekitar 20 truk mengantarkan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya kepada warga Gaza.

    Konvoi bantuan kedua memasuki Gaza, Palestina Minggu (22/10), ketika persediaan mulai menipis. Konvoi yang terdiri dari sekitar 19 truk bantuan diizinkan masuk, menurut sumber keamanan dan kemanusiaan Mesir.

    Dalam acara TV ABC “This Week,” direktur eksekutif Program Pangan Dunia PBB (WFP), Cindy McCain, mengatakan bahwa 17 truk lagi berisi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza pada Minggu.

    Baca: OKI dibentuk untuk bantu Palestina

    Sedangkan 40 truk lainnya diperkirakan tiba pada Senin (23/10/2023). Dia menekankan bahwa kebutuhan akan bantuan lebih banyak, sangat besar.

    “Kemarin kami mampu menyeberangkan 20 truk. Dan dari total 20 truk itu, tiga di antaranya adalah milik WFP. Jadi, kami bisa memberi makan sekitar 200.000 orang tadi malam untuk makan malam,” ujarnya

    Tetapi bantuan itu tidak cukup. Itu hanya setetes (bantuan). Kami membutuhkan akses yang aman dan berkelanjutan di sana, di wilayah itu, supaya kami bisa mengirim bantuan. Bencana sedang terjadi dan kami harus memasukkan truk-truk bantuan ini,” kata McCain.

    Warga Gaza mengatakan mereka kehabisan makanan, air dan pasokan medis penting di wilayah di mana Israel memberlakukan “pengepungan total” pasca serangan militan Hamas yang menewaskan 1.400 orang.

    Baca: Korban tewas akibat perang Israel Pelstina lampaui 4000 orang

    Dilansir Voice of America, penduduk Gaza Shady Al-Aqqad menyerukan solusi terhadap krisis pasokan.

    “Jika situasi berlanjut, seluruh penduduk tidak akan mendapatkan makanan atau minuman. Kami tidak akan menemukan roti atau tepung, apa pun. Situasinya semakin buruk,” ujarnya

    Kita perlu menemukan solusi. Ini tidak adil. Kondisi sebagian orang sangat buruk, sebagian lagi mengungsi, dan mereka tidak bisa makan atau minum,” tukasnya.

    Badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa mereka akan kehabisan bahan bakar pada Rabu (25/10/2023).

    “Tanpa bahan bakar, tidak akan ada air, tidak ada rumah sakit dan tidak ada toko roti yang beroperasi,” ujar Philippe Lazzarini, komisaris jenderal badan tersebut.

    Baca: Setidaknya 15 jurnalis tewas selama meliput perang di Gaza, Palestina

    “Tanpa bahan bakar, bantuan tidak akan sampai ke banyak warga sipil yang sangat membutuhkan. Tanpa bahan bakar, tidak akan ada bantuan kemanusiaan.”

    Lazzarini mengatakan, UNRWA “adalah aktor kemanusiaan terbesar di Jalur Gaza.” Badan tersebut, menurut Lazzarini, kini sedang membantu lebih dari setengah juta dari satu juta orang yang mengungsi di Jalur Gaza.

    Ia menambahkan, “tanpa bahan bakar, kita akan mengecewakan rakyat Gaza yang kebutuhannya terus meningkat setiap saat.”

    Ia mengimbau semua pihak dan pihak-pihak yang mempunyai pengaruh dalam hal ini agar segera mengizinkan pasokan bahan bakar ke Jalur Gaza dan memastikan bahwa penggunaan bahan bakar dibatasi untuk mencegah gagalnya respons kemanusiaan,” kata Lazzarini.

    Baca: Konten yang bela Palestina dibatasi Meta

    Para pejabat Palestina menyatakan kekecewaannya karena Gaza tidak menerima pasokan bahan bakar.

    “Tidak memasukkan bahan bakar dalam bantuan kemanusiaan berarti nyawa pasien dan korban luka akan tetap berisiko. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza kehabisan kebutuhan dasar untuk melakukan intervensi medis,” kata Kementerian Kesehatan Gaza.

    Ia menambahkan bahwa bantuan itu hanya 3% dari bantuan kemanusiaan yang biasa dikirim ke Gaza sebelum konflik.

    PBB telah menekan Israel dan Mesir untuk mengizinkan bantuan mengalir dengan bebas ke Gaza, di mana ratusan ribu orang membutuhkan bantuan setelah dua minggu pemboman dan blokade ketat terhadap makanan dan bahan bakar oleh Israel.

    Baca: Akar konflik Israel – Palestina yang telah berumur lebih dari 100 tahun

    PBB mengatakan bantuan itu akan diterima dan didistribusikan Bulan Sabit Merah Palestina, dengan persetujuan Hamas, yang menguasai Gaza.

  • Baik Israel dan Gaza Palestina, Kesulitan Memakamkan Korban Perang

    Baik Israel dan Gaza Palestina, Kesulitan Memakamkan Korban Perang

    7cloud.asia –  Mematuhi aturan untuk memakamkan orang yang meninggal secara layak, sementara ribuan orang tewas dalam zona perang  Israel – Palestina seperti di Gaza, terbukti sulit.

    Ada begitu banyak jenazah yang harus dimakamkan dalam perang Israel-Palestina baik di Gaza maupun Israel.

    Ini dimulai dengan serangan Hamas, Palestina terhadap puluhan komunitas di Israel selatan yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Israel. 

    Kini, setelah lebih dari dua minggu serangan udara besar-besaran Israel yang menarget Hamas, para pejabat kesehatan Palestina mengatakan sudah lebih dari 6.400 orang tewas di Jalur Gaza, termasuk ribuan perempuan dan anak-anak.

    Baca: Bantuan untuk Palestina dinilai masih kurang

    Mengenai serangan Hamas, Direktur Institut Forensik Nasional Israel, Chen Kugel, mengatakan, hampir 1.000 jasad masih dalam lemari penyimpanan dingin di satu pangkalan militer.

    Dari jumlah itu, hampir 300 masih belum diidentifikasi. Banyak mayat yang terbakar sehingga hanya dapat diidentifikasi dengan DNA.

    “Kami dapati orang yang tubuhnya hanya tersisa satu kilogram karena terbakar total. Dan sebagian di antaranya hanya berupa potongan,” lanjutnya.

    Tugas identifikasi yang sulit ini sangat mendesak karena tradisi Yahudi mewajibkan penguburan segera.

    Bahkan sebelum pemakaman, doa Yahudi untuk orang mati, “Kaddish,” dibacakan di atas jasad yang dikumpulkan Zaka, organisasi keagamaan Israel yang mengambil jenazah untuk pemakaman Yahudi.

    Baca: OKI diminta segera bertindak 

    Bagi prajurit yang gugur, ada satuan tentara Israel yang bertugas menangani jasadnya dan menyiapkan penguburan sesuai prinsip penghormatan terhadap orang yang mati.

    Ariav Schlesinger, seorang tentara cadangan Pasukan Pertahanan Israel mengatakan, harus ada orang yang turun ke kuburan dan memastikan bahwa jasad tentara itu benar-benar telentang lurus, tidak dalam posisi yang tidak sopan, dan seluruhnya tertutup.

    “Kecuali jika benar-benar perlu untuk melihat sesuatu pada mayat itu, maka bagian spesifik itu akan dibuka.” ujarnya

    Sementara itu di Gaza, orang-orang Palestina berusaha mengikuti hukum Islam walaupun mereka kesulitan memakamkan ribuan orang yang tewas. Dr. Yasser Abu Jamei adalah kepala Program Kesehatan Jiwa Gaza.

    “Mereka mengatakan sekitar 1.500 mayat masih terjebak di bawah reruntuhan, termasuk sekitar 800 anak-anak. Sayangnya, peralatan yang ada tak cukup untuk menangani demikian banyak rumah yang hancur.”

    Baca: Korban perang Israel-Palestina terus bertambah

    Kekurangan bahan bakar kini mengimbas mereka. Sebagian dari mayat-mayat itu sudah berada di sana lebih dari satu minggu. Mereka dianggap mati.

    “Mayat-mayat itu tidak bisa dibiarkan di sana, mereka harus dikuburkan dengan cara yang bermartabat,” jelasnya.

    Jamei menambahkan, menurut Islam, mayat harus dimandikan, lalu dibungkus dengan kain kafan.

    Orang-orang yang membawa jenazah ke kuburan, dan para pelayat, harus memanjatkan doa bagi jasad itu sebelum dimakamkan.

    Namun, akibat serangan udara Israel, banyak mayat yang tidak utuh. Jamei mengatakan, seringkali muncul situasi di mana satu lubang kuburan harus diisi beberapa jenazah.

    Sekali lagi, Dr. Yasser Abu Jamei mengatakan, “Dalam situasi itu, jasad-jasad dimasukkan dalam satu lubang dan dikuburkan bersama-sama.”

    Baca: Konten soal Palestina di medsos dibatasi

    Pada hari keempat atau kelima ada puluhan jasad di Rumah Sakit Shifa, dan tidak ada sarana yang layak untuk mengadakan pemakaman bagi semua orang,” jelasnya.

    Dalam Yahudi dan Islam, ada masa berkabung di mana teman dan kerabat datang untuk menyampaikan belasungkawa dan mengenang orang yang telah meninggal. Sementara pertempuran berlanjut, banyak dari kedua pihak terus berduka

    Sumber: VOA Indonesia.

  • Merasa Gagal Hentikan Genosida di Gaza, Direktur HAM PBB Mengundurkan Diri

    Merasa Gagal Hentikan Genosida di Gaza, Direktur HAM PBB Mengundurkan Diri

    7cloud.asia – Direktur Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berbasis di New York, Craig Mokhiber, mundur dari jabatannya karena menganggap organisasinya itu gagal menghentikan genosida di Gaza.

    Mokhiber mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai Direktur HAM PBB yang terdiri dari empat halaman kepada Komisaris Tinggi HAM PBB di Jenewa Volker Turk.

    Surat pengunduran Mokhiber dari Direktur HAM PBB  bertanggal 28 Oktober itu kemudian dibagikan kepada publik pada Selasa (31/10/2023) dan kini tersebar di media sosial.

    “Sekali lagi, kita sedang melihat genosida terjadi di depan mata kita, dan organisasi yang kita layani tampaknya tidak berdaya untuk menghentikannya,” kata Mokhiber dalam surat pengunduran dirinya.

    Baca: Majelis Umum PBB sepakati resolusi gencatan senjata di Gaza

    Dia menuturkan bahwa ini bukan kali pertama PBB gagal mencegah genosida. Mokhiber mengatakan PBB sebelumnya juga gagal mencegah genosida terhadap Tutsi di Rwanda, Muslim di Bosnia, Yazidi di Irak, dan Rohingya di Myanmar.

    “Sebagai pengacara hak asasi manusia dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, saya tahu betul bahwa konsep genosida sering kali menjadi sasaran penyalahgunaan politik,”

    Mokhiber menilai pembantaian besar-besaran terhadap rakyat Palestina di Gaza saat ini, yang berakar pada ideologi kolonial pemukim etno-nasionalis.

    “Ini merupakan kelanjutan dari penganiayaan dan pembersihan sistematis yang telah berlangsung selama beberapa dekade, yang sepenuhnya didasarkan pada status mereka sebagai orang Arab,” ujar dia.

    Baca: Menlu RI serukan agar OKI segera bertindak untuk Palestina 

    Mokhiber juga menuding Amerika Serikat (AS), Inggris, dan sebagian besar negara Eropa telah “sepenuhnya terlibat dalam serangan yang mengerikan itu”.

    Menurutnya, pemerintah negara-negara tersebut tidak hanya menolak untuk memenuhi kewajiban perjanjian mereka berdasarkan Konvensi Jenewa, tetapi juga secara aktif mempersenjatai serangan Israel.

    Mokhiber mengatakan negara-negara memberikan dukungan ekonomi dan intelijen, serta memberikan perlindungan politik dan diplomatik terhadap “kekejaman Israel”.

    “Dalam beberapa dekade terakhir, bagian-bagian penting PBB telah menyerah kepada kekuasaan Amerika Serikat, untuk takut terhadap Lobi Israel, untuk mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional,” kata dia.

    Baca: Akar konflik Israel-Palestina yang sudah berumur lebih 100 tahun

    Kekuatan-kekuatan Barat akan terus melawan kita di setiap langkah, jadi kita harus teguh.

    “Dalam jangka pendek, kita harus mengupayakan gencatan senjata segera dan mengakhiri pengepungan yang sudah berlangsung lama di Gaza, mencegah pembersihan etnis di Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat,” ujarnya lagi.

    Mokhiber telah bekerja untuk PBB sejak 1992. Ia pernah menjabat sebagai Penasihat Senior Hak Asasi Manusia PBB di Palestina dan Afghanistan.

    Dia juga pernah tinggal di Gaza pada 1990-an sebagai penasihat HAM PBB.

    Sumber: Antaranews.com 

  • Sebut Gaza Sudah Jadi Kuburan, Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza

    Sebut Gaza Sudah Jadi Kuburan, Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal atau Sekjen PBB Antonio Guterres pada hari Senin (6/11/2023) mendesak gencatan senjata kemanusiaan untuk Gaza.

    Dalam pernyataannya, Guterres menyebut Gaza telah menjadi “kuburan” bagi ratusan anak-anak Palestina setiap harinya, sehingga gencatan senjata sudah mendesak dilakukan.

    “Jalan ke depan sudah jelas,” katanya kepada para wartawan di PBB. “Gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Sekarang.”

    Dilansir VOA Indonesia, Guterres mengatakan bahwa semua pihak juga harus menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.

    Baca: Netanyahu tegaskan tidak ada gencatan senjata, hingga sandera dibebaskan

    Ia juga menegaskan, tidak ada pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata yang berada di atasnya.

    “Ini berarti pembebasan tanpa syarat bagi para sandera di Gaza – sekarang juga,” katanya mengenai 240 laki-laki, perempuan dan anak-anak yang diculik Hamas dalam serangan teror tanggal 7 Oktober 2023 lalu di Israel.

    “Saya tidak akan pernah mengalah dalam mengupayakan pembebasan mereka dengan segera,” tambahnya.

    Lebih jauh Guterres mengatakan, pihaknya menghormati hukum humaniter internasional juga berarti melindungi warga sipil – termasuk tidak menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia – baik yang berada di rumah sakit, fasilitas PBB, tempat penampungan, maupun di sekolah-sekolah di Gaza.

    Baca: Majelis Umum PBB sepakati resolusi gencatan senjata di Palestina

    Ia juga menyerukan, meningkatkan bantuan dan bahan bakar ke wilayah yang terkepung tersebut.

    “Tak satu pun dari seruan ini yang boleh bergantung pada yang lain,” katanya.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan bahwa tidak akan ada jeda kemanusiaan di Gaza kecuali semua sandera dibebaskan.

    Guterres mengatakan “mimpi buruk di Gaza” bukan hanya krisis kemanusiaan semata, tetapi “krisis umat manusia,” .

    Ia menambahkan, pihak-pihak yang berkonflik dan masyarakat internasional memiliki tanggung jawab fundamental untuk menghentikan penderitaan warga Gaza, Palestina ini.

    Baca: Korban terus berjatuhan, baik Israel dan Palestina kesulitan makamkan jenazah korban

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, hari Senin mengatakan sejak Israel memulai serangan balasan, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 10.000 orang.

    Sementara jumlah warga Israel yang tewas dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu mencapai 1.400 orang.

    Hamas juga menculik 242 orang yang hingga kini masih ditahan di Gaza. VOA belum dapat memverfikasi angka-angka korban ini secara independen.

  • Israel Buka Kemungkinan Jeda Taktis Agar Bantuan Bisa Masuk Jalur Gaza

    Israel Buka Kemungkinan Jeda Taktis Agar Bantuan Bisa Masuk Jalur Gaza

    7cloud.asia – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akan mempertimbangkan jeda jangka pendek dalam operasi militernya agar bantuan kemanusiaan dapat mencapai Jalur Gaza.

    Jeda ini juga dipertimbangkan Israel agar para sandera yang ditawan militan Hamas dapat dibebaskan. Namun, Netanyahu mengesampingkan gencatan senjata umum dalam perang satu bulan antara Israel melawan Hamas.

    Berbicara kepada ABC News, Netanyahu mengatakan ia membayangkan Israel akan “memiliki tanggung jawab keamanan secara menyeluruh” di Gaza untuk periode yang tidak ditentukan setelah mencapai targetnya menyingkirkan Hamas.

    “Kalau kita tidak memiliki tanggung jawab keamanan, apa yang kita alami adalah meletusnya teror Hamas dalam skala yang tidak dapat kita bayangkan,” kata Netanyahu.

    Gedung Putih pada Senin (6/11/2023 ) mengatakan bahwa Presiden AS, Joe Biden dan Netanyahu membahas kemungkinan jeda taktis untuk memungkinkan warga sipil meninggalkan Gaza secara aman dari daerah-daerah pertempuran.

    Baca: Gaza telah menjadi ‘kuburan’ bagi anak-anak

    Jeda ini untuk memastikan bantuan menjangkau warga sipil yang memerlukan, dan mengenai bagaimana para sandera mungkin dapat dibebaskan.

    Biden menegaskan lagi dukungannya untuk Israel dalam perangnya melawan Hamas sambil menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan mengurangi kerugian sipil selama operasi militer.

    Ia juga membahas situasi di Tepi Barat dan perlunya menuntut pertanggungjawaban para pemukim ekstremis atas tindakan kekerasan.

    Kantor kemanusiaan PBB mengatakan 93 truk yang mengangkut bahan makanan, obat-obatan, pasokan medis dan air telah menyeberang dari Mesir ke Gaza pada Senin (6/11/2023).

    Dikatakan sejak pengiriman dimulai pada 21 Oktober, total ada 593 truk yang memasuki Gaza, dibandingkan dengan rata-rata 500 truk per hari yang memasuki daerah itu sebelum perang dimulai.

    Baca: Israel tegaskan tidak akan ada gencatan senjata dengan Hamas

    Konflik Israel-Hamas masuk agenda pembahasan pertemuan para menteri luar negeri dari kelompok tujuh negara industri maju G7 di Jepang.

    Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan ia akan memberi pengarahan kepada para sejawatnya mengenai kunjungan empat hari ke Timur Tengah yang mencakup persinggahan di Israel, Tepi Barat, Yordania, Siprus, Irak dan Turki.

    Berbicara kepada Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa, Blinken mengatakan hari Selasa bahwa

    “ini merupakan momen sangat penting bagi G7 untuk bersatu dalam menghadapi krisis ini dan berbicara seperti yang kami lakukan dengan satu suara yang jelas.”

    Pada pengarahan virtual pada Senin (6/11/2023), juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyatakan harapan jeda kemanusiaan akan diberlakukan sesegera mungkin di Gaza.

    Baca: Advokasi buah semangka bagi perjuangan rakyat Palestina

    Ia mengatakan AS akan melanjutkan dialognya dengan Israel selama diperlukan dan mengatakan ada sejumlah indikasi bahwa upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalkan kerusakan lebih besar di Gaza.

    Namun ia memperingatkan, “Saya tidak ingin membesar-besarkan hal itu.”

    Kirby mengatakan ribuan orang tak bersalah telah tewas, seraya menambahkan bahwa “kematian setiap orang adalah tragedi” dan “kami tidak ingin melihat ada nyawa tak berdosa yang terenggut.”

    Ia mengatakan AS melakukan semua cara untuk mendesak para pemimpin Israel agar sedapat mungkin berhati-hati dalam operasi militernya.

    Namun, ia mengingatkan bahwa Israel juga menghadapi musuh yang bersembunyi di belakang warga sipil.

    Baca: Akar konflik Israel dan Palestina

    Kementerian Kesehatan di Gaza yang dijalankan oleh Hamas mengatakan bahwa korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 10 ribu orang.

    Israel telah membantah sengaja menargetkan orang-orang Palestina tak bersalah di Gaza, seraya mengatakan Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, menggali terowongan di bawah rumah sakit-rumah sakit dan mengangkut para anggota Hamas di dalam ambulans.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Israel Akan Terapkan Jeda Operasi Militer 4 Jam Sehari di Gaza

    Israel Akan Terapkan Jeda Operasi Militer 4 Jam Sehari di Gaza

    7cloud.asia – Pemerintah AS menyatakan, Israel akan mulai menerapkan jeda operasi militer mereka terhadap Hamas selama empat jam di area Gaza utara setiap hari, mulai Kamis (9/11/2023).

    Pengumuman penerapan jeda operasi militer ini diungkapkan oleh Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby, Kamis waktu setempat.

    Jeda operasi militer ini disampaikan ketika pasukan Israel bertempur melawan militan Hamas di Kota Gaza, saat makin banyak warga sipil Palestina melarikan diri dari kota itu.

    Jeda operasi militer itu akan memberi warga Palestina waktu untuk melarikan diri dari Gaza dengan menggunakan dua jalur kemanusiaan dan merupakan terobosan penting untuk mengurangi korban perang, kata Kirby.

    “Kami telah diberitahu oleh Israel bahwa tidak akan ada operasi militer di area-area di Gaza ini selama durasi jeda, dan bahwa proses ini dimulai hari ini,” kata Kirby seperti dilansir VOA Indonesia.

    Baca: Israel isyaratkan jeda di Gaza untuk pembebasan sandera

    Ia menambahkan, gagasan mengenai jeda itu disampaikan dalam diskusi antara Presiden AS Joe Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Selain pertempuran darat di kota terbesar Jalur Gaza itu, pasukan Israel juga terus melancarkan serangan ke daerah itu melalui udara.

    Pertempuran itu telah memicu pengungsian besar-besaran, di mana Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB mengatakan pada hari Rabu saja (8/11/2023) sebanyak 50.000 orang melarikan diri ke sisi selatan Jalur Gaza.

    Angka itu merupakan jumlah pengungsi tertinggi pekan ini. PBB mengatakan, secara keseluruhan ada 72.000 orang yang telah mengevakuasi diri dari Gaza utara sejak hari Minggu (5/11/2023).

    Israel mulai membuka sebuah koridor evakuasi di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Gaza utara dan selatan pada hari Minggu.

    Jalur itu tetap dibuka selama empat jam setiap hari agar warga sipil dapat meninggalkan pusat pertempuran.

    Baca: Gaza disebut telah menjadi kuburan bagi anak-anak

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya menambah waktu dibukanya koridor tersebut selama satu jam, karena saking banyaknya orang yang memanfaatkan jalur tersebut.

    PBB dan kelompok bantuan lainnya membagikan air minum dan biskuit berenergi tinggi di sisi selatan garis yang memisahkan Gaza utara dan selatan.

    Kondisi di sisi utara Gaza menjadi semakin mengerikan, di mana selama seminggu terakhir ini tidak ada bantuan kemanusiaan yang tiba di sana.

    PBB mengatakan, per hari Selasa (7/11), tidak ada toko roti yang buka karena ketiadaan bahan bakar, air, tepung gandum serta kerusakan di banyak toko.

    Israel meluncurkan serangan balasan terhadap serangan Hamas 7 Oktober lalu di Israel selatan, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang, sebagian besarnya warga sipil.

    Baca: Netanyahu tegaskan tak akan ada gencatan senjata dengan Hamas

    Hamas juga menculik sekitar 240 orang. AS, Inggris, Uni Eropa dan negara-negara lainnya di Barat telah mengelompokkan Hamas sebagai organisasi teroris.

    Kementerian Kesehatan di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10.500 orang, dua pertiganya perempuan dan anak-anak.

    Informasi tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen, meskipun PBB menyatakan bahwa di masa lalu, angka dari kementerian tersebut bisa diandalkan.

    PBB telah memperingatkan membludaknya tempat-tempat penampungan di Gaza selatan sehingga “tidak dapat mengakomodasi pengungsi yang baru tiba.”

    Sekitar dua pertiga penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang kini mengungsi, menurut PBB.

    Di salah satu tempat pengungsian di Khan Younis, yang menampung 22.000 pengungsi Palestina, PBB mengatakan sedikitnya 600 orang berbagi satu toilet.

    Baca: Majelis Umum PBB setujui resolusi gencatan senjata di Gaza

    Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Rabu (8/11/2023) bahwa risiko penyebaran penyakit menular di Gaza semakin meningkat, seiring membusuknya mayat-mayat yang ada di bawah reruntuhan bangunan; sementara sistem kesehatan, air dan sanitasi sangat terganggu.

    Kasus diare di kalangan anak-anak melonjak. Kasus kudis, kutu, infeksi kulit dan saluran pernapasan atas juga meningkat.

    WHO dan badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka memfasilitasi pengiriman pasokan medis darurat ke RS Al-Shifa di Kota Gaza, meski terdapat “risiko besar terhadap staf kami dan mitra kesehatan” karena terus terjadinya pemboman.

    Pengiriman pasokan medis itu adalah yang kedua kalinya dikirimkan ke rumah sakit tersebut sejak perang pecah.

    Badan-badan PBB tersebut menyatakan bahwa hal itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar.

    Israel sendiri menuduh Hamas menyembunyikan pusat komandonya di bawah RS Al-Shifa.

    Baca: Korban terus berjatuhan, korban perang di Gaza sulit dimakamkan

    PBB mengatakan pintu perbatasan Rafah dengan Mesir tidak dibuka hari Rabu, sehari setelah 600 warga asing dan dwikewarganegaraan meninggalkan Gaza.

    Komisioner HAM PBB Volker Turk berada di perbatasan Rafah hari Rabu, tempat yang disebutnya “gerbang menuju mimpi buruk di dunia nyata.”

    “Hukuman kolektif Israel terhadap warga sipil Palestina tergolong kejahatan perang, demikian juga evakuasi paksa warga sipil secara tidak sah,” ungkapnya. “Pemboman besar-besaran oleh Israel telah menewaskan, melumpuhkan dan melukai, khususnya, perempuan dan anak-anak.”

    Ia juga mengutuk tindakan Hamas pada 7 Oktober dan menyebut serangan teror dan penyanderaan yang dilakukan sebagai kejahatan perang.

    “Kita sudah jatuh ke dalam jurang. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya, sambil kembali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan.

    Sumber: VOA INdonesia

  • Selesaikan Krisis Gaza, Indonesia Ajak OKI Bersatu Bela Kemanusiaan dan Keadilan

    7cloud.asia – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina.

    Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11/2023).

    “OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina,” ujar Presiden Jokowi.

    Presiden Jokowi juga mendukung penyelenggaraan KTT OKI yang dinilai sangat tepat untuk dilakukan untuk menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.

    “Satu bulan telah terjadi kekejaman ini, dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun mampu hentikan kekejaman ini,” katanya.

    baca: israel akan terapkan jeda operasi militer 4 jam sehari di gaza

    Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan empat saran konkret saat berbicara di hadapan para pemimpin negara Islam.

    Pertama, Presiden Jokowi mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.

    “Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi self defense dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata,” katanya.

    Kedua, Presiden Jokowi mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya. OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan mengingat situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatinkan.

    “Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar,” ujarnya.

    Jokowi mengatakan Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional.

    Ketiga, Presiden Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan.

    Misalnya, kata Jokowi, dengan cara mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya.

    “Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,” katanya.

    baca: konflik israel palestina berlangsung lebih 100 tahun

    Keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara. Solusi satu negara hanya akan membuat Palestina dikorbankan.

    “Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut,” ujarnya.

    Pada penutup pernyataannya, Presiden Jokowi meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

    “Dari Riyadh saya sudah terjadwal melakukan kunjungan bilateral ke Amerika Serikat. Dengan izin para pemimpin, saya akan sampaikan hasil keputusan OKI hari ini kepada Presiden Biden,” katanya.

    Sumber: Antaranews