Tag: bmkg

  • Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Buruk di Tiga Wilayah Ini

    Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Buruk di Tiga Wilayah Ini

    7cloud.asia – Cuaca buruk berupa hujan disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda tiga wilayah di Jakarta, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Senin (22/04/2024) siang dan sore hari.

    Dalam laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada waktu yang sama hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta Utara.

    Di wilayah Jakarta Barat, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat.

    Kemudian pada malam harinya, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Pada pagi hari, hampir seluruh wilayah Jakarta hujan ringan. Kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang diperkirakan berawan.

    Sementara sebagian wilayah di Indonesia diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

    Potensi hujan lebat diatas 50 mm/hari terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah.

    Selain itu, wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo berpeluang hujan lebat.

    Wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua diperkirakan hujan lebat.

    BMKG memprediksi hujan disertai kilat/petir atau hujan badai melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah,

    Kondisi cuaca yang sama juga terjadi di wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur.

    Wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat juga berpotensi hujan badai.

    Tak hanya hujan, BMKG memperkirakan angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Awal Pekan, Cuaca di Jakarta Bakal Cerah Berawan pada Pagi dan Malam

    Awal Pekan, Cuaca di Jakarta Bakal Cerah Berawan pada Pagi dan Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah Jakarta cerah dan berawan pada Senin (29/04/2024) pagi dan malam.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang atau sore hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 70 hingga 100 persen.

    Sementara sebagian besar wilayah di Indonesia cerah dan berawan. Namun, beberapa kota berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Gorontalo, Surabaya, Tarakan, Ambon, Manado dan Palembang pada pagi hari.

    Pada siang hari, hujan ringan berpeluang terjadi di Kota Serang, Bandung, Samarinda, Manokwari, Pekanbaru, Makassar, Manado, Padang dan Palembang. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kota Ternate.

    Pada waktu yang sama, hujan dengan intensitas lebat disertai petir berpotensi melanda wilayah Bengkulu, Gorontalo, Banjarmasin.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Serang, Bengkulu, Gorontalo, bandung, samarinda, Ternate, Jayapura, Manokwari, Manado, Kendari, Padang.

    Hujan lebat disertai petir berpotensi melanda Kota Jambi pada malam hari. Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Banjarmasin dan Palangkaraya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Waspada Potensi Cuaca Buruk di Beberapa Wilayah Ini, Termasuk Jakarta.

    Waspada Potensi Cuaca Buruk di Beberapa Wilayah Ini, Termasuk Jakarta.

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi dilanda cuaca buruk berupa hujan lebat disertai petir, termasuk wilayah Jakarta pada Rabu (01/05/2024).

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, DKI Jakarta.

    Selain itu, wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah juga berpotensi terjadi hujan badai.

    Kondisi cuaca yang sama juga berpeluang melanda wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

    Sementara hujan lebat diatas 50 mm/hari berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten.

    Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi terjadi hujan lebat.

    BMKG juga mengingatkan angin kencang diatas 45 km/jam berpotensi melanda wilayah Aceh, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung serta suhu tertinggi di Kota Surabaya dan Medan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Ingatkan Masyarakat Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

    BMKG Ingatkan Masyarakat Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2024. Namun, masih ada sebagian wilayah di Indonesia yang berpotensi hujan sedang hingga lebat sepekan kedepan.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Meteorologi Publik pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani dalam siaran persnya.  

    Dia menjelaskan beberapa wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat diantaranya sebagian Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

    Selain itu, wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    Baca: Curah hujan tinggi akibatkan longsor, 8 orang tewas

    Menurut Andri, kondisi ini dipicu adanya aktivitas gelombang atmosfer, yaitu gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin, Madden-Julian Oscillation (MJO).

    Selain itu adanya sirkulasi siklonik yang membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

    “Mengingat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih dapat terjadi di Indonesia, sedangkan sebagian wilayah lain masih berpotensi mengalami fenomena suhu panas, maka masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana,” jelas Andri.

    Baca: Musim banjir, waspada penyakit

    “Serta terus memantau informasi peringatan dini cuaca melalui aplikasi infoBMKG untuk mendapatkan informasi yang lebih detail,” lanjutnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto menjelaskan dalam sepekan terakhir bulan April 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah.

    Seperti di Kerinci (Jambi) 83,8 mm/hari, Manado (Sulawesi Utara) 80mm/hari, Aceh Besar (Aceh) 130mm/hari, Sorong (Papua Barat) 91.0 mm/hari, Minangkabau (Sumatera Barat) 84 mm/hari, Kufar (Maluku) 83 mm/hari, dan Indragiri (Riau) sebesar 92 mm/hari.

    Reporter: Nurakhmayani

  • El Nino Berlalu, Indonesia Kini Bersiap Hadapi La Nina pada Juli Mendatang

    El Nino Berlalu, Indonesia Kini Bersiap Hadapi La Nina pada Juli Mendatang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, Indonesia akan menghadapi fenomena alam La Nina yang bisa mengganggu produktivitas bahan pangan.

    Fenomena alam yang disebut La Nina itu akan muncul setelah Indonesia menghadapi fenomena El Nino beberapa waktu lalu.

    BMKG mengungkapkan fenomena El Nino akan segera menuju masa netral, untuk kemudian akan digantikan dengan La Nina pada Juli mendatang.

    “El Nino diprediksi akan segera menuju netral pada periode Mei, Juni, Juli 2024,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual.

    La Nina diperkirakan akan muncul mulai Juli 2024. Nantinya akan melemah setelah triwulan ketiga pada Juli hingga September mendatang.

    Baca: Peneliti BRIN ingatkan fenomena el nino berlanjut hingga 2024

    La Nina adalah kondisi anomali suhu kebalikan El Nino yang berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan secara signifikan bila bersamaan dengan kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin (anomali negatif).

    Sedangkan La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat apabila disertai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia.
    Pengaruh El Nino dan La Nina juga tergantung musim.

    Mengingat luasnya wilayah Indonesia dan merupakan negara kepulauan, dampak El Nino /La Niña berbeda di setiap wilayah.

    Sejumlah prediksi juga memperkirakan hal serupa. Salah satunya diungkapkan oleh Institute for Climate and Society (IRI).

    “Namun peluang klimatologisnya (La Nina) mencapai musim panas Boreal 2024 (Juni-September), La Nina menjadi kategori yang paling mungkin terjadi pada Juli-September 2024 dan seterusnya,” demikian keterangan resmi IRI.

    Baca: Fenomena el nino penyebab dan dampaknya bagi lingkungan dan pertanian

    Fenomena alam El Nino dan La Nina sangat mempengaruhi kondisi lahan pangan maupun produktivitasnya.

    Karena itu, otoritas terkait telah mempersiapkan langkah antisipasi.

    Badan Pangan Nasional (Bapanas) salah satunya, dengan menyiapkan koordinasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan manajemen tanam yang disesuaikan dengan prediksi BMKG.

    “Termasuk bagaimana menjadwalkan agar tanam dan panennya tepat berdasarkan peta-peta yang sudah diprediksi BMKG,” kata Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Bapanas Budi Waryanto kepada wartawan saat ditemui di Hotel Grandhika Jakarta, Maret lalu.

    Selain itu, Budi menyebut, pemerintah juga akan melakukan pemantauan khusus pada daerah sentra hortikultura, seperti sentra cabai dan sentra bawang merah di Brebes, Solo dan daerah lainnya.

    Baca: Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau

    Daerah-daerah ini nantinya, akan diberikan perhatian khusus untuk memastikan produksi tetap berjalan baik.

    Bapanas juga akan menyiapkan bantuan cool storage atau mesin pendingin di daerah sentra produksi. Dengan demikian, saat musim panen produk hortikultura itu bisa disimpan di cold storage agar tidak cepat membusuk.

    “Kami juga sedang menambah cold storage ke wilayah konsumen, karena hortikultura kan sifatnya mudah rusak,” ujarnya.

    Budi menilai, dengan manajemen penanaman yang baik serta dibantu dengan teknologi, maka dampak La Nina terhadap beberapa komoditas pangan diharapkan dapat teratasi.

  • Tiga Wilayah di Sumbar Masih Berpotensi Hujan Sangat Lebat dalam Sepekan ke Depan

    Tiga Wilayah di Sumbar Masih Berpotensi Hujan Sangat Lebat dalam Sepekan ke Depan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur tiga wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang hingga sepekan kedepan.

    Kondisi tersebut yang memicu terjadinya banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di tiga wilayah tersebut.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan  Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers Bencana Hidrometeorologi Sumatra Barat.

    Dia menjelaskan berdasarkan analisa BMKG per tanggal 6 Mei 2024 telah terdeteksi adanya pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Aceh yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif.

    Baca: Banjir di Sumatera Barat, 27 orang tewas

    “Merespons hal tersebut, BMKG di hari yang sama langsung menerbitkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berujung bencana hidro-meteorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di Sumatra Barat,” terang Dwikorita.

    Informasi dalam bentuk peringatan dini tersebut, kata dia, sangat penting untuk ditindak lanjuti oleh pihak-pihak terkait yang berwenang melakukan upaya mitigasi.

    Hal ini untuk mengurangi risiko bencana di Sumatra Barat, khususnya di daerah rawan bencana seperti di bantaran sungai, pegunungan dan perbukitan, selama periode mulai dari tanggal 9-12 Mei 2024.

    Pada kesempatan itu perempuan yang akrab disapa Rita ini juga mengajak warga mewaspadai lahar dingin yang berasal dari material erupsi Gunung Marapi beberapa waktu.

    Baca: Banjir di Sulawesi Selatan, 8 orang tewas

    Material tersebut masih mengendap di lereng bagian atas gunung, kemudian hanyut terbawa air hujan ke arah hilir, hingga menerjang tiga kabupaten yang berada di sekitarnya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir bandang melanda sejumlah kabupaten di Sumatra Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam menewaskan 41 orang.

    BPBD Sumbar di Padang mengungkapkan 41 orang warga yang menjadi korban meninggal dunia itu sebanyak 19 orang di Kabupaten Agam, 15 orang di Kabupaten Tanah Datar dan 7 orang di Kota Padang Panjang.

    Rita juga memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi bakal terjadi hingga tanggal 22 Mei 2024 atau selama sepekan ke depan.

    Baca: Banjir di Sumatera Barat, Walhi nilai pemerintah lalai

    “Prospek cuaca selama satu pekan ke depan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” katanya.

    Hasil analisa BMKG, lanjutnya, hingga tanggal 13 Mei 2024 berpotensi terjadinya hujan dengan intesitas sedang hingga lebat.

    Sedangkan, pada tanggal 14 Mei diperkirakan ada penurunan intensitas hujan menjadi ringan, lalu pada tanggal 15-17 Mei 2024 diprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan lagi hingga tanggal 22 Mei 2024.

    “Artinya kewaspadaan terhadap terjadinya banjir lahar hujan, juga Galodo atau banjir bandang serta longsor ini masih akan berlanjut paling tidak hingga tanggal 17-22 Mei atau sepekan ke depan. Maka, masyarakat dihimbau untuk menghindar atau menjauhi lereng-lereng bukit atau gunung yang rawan longsor,” jelas Rita.

    Baca: Begini cara Pemprov DKI tangani banjir

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memonitor informasi BMKG, dengan memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini yang selalu dikeluarkan resmi BMKG setiap hari.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG merekomendasikan untuk dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Sumbar.

    Menurut dia, TMC dengan cara menabur zat NaCl atau garam ke langit menggunakan pesawat, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan potensi cuaca ekstrem.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Buruk Bakal Melanda Sebagian Besar Wilayah Jakarta

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Buruk Bakal Melanda Sebagian Besar Wilayah Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk sebagian besar wilayah Jakarta. Cuaca buruk berupahujan disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda pada Selasa (14/05/2024) siang.

    Pada pagi hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Kemudian malam harinya seluruh seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 75 hingga 100 persen.

    Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan cerah berawan. Meski demikian ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat dengan intensitas diatas 50 milimeter per hari.

    Seperti wilayah Aceh, SumateraUtara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Baratdan Papua juga berpotensi diguyur hujan lebat.

    Sedangkan hujan disertai petir dan angin kencang atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Hujan badai juga berpotensi melanda wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara,Maluku dan Papua Barat

    Tak hanya hujan, BMKG juga memperkirakan angin kencang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, yaitu wilayah Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Utara.

     

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melanjutkan kegiatan modifikasi cuaca untuk mengendalikan dampak bencana di wilayah Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar)

    Dilansir Antaranewscom, BMKG menargetkan sebanyak 30 ton garam ditabur ke langit sekitar wilayah Gunung Marapi ini.

    “Ya, 30 ton penaburan garam karena modifikasi cuaca diteruskan dengan prioritas pada wilayah sekitar Gunung Marapi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto di Jakarta, Jumat (24/5/2024).

    Dari 30 ton garam tersebut, kata dia, sebanyak 15 ton telah lebih dulu ditaburkan dalam beberapa kali sortie penerbangan pesawat selama lebih dari sepekan lalu sejak tanggal 15 Mei 2024.

    Baca: Tanggulangi bencana, BNPB tebar 10 ton garam modifikasi cuaca di Sumbar

    Kemudian sebanyak 15 ton garam lainnya, lanjut Seto, ditabur ke wilayah sasaran yang sama pada masa operasi modifikasi cuaca sampai tanggal 29 Mei 2024.

    Hal ini sesuai kesepakatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

    “Semua sudah disiapkan untuk terus dilakukan sampai tanggal 29 Mei ini,” kata Seto.

    Ia berharap upaya modifikasi cuaca tersebut bisa berjalan dengan baik dan dapat mengurangi curah hujan di Sumbar, khususnya daerah di sekitar Gunung Marapi yang jadi prioritas.

    Baca: Masa tanggap darurat di Tanah Datar diperpanjang

    Sebelumnya berdasarkan analisa tim meteorologi BMKG diketahui hujan berintensitas sedang hingga lebat masih berpotensi melanda daerah tersebut dalam beberapa waktu ke depan antara bulan Mei – awal Juni.

    Sementara pada saat yang bersamaan peninjauan lapangan yang tim Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG mendapati sebagian besar aliran sungai di Sumbar berhulu dari Gunung Marapi, yang masih menyisakan endapan material vulkanik sekitar satu juta meter kubik.

    Oleh karena itu BMKG menilai pengendalian curah hujan di sekitar Gunung Marapi menjadi yang paling diprioritaskan dalam operasi modifikasi cuaca ini.

    Hal ini guna mencegah atau mengurangi dampak terjadinya bencana banjir lahar dingin dan longsor susulan.

    Baca: Jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumbar

    Sebelumnya, tepatnya pada 11 Mei 2024 banjir lahar dingin dan longsor itu menimbulkan korban jiwa dan dampak kerusakan dengan jumlah yang cukup besar di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Panjang.

     

  • BMKG Deteksi Siklon Tropis Ewiniar, Ini Dampaknya pada Kondisi Cuaca di Indonesia

    BMKG Deteksi Siklon Tropis Ewiniar, Ini Dampaknya pada Kondisi Cuaca di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan siklon tropis Ewiniar di sekitar wilayah Indonesia.

    Kemunculan siklon tropis Ewiniar tersebut diumumkan BMKG melalui akun Instagram resminya @infobmkg, Minggu (26/5/2024).

    Dikutip kompas.com, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, siklon tropis Ewiniar terdeteksi di Laut Filipina pada koordinat 15,8 derajat lintang utara dan 122,8 derajat bujur timur.

    Pengamatan BMKG menunjukkan, siklon tropis Ewiniar memiliki tekanan 985 hPa dan masuk kategori tiga.

    “Sekitar 1.420 kilometer sebelah barat laut-utara Tahuna,” ujar Guswanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/5/2024).

    Baca Juga: El Nino Berlalu, Indonesia Kini Bersiap Hadapi La Nina pada Juli Mendatang

    Guswanto menjelaskan, siklon tropis Ewiniar memiliki kekuatan 65 knots atau sekitar 120 kilometer per jam.

    Siklon tropis tersebut bergerak menuju timur laut dengan kecepatan 5 knots atau sekitar 4 kilometer per jam dan menjauhi wilayah Indonesia.

    Guswanto menerangkan, siklon tropis tumbuh di perairan di sekitar daerah tropis, terutama yang memiliki suhu muka laut yang hangat.

    Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk terbentuknya siklon tropis, yakni:

    – Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26,5 derajat Celsius hingga ke kedalaman 60 meter

    – Kondisi atmosfer tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus

    Baca Juga: Sebagian Wilayah Indonesia Lewati Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Pancaroba

    – Awan-awan tersebut yang merupakan awan-awan guntur dan menjadi penanda wilayah konvektif kuat, penting dalam perkembangan siklon tropis

    – Atmosfer yang relatif lembap di ketinggian sekitar 5 kilometer. Ketinggian ini merupakan atmosfer paras menengah yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon

    – Berada pada jarak setidaknya 500 kilometer dari khatulistiwa.

    – Meskipun memungkinkan, siklon jarang terbentuk di dekat ekuator

    – Gangguan atmosfer di dekat permukaan Bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan pumpunan angin Perubahan kondisi angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar. Perubahan kondisi angin yang besar akan mengacaukan proses perkembangan badai guntur.

    Baca Juga: Mei Hingga Agustus, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Memasuki Musim Kemarau

    Sampai kapan siklon tropis Ewiniar berlangsung? Guswanto menyampaikan, kecepatan angin maksimum pada siklon tropis Ewiniar diperkirakan meningkat dalam 24 jam ke depan, namun masih masuk kategori tiga.

    Ia menambahkan, siklon tropis tersebut bergerak ke arah utara-timur laut menjauhi Indonesia.

    Menurut perkiraan BMKG hingga Selasa (28/5/2024), siklon tropis Ewiniar akan bergerak dengan kecepatan 13 knots atau sekitar 25 kilometer per jam.

    Siklon Tropis Ewiniar tidak memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan

    “Kekuatan 70 knots (130 kilometer/jam), tekanan 875 hPa,” pungkas Guswanto.

  • Antisipasi Kekeringan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

    Antisipasi Kekeringan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

     

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Diantaranya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan Operasi modifikasi cuaca ini perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan awan hujan pada periode transisi sebelum memasuki puncak kemarau.

    Dengan demikian, daerah yang berpotensi mengalami kekeringan dapat mengisi tampungan air atau waduk.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan TNI Angkatan Udara untuk Operasi Modifikasi Cuaca ini.

    Baca: BRIN sebut perlu tim khusus tangani cuaca ekstrem

    “Adanya unit kerja baru Deputi Bidang Modifikasi Cuaca di BMKG menjadikan BMKG akan semakin aktif menjalankan tugas aksi dini mitigasi potensi bencana hidrometeorologi termasuk kekeringan yang bisa berdampak pada berkurangnya ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian dan air baku melalui operasi modifikasi cuaca”, jelas Dwikorita dalam rilisnya.

    Perempuan yang akrab disapa Rita ini menjelaskan OMC akan dilakukan serempak di Pulau Jawa untuk mengisi air di 35 waduk agar pasokan air terutama pada jaringan irigasi pertanian dapat mencukupi selama musim kemarau.

    Kegiatan modifikasi cuaca tersebut telah dilakukan pada 30 Mei 2024 hingga 10 Juni 2024 dengan 4 posko yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

    Baca: Tahun 2024 El Nino belum berakhir

    Dalam pelaksanaannya, sebanyak 4 pesawat jenis CASA 212 milik TNI AU dari Lanud Abd. Rahman Saleh Malang dikerahkan.

    Setiap posko akan bertanggungjawab untuk mengisi waduk/bendungan yang masuk dalam area jangkauan posko tersebut.

    “Posko Bandung akan ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara dan bertanggungjawab untuk pengisian waduk di wilayah Jawa Barat. Posko Jakarta akan ditempatkan di Lanud Halim Perdana Kusuma dan bertanggungjawab terhadap pengisian waduk di Sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten,” urainya.

    Posko Solo akan ditempatkan di Lanud Adi Sumarmo dan bertanggungjawab terhadap pengisian waduk di wilayah Jawa Tengah.

    “Posko Surabaya akan ditempatkan di Lanud Muljono dan bertanggungjawab untuk pengisian waduk di wilayah Jawa Timur,” tambahnya.

    Baca: Imbas kekeringan, petani di Bogor dapat Rp 6 juta

    Rita menjelaskan pelaksanaan OMC ini sesuai dengan arahan dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljo kemudian selanjutnya akan dijadikan sebagai Pilot Project untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca lain di seluruh waduk-waduk yang ada Indonesia.

    Selain untuk mengantisipasi kekeringan, waduk-waduk ini juga untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah.

    sementara itu, Plt. Deputi Modifiaksi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan operasi modifikasi cuaca di pulau Jawa dilakukan serempak.

    Hal ini dengan mempertimbangkan sempitnya window of opportunity (peluang) pertumbuhan awan yang masih memungkinkan untuk disemai agar menjadi hujan.