Tiga Wilayah di Sumbar Masih Berpotensi Hujan Sangat Lebat dalam Sepekan ke Depan

Written by

in

7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur tiga wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang hingga sepekan kedepan.

Kondisi tersebut yang memicu terjadinya banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di tiga wilayah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan  Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers Bencana Hidrometeorologi Sumatra Barat.

Dia menjelaskan berdasarkan analisa BMKG per tanggal 6 Mei 2024 telah terdeteksi adanya pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Aceh yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif.

Baca: Banjir di Sumatera Barat, 27 orang tewas

“Merespons hal tersebut, BMKG di hari yang sama langsung menerbitkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berujung bencana hidro-meteorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di Sumatra Barat,” terang Dwikorita.

Informasi dalam bentuk peringatan dini tersebut, kata dia, sangat penting untuk ditindak lanjuti oleh pihak-pihak terkait yang berwenang melakukan upaya mitigasi.

Hal ini untuk mengurangi risiko bencana di Sumatra Barat, khususnya di daerah rawan bencana seperti di bantaran sungai, pegunungan dan perbukitan, selama periode mulai dari tanggal 9-12 Mei 2024.

Pada kesempatan itu perempuan yang akrab disapa Rita ini juga mengajak warga mewaspadai lahar dingin yang berasal dari material erupsi Gunung Marapi beberapa waktu.

Baca: Banjir di Sulawesi Selatan, 8 orang tewas

Material tersebut masih mengendap di lereng bagian atas gunung, kemudian hanyut terbawa air hujan ke arah hilir, hingga menerjang tiga kabupaten yang berada di sekitarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir bandang melanda sejumlah kabupaten di Sumatra Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam menewaskan 41 orang.

BPBD Sumbar di Padang mengungkapkan 41 orang warga yang menjadi korban meninggal dunia itu sebanyak 19 orang di Kabupaten Agam, 15 orang di Kabupaten Tanah Datar dan 7 orang di Kota Padang Panjang.

Rita juga memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi bakal terjadi hingga tanggal 22 Mei 2024 atau selama sepekan ke depan.

Baca: Banjir di Sumatera Barat, Walhi nilai pemerintah lalai

“Prospek cuaca selama satu pekan ke depan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” katanya.

Hasil analisa BMKG, lanjutnya, hingga tanggal 13 Mei 2024 berpotensi terjadinya hujan dengan intesitas sedang hingga lebat.

Sedangkan, pada tanggal 14 Mei diperkirakan ada penurunan intensitas hujan menjadi ringan, lalu pada tanggal 15-17 Mei 2024 diprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan lagi hingga tanggal 22 Mei 2024.

“Artinya kewaspadaan terhadap terjadinya banjir lahar hujan, juga Galodo atau banjir bandang serta longsor ini masih akan berlanjut paling tidak hingga tanggal 17-22 Mei atau sepekan ke depan. Maka, masyarakat dihimbau untuk menghindar atau menjauhi lereng-lereng bukit atau gunung yang rawan longsor,” jelas Rita.

Baca: Begini cara Pemprov DKI tangani banjir

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memonitor informasi BMKG, dengan memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini yang selalu dikeluarkan resmi BMKG setiap hari.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG merekomendasikan untuk dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Sumbar.

Menurut dia, TMC dengan cara menabur zat NaCl atau garam ke langit menggunakan pesawat, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan potensi cuaca ekstrem.

Reporter: Nurakhmayani

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *