Tag: palestina

  • Rakyat Palestina Berduka Atas Pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh

    Rakyat Palestina Berduka Atas Pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh

    7cloud.asia – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan kepala biro politik kelompok Hamas, Ismail Haniyeh, dan menyebutnya sebagai “tindakan pengecut”.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita WAFA, Rabu (31/7/2024), Presiden Abbas menyerukan kepada rakyat Palestina “untuk bersatu, bersabar, dan tabah dalam menghadapi pendudukan Israel.”

    Gerakan Fatah yang dipimpin oleh Presiden Abbas, juga mengecam pembunuhan Ismail Haniyeh yang diduga dilakukan Israel.

    Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein al-Sheikh juga mengutuk pembunuhan Ismail Haniyeh.

    Baca: Pemimpin Ismail Haniyeh tewas dalam serangan ke kediamannya di Teheran

    Ia mengatakan pembunuhan tersebut mendorong rakyat Palestina untuk lebih tabah dalam menghadapi pendudukan Israel, dan perlunya persatuan di antara faksi-faksi Palestina.

    Kepala Partai Inisiatif Nasional Palestina Mustafa Barghouti berduka atas kematian Haniyeh dan mengecam Israel karena melakukan “kejahatan keji” tersebut.

    “Rakyat Palestina hari ini kehilangan seorang pemimpin patriot pemberani, yang dikenal karena integritas dan keterusterangannya, dan karena kepeduliannya yang jujur terhadap persatuan nasional,” kata Barghouti dalam sebuah pernyataan.

    Kelompok pejuang Hamas mengumumkan pada Rabu (31/7/2024) pagi bahwa Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel di kediamannya di Ibu Kota Teheran.

    Baca: Hamas dan Fatah sepakat bersatu

    “Hamas berduka cita atas meninggalnya … sang martir, Mujahid Ismail Haniyeh, kepala gerakan ini, yang tewas dalam serangan berbahaya Zionis di kediamannya di Teheran setelah menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran,” kata mereka dalam sebuah pernyataan di Telegram.

    Sementara, Israel belum membuat pengumuman langsung tentang pembunuhan tersebut.

    Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan pada Rabu (31/7/2024) pagi waktu setempat menyatakan bahwa Haniyeh dan salah satu pengawalnya tewas ketika kediaman mereka diserang di Teheran.

    Pernyataan itu mengatakan serangan terhadap Ismail Haniyeh itu sedang diselidiki dan hasilnya akan diumumkan pada hari berikutnya.

    Baca: Kebijakan Israel di Tepi Barat ancam solusi dua negara

    Televisi milik Pemerintah Iran melaporkan bahwa penyelidikan terhadap pembunuhan Kepala Biro Politik kelompok perlawanan Palestina, Hamas, Ismail Haniyeh, masih berlangsung.

    Sumber:Antaranews.com/Wafa-Anadolu-OANA

     

  • Dikecam! Tentara Israel Ramai-ramai Perkosa Tahanan Palestina

    Dikecam! Tentara Israel Ramai-ramai Perkosa Tahanan Palestina

    7cloud.asia – Media penyiaran publik Israel KAN melaporkan seorang tahanan Palestina diperkosa beramai-ramai oleh tentara Israel di Penjara Sde Teiman di gurun Negev Israel selatan.

    Menurut laporan KAN mengutip sumber keamanan pada Senin (29/7), tahanan tersebut dibawa ke rumah sakit dengan luka parah di bagian tubuh intimnya yang membuatnya tidak dapat berjalan.

    Penyidik Kepolisian Israel pun tiba di fasilitas penahanan tersebut untuk menahan para tentara yang terlibat dalam pemerkosaan tersebut.

    Baca: Palestina minta dunia dan PBB tinjau ulang hubungan dengan Israel

    Menurut Radio Angkatan Darat Israel, 10 tentara ditahan untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan atas penyiksaan yang mengerikan tersebut.

    Sebelumnya, beberapa laporan muncul mengenai pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina di fasilitas terkenal itu sejak dimulainya serangan Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

    Saat ini, Mahkamah Agung Israel sedang mempertimbangkan petisi yang diajukan oleh organisasi hak asasi manusia Israel untuk menutup penjara Sde Teiman, tempat para tahanan Palestina dari Gaza menghadapi penyiksaan dan pengabaian medis.

    Tentara Israel diyakini telah menahan ribuan warga Palestina, termasuk wanita, anak-anak, dan petugas medis sejak 7 Oktober 2023.

    Baca: Jika serangan Israel berlanjut, Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Israel telah membebaskan puluhan tahanan Palestina dari Gaza dalam kondisi kesehatan yang memburuk dengan tubuh dipenuhi bekas luka penyiksaan.

    Melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

    Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza menanggapi serangan para pejuang kemerdekaan Palestina dari Kelompok Hamas ke wilayah yang didudukinya pada 7 Oktober 2023.

    Baca: Hampir 38 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel

    Lebih dari 39.360 warga Palestina telah terbunuh sejak saat itu, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 90.900 orang terluka, lapor otoritas kesehatan setempat.

    Selama sembilan bulan lebih perang Israel-Palestina berlangsung, sebagian besar wilayah Jalur Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang putusan terakhirnya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserang pada 6 Mei.

    Sumber : Anadolu

  • Dubes Palestina: Hanya Akan Ada Satu Pemerintahan di Palestina

    Dubes Palestina: Hanya Akan Ada Satu Pemerintahan di Palestina

    7cloud.asia – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menegaskan bahwa hanya akan ada satu pemerintahan di Palestina.

    “Gaza, Tepi Barat, Yerusalem (adalah) satu kesatuan (dari Palestina),” kata Dubes Zuhair saat memberikan keterangan pers bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Senin (5/8/2024).

    Dubes Zuhair mengatakan bahwa rakyat Palestina sudah lama berada di tanah Palestina itu dibandingkan dengan Israel, tetapi hukum internasional memutuskan untuk menjadikan tanah tersebut sebagai dua negara.

    “Kami (Palestina) akhirnya menerimanya (solusi dua negara), tapi mereka menolak kami sampai sekarang,” ujar Dubes Zuhair.

    Mengenai tewasnya kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, Dubes Zuhair mengatakan bahwa Israel tidak akan berhenti sampai situ saja.

    Baca: Pesan terakhir Ismail Haniyeh sebelum tewas

    Zuhair menambahkan bahwa kebijakan Israel adalah terus membunuh orang lebih banyak orang Palestina.

    Meski begitu, Dubes Zuhair melanjutkan, Palestina akan tetap terus berjuang melanjutkan upaya dan kebijakan Palestina.

    Sebelumnya saat mengikuti shalat gaib untuk Ismail Haniyeh di Jakarta, Jumat (2/8/2024), Zuhair mengatakan, saat ini rakyat Palestina sedang mengalami masa-masa sulit dan sedang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya.

    “Kami semua sedang bersedih atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di Palestina. Kami semua bersedih dengan banyaknya orang yang gugur di Palestina, hancurnya Gaza dan Palestina. Ini semua dilakukan oleh zionis Israel yang dibantu Amerika,” katanya.

    Shalat gaib di Masjid Istiqlal itu juga dihadiri sejumlah duta besar asing lainnya untuk Indonesia, yakni Duta Besar Iran, Dubes Afghanistan dan Dubes Rwanda.

    Baca: Palestina mengutuk pembunuhan Ismail Haniyeh

    Zuhair menegaskan bahwa rakyat Palestina akan senantiasa bertahan untuk berjuang melawan penjajahan.

    “Kami sedang berjuang, namun kami menghadapi tantangan dari Israel yang mana mereka telah membunuh tokoh-tokoh kami. Banyak sekali tokoh yang dibunuh Israel dan yang terakhir Ismail Haniyeh,” ucapnya.

    Pada kesempatan itu, Zuhair juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas sikap dan dukungan terhadap warga Palestina.

    “Yang kami banggakan (masyarakat Indonesia), Insya Allah kami senantiasa tetap berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan tanah Palestina,” katanya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Israel Serang Sekolah di Gaza, 100 Orang Lebih Terbunuh

    Israel Serang Sekolah di Gaza, 100 Orang Lebih Terbunuh

    7cloud.asia – Lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel terbaru terhadap sebuah sekolah yang dipadati pengungsi di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (10/08/2024).

    Serangan udara oleh Israel tersebut, menurut laporan Al Jazeera, terjadi di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Gaza City timur, kira-kira pada waktu shalat Subuh.

    Ratusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut turut terluka dalam serangan Israel itu.

    Baca: Israel gempur Khan Younis

    Pihak Israel berdalih serangan tersebut mereka luncurkan karena sekolah itu merupakan “markas militer” kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Merespons insiden tersebut, pusat informasi Palestina menyatakan bahwa rezim zionis Israel dan Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas pembantaian yang mengerikan tersebut.

    Badan informasi tersebut juga mendesak komunitas internasional bertindak dan mengutuk pembunuhan brutal yang dilakukan Israel.

    Baca: Tentara Israel perkosa tahanan Palestina

    Selain pada sekolah tersebut, sejumlah media turut mewartakan setidaknya 10 warga Palestina juga meninggal dalam serangan udara Israel yang berbeda di bagian utara dan tengah Jalur Gaza di hari yang sama.

    Agresi Israel di Jalur Gaza yang tak kunjung henti sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 40.000 warga Palestina meninggal dunia.

    Gempuran Israel tersebut juga menghancurkan 70 persen bangunan rumah dan infrastruktur lain di Gaza, serta menyebabkan bencana kelaparan yang mengancam nyawa rakyat Palestina yang masih bertahan hidup.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Israel Serang Sekolah Hingga Ratusan Orang Terbunuh, Amerika Harus Ikut Bertanggung Jawab

    Israel Serang Sekolah Hingga Ratusan Orang Terbunuh, Amerika Harus Ikut Bertanggung Jawab

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS) harus bertanggung jawab atas serangan Israel di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Kota Gaza, yang telah membunuh lebih dari 100 orang.

    “Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas pembantaian ini karena dukungan finansial, militer, dan politik mereka kepada Israel,” kata Kepresidenan Palestina dalam pernyataannya di media sosial pada Sabtu (10/08/2024).

    Serangan Israel tersebut sebagai bagian dari tindakan sistematis untuk memusnahkan rakyat Palestina. Mereka setiap hari selalu melakukan pembunuhan.

    Baca: Israel gempur Khan Younis

    Serangan Israel tersebut dilakukan tak lama setelah pemerintah AS menyuntikkan dana tambahan sebesar 3,5 miliar dolar AS (sekitar Rp55,8 triliun) kepada militer Israel.

    “Bantuan tersebut dikucurkan pada saat yang sama dengan serangan parah ini, yang membuktikan keterlibatan AS dalam genosida yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan itu.

    Palestina akan mendesak AS untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya, berhenti membunuh warga Palestina yang tidak bersalah, dan mematuhi hukum dan norma internasional.

    “AS harus segera mengakhiri dukungan tanpa syaratnya kepada Israel, yang menyebabkan tewasnya ribuan orang tak bersalah, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia,” kata pernyataan itu.

    Baca: Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    Sebelumnya diwartakan lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel terbaru terhadap sebuah sekolah yang dipadati pengungsi di Jalur Gaza, Palestina.

    Serangan udara oleh Israel tersebut, menurut laporan Al Jazeera, terjadi di sebuah sekolah di kawasan Daraj, Gaza City timur, kira-kira pada waktu shalat Subuh.

    Ratusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut turut terluka dalam serangan Israel itu.

    Pihak Israel berdalih serangan tersebut mereka luncurkan karena sekolah itu merupakan “markas militer” kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

     

  • Hamas: Perundingan Gencatan Senjata Harus Didasarkan pada Pembicaraan yang Telah Ada

    Hamas: Perundingan Gencatan Senjata Harus Didasarkan pada Pembicaraan yang Telah Ada

    7cloud.asia – Kelompok Hamas pada Minggu (11/8/2024) meminta para mediator agar mengemukakan rencana berdasarkan pembicaraan terdahulu dan bukannya terlibat dalam negosiasi baru untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

    Pekan lalu, para pemimpin (Amerika Serikat) AS, Mesir dan Qatar meminta Israel dan Hamas untuk bertemu guna melakukan perundingan pada Kamis (15/8/2024) di Kairo, Mesir atau Doha, Qatar.

    Perundingan antara Hamas-Israel ini untuk diharapkan dapat menuntaskan perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.

    Israel mengatakan akan mengirimkan perunding untuk ambil bagian dalam pertemuan membahas gencatan senjata di Gaza tersebut.

    Hamas pada awalnya mengatakan sedang mempelajari tawaran tersebut tetapi sekarang mengisyaratkan bahwa pihaknya mungkin tidak akan ikut dalam babak pembicaraan baru.

    “Hamas meminta para mediator agar mengemukakan rencana untuk menerapkan apa yang telah disepakati oleh Hamas pada 2 Juli 2024, berdasarkan visi Biden dan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Meski sepakat berunding Israel tetap gempur Gaza

    “Para mediator harus memberlakukan hal ini terhadap pihak penjajah (Israel) bukannya melanjutkan babak perundingan atau proposal baru yang akan menutupi agresi Israel dan memberinya lebih banyak waktu untuk melanjutkan genosidanya terhadap rakyat kami,” kata pernyataan Hamas itu.

    Pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang diduga dilakukan Israel dan dipilihnya terpilihnya Yahya Sinwar menjadi pemimpin baru Hamas, membuat sejumlah pihak mengkhawatirkan masa depan gencatan senjata di Gaza.

    Nicholas Heras dari New Lines Institute, dikutip VOA Indonesia mengatakan bahwa dipilihnya Yahya Sinwar dengan suara bulat sebagai kepala politik baru Hamas menunjukkan bahwa Gaza kini menjadi pusat perhatian, dan bukan Qatar, tempat para pemimpin politik itu bermarkas.

    Lebih lanjut Heras mengatakan, dengan dipilihnya Sinwar Hamas membuat pernyataan yang sangat jelas bahwa jalan bagi Hamas menguasai Gaza dan pada dasarnya Hamas, adalah bersedia berjuang sampai titik darah penghabisan.

    Pesan Hamas ini disampaikan kepada seluruh dunia, tidak hanya kepada Israel, Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir

    Baca: Iran akan serang Israel dalam waktu dekat

    Menurut Hemas, ini sangat pahit, tidak hanya bagi kelangsungan hidup Hamas sebagai sebuah organisasi, tetapi dari sudut pandang Hamas bagi masa depan rakyat Palestina.

    ”Hamas memberi isyarat kepada Israel dan siapa pun yang bekerja dengan mereka bahwa tidak bisa memisahkan Gaza dan masa depan Gaza dari Hamas,” jelasnya.

    Israel meluncurkan serangannya terhadap Gaza setelah para anggota Hamas menyerbu bagian selatan Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang, kebanyakan warga sipil dan menangkap lebih dari 250 orang sandera, menurut penghitungan Israel.

    Sejak itu, hampir 40 ribu orang Palestina telah tewas dalam ofensif Israel di Gaza. Menurut kementerian kesehatan Gaza, puluhan ribu warga Palestina terluka dan ratusan ribu lainnya harus tinggal di pengungsian.

  • PBB: 84 Persen Jalur Gaza di Bawah Perintah Evakuasi Israel

    PBB: 84 Persen Jalur Gaza di Bawah Perintah Evakuasi Israel

    7cloud.asia – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti luasnya perintah evakuasi militer Israel di Jalur Gaza dengan mengatakan perintah tersebut mencakup hampir 84 persen wilayah kantong tersebut.

    “Secara total, sekitar 305 kilometer persegi atau hampir 84 persen dari Jalur Gaza, telah ditempatkan di bawah perintah evakuasi oleh militer Israel,” kata wakil juru bicara PBB, Farhan Haq pada konferensi pers, Senin (12/8/2024).

    Dengan mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Haq mengatakan pengeboman dan agresi Israel yang berlanjut di Gaza terus membunuh, melukai, dan menggusur warga Palestina.

    Agresi militer Israel juga merusak dan menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menjadi andalan warga Gaza.

    Dua perintah evakuasi, lanjutnya, dikeluarkan oleh militer Israel selama akhir pekan untuk Kota Khan Younis, sebagian besar untuk daerah-daerah yang sebelumnya telah ditempatkan di bawah perintah evakuasi.

    Baca Juga: Sepakat untuk Berunding, Israel Malah Gempur Khan Younis

    Perintah tersebut telah berdampak pada sekitar 23 lokasi pengungsian, 14 fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan, serta empat fasilitas pendidikan.

    Haq juga menyebutkan bahwa akses pasokan bantuan ke Gaza sangat dibatasi karena ada serangan aktif, kendala akses, tingkat ketidakamanan yang tinggi, kurangnya ketertiban dan keselamatan publik, serta faktor-faktor lainnya.

    Ketika ditanya apakah genosida sedang terjadi di Gaza, Haq mengatakan harus ada putusan pengadilan yang sesuai untuk menyebut suatu tindakan sebagai genosida.

    Saat mengacu pada pernyataan sebelumnya mengenai situasi di seluruh Jalur Gaza, dia mengatakan “angka-angka ini mengkhawatirkan untuk konflik apa pun di mana pun”.

    Baca Juga: WSJ: Iran Akan Serang Israel dalam Waktu Dekat

    Lebanon
    Terkait lonjakan pengungsi di Lebanon sejak 23 Juli, Haq menyampaikan kekhawatiran mendalam PBB atas peningkatan jumlah kematian warga sipil serta pengungsian di tengah konflik yang memanas.

    “Selama sebulan terakhir, jumlah warga sipil yang terbunuh telah meningkat 20 persen, menjadi total 120 sejak Oktober dengan hampir setengahnya adalah perempuan dan anak-anak,” katanya, mengutip OCHA.

    Jumlah pengungsi telah meningkat hampir empat persen sejak 23 Juli dan berdampak pada sekitar 102.000 orang, menurut Haq.

    “PBB mendesak semua pihak untuk menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional dengan menekankan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi setiap saat,” ujarnya.

    Sumber : Antaranews.com/Anadolu

  • Iran Syaratkan Gencatan Senjata sebagai Cara Tunda Respons Iran terhadap Israel

    Iran Syaratkan Gencatan Senjata sebagai Cara Tunda Respons Iran terhadap Israel

    7cloud.asia – Tiga pejabat senior Iran mengatakan bahwa hanya kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dapat mencegah Iran melakukan pembalasan langsung terhadap Israel.

    Mereka mengaitkan potensi respons dengan kematian pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di wilayah tersebut. Gencatan senjata di Gaza diharapkan berlangsung pada pekan ini.

    Iran bertekad untuk memberikan respons tegas terhadap pembunuhan Haniyeh, yang terjadi saat kunjungannya ke Teheran akhir bulan lalu. Israel dituding berada di balik pembunuhan itu.

    Namun, Israel belum mengonfirmasi atau membantah mengenai keterlibatannya. Untuk memperkuat pertahanan Israel, Angkatan Laut AS telah mengerahkan kapal perang dan kapal selam ke Timur Tengah.

    Seorang pejabat keamanan senior Iran mengungkapkan bahwa Iran, bersama sekutunya seperti Hizbullah, akan melancarkan serangan langsung jika pembicaraan tentang Gaza gagal atau jika Israel dianggap menunda negosiasi.

    Pejabat tersebut tidak menyebutkan berapa lama Iran akan menunggu sebelum mengambil tindakan.

    Baca: Balasan Iran ke Israel diperkirakan akan segera dilakukan

    Dengan meningkatnya risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah setelah pembunuhan Haniyeh dan komandan Hizbullah Fuad Shukr, Iran terlibat dalam dialog intensif dengan negara-negara Barat dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir mengenai cara mengatur pembalasan.

    Sumber-sumber tersebut, yang berbicara secara anonim karena sensitivitas masalah ini, mengungkapkan informasi itu.

    Duta besar AS untuk Turki mengonfirmasi lewat pernyataan pada Selasa bahwa Washington telah meminta sekutunya untuk membantu meyakinkan Iran untuk meredakan ketegangan di kawasan.

    Tiga sumber pemerintah regional menjelaskan bahwa percakapan dengan Teheran dilakukan untuk menghindari eskalasi menjelang perundingan gencatan senjata Gaza yang dijadwalkan mulai Kamis di Mesir atau Qatar.

    “Kami berharap respons kami akan dilakukan tepat waktu dan dengan cara yang tidak mengancam kemungkinan gencatan senjata,” kata misi Iran untuk PBB dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

    Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa menyatakan bahwa seruan untuk menahan diri “bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.”

    Baca: Iran bertekad membalas pembunuhan Ismail Haniyeh

    Kementerian Luar Negeri Iran dan Korps Garda Revolusi tidak segera menanggapi pertanyaan untuk berita ini. Kantor Perdana Menteri Israel dan Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi pertanyaan.

    “Sesuatu dapat terjadi minggu ini oleh Iran dan proksinya… Itu adalah evaluasi AS dan juga Israel,” kata juru bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan pada Senin.

    “Jika ada kejadian pada minggu ini, hal tersebut bisa mempengaruhi pembicaraan yang kami rencanakan digelar pada Kamis,” tambahnya.

    Pada akhir pekan lalu, Hamas meragukan apakah pembicaraan akan dilanjutkan. Israel dan Hamas telah melakukan beberapa putaran pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tanpa berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata.

    Banyak pengamat Israel yang percaya bahwa Iran akan memberikan responsnya segera setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Iran akan “memberi hukuman berat” kepada Israel atas serangan di Teheran.

    Kebijakan regional Iran diputuskan oleh Garda Revolusi yang elite, yang langsung melapor kepada Khamenei, pemimpin tertinggi negara tersebut.

    Baca: Ini syarat yang diajukan Hamas untuk perundingan gencatan senjata

    Sejak dilantik bulan lalu, presiden baru Iran yang relatif moderat, Masoud Pezeshkian, terus menegaskan sikap anti-Israel dan dukungannya terhadap gerakan perlawanan di seluruh wilayah.

    Menurut dua sumber, Iran sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan seorang perwakilan ke perundingan gencatan senjata, yang akan menjadi yang pertama sejak perang dimulai di Gaza.

    Perwakilan tersebut tidak akan hadir secara langsung dalam pertemuan, tetapi akan terlibat dalam diskusi di balik layar “untuk menjaga jalur komunikasi diplomatik” dengan Amerika Serikat selama negosiasi berlangsung.

    Pejabat di Washington, Qatar, dan Mesir belum memberikan tanggapan mengenai apakah Iran akan memainkan peran tidak langsung dalam perundingan.

    Dua sumber senior yang dekat dengan Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa Teheran akan memberi kesempatan pada negosiasi tersebut, tetapi tetap akan melanjutkan niatnya untuk membalas.

    Menurut salah satu sumber, gencatan senjata di Gaza akan memberi Iran alasan untuk merespons dengan cara yang lebih terbatas dan bersifat “simbolis.”

    Sumber: VOA Indonesia

  • Serangan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat Terus Meningkat

    Serangan terhadap Warga Palestina di Tepi Barat Terus Meningkat

    7cloud.asia – Warga Palestina di Tepi Barat mengeluhkan kekerasan yang semakin meningkat dan intensitas serangan dari pemukim di daerah-daerah seperti Huwara atau Burqa.

    Kedua wilayah pemukiman warga Palestina tersebut sering menjadi sasaran serangan, sehingga sering mengejutkan penduduknya.

    Warga menyatakan, mereka sudah pernah mengalami serangan sebelumnya, tetapi tidak dengan tingkat kekerasan dan terorganisasi seperti ini. Apa yang terjadi bukanlah tindakan dari empat atau lima pemukim yang sekadar ingin menyerang.

    “Ini adalah sesuatu yang terorganisasi; mereka merencanakannya selama beberapa hari, dilengkapi dengan senjata, gas air mata, semprotan merica, pisau, dan berbagai jenis senjata lainnya,” tutur Hassan Orman, seorang warga yang menyaksikan serangan tersebut.

    Meskipun militer Israel mengutuk serangan tersebut, dan mengatakan telah menangkap satu orang. Penduduk setempat mengatakan butuh waktu sekitar satu jam bagi pasukan keamanan pertama untuk tiba di tempat kejadian.

    Baca Juga: Dubes Palestina: Hanya Akan Ada Satu Pemerintahan di Palestina

    “Jika ada orang dari desa yang pergi ke permukiman, mereka akan sampai di sana dalam hitungan menit,” kata Saddam Kahder (40 tahun).

    Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia sering menuduh pasukan Israel hanya berdiam diri saat terjadi serangan.

    Bahkan mereka dituduh ikut ambil bagian dalam serangan tersebut. Selain itu, tindakan hukum terhadap pemukim yang melakukan kekerasan sangat jarang terjadi.

    “Bagaimana mungkin geng-geng teroris ini memobilisasi 100 anggotanya … dan menyerang desa Palestina jika mereka tidak merasa terlindungi,” kata Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sebuah pernyataan.

    Dalam laporan bulan Januari, Yesh Din, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel yang memantau kekerasan pemukim, menyebutkan bahwa analisis terhadap 1.664 berkas investigasi dari 2005 hingga 2023 menunjukkan hampir 94 persen berkas tersebut ditutup tanpa ada dakwaan.

    Baca Juga: Rakyat Palestina Berduka Atas Pembunuhan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh

    Namun, seiring dengan meningkatnya tekanan global terhadap Israel akibat perang Gaza yang berlangsung selama 11 bulan, kesabaran sekutu-sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat, semakin menipis karena insiden-insiden yang memicu kemarahan mendalam di negara-negara mereka.

    Banyak pihak, termasuk Amerika Serikat, mulai menjatuhkan sanksi kepada individu-individu terkait. Mereka menghadapi tekanan untuk mengambil tindakan lebih lanjut dalam mengekang perluasan permukiman.

    Perluasan tersebut mengancam wilayah yang diinginkan Palestina sebagai inti dari negara merdeka di masa depan, yang merupakan bagian penting dari solusi dua negara yang didorong oleh negara-negara Barat.

    Sebagian besar negara menganggap permukiman yang dibangun di atas tanah yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 sebagai tindakan ilegal.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Konflik di Gaza Berlanjut, 113 Jurnalis Tewas

    Konflik di Gaza Berlanjut, 113 Jurnalis Tewas

    7cloud.asia – Sedikitnya 113 jurnalis dan pekerja media telah tewas sejak dimulainya konflik antara Israel dan Gaza, menjadikannya periode paling mematikan yang pernah tercatat sejak 1992, kata Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) pada Selasa.

    “Hingga 20 Agustus 2024, penyelidikan awal CPJ menunjukkan bahwa setidaknya 113 jurnalis dan pekerja media termasuk di antara lebih dari 41.000 orang yang tewas sejak perang dimulai,” kata CPJ dalam laporan terbaru dan sementara tentang jurnalis di masa perang.

    Laporan itu juga menyebutkan, periode perang Israel itu menjadikannya periode paling mematikan bagi jurnalis sejak CPJ mulai mengumpulkan data pada 1992. CPJ menyebutkan bahwa mereka yang tewas termasuk 108 warga Palestina, dua warga Israel, dan tiga warga Lebanon.

    Baca: Tentara Israel tutup Rafah, 1000 anak meninggal

    Selain itu, 32 jurnalis terluka, dua orang hilang, dan 52 lainnya dideportasi atau ditangkap.

    Wartawan sering menjadi korban serangan, serangan siber, dan sensor, tambahnya.

    Pada Selasa sebelumnya, kantor media pemerintah Gaza mengatakan bahwa menurut perhitungannya sendiri, sekitar 170 jurnalis telah tewas di zona konflik akibat serangan Israel.

    Korban terbaru adalah jurnalis Hamza Abd Ar-Rahman Mutarja, yang bekerja di wilayah tersebut dengan sejumlah media.

    Baca: Sebanyak 100 orang lebih terbuh akibat serangan Israel ke sekolah di Gaza

    Pada 7 Oktober 2023, Israel mengalami serangan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Jalur Gaza, di mana para pejuang Hamas menyusup ke wilayah perbatasan, menembaki militer dan warga sipil, serta menyandera mereka.

    Otoritas Israel mengatakan bahwa sekitar 1.200 orang tewas selama serangan tersebut.

    Pasukan Pertahanan Israel meluncurkan Operasi Pedang Besi di Jalur Gaza dan mengumumkan blokade penuh terhadap wilayah tersebut.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober tahun 2023 telah melebihi 40.000 orang.

    Sumber : Sputnik