Tag: Israel

  • Jika Serangan Israel Tak Dihentikan, Lebih dari 1 Juta Warga Palestina Kelaparan

    Jika Serangan Israel Tak Dihentikan, Lebih dari 1 Juta Warga Palestina Kelaparan

    7cloud.asia – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada Rabu (5/6/2024) menyatakan bahwa lebih dari satu juta warga Palestina di Jalur Gaza terancam maut dan kelaparan.

    Hal ini dapat terjadi jika hingga pertengahan Juli situasi kemanusiaan tak kunjung membaik.

    Dalam laporan yang berjudul “Laporan Titik Rawan Kelaparan: Bencana kelaparan membayangi Gaza dan risiko kelaparan masih ada di Sudan, Haiti, Mali, dan Sudan Selatan” tersebut, FAO menyoroti dampak buruk sejumlah konflik terhadap kondisi kemanusiaan, termasuk di Palestina.

    “Konflik yang terjadi di Palestina diperkirakan akan semakin memperburuk kelaparan akut yang sudah parah, terlebih dengan kelaparan dan kematian yang terjadi, begitu pula dengan jumlah korban tewas yang meningkat, kehancuran yang luas, dan terusirnya hampir seluruh populasi Jalur Gaza,” demikian menurut FAO, mengutip laporan tersebut.

    Baca: Israel serang warga Palestina yang antre makanan di Gaza, puluhan orang tewas

    Laporan tersebut menyatakan pada pertengahan Maret 2024, bencana kelaparan diperkirakan terjadi di dua daerah di Gaza utara pada akhir Mei jika peperangan tidak berhenti, bantuan kemanusiaan tidak terjamin, dan layanan masyarakat yang penting di sana tidak pulih.

    “Lebih dari satu juta orang — setengah populasi Gaza — terancam kematian dan kelaparan pada pertengahan Juli,” ucap laporan itu.

    Selain menyoroti potensi bencana kemanusiaan di Jalur Gaza, laporan tersebut juga memperingatkan kemungkinan meluasnya dampak konflik hingga lingkup kawasan, yang dapat memperburuk kondisi keamanan pangan di Lebanon dan Suriah.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza yang terus berlanjut sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 36.500 warga sipil, yang sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 83.000 jiwa.

    Baca: Serangan Israel tewaskan lebih dari 15 ribu anak

    Menurut PBB, serangan Israel itu menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur di Gaza rusak dan hancur.

    Selain itu, serangan Israel juga menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

    Dalam putusan terbarunya, Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan agresinya ke kota Rafah di Gaza selatan, tempat lebih dari satu juta warga sipil mengungsi dari perang.

    Sumber: Anadolu

  • Pasukan Israel Serang Sekolah UNRWA di Gaza, 39 Pengungsi Tewas

    Pasukan Israel Serang Sekolah UNRWA di Gaza, 39 Pengungsi Tewas

    7cloud.asia – Pasukan Israel kembali menyerang instalasi milik milik badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA pada Kamis (6/6/2024).

    Kali ini serangan Israel menyasar sebuah sekolah yang dikelola UNRWA dan menampung ribuan pengungsi di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.

    Sedikitnya 39 pengungsi Palestina meninggal akibat serangan udara Israel ke sekolah milik UNRWA tersebut.

    Dalam pernyataannya pada Kamis (6/6/2024), otoritas media pemerintah Gaza menyatakan, serangan pasukan Israel terhadap sekolah milik UNRWA itu turut menyebabkan puluhan warga lainnya cedera.

    Otoritas tersebut menyatakan, “pembantaian” tanpa henti Israel di Jalur Gaza semakin membuktikan Israel tengah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

    Baca: Israel kecilkan prospek gencatan senjata di Gaza

    Pejabat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa turut mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan 39 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

    Jumlah korban tersebut kemungkinan besar bertambah karena masih ada korban-korban lain yang belum dievakuasi ke rumah sakit.

    Sementara, militer Israel mengakui bahwa pihaknya benar melancarkan serangan udara ke sekolah UNRWA di kamp pengungsi Nuseirat.

    Tentara negara Zionis itu mengeklaim bahwa serangan tersebut diarahkan kepada pejuang Hamas yang “bersembunyi” di dalam sekolah itu.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza yang terus berlanjut sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 36.600 warga sipil, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

    Baca: AS desak Israel sepakati gencatan senjata di Gaza

    Agresi militer Israel juga melukai lebih dari 83.000 jiwa, dan hampir sejuta warga Palestina hidup dalam pengungsian.

    Menurut PBB, serangan Israel itu menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur di Gaza rusak dan hancur, serta menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

    Dalam putusan terbarunya, Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan agresinya ke kota Rafah di Gaza selatan, tempat lebih dari satu juta warga sipil mengungsi dari perang.

    Meski demikian, Israel terus bergeming dan justru tetap terus melanjutkan serangannya ke Rafah.

    Sumber: Antara/Anadolu

  • Putin Sebut Kondisi di Jalur Gaza Bukan Perang tetapi Seperti Pemusnahan Massal

    Putin Sebut Kondisi di Jalur Gaza Bukan Perang tetapi Seperti Pemusnahan Massal

    7cloud.asia – Presiden Rusia Vladimir Putin menganggap kondisi di Jalur Gaza saat ini tidak terlihat seperti perang, tetapi lebih seperti pemusnahan massal penduduk sipil di wilayah itu.

    “Apa yang terjadi di Gaza sekarang, dalam menanggapi serangan teroris di Israel, tidak terlihat seperti perang. Yang terlihat adalah seperti penghancuran penduduk sipil habis-habisan,” kata Putin, Rabu (5/6). 

    Ia mengeluarkan pernyataan itu saat pertemuan dengan para perwakilan kantor berita asing di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.

    Washington memonopoli isu penyelesaian krisis Palestina yang menyebabkan situasi saat ini di wilayah kantong tersebut, kata Putin.

    Baca: Israel serang sekolah di Gaza, 39 orang tewas

    “Kami yakin bahwa (situasi) ini akibat kebijakan AS yang memonopoli penyelesaian isu Israel-Palestina dan mengesampingkan semua instrumen internasional yang dibentuk secara khusus untuk mengatasi masalah kompleks ini secara kolektif…” ujarnya. 

    “… Mungkin seseorang di pemerintahan AS percaya bahwa semakin sedikit argumen, maka akan lebih mudah untuk mendapatkan solusi. Tapi mereka jelas-jelas salah,” kata Putin, menambahkan.

    Moskow mengandalkan kontribusi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam mengatasi krisis tersebut, mengingat pengaruh politik baik sang presiden di kawasan dan di dunia Islam.

    Baca: Uni Eropa desak Israel hentikan serangan ke Rafah

    Rusia akan melakukan apa pun untuk membantu Erdogan, kata Putin.

    Putin juga menyatakan bahwa Rusia menentang segala bentuk terorisme.

    “Tentu saja, kami menentang segala bentuk terorisme, termasuk serangan terhadap warga sipil di mana pun dan di negara mana pun,” katanya.

    Lebih lanjut, Putin menegaskan bahwa kebijakan Rusia terkait Jalur Gaza tidak bergantung pada situasi politik dan tidak bergeser sejak masa Soviet, mengingat bahwa Uni Soviet mengakui negara Palestina sejak 1988.

    Sumber: Sputnik

  • AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh

    AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh

    7cloud.asia – Amerika Serikat memperingatkan bahwa Israel akan melihat dampak negatif yang “besar” jika Otoritas Palestina runtuh.

    Dalam pernyataanya pada Kamis (6/6/2024), AS kembali menekan Israel yang menjadi sekutunya itu agar membiarkan Palestina menerima pendapatannya.

    “Kami telah menjelaskan kepada pemerintah Israel dalam beberapa percakapan langsung bahwa tidak ada yang lebih bertentangan dengan kepentingan strategis Israel selain runtuhnya Otoritas Palestina,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller kepada wartawan.

    Meski mengakui kekurangan pemerintahan yang berbasis di Ramallah itu, Otoritas Palestina, kata Miller, telah membantu menjaga stabilitas di Tepi Barat sementara perang berkecamuk di Gaza, yang selama bertahun-tahun dikuasai saingannya, Hamas.

    Baca: Kondisi Gaza disebut sebagai upaya pemusnahan massal

    “Jika Otoritas Palestina runtuh dan ketidakstabilan menyebar di Tepi Barat, itu bukan hanya masalah bagi rakyat Palestina, tetapi juga merupakan ancaman keamanan yang sangat besar bagi negara Israel.”

    Berdasarkan perjanjian perdamaian pada 1990-an, Israel menggalang dana untuk Otoritas Palestina, yang menjalankan otonomi terbatas di beberapa bagian Tepi Barat.

    Israel kemudian menyerahkan uang tersebut ke Otoritas Palestina.

    Namun, Israel telah memblokir uang itu sejak Hamas melakukan serangan besar-besaran di Israel pada 7 Oktober lalu, yang memicu serangan militer balasan tanpa henti.

    Baca: Israel serang sekolah yang tampung pengungsi

    Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich adalah anggota sayap kanan yang mengampanyekan permukiman Yahudi di Tepi Barat.

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah lama mengkritik Otoritas Palestina dan upaya menuju negara Palestina merdeka.

    Bank Dunia baru-baru ini memperingatkan bahwa situasi fiskal Otoritas Palestina telah “memburuk secara dramatis” dan berisiko hancur total.

    Sementara serangan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 36.000 orang, puluhan ribu luka-luka dan jutaan warga Palestina mengungsi. (Sumber: VOA Indonesia).

  • Bahayakan Anak di Daerah Konflik, Israel Masuk Dalam Daftar Hitam PBB

    Bahayakan Anak di Daerah Konflik, Israel Masuk Dalam Daftar Hitam PBB

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan telah memasukkan Israel ke dalam daftar hitam negara dan organisasi yang membahayakan anak-anak di daerah konflik.

    Guterres mengatakan bahwa dirinya telah memberitahukan keputusan tersebut kepada atase pertahanan Israel di Amerika Serikat, Mayor Jenderal Hidai Zilberman.

    Menurut laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, upaya sekuat tenaga Israel untuk membujuk Guterres supaya tidak memasukkan Israel ke daftar hitam tersebut gagal. Televisi Israel Channel 13 juga melaporkan hal ini.

    Baca: Sebanyak 15 ribu anak tewas akibat serangan Israel

    Karena itu, Israel akan disebut dalam daftar hitam yang akan dirilis pekan depan sebagai laporan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, yang akan membahas laporan tersebut pada 26 Juni.

    Bulan lalu, Yedioth Ahronoth dan platform daringnya, Ynet, melaporkan adanya kekhawatiran besar Israel terhadap keputusan tersebut, menyusul sejumlah pernyataan keras Guterres atas Israel.

    Sumber yang dikutip warta tersebut menyebut Sekjen PBB tidak menyukai Israel dan tidak dapat dipengaruhi.

    Israel khawatir daftar hitam yang mencantumkan negaranya tersebut akan berimbas pada embargo senjata.

    Harian Israel tersebut juga mencatat salah satu konsekuensi dari daftar hitam tersebut adalah rusaknya reputasi Israel ketika laporan tersebut direspons komunitas internasional dan dikutip badan PBB.

    Baca: Ratusan ribu anak Palestina tak punya tempat aman

    Sebelumnya, entitas yang tercantum dalam daftar hitam tersebut adalah negara-negara seperti Afghanistan, Mali, Myanmar, Somalia, Sudan, Yaman, dan Suriah, serta organisasi teroris seperti Al Qaida, ISIS, Al Shabaab, dan Boko Haram.

    Laporan yang ditulis oleh Perwakilan Khusus PBB untuk Anak dan Konflik Bersenjata Virginia Gamba tersebut akan merangkum peristiwa tahun 2023, termasuk meningkatnya insiden korban jiwa anak akibat agresi Israel ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

    Data laporan tersebut berasal dari informasi dari organisasi PBB dan sumber lokal. Pencantuman suatu entitas dalam laporan tersebut akan berimbas pada munculnya laporan rinci terhadap entitas itu.

    Dengan demikian, perwakilan khusus PBB tersebut akan membuat laporan spesifik terkait Israel yang akan mereka sampaikan kepada DK PBB.

    Baca: Sebanyak 80 ribu warga Palestina tinggalkan Rafah akibat invasi Israel

    Walau begitu, laporan tersebut tidak eksplisit menyebut Israel atau militer Israel, namun hanya menyebut “pasukan keamanan Israel”.

    Rancangan laporan daftar hitam yang diterima pihak Israel beberapa bulan lalu mencantumkan sejumlah pelanggaran yang telah dilakukannya di Jalur Gaza.

    Diantaranya penggunaan bom di daerah berpenduduk, upaya merekrut anak-anak sebagai informan perang, dan memanfaatkan anak-anak sebagai tameng manusia.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza yang tak kunjung berhenti sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan 36.654 warga Palestina, termasuk 15.500 anak-anak dan 10.300 wanita, terbunuh dan 83.309 lainnya cedera.

    Meski demikian, jumlah tersebut kemungkinan besar bertambah karena ribuan korban lainnya masih terjebak reruntuhan bangunan dan belum dapat dievakuasi akibat ancaman serangan Israel.

    Sumber: WAFA

  • Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina

    Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina

    7cloud.asia – Sedikitnya 210 warga Palestina tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan udara Israel untuk membebaskan empat sandera di Jalur Gaza tengah pada Sabtu (8/6/2024).

    Khalil Al Dakran, Direktur Rumah Sakit Al Aqsa di Deir Al Balah, Gaza tengah, mengatakan kepada Xinhua bahwa banyak warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit tersebut akibat serangan bom Israel yang intens di kamp Nuseirat dan Kota Deir Al Balah.

    Beberapa di antara para korban tersebut dikonfirmasi tewas.

    Warga Palestina yang luka-luka terus berdatangan, membuat rumah sakit tersebut kewalahan di tengah kurangnya tempat tidur, obat-obatan, perlengkapan medis sekali pakai, dan bahan bakar untuk mengoperasikan generator darurat utama, kata Al Dakran.

    Saksi mata Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa pesawat Israel menyasar wilayah tersebut dengan tembakan yang intensif.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh

    Sedangkan tim pertahanan sipil setempat dan ambulans tidak dapat menjangkau beberapa orang yang terluka tepat waktu.

    Menurut narasumber dan saksi mata setempat, asap mengepul dari seluruh wilayah Gaza tengah akibat serangan udara dan pembombardiran artileri yang belum pernah terjadi sebelumnya atas area-area tersebut.

    Narasumber keamanan Palestina mengatakan bahwa bentrokan mematikan terjadi di darat antara militan Palestina dan tentara Israel yang menyerbu kamp Nuseirat di tengah pembombardiran artileri dan serangan udara.

    Tentara Israel menarik diri setelah membunuh beberapa militan. Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Israel menargetkan anak-anak dan perempuan.

    Dia menekankan bahwa rakyat Palestina “tidak akan menyerah, dan kelompok perlawanan akan terus mempertahankan hak-hak mereka.”

    Baca Juga: WHO Sebut 7 Ribu Pasien Palestina Perlu Evakuasi Medis Darurat

    Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa serangan yang diluncurkan di kamp Nuseirat tersebut merupakan kelanjutan dari perang “genosida” terhadap rakyat Palestina.

    Dia menyebut Israel dan pemerintah Amerika harus “bertanggung jawab penuh”.

    Perang ini akan “menghancurkan segalanya dan mendorong segala sesuatunya ke arah yang berbahaya yang tidak akan membuat terwujudnya keamanan atau perdamaian bagi siapa pun,” tutur Abu Rudeina dalam pernyataan pers yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina, WAFA.

    Abu Rudeina meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk menghentikan perang “berdarah” di Gaza ini.

    Tentara, aparat keamanan, dan otoritas intelijen Israel Shin Bet mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa personel mereka telah “menyerang struktur teroris” di wilayah tersebut dan membebaskan empat sandera Israel.

    Baca Juga: Perwakilan 38 Negara Serukan Pengakuan Dua Negara untuk Akhiri Konfik di Palestina

    Pernyataan itu menyebutkan bahwa orang-orang yang diculik tersebut telah diselamatkan dalam keadaan hidup oleh personel Shin Bet dan Unit Kepolisian Khusus dari dua wilayah terpisah di jantung Nuseirat.

    Orang-orang yang diselamatkan tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Tel Hashomer di Israel untuk menjalani pemeriksaan medis, papar pernyataan itu.

    Tentara Israel melakukan serangan berskala besar di Gaza sejak 7 Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

    Dalam serangan Hamas tersebut, sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.

    Usai penyelamatan keempat orang tersebut, 120 warga Israel masih disandera di Jalur Gaza, dengan 43 di antaranya oleh pihak Israel dianggap telah tewas.

    Sumber:Antara/Xinhua

  • Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina

    Serangan Israel untuk Bebaskan 4 Sandera Tewaskan 210 Warga Palestina


    7cloud.asia – Sedikitnya 210 warga Palestina tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka dalam serangan udara Israel untuk membebaskan empat sandera di Jalur Gaza tengah pada Sabtu (8/6/2024).

    Khalil Al Dakran, Direktur Rumah Sakit Al Aqsa di Deir Al Balah, Gaza tengah, mengatakan kepada Xinhua bahwa banyak warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit tersebut akibat serangan bom Israel yang intens di kamp Nuseirat dan Kota Deir Al Balah.

    Beberapa di antara para korban tersebut dikonfirmasi tewas.

    Warga Palestina yang luka-luka terus berdatangan, membuat rumah sakit tersebut kewalahan di tengah kurangnya tempat tidur, obat-obatan, perlengkapan medis sekali pakai, dan bahan bakar untuk mengoperasikan generator darurat utama, kata Al Dakran.

    Saksi mata Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa pesawat Israel menyasar wilayah tersebut dengan tembakan yang intensif.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel, Dampak Negatif Jika Membiarkan Otoritas Palestina Runtuh

    Sedangkan tim pertahanan sipil setempat dan ambulans tidak dapat menjangkau beberapa orang yang terluka tepat waktu.

    Menurut narasumber dan saksi mata setempat, asap mengepul dari seluruh wilayah Gaza tengah akibat serangan udara dan pembombardiran artileri yang belum pernah terjadi sebelumnya atas area-area tersebut.

    Narasumber keamanan Palestina mengatakan bahwa bentrokan mematikan terjadi di darat antara militan Palestina dan tentara Israel yang menyerbu kamp Nuseirat di tengah pembombardiran artileri dan serangan udara.

    Tentara Israel menarik diri setelah membunuh beberapa militan. Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Israel menargetkan anak-anak dan perempuan.

    Dia menekankan bahwa rakyat Palestina “tidak akan menyerah, dan kelompok perlawanan akan terus mempertahankan hak-hak mereka.”

    Baca Juga: WHO Sebut 7 Ribu Pasien Palestina Perlu Evakuasi Medis Darurat

    Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa serangan yang diluncurkan di kamp Nuseirat tersebut merupakan kelanjutan dari perang “genosida” terhadap rakyat Palestina.

    Dia menyebut Israel dan pemerintah Amerika harus “bertanggung jawab penuh”.

    Perang ini akan “menghancurkan segalanya dan mendorong segala sesuatunya ke arah yang berbahaya yang tidak akan membuat terwujudnya keamanan atau perdamaian bagi siapa pun,” tutur Abu Rudeina dalam pernyataan pers yang diterbitkan oleh kantor berita Palestina, WAFA.

    Abu Rudeina meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk menghentikan perang “berdarah” di Gaza ini.

    Tentara, aparat keamanan, dan otoritas intelijen Israel Shin Bet mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa personel mereka telah “menyerang struktur teroris” di wilayah tersebut dan membebaskan empat sandera Israel.

    Baca Juga: Perwakilan 38 Negara Serukan Pengakuan Dua Negara untuk Akhiri Konfik di Palestina

    Pernyataan itu menyebutkan bahwa orang-orang yang diculik tersebut telah diselamatkan dalam keadaan hidup oleh personel Shin Bet dan Unit Kepolisian Khusus dari dua wilayah terpisah di jantung Nuseirat.

    Orang-orang yang diselamatkan tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Tel Hashomer di Israel untuk menjalani pemeriksaan medis, papar pernyataan itu.

    Tentara Israel melakukan serangan berskala besar di Gaza sejak 7 Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota Israel yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

    Dalam serangan Hamas tersebut, sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.

    Usai penyelamatan keempat orang tersebut, 120 warga Israel masih disandera di Jalur Gaza, dengan 43 di antaranya oleh pihak Israel dianggap telah tewas.

    Sumber:Antara/Xinhua

  • Kantor HAM PBB: Israel dan Hamas Mungkin Lakukan Kejahatan Perang dalam Insiden Nuseirat di Gaza

    Kantor HAM PBB: Israel dan Hamas Mungkin Lakukan Kejahatan Perang dalam Insiden Nuseirat di Gaza

    7cloud.asia – Kantor komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia (HAM) menuduh Israel dan Hamas sama-sama melakukan tindakan yang “mungkin merupakan kejahatan perang”.

    Pernyataan ini diungkapkan Kantor HAM PBB terkait operasi militer Israel untuk membebaskan empat sandera di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza, yang menewaskan lebih dari 200 warga Palestina pada Sabtu (8/6/2024) lalu.

    “Kami sangat terkejut akan dampak operasi pasukan Israel terhadap warga sipil,” kata Jeremy Laurence, juru bicara komisaris tinggi HAM PBB, Selasa (11/6/2024).

    Baca: Operasi Israel bebaskan 4 sandera tewaskan lebih dari 200 warga Palestina

    Ia menambahkan bahwa ratusan warga Palestina, “banyak dari mereka adalah warga sipil, dilaporkan tewas dan terluka.”

    Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, 274 warga Palestina tewas dan 698 terluka di Kamp Pengungsi An Nuseirat dalam serangan Israel itu.

    “Kantor kami juga sangat sedih karena kelompok bersenjata Palestina terus menyandera banyak orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Ini dilarang oleh hukum kemanusiaan internasional,” kata Laurence.

    Ia menambahkan, “Semua tindakan yang dilakukan kedua pihak mungkin merupakan kejahatan perang.”

    Baca: AS peringatkan Israel jika biarkan otoritas Palestina runtuh

    Militer Israel menanggapi kritik terhadap operasinya dengan mengatakan bahwa mereka telah menyerang “ancaman terhadap pasukan kami di wilayah itu”

    Militer Israel juga menyebut, seorang perwira pasukan khusus tewas dalam operasi tersebut.

    Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, tanpa tedeng aling menegur para pengecam dengan mengunggah pernyataan bahwa “hanya musuh-musuh Israel yang mengeluhkan jatuhnya korban teroris Hamas dan kaki tangan mereka.”

    Sekitar 120 sandera Israel dilaporkan masih ditahan Hamas di Gaza, dan 43 orang dinyatakan tewas.

    Baca: PM Israel kecilkan prospek gencatan senjata di Gaza

    Total, 116 dari sekitar 250 sandera yang diculik Hamas dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober, telah dibebaskan.

    Menanggapi “gambar-gambar kematian dan kehancuran yang mengerikan” pasca operasi militer Israel, kepala kemanusiaan PBB Martin Griffiths menggambarkan kamp Pengungsi Nuseirat sebagai “pusat trauma seismik yang terus diderita warga sipil di Gaza.”

    “Melihat mayat-mayat bergelimpangan, kita diingatkan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza,” ujar Griffiths dalam sebuah unggahan di media sosial.

    Pasca serangan Israel pada 8 Juni, Organisasi Kesehatan Dunia melakukan misi penilaian ke Rumah Sakit Al Aqsa di Gaza Tengah.

    Misi itu mendapati 270 petugas kesehatan memberikan perawatan kepada sekitar 700 pasien. Sebelum perang, Al Aqsa melayani sekitar 150 pasien rawat inap setiap hari.

    Sumber:VOAIndonesia

  • PHRI Minta Pemerintah Mengklarifikasi Daftar Produk yang Diduga Terafiliasi dengan Israel

    PHRI Minta Pemerintah Mengklarifikasi Daftar Produk yang Diduga Terafiliasi dengan Israel

    7cloud.asia – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah untuk mengklarifikasi daftar tiap perusahaan maupun produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.

    Klarifikasi produk yang terafiliasi dengan Israel ini guna mencegah terjadinya kegaduhan dalam masyarakat.

    “Pemerintah harus segera melakukan dialog sosial dengan masyarakat untuk mendiskusikan terkait produk-produk terafiliasi Israel ini. Ini penting agar masyarakat bisa paham bahwa perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia itu memang melakukan bisnisnya secara profesional,” kata Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

    Haryadi menyoroti munculnya daftar yang dikeluarkan oleh sejumlah kelompok dan memuat nama perusahaan maupun produk yang terafiliasi dengan Israel, menurutnya perlu dikonfirmasi terkait benar tidaknya daftar tersebut.

    Baca: Boikot produk terafiliasi dengan Israel

    Selain itu, pemerintah juga diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa perusahaan multinasional yang ada di Indonesia sama sekali tidak terafiliasi atau bersangkutan dengan ideologi politik apapun.

    Kalaupun memang terafiliasi maka pemerintah diharapkan dapat memilah nama yang bersangkutan secara bijak dan tepat.

    Langkah ini, katanya, dapat mematikan mata pencaharian dari pegawai-pegawai yang bekerja di perusahaan yang masuk ke dalam daftar boikot.

    Haryadi mengaku miris melihat kejadian tersebut karena pihaknya sudah mengonfirmasi pada pemegang merek yang menjual produk yang diboikot. Ia mengatakan tidak ada satupun produk-produk multinasional di Indonesia yang terafiliasi Israel.

    Baca: Daftar seleb dunia yang terkena aksi boikot

    Dalam pertemuannya dengan pemegang merek, PHRI sudah meminta agar masing-masing perusahaan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa produknya tidak terafiliasi dengan Israel.

    Sayangnya berita-berita boikot di berbagai platform media membuat klarifikasi yang mereka sampaikan menjadi tenggelam.

    Haryadi mengatakan, sebetulnya kepada masing-masing merek, pihaknya sudah meminta untuk mereka menyosialisasikan ketidakterkaitan mereka dengan Israel.

    ”Tetapi, berita-berita yang terkait dengan masalah klarifikasi ini kelihatannya tenggelam dengan berita-berita yang lebih menyudutkan mereka,” kata dia.

    Baca: Kenali gerakan Blockout2024

    Seperti merek Starbucks katanya. Salah satu restoran yang disebut-sebut masyarakat terafiliasi Israel, ternyata mereka memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza sebesar Rp5 miliar ketika ulang tahun perusahaan.

    Yang saya lihat, ujarnya, dan kebetulan apesnya itu adalah yang merupakan perusahaan Amerika.

    ”Tapi tidak korporasinya, apalagi mereka beroperasi di berbagai negara. Mereka itu juga beroperasi di negara-negara yang masih berkonflik, negara-negara di Timur Tengah kok,” ujar dia.

    Sementara kepada masyarakat, ia meminta agar semua pihak dapat memilah berita yang dikonsumsi.

    Baca: Demonstrasi pro-Palestina marak di kampus-kampus di AS

    Masyarakat dapat memeriksa bagaimana keberadaan dari perusahaan-perusahaan yang diduga terafiliasi dan sikap yang perusahaan ambil pada Palestina.

    “Masyarakat bisa mengecek keberadaan mereka semua, dan bagaimana sikap mereka terhadap Palestina. Saya sudah mengecek mereka perusahaan yang juga bekerja secara profesional dan tidak terkait dengan ideologi,” ucap Haryadi.

    Sumber:Antaranews.com

  • Hasil Komisi Penyelidikan PBB: Israel Bersalah Melakukan Pemusnahan Massal di Jalur Gaza

    Hasil Komisi Penyelidikan PBB: Israel Bersalah Melakukan Pemusnahan Massal di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Komisi Penyelidikan Internasional Independen (COI) PBB menyimpulkan Israel bersalah karena melakukan pemusnahan massal sejak agresi di Jalur Gaza, Palestina, 7 Oktober 2023 lalu.

    Hasil investigasi yang diumumkan pada 12 Juni tersebut terungkap Israel tak hanya melakukan pemusnahan massal, tetapi juga melakukan penyiksaan, dan kekerasan seksual di Gaza.

    “Kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pemusnahan; pembunuhan; penganiayaan gender yang menyasar laki dan anak laki-laki Palestina,” demikian isi laporan COI, seperti yang dilansir Al Jazeera.

    Dalam hasil investigasi tersebut, COI menyatakan Israel bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan agresi di Gaza.

    Baca: Israel bebaskan sandera, lebih dari 200 warga Palestina tewas

    Laporan itu lalu berlanjut, “(Kejahatan lain termasuk) pemindahan paksa; dan penyiksaan serta perlakuan tak manusiawi dan kejam telah dilakukan.”

    COI menetapkan pemimpin Israel bertanggung jawab atas kelaparan yang dialami warga Palestina di Gaza dan ‘menghasut’ pola serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

    Dalam penyelidikannya, Israel tak bekerja sama dengan COI sebab dianggap punya bias anti negara Zionis.

    Sebelumnya COI memang sempat menyebut Israel menghalangi pekerjaan dan mencegah penyelidik mengakses negara itu dan wilayah pendudukan Palestina.

    Baca: Serangan Israel bisa sebabkan lebih dari 1 juta warga Palestina kelaparan

    COI didirikan oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2021 untuk menyelidiki pelanggaran luas terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan Palestina.

    Dalam laporan tersebut disebutkan sejumlah besar korban sipil dan kehancuran infrastruktur sipil di Gaza adalah akibat tak terelakkan dari strategi yang dilakukan.

    Tujuannya menyebabkan kerusakan maksimal, mengabaikan prinsip-prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan tindakan pencegahan yang memadai.

    Berdasarkan hasil investigasi tersebut, COI mengecam serangan Israel yang hingga kini masih berlajut di jalur evakuasi sipil dan daerah aman.

    Baca: PM Israel sebut peluang kecil untuk gencatan senjata

    COI menganggap otoritas Israel dengan sengaja mempersenjatai pengepungan tersebut dan menggunakan penyediaan kebutuhan untuk menunjang kehidupan.

    Termasuk memutus air, makanan, listrik, bahan bakar, dan bantuan kemanusiaan, untuk keuntungan strategis dan politik.

    Karena itu COI merekomendasikan pemerintah Israel segera melakukan gencatan senjata, mencabut blokade terhadap Gaza, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur.

    Selain itu COI juga merekomendasikan pemerintah Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan mematuhi sepenuhnya keputusan Mahkamah Internasional (ICJ).

    “Israel harus segera menghentikan operasi dan serangan militernya di Gaza, termasuk serangan terhadap Rafah, yang telah memakan korban jiwa ratusan warga sipil dan kembali membuat ratusan ribu orang mengungsi ke lokasi yang tidak aman tanpa layanan dasar dan bantuan kemanusiaan,” jelas Navi Pillay, ketua komisi penyelidikan dalam siaran pers.

    Baca: Israel masuk dalam daftar hitam PBB

    Dalam laporan tersebut COI juga menyalahkan Hamas karena melakukan kejahatan perang di tahap awal. Temuan PBB berasal dari rangkaian laporan yang fokus terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan respons militer Israel.

    Laporan investigasi ini muncul saat Israel melancarkan agresi di Gaza sejak Oktober 2023. Selama operasi, pasukan bersenjata Israel menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.

     Akibatnya lebih dari 37.200 orang tewas dan ratusan ribu tempat tinggal warga hancur. Rencananya laporan tersebut akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB minggu depan.

    Laporan investigasi COI ini muncul hanya beberapa hari setelah Sekretaris Jenderal PBB mengumumkan rencana untuk memasukkan Israel ke dalam daftar hitam negara-negara dan kelompok bersenjata ekstremis yang merugikan anak-anak di zona konflik.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber