Tag: palestina

  • UNRWA Kutuk Pembantaian Anak-anak oleh Zionis

    UNRWA Kutuk Pembantaian Anak-anak oleh Zionis

    7cloud.asia – Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa Jalur Gaza tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi anak-anak setelah Israel kembali mengebom salah satu sekolah yang dikelola PBB di Kota Gaza.

    “Laporan tentang serangan mengerikan lainnya hari ini di salah satu sekolah UNRWA kami di Kota Gaza,” kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini pada Rabu (21/8).

    Israel menargetkan Sekolah Salah al-Din yang menewaskan dua warga Palestina dan melukai 15 lainnya, termasuk anak-anak. Beberapa di antara korban dilaporkan terbakar hingga tewas.

    “Gaza bukan lagi tempat bagi anak-anak. Mereka adalah korban pertama dari perang tanpa ampun ini. Kita tidak bisa membiarkan hal yang tak tertahankan menjadi norma baru. Cukup,” ucapnya.

    Baca: Sebanyak 113 jurnalis tewas dalam konflik di Gaza

    Lazzarini mempertanyakan apakah masih ada kemanusiaan yang tersisa dan menturkan bahwa gencatan senjata sudah sangat terlambat.

    Pada hari yang sama, PBB mengingatkan bahwa perintah evakuasi militer Israel yang sedang berlangsung mengancam penduduk Jalur Gaza dengan pengungsian paksa lebih lanjut, menimbulkan kekhawatiran bahwa layanan penting mungkin akan segera terputus.

    Saksi mata juga mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa pesawat tempur Israel mengebom Sekolah Salah al-Din, sekolah kesembilan yang menampung para pengungsi yang menjadi sasaran militer Israel sejak awal Agustus.

    Israel terus melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza menyusul serangan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober, meski ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

    Baca: PBB sebut 84 persen jalur di Gaza di bawah perintah Israel

    Konflik tersebut telah mengakibatkan lebih dari 40.170 kematian warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 92.740 orang cedera, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Blokade yang terus berlanjut di Gaza telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, yang mengakibatkan sebagian besar wilayah tersebut hancur.

    Israel menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional yang telah memerintahkan penghentian operasi militer di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan sebelum wilayah tersebut diserbu pada tanggal 6 Mei.

    Sumber : Anadolu

  • Serukan Gencatan Senjata, Palestina Ajak Anggota Dewan Keamanan PBB Kunjungi Gaza

    Serukan Gencatan Senjata, Palestina Ajak Anggota Dewan Keamanan PBB Kunjungi Gaza

    7cloud.asia – Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata di Jalur Gaza dan mengundang anggota Dewan Keamanan PBB untuk menyaksikan secara langsung kengerian yang dialami oleh warga Palestina.

    Berbicara pada sesi Dewan Keamanan tentang Palestina, pada Kamis (22/8), Mansour menyerukan semua orang yang punya nyali untuk datang dan mengatakan kami datang untuk menuntut gencatan senjata dan menuntutnya sekarang di Jalur Gaza.

    Dirinya menegaskan bahwa Gaza tidak membutuhkan lebih banyak kelumpuhan dan kematian.

    Gaza disebutnya telah menyaksikan kehidupan yang hancaru oleh bom dan peluru, lalu kini ditambah dengan kelaparan dan penyakit yang dipicu pendudukan.

    Baca: UNRWA kutuk pembantaian anak-anak oleh Zionis

    “Gaza membutuhkan kehidupan untuk dipulihkan, dan Gaza membutuhkannya sekarang juga,” kata Mansour.

    Menggambarkan runtuhnya layanan-layanan penting akibat serangan Israel yang sedang berlangsung, dia berkata rakyat Palestina di Jalur Gaza telah menyaksikan dan merasakan secara langsung runtuhnya semua kebutuhan hidup.

    “Pemerintah Israel bahkan tidak peduli terhadap warga negaranya sendiri… Mereka lebih peduli pada pembunuhan warga Palestina dibandingkan menyelamatkan warga Israel,” ucapnya.

    Mansour mengingatkan pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden tentang perlunya sedikitnya 600 truk bantuan kemanusiaan untuk memasuki Jalur Gaza setiap hari dan bertanya siapa yang menghentikan Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan pernyataan Biden.

    Baca: Lebih dari 100 orang tewas dalam serangan Israel ke sekolah di Gaza

    “Tidak ada alasan bagi Israel untuk terus membunuh warga sipil Palestina yang tidak bersalah, anak-anak, bayi. Berapa lama lagi kita akan mengecewakan mereka?,” ucapnya.

    Lebih lanjut dia menyoroti rencana kepemimpinan Palestina untuk melakukan tindakan lebih lanjut di PBB.

    Termasuk mendorong penerapan pendapat penasihat Mahkamah Internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel.

    “Kami akan memulai tindakan lain untuk mengakhiri pendudukan ilegal ini sesegera mungkin,” sebutnya.

    Sembari menekankan bahwa waktu untuk menunggu sudah berakhir dan waktu untuk bertindak adalah sekarang.

    Baca: Biadab! Tentara Israel perkosa tahanan Palestina secara bergilir

    Dia meminta Dewan Keamanan PBB memenuhi mandatnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

    Selain itu, ia mendesak anggota dewan menerapkan gencatan senjata segera, menghentikan penderitaan, serta melindungi anak-anak dan semua warga sipil sebagaimana yang dituntung pada hukum internasional dan kemanusiaan.

    Sementara itu, utusan baru Israel untuk PBB Danny Dannon menyebut Mansour seorang teroris berjas dan mengeklaim jika utusan Palestina itu tidak mengutuk Hamas, maka ia adalah salah satu dari mereka.

    Sumber : Anadolu

  • Israel Hanya Sisakan 9,5 Persen Wilayah Zona Aman Bagi Pengungsi Palestina di Gaza

    Israel Hanya Sisakan 9,5 Persen Wilayah Zona Aman Bagi Pengungsi Palestina di Gaza

    7cloud.asia – Pasukan Israel mengubah “zona kemanusiaan aman” di Jalur Gaza menjadi tumpukan puing-puing dan abu, menyisakan hanya 9,5 persen wilayah yang disebut “zona aman” bagi warga sipil yang mengungsi, kata Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, Sabtu.

    Menurut pernyataan yang dirilis otoritas tersebut, pada awal invasi darat Israel ke Gaza awal November 2023, pasukan Israel mengusir ratusan ribu warga sipil dari Gaza utara ke Gaza selatan, mengklaim area tersebut sebagai “zona kemanusiaan yang aman.”

    Awalnya, zona tersebut meliputi 230 kilometer persegi atau 63 persen dari total wilayah Gaza, termasuk lahan pertanian dan fasilitas komersial, ekonomi, dan layanan yang tersebar di wilayah seluas 120 kilometer persegi.

    Baca: Palestina ajak Dewan Keamanan PBB kunjungi Gaza

    Ketika serangan militer Israel berlanjut, ukuran zona aman tersebut menyusut drastis, kata pernyataan itu.

    Otoritas tersebut menjelaskan bahwa pada awal Desember 2023, menyusul serangan Israel ke Khan Younis di Gaza selatan, wilayah kemanusiaan yang ditetapkan telah dikurangi menjadi 140 kilometer persegi, yang mencakup 38,3 persen total wilayah Gaza.

    Wilayah ini mencakup beberapa lahan pertanian, serta bangunan ekonomi, komersial dan jasa.

    Pengurangan lebih lanjut terjadi pada Mei 2024, selama serangan Israel ke Rafah, ketika zona kemanusiaan menyusut menjadi 79 kilometer persegi, atau 20 persen dari total wilayah Gaza, tambah pernyataan itu.

    Pada pertengahan Juni 2024, zona tersebut diperkecil menjadi menjadi 60 kilometer persegi, yang hanya mencakup 16,4 persen dari total wilayah Gaza.

    Baca: UNRWA kutuk pembantaian anak-anak oleh Zionis

    Wilayah tersebut meliputi jalanan biasa, jalan raya, area layanan, dan bahkan pemakaman, yang tidak satu pun dapat dianggap sebagai tempat berlindung yang benar-benar aman bagi warga sipil yang mengungsi, katanya.

    Pada pertengahan Juli 2024, wilayah yang disebut “aman” oleh pasukan Israel berkurang lagi, kali ini menjadi 48 kilometer persegi, atau 13,15 persen dari total wilayah Gaza.

    Akhirnya, pada Agustus 2024, tentara Israel mengurangi “zona kemanusiaan yang aman” ini menjadi hanya 35 kilometer persegi, atau 9,5 persen dari total wilayah Gaza.

    Zona tersebut hanya mencakup sekitar 3,5 persen dari area pertanian, layanan dan komersial, yang kemudian mempersempit ruang tempat warga sipil berlindung, kata otoritas, merinci bagaimana pasukan Israel secara sistematis menghancurkan “zona aman.”

    Berkurangnya zona aman yang terus berlangsung itu memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, karena warga sipil memiliki tempat yang lebih kecil untuk melarikan diri dari aksi kekerasan.

    Baca: Sebanyak 100 orang terbunuh akibat serangan Israel ke sekolah di Gaza

    Israel melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, meski resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata segera.

    Serangan tersebut menewaskan lebih dari 40.200 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 93 ribu luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Blokade yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan kelangkaan akut pada bahan makanan, air bersih dan obat, dan menyebabkan kehancuran pada sebagian besar wilayah tersebut.

    Israel menghadapi tudingan melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang memerintahkan penghentian operasi militer di kota selatan Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum wilayah itu diserang pada 6 Mei.

    Sumber: Anadolu-OANA

  • Mesir Tegas Menolak Kehadiran Israel di Sepanjang Wilayah Perbatasan dengan Gaza

    Mesir Tegas Menolak Kehadiran Israel di Sepanjang Wilayah Perbatasan dengan Gaza

    7cloud.asia – Mesir kembali menolak kehadiran Israel di sepanjang wilayah perbatasan Gaza-Mesir, termasuk penyeberangan perbatasan Rafah dan Koridor Philadelphi.

    Pernyataan itu disampaikan oleh sumber informasi Mesir sebagaimana dikutip saluran Al-Qahera News yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir.

    Saat ini, Kairo terus menjadi tuan rumah pembicaraan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan kelompok Hamas yang dilanjutkan Kamis lalu.

    “Mesir menegaskan kembali kepada semua pihak terkait penolakannya terhadap kehadiran Israel (di sisi Palestina) penyeberangan Rafah atau Koridor Philadelphi,” kata sumber tersebut.

    Koridor Philadelphi, zona penyangga demiliterisasi di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, tetap menjadi salah satu titik hambatan utama dalam negosiasi Israel-Hamas.

    Baca: Perundingan gencatan senjata di Gaza berlangsung alot

    “Mesir sedang mengatur mediasi antara dua pihak yang bertikai (Hamas dan Mesir) sesuai dengan keamanan nasionalnya dan melindungi hak-hak rakyat Palestina,” ucapnya.

    Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Mesir melakukan upaya terbaik untuk membawa kedua pihak mencapai konsensus dan mengoordinasikan upayanya dengan Qatar dan Amerika Serikat (AS).

    Selama berbulan-bulan, Qatar, Mesir dan AS berusaha mendorong tercapainya kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk memastikan pertukaran tahanan dan gencatan senjata serta memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza.

    Namun upaya mediasi terhenti karena Netanyahu menolak memenuhi tuntutan Hamas untuk menghentikan perang.

    Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza menyusul aksi penyerbuan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

     

    Baca: Israel hanya sisakan 9,5 persen zona aman di Gaza

    Serangan berlanjut Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan lebih dari 40.400 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

    Selain itu ada lebih dari 93.400 warga Palestina yang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Blokade yang sedang berlangsung di Gaza telah menyebabkan warga Palestina kekurangan makanan, pasokan air bersih dan obat-obatan, dan menyebabkan sebagian besar wilayah tersebut hancur.

    Israel menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional yang telah memerintahkan penghentian operasi militer di kota selatan Rafah.

    Rafah saat ini menjadi tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan sebelum wilayah tersebut diserbu pada 6 Mei.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu-OANA

  • Hamas Sebut Zionis Telah Lakukan Genosida yang Mengerikan di Era Modern

    Hamas Sebut Zionis Telah Lakukan Genosida yang Mengerikan di Era Modern

    7cloud.asia – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, mengatakan serangan brutal yang dilakukan pasukan Zionis di Kota Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah baru-baru ini merupakan salah satu genosida paling mengerikan yang dialami manusia di era modern.

    Menurut Kantor Berita Iran IRNA, Hamas pada Senin malam mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyoroti kekejaman Israel yang masih berlangsung di Gaza, khususnya di Kota Deir al-Balah.

    Mengusir warga Palestina di bawah gempuran besar-besaran dan memaksa mereka untuk pergi ke sebuah daerah kecil tanpa layanan kemanusiaan.

    Baca: Israel hanya sisakan wilayah 9,5 persen zona aman untuk Palestina

    Selain itu menghentikan layanan Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs merupakan bentuk genosida baru yang dilakukan pendudukan Zionis seperti halnya Nazi Jerman, tulis pernyataan tersebut.

    Hamas lagi-lagi mendesak komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga terkaitnya agar menghentikan genosida di Gaza dan mengharuskan rezim pendudukan menyudahi kejahatan terhadap warga sipil Palestina.

    Komunitas internasional harus membantu mengirim bahan bakar dan peralatan medis yang diperlukan agar Al-Aqsa Martyrs Hospital bisa kembali beroperasi dan segera bertindak mengadili dan menghukum penjahat perang Israel, katanya.

    Baca: Palestina ajak DK PBB kunjungi Gaza

    Pernyataan itu menyusul perintah evakuasi rezim Zionis bagi warga yang tinggal di lingkungan bagian timur laut Kota Deir al-Balah dan perintah penutupan satu-satunya rumah sakit pemerintah di sana.

    Kelompok bantuan internasional dan PBB juga telah membunyikan peringatan atas pemindahan secara paksa hampir 250.000 warga Palestina dan penutupan 25 pengungsian di Kota Deir al-Balah serta empat sumur air baru yang dibutuhkan 70 persen penduduk di sana.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

    Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Serangan ke Gaza

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (28/8/2024) mendesak Israel agar segera menghentikan serangan militer besar-besaran di daerah pendudukan Tepi Barat setelah 11 orang Palestina tewas dan lainnya terluka.

    Guterres mengutuk keras atas hilangnya nyawa, termasuk anak-anak, dan meminta operasi tersebut segera dihentikan.

    Guterres juga menekankan agar mereka yang terluka “harus memiliki akses terhadap perawatan medis, dan pekerja kemanusiaan harus dapat menjangkau setiap orang yang membutuhkan.”

    Baca: Tentara Israel tutup Rafah, ribuan anak meninggal

    PBB meminta Israel mentaati tanggung jawabnya di bawah hukum humaniter internasional dengan melindungi warga sipil dan memastikan keamanan mereka.

    Dia mendesak aparat keamanan untuk mengendalikan diri secara maksimal dan menggunakan senjata mematikan hanya pada saat sangat dibutuhkan untuk melindungi nyawa,” sebut juru bicara sekjen, Stephane Dujarric.

    “Perkembangan berbahaya ini memicu situasi yang sangat tegang di daerah pendudukan Tepi Barat dan semakin melemahkan Otoritas Palestina,” kata Dujarric.

    Pada akhirnya, imbuhnya, hanya dengan mengakhiri pendudukan dan kembali ke proses politik yang bermakna yang akan mewujudkan solusi dua negara, kekerasan dapat dihentikan.

    Baca: 84 persen jalur gaza di bawah perintah evakuasi Israel

    “PBB akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan ini, guna mengupayakan de-eskalasi situasi saat ini dan mendorong stabilitas di kawasan tersebut,” imbuhnya.

    Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, Israel mengerahkan dua brigade militer, helikopter, drone dan buldoser, saat melakukan penyerangan di Tepi Barat.

    Serangan militer Israel yang terbesar di Tepi Barat terjadi pada 2002 saat Intifada Kedua, dimana terjadi penyerbuan di bagian utara wilayah yang diduduki, termasuk di provinsi Nablus, Tulkarem, Jenin dan Tubas.

    Dalam putusan penting Mahkamah Internasional pada 19 Juli, dinyatakan bahwa pendudukan Israel selama puluhan tahun di tanah Palestina adalah melanggar hukum dan menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

    Sumber: Anadolu

  • PBB Serukan Penyelidikan dan Pertanggungjawaban Pembunuhan Aktivis yang Dilakukan Israel

    PBB Serukan Penyelidikan dan Pertanggungjawaban Pembunuhan Aktivis yang Dilakukan Israel

    7cloud.asia – PBB pada Jumat (06/09/2024) menyerukan dilakukan “penyelidikan penuh” dan pertanggungjawaban atas pembunuhan seorang aktivis warga Turki-Amerika oleh tentara Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat bagian utara.

    Menanggapi pertanyaan Anadolu tentang apakah PBB mengutuk pembunuhan aktivis tersebut, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers:

    “Saya bisa mengatakan bahwa kami ingin melihat penyelidikan penuh atas keadaan ini dan orang-orang yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban.”

    “Seperti yang selalu kami katakan, warga sipil harus dilindungi setiap saat,” tambahnya.

    Baca: Israel bunuh aktivis yang protes pemukiman ilegal

    Ketika ditanya apakah ada pertanggungjawaban atas kematian personel PBB yang dibunuh oleh Israel, Dujarric mengatakan: “kami belum melihat apa pun.”

    Ia menambahkan bahwa penyelidikan dan masalah pertanggungjawaban baru akan terjadi “setelah pertempuran berakhir.”

    “Kami telah melihat beberapa langkah menuju pertanggungjawaban atas perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina,” katanya.

    Seorang aktivis Turki-Amerika, Aysenur Ezgi Eygi, ditembak mati oleh pasukan Israel pada Jumat saat mengikuti aksi protes menentang pemukiman ilegal Israel di kota Beita, distrik Nablus, wilayah pendudukan Tepi Barat.

    Sumber : Anadolu-OANA

  • PBB: “Militerisasi air” oleh Israel Merupakan Diskriminasi Air terhadap Warga Palestina

    PBB: “Militerisasi air” oleh Israel Merupakan Diskriminasi Air terhadap Warga Palestina

    7cloud.asia – Militerisasi air oleh Israel di wilayah Palestina khususnya Gaza merupakan bagian dari kebijakan apartheid atau diskriminasi air dan teritorial.

    Hal ini diungkapkan pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia untuk air minum yang aman dan sanitasi, Pedro Arrojo-Agudo dalam sebuah konferensi pers di Jenewa pada Senin (16/9/2024)

    Arrojo-Agudo menyebutkan bahwa populasi Gaza saat ini hidup dengan rata-rata 4,7 liter air per orang per hari.

    Dia mengingatkan bahwa angka tersebut jauh di bawah kebutuhan jumlah minimal yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam situasi darurat, yakni 15 liter per orang per hari.

    “Militerisasi air di wilayah Palestina yang diduduki telah menjadi inti dari kebijakan apartheid air dan teritorial selama 50 tahun terakhir, termasuk penghancuran infrastruktur air dasar Palestina,” katanya.

    Baca: PBB sebut dunia gagal lindungi masyarakat sipil Gaza

    Arrojo-Agudo mengatakan sumber air tawar alami satu-satunya adalah akuifer pesisir. Dan 2,3 juta orang di Gaza terpaksa memompa air tiga kali lebih banyak daripada yang diterima akuifer melalui pengisian alami yang mengakibatkan intrusi laut yang intens dan salinisasi.

    Selain itu, Israel telah memblokir 70 persen bahan yang dibutuhkan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik pengolahan air limbah karena penggunaan ganda.

    “Kondisi ini menghambat pengolahan limbah yang tepat yang menyebabkan kontaminasi feses (kotoran pembuangan dari saluran pencernaan) secara progresif pada air tanah,” ujarnya.

    Pejabat tersebut menekankan bahwa bahkan sebelum 7 Oktober, 40 persen dari populasi sudah diberi pasokan air minum.

    Namun, saat perang pecah, Israel secara radikal memutus pasokan air tersebut dan pasokan listrik, serta menghancurkan pabrik desalinasi.

    Baca: PBB minta Israel lindungi wilayah kemanusiaan di Palestina

    Mengenai penyakit yang meledak akibat kekurangan air bersih, Arrojo-Agudo mengatakan sebanyak 1,7 juta kasus penyakit menular, termasuk diare, disentri, hepatitis A, polio, cacar, telah dilaporkan.

    Semua ini, diperburuk dengan kurangnya perawatan medis, mengakibatkan kematian, terutama bayi dan anak-anak

    “Menjadikan kelangkaan dan kontaminasi air sebagai bom diam yang jauh kurang terlihat daripada bom yang menghancurkan bangunan dan telah membunuh puluhan ribu warga sipil, namun bom ini tidak kalah mematikan,” ucapnya.

    Lebih lanjut Arrojo-Agudo menyampaikan rakyat Palestina tidak memiliki akses ke Sungai Yordan dan tidak dapat membangun sumur atau infrastruktur air di wilayah mereka sendiri.

    Penduduk Palestina hanya memiliki 70 liter per orang per hari dan banyak komunitas pedesaan hanya memiliki 20 liter.

    “Sementara populasi Israel rata-rata memiliki empat kali lebih banyak dan pemukim ilegal menerima serta menggunakan 18 kali lebih banyak air untuk tanaman dan kolam renang mereka,” tambahnya.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Aktor Peraih Oscar, Javier Bardem Sebut Israel Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Palestina

    Aktor Peraih Oscar, Javier Bardem Sebut Israel Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Palestina

    7cloud.asia – Aktor Spanyol peraih Oscar Javier Bardem pada Jumat (20/9/2024) mengecam Israel karena melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan” di Jalur Gaza.

    Javier Bardem juga mendesak masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

    Bardem mengatakan kepada wartawan di Donostia Award, sebagai bagian dari Festival Film San Sebastian di Spanyol, bahwa Israel, di bawah pemerintahannya yang paling radikal sekarang ini, telah melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan dan hukum internasional.”

    Dia menyoroti bahwa serangan 7 Oktober yang dipimpin oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, tidak dapat membenarkan hukuman kolektif terhadap warga Palestina.

    Javier Bardem mendefinisikan serangan Israel sebagai “sama sekali tidak dapat diterima, mengerikan, dan tidak manusiawi,” lapor majalah Variety.

    Aktor peraih Oscar itu juga mendesak negara-negara, terutama AS dan Inggris, untuk mempertimbangkan kembali “dukungan tanpa syarat” mereka terhadap Israel.

    Dia juga mendesak agar pihak Mahkamah Internasional (ICC) guna meminta pertanggungjawaban terhadap mereka yang bertanggung jawab.

    Jaksa ICC Karim Khan pada Mei telah meminta ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Sejak saat itu, Khan telah meminta dua kali, terakhir pada Agustus, agar mahkamah mempercepat penerbitan surat perintah tersebut.

    Selama hampir setahun, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 41 ribu korban, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 95.500 orang, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Serangan Israel telah mengungsikan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut di tengah blokade yang terus berlanjut yang telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan yang parah.

    Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di Gaza.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Inggris Gunakan “Kekuatan Diplomasi” di Timur Tengah untuk Wujudkan Gencatan Senjata di Gaza

    Inggris Gunakan “Kekuatan Diplomasi” di Timur Tengah untuk Wujudkan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy pada hari Minggu (22/9/2024) mengatakan Inggris siap menggunakan “seluruh kekuatan diplomasinya” untuk membantu mewujudkan gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas.

    Berbicara dalam Konferensi Partai Buruh di Liverpool, Lammy mengatakan “tujuan akhir” partainya adalah untuk melihat “jalur yang tidak dapat diubah menuju solusi dua negara.”

    David Lammy mengungkapkan keyakinannya, pada hak Israel untuk aman dan damai. Tapi dia juga percaya pada keadilan perjuangan Palestina.

    Baca: Gaza dan Ukraina menjadi perhatian Sidang Umum PBB

    “Dan hanya ketika warga Palestina dan Israel memiliki hak-hak dasar yang sama, kedaulatan, keamanan dan martabat di negara mereka sendiri yang merdeka dan diakui, maka kita dapat mencapai perdamaian yang adil dan abadi untuk semua,” kata Lammy kepada para delegasi.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato selama “KTT Masa Depan” di sela-sela Sidang Umum di Markas Besar PBB di New York, Minggu 22 September 2024.

    Lebih jauh Lammy juga menyoroti peningkatan serangan antara Israel dan Hizbullah baru-baru ini, yang disebutnya sebagai “eskalasi yang mengkhawatirkan”.

    Baca: Javier Bardem sebut Israel terbukti lakukan kejahatan kemanusiaan

    Ditambahkannya, “Ini bukan untuk kepentingan siapa pun,” dan menyerukan gencatan senjata segera.

    “Kita membutuhkan gencatan senjata segera dari kedua belah pihak agar dapat mencapai penyelesaian politik, sehingga warga Israel dan warga sipil Lebanon dapat kembali ke rumah mereka dan hidup dengan damai dan aman,” katanya.

    Sumber:VOAIndonesia