Tag: gaza

  • Ancaman Kelaparan di Gaza Karena Israel Melarang Masuknya Bantuan Makanan

    Ancaman Kelaparan di Gaza Karena Israel Melarang Masuknya Bantuan Makanan

    7cloud.asia – Kantor media otoritas Jalur Gaza mengutuk keputusan Israel yang melarang masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar sehingga memperparah bencana kelaparan di wilayah kantong Palestina itu.

    Dalam pernyataannya pada Selasa (1/4/2025), kantor media itu menuduh Israel melakukan “kejahatan baru” terhadap 2,4 juta penduduk Gaza dengan melarang kiriman tepung, bantuan, dan bahan bakar selama sebulan.

    “Hal ini telah menyebabkan semua toko roti tutup total, memperparah kelaparan yang mengancam jiwa warga sipil,” tulis pernyataan itu.

    Media tersebut juga meminta Israel yang didukung Amerika Serikat “bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang keji” tersebut.

    Baca: Warga Gaza rayakan Idul Fitri dalam keprihatinan

    Kantor media itu meminta PBB, komunitas internasional, dan kelompok hak asasi manusia untuk segera turun tangan, dan menekankan bahwa Gaza telah memasuki kondisi kelaparan

    Kondisi ini disebut telah menandai salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah dunia modern.

    Sebelumnya, Abdel Nasser Al-Ajrami, ketua Asosiasi Pemilik Toko Roti di Jalur Gaza, mengatakan bahwa toko-toko roti, yang mendapat bantuan dari Program Pangan Dunia, berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku dan solar karena Israel menutup perbatasan.

    Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyebut kondisi tersebut sebagai eskalasi berbahaya dari aksi genosida Israel.

    Baca: PBB diminta menekan Israel agar izinkan bantuan masuk ke Gaza

    Pada 2 Maret, Israel menutup pintu perlintasan di Gaza untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, pertolongan, dan medis.

    Pada Minggu (31/4/2025), pemimpin Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk meningkatkan intensitas genosida di Gaza dan merealisasikan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengusir warga Palestina.

    Sejak 18 Maret, pasukan Israel melakukan serangan udara di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.

    Serangan itu telah menghancurkan kesepakatan pada Januari tentang gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

     

  • UNRWA: Runtuhnya Gencatan Senjata di Gaza Picu Gelombang Pengungsian Baru

    UNRWA: Runtuhnya Gencatan Senjata di Gaza Picu Gelombang Pengungsian Baru

    7cloud.asia – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan tentang bencana kemanusiaan lain di Jalur Gaza menyusul runtuhnya gencatan senjata bulan lalu.

    Dalam sebuah pernyataan memperingati Hari Anak Palestina Sabtu (5/4/2025), UNRWA mengatakan runtuhnya gencatan senjata telah menyebabkan gelombang pengungsian lainnya.

    Dampaknya pada lebih dari 142.000 orang hanya dalam rentang waktu 18 hingga 23 Maret.

    “Sejak perang di Gaza dimulai, sekitar 1,9 juta orang – termasuk ribuan anak-anak – telah mengalami pengungsian paksa berulang kali di tengah gempuran bom, ketakutan, dan kehilangan,” lanjut pernyataan tersebut.

    Baca: Dewan HAM PBB sahkan resolusi meminta pertanggungjawaban Israel

    “Jana adalah salah satu dari mereka,” tambahnya, merujuk pada seorang anak yang sebelumnya mereka temui pada Agustus 2024 dan sekali lagi pada akhir Maret 2025.

    “Dia, dan semua anak-anak Palestina, membutuhkan #GencatanSenjataSekarang.”

    Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada 18 Maret, menghancurkan gencatan senjata yang berlangsung selama dua bulan.

    Lebih dari 50.600 warga Palestina telah terbunuh di wilayah kantong tersebut akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Kelaparan di Gaza karena Israel halangi masuknya bantuan makanan

    Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu terhadap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilancarkannya di wilayah tersebut.

    Sumber: Anadolu

     

  • Media Gaza: Serangan Israel Hancurkan 90 Persen Wilayah Rafah

    Media Gaza: Serangan Israel Hancurkan 90 Persen Wilayah Rafah

    7cloud.asia – Kantor media pemerintah Gaza menyebut, tentara Israel telah menghancurkan 90 persen kawasan permukiman di Kota Rafah, Gaza bagian selatan, sejak Oktober 2023, menurut otoritas lokal.

    Dalam pernyataan pada Minggu (6/4/2025) Otoritas Gaza mengatakan, tentara Israel telah menghancurkan area yang luas di Rafah, dan mengubah kota tersebut sebagai salah satu contoh paling mengerikan dari genosida dan pembersihan etnis di zaman modern.

    Kantor tersebut menyatakan 85 persen jaringan pembuangan limbah di kota itu telah hancur, menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap wabah penyakit.

    Seluruh 12 pusat medis di Rafah kini tidak berfungsi, termasuk Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar, yang diledakkan oleh pasukan Israel menggunakan robot peledak dalam serangan mematikan mereka di Gaza, tambahnya.

    Serangan Israel juga telah menghancurkan delapan sekolah dan lembaga pendidikan serta merusak berat fasilitas pendidikan lainnya yang tersisa di Rafah, menurut kantor media tersebut.

    Baca: Runtuhnya gencatan senjata di Gaza picu gelombang pengungsian baru

    Lebih dari 100 masjid juga telah dihancurkan atau rusak parah di Rafah, tambahnya.

    Rafah membentang sekitar 60 kilometer persegi dan menjadi tempat tinggal sekitar 300.000 orang. Kota ini mencakup sekitar 16 persen dari total wilayah Gaza.

    Kantor media tersebut mengatakan 22 dari 24 sumur air di Rafah telah dihancurkan, membuat puluhan ribu orang tidak mendapatkan air minum bersih.

    Kerusakan juga mencakup 320 kilometer jalan di Rafah, katanya, seraya memperingatkan kota itu kini telah menjadi“terkontaminasi dan tak layak huni.

    Kantor itu menuntut tekanan segera terhadap Israel untuk menarik diri dari Rafah, memungkinkan para pengungsi kembali, membuka koridor aman untuk pengiriman bantuan, serta meluncurkan upaya rekonstruksi di kota yang hancur itu.

    Baca: Dewan HAM PBB sahkan Resolusi desak pertanggungjawaban Israel

    Akhir pekan lalu, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan meningkatkan serangan ke Gaza saat upaya sedang dilakukan untuk melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump dalam memindahkan warga Palestina dari wilayah tersebut.

    Hampir 50.700 warga Palestina telah terbunuh di Gaza akibat serangan brutal Israel sejak Oktober 2023 yang sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

    Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada bulan November lalu terhadap Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya terhadap wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Enam Badan PBB Desak Kelanjutan Gencatan Senjata di Gaza

    Enam Badan PBB Desak Kelanjutan Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Pimpinan dari enam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (7/4/2025) merilis pernyataan bersama yang mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah tegas guna melanjutkan gencatan senjata di Jalur Gaza.

    Selain gencatan senjata, enam badan PBB ini juga mendesak dunia internasional memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan melindungi nyawa warga sipil di Gaza

    Pernyataan itu ditandatangani oleh pimpinan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF).

    Juga Kantor PBB untuk Pelayanan Proyek (UN Office for Project Services/UNOPS), Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA), Program Pangan Dunia (WFP), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Pernyataan itu memperingatkan bahwa selama lebih dari satu bulan, tidak ada pasokan komersial maupun kemanusiaan yang memasuki Gaza, tempat lebih dari 2,1 juta orang terjebak di tengah pengeboman yang terus berlanjut dan krisis yang parah.

    Baca: Serangan Israel hancurkan 90 persen wilayah Rafah

    Sementara itu, bantuan krusial seperti makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan material pelindung terus menumpuk di perlintasan perbatasan dan tidak dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

    Mengutip laporan terbaru, sejumlah badan PBB mengatakan bahwa lebih dari 1.000 anak tewas atau terluka hanya dalam sepekan pertama setelah berakhirnya gencatan senjata, jumlah korban anak tertinggi dalam basis mingguan di Gaza dalam setahun terakhir.

    Mengutip laporan terbaru, badan-badan PBB tersebut mengatakan bahwa lebih dari 1.000 anak tewas atau terluka hanya dalam sepekan pertama setelah berakhirnya gencatan senjata, jumlah korban anak tertinggi dalam basis mingguan di Gaza dalam setahun terakhir.

    “Lindungi warga sipil. Fasilitasi bantuan. Bebaskan tawanan. Lanjutkan gencatan senjata,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

    Pernyataan itu juga menyoroti bahwa perintah evakuasi baru dari Israel menyebabkan ratusan ribu warga Palestina mengungsi, dengan banyak di antara mereka tidak memiliki tempat tujuan yang aman.

    Baca: Runtuhnya gencatan Ssenjata di Gaza picu gelombang pengungsian baru

    Sejak Oktober 2023, sedikitnya 408 pekerja kemanusiaan tewas dalam konflik tersebut, termasuk lebih dari 280 staf UNRWA.

    “Kita menyaksikan aksi perang di Gaza yang menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap nyawa manusia,” menurut pernyataan itu.

    Para kepala badan PBB itu mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah tegas guna menegakkan prinsip-prinsip utama hukum kemanusiaan internasional.

    Sumber:Antaranews.com/Xinhua

  • DPR Minta Pemerintah Jelaskan Rencana Evakuasi Warga Palestina ke RI

    DPR Minta Pemerintah Jelaskan Rencana Evakuasi Warga Palestina ke RI

    7cloud.asia – Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah menjelaskan rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi warga Gaza, yang menjadi korban perang Palestina ke Indonesia.

    Puan mengatakan, DPR ingin mendapat penjelasan lebih lanjut secara langsung mengenai wacana tersebut.

    “Sampai saat ini kan belum ada penjelasan lanjut, apakah ini mengevakuasi atau merelokasi. Jadi kami dari DPR tentu saja menginginkan ada penjelasan lebih langsung, lebih jelas,” ujar Puan dalam keterangan resmi kepada Parlementaria, Senayan, Jakarta, Senin (14/4/2025).

    Menurut Puan, Menteri Luar Negeri Sugiono dapat menjelaskan rencana Presiden Prabowo tersebut dalam rapat kerja bersama DPR, khususnya kepada Komisi I yang menjadi mitra Kemenlu.

    Baca: Kontroversi rencana evakuasi 1000 warga Palestina ke Indonesia

    “Tentu saja dari Kementerian Luar Negeri apa yang akan dilakukan, bagaimana rencananya, dan lain-lain sebagainya,” katanya.

    Puan menambahkan, rencana itu juga masih belum jelas apakah untuk mengevakuasi atau merelokasi masyarakat Palestina. Untuk itu, ia menilai perlu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah guna menindaklanjuti wacana tersebut.

    “Karena untuk melakukan apakah itu mengevakuasi, apakah merelokasi, tentu saja dibutuhkan tindak lanjut yang lebih dalam, untuk di lapangannya dalam pelaksanaan tersebut,” jelas Politisi PDI-Perjuangan ini.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberi penjelasan terkait rencana mengevakuasi 1.000 korban luka di Gaza, Palestina.

    Baca: Ratusan mantan pejabat Mossad teken petisi untuk akhiri perang di Gaza

    Ia mengatakan, Indonesia ingin berbuat sesuatu dalam membantu rakyat Palestina yang mengalami penderitaan dahsyat.

    “Ya itu kan tawaran kita untuk ikut serta membantu masalah kemanusiaan yang penderitaan rakyat Palestina yang begitu dahsyat ya, kita ingin berbuat sesuatu,” kata Prabowo di Turki, Jumat (11/4/2025).

    Saat ditanya apakah itu artinya Indonesia akan merelokasi korban luka ini, Prabowo membantah. “Oh tidak, tidak, (ini) untuk membantu,” ucapnya.

    Rencana Presiden Prabowo Subianto mengevakuasi 1.000 warga Palestina korban perang Israel-Hamas di Jalur Gaza memicu kontroversi. Pengamat menganggap wacana itu sebagai blunder yang bisa memicu protes dari dalam dan luar negeri.

  • WFP: Dua Juta Warga Gaza Bertahan Tanpa Penghasilan

    WFP: Dua Juta Warga Gaza Bertahan Tanpa Penghasilan

    7cloud.asia – Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, akibat agresi Israel yang berlarut-larut.

    Dalam pernyataannya, WFP menyebutkan bahwa hampir dua juta orang — mayoritas pengungsi — saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar mereka.

    Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis dalam beberapa jam terakhir, WFP membunyikan alarm peningkatan bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza.

    WFP menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengurangan stok pangan secara drastis, memperingatkan bahwa wilayah tersebut berada di ambang bencana kemanusiaan.

    Baca: Warga Palestina rayakan Paskah dalam keprihatinan

    Dalam pernyataan itu, WFP juga menekankan bahwa situasi kritis di Gaza diperparah oleh penutupan perbatasan oleh Zionis Israel, yang mencegat pengiriman pasokan pangan vital ke daerah kantong yang terkepung tersebut.

    Menurut WFP, Gaza sangat membutuhkan distribusi pangan yang berkelanjutan dan bebas hambatan guna mencegah hancurnya ketahanan pangan di wilayah tersebut.

    Selain itu, pihaknya juga memperingatkan dampak parah jika situasi di Gaza saat ini terus berlanjut, menunjukkan bahwa warga sipil Palestina di Gaza sudah menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan, dengan krisis akut sumber daya penting penyelamat kehidupan.

    Baca: Evakuasi warga Gaza justru mengancam masa depan Palestina

    Sebelumnya, PBB memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini “kemungkinan menjadi yang terburuk” sejak serangan Israel dimulai 18 bulan lalu.

    “Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan saat ini kemungkinan adalah yang terburuk sejak pecahnya pertikaian,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, Senin (14/4/2025).

    Dujarric menjelaskan bahwa sudah satu setengah bulan tidak ada pasokan bantuan yang diizinkan masuk melalui perbatasan Gaza,

    Langkah Israel ini menjadikan situasi tersebut sebagai penghentian bantuan terlama sejak serangan berlangsung.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-OANA

  • Gara-gara Israel Blokir Vaksin Polio ke Gaza, Lebih 600 Ribu Anak Terancam

    Gara-gara Israel Blokir Vaksin Polio ke Gaza, Lebih 600 Ribu Anak Terancam

    7cloud.asia – Blokade Israel terhadap masuknya vaksin polio ke Jalur Gaza membuat keselamatan lebih dari 600.000 anak Palestina terancam, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (22/4).

    “Pemblokiran vaksin ini menghambat pelaksanaan fase keempat kampanye peningkatan pencegahan polio,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

    “Lebih dari 602.000 anak berisiko mengalami kelumpuhan permanen dan disabilitas kronis jika vaksin tidak segera diizinkan masuk,” lanjut pernyataan itu.

    Kementerian juga menyatakan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi komplikasi kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketiadaan gizi yang layak dan air minum yang aman.

    Pada Agustus 2024, Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi kasus polio pertama di wilayah itu pada seorang bayi berusia 10 bulan.

    Baca: Sejak Oktober 2013, lebih dari 15 ribu anak tewas

    Penemuan tersebut mendorong dilakukannya kampanye vaksinasi pertama di tengah agresi Israel yang disebut sebagai perang genosida terhadap Gaza. Kampanye itu dilakukan dalam tiga tahap mulai September.

    Menurut otoritas kesehatan tersebut, tahap pertama berhasil memvaksin lebih dari 560.000 anak Palestina dan selesai pada 12 September.

    Tahap kedua yang berakhir 7 November mencakup 556.774 anak di bawah usia 10 tahun di seluruh Jalur Gaza. Sementara tahap ketiga pada Februari lalu menjangkau 590.000 anak.

    PBB menyatakan bahwa anak-anak di Gaza memerlukan dua dosis vaksin polio oral untuk perlindungan yang memadai.

    Baca: Tak dapat perawatan, 1000 anak Palestina meninggal

    Sejak 2 Maret, Israel telah menutup semua jalur penyeberangan ke Gaza, memblokir masuknya pasokan penting ke wilayah yang telah porak-poranda akibat perang itu meski laporan kelaparan terus meningkat.

    Pihak militer Israel kembali menggempur Gaza pada 18 Maret, mematahkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang dicapai pada 19 Januari.

    Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 51.200 warga Palestina di Gaza, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Konflik Hamas-Israel hancurkan masa depan anak-anak Palestina

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant.

    Penangkapan tersebut dilakukan atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya terhadap wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Anadolu/Antaranews

  • Harga Kebutuhan Pokok di Gaza Melonjak hingga 500 Persen

    Harga Kebutuhan Pokok di Gaza Melonjak hingga 500 Persen

    7cloud.asia – Ekonomi Gaza terus mengalami keterpurukan, dengan harga kebutuhan pokok melonjak hingga 527 persen akibat blokade Israel di wilayah tersebut.

    Kondisi memprihatinkan ini disampaikan Kamar Dagang dan Industri Gaza pada Minggu (27/4/2025).

    “Pendudukan (Israel) terus mencegah masuknya truk-truk sektor swasta, menyebabkan hampir seluruh aktivitas ekonomi lumpuh,” kata kamar dagang tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Lebih lanjut disebutkan, harga kebutuhan pokok dan bahan makanan melonjak hingga 527 persen setelah Israel memblokir masuknya pasokan dan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

    Baca: Dua juta warga Gaza bertahan tanpa penghasilan

    Gaza kini “menghadapi keruntuhan sistem ekonomi yang bersifat katastropik” akibat blokade Israel yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, lanjut pernyataan itu.

    Sejak 2 Maret, Israel terus menutup jalur-jalur penyeberangan memasuki Gaza bagi pengiriman makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan.

    Sikap Israel ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung, menurut laporan pemerintah, organisasi hak asasi manusia, dan lembaga internasional.

    Wilayah Gaza sendiri telah berada di bawah blokade ketat Israel sejak 2007, yang sangat memukul perekonomian lokal.

    Baca: Evakuasi warga Gaza justru mengancam masa depan Palestina

    Sejak Oktober 2023, hampir 51.500 warga Palestina tewas dalam serangan brutal Israel di Gaza, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

    Pada November 2024 lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant.

    Mereka dikenakan tuduhan telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang di wilayah Gaza tersebut.

    Sumber: Antaranewscom/Anadolu

  • Lebih dari 360 Tenaga Kesehatan di Gaza Ditangkap Israel

    Lebih dari 360 Tenaga Kesehatan di Gaza Ditangkap Israel

    7cloud.asia – Israel telah menahan lebih dari 360 staf medis di Jalur Gaza dan hanya 20 rumah sakit yang beroperasi di sana, kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh.

    “Kami kehilangan lebih banyak orang akibat konsekuensi tidak langsung dari perang dibandingkan mereka yang terbunuh akibat pendudukan,” kata al-Barsh kepada lembaga penyiaran Al Jazeera, Selasa (29/4/2025).

    “Dua puluh dari 38 rumah sakit di Jalur Gaza beroperasi sebagian. Pasukan pendudukan menangkap lebih dari 360 pekerja kesehatan kami,” tambahnya.

    Baca: Harga kebutuhan pokok di Gaza melonjak hingga 500 persen

    Dirjen Kemkes Gaza itu mengatakan anak-anak dan ibu hamil merupakan kelompok yang paling terdampak, dengan lebih dari 40.000 anak menjadi yatim piatu, 100 anak meninggal saat menunggu pintu penyeberangan dibuka.

    Selain itu ada hampir satu juta anak “kehilangan bantuan yang menyelamatkan nyawa.”

    Pada 18 Maret 2025, Israel melanjutkan serangan terhadap Jalur Gaza, dengan alasan penolakan gerakan Palestina Hamas untuk menerima rencana AS untuk memperpanjang gencatan senjata, yang berakhir pada 1 Maret.

    Baca: Dua juta warga Gaza bertahan tanpa penghasilan

    Israel juga memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi di Jalur Gaza dan menutup pintu masuk bagi truk yang membawa bantuan kemanusiaan.

    Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, penjarahan bantuan kemanusiaan telah meningkat tajam di Jalur Gaza.

    Hal ini dipicu kekurangan makanan dan barang-barang penting di tengah operasi militer Israel dan blokade yang terhadap wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik

  • Puluhan Anak di Gaza Meninggal Karena Kurang Gizi Akibat Agresi Israel

    Puluhan Anak di Gaza Meninggal Karena Kurang Gizi Akibat Agresi Israel

    7cloud.asia – Sedikitnya 57 warga Palestina, yang sebagian besar adalah anak-anak, meninggal akibat malanutrisi atau kurang gizi di Jalur Gaza sejak dimulainya serangan Israel pada 7 Oktober 2023.

    Demikian disampaikan oleh seorang pejabat kesehatan Palestina pada Sabtu (3/5/2025).

    “Jumlah kematian yang terkait dengan malanutrisi terus meningkat di tengah blokade Israel yang sedang berlangsung dan sektor kesehatan yang nyaris runtuh,” tutur Marwan al-Hams, direktur rumah sakit lapangan di bawah naungan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, kepada Xinhua.

    Sebelumnya, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, penjarahan bantuan kemanusiaan telah meningkat tajam di Jalur Gaza.

    Hal ini dipicu kekurangan makanan dan barang-barang penting di tengah operasi militer Israel dan blokade yang terhadap wilayah tersebut.

    Baca: Kondisi anak-anak di Gaza makin buruk

    Program Pangan Dunia PBB (WFP) juga telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, akibat agresi Israel yang berlarut-larut.

    Dalam pernyataannya, WFP menyebutkan bahwa hampir dua juta orang — mayoritas pengungsi — saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar mereka.

    Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis dalam beberapa jam terakhir, WFP membunyikan alarm peningkatan bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza.

    WFP menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengurangan stok pangan secara drastis, memperingatkan bahwa wilayah tersebut berada di ambang bencana kemanusiaan.

    Dalam pernyataan itu, WFP juga menekankan bahwa situasi kritis di Gaza diperparah oleh penutupan perbatasan oleh Zionis Israel, yang mencegat pengiriman pasokan pangan vital ke daerah kantong yang terkepung tersebut.

    Baca: Harga kebutuhan pokok di Gaza melonjak hingga 500 persen

    Menurut WFP, Gaza sangat membutuhkan distribusi pangan yang berkelanjutan dan bebas hambatan guna mencegah hancurnya ketahanan pangan di wilayah tersebut.

    Selain itu, pihaknya juga memperingatkan dampak parah jika situasi di Gaza saat ini terus berlanjut, menunjukkan bahwa warga sipil Palestina di Gaza sudah menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan, dengan krisis akut sumber daya penting penyelamat kehidupan.

    Sebelumnya, PBB memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini “kemungkinan menjadi yang terburuk” sejak serangan Israel dimulai 18 bulan lalu.

    “Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan saat ini kemungkinan adalah yang terburuk sejak pecahnya pertikaian,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, Senin (14/4/2025).

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua/Sputnik