Tag: hujan

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan hingga Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan hingga Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Jumat (5/7/2024).

    Secara khusus untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprakirakan seluruh wilayah akan mengalami kondisi cuaca hujan mulai dari sedang hingga lebat dengan disertai petir pada siang hari.

    Pada malam hari, kondisi cuaca di seluruh wilayah DKI diperkirakan berawan hingga hujan petir di Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

    Dikutip dalam laman resmi BMKG di Jakarta, potensi hujan ini dipicu sirkulasi siklonik terpantau di sekitar selat Kalimata.

    Baca Juga: El Nino Berlalu, Indonesia Kini Bersiap Hadapi La Nina pada Juli Mendatang

    Selanjutnya sirkulasi siklonik membentuk daerah konvergensi memanjang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Barat.

    Juga dari Laut Jawa hingga Sumatera Selatan, dari Jawa Tengah hingga Banten, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, dari Papua Pegunungan hingga Papua.

    BMKG memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, yakni Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung.

    Juga kota-kota di Jawa, seperti Bandung, Yogyakarta, Serang, Palangkaraya, Manado, Palu, dan Ambon.

    Baca Juga: WMO: Transisi Cepat dari El Nino ke La Nina Bakal Memicu Musim Badai

    Sedangkan beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu Bengkulu, Semarang, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Gorontalo, Makassar, Kendari, Ternate, Manokwari, dan Jayapura.

    Beberapa kota besar diprakirakan akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, meliputi Banda Aceh, Palembang, Surabaya, Kupang, Denpasar, Tanjung Selor, dan Mamuju.

    Untuk prakiraan tinggi gelombang air laut di wilayah Indonesia, BMKG memprakirakan umumnya berada di kisaran 0,5 hingga 2,5 m.

    BMKG juga memberikan imbauan waspada potensi banjir rob di wilayah pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Timur, Jakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

    Baca Juga: WMO: Kenaikan Suhu Global Picu Bencana Akan Lebih Sering Terjadi

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Kota di Indonesia Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Kota di Indonesia Hujan

    7cloud.asia – Sebagian besar kota di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Senin (09/07/2024).

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di sejumlah kota.

    Pada pagi hari Kota Palangkaraya, Ambon, Kendari, Mamuju, Manado diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kondisi cuaca yang sama juga terjadi di Kota Serang, Banjarmasin, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Makassar, Kendari, Ambon dan Medan pada siang hari.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Ambon dan Manokwari.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Samarinda, Ternate dan Manado. Kemudian malam harinya Kota Pekanbaru berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Lalu pada malam hari sejumlah kota berpeluang terjadi hujan disertai petir seperti Kota Bengkulu, Samarinda, Tarakan dan Padang.

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 33 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan Kupang.

    Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Serang, Gorontalo, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Kupang, Pekanbaru dan Palembang.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan dari pagi hingga malam hari.   

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 60 hingga 100 persen.

     

     

  • Musim Kemarau, Kok Masih Hujan? Ini Dia Penyebabnya

    Musim Kemarau, Kok Masih Hujan? Ini Dia Penyebabnya

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan meski telah memamsuki musim kemarau. Hal ini akibat beberapa faktor diantaranya adanya gelombang Kelvin.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan selain adanya gelombang Kelvin, ada faktor lain yang menyebabkan peningkatan curah hujan.

    Yaitu aktifnya fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Equatorial.

    “Sehingga berdasarkan analisis cuaca dan pengamatan perkembangan kondisi cuaca, sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia meskipun telah memasuki musim kemarau,” jelas Dwikorita dalam konferensi pers.

    Baca: Musim kemarau 2024 bakal mundur

    Dia menjelaskan fenomena MJO yang saat ini aktif menyebabkan pergerakan atau propagasi kumpulan awan-awan hujan dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika.

    Kumpulan awan hujan tersebut bergerak di sepanjang khatulistiwa menuju Samudra Pasifik melintasi wilayah Indonesia.

    Umumnya, arak-arakan awan hujan ini masuk melalui wilayah barat menuju wilayah timur Indonesia.

    Di sisi lain, dalam sepekan ke depan fenomena gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Equatorial juga berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

    Baik di wilayah barat, tengah, dan timur, seperti sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

    Baca: BMKG ingatkan hujan deras di 4 provinsi

    Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga turut berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

    Berdasarkan analisa tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca dimana diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang di sebagai wilayah Indonesia pada 8-14 Juli.

    “Yaitu di sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Khusus untuk pulau Jawa akan mengalami penurunan potensi hujan mulai periode tanggal 11 Juli “, ujarnya.

    Baca: Sejumlah wilayah hadapi cuaca ekstrem

    Namun, lanjut Dwikorita, fenomena hujan di musim kemarau tidak lepas dari letak geografis wilayah Indonesia yang berada di dua benua,benua Asia dan benua Australia.

    Letak geografis Indonesia juga berada pada pertemuan di antara dua Samudra besar yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

    “Fenomena iklim dan cuaca di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dinamika cuaca yang beragam. Selama musim kemarau, adanya potensi gangguan seperti MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang atmosfer lainnya tetap dapat menyebabkan pembentukan awan hujan” terangnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan bahwa peningkatan curah hujan akibat gangguan fenomena atmosfer tidak akan terjadi berhari-hari.

    Baca: BMKG ajak pihak swasta mitigasi bencana

    Setiap wilayah diprediksi hanya 1-3 hari. Di mana saat ini wilayah Jakarta, Banten, yang pada pekan kemarin diguyur hujan lebat saat ini sudah mulai cerah kembali.

    “Kondisi tersebut diprediksikan akan menurun, dimana wilayah Jawa, Banten, Bali, dan Nusa Tenggara akan kembali mengalami kondisi musim kemarau yang normal,” ujar Guswanto.

    Oleh karenanya, penting untuk masyarakat Indonesia dalam memahami kompleksitas fenomena iklim dan cuaca di Indonesia-plus dampak perubahan iklim.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah Berawan, tapi Waspada Hujan Disertai Petir di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah Berawan, tapi Waspada Hujan Disertai Petir di Kota Ini

    7cloud.asia – Cuaca sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan pada Minggu (14/07/2024). Namun, masih ada kota yang berpotensi hujan bahkan hingga disertai petir.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir memang masih berpeluang terjadi di musim kemarau ini.

    Menurut kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, kondisi tersebut adalah sesuatu yang normal dan wajar terjadi di Indonesia serta bukan sebagai anomali cuaca..

    Hal ini karena letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua yaitu Australia dan Asia dan dua samudra yaitu Pasifik dan Hindia.

    “Letak geografis ini menjadikan Indonesia memiliki dua musim yang berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Angin monsun barat dari Benua Asia membuat Indonesia mengalami musim hujan,” jelas Dwikorita.

    “Sementara secara umum, musim kemarau di Indonesia berkaitan dengan aktifnya angin monsun timur dari Australia yang bersifat kering,” lanjutnya .

    Dwikorita menjelaskan, meski berstatus musim kemarau, namun bukan berarti tidak turun hujan sama sekali.

    Melainkan curah hujan di suatu tempat kurang dari 50 mm/dasarian dan terjadi minimal tiga dasarian berturut-turut.

    Musim kemarau sendiri, tidak terjadi secara bersamaan di Indonesia dan berlangsung dengan durasi yang berbeda antar wilayah.

    Seperti hujan dengan intensitas ringan masih terjadi Kota Jayapura dan Manokwari pada siang hari. Bahkan Kota Samarinda berpotensi hujan disertai petir. Padahal kota-kota lainnya cerah berawan sejak pagi hari.

    Kemudian malam harinya, hanya Kota Jayapura yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan kota-kota lainnya diperkirakan cerah dan berawan.

    Suhu berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Kupang dan suhu ertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Pontianak dan Medan.

    Sementara untuk seluruh wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan seharian dari pagi hingga malam.

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 85 persen.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Kota Ini

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau, hujan disertai petir masih berpotensi terjadi.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Tarakan pada Selasa (16/07/2024) malam.

    Di kota lainnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pada siang hari di Kota Banjarmasin, Tanjung Pinang, Ternate, Jayapura dan Manokwari.

    Kemudian malam harinya Kota Jayapura diperkirakan hujan dengan intensitas ringan dan Kota Medan diperkirakan hujan dengan intensitas sedang.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirkan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh.

    Sementara wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah pada pagi hari.

    Lalu siang hari cuaca diperkirakan cerah berawan dan malamnya cuaca di seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah.

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 80 persen.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Kemarau, Beberapa Kota Masih Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Kemarau, Beberapa Kota Masih Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau, namun hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi terjadi.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Samarinda dan Bandar Lampung pada Kamis (18/07/2024) pagi.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Samarinda dan Jayapura pada siang hari.

    Kemudian malam harinya, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Tarakan. Lalu Kota Medan diperkirakan hujan disertai petir.

    Suhu udara diperkirakan berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Serang, Jambi, Surabaya, Pontianak, Makassar, Palembang dan Medan.   

    Sementara wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 85 persen.

     

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Cerah Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Cerah Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan mayoritas kota di Indonesia diperkirakan cerah dan berawan pada Jumat (19/07/2024).

    Namun, masih ada kota yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Kota Ambon diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. siangnya Kota Medan diperkirakan hujan ringan.

    Kemudian pada malam hari hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Ambon dan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan. Lalu hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Tarakan.

    Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Semarang.   

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 85 persen.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda 4 Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda 4 Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk empat wilayah yang berpotensi hujan disertai petir pada Senin (22/07/2024).

    Empat wilayah tersebut Maluku Utara (Halmahera Tengah), Papua Barat (Manokwari, Tambrauw, Teluk Bintuni, Sorong Selatan, Pegunungan Arfak, Maybrat).

    Wilayah lainnya  Kalimantan Utara (Nunukan, Malinau, Tarakan, Tana Tidung), dan Sulawesi Tengah (Parigi Mountong, Sigi, Poso, Morowali).

    Sementara sejumlah kabupaten/kota terdampak hujan disertai petir adalah Tanjung Selor, Samarinda, Manado, Mamuju, Palu, Jayawijaya, Ternate, dan Nabire.Suhu udara berkisar antara 21-27 celsius.

    BMKG juga memperkirakan angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat dan Maluku.

    Sejumlah kota juga diprediksi dilanda petir yaitu Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi Pangkal Pinang, Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Sorong, Ambon, dan Manokwari. Suhu udara berkisar 26-28 derajat celsius.

    Untuk wilayah DKI Jakarta cuaca di seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan pada pagi hingga malam hari. Suhu udaraberkisar antara 24-32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban 74-86 persen.

  • Tiga Bulan Tak Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Jatim, NTT dan NTB Alami Kekeringan

    Tiga Bulan Tak Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Jatim, NTT dan NTB Alami Kekeringan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat sudah mulai mengalami kekeringan ekstrem setelah nyaris tiga bulan tidak diguyur hujan.

    Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan di Jakarta, Rabu (24/7/2024), mengatakan 18 kabupaten/kota dan puluhan kecamatan di tiga provinsi tersebut mengalami kekeringan akibat kurang hujan dengan kategori ekstrem.

    BMKG menilai atas kondisi tersebut semua pihak secara lintas sektor pada tingkat pusat maupun daerah harus mengambil langkah mitigasi dan penanggulangan secara saksama demi mengurangi dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.

    Kekeringan ekstrem dapat berimplikasi terhadap potensi gagal panen atau perubahan periode tanam, semakin berkurang ketersediaan air bersih, hingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di NTB, NTT, Jatim.

    Oleh karena itu, BMKG berharap, upaya mitigasi dan penanggulangan perlu ditingkatkan khususnya pada sejumlah sektor tersebut setidaknya sampai dengan September yang diprakirakan menjadi akhir puncak musim kering tahun ini.

    Baca Juga: Memasuki Kemarau Kualitas Udara Jakarta Memburuk: Tercatat Sebagai Kota Terpolusi di Dunia

    “Termasuk potensi gangguan kesehatan masyarakat salah satunya dari penyebaran penyakit demam berdarah juga perlu diperhatikan karena musim kering dapat meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk,” kata dia.

    Tim ahli klimatologi BMKG melaporkan sampai dengan Sabtu (20/7/2024) setidaknya ada lima kabupaten dan kota di Provinsi NTT yang mengalami kekeringan ekstrem karena tidak diguyur hujan dalam waktu yang lama, sejak akhir Mei 2024.

    Sebanyak lima kabupaten dan kota di NTT itu, Kota Kupang (Kecamatan Kota Raja, Alak, Maulafa, Kota Lama, Oebobo, Kelapa Lima selama 92 hari tanpa hujan), Kabupaten Belu (Kecamatan Atambua Selatan selama 91 hari).

    Sedangkan, Sumba Timur (Pandawai, Kahaungu Eti selama 89 hari tanpa hujan), Sabu Raijua (Sabu Barat, Hawu Mahera selama 76 hari), dan Kupang (Sulamu selama 64 hari).

    Untuk Provinsi NTB tercatat tiga kabupaten dan kota meliputi Lombok Timur (Kecamatan Sambelia selama 88 hari tanpa hujan), Bima (Belo, Palibelo selama 85 hari), dan Dompu (Pajo selama 85 hari).

    Baca Juga: Catat! Hari Ini Diperingati sebagai Hari Memerangi Penggurunan dan Kekeringan

    Kekeringan melanda 10 kabupaten dan kota di Provinsi Jatim meliputi Kota Probolinggo (Kecamatan Kademangan, Leces, Mayangan selama 90 hari), Probolinggo (Gending, Sumber, Sumberasi, Kraksaan, Pajarakan selama 90 hari), Jember (Gumuk Mas selama 87 hari), Kediri (Ngadiluwih, Kras selama 87 hari).

    Kabupaten Pasuruan (Gondang Wetan, Pohjentrek selama 86 hari), Situbondo (Kapongan, Mangaran selama 86 hari), Banyuwangi (Pesawaran, Bajulmati, Alas Buluh selama 85 hari), Blitar (Kanigoto, Wonodadi, Udanawu, Sanakulon, Serengat selama 85 hari).

    Kekeringan juga terjadi di Mojokerto (Trowulan selama 85 hari), dan Tulungagung (Kalidawir, Karang Rejo, Rejotangan selama 85 hari).

    Musim kering juga mulai melanda 45 persen zona musim Indonesia sampai dengan pertengahan Juli 2024, meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Bengkulu, sebagian Jambi.

    Musim kering juga terjadi di sebagian sumatera Selatan, sebagian Lampung sebagian Banten, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Papua Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Hujan di 19 Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Hujan di 19 Wilayah Ini

    7cloud.asia – Meski telah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca nya merilis peringatan dini untuk 19 wilayah tersebut yang berpotensi hujan mulai 27 Juli hingga awal Agustus 2024 atau saat puncak musim kemarau.

    Kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan NTT.

    Baca: BMKG keluarkan peringatan dini potensi angin kencang

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam rilisnya memaparkan kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh Gelombang Ekuator Rossby yang diprakirakan aktif di wilayah tersebut.

    “Aktivitas gelombang ini mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah itu. Selain itu faktor pemanasan skala lokal memberikan pengaruh cukup signifikan dalam proses pengangkatan massa udara dari pemukaan bumi ke atmosfer,” terang Guswanto.

    Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, sirkulasi siklonik membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

    Baca: Hujan disertai petir berpotensi terjadi di 4 wilayah ini

    “Secara umum, kombinasi fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi cuaca signifikan dalam periode 26 Juli – 1 Agustus 2024. Angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat,” jelas Andri.

    Lebih lanjut Andri mengatakan, meski sejumlah wilayah diprediksi diguyur hujan selama sepekan ke depan, namun saat ini Indonesia tengah berada di puncak musim kemarau.

    BMKG mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat soal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama di Pulau Sumatra dan Kalimantan yang memilki banyak kawasan gambut.

    “Kepada masyarakat, kami imbau untuk menggunakan air dengan bijaksana dan hemat. Selain itu, hindari membuka lahan dengan membakar, terutama pada daerah hutan yang bertanah gambut karena mudah terbakar dan sulit dimatikan,” katanya.