7cloud.asia – Bianca adalah pemilih pemula. Dia baru berhak memberikan suara di Pemilu 2024 yang digelar serempak hari ini.
Ditemui di TPS 89, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Bianca megaku bingung untuk memilih caleg yang akan dipilihnya. Alasannya, dia tidak banyak mengenal caleg yang maju di Pemilu 2024 kali ini.
Kepada 7cloud.asia, Bianca mengaku datang ke TPS di Pemilu 2024 hari ini, lebih untuk memberikan suaranya untuk capres/cawapres. Capres yang ia pilih adalah yang banyak dipilih oleh teman-temannya.
“Milih seperti yang dibilang teman-teman di sekolah,” ujar Bianca yang saat ini duduk di kelas 8 sebuah SMA swasta di Tangerang Selatan ini.
Baca: Sehari jelang pemilihan banyak pemilih yang masih bingung
Lain lagi cerita Suryanto, yang juga mengaku tidak banyak mengenal caleg yang maju di Pemilu 2024 kali ini.
Ditemui di tempat yang sama, dia menilai tidak banyak partai pun caleg yang coba mengenalkan caleg dan menyosialisasikan programnya.
“Karena tidak kenal, akhirnya milih calegnya berdasarkan asal partai mereka,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan, partai dan para caleg lebih pro aktif mendatangi masyarakat dan menyosialisasikan program-program mereka. Hal ini, ujarnya, agar masyarakat tidak memilih kucing dalam karung.
Baca: Koalisi sipil ajak pemilih tak pilih Capres pelanggar HAM
Apa yang dialami Bianca dan Suryanto ini sedikit banyak menggambarkan kondisi masyarakat pemilih dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini.
Dalam pantauan 7cloud.asia di dua TPS di Serpong Utara, masih banyak warga yang tidak mengenal caleg yang maju di Pemilu 2024 kali ini.
Sebelum masuk ke ruang pencoblosan, mereka memantengi daftar caleg baik tingkat pusat, tingkat provinsi maupun kota/kabupaten serta calon anggota DPD yang dipasang di lokasi TPS.
“Daftar itu cukup membantu,” ujar salah seorang pemilih bernama Mini yang mengaku tidak tahu jika jejak para caleg bisa ditrace di laman yang disediakan KPU.
Baca: Form C6 tidak dibagikan warga desa di Sampang Madura mengamuk
Dalam pantauan 7cloud.asia juga banyak anggota masyarakat yang belum bisa membedakan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan calon anggota DPRD.
Keberadaan petugas yang menjelaskan daftar ini sangat membantu para pemilih untuk menentukan pilihan mereka.
Seperti itulah sekelumit cerita tentang penyelenggaraan Pemilu 2024.
Ternyata masih banyak hal yang harus dibenahi agar pesta demokrasi lima tahunan ini lebih bermakna dan berkualitas.





