Tag: cuaca

  • Suhu Panas Hingga 33 Derajat Celsius, Ini Penyebabnya

    Suhu Panas Hingga 33 Derajat Celsius, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Suhu udara yang panas saat ini tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya Pulau Bintan di Kepulauan Riau (Kepri) yang suhunya mencapai 33 derajat celsius.

    Akibatnya masyarakat merasakan udara panas dan gerah yang tak biasanya.

    “Kami mencatat suhu udara saat ini berada di atas 30 sampai 33 derajat Celsius,” ungkap Prakirawan Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kota Tanjungpinang, Muhammad Fadris D, dikutip Antaranews.

    Padahal, lanjut Fadris, suhu udara di wilayah ini pada siang hari biasanya berkisar antara 28 sampai 30 derajat celcius.

    Cuaca panas yang melanda Pulau Bintan, meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprediksi masih akan berlangsung hingga awal 2024.

    Hal ini terjadi akibat fenomena skala global seperti El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).

    Selain itu, adanya pergerakan angin dari arah Australia yang cenderung kering, sehingga menyebabkan berkurangnya pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

    “Namun khusus di Pulau Bintan, untuk hari ini sampai dua hari ke depan ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bersifat lokal,” jelas Fadris.

    Selanjutnya Fadris menjelaskan suhu panas yang terjadi saat ini rentan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Pihaknya telah mendeteksi beberapa titik panas, terutama di wilayah Kabupaten Bintan.

    Karena itu, Fadris mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pemicu karhutla, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar lahan atau kebun saat cuaca panas.

    Hal ini dapat menimbulkan kebakaran yang lebih besar. “Dari segi kesehatan, perbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi,” ujarnya.

    Sebelumnya Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada BRIN (Badan Riset dan Inovesi Nasional), Eddy Hermawan mengatakan puncak suhu panas ekstrim terjadi pada bulan Oktober.

    Normalnya musim kemarau terjadi pada Juni sampai Agustus. Tetapi adanya pengaruh fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) bergeser ke Oktober.

     “Sekarang El Nino positif dan IOD juga positif, keduanya mencapai puncak sekitar Oktober 2023,” kata Eddy. 

    Kedua fenomena osilasi suhu air permukaan laut–El Nino di Samudera Pasifik dan IOD di sebelah barat Samudera Hindia—berdampak cukup masif pada Indonesia dan negara lainnya di garis khatulistiwa.

    Karena itu, lanjut Eddy, beberapa daerah di Indonesia diprediksi mengalami suhu panas ekstrem, di antaranya Kota Surabaya dengan suhu tertinggi diprediksi mencapai 43 derajat Celcius.

    Sementara itu, salah seorang warga Tanjungpinang, Erita, merasakan dampak cuaca panas dalam dua hari ke belakang, terutama pada siang hari.

    “Panasnya sangat terasa, menyebabkan tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya,” kata Erita.

    Reporter: Nurakhmayani 

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta Seharian Cerah dan Berawan

    Cuaca Hari Ini: Jakarta Seharian Cerah dan Berawan

    7cloud.asia – Seluruh wilayah di DKI Jakarta pada  Minggu (22/10/2023) diperkirakan cerah dan berawan dari pagi hingga malam.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merinci wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur juga berawan pada pagi hari. Sementara Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu akan cerah berawan

    Dari situs BMKG, suhu udara di Jakarta diperkirakan berkisar antara 24 derajat hingga 34 derajat celcius. Tingkat kelembaban udara diperkirakan berada pada kisaran 60-90 persen.

    Cuaca yang sama juga diprediksi terjadi di sebagian besar kota di Indonesia. Diantaranya adalah Denpasar, Bengkulu, Yogyakarta, Jambi, Semarang, Surabaya, Samarinda, Tarakan, Pangkal Pinang.

    Selain itu, kota Ambon, Ternate, Lampung, Mataram, Kupang, Makasar, Kendari, Manado serta Palembang juga diprediksi cerah dan berawan.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di kota Serang, Gorontalo, Bandung, Banjarmasin, Palangkaraya, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju dan Padang.   

    Kota Tanjung Pinang dan Jayapura, BMKG memprediksi hujan sedang di kedua kota ini.

    Sedangkan hujan lebat masih berpeluang terjadi, yaitu di kota Aceh. Hujan petir diprediksi akan terjadi di kota Pontianak.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah terjadi di kota Bandung dan suhu tertingga diperkirakan terjadi di kota Surabaya.

    Adanya potensi hujan ringan dan lebat di sejumlah kota tersebut menurut BMKG terjadi sebagai dampak sirkulasi siklonik terpantau di Semenanjung Malaysia yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Teluk Thailand dan Laut Cina Selatan.

    Daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang dari pesisir selatan Kamboja hingga Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Timur hingga Jawa Tengah, dan Papua.

     Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: Cuaca di Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

    BMKG: Cuaca di Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

    7cloud.asia – Cuaca di sebagian besar wilayah Jakarta pada Kamis (26/10/2023) ini diperkirakan cerah berawan sepanjang hari.

    Dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kamis pagi diprediksi seluruh wilayah DKI Jakarta cerah berawan.

    Kondisi cuaca masih sama pada siang hari kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang akan berawan.

    Kemudian sebagian besar wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan pada sore hari.

    baca juga: bmkg waspada suhu panas landa di kota ini

    Sementara Jakarta Selatan yang akan berawan dan Jakarta Timur yang berpotensi berawan tebal. Pada malam hari seluruh wilayah ibukota akan cerah berawan.

    Lalu pada Jumat (27/10) dini hari cuaca cerah berawan diperkirakan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu akan diprediksi cerah.

    Suhu udara di Jakarta diperkirakan berkisar antara 23 derajat hingga 35 derajat celcius dengan tingkat kelembapan udara diperkirakan berada pada kisaran 50-85 persen.

    BMKG juga memperkirakan hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Papua.

    Angin kencang dengan kecepatan lebih 45 km/jam diprediksi terjadi di wilayah Aceh, Lampung dan Jawa Barat.

    baca juga: bmkg sejumlah kota besar berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang

    Wilayah yang diperkirakan akan berdampak angin kencang yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Papua.

    Hujan disertai petir atau hujan badai juga diprediksi masih akan terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur.

    Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah juga berpotensi hujan badai.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengingat potensi bencana hidrometeorologi.

    Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua.

    Sedangkan dipreiran, BMKG memperkirakan hujan lebat terjadi di perairan bagian barat Aceh hingga Sumatera Barat, Selat Malaka, Laut Natuna, Selat Makassar Perairan barat Kalimantan Barat, dan Teluk Cenderawasih.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Panas Ekstrem Landa Indonesia, Kehidupan Fauna Terdampak

    Cuaca Panas Ekstrem Landa Indonesia, Kehidupan Fauna Terdampak

    7cloud.asia – Beberapa bulan ini Indonesia mengalami cuaca panas ekstrem. Cuaca seperti ini mempengaruhi kelangsungan hidup fauna di Indonesia.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pengembangan dan Pelayanan Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia / Research Center for Climate Change University of Indonesia (RCCC UI), Dr Nurul L Winarni.

    “Dampak yang mungkin dialami oleh fauna di wilayah iklim tropis adalah ketersediaan makanan dan air serta migrasi dan distribusi habitatnya,” ungkap Nurul seperti yang dilansir Antara.

    Selanjutnya Nurul menjelaskan hewan-hewan yang ada di Indonesia memang merupakan jenis hewan yang hidup di daerah tropis, mengikuti iklim Indonesia.

    Hewan-hewan ini merupakan hewan karismatik, seperti harimau, gajah, badak, hingga berbagai jenis burung, reptil, amfibi, ikan, serangga, dan sebagainya.

    baca juga: bmkg waspadai cuaca ekstrem seminggu ke depan

    Namun, cuaca ekstrem ternyata berdampak signifikan terhadap berbagai jenis fauna. Misalnya burung-burung yang tinggal di pegunungan menjadi semakin sempit habitatnya karena pengaruh perubahan suhu yang semakin panas.

    Jenis-jenis hewan eksoterm, seperti amfibi, hewan yang memiliki sensitivitas terhadap perubahan suhu.

    Jika suhu terlalu panas, dapat mempengaruhi kondisi vital, seperti pencernaan, reproduksi, dan metabolisme serta kondisi ketersediaan air pada habitatnya yang mengalami kekeringan.

    “Dengan semakin minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan, fauna seperti burung dan kupu-kupu juga diperkirakan dapat kehilangan habitatnya,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, cuaca ekstrem juga berdampak pada ketersediaan pakan satwa tersebut. Tumbuhan memiliki peran penting sebagai sumber makanan bagi hewan.

    baca juga: pertemuan g20 gagal capai kesepakatan pangkas bahan bakar fosil meski krisis iklim di depan mata

    Cuaca panas ekstrem menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah yang mempengaruhi ketersediaan pakan.. Kondisi ini tentu berdampak bagi hewan pemakan tumbuhan.

    Produksi nektar dan buah dapat terpengaruh, termasuk juga pola musim berbunga dan berbuah dapat bergeser. Ini menyebabkan satwa harus dapat mencari alternatif sumber daya lain.

    Menurutnya, fauna yang berpotensi migrasi seperti burung yang melakukan perjalanan musiman.

    Burung yang habitatnya mengalami musim panas ke musim dingin maka akan melakukan migrasi ke daerah yang lebih hangat seperti iklim tropis. Jika musim dingin berakhir, kemudian akan kembali ke tempat habitat awal.

    Sementara untuk hewan yang tinggal di daerah tropis, tidak terjadi migrasi. Namun, hewan tersebut membutuhkan persediaan sumber air yang cukup.

    baca juga: el nino percepat laju lelehnya salju abadi gunung puncak jaya

    Pergerakan hewan mungkin terjadi untuk mencari tempat-tempat yang masih menyediakan makanan, sumber air, dan tempat berlindung. Kompetisi antar satwa berpotensi terjadi untuk memperebutkan sumber daya ini.

    Akibat cuaca panas ekstrem, kebakaran hutan dan lahan terjadi dimana-mana.  Kondisi ini mengancam hilangnya habitat bagi spesies yang hidup di hutan tersebut.

    Selain itu, cuaca ekstrem juga dapat menyebabkan kekeringan pada habitat perairan seperti rawa, sungai, danau. Hal ini dapat mengancam keberadaan jenis-jenis ikan tertentu.

    baca juga: klhk sejumlah spesies baru ditemukan di hutan indonesia

    Jika hal tersebut terjadi dapat berdampak juga pada siklus ekosistem satwa, seperti rantai makanan dan jaring jaring makanan.

    Apabila salah satu rantai makanan hilang, lanjut Nurul, maka mempengaruhi tingkat trofik produsen, konsumen, dekomposer atau pengurai dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

    Ini dapat terjadi karena adanya perubahan sumber daya makanan yang dapat menyebabkan perubahan komposisi komunitas hewan dalam ekosistem tersebut.

    Akibatnya terjadi kehilangan spesies tertentu atau peningkatan populasi organisme lain yang lebih dominan.

    baca juga: hari spesies terancam punah kapan dan mengapa diperingati
    Karena itu, ada beberapa hal menurut Nurul dapat dilakukan untuk menanggulangi dampak jangka pendek cuaca ekstrem terhadap fauna.

    Diantaranya dengan menyediakan sumber air, mencegah kebakaran hutan, menanam pohon buah dan tanaman berbunga di perkotaan.

    Untuk jangka panjang, dapat melakukan restorasi dan proteksi habitat, menyediakan alternatif habitat khususnya untuk kawasan perkotaan.

    Misalnya dengan menyediakan ruang terbuka hijau seperti taman, termasuk memanfaatkan halaman rumah dan konservasi sumber daya air.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Waspada, Dua Kota Ini Panas Hingga 36 Derajat Celsius

    Waspada, Dua Kota Ini Panas Hingga 36 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Suhu panas masih terjadi di beberapa kota di Indonesia. Bahkan kota Surabaya dan Serang pada Sabtu (28/10/2023) diperkirakan suhu mencapai 36 derajat celsius.

    Selain itu, suhu tinggi hingga 35 derajat celsius juga diperkirakan terjadi di Kota Semarang, Banjarmasin, Palangkaraya dan Makassar.

    Dilihat dari situsBadan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar kota-kota di Indonesia cerah berawan.

    Sebelumnya Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada BRIN (Badan Riset dan Inovesi Nasional), Eddy Hermawan mengatakan puncak suhu panas ekstrim terjadi pada bulan Oktober.

    baca juga:bmkg waspada suhu panas landa di kota ini

    Normalnya musim kemarau terjadi pada Juni sampai Agustus. Tetapi adanya pengaruh fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) bergeser ke Oktober.

    “Sekarang El Nino positif dan IOD juga positif, keduanya mencapai puncak sekitar Oktober 2023,” kata Eddy beberapa waktu lalu.

    Kedua fenomena osilasi suhu air permukaan laut–El Nino di Samudera Pasifik dan IOD di sebelah barat Samudera Hindia—berdampak cukup masif pada Indonesia dan negara lainnya di garis khatulistiwa.

    Karena itu, lanjut Eddy, beberapa daerah di Indonesia diprediksi mengalami suhu panas ekstrem, di antaranya Kota Surabaya dengan suhu tertinggi diprediksi mencapai 43 derajat celcius.

    baca juga: atasi kemarau dampak el-nino 60 persen embung masih aman

    Meski demikian, peluang hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia.

    BMKG memperkirakan potensi hujan lebat terjadi di wilayah : Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Papua.

    Selain itu angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam diprediksi terjadi di Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Barat.

    Karena itu BMKG mengimbau agar masyarakat waspada dengan dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor atau pohon tumbang.

    Reporter: Nurakhmaya

  • Cuaca Panas Picu Demam Tifoid, Begini Cara Mencegahnya  

    Cuaca Panas Picu Demam Tifoid, Begini Cara Mencegahnya  

    7cloud.asia – Cuaca panas dan polusi udara kini tengah melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Kondisi ini dapat meningkatkan infeksi tifoid karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan.

    Demikian diungkapkan ketua pencegahan infeksi dan kontrol, Komite Kontrol Resistan Antimikroba RS Cipto Mangunkusumo, Dr.dr Ari Prayitno Sp. A (k) seperti yang dilansir Antaranews.

    “Tangan kita menyentuh sesuatu masuk ke mulut enggak cuci tangan atau cuci tangan enggak benar ditambah udara kering mempermudah kontaminasi dan penyebaran kuman sehingga infeksi lebih mudah masuk ke pencernaan,” jelas Ari.

    Baca: Malas gerak penyakit jantung mengintai

    Karena itu, ia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati pada penyakit yang berkembang melalui transmisi udara dan kontaminasi pada makanan.

    Menurutnya, masyarakat Indonesia masih kurang membiasakan diri mencuci tangan. Akibatnya mempermudah kuman masuk ke makanan yang sudah terkontaminasi dari tangan yang kotor.

    Hal ini menyebabkan infeksi demam tifoid. “Jumlahnya nggak sedikit tapi banyak dan itu bisa menyebabkan penyakit demam tifoid lebih mudah menginfeksi,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

    Baca: Gerd beda dengan maag seperti ini penjelasan keduanya

    Lebih jauh Ari memaparkan demam tifoid banyak menyerang sistem pencernaan, sehingga jangan terkecoh tangan yang terlihat bersih dan jangan malas untuk menjaga kebersihan tangan dengan antiseptik atau cuci tangan dengan air bersih.

    Selain itu masyarakat juga perlu memperhatikan kontaminasi saluran tinja yang masuk pada saluran air yang dikonsumsi. Sebab, hal ini akan mempermudah menyebarnya kuman penyebab demam tifoid.

    Sebenarnya ada beberapa cara untuk menghindari demam tifoid. Yaitu dengan upaya memperbaiki kebersihan lingkungan dan menjaga kebersihan sanitasi agar bisa terhindar dari risiko tifoid yang menyebabkan komplikasi.

    Baca: Cacar monyet menyebar, masyarakat diminta waspada

    Sanitasi yang buruk harus diperbaiki, kekurangan air minum yang aman harus diperbaiki karena ini mempengaruhi higienitas dari hidup seseorang atau sekelompok orang,” papar Ari.

    Selain itu, pentingnya melakukan vaksinasi untuk demam tifoid juga perlu dilakukan terutama yang berada di daerah endemis agar terhindar dari beratnya gejala dan komplikasi.

    Vaksin diberikan pada anak usia 2 tahun dan diulang pada usia 3 tahun sebanyak 1 kali pemberian melalui tetes lewat mulut dan suntik dengan dua macam.

    Baca: Jangan anggap remeh nyeri pinggang

    Yaitu polusakarida untuk anak usia di atas 2 tahun dan conjugate untuk di bawah 2 tahun.

    Jika anak mengalami demam lebih dari satu minggu dan ada riwayat anggota keluarga di rumah mengalami demam tifoid, segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Mega Atria mengimbau masyarakat menanam tanaman hias untuk menghadapi cuaca panas ekstrem.

    “Tanaman merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah.

    “Tanaman juga mengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,” katanya di kampus UI Depok, Jumat (27/10/2023)..

    Ia mengatakan tumbuhan dan tanaman adalah salah satu organisme penyedia jasa ekosistem bagi manusia dan lingkungan.

    baca juga: dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita

    Menurutnya, beberapa tanaman hias berdaun yang cocok untuk ditanam di suhu panas, antara lain Palem Hias, Nanas Bromeliad, Sirih Gading, dan Lidah Buaya, yang juga berfungsi untuk menyerap debu.

    Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan menyukai cahaya matahari.

    Tanaman hias kelompok Kaktus, Bougenvile, dan Kamboja memenuhi kriteria yang disebutkan Mega ini.. 

    Jenis non-tanaman hias yang juga bisa menjadi alternatif antara lain bambu dan jenis pohon peneduh dengan kanopi lebar dan dapat mengurangi efek suhu tinggi.

    baca juga: tanaman dalam ruangan yang bagus untuk lingkungan

    Ia berharap masyarakat bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tumbuhan di hunian masing-masing. Kegiatan penanaman, lanjutnya, dapat dimulai dengan menanam aneka sayur dan buah untuk dikonsumsi sendiri.

    Dengan menerapkan konsep grow your own food, lanjutnya, masyarakat akan mampu mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.

    Jika memiliki lahan yang cukup luas, masyarakat juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.

    “Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, maka kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,” kata Mega.

    Baca: 8 Tanaman yang efektif menyerap polusi udara

    Umumnya cuaca ekstrem dengan suhu yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan flora. 

    Namun beberapa jenis tumbuhan  mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, karena dapat mengurangi penguapan berlebihan, seperti tanaman hias dan tanaman obat.

    Tanaman-tanaman tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu menanggulangi dampak cuaca ekstrem seperti polusi udara dan rendahnya kelembapan udara yang dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

    Sumber: Antaranews

  • BMKG: Suhu Hingga 37 Derajat Celsius Berpeluang Terjadi di Kota Ini

    BMKG: Suhu Hingga 37 Derajat Celsius Berpeluang Terjadi di Kota Ini

    7cloud.asia – Meski telah memasuki penghujung bulan Oktober, namun cuaca panas masih terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satunya Kota Surabaya yang diperkirakan suhu udara mencapai 37 derajat celsius.

    Dilihat dari situsBadan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di kota pahlawan tersebut pada Senin (30/10/2023) seharian cerah.

    Suhu minimum 25 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 45 hingga 85 persen.

    Selain Surabaya, kota-kota lainnya juga bersuhu tinggi mencapai 35 derajat celsius, seperti Serang, Semarang dan Palembang.

    Sebagian besar kota-kota di Indonesia juga cerah dan berawan. Dengan suhu rata-rata antara 24 hingga 31 derajat celsius.

    baca: waspada dua kota ini panas hingga 36 derajat celsius

    Meski banyak kota yang cerah dan berawan, namun BMKG mengeluarkan peringatan dini. Hujan lebat dengan intensitas lebih dari 50mm per hari diprediksi akan mengguyur wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi.

    Selain hujan lebat juga berpotensi mengguyur Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, dan Papua.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG juga mengingatkan bahaya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor didaerah tersebut.

    Tak hanya didaratan. Hujan dengan intensitas lebat di wilayah perairan berpotensi terjadi di beberpa perairan di Indonesia.

    baca: bmkg waspada suhu panas landa di kota ini

    Perairan Lhokseumawe, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan barat Aceh – barat Sibolga, Perairan utara Sabang, Perairan Riau, perairan Kepulauan Riau, Samudera Hindia barat Aceh, Laut Natuna berpeluang terjadi hujan lebat.

    Selain itu, Selat Karimata, Laut Cina Selatan bagian utara Kalimantan Barat, Samudera Pasifik utara Maluku Utara, Samudera Pasifik Utara Papua, Teluk Cendrawasih, Laut Seram, dan Laut Arafura juga diprediksi hujan lebat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peringatan Dini BMKG, Beberapa Hari ke Depan Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Ini  

    Peringatan Dini BMKG, Beberapa Hari ke Depan Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Ini  

     

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berpeluang terjadi hingga beberapa hari kedepan di wilayah Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga untuk waspada.

    “BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 5 November 2023 mendatang,” ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben A Molle dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Ben menjelaskan cuaca ekstrem ini dipicu oleh adanya suhu muka laut (Sea Surface Temperature) atau SST dengan anomali +0,5 derajat celsius hingga +2,9 derajat celsius berada di Laut Sulawesi dan sekitarnya.

    Baca: bmkg cuaca di jakarta cerah berawan sepanjang hari

    Selanjutnya, kondisi labilitas lokal kuat juga mendukung aktivitas konvektif dalam skala lokal terdapat di beberapa wilayah Sulawesi Utara.

    “Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga Iebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” katanya.

    Potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi pada hari tanggal 2 November 2023 di wilayah Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan.

    Baca: LRT fase dua akan mulai dibangun

    Selain itu  Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga berpeluang terjadi cuaca ekstrem.

    Di hari berikutnya, berpotensi terjadi di wilayah Kota Tomohon Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan,

    baca: peran tanaman hias dalam mengatasi cuaca panas ekstrem

    Cuaca ekstrem juga diprediksi terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

    Sementara di tanggal 4 November 2023 diperkirakan terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

    Sedangkan di tanggal 5 Oktober 2023, cuaca ekstrem akan melanda wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Cuaca Hari Ini, Jakarta Berpotensi Hujan Sore Hingga Malam

    Cuaca Hari Ini, Jakarta Berpotensi Hujan Sore Hingga Malam

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur wilayah DKI Jakarta Selatan pada Jumat (03/11/2023) sore hingga malam.

    Mengutip lamannya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari enam wilayah DKI Jakarta berpotensi cerah berawan sehingga aman untuk berkegiatan di luar ruangan.

    Kemudian pada siang hari, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprediksi cerah. Sementara wilayah Jakarta Pusat diperkirakan berawan tebal.

    Sedangkan untuk malam harinya, hujan berpotensi mengguyur beberapa wilayah Jakarta seperti Selatan, Pusat dan juga Barat. Sementara wilayah lainnya, diperkirakan berawan.

    Pada Sabtu (04/11/2023) dini hari, BMKG memperkirakan semua wilayah Jakarta akan diselimuti dengan cuaca yang cerah berawan.

    baca: cuaca hari ini seluruh wilayah jakarta berawan pagi dan malam hari

    Suhu rata-rata di Jakarta di angka 25 derajat celsius, Jakarta Barat memiliki suhu 25-32, Jakarta Pusat 25-34, Jakarta Selatan 25-34, Jakarta Timur 24-34, Jakarta Utara 25-34 dan Kepulauan Seribu 25-34.

    Sedangkan rata-rata kelembapan di DKI Jakarta diperkirakan akan mencapai 65 persen.

    Jakarta Barat memiliki tingkat kelembapan mencapai 65-90, Jakarta Pusat 70-85, Jakarta Selatan 65-90, Jakarta Timur 65-90, Jakarta Utara 70-85 dan Kepulauan Seribu 80-85.

    Sementara itu, sejumlah kota besar di Indonesia, pada Jumat pagi didominasi dengan cerah berawan.

    Namun, ada beberapa kota pada siang hari akan diguyur hujan seperti kota Bandung, Makassar dan juga Medan.

    Untuk kota besar lainnya seperti Denpasar, Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Surabaya, Padang dan juga Palembang memiliki kondisi yang sama dengan pagi harinya

    baca: bmkg cuaca di jakarta cerah berawan sepanjang hari

    Memasuki malam hari, hujan akan turun mengguyur beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, dan juga Medan.

    Sedangkan kota lainnya BMKG memperkirakan kondisi cuaca cerah dan cerah berawan.

    Pada Sabtu dini hari, hujan diperkirakan masih berlanjut mengguyur kota Medan, sedangkan untuk sembilan kota besar lainnya masih diperkirakan cerah dan cerah berawan.

    Suhu udara rata-rata di wilayah kota besar di Indonesia mencapai 24 derajat celcius dengan tingkat kelembaban, rata-rata mencapai 40-75 persen.

    Suhu terendah di Kota Bandung, yaitu 20 derajat celsius dan suhu tertinggi di kota Semarang serta Surabaya yaitu 36 derajat celsius. 

    Reporter: Nurakhmayani