Tag: gunung

  • Sepanjang Senin Gunung Anak Krakatau Meletus 10 Kali, Masyarakat Diimbau Waspada

    Sepanjang Senin Gunung Anak Krakatau Meletus 10 Kali, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Sepanjang Senin (27/11/2023) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 10 kali letusan dari kawah Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan. Masyarakat diimbau waspada.

    Ketinggian kolom abu bervariasi mulai dari 200 hingga 2.000 meter, terhitung sejak pukul 08.17 hingga 20.38 WIB.

    Melansir Antaranews, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi,  menjelaskan erupsi terjadi dalam waktu yang berdekatan.

    Berdasarkan data PVMBG, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Senin, tanggal (27/11/2023) pukul 08.17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 mm di atas puncak.

    baca: sehari tiga kali erupsi gunung anak krakatau dalam status siaga

    Dan dari permukaan laut kurang lebih 357 m kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

    Kemudian pada pukul 09.23 WIB, pukul 09.31 WIB, dan 09.32 WIB kembali terjadi erupsi. Ketinggian kolam abu bervariasi dari 200 meter 1.000, hingga 1.500 meter.

    Selanjutnya erupsi kembali pada pukul 11.43 WIB, dengan ketinggian abu vulkanik 2.000 meter dari atas puncak gunung anak Krakatau.

    Erupsi kembali pukul 14.46 WIB, ketinggian abu 300 meter, lalu 14.48 WIB, erupsi tinggi abu 500 meter, dan 14.53 WIB ketinggian lontaran abu 350 meter.

    baca: gunung ililewotolok meletus
    Gunung Anak Krakatau pada pukul 15.25 WIB kembali mengalami erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati, tinggi lebih kurang 800 m.

    Erupsi selanjutnya terjadi pukul 20.38 WIB dengan kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.

    Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 milimeter dan durasi lebih kurang 1 menit 20 detik.

    Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

    Pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau berada pada Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.

    baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    Dengan kondisi Gunung Anak Krakatau seperti ini, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan waspada untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” jelas Andi.

    Sebelumnya, erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat sebanyak 14 kali terhitung sejak tanggal 26 pagi sampai dengan 27 November 2023 malam.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Sepanjang Kamis (30/11/2023) kemarin sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, Gunung Api Ili Lewotolok yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus sebanyak 35 kali.

    Petugas Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Fajaruddin M. Balido menjelaskan tinggi kolom abu berada pada kisaran tinggi 200-500 m dan warna asap putih dan kelabu.

    “Sejak kemarin ada 35 kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut,” ujar Fajaruddin M. Balido seperti yang dikutip Antaranews pada Jumat (01/12/2023).

    Letusan-letusan tersebut, lanjut, Fajaruddin, disertai lontaran lava pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran lava pijar dalam radius puncak.

    Baca: Sabtu pagi Gunung Ili Lewotolok dua kali meletus

    Saat terjadi letusan juga gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-700 meter di atas puncak kawah.

    Saat ini gunung api yang pernah erupsi pada akhir November 2021 lalu itu kini berada pada Status Level II atau waspada.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, serta wisatawan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Selain itu, PVMBG mengimbau masyarakat di tiga desa di bawah kaki gunung tersebut, seperti Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar waspada ancaman bahaya dari Gunung Ili Lewotolok.

    Ancaman bahaya itu dapat berupa guguran atau longsoran lava dan awan panas bisa muncul sewaktu-waktu dari bagian timur puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

    PVMBG juga mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker saat berada diluar ruangan untuk menghindari gangguan pernafasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Senin Pagi, Gunung Anak Krakatau Meletus Hingga 8 Kali

    Senin Pagi, Gunung Anak Krakatau Meletus Hingga 8 Kali

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, meletus hingga 8 kali pada Senin (04/12/2023). Letusan tertinggi mencapai 1000 meter dari puncak gunung terjadi sekitar pukul 02.42 WIB.  Masyarakat dilarang mendekat.

    Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi lebih kurang 2 menit 16 detik.

    Melansir Antaranews, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Andi Suardi, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

     Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Gunung Anak Krakatau kini berada pada level III atau siaga. Pada level ini masyarakat diimbau menjauh hingga radius 5 kilometer dari kawah aktif gunung.

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” jelas Andi.

    Ia mengatakan pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau terdapat di Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.

    Sebelumnya, pada Minggu (03/12/2023) malam sekitar pukul 19.12 WIB Gunung Anak Krakatau terpantau erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 600 dan 757 meter dari atas puncak.

    Baca: Lagi gunung ili lewotolok meletus 2 kali

    Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 60 milimeter dan durasi lebih kurang 29 detik.

    Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

    Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927 hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi, sehingga Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi.

    Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif dengan waktu istirahat letusan nya berkisar antara satu sampai enam tahun.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Marapi Meletus, 11 Orang Tewas

    Gunung Marapi Meletus, 11 Orang Tewas

    7cloud.asia – Gunung Marapi, Sumatera Barat beberapa kali meletus pada Senin (04/12/2023). Letusan ini menyusul letusan besar yang terjadi pada Minggu (03/12/2023). Sebanyak 11 orang pendaki ditemukan tewas.

    “Pencarian hingga pukul 07.10 WIB tim gabungan berhasil menemukan tiga orang dalam keadaan selamat dan 11 orang meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Kota Padang, Abdul Malik seperti yang dikutip Tempo, Senin (04/12/2023).

    Selanjutnya Abdul menjelaskan jumlah survivor yang berhasil didata tim gabungan sebanyak 75 orang dengan 49 orang di antaranya berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Para pendaki tersebut sebagian dibawa ke rumah sakit di Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang untuk mendapatkan perawatan intensif. Sisanya elah kembali ke rumah masing-masing.

    “Saat ini tim masih dalam proses evakuasi dari puncak Gunung Marapi ke bawah,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri Septa menjelaskan hingga Senin siang sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi.

    Jumlah pendaki yang terdata oleh SAR Kota Padang ada 75 orang. “Kami sedang melakukan pencarian dan proses evakuasi terhadap korban terjebak,” ujar Hendri.

    Lebih jauh Hendri menjelaskan saat ini masih ada 26 orang pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Marapi 3 di antaranya masih belum diketahui kondisinya.

    aca: Lagi Gunung Ili Lewotolok meletus 2 kali

    “Kami sudah dapatkan lokasi 23 orang yang masih terjebak dan sedang diusahakan proses evakuasi ke bawah,” katanya.

    Menurutnya kondisi pendaki yang terjebak mengalami hipotermia dan luka bakar “Kami agak kesulitan untuk menjangkau korban-korban yang terjebak. Sebab erupsi terus terjadi,” ujarnya.

    Erupsi yang terus terjadi serta mengeluarkan abu vulkanik menyulitkan tim SAR untuk mengevakuasi para pendaki.

    Gunung Marapi sejak 3 Agustus 2011berada dalam status Waspada atau Level II. PVMBG belum menaikkan status aktivitas gunung tersebut pasca erupsi hari Minggu kemarin.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    7cloud.asia – Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat, Rabu (13/12/2023) pukul 05.52 WIB mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung.

    Melansir Antaranews, petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi kolom abu tebal berwarna kelabu yang keluar dari Marapi mengarah ke timur.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Marapi berada pada level II atau waspada.

    Dengan status ini, PVMBG melarang warga di sekitar Gunung Marapi maupun pengunjung untuk berada di area dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak gunung.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi 23 orang

    Menurut pengamatan PVMBG, Gunung Marapi selama periode 12 Desember 2023 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB mengalami 44 kali gempa hembusan, empat kali gempa letusan, empat kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik lokal.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB lalu meletus.

    Ketinggian  kolom abu teramati sekitar 3000 meter di atas puncak (5891 m di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

    Letusan ini terekam di Seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

    Baca: Operasi pencarian korban letusan Gunung Marapi dihentikan
    Letusan itu disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 km.

    Berdasarkan pengamatan instrumental PVMBG letusan ini tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

    Akibat letusan besar ini, sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 52 orang berhasil diselamatkan.

    “Saya ingin update informasi, dari 75 pendaki yang tercatat itu, 52 orang sudah berhasil diselamatkan, walaupun ada yang luka ringan, luka berat dan lain sebagainya. Dan, 23 itu dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Seharian Kemarin 17 Kali Guguran Lava dari Gunung Merapi, Masyarakat Diimbau Waspada

    Seharian Kemarin 17 Kali Guguran Lava dari Gunung Merapi, Masyarakat Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Seharian kemarin, Rabu (14/12/2023) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 17 kali guguran lava dari Gunung Merapi.

    Guguran lava tersebut terjadi sejak Rabu pukul 00.00 hingga 24.00 WIB mengarah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

    “Teramati 17 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Yulianto seperti yang dikutip Antaranews pada Kamis (14/12/2023).

    Selain guguran lava, PVMBG juga mencatat ada 109 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 23 milimeter dan lama gempa 19,48 hingga 197,64 detik yang terjadi di Gunung Merapi.

    Baca: Gunung Marapi meletus, 11 orang tewas

    Tak hanya itu, PVMBG juga merekam ada tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6 hingga 80 milimeter dan lama gempa 45,36 hingga 118,56 detik.

    Dengan kondisi seperti ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

    Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

    Karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

    Baca: Gunung Dukono meletus, warga diimbau waspada

    Sebelumnya pada 8 Desember 2023, gunung yang berada di Kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali (Jawa Tengah) dan Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta) ini mengeluarkan delapan kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 3.500 meter mengarah ke Kali Krasak.

    Selain itu, terjadi pula 19 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah kali di bagian barat daya.

    Namun, saat itu awan panas guguran terjadi bersamaan dengan turunnya hujan, sehingga mengakibatkan hujan air berwarna kecokelatan di wilayah Desa Krinjing dan Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

    Hujan air bercampur dengan abu vulkanik juga melanda Desa Stabelan, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

    Sejak 5 November 2020 hingga saat ini, status Gunung Merapi berada pada level III atau siaga karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi berupa erupsi efusif.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Anak Krakatau Kerap Keluarkan Abu Vulkanik, Aktivitas Warga Terganggu

    Gunung Anak Krakatau Kerap Keluarkan Abu Vulkanik, Aktivitas Warga Terganggu

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau beberapa pekan terakhir ini kerap erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik.

    Akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ini aktivitas warga menjadi terganggu. Seperti yang diungkapkan oleh Riko, Kepala Dusun Regan Lada di Desa Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

    Menurutnya sudah lima hari warga tidak bisa dengan leluasa keluar rumah terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau .

    “Sekarang ini warga mau beraktivitas ke luar rumah sudah tidak bisa leluasa lagi. Kita keluar enggak bisa naik motor. Kalau tidak pakai kaca mata, abunya masuk ke mata,” jelas Riko seperti yang dilansir Antaranews pada Sabtu (16/12/2023).

    Karena itu, ia berharap ada bantuan dari pemerintah berupa masker atau kacamata agar warga dapat kembali beraktifitas.

    Baca: Ahli geologi imbau masyarakat patuhi kawasan rawan bencana

    Sementara itu, Angga Irawan, seorang warga Desa Pulau Sebesi, mengkhawatirkan dampak buruk hujan abu dari Gunung Anak Krakatau terhadap kesehatan.

    “Bagaimana tidak, kita ke luar rumah saja yang kita hirup udara itu sudah tidak sehat lagi, udaranya sudah bercampur debu, abu vulkanik, dan sangat mengganggu jarak pandang,” unkap Angga.

    berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu pukul 07.35 WIB, pukul 08.26 WIB, dan pukul 10.24 WIB.

    bBca: Gunung Anak Krakatau Meletus Hingga 8 Kali

    Selama erupsi, gunung api itu melontarkan abu vulkanik setinggi 500 meter sampai 1.000 meter di atas puncak gunung.

    Sebelumnya Gunung Anak Krakatau juga beberapa kali mengalami erupsi pada Selasa hingga Jumat (12-15/12/2023).

    Menurut PVMBG, Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda di wilayah Kabupaten Lampung Selatan statusnya berada di Level III atau Siaga.

    Warga, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas di area dalam radius 5 km dari kawah aktifnya.

    Reoporter: Nurakhmayani

  • Gunung Marapi Meletus Lagi, Asap Letusan Cukup Besar

    Gunung Marapi Meletus Lagi, Asap Letusan Cukup Besar

    7cloud.asia – Gunung Marapi, Sumatera Barat kembali meletus pada Jumat (22/12/2023) pukul 12.19 WIB kembali meletus. Asap letusan cukup besar teramati dari beberapa daerah di Kabupaten Agam.

    Letusan ini terjadi tepat di hari ke-20 pasca erupsi pertama kali pada Minggu (3/12/2023) yang mengakibatkan 24 korban tewas dari kalangan para pendaki yang terjebak saat Marapi erupsi.

    Melansir Antaranews, petugas Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh mengungkapkan tidak bisa memantau ketinggian kolom abu yang tertutup awan dari arah Kota Bukittinggi.

    “Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 22 Desember 2023 pada12.19 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini 1 menit 25 detik,” jelas petugas PGA, Teguh.

    Baca: Gunung Marapi meletus

    Status Gunung Marapi hingga kini berada pada Status Level II atau Waspada.

    Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

    “Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah aliran dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” jelasnya.

    Teguh juga mengimbau agar masyarakat mengenakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

    Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi 23 orang

    “Selain itu jika terjadi hujan abu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,” jelas Teguh.

    Ia mengimbau agar masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi dan seluruh pihak agar menjaga situasi agar tetap kondusif di masyarakat.

    “Tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks) dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” jelasnya.

    Sementara itu, Ningsih (35) salah seorang warga Kabupaten Agam menjelaskan letusan kali ini berbeda dengan letusan yang terjadi pada 3 Desember lalu. 

    Baca: Gunung Marapi kembali erupsi

    “Letusannya jelas terlihat dari daerah Sungai Puar. Kami mendengar suara letusan yang tidak terlalu besar namun asap membumbung tinggi jelas terlihat,” ungkap Ningsih.

    Selanjutnya Ningsih menjelaskan letusan gunung Marapi kali ini bertepatan dengan waktu azan Salat Jumat. Tidak biasanya Gunung Marapi selalu berasap dengan waktu lama.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Ismet (40). Meski berasap dengan waktu yang lama, namun ia berharap letusan gunung tersebut tidak berdampak parah. “Semoga semua kembali baik-baik saja,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga

    Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga

    7cloud.asia – Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak pada Senin.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Ghufron Alwi dalam laporan tertulisnya mengatakan bahwa terjadi erupsi Gunung Semeru pada 25 Desember 2023 pukul 05.12 WIB.

    “Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 m di atas puncak (± 4.676 mdpl). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

    Baca: Gunung Marapi meletus lagi

    Menurut dia, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 248 detik dan status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada level III atau siaga.

    Aktivitas Gunung Semeru pada Senin periode 00.00-06.00 WIB tercatat pengamatan kegempaan terjadi 19 kali gempa erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 73-151 detik.

    Kemudian satu kali gempa awan panas letusan dengan amplitudo 22 mm dan lama gempa 248 detik, satu kali gempa Guguran dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 62 detik, serta tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 5-7 mm dengan lama gempa 52-58 detik.

    “Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” tuturnya.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi bertambah

    Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    “Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

    Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

    Sumber: Antaranews

  • Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Bandara Frans Seda Ditutup

    Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Bandara Frans Seda Ditutup

    7cloud.asia – Bandara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara untuk penerbangan dari dan ke Maumere karena terdampak erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.

    “Hari ini hasil pengamatan di runway negatif, tapi hasil pengamatan BMKG di ruang udara yang menjadi lintasan pesawat itu masih menunjukkan terdampak. Artinya masih ada abu vulkanik di atas. Oleh karena itu hari ini pun masih kami lakukan penutupan sementara,” jelas Kepala Kantor UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara)​​​​ Kelas II Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, di Maumere, Selasa (02/01/2024).

    Gunung api Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali erupsi pada 1 Januari 2024 menyusul kenaikan status dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.

    Baca: Gunung Semeru erupsi

    Akibat erupsi Gunung api setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu, layanan operasional Bandara Frans Seda Maumere ditutup sejak Senin (01/01/2023).

    Sebab terindikasi adanya abu vulkanik di landasan sebagaimana hasil paper test yang dilakukan.

    Penutupan itu juga merujuk pada hasil pengamatan BMKG bahwa ruang udara Bandara Frans Seda Maumere terindikasi abu vulkanik.

    Partahian Panjaitan menyampaikan penutupan sementara harus dilakukan mengingat pentingnya keselamatan penerbangan saat ini.

    Jika abu vulkanik mengenai mesin pesawat, kata dia, dapat berakibat fatal dan berdampak pada keselamatan. “Paling utama itu keselamatan penerbangan, sehingga kami putuskan sementara ditutup,” ucapnya.

    Baca: Gunung Marapi meletus lagi

    Ia mengatakan indikasi adanya abu vulkanik di bandara dan penutupan sementara itu telah dilaporkan kepada Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali.

    Pihaknya pun terus melakukan paper test setiap jam untuk mengetahui kondisi di landasan pacu.

    Selain itu informasi BMKG pun diterbitkan secara berkala sehingga menjadi dasar untuk pembukaan atau penutupan layanan penerbangan di bandara tersebut.

    “Yang paling utama itu hasil dari BMKG karena bisa saja abu itu tidak sempat turun ke bawah tapi bergerak di atas. Kriteria utama itu hasil BMKG,” kata dia.

    “Kalau sudah tidak terdampak lagi, kami akan buka lagi,” ujarnya.

    Baca: Gunung Marapi meletus, 23 orang tewas

    Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Status dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga mulai 1 Januari 2024 pukul 04.00 WITA.

    Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas visual dan kegempaan pada Gunung Lewotobi Laki-laki.

    Selain itu adanya peluang awan panas muncul dari rekahan kawah sehingga tingkat aktivitas gunung api itu dinaikkan dari Level II ke Level III.

    Selama periode 1 hingga 31 Desember 2023 aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan signifikan menurut pengamatan PVMBG.

    Sumber: Antaranews