Tag: gunung

  • Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik 1000 Meter

    Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik 1000 Meter

    7cloud.asia – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1000 meter. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi kurang 3 menit 28 detik.

    Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi membenarkan erupsi tersebut. “Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1000 meter diatas puncak gunung atau sekitar 1.157 meter di permukaan laut dengan durasi kurang lebih tiga menit dua detik,” jelas Andi seperti yang dikutip dari Antaranews.

    Selanjutnya ia memaparkan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya laut.

    Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Maroko

    Pengamatan kegempaan 2 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 22-50 mm dan lama gempa 58-208 detik.

    Selain itu terjadi 2 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 22-50 mm, S-P 4-9 detik dengan durasi gempa 1,1-1,8 detik.

    Kemudian terjadi 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 3-35 mm, dominan 7 mm.

    Dengan kondisi seperti ini, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.

    Baca Juga: Meski Stok Beras Aman Pemerintah Putuskan Impor Beras, Ini Alasannya

    “Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga. Dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,” urainya.

    Sebelumnya, gunung yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan ini mengalami erupsi pada Minggu (10/09/2023) pada pukul 12.36 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1000 meter.

    Kolom abu gunung yang memiliki posisi geografis di Latitude -6.102°LU, Longitude 105.423°BT dan memiliki ketinggian 157 mdpl tersebut, teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

    Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 52 detik.

    Baca Juga: Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Kabupaten Penajam Paser Utara Dinyatakan Darurat El Nino

    Erupsi ini bukan yang pertama kalinya. Selama bulan Juni 2023, Gunung Anak Krakatau telah erupsi sebanyak 6 kali dengan ketinggian kolom abu bervariasi.

    Pada Kamis (20/07/2023) pukul 08.52 WIB, erupsi terjadi kembali dan melontarkan abu vulkanik setinggi 2000 meter. Terekam di seismogram amplitudo maksimum kala itu 61 milimeter dan durasi lebih kurang 3 menit 2 detik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Akibat Pre Wedding, Hampir 1000 Hektar Lahan Bromo Terbakar

    Akibat Pre Wedding, Hampir 1000 Hektar Lahan Bromo Terbakar

    7cloud.asia – Awal September lalu, area lahan Gunung Bromo terbakar akibat ulah rombongan yang melakukan pre wedding dengan menggunakan flare. Area lahan Gunung Bromo hampir 1000 hektar ludes terbakar.

    Hal ini diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di sela-sela meninjau savana Gunung Bromo, Sabtu (23/9/2023).

    “Yang jelas dari mulai Tanggal 6 sampai 14 saat kebakaran itu, men-cover 989 hektare,” ungkap Siti Nurbaya dikutip Detik.com

    Sebelumnya, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyebut lahan terbakar mencapai 504 hektare.

    “Sebelumnya saya dilapori 500 hektare, ternyata sudah 989 hektare,” katanya.

    Pasca kebakaran ini, lanjut Siti, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Diantaranya upaya rehabilitasi dari segala aspek. Mulai dari pemulihan hingga edukasi kepada publik.

    Pihaknya akan melibatkan tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengembalikan ekosistem di kawasan yang terbakar.

    “Bagaimana nilai-nilai mengembalikan ekosistemnya itu sedang diteliti oleh ahli-ahli Bogor, jadi banyak aspek yang kita harus bangun kembali untuk wilayah (TNBTS),” ujarnya.

    Selanjutnya Siti menjelaskan ada 4 poin rehabilitasi yang dilakukan untuk New Bromo yakni rehabilitasi fisik, ekonomi, sosial, dan manajemen.

    “Sekarang masuk rehab fisik tanam pohon, pembibitan pohon. Peningkatan sarpras dengan mendatangkan 2 mobil dari Jakarta minggu depan harus terkirim. Rehab manajemen ganti sepatu pemadam api Bromo, rehab sosial memberikan edukasi ke masyarakat,” jelas Siti.

    Selain itu, ia menjelaskan pihaknya akan membuka sekolah lapang di Bromo serta berinteraksi dengan masyarakat Tengger Semeru.

    Sebab Bromo menjadi pusat wisata dan masuk 10 wisata prioritas di Indonesia. “Harus dirapikan sekali, khususnya shelter untuk pedagang, parkir, termasuk desain manajemen manage wisata,” ucapnya.

    Selain itu, pihaknya juga akan memberikan penghargaan besar-besaran di Bromo. Pemadam api Bromo yang akan mendapatkan penghargaan.

    “Akhir Oktober kalau siap penanaman besar-besaran, ajak masyarakat sambil kasih penghargaan 200 (pemadam kebakaran), ajak presiden ke sini,” urainya.

    Hasil kunjungannya ke Bromo kali ini akan dilaporkan ke Presiden Jokowi. Ia  akan memberikan catatan kepada Presiden Jokowi untuk mengangkat fasilitas New Bromo menjadi penting.

    Bahkan tidak mengeluarkan dana banyak oleh PU seperti Mandalika, Labuan Bajo, Danau Toba, dan lainnya.

    “Di sini banyak yang bagus. Harus kita yang ngangkat bahwa ini 10 destinasi wisata prioritas. Harus ada konsistensi. Kalau bisa 10 destinasi wisata baru itu untuk Bromo juga kelas atas. Dengan usaha sendiri bisa buat Bromo Tengger Semeru (BTS) keren. Saya percaya bahwa ada sesuatu di BTS. Saya pernah kesini tahun 98, saat itu sudah bagus juga,” paparnya.

    Karena itu, pihaknya juga akan mengajak USAID untuk mulai bekerja sama. Sebab TNBTS sangat strategis dan sudah paling awal dikenal secara nasional maupun internasional.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Kerugian Kebakaran Kawasan Bromo Capai Rp 5,4 M, KLHK Siap Ajukan Gugatan

    Kerugian Kebakaran Kawasan Bromo Capai Rp 5,4 M, KLHK Siap Ajukan Gugatan

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mengajukan gugatan kepada pelaku pembakaran kawasan TNBTS (Bromo). Gugatan yang akan dilayangkan berlapis secara perdata dan pidana.

    “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terkait dengan penegakan hukum pidana dan akan dilakukan tindakan multi door ini penegakan hukum pidana berlapis,” jelas Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani.

    Dilansir dari Detik Jatim, Bidang Penegakkan Hukum (Gakkum) KLH secepatnya mengajukan gugatan tersebut.

    “Ini bisa dikenakan UU kehutanan, UU lingkungan hidup. Termasuk kami juga akan langsung melakukan gugatan perdata ganti kerugian lingkungan,” ujarnya.

    Baca Juga: Gara-Gara Pre Wedding, Kerugian Kebakaran Bromo Capai Rp 5,4 Milyar

    Langkah hukum ini, lanjut Rasio, dilakukan agar ada efek jera. Karena sebagai warga negara, masyarakat harus melindungi taman nasional yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

    Untuk itu pihaknya sudah menugaskan tim khusus yang terdiri dari beberapa ahli untuk menilai berbagai aspek kerugian akibat kebakaran hutan.

    Tim ini beranggotakan tim kuasa hukum Gakkum dan 2 ahli untuk menilai kerugian yang ditimbulkan terkait kebakaran lahan ini.

    Dua ahli itu adalah Prof Bambang Hero ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof Basuki Wasis yang akan menilai kerugian lingkungan.

    Saat ini, ujarnya, sedang didalami oleh ahli tersebut. Kami sedang melihat kerugian apa saja yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan dan sangat luas.

    Baca Juga: Puluhan Kebakaran Lahan Akibat El Nino Harus Dibayar Mahal

    “Berdasarkan informasi dari Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kurang lebih 989 hektare. Tapi tim kami juga sedang mendalami kembali,” urainya.

    Selanjutnya Rasio menjelaskan kebakaran ini tidak hanya merusak lahan, tetapi juga melepaskan emisi yang cukup besar. Pihaknya sedang dihitung kembali berapa besar kerugian akibat kebakaran ini.

    “Perlu saya sampaikan, bahwa tindakan tegas yang kami lakukan ini harus menjadi perhatian bagi pihak lainnya. Bahwa taman nasional ini harus kita jaga, tidak boleh ada kegiatan yang dapat merusak taman,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan Kebakaran di gunung Bromo berawal pada Rabu 6 September 2023 akibat kegiatan prewedding memakai flare di Bukit Teletubbies, Bromo.

    Baca Juga: Kebakaran Lahan di Gunung Arjuno Berhasil Dipadamkan, Lebih dari 900 Hektare Lahan Hangus Terbakar

    Api awalnya hanya menyebar ke sisi kanan dan kiri bukit Teletubbies. Kami padamkan dan berhasil, tapi apinya ternyata menjalar ke atas bukit,” jelas Kepala Balai Besar TNBTS, Hendro Widjanarko.

    Kondisi ini diperparah dengan angin kencang hingga membuat api terus menjalar menjalar sangat cepat memasuki kawasan di dekat posko Jemplang atau kafe Bromo Hillside.

    Akibat kebakaran tersebut, TNBTS ditutup dari 6 sampai 18 September 2023. Lahan yang rusak seluas 989 hektare dan kerugian mencapai Rp 5,4 miliar.

    Reporter: Nurakhamayani

  • Ketahuan! Gunung Gede Diduga Sengaja Dibakar

    Ketahuan! Gunung Gede Diduga Sengaja Dibakar

    7cloud.asia – Kebakaran yang melanda sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Senin (18/09/2023) diduga dilakukan secara sengaja.

    Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Sapto Aji Prabowo mengatakan dugaan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV. 

    “Ada dugaan unsur kesengajaan (dibakar),” ujar Sapto melansir Kompas.com. 

    Dalam rekaman CCTV tersebut tampak seseorang berjalan menjauh dari lokasi kepulan asap. 

    “Dalam video ada sosok berbaju putih yang ada di lokasi awal titik api, baik sebelum asap muncul maupun setelah muncul asap,” ungkapnya. 

    Menurutnya, orang yang diduga membakar tersebut berjalan dari arah Gunung Putri menuju Gunung Gemuruh. 

    Tetapi hingga kini pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi identitas pelaku karena kamera perekaman dalam posisi zoom out full.

    “Dengan digital zoom, (kualitas gambar) pecah sehingga penyidik kami kesulitan untuk mengidentifikasi orang tersebut,” kata Sapto.

    Namun, lanjut Sapto, berdasarkan informasi dan keterangan dari para relawan di lokasi kejadian, pihaknya berhasil mendapatkan ciri-ciri pelaku.

    “Menurut informasi yang menyampaikan ke kami, orangnya seperti kurang normal. Pas ditanyain diam, pas mau difoto reaksinya gitu, kayak nggak normal, seperti linglung,” ungkapnya.

    Tetapi ciri-ciri yang lebih spesifik lagi, pihaknya kini masih mendalaminya. “Sejauh ini satu orang (pelaku), ya, sebagaimana yang tampak di gambar CCTV di lokasi kejadian,” katanya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, sabana alun-alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terbakar pada Senin (19/6/2023) siang.

    Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kepulan asap mulai nampak pada pukul 12.39 WIB di dua titik sebelah barat.

    Empat jam kemudian, tim gabungan yang berjumlah 100 pesonel berhasil memadamkan api sehingga tidak sampai meluas ke kawasan hutan.

    Walaupun tak sempat meluas, kebaran ini menghanguskan lahan seluas 3 hektare sabana di Alun-alun Suryakencana.

    Termasuk menghanguskan tanaman Edelweis seluas 2.500 meter persegi. Sisanya adalah  rumput dan cantigi.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Gunung Ili Lewotolok Meletus  

    Gunung Ili Lewotolok Meletus  

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meletus pada Kamis (5/10/2023) pukul 10.32 WITA

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok Fajaruddin M. Balido yang disiarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tinggi kolom letusan kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 2.123 meter di atas permukaan laut.

    Erupsi Ili Lewotolok terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 27.8 mm dan durasi 52 detik.

    Gunung api itu teramati melontarkan abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat.

    Ili Lewotolok sering mengalami erupsi sepanjang 1 Januari sampai 5 Oktober 2023. Selama kurun itu, Ili Lewotolok tercatat 66 kali mengalami erupsi.

    Tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok berada di Level II (Waspada).

    Pada tingkat aktivitas Level II, warga di sekitar gunung api serta pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di area dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

    Warga Desa Lamawolo, Lamatokan, dan Jontona diimbau mewaspadai ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur kawah Ili Lewotolok.

    Penduduk yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta mewaspadai ancaman bahaya lahar pada musim penghujan.

    Selain itu, warga di sekitar Ili Lewotolok ​​​​​​​dianjurkan untuk memakai masker serta pelindung mata dan kulit guna menghindari masalah kesehatan ketika terjadi hujan abu.

    Sumber: antaranews

  • Gunung Merapi Kembali Muntahkan Lava 18 Kali

    Gunung Merapi Kembali Muntahkan Lava 18 Kali

    7cloud.asia – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Senin (09/10/2023) pagi tercatat guguran lava sebanyak 18 kali ke arah dua sungai yang terletak di selatan dan barat daya gunung.

    Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso menjelaskan aktivitas vulkanik terjadi pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

    Dalam kurun waktu tersebut, gunung yang berada diperbatasan Jawa Tengah dan DIY ini, terjadi guguran lava dengan jarak luncur paling jauh 1.800 meter (1,8 km) meluncur ke arah Kali Bebeng dan Kali Boyong.

    “Teramati 17 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah Kali Bebeng. Teramati satu kali guguran lava ke arah Kali Boyong jarak luncur 1.000 meter,” kata Agus yang dikutip Antaranews.

    Selain itu, Gunung Merapi juga mengalami 39 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm selama 22.8-147.9 detik, 60 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-9 mm selama 5.6-9.5 detik.

    BPPTKG juga mencatat asap kawah bertekanan lemah di atas puncak Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

    Sebelumnya guguran lava pijar juga terjadi pada Minggu (08/10/2023) antara pukul 18.00-24.00 WIB.

    Saat itu, Gunung Merapi 39 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter, 32 di antaranya ke arah barat daya (Kali Bebeng) dan tujuh guguran ke arah selatan (Kali Boyong).

    Selanjutnya Agus menjelaskan aktivitas guguran lava ini mengakibatkan adanya penambahan ketinggian kubah barat daya serta perubahan.

    Hal ini berdasarkan analisis morfologi dari stasiun kamera Deles5, Tunggularum, Ngepos, periode 29 September-5 Oktober 2023.

    “Sedangkan untuk kubah tengah tidak teramati perubahan yang signifikan,” ungkapnya.

    Sementara itu, hasil foto udara pada 28 September 2023 volume kubah barat daya Gunung Merapi terukur sebesar 3.097.700 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.358.500 meter kubik.

    Dengan aktivitas vulkanik tersebut, hingga kini status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

    Potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Woro hingga sejauh tiga kilometer dari puncak dan Kali Gendol hingga sejauh lima kilometer dari puncak.

    Bahaya guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Boyong hingga sejauh lima kilometer dari puncak serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh tujuh kilometer dari puncak.

    Saat erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

    Oleh karena itu, BPPTKG mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak beraktivitas di daerah yang berpotensi bahaya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Lagi, Gunung Ili Lewotolok Meletus 2 Kali

    Lagi, Gunung Ili Lewotolok Meletus 2 Kali

    7cloud.asia – Gunung Ili Lewotolok kembali meletus. Tercatat dua kali letusan berupa lontaran abu vulkanik yang keluar dari kawah gunung di Nusa Tenggara Timur tersebut.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung, Stanislaus Ara Kian mngungkapkan letusan itu terjadi pukul 08.49 WITA dan 17.37 WITA.

    “Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat dan barat laut,” katanya seperti yang dikutip Antaranews.

    Lebih jauh, Stanislaus menjelaskan erupsi pertama terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 32,9 milimeter dan durasi 173 detik. Tinggi letusan mencapai lebih kurang 400 meter dari atas puncak gunung.

    Lalu seismogram juga mencatat erupsi kedua dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi 40 detik. Letusan itu mencapai tinggi lebih kurang 600 meter.

    baca juga: gunung ililewotolok meletus

    Sejak 1 Januari sampai 23 Oktober 2023, Gunung Ili Lewotolok adalah gunung api paling aktif dengan jumlah letusan yang pernah tercatat sebanyak 75 kali.

    Gunung api kedua yang juga aktif erupsi adalah Gunung Anak Krakatau dengan jumlah letusan yang tercatat sebanyak 62 kali. Kemudian, posisi ketiga adalah Gunung Ibu dengan jumlah letusan sebanyak 46 kali.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat yang berada di Desa Lamawolo, Desa Lamatokan dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya.

    Bahaya yang dimaksud adalah berupa guguran maupun longsoran lava dan awan panas dari bagian timur kawah Gunung Ili Lewotolok.

    baca juga: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    PVMBG juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas (erupsi vulkanik)

    Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain yang dapat melindungi mata dan kulit.

    Hal ini agar dapat menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan Iainnya akibat abu vulkanik.

    PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang menetap di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok. Sebab jika musim hujan tiba, maka dapat berpotensi terjadi bahaya lahar dingin.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kebakaran Gunung Merbabu Meluas, Hampir 500 Hektare Lahan Hangus

    Kebakaran Gunung Merbabu Meluas, Hampir 500 Hektare Lahan Hangus

    7cloud.asia – Kebakaran yang melanda lahan Taman Nasional Gunung Merbabu semakin meluas. Hingga Minggu (29/10/2023) lahan yang hangus mencapai 489,07 hektare.

    Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari pada Minggu.

    “Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang diterima pukul 08.12 WIB tercatat lahan Taman Nasional Gunung Merbabu terbakar seluas 489,07 ha,” jelasnya seperti dikutip Antaranews.

    Abdul Muhari mengatakan kebakaran hutan dan lahan Gunung Merbabu pertamakali terjadi sejak Jumat (27/10) di Desa Sokowolu, Kabupaten Semarang. Kebakaran tersebut masih belum dapat dipadamkan.

    baca: ketahuan gunung gede diduga sengaja dibakar

    Hingga kini, petugas gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran hutan kawasan Gunung Merbabu di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang tersebar di lima dusun di Kecamatan Getasan.

    Titik-titik api tersebut antara lain tersebar di Dusun Batur Wetan, Pulihan, Macanan, Thekelan, serta Sokowolu.
    m
    Api kemudian menyebar hingga Puncak Syarif dan Puncak Suwanting derbabui wilayah Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

    Sementara lahan terbakar di wilayah Kabupaten Boyolali terpantau dalam skala kecil. “Sabana 2 yang berada di wilayah Selo, Boyolali terpantau masih aman,” ujarnya.

    baca: akibat pre wedding hampir 1000 hektar lahan bromo terbakar

    Sementara itu akibat kebakaran lahan ini, sebanyak 91 jiwa mengungsi di Balai Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

    Mereka terdiri dari orangtua dan anak-anak dengan rincian 47 orang asal Dusun Gedong dan 44 orang asal Dusun Ngaduman, Kecamatan Getasan.

    “Yang lain mengungsi di rumah-rumah keluarga dan sebagian memilih tidak meninggalkan rumah,” ucapnya.

    Tim gabungan saat ini tengah melakukan upaya melokalisasi api dilakukan dengan membuat saluran irigasi.

    Selain itu, tim gabungan juga melakukan pemantauan pergerakan titik api, melakukan langkah mitigasi, dan membuka dapur umum.

    Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik makanan, matras, masker filter, dan oksigen portable.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kamis Siang Gunung Dukono Meletus, Warga Diimbau Waspada

    Kamis Siang Gunung Dukono Meletus, Warga Diimbau Waspada

     

    7cloud.asia – Gunung Dukono yang terletak di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara meletus dengan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1,2 kilometer pada hari ini, Kamis (16/11/2023) siang pukul 12.01 WIT.

    “Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur,” ujar Bambang seperti dikutip Antaranews.

    Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat mengenakan masker untuk menghindari abu vulkanik pada sistem pernafasan.

    Sebab, abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin yang membuat area yang dilanda abu vulkanik berubah-ubah.

    Gunung Dukono saat ini berada pada status level II atau waspada. Permukiman terdekat berada pada jarak 11 kilometer dari puncak gunung api tersebut.

    baca: sabtu pagi gunung ili lewotolok dua kali meletus

    BPBD Halmahera Utara melaporkan peningkatan debu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung api tersebut telah menyebabkan peningkatan penderita infeksi saluran pernapasan di RSUD sekitar 15 persen.

    Pada 14 November 2023, PVMBG bersama BPBD Halmahera Utara telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memitigasi dampak dari peningkatan letusan Gunung Dukono.

    Gunung Dukono (1087 m dpl.) dengan kawah aktif Malupang-Warirang merupakan salah satu gunung api aktif dan sering meletus sampai saat ini.

    Gunung api ini merupakan yang paling muda dan masih aktif di antara gunung api lainnya yang sudah tidak aktif yang tumbuh dalam suatu zona depresi vulkanik.

    baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    Dari data geologi yang tercermin dari batuan penyusun Kompleks Gunung Dukono-Warirang dan sejarah erupsi Gunung Dukono sejak 1550 sampai saat ini.

    Karakteristik erupsi gunung api ini bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.

    Dengan memperhatikan jenis, volume, dan pelamparan produk erupsi di masa lalu maupun sampai sekarang, erupsi Gunung Dukono dapat diklasifikasikan ke dalam erupsi eksplosif dan efusif bertipe Stromboli – Vulkano berskala kecil sampai menengah.

    Potensi bahaya primer erupsi Gunung Dukono terdiri atas aliran piroklastika (awan panas), jatuhan piroklastika (lontaran batu dan abu vulkanik), gas beracun, dan aliran lava.

    baca: gunung ili lewotolok meletus

    Sedangkan jenis bahaya sekunder adalah aliran lahar. Dari potensi bahaya erupsi Gunung Dukono teridentifikasi tiga kawasan rawan bencana gunung api, yaitu Kawasan Rawan Bencana III, II, dan I.

    Sebelumnya pada Rabu (8/11/2023).PVMBG mencatat Gunung Dukono telah mengalami 36 kali letusan. Abu vulkanik ini melanda hingga ke Kota Tobelo yang berjarak 22 kilometer dari kawah gunung api tersebut.

    Selain melanda Kota Tobelo, abu vulkanik juga melanda delapan desa yang berada di dekat dengan Gunung Dukono.

    Kedelapan desa itu adalah Made, Popilo, Gorua, Wari Ino-Weri, Buwaele, Gura, Kampung Cina, dan Gamsungi. Desa Made hanya berjarak 15 kilometer dari Gunung Dukono.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Gunung Dukono Meletus, Warga Diminta Waspada

    Gunung Dukono Meletus, Warga Diminta Waspada

    7cloud.asia – Gunung Dukono kembali melatus pada Senin (20/11/2023) pagi pukul 05.59 WIT. Kali ini gunung yang terletaki di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara melontarkan abu vulkanik setinggi 2.300 meter dari atas puncak gunung.

    “Erupsi terjadi pukul 05.59 WIT. Tinggi kolom letusan teramati lebih kurang 2.300 meter,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, Sarjan Roboke seperti yang dilansir Antaranews.

    Sarjan mengatakan kolom abu vulkanik itu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur.

    Dengan aktivitas gunung yang tinggi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar waspada.

    baca: lagi gunung ili lewotolok meletus dua kali

    Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius dua kilometer.

    Selain itu, PVMBG juga mengajak masyarakat untuk mengenakan masker demi menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

    Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengungkapkan aktivitas kegempaan Gunung Dukono sudah mulai menurun, namun energi letusan yang terpantau dari kolom abu bertambah tinggi.

    Sepanjang 19 November 2023, pada periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIT, PVMBG merekam kemunculan asap kawah utama berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas tebal setinggi 100 sampai 2.600 meter dari puncak.

    baca: kamis siang gunung dukono meletus warga diimbau waspada 

    Empat kecamatan terdampak hujan abu vulkanik akibat letusan tersebut, yakni Kecamatan Tobelo Utara, Tobelo, Tobelo Tengah dan Tobelo Selatan.

    Selain itu, terdapat 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 7 hingga 34 milimeter dan lama gempa 41,34 hingga 74,95 detik. Kemudian, ada 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5 sampai 4 milimeter.

    Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.335 meter saat ini berada pada status level II atau waspada. Pemukiman terdekat berada pada jarak 11 kilometer dari puncak gunung api tersebut.

    Gunung Dukono berada sekitar 14 kilometer di sebelah barat daya Kota Tobelo yang merupakan wilayah dengan pemukiman paling padat di Halmahera Utara. Aktivitas letusan Gunung Dukono adalah hal yang biasa bagi penduduk setempat mengingat sejarah panjang letusan menerus gunung api tersebut.

    baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali

    Karakteristik erupsi gunung api itu bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.

    Sepanjang 1 Januari hingga 20 November 2023, PVMBG mencatat jumlah letusan yang terjadi di Gunung Dukono ada sebanyak 26 kali letusan.

     Reporter: Nurakhmayani