Tag: jalur gaza

  • Rusia Sebut Serangan Israel di Jalur Gaza sebagai Hukuman Kolektif

    Rusia Sebut Serangan Israel di Jalur Gaza sebagai Hukuman Kolektif

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyebut perang Israel di Jalur Gaza sama saja dengan melakukan hukuman kolektif.

    Sebab jumlah korban tewas di daerah kantong pesisir yang terkepung itu telah mendekati 40.000 orang.

    Berbicara kepada wartawan di markas besar PBB di New York, Rabu (17/7), Lavrov mengutuk serangan lintas batas yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.

    Dia menyatakan bahwa Rusia telah secara konsisten melakukan hal tersebut sejak serangan itu terjadi.

    Namun, dia menegaskan bahwa perang balasan Israel telah melewati batas dan sekarang menjadi bentuk hukuman kolektif terhadap 2,3 juta warga Palestina di wilayah tersebut.

    Baca: Jalur Gaza berpotensi kehilangan seluruh generasi anak-anak

    “Jika menyangkut hukuman kolektif yang melanggar hukum humaniter internasional, seseorang tidak bisa melawan satu bentuk pelanggaran melalui pelanggaran lainnya. Prinsipnya sama di sini,” katanya.

    Hizbullah, kelompok paramiliter dan politik Lebanon, telah terlibat dalam serangkaian serangan lintas batas yang meningkat selama berbulan-bulan dengan Israel dalam upaya untuk meningkatkan tekanan pada Tel Aviv agar menyetujui gencatan senjata.

    Lavrov mengatakan kelompok itu sangat menahan diri dalam tindakannya, tetapi ada upaya di Israel untuk memprovokasi mereka agar terlibat konflik secara penuh.

    Rusia, sebutnya, melakukan segala kemungkinan untuk meredakan ketegangan.

    “Baik Hizbullah, pemerintah Lebanon, maupun Iran tidak menginginkan perang besar-besaran dan karena adanya kecurigaan bahwa beberapa kalangan di Israel sedang berusaha mencapai hal tersebut, untuk memprovokasi perang besar-besaran, mencoba melibatkan AS, mencoba untuk mengambil keputusan,” ujarnta.

    Baca: Sejak Oktober 2023, serangan Israel bunuh hampir 38 ribu warga Palestina

    Dia menilai sangat buruk jika ada kelompok yang berusaha mendahulukan kepentingan pribadinya dibandingkan kepentingan bangsanya sendiri.

    Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militer di kota selatan Rafah.

    Di tempat inilah lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum negara itu diinvasi pada 6 Mei.

    Tidak terpengaruh, Israel terus melanjutkan serangannya terhadap kota yang menjadi pilihan terakhir bagi banyak pengungsi yang diperintahkan oleh Israel untuk pergi ke kota tenda yang luas di dekat pantai.

    Namun Israel telah berulang kali mengebom zona aman al-Mawasi yang menyebabkan puluhan warga sipil tewas.

    Sumber : Anadolu

  • UNRWA Tuding Israel Sengaja Ciptakan Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

    UNRWA Tuding Israel Sengaja Ciptakan Bencana Kelaparan di Jalur Gaza

     

    7cloud.asia – Komisioner Jenderal badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan bahwa bencana kelaparan di Jalur Gaza terjadi akibat tindakan yang disengaja melalui blokade bantuan dan serangan sistematis Israel terhadap infrastruktur.

    “Kelaparan menyebar di Gaza. Kelaparan ini seluruhnya adalah karena tindak manusia. Lebih dari 70 persen ladang tanaman pun hancur,” kata Lazzarini dalam pernyataannya di media sosial yang dipantau pada Kamis.

    Ia mengatakan, jumlah warga Gaza yang tidak mendapat bantuan jatah makanan yang mencapai 1 juta orang pada Agustus kemarin, melonjak menjadi 1,4 juta orang pada September.

    Baca: Lebih dari 1 juta warga Palestina terancam kelaparan

    Akibat agresi dan blokade Israel yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan tatanan pemerintahan di Gaza, lebih dari 100 ribu ton pasokan makanan tak bisa masuk, kata dia.

    Terlebih, kehancuran besar di Gaza memaksa seluruh populasi kawasan tersebut, yang jumlahnya sekitar 2,1 juta orang pada 2023, menggantungkan nasib pada bantuan kemanusiaan dari luar.

    Lazzarini menyatakan, pembatasan dan penundaan pengiriman bantuan kemanusiaan hanya akan memperburuk kondisi kehidupan pengungsi di Gaza.

    “Dengan semakin dekatnya musim dingin dan memburuknya kondisi cuaca, kekurangan bantuan kemanusiaan yang layak hanya akan menciptakan penderitaan yang lebih besar lagi,” kata dia.

    Baca: PBB tuding Israel sengaja gunakan metode perang baru, menciptakan kelaparan bagi warga Palestina

    Untuk itu, Komisioner Jenderal UNRWA menegaskan pentingnya gencatan senjata untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan meredakan ketegangan kawasan.

    Diperlukan kehendak politik dan kepemimpinan yang teguh di antara pihak-pihak berkonflik untuk memastikan semua sandera dibebaskan, titik-titik penyeberangan baru dibuka, dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza tanpa halangan apapun, ucap dia.

    “Memilih perdamaian sebagai cara kita untuk maju adalah pilihan para pemberani. Karena itu, inilah waktunya,” kata Lazzarini.

    Baca: Tragis! Anak-anak Palestina meninggal karena peluru atau mati kelaparan

    Agresi Israel ke Jalur Gaza yang pada 7 Oktober mendatang genap berlangsung selama setahun tersebut telah menyebabkan hampir 41.600 orang tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta lebih dari 96.200 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

    Serangan Israel juga telah membuat hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

    Sumber: Antaranews

  • Bayi Meninggal Akibat Suhu Dingin Ekstrem di Jalur Gaza Bertambah

    Bayi Meninggal Akibat Suhu Dingin Ekstrem di Jalur Gaza Bertambah

    7cloud.asia – Seorang bayi Palestina di Jalur Gaza meninggal dunia akibat suhu dingin yang ekstrem pada Ahad pagi (29/12) sehingga dalam waktu kurang dari sepekan, sudah ada lima bayi yang meninggal di tengah cuaca ekstrem.

    Ribuan keluarga juga terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat di tengah genosida Israel yang hingga kini masih berlangsung.

    Bayi berusia satu bulan itu bernama Jumaa Al-Batran. Sementara, kondisi saudara kembarnya, Ali, memburuk akibat kedinginan saat mereka tinggal di tenda darurat Deir al-Balah, Gaza tengah.

    Baca: Tiga bayi di Gaza meninggal karena kedinginan

    Menurut sumber medis, suhu dingin ekstrem itu telah membunuh empat orang bayi baru lahir berusia antara empat dan 21 hari dalam beberapa hari terakhir.

    Kematian mereka akibat suhu dingin ekstrem itu diperparah oleh kurangnya sumber daya di wilayah kantong Palestina yang terisolasi tersebut.

    Sumber medis setempat juga melaporkan adanya lonjakan kasus penyakit di kalangan anak-anak, yang diperburuk oleh kerawanan pangan yang dialami para ibu.

    Baca: Konflik Israel-Hamas menghancurkan masa depan anak-anak Palestina

    Hal tersebut memperparah kondisi kesehatan warga Gaza yang sudah kewalahan karena terus menerus didera situasi rumit.

    Menurut data terkini otoritas kesehatan setempat, kampanye genosida militer Israel telah menewaskan sedikitnya 46.000 warga Palestina di Gaza sejak pecah perang 7 Oktober 2023.

    Sebagian besar korban kebiadaban militer Zionis itu adalah perempuan dan anak-anak.

    Selain puluhan ribu korban genosida itu, banyak juga di antara warga Palestina yang tewas akibat kondisi buruk akibat ulah militer Israel, seperti kelaparan, krisis pelayanan medis, dan hipotermia.

    Sumber: WAFA

     

  • Hamas Sebut Israel Halangi Pemulangan Pengungsi Palestina

    Hamas Sebut Israel Halangi Pemulangan Pengungsi Palestina

    7cloud.asia – Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, melaporkan bahwa Israel telah menghalangi upaya pemulangan pengungsi Palestina ke Jalur Gaza bagian utara.

    Mereka menilai rezim Zionis secara terang-terangan telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan pekan lalu.

    Dalam wawancara dengan jaringan TV Al Araby pada Ahad, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, bahwa Israel telah menghalangi kepulangan pengungsi Palestina ke Gaza utara.

    Padahal Hamas telah memberi tahu para mediator bahwa Arbel Yehud, perempuan Israel yang ditawan kelompok itu, masih hidup.

    Hazem mendesak para mediator gencatan senjata —Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar— untuk menekan Israel agar memfasilitasi pemulangan para pengungsi ke tempat asal mereka.

    Baca: Gencatan senjata dimulai, Gaza kerahkan ribuan aparat keamanan

    Sebelumnya pada Sabtu (25/1), kantor pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pengungsi Palestina dilarang kembali ke di Gaza utara sampai Yehud dibebaskan.

    Seorang sumber yang dekat dengan Hamas memberi tahu stasiun TV Al Jazeera Qatar bahwa kelompok itu telah menyampaikan kepada mediator bahwa Yehud akan dibebaskan pada Sabtu depan.

    Israel mengklaim Yehud adalah warga sipil, tetapi seorang sumber di Kelompok Jihad Islam Palestina mengatakan bahwa dia adalah polisi yang dilatih dalam program ruang angkasa militer Israel dan ditahan oleh sayap militer Hamas, Brigade Al Quds.

    Sumber: IRNA-OANA

  • Banyak Warga Sipil yang Tewas, PBB Kurangi Staf di Jalur Gaza

    Banyak Warga Sipil yang Tewas, PBB Kurangi Staf di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Menyusul tewasnya ratusan warga sipil, termasuk staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan blokade bantuan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memutuskan untuk mengurangi stafnya di Jalur Gaza, kata seorang juru bicara PBB pada Senin (24/3).

    “Sekjen PBB telah mengambil keputusan sulit untuk mengurangi kehadiran PBB di Gaza, bahkan di saat kebutuhan kemanusiaan melonjak dan kekhawatiran kami terhadap perlindungan warga sipil kian meningkat,” kata Stephane Dujarric, jubir Guterres, dalam sebuah taklimat pers harian.

    “PBB tidak sedang meninggalkan Gaza,” ujar Dujarric. “Kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil demi kelangsungan hidup dan perlindungan mereka.”

    Dujarric mengatakan sekitar 30 persen dari 100 staf internasional di Gaza, atau sekitar 30 orang, sedang ditarik.

    Baca: Israel serang warga Palestina lagi, 600 orang tewas

    Secara keseluruhan, ada sekitar 13.000 personel PBB di Gaza, kebanyakan dari mereka bekerja untuk Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Dekat (UNRWA) dan sebagian besar dari mereka merupakan staf nasional.

    “Berdasarkan informasi yang ada saat ini, serangan yang menghantam kompleks PBB di Deir Al Balah pada Rabu (19/3) disebabkan oleh peluru tank Israel,” lanjut sang jubir.

    Dujarric menekankan bahwa semua pihak harus selalu mematuhi hukum internasional sepenuhnya. Warga sipil harus dihormati, dan mereka harus dilindungi.

    Penolakan terhadap bantuan penyelamat nyawa harus diakhiri. Para sandera harus dibebaskan dengan segera dan tanpa syarat.

    Baca: Warga Palestina minta PBB desak Israel agar tidak memblokade bantuan

    Serangan tersebut merenggut nyawa seorang kolega PBB dari Bulgaria dan menyebabkan enam kolega lainnya, yang berasal dari Prancis, Moldova, Makedonia Utara, Palestina, dan Inggris, mengalami luka sangat parah, papar Dujarric. Beberapa di antaranya bahkan mengakibatkan cacat seumur hidup, imbuhnya.

    Jubir sekjen PBB itu mengatakan kepada para wartawan bahwa lokasi kompleks PBB di Deir Al Balah tersebut sudah diketahui dengan baik oleh pasukan Israel.

    Sekjen PBB mengecam keras serangan tersebut serta menuntut investigasi penuh, menyeluruh, dan independen atas insiden ini.

    Dujarric menekankan bahwa semua pihak harus selalu mematuhi hukum internasional sepenuhnya. Warga sipil harus dihormati, dan mereka harus dilindungi.

    Baca: Pasokan listrik diputus, warga Gaza terancam bencana kesehatan

    Penolakan terhadap bantuan penyelamat nyawa harus diakhiri. Para sandera harus dibebaskan dengan segera dan tanpa syarat.

    Koordinator bantuan darurat PBB, Tom Fletcher, mengatakan dirinya terus menerima laporan mengerikan dari Gaza tentang semakin banyaknya tenaga kesehatan, ambulans, dan rumah sakit yang diserang ketika mencoba menyelamatkan korban.

    “Semua negara harus menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan konflik dan memastikan penghormatan terhadap hukum internasional, dengan menerapkan tekanan diplomatik dan ekonomi serta memerangi impunitas,” ujar jubir tersebut.

    “Sekjen PBB kembali menyampaikan seruan mendesak untuk pemulihan gencatan senjata guna mengakhiri penderitaan.”

    Baca: Israel blokir bantuan ke Gaza

    Namun demikian, jajaran pejabat Israel mengindikasikan akan terus melanjutkan kegiatan militer mereka di Gaza.

    Blokade bantuan telah dimulai lebih dari tiga pekan yang lalu ketika Israel memutus aliran masuk bantuan kemanusiaan ke Gaza.

    Blokade ini menjadi penangguhan bantuan terlama sejak serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

    (antaranews)

     

     

  • Israel Blokade Bantuan, Kondisi Anak-anak di Jalur Gaza Kian Memburuk

    Israel Blokade Bantuan, Kondisi Anak-anak di Jalur Gaza Kian Memburuk

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Catherine Russell, pada Jumat (2/5) menyuarakan keprihatinan serius atas memburuknya kondisi anak-anak di Jalur Gaza di tengah blokade bantuan yang terus diberlakukan oleh Israel.

    “Selama dua bulan terakhir, anak-anak di Jalur Gaza menghadapi gempuran tanpa henti, dan kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok, layanan dasar, dan perawatan yang menyelamatkan nyawa,” kata Russell.

    “Setiap hari berlalu di tengah blokade bantuan, membuat mereka semakin terancam kelaparan, penyakit, dan kematian — tak ada yang bisa membenarkan ini,” katanya melanjutkan.

    Baca: Israel blokir vaksin polio, 600 ribu anak terancam

    Russell menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi keluarga-keluarga di Gaza, mulai dari lahan pertanian yang hancur, terbatasnya akses ke laut, hingga kelangkaan pangan dan air bersih.

    “Toko roti tutup, produksi air menurun, dan rak-rak pasar nyaris kosong. Bantuan kemanusiaan selama ini menjadi satu-satunya harapan hidup bagi anak-anak, dan kini stoknya hampir habis,” ujarnya.

    Menurut badan PBB tersebut, lebih dari 75 persen rumah tangga di Gaza melaporkan penurunan akses terhadap air bersih.

    “Mereka tidak memiliki cukup air untuk diminum, tidak bisa mencuci tangan saat dibutuhkan, dan sering kali dipaksa memilih antara mandi, membersihkan rumah, atau memasak,” kata Russell.

    Baca: Israel tangkap lebih dari 360 tenaga kesehatan

    UNICEF juga memperingatkan tentang penyebaran penyakit secara cepat dan meningkatnya angka malnutrisi, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun.

    “Vaksin semakin menipis dan penyakit mulai menyebar — terutama diare akut berair, yang kini menyumbang 1 dari setiap 4 kasus penyakit yang tercatat di Gaza. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak di bawah lima tahun, yang berisiko tinggi kehilangan nyawa,” jelasnya.

    “Kasus malnutrisi juga meningkat. Sejak awal tahun, lebih dari 9.000 anak telah dirawat karena malnutrisi akut,” tambah Russell.

    Kepala UNICEF itu kembali mendesak agar blokade bantuan Israel dihentikan dan akses kemanusiaan dipulihkan.

    “Kami kembali menyerukan agar blokade bantuan dihentikan, agar barang-barang komersial diizinkan masuk ke Gaza, agar para sandera dibebaskan, dan agar semua anak mendapat perlindungan,” tegasnya.

    Baca: Israel melarang bantuan makanan, warga di Gaza terancam

    Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perlintasan menuju Gaza, menghalangi masuknya pasokan penting ke wilayah tersebut, meskipun berbagai laporan telah menyebutkan adanya bencana kelaparan.

    Militer Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza pada 18 Maret, mematahkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang telah tercapai dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 19 Januari lalu.

    Sejak Oktober 2023, lebih dari 52.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel di wilayah tersebut.

    Sumber: Anadolu/Antaranews

  • Krisis Air di Jalur Gaza, Warga Hampir Mati Kehausan

    Krisis Air di Jalur Gaza, Warga Hampir Mati Kehausan

    7cloud.asia – Otoritas Sumber Daya Air Palestina (Palestinian Water Authority/PWA) pada Sabtu (10/5) memperingatkan bahwa saat ini Jalur Gaza menghadapi krisis air dan “hampir mati kehausan” akibat layanan penyediaan air minum dan sanitasi yang nyaris sepenuhnya lumpuh di tengah konflik dengan Israel.

    Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang mengungkapkan bahwa operasi militer Israel, kerusakan infrastruktur yang meluas, pemadaman listrik, dan pembatasan suplai bahan bakar serta pasokan esensial lainnya hampir membuat layanan penyediaan air terhenti sepenuhnya.

    PWA melaporkan bahwa 85 persen fasilitas air dan sanitasi di daerah kantong tersebut rusak parah, sehingga warga hanya memiliki rata-rata tiga hingga lima liter air per orang setiap hari, jauh di bawah standar darurat minimum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 15 liter.

    Baca: Israel blokir bantuan, kondisi anak-anak memburuk

    Pernyataan tersebut juga memperingatkan soal meningkatnya risiko kesehatan masyarakat, merujuk pada pembuangan air limbah yang belum diolah dengan ke daerah permukiman serta penggunaan air asin yang tidak layak konsumsi oleh warga.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (9/5), kantor tersebut mengungkapkan bahwa Israel menutup semua jalur perlintasan Gaza selama 70 hari berturut-turut.

    Selain itu, Israel juga memblokir akses masuk bagi sekitar 39.000 truk bantuan yang membawa bahan bakar, makanan, dan pasokan medis terlepas dari apa yang disebutnya sebagai krisis kesehatan dan kemanusiaan yang semakin memburuk.

    PWA menuding Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan menyerukan penghentian operasi militer sesegera mungkin, penghentian atas apa yang disebutnya sebagai “praktik pendudukan sistematis”, pencabutan blokade, dan perlindungan terhadap para pekerja di sektor air.

    Baca: Puluhan anak di Gaza meninggal akibat kurang gizi

    Secara terpisah, kantor media pemerintah yang dikelola Hamas di Gaza menuduh Israel melakukan “kejahatan terorganisasi” terhadap lebih dari dua juta warga sipil di daerah kantong tersebut dengan memberlakukan blokade menyeluruh dan membatasi masuknya pasokan bantuan kemanusiaan.

    Israel menutup akses ke Gaza pada 2 Maret, menyusul berakhirnya tahap pertama dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan Hamas pada Januari lalu.

    Sampai saat ini, tahap kedua gencatan senjata belum terlaksana akibat belum tercapainya kesepakatan di antara kedua pihak.

    Sumber: Antaranews

  • Korban Tewas di Jalur Gaza Terus Bertambah, Setidaknya 54.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023

    Korban Tewas di Jalur Gaza Terus Bertambah, Setidaknya 54.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023

    7cloud.asia – Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza telah melampaui 54.000 orang sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, demikian disampaikan otoritas kesehatan Gaza pada Selasa (27/5/2025).

    Selama 24 jam terakhir, 79 warga Palestina tewas dan 163 lainnya terluka akibat serangan Israel di berbagai daerah di Jalur Gaza, kata otoritas kesehatan dalam sebuah pernyataan pers.

    Data statistik tersebut tidak termasuk rumah sakit di Kegubernuran Gaza Utara karena sulitnya akses ke sana.

    Baca: Hamas sebut Israel sengaja ciptakan kelaparan di Gaza

    Otoritas itu mengindikasikan bahwa sejumlah korban tewas dan terluka masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur atau di jalan-jalan.

    Penembakan hingga kini masih berlangsung dan tidak adanya koridor yang aman terus menghalangi upaya kru ambulans dan pertahanan sipil.

    Sejak Israel melanjutkan kembali kampanye militernya yang kian intensif pada 18 Maret, sedikitnya 3.901 warga Palestina tewas dan 11.088 lainnya terluka.

    Sehingga jumlah keseluruhan warga Palestina yang tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 mencapai 54.056 orang, dengan total korban luka sebanyak 123.129 orang.

    Baca: Lebih dari 16 ribu anak tewas sejak Israel serang Gaza

    Jalur Gaza mengalami kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di tengah kondisi keamanan yang memburuk dan operasi militer yang masih berlangsung, yang menghambat upaya bantuan dan akses ke populasi yang terdampak.

    Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat pada Januari 2025.

    Namun, kesepakatan tersebut kandas dua bulan kemudian ketika operasi militer Israel kembali dilanjutkan di Jalur Gaza setelah tahap pertama kesepakatan itu berakhir dan kesepakatan tentang tahap kedua atau perpanjangannya tidak tercapai.

    Sumber: Xinhua/Antaranews

  • Langgar Kesepakatan, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza Hingga 22 Orang Tewas

    Langgar Kesepakatan, Israel Kembali Lancarkan Serangan di Jalur Gaza Hingga 22 Orang Tewas

    7cloud.asia – Pertahanan Sipil Gaza pada Sabtu (22/11/2025) mengatakan bahwa Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, menyebabkan setidaknya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di wilayah kantong tersebut.

    Menurut Mahmoud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, korban tewas termasuk seorang komandan dari Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas.

    Seorang sumber Hamas, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada Xinhua bahwa gerakan tersebut menyampaikan “kemarahan” mereka kepada tim mediator regional atas serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza

    Padahal kelompok Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya mematuhi perjanjian gencatan senjata.

    Baca: Serangan Israel ke Palestina Berlanjut Pasca Gencatan Senjata

    Sumber tersebut menambahkan bahwa Hamas mendesak para mediator untuk segera mengintervensi guna mencegah runtuhnya kesepakatan yang diinginkan Israel.

    Dia menekankan bahwa gerakan Hamas dan faksi-faksi lain tetap berkomitmen pada gencatan senjata meskipun terjadi eskalasi.

    Sumber itu juga memperingatkan bahwa pembunuhan terus-menerus yang dilakukan oleh Israel terhadap warga di Gaza yang sering disebut sebagai wilayah kantong tersebut.

    Dia menggambarkan sebagai “tekanan lambat” dari Amerika Serikat (AS) terhadap Israel untuk menahan aksinya, dapat mendorong situasi menuju potensi kekacauan.

    Baca: Israel Tolak Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

    Tentara Israel melancarkan serangan besar-besaran di beberapa area di Jalur Gaza pada Sabtu sore waktu setempat, yang menyebabkan banyak korban, menurut sumber medis setempat.

    Sejak gencatan senjata di Gaza berlaku pada Oktober, serangan Israel telah menewaskan 318 orang dan melukai 788 lainnya, sehingga total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 menjadi 69.733 orang.

    Adapun jumlah korban luka menjadi 170.863 orang, menurut otoritas kesehatan di Gaza.

    (Antaranews/Xinhua)