Tag: jantung

  • Kenali Gejala dan Pemicu Gangguan Irama Jantung Fibrilasi Atrium

    Kenali Gejala dan Pemicu Gangguan Irama Jantung Fibrilasi Atrium

    7cloud.asia – Fibrilasi atrium atau aritmia adalah jenis gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur dan sering kali cepat akibat gangguan impuls listrik di serambi (atrium) jantung.

    Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, aritmia menyebabkan atrium berkontraksi secara tidak terkoordinasi (fibrilasi), sehingga aliran darah ke ventrikel menjadi tidak efisien.

    Medical Daily, mengutip Informasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, menyebutkan bahwa gejala umum fibrilasi atrium meliputi detak jantung tidak teratur, palpitasi (detak jantung cepat), kelelahan ekstrem, pusing, dan sesak napas.

    Namun, gejala fibrilasi atrium sering kali samar, dan beberapa individu bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

    Karena 30–60 persen orang dengan fibrilasi atrium mungkin awalnya tanpa gejala, banyak kasus ditemukan melalui pemeriksaan denyut nadi atau elektrokardiografi (EKG).

    Mengidentifikasi gejala-gejala fibrilasi atrium sejak dini memungkinkan dokter untuk menyesuaikan pemantauan dan terapi guna mengurangi risiko komplikasi seperti stroke atau gagal jantung.

    Penyebab fibrilasi atrium bersifat mencakup faktor struktural, elektrik, dan metabolik yang mengganggu ritme jantung normal.

    Kondisi seperti hipertensi, penyakit arteri koroner, dan kelainan katup dapat menciptakan tekanan pada jaringan atrium, memicu gangguan listrik yang menyebabkan jantung berdetak cepat dan tidak terkoordinasi.

    Selain penyakit kardiovaskular, faktor sistemik dan gaya hidup seperti apnea tidur, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, dan ketidakseimbangan tiroid juga memainkan peran penting.

    Menurut siaran informasi United States National Heart, Lung, and Blood Institute, perubahan pada jaringan jantung dan sinyal listrik karena penuaan, tekanan darah tinggi, atau riwayat kejadian jantung sebelumnya merupakan akar penyebab umum fibrilasi atrium.

    Sementara faktor seperti apnea tidur, genetika, dan peradangan menurut lembaga itu bisa semakin meningkatkan risiko fibrilasi atrium.

    Gaya hidup juga dapat memicu episode fibrilasi atrium. Lonjakan kafein atau alkohol, dehidrasi, stres, dan obat-obatan stimulan dapat mempercepat detak jantung atau memicu aritmia pada individu yang rentan.

    Fibrilasi atrium berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, sebagian besar terjadi karena detak jantung yang tidak teratur mengubah aliran darah di dalam jantung.

    Ketika atrium bergetar alih-alih berkontraksi secara efektif, darah dapat mengumpul, terutama di apendiks atrium kiri dan meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah.

    Bekuan darah ini dapat terlepas dan bergerak ke otak, menyebabkan stroke iskemik dengan defisit neurologis mendadak.

    Menurut American Heart Association, orang dengan fibrilasi atrium dapat memiliki risiko stroke sekitar lima kali lipat dari orang yang tidak mengalami gangguan itu.

    Selain itu, stroke yang disebabkan oleh fibrilasi atrium cenderung lebih parah dan melumpuhkan.

    Penanganan fibrilasi atrium lebih dari sekadar mengendalikan irama jantung.

    Perawatan yang efektif dapat menyeimbangkan peredaan gejala, perlindungan jantung jangka panjang, dan pencegahan stroke.

    Gabungan pengobatan medis dengan penyesuaian gaya hidup dapat membantu mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup individu yang mengalami fibrilasi atrium.

  • Gejala Gangguan Jantung pada Perempuan Bisa Mirip dengan Kecemasan

    Gejala Gangguan Jantung pada Perempuan Bisa Mirip dengan Kecemasan

    7cloud.asia – Kecemasan kronis dan kelelahan dini yang tidak dapat dijelaskan, dalam beberapa kasus, dapat menjadi manifestasi awal dari penyakit jantung yang kurang disadari.

    Ditulis laman Hindustan Times, Rabu (4/3/2026) seorang ahli kardiologi intervensi di Rumah Sakit Saifee Dr. Mustafa Taskeen, mengatakan hal ini berlaku utamanya pada perempuan.

    Taskeen mengatakan, perempuan memiliki gejala jantung yang tidak lazim, berbeda dari pria, bahkan beberapa di antaranya tampak seperti gejala psikologis.

    Gejala pada perempuan seringkali tidak khas dan masalah yang berkaitan dengan jantung tidak selalu muncul sebagai nyeri dada yang hebat dan menusuk.

    Baca: Kenali gejala dan pemicu gangguan irama jantung fibrilasi atrium

    Sebaliknya, gejalanya dapat muncul sebagai kelelahan yang terus-menerus, sesak napas, ketidaknyamanan ringan di dada, mual, pusing, atau bahkan perasaan cemas atau gelisah yang samar.

    “Kelelahan yang terus-menerus, penurunan toleransi olahraga, gangguan tidur, sesak napas, atau perasaan tidak nyaman yang samar dapat mendahului kejadian jantung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan,” demikian penjelasan ahli jantung tersebut.

    Taskeen menambahkan, kecemasan seringkali berasal dari sensasi fisik.

    Gejala angina mikrovaskular yang berhubungan dengan jantung, seperti kelelahan ekstrem, sesak napas, ketidaknyamanan dada, dan sensasi tubuh yang tidak biasa, dapat sangat mirip dengan kecemasan.

    Baca: Cemas atau stres berkepanjangan dapat memicu penyakit jantung

    Akibatnya, beberapa perempuan mungkin salah didiagnosis menderita kecemasan alih-alih masalah jantung yang mendasarinya diidentifikasi.

    “Hubungan antara kecemasan kronis dan penyakit jantung juga bersifat dua arah,” tegas Dr. Taskeen.

    Pada kondisi ini, arteri koroner yang lebih kecil tidak berfungsi dengan baik, meskipun arteri utama mungkin tampak normal pada tes standar seperti angiografi.
    Gejala juga lebih umum terjadi pada perempuan, terutama sekitar atau setelah menopause.

    Meskipun faktor psikologis berperan, kecemasan juga merupakan respons tubuh terhadap perubahan halus dalam fungsi jantung.