Tag: korban

  • Update Banjir Sumatera: Korban Meninggal Capai 1071 Orang, Jumlah Pengungsi Terus Berkurang

    Update Banjir Sumatera: Korban Meninggal Capai 1071 Orang, Jumlah Pengungsi Terus Berkurang

    7cloud.asia – Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh atau banjir Sumatera masih terus bertambah.

    Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada Jumat (19/12/2025) kembali menemukan tiga jenazah, sehingga total jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatera mencapai 1.071 orang.

    “Per hari ini jumlah korban meninggal secara total di 3 provinsi ini bertambah 3 dari 1.068, sore hari ini 19 Desember menjadi 1.071 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers, Jumat (19/12/2025).

    Dari jumlah tersebut, jumlah korban meninggal terbanyak ditemukan di Provinsi Aceh. Berikut rincian jumlah korban meninggal per 18 Desember 2025:

    Aceh: 455 meninggal dunia
    Sumut: 369 meninggal dunia
    Sumbar: 247 meninggal dunia.

    Baca: Aksi kibarkan bendera putih desak penetapan status Bencana Nasional

    Adapun jumlah korban hilang saat ini sebanyak 185 orang. Dan warga yang masih mengungsi sebanyak 526.868 jiwa.

    “Untuk jumlah yang masih mengungsi dari 537.185 kemarin, ini berkurang menjadi 526.868 jiwa,” terang Abdul Muhari.

    Abdul Muhari menambahkan, hingga Jumat 27 kabupaten/kota masih dalam status tanggap darurat. Sejumlah daerah juga masih terisolasi karena jalan yang putus.

    Meski demikian, pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi warga terdampak.

    “Langkah percepatan pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara di lokasi terdampak sudah mulai dikerjakan dan dilakukan percepatan,” jelasnya.

    Baca: Warga Sumbar siapkan gugatan terkait banjir Sumatera

  • Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Selesai, Total 15 Orang Meninggal

    Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Selesai, Total 15 Orang Meninggal

    7cloud.asia – Polda Metro Jaya menyebutkan korban meninggal tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, berjumlah 15 orang.

    “10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/04/2026).

    Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.

    Sementara itu sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Baca: Pasca Kecelakaan, KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur 

    “Hingga saat ini, sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem),” kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Data dari keluarga sangat dibutuhkan untuk mencocokkan identitas korban dari kantong jenazah yang saat ini masih ditangani tim forensik.

    Prima menjelaskan, RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari. Seluruh jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.

    Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data setelah kematian (post mortem) hasil pemeriksaan forensik.

    Baca: Kereta Api Jadi Transportasi Publik Pilihan 

    Untuk itu, kehadiran keluarga korban dinilai sangat menentukan kecepatan proses tersebut. “Seluruh jenazah masih dalam proses identifikasi. Kami terus melakukan rekonsiliasi data agar identitas korban dapat segera dipastikan,” ucap Prima.

    Prima menambahkan, pihaknya masih membuka layanan bagi keluarga lain yang belum melapor.

    Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut segera datang ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.

    Sumber: Antaranews

  • Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta Terus Bertambah, Kini Mencapai 16 Orang

    Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta Terus Bertambah, Kini Mencapai 16 Orang

    7cloud.asia – Korban meninggal akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, bertambah. Kini mencapai 16 orang meninggal dunia.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

    Baca: Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Selesai

    “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” terang Anne pada Rabu (29/04/2026).

    KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.

    Untuk mendukung kebutuhan informasi, KAI menyiagakan posko di dua lokasi, yaitu Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban dan Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

    Baca: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur

    Sementara itu, KRL di lintas Bekasi–Cikarang hari ini, Rabu (29/04/2026) mulai dilakukan uji coba operasional pertama dan berjalan dengan aman.  

    “Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.

    Anne menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemulihan operasional secara bertahap, seiring hasil evaluasi dan pengujian yang memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.