Tag: korban

  • Perjuangan ND Menuntut Keadilan: Jadi Korban Kekerasan Seksual, Dinikahkan dengan Pelaku Lalu Dicampakkan

    Perjuangan ND Menuntut Keadilan: Jadi Korban Kekerasan Seksual, Dinikahkan dengan Pelaku Lalu Dicampakkan

    7cloud.asia – Pada Senin (21/8/2023) PN Bogor mulai menggelar sidang Praperadilan terkait penghentian proses hukum kasus kekerasan seksual yang dialami ND.

    ND, menjadi korban kekerasan seksual saat bekerja sebagai tenaga honorer di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah KemenkopUKM pada 6 Desember 2019 silam. 

    Pelaku kekerasan seksual ini adalah  4 orang yang juga pegawai KemenkopUKM,  Laporan korban pada tanggal 20 Desember 2919 sempat diproses di Polresta Bogor dan keempat tersangka berhasil ditangkap dan ditahan saat itu.

    Namun tanggal 18 Maret 2020, Polisi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dengan alasan “keadilan restoratif” (Restorative Justice).

    Baca: Pemerintah didesak segera terbitkan aturan turunan UU TPKS

    Sebelumnya, terjadi “perjanjian damai” antara korban dengan para pelaku kekerasan seksual yang difasilitasi kepolisian.

    Perjanjian damai ini kemudian dilanjutkan dengan “pernikahan” antara Korban dengan salah satu pelaku.

    Terbitnya SP3 dengan alasan Keadilan Restoratif pada kasus ND dipertanyakan, karena bertentangan dengan makna dan tujuan dari Keadilan Restoratif yang intinya harus menekankan pada pemulihan para pihak terutama korban.

    “Namun faktanya, korban tidak mendapatkan pendampingan hukum dan pemulihan saat itu,” ujar Direktur LBH APIK Jawa Barat, Ratna Batara Munti yang menjadi pendamping korban ND dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia

    Baca: Implementasi UU TPKS terhambat karena hal ini

    Adapun pernikahan korban dengan pelaku yang menjadi persyaratan dalam perjanjian damai, ujar Ratna, ternyata hanyalah strategi dari para tersangka untuk bebas dari tuntuan hukum.

    “Karena pelaku yang menikah dengan korban tidak pernah mewujudkan kehidupan sebagai suami istri dengan Korban sejak menikah,” imbuh Ratna. 

    Selain itu, penerapan Restorative Justice pada dasarnya dibatasi pada kasus yang tingkat kesalahan pelaku relatif tidak berat.

    Sementara tindakan kekerasan seksual (persetubuhan terhadap perempuan dalam kondisi pingsan atau tidak berdaya) yang dialami korban merupakan kesalahan berat dan telah menimbulkan dampak psikis bagi ND.

    Baca: Layanan dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual masih sangat kurang

    Sejak tanggal 28 November 2022 sampai dengan saat ini, ND mengikuti program pemulihan dan berada di bawah perlindungan LPSK.

    Ratna melihat adanya faktor relasi kuasa maupun relasi gender dalam kasus kekerasan seksual, di mana korban tidak berada dalam posisi setara sehingga lebih rentan mengalami reviktimisasi dalam proses kasusnya.

    Ditambah situasi traumatis yang dialami korban kekerasan seksual, ujar Ratna, membuat penyelesaian perkara untuk kekerasan seksual melalui keadilan restoratif menjadi tidak tepat diterapkan bagi korban kekerasan seksual.

    UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juga telah menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual tidak dapat diselesaikan di luar proses peradilan kecuali terhadap pelaku Anak (pasal 23).

    Baca: Perempuan dengan down syndrome rentan alami kekerasan

    Kasus pidana ND berhasil dibuka kembali atas dasar gelar perkara khusus di Polda Jabar tanggal 7 Desember 2022.

    Polresta Bogor kemudian menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Lanjutan Nomor:
    SP.Sidik/251/XII/RES.1.24/2022/Sat Reskrim, tanggal 7 Desember 2022.

    Namun polisi kembali menghentikan penyidikannya dengan menerbitkan SP3 baru, Nomor SPP.Sidik/251.a/III/RES.1.24/2023, pada tanggal 31 Maret 2023,
    dengan alasan tidak cukup bukti.

    Padahal penyidikan lanjutan belum sepenuhnya dijalankan, dan belum ada
    pembaharuan alat bukti. sebagaimana komitmen yang disampaikan Kepolisian dalam rapat kordinasi kasus tanggal 24 Januari 2023.

    Baca: Penyandang disabilitas di Jakbar jaid korban kekerasan seksual

    Rapat koordinasi ini dipimpin oleh KPPPA dan dihadiri oleh kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Koperasi dan UKM, KOMPOLNAS, LPSK, dan Mabes Polri.

    Ratna menegaskan, dengan fakat itu pihaknya menilai alasan tidak cukup bukti dalam SP3 kedua harusnya tidak relevan.

    Karena itulah pihaknya mengajukan permohonan Praperadilan demi keadilan untuk ND. 

    “Dengan mengajukan permohonan Praperadilan, Kami berharap Hakim dapat memeriksa dua SP3 tersebut dan mengabulkan permohonan sehingga kedua SP3 tersebut dibatalkan dan proses hukum kasus ND dapat dilanjutkan,” pungkas Ratna.

  • Hindari Banyak Korban, Ahli Geologi Imbau Masyarakat Patuhi Kawasan Rawan Bencana

    Hindari Banyak Korban, Ahli Geologi Imbau Masyarakat Patuhi Kawasan Rawan Bencana

    7cloud.asia – Letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat beberapa waktu lalu memakan korban jiwa 23 orang. Masyarakat seharusnya mematuhi peta kawasan rawan bencana (KRB) agar peristiwa ini tak terulang.

    Hal ini dikatakan oleh ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Sumatra Barat, Dian Hadiyansyah pada Selasa (12/12/2023).

    “Terkait mitigasi, masyarakat harus mengikuti peta KRB yang sudah dikeluarkan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi,” ujar Dian seperti yang dilansir Antaranews.

    Menurutnya ancaman letusan gunung api yang dapat terjadi kapan saja, seperti yang terjadi pada Gunung Marapi.

    Peta KRB yang dikeluarkan Kementerian ESDM sudah jelas menggambarkan daerah mana saja yang berpotensi dilewati lahar dingin.

    Baca: Gunung Marapi meletus 11 orang tewas

    Berdasarkan peta KRB yang diterbitkan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, terdapat dua zona aliran lahar dingin, yakni zona berbentuk lingkaran dan zona berbentuk aliran.

    “Artinya, masyarakat harus menghindari zona-zona yang memungkinkan dilewati lahar dingin seperti sepanjang sungai dan lembah,” jelasnya.

    Selanjutnya Dian memaparkan Gunung Marapi yang tiba-tiba meletus pada Minggu (3/12/2023) lalu akibat adanya kontak air tanah dengan dapur magma di dalam perut bumi yang memicu ledakan.

    Hal ini karena Gunung Marapi merupakan jenis eksplosif dengan karakter freatik yang memungkinkan gunung meletus secara tiba-tiba.

    Pada umumnya letusan gunung api di Indonesia bersifat eksplosif dan diiringi gempa vulkanik.

    “Khusus letusan Gunung Marapi dengan karakter freatik lebih banyak dipengaruhi oleh keberadaan air tanah yang kontak dengan dapur magma,” katanya 

    Baca: Seharian Gunung Api ile Lewotolok Meletus 35 kali

    Seperti yang diberitakan sebelumnya Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB lalu meletus dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3000 meter di atas puncak (5891 m di atas permukaan laut).

    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

    Letusan itu disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 km.

    Berdasarkan pengamatan instrumental Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) letusan ini tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

    Korban meninggal sebanyak 23 orang dan mayoritas adalah mahasiswa. Banyaknya korban meninggal ini karena jalur pendakian tidak ditutup pada saat kejadian tersebut.

    Baca: Gunung Dukono meletus warga diimbau waspada

    Padahal ada batas larangan yang jelas terpasang di jalur pendakian gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat tersebut.

    Pengurus pusat Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia(APGI), Ruslan Budiarto, menjelaskan  pihaknya selalu memberi pengertian kepada para pendaki untuk mematuhi segala peraturan di gunung yang akan didaki.

    Jika ada yang memaksa naik, atau melewati batas larangan, maka segala risiko tidak ditanggung oleh pemandu itu.

    “Jadi kalau ada yang memaksa naik ke puncak maka itu bukan tanggung jawab kami. Itu seperti yang berlaku di Gunung Semeru. Kami akan sarankan hingga Kalimati saja,” katanya.

    Memang dijalur pendakian terdapat papan peringatan berikut dengan logo PVMBG dan BKSDA yang tertulis: ‘Tingkat aktivitas Gunung Marapi Waspada (Level II). DILARANG MENDEKATI KAWAH AKTIF. Radius 3 km dari kawah sangat berbahaya saat terjadi erupsi (letusan).’

    Reporter: Nurakhmayani

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    7cloud.asia – Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Senin (11/03/2024) korban tewas mencapai 26 orang.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) 26 korban tersebut yaitu 23 orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan 3 orang di Kabupaten Padang Pariaman.

    “Update pagi ini, korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar totalnya 26 orang,” ungkap Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldy seperti yang dikutip Kompas.com.

    Selanjutnya Rudy menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap 6 orang warga yang hilang.

    Baca: Banjir dan longsor di Pariaman, 3 orang tewas

    “Enam orang yang masih dicari itu semuanya di Pesisir Selatan. Diduga tertimbun longsor dan terseret banjir,” ujarnya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (07/03/2024) malam membuat sejumlah wilayah di Sumatera Barat terendam banjir dan longsor.

    Beberapa wilayah yang mengalami banjir dan longsor adalah Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Mentawai, Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Pasaman.

    “Yang terparah itu Pesisir Selatan yang menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan sempat membuat akses jalan Sumbar-Bengkulu terputus,” ungkapnya.  

    Sementara di Padang, banjir merendam ribuan rumah dan menyebabkan akses jalan Padang-Solok terputus karena longsor.

    Baca: Hujan lebat picu banjir, ribuan warga terdampak

    Selain itu, banjir juga mengakibatkan akses jalan utama ke Bandara Internasional Minangkabau sempat terputus karena jembatan terancam ambruk. Tiga orang tewas dalam banjir di Padang Pariaman ini.

     “Saat ini air sudah susut, namun menyisakan material lumpur di rumah warga dan sisa-sisa longsor,” ujarnya.

    Akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup di Pesisir Selatan ada 3 titik yaitu di Barung-barung Belantai kini sudah dibuka kembali.

    Demikian juga akses jalan di Duku Utara karena longsor dan Ranah Pesisir akibat pangkal jembatan terban kini telah dibuka.

    “Kemudian di Padang ada di Lubuk Paraku yang menyebabkan akses Padang-Solok sempat tertutup. Lalu akses jalan utama ke BIM di Padang Pariaman,” urainya.

    reporter: Nurakhmayani

     

  • Operasi SAR Evakuasi 10 Korban Longsor di Karo, Sumatera Utara

    Operasi SAR Evakuasi 10 Korban Longsor di Karo, Sumatera Utara

    7cloud.asia – Korban akibat longsor yang terjadi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara terus bertambah. Hingga Senin (25/11) malam, tim SAR mengevakuasi 10 korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Ph.D menjelaskan para korban meninggal telah dievakuasi dan didentifikasi di RS Kabanjahe.

    Selain korban jiwa, longsor kali ini mengakibatkan kerusakan tempat tinggal. Data BNPB pada Senin (25/11), pukul 21.36 WIB mencatat bangunan yang mengalami kerusakan berat mencakup rumah warga 2 unit, penginapan dan masjid masing-masing 1 unit.

    Baca: Bandung tanggap darurat selama 2 minggu

    Petugas gabungan yang dipimpin Basarnas memfokuskan pencarian korban di sekitar bangunan rumah yang terdampak longsor.

    Pada Senin kemarin BPBD dan dinas terkait berhasil membersihkan dua titik longsoran yang menimbun akses menuju lokasi yang diduga masih adanya warga tertimbun longsor.

    Operasi SAR dilakukan petugas gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, TNI, Polri dan warga setempat.

    Sementara itu, material longsor di sekitar Masjid Al-Hidayah yang terletak di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Karo, belum sepenuhnya berhasil dibersihkan. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan belum dapat dilalui kendaraan.

    Material longsor sempat memutus akses jalan yang menghubungkan Desa Semangat Gunung menuju Desa Doulu.

    Baca: BNPB kembangkan sistem peringatan dini tanah longsor

    Pada lahan pertanian dan sektor perikanan terdampak, pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan di lapangan. Sedangkan dampak lain tanah longsor menyasar pada infrastruktur irigasi dan jaringan listrik yang terputus.

    Tanah longsor di Desa Semangat Gunung atau dekat dengan pemandian air panas Sidebu debu terjadi setelah adanya hujan lebat pada Sabtu lalu (23/11), pukul 14.00 WIB.

    Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengimbau masyarakat agar mewaspadai ancaman bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor atau pun angin kencang.

    Masayarakat bekerjasama dengan pemerintah dapat melakukan antisipasi dengan menyelamatkan diri dan keluarga. Masyarakat juga dapat memantau potensi curah hujan melalui kanal resmi pemerintah atau pun BPBD.

     

     

     

     

  • Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Terus Bertambah, Kini Mencapai 13 Orang

    Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Terus Bertambah, Kini Mencapai 13 Orang

    7cloud.asia – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Jumat (3/10/2025) petang telah mengevakuasi 116 korban runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur .

    Sebanyak 13 orang di antaranya meninggal dunia, 103 lainnya luka-luka.

    Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit menjelaskan pada Jumat sore kemarin tiga korban ditemukan dalam keadaan meninggal secara beruntun pada sore hari, yakni pukul 17.15 WIB, 17.20 WIB, dan 17.30 WIB.

    Melansir Antaranews, ketiga korban yang terakhir ditemukan tersebut berada di sektor A3, dekat sektor A2 atau tidak jauh dari titik sebelumnya.

    Menurut Nanang, kondisi tubuh para korban yang ditemukan masih utuh meskipun terdapat pembengkakan.

    Baca: Sulitnya evakuasi korban runtuhnya musala Al Khoziny

    “Dengan demikian total korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak delapan orang. Sehingga total yang sudah berhasil dievakuasi mencapai 116 orang,” ungkap Nanang.

    Lebih jauh, Nanang menjelaskan penggunaan alat berat akan dihentikan sementara ketika korban terlihat, kemudian dilanjutkan kembali setelah evakuasi selesai.

    “Alat berat tidak digunakan untuk membongkar seluruh puing sekaligus, melainkan membuka akses menuju titik korban,” jelasnya.

    Pihaknya hingga kini masih tetap melakukan proses pencarian secara kombinasi antara penggunaan alat berat dan metode manual, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

    Nanang juga menjelaskan pihak keluarga dapat menyaksikan langsung proses evakuasi ini secara terbatas melalui perwakilan.

    “Korban mulai terlihat setelah sebagian beton berhasil dipotong, sehingga akses cahaya masuk ke dalam runtuhan,” katanya. 

    Baca: 91 orang masih terjebak dalam reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny

    Saat ini proses pembersihan material reruntuhan telah mencapai sekitar 50 persen.

    Rencananya operasi pembongkaran material reruntuhan bangunan dan pencarian korban akan terus dilakukan hingga 24 jam ke depan dan diperkirakan selesai Sabtu (4/10/2025) sore.

    Tim lapangan menggunakan berbagai peralatan khusus, mulai dari search cam flexible Olympus, Xaver 400 wall scanner, hingga multi search leader.

    Tim Basarnas juga dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pengadaan logistik dan peralatan terdiri 200 kantong jenazah, 250 set alat pelindung diri, serta alat berat berupa crane, excavator breaker, truk jungkit hingga mobil ambulans.

     

     

     

  • Operasi SAR Resmi Ditutup, Total 63 Jenazah Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny

    Operasi SAR Resmi Ditutup, Total 63 Jenazah Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny

    7cloud.asia – Tim SAR gabungan telah menemukan seluruh jenazah korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Total 63 jenazah termasuk 7 potongan bagian tubuh.

    Dengan demikian, seluruh rangkaian operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (07/10/2025). Total korban mencapai 165 jiwa, dengan rincian 104 selamat dengan rincian 4 orang masih dirawat, 99 orang telah kembali ke rumah, dan 1 orang tidak memerlukan perawatan.

    Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan dalam rilis resmi BNPB.

    Baca: Sulitnya evakuasi korban runtuhnya musala Al Khoziny

    Selanjutnya Budi menjelaskan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur saat ini masih melakukan proses identifikasi terhadap jenazah tersebut.

    Termasuk tujuh potongan tubuh yang sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah berasal dari dua korban yang menurut data posko darurat masih dalam pencarian.

    “Jawaban itu akan segera diketahui setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan,” kata Budi.

    Dengan selesainya pembersihan puing dan berakhirnya operasi SAR, tahap penanganan bencana kini memasuki fase transisi menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

    Baca: 91 orang terjebak dalam musala yang ambruk

    Tanggung jawab selanjutnya diserahkan dari BNPB kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dengan pendampingan dari BNPB.

    Dalam masa transisi ini, proses identifikasi korban terus berjalan. Dari total 63 korban meninggal dunia, baru 17 jenazah yang berhasil diidentifikasi.

    Sementara itu, Polda Jatim saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab runtuhnya musala empat lantai tersebut. Beberapa barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian, dan sejumlah saksi dimintai keterangan.

  • Angka Kejahatan di Indonesia Terus Meningkat dan Kehadiran Negara dalam Melindungi Para Korban

    Angka Kejahatan di Indonesia Terus Meningkat dan Kehadiran Negara dalam Melindungi Para Korban

    7cloud.asia – Angka kejahatan di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data BPS, jumlah kasus kejahatan nasional melonjak dari 372 ribu kasus pada 2022 menjadi hampir 585 ribu kasus pada 2023.

    Anggota Komisi XIII DPR, Marinus Gea, menegaskan, ini berarti dalam setiap 100 ribu penduduk, 214 orang menjadi korban tindak pidana. Angka ini cukup besar dan bukan sekadar statistik.

    ”Di balik setiap angka kejahatan, ada wajah manusia, ada ibu yang kehilangan anaknya, ada keluarga yang dirundung rasa takut, ada perempuan dan anak yang menanggung trauma karena kekerasan seksual,” kata Marinus dalam kegiatan sosialisasi LPSK yang digelar di Tangerang, Selasa (14/10/2025).

    Karena itu, Marinus menekankan pentingnya peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam memberikan perlindungan kepada korban kejahatan. 

    Ia menambahkan, dari ribuan kasus tersebut, hanya sebagian kecil korban yang berani mencari perlindungan ke LPSK. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum tahu, tidak berani, atau tidak percaya bahwa negara hadir untuk melindungi mereka.

    Baca: Fenomena No Viral No Justice dalam penegakan hukum di Indonesia 

    Padahal, lanjutnya, Indonesia memiliki LPSK yang merupakan simbol kehadiran negara untuk melindungi rakyat yang lemah di hadapan hukum. Tanpa perlindungan saksi dan korban, proses peradilan pidana tidak akan pernah berjalan adil.

    Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, LPSK sejatinya dapat menyelamatkan nyawa banyak orang. Namun, jika masyarakat tidak tahu cara mengaksesnya, keberadaan lembaga tersebut tidak akan terasa.

    “LPSK adalah bukti bahwa negara tidak boleh diam ketika rakyat diancam. Sekarang tugas kita bersama memastikan semua orang tahu itu,” tambahnya

    Maka dari itu, ia mendorong agar LPSK lebih dekat dengan rakyat, tidak hanya hadir di ibu kota, tetapi juga menjangkau desa-desa dan komunitas rentan.

    Marinus juga mengusulkan tiga langkah konkret agar LPSK semakin dekat dengan masyarakat.

    Pertama, melakukan pembaruan terhadap Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban agar lebih adaptif terhadap ancaman baru, seperti kekerasan berbasis elektronik.

    Baca: Kepolisian harus direformasi total

    Kedua, memastikan dukungan anggaran dari APBN yang memadai untuk memperkuat layanan LPSK, termasuk pos layanan, hotline, serta kerja sama dengan pemerintah daerah.

    Terakhir, memperkuat pengawasan dan edukasi publik dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga mereka memahami hak-haknya sebagai saksi maupun korban.

    “Perlindungan hukum akan menjadi kuat bila rakyat merasa LPSK adalah bagian dari mereka. Rakyat harus tahu bahwa mereka bisa bicara tanpa takut, melapor tanpa malu, dan mencari keadilan tanpa harus sendirian,” tutur Marinus Gea.

    Dia kemudian mencontohkan seorang ibu rumah tangga di Jawa Tengah yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

    Setelah mendapat informasi dari kegiatan sosialisasi, korban berani melapor, dan LPSK memberikan perlindungan hukum, pendampingan psikologis, serta restitusi. Kini, ibu tersebut menjadi penggerak edukasi hukum di desanya.

    Contoh lainnya, seorang pemuda di Jepara menjadi saksi kasus perdagangan orang. Berkat perlindungan LPSK dan kerja sama dengan kepolisian, ia dapat bersaksi dengan aman hingga jaringan kejahatan itu berhasil dibongkar.

    Baca: Koalisi masyarakat sipil desak Presiden copot Kapolri

  • BNPB: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    BNPB: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban meninggal akibat banjir dan longsor terus bertambah. Di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 90 orang.

    “Untuk jumlah korban di Padang, ini meningkat (dari 23 orang pada Jumat). Justru sekarang nomor dua (terbanyak) setelah Sumatera Utara. Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia,” jelas Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Sabtu (29/11/2025) sore.

    Berdasarkan data yang diterima BNPB, selain korban meninggal, di wilayah Sumatera Barat masih ada 10 orang korban luka-luka. Sementara sebanyak 85 orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Banjr dan Longsor Bertambah, Paling Banyak di Sumatera Utara

    Lebih lanjut Suharyanto menjelaskan jumlah pengungsi di wilayah Sumatera Barat diprekirakan mencapai lebih dari 11 ribu jiwa yang tersebar di rumah-rumah penduduk di sejumlah wilayah.

    Kemudian untuk wilayah Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 166 orang. “Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas,” ungkapnya.

    Selain itu sebanyak 143 orang lainnya masih hilang. Suharyanto juga menjelaskan jumlah pengungsi di Sumatera Utara sebanyak 6361 Kepala Keluarga (KK).

    Sedangkan di Kabupaten Humbang Hasundutan jumlah pengungsi mencapai 1712 jiwa dan Kabupaten Mandailing Natal 1378 jiwa.

    Baca: 12 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat

    Selanjutnya untuk wilayah Aceh, jumlah korban meninggal sebanyak 47 orang, 51 orang masih hilang dan 8 orang luka-luka.  Jumlah pengungsi hingga Sabtu sore mencapai 4887 KK.

    BNPB bekerjasama dengan TNI dan Polri saat ini tengah melakukan perbaikan jalur transportasi dan komunikasi di wilayah bencana.

    Mereka juga mendistribusikan bantuan makanan, minuman, pakaian, selimut, tenda, alat komunikasi starlink dan lain-lain ke sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat baik melalui jalur darat maupun udara.  

  • Banjir dan Longsor Sumatera, Korban Meninggal Capai 442 Orang

    Banjir dan Longsor Sumatera, Korban Meninggal Capai 442 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Minggu (30/11/2025) malam, jumlah korban meninggal di tiga provinsi mencapai 442 orang.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers update penanganan bencana pada Minggu (30/11/2025) malam menjelaskan jumlah tersebut dapat bertambah, seiring dengan proses pencarian korban yang masih dilakukan.

    Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Utara paling banyak ditemukan korban jiwa yang mencapai 217 orang. “Korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto.

    Baca: Korban Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Capai 90 Orang

    Dia mengungkapkan jumlah korban terbanyak ditemukan di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

    Sementara untuk wilayah Sumatera Barat, jumlah korban meninggal kini mencapai 129 orang, sebanyak 118 orang lainnya masih hilang dan 16 orang luka-luka. Penemuan korban meninggal terbanyak di wilayah Kabupaten Agam.

    Sedangkan di wilayah Aceh, jumlah korban meninggal yang tersebar di 11 kabupaten/kota mencapai 96 orang dan 75 lainya masih hilang.

    Baca: Ini Rencana BNPB Pasca Banjir dan Longsor di Sumatera

    BNPB, lanjut Suharyanto, akan terus melakukan pencarian korban bekerjasama dengan Basarnas, TNI, Polri dan para relawan. Namun, sejumlah faktor di lapangan mempersulit proses pencarian.

    Salah satunya akses jalan yang masih putus. Seperti yang kini terjadi di wilayah Aceh Tengah. “Aceh Tengah adalah satu-satunya wilayah di Aceh yang belum bisa ditembus hingga kini,” ungkapnya.

    Pihaknya juga terus mendistribusikan bantuan untuk sejumlah wilayah yang terdampak bencana. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, minuman, mie instan, pakaian, selimut, terpal, dan lain-lain.  

     

  • Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 604 Orang

    Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 604 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 604 orang meninggal.

    Berdasarkan data dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB pada Senin (01/12/2025) malam, selain korban meninggal jumlah korban hilang mencapai 464 orang. Korban luka-luka mencapai 2600 orang.

    Sementara warga terdampak sebanyak 1,5 juta orang dan  570 ribu orang mengungsi.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 442 Orang

    Korban-korban tersebut paling banyak ditemukan di Provinsi Sumatera Utara yang mencapai 283 orang meninggal, 169 orang lainnya masih hilang dan 613 orang terluka.

    Dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara, sebanyak 298.700 orang terdampak bencana ini dan 49.600 orang mengungsi.

    Pusdatin BNPB juga mencatat di wilayah Sumatera Utara sebanyak 124 unit rumah rusak berat, rusak sedang 28 unit dan rusak ringan 1000 unit.

    “Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 31 unit dan jembatan yang rusak 19 unit,” tulis Pusdatin BNPB.

    Baca: Waspada! Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Landa Sumatera Barat

    Selanjutnya Provinsi Sumatera Barat, korban meninggal mencapai 164 orang, 144 orang lainnya masih dalam pencarian dan 112 orang terluka.

    Dari 15 kabupaten/kota di Sumatera Barat, sebanyak 219.200 orang terdampak bencana ini dan 41.800  orang mengungsi.

    Sementara rumah rusak berat di wilayah Sumatera Barat sebanyak 877 unit rumah, rusak sedang 434 unit dan rusak ringan 1300 unit rumah.

    Tak hanya rumah, fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 86 unit dan 55 jembatan juga mengalami kerusakan.

    Baca: 8 Hari Sebelum Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    Kemudian untuk Provinsi Aceh, dari 18 wilayah yang terdampak, korban meninggal mencapai 156 orang, 181 orang hilang dan 81 orang terluka.

    Jumlah masyarakat yang terdampak di Aceh mencapai 955.400 orang dan sebanyak 479.300 orang mengungsi.

    Dibandingkan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, jumlah rumah rusak di Aceh paling banyak, yaitu mencapai 2500 unit rumah rusak berat, 3600 unit rumah rusak sedang dan sebanyak 18.200 unit rumah rusak ringan.  

    Fasilitas pendidikan yang rusak pun juga paling banyak yaitu mencapai 165 bangunan dan 197 jembatan rusak.