Tag: mikroalga

  • Tabung Mikroalga Microfest 100 Mampu Menyerap Karbon Setara Empat Pohon Usia Belasan Tahun

    Tabung Mikroalga Microfest 100 Mampu Menyerap Karbon Setara Empat Pohon Usia Belasan Tahun

    7cloud.asia – Sejumlah penelitian berhasil mengungkap potensi mikroalga untuk dekarbonisasi sekaligus solusi mengatasi masalah krisis iklim.

    Hal ini karena kemampuan mikroalga menyerap karbondioksida atau CO2 yang sangat besar. Mikroalga mampu menyerap emisi karbon jauh melebihi kapasitas maksimal pohon biasa pada luasan serupa.

    Selain itu, kemampuan mikroalga untuk bertahan hidup di daerah berpolusi, suhu ekstrem, bahkan udara beracun sehingga membuatnya lebih mudah dibudidayakan.

    Ukuran mikroalga yang tidak terlalu besar juga jadi pilihan tepat untuk mengatasi ketersediaan lahan hijau perkotaan yang terus menyusut secara drastis akibat masifnya pembangunan.

    Karena itu, kini banyak ilmuwan berlomba merancang reaktor biologi guna memaksimalkan fungsi mikroalga baik untuk menyerap polutan maupun sebagai sumber energi alaternatif.

    Baca: Partisi G Algae Inovasi Tim Dosen ITB Ini Mampu Menyerap CO2

    Salah satunya dilakukan Pusat Studi Energi (PSE) UGM sukses mengembangkan teknologi Microforest 100 berbasis mikroalga. Inovasi ini sebagai bentuk kontribusi terhadap komitmen Net Zero Carbon.

    Dilansir ugm.ac.id, teknologi berbasis mikroalga ini diinisiasi oleh Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik, Prof. Arief Budiman, D.Eng. dan Dosen Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono.

    Keduanya merupakan Peneliti Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUIPT) Microalgae Biorefinery UGM melalui program dana pendamping dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui platform Kedaireka tahun anggaran 2022 lalu.

    Penelitian mereka menghasilan prototipe Algaetree, yakni teknologi dekarbonisasi untuk mengatasi emisi karbon atau CO2 di udara terbuka.

    Berkolaborasi dengan startup PT Algatech Nusantara, prototipe tersebut berhasil dikembangkan menjadi produk yang diberi label Microforest 100.

    Baca: Peneliti ITB Kembangkan Mikroalga untuk Penangkapan Karbon

    Instalasi Microforest 100 setinggi dua meter ini diluncurkan di Solo pada 2024 lalu. Instalasi ini berfungsi untuk menyerap karbon di udara dengan teknologi fotobioreaktor,”

    CEO Algatech Nusantara, Rangga Wishesa menjelaskan dalam kerjasama ini pihaknya membantu menambahkan beberapa fitur pelengkap seperti pengembangan desain, fabrikasi dan penambahan alat-alat sensor kondisi kultivasi agar Microforest 100 mampu bekerja secara maksimal.

    Menurutnya, Microfest 100 menjadikan Algaetree sebagai produk yang lebih bernilai jual melalui desain yang futuristik dengan penambahan fitur-fitur seperti layar indikator karbon dioksida yang terserap serta oksigen yang dihasilkan oleh mikroalga.

    Microforest 100 memiliki kapasitas media kultivasi 100 liter mempunyai kemampuan penyerapan karbon hingga 37,6 kilogram per tahun. Angka ini setara dengan kemampuan penyerapan karbon oleh 4 pohon berusia dewasa.

    Penempatan pertama Microforest 100 di Masjid Raya Syeikh Zayed diharapkan dapat menyerap CO2 yang dihasilkan pengunjung.

    Baca: Bangunan Ini Manfaatkan Alga Menjadi Sumber Energi

    Perwakilan dari Uni Emirat Arab (UEA) turut memantau pengembangan teknologi Microforest 100 ini.

    Jika terbukti efektif menyerap karbon dalam jumlah besar, Microforest 100 akan dikembangkan lebih lanjut untuk ditempatkan di tempat-tempat ibadah seperti Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi.

    Menurut Eko Agus Suyono, mikroalga masih memiliki potensi agar dikembangkan menjadi produk olahan lain, seperti bahan bakar bioenergi. Harapannya, potensi tersebut dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

    “Dengan begitu, pengurangan emisi karbon dapat berlangsung secara masif dalam mengatasi perubahan iklim,” tutupnya.

    Referensi:
    Clean Air Fund. (2023). Indonesia – Geography. https://www.cleanairfund.org/geography/indonesia/
    https://ugm.ac.id/id/berita/peneliti-ugm-kembangkan-teknologi-mikroalga-untuk-atasi-perubahan-iklim/