Tag: minimalisme

  • Keberhasilan Minimalisme Tak Diukur Dari Seberapa Sedikit Barang yang Dimiliki

    Keberhasilan Minimalisme Tak Diukur Dari Seberapa Sedikit Barang yang Dimiliki

    7cloud.asia – Hari ini kita akan kembali membahas tiga kesalahan kebanyakan orang tentang minimalisme seperti diungkapkan Ronald L. Banks.

    Baik Anda baru akan memulai merapikan rumah atau pun sedang mencari kebijaksanaan dan dorongan untuk terus maju dengan minimalisme, perspektif saya tentang kesalahan yang dilakukan kebanyakan orang akan membantu Anda mendapatkan kejelasan.

    Dengan tulisannya Ronald L. Banks berharap Anda dapat terus maju dan mendapatkan manfaat dari menjalani gaya hidup minimalis.

    Mari selami lebih dekat pemikiran Ronald dan bagaimana dia melihat dan memaknai minimalisme.

    Sebagai penyair kata-kata (selama dekade terakhir), saya sangat memperhatikan pilihan kata-kata saya karena saya percaya bahasa dan kosa kata itu penting.

    Baca Juga: Minimalisme: 3 Miskonsepsi tentang Gaya Hidup Minimalis

    Inti dari kosakata dan memiliki kosakata bersama adalah ketika Anda mengucapkan kata atau ide tertentu, orang-orang memahami maksud Anda.

    Mereka memiliki definisi yang sama dalam pikiran mereka seperti yang Anda pikirkan.

    Jadi, menurut saya ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk mendiskusikan perspektif saya tentang minimalis.

    Inilah yang bukan minimalis:

    Perampasan atau hidup tanpanya
    Dinding kosong
    Menghindari telepon Anda
    Terobsesi dengan seberapa baik segala sesuatunya diatur
    Menghapus kepribadian dan ekspresi dari rumah atau kehidupan Anda
    Menganggap kepemilikan tidak terlalu ekstrim

    Baca Juga: Kunci Sukses Gaya Hidup Minimalis: Tidak Bersikap Impulsif

    Bagi saya, minimalisme lebih tentang perhatian daripada hal lainnya. Ini adalah alat untuk membantu Anda mempromosikan apa yang Anda hargai.

    Setelah Anda memahami hal ini, saya berharap Anda menyadari kesalahan Anda tentang minimalis menjadi semakin jelas.

    Kesalahan pertama tentang minimalisme adalah mengukur kesuksesan dengan seberapa sedikit yang kita miliki

    Secara tradisional, kesuksesan diukur dengan mencapai hasil tertentu — kita melihatnya di setiap aspek kehidupan.

    Misalnya, melunasi utang, mendapatkan promosi di tempat kerja, atau berjalan 6.000+ langkah sehari. Keberhasilan dalam bidang ini ditentukan oleh apakah kita mencapai hasil spesifik tersebut atau tidak.

    Sekarang, dalam konteks decluttering, mudah untuk berasumsi bahwa kesuksesan sama dengan “memiliki lebih sedikit.”

    Baca Juga: Gaya Hidup Minimalis: Satu Jam Kesendirian yang Penuh Arti

    Namun, tidak seperti contoh-contoh sebelumnya yang saya sebutkan, memiliki lebih sedikit bukanlah hasil langsung atau spesifik yang dapat kita gunakan untuk mengukur tingkat “kesuksesan” kita.

    Misalnya, apakah saya berhasil ketika:

    Saya merapikan lemari pakaian saya menjadi kurang dari 15 item.
    Saya hanya memiliki satu cangkir kopi.
    Saya membuat rumah modern dan monokromatik.

    Metrik seperti ini adalah cara yang tidak akurat untuk mengukur keberhasilan yang tidak berantakan karena apa yang akan berakhir dengan berkurangnya pendapatan?

    Bagaimana Anda tahu kapan Anda sudah mencapainya? Sejujurnya, kita tidak tahu bukan?.

    Jadi, cara yang lebih akurat untuk mengukur kesuksesan yang tertata rapi adalah dengan mengukur kemampuan Anda untuk menghormati apa yang menurut Anda penting bagi Anda.

    Baca Juga: Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    Sudahkah Anda cukup merapikan diri untuk memprioritaskan nilai-nilai Anda tanpa ragu-ragu atau terganggu?

    Sudahkah Anda cukup merapikan diri untuk memahami alasan Anda memulai perjalanan ini?

    Sudahkah Anda cukup merapikan diri untuk menghilangkan rasa frustrasi dan gesekan dalam rutinitas harian Anda?

    Pertanyaan seperti ini menandai garis pasti dan memberi Anda hasil yang jelas dan spesifik untuk mengukur tingkat “kesuksesan” Anda.

    Jadi, jika jawaban Anda terhadap salah satu pertanyaan ini adalah ya, maka Anda telah mencapai kesuksesan. Jika jawabannya tidak, teruslah berbenah sampai Anda mencapainya.

    Anda mungkin terlihat sangat berbeda dengan milik saya — dan itu tidak masalah. Jadi tetaplah bergerak dengan langkah menuju gaya hidup minimalis sedang Anda tempuh.

    Disadur dariwww.ronaldlbanks.com

  • Minimalisme Tak Hanya Menata Kekacauan Mental Tapi Menjadikan Hidup Dalam Kendali Anda

    Minimalisme Tak Hanya Menata Kekacauan Mental Tapi Menjadikan Hidup Dalam Kendali Anda

    7cloud.asia – Banyak orang menganggap gaya hidup minimalis atau minimalisme hanya cocok diterapkan untuk menata kekacauan fisik dan mental.

    Menurut Ronald L. Banks pandangan ini merupakan salah satu dari tiga miskonsepsi atau pandangan keliru soal minimalisme.

    Menurut Ronald, memang ada hubungan yang tidak dapat disangkal antara kekacauan fisik dan mental kita. Meskipun keduanya dapat berdiri sendiri, dan kita dapat menahan kekacauan yang berlebihan di kedua area tersebut.

    “Kekacauan fisik kita sering kali memenuhi lingkungan mental kita, dan kekacauan mental kita cenderung mengikat dirinya pada benda-benda yang nyata,” tulis Ronald di blog pribadinnya, www.ronaldlbanks.com.

    Saya mengatakan ini, ujarnya, karena dua hal ini adalah dua area yang menjadi fokus kami saat kami mulai melakukan penataan.

    Mungkin banyak dari kita mempunyai terlalu banyak pakaian, garasi yang berantakan, kamar tidur cadangan yang terkubur di bawah tumpukan barang, atau kekacauan mental yang terus-menerus menghalangi kehidupan.

    Baca:Tiga-miskonsepsi-tentang-gaya-hidup-minimalis

    Ronald mengimbuhi, apapun itu, membereskan kekacauan di rumah kita dan menemukan cara praktis untuk mencapai kejernihan mental adalah sebuah kemenangan besar.

    “Namun, saya akan menantang Anda untuk melangkah lebih dalam dan menerapkan minimalis pada aspek lain kehidupan Anda di luar kekacauan fisik dan mental,”ujarnya.

    Ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda jawab, dan beberapa aspek dalam hidup Anda yang perlu diselami sebelum menapaki lebih jauh minimalisme.

    Keuangan: Apakah Anda mempunyai utang yang belum dibayar, dan jika ya, apa rencana Anda untuk melunasinya?

    Komitmen: Apakah jadwal Anda mencerminkan bagaimana Anda ingin menjalani hidup?
    (Apakah Anda sengaja menghabiskan waktu? Apakah Anda punya cukup waktu untuk hal-hal yang Anda sukai dan nikmati?)

    Hubungan: Kebanyakan orang sering lupa bahwa orang-orang yang kita temui sepanjang hidup kita memasuki hidup kita karena suatu alasan, musim, atau seumur hidup.

    Baca:Keberhasilan-minimalisme-tak-diukur-dari-seberapa-sedikit-barang-yang-dimiliki

    “Ketika saya mengatakan rapikan hubungan Anda, yang saya maksud adalah orang-orang yang ada dalam hidup Anda karena suatu alasan atau musim, tetapi Anda telah menempatkannya pada tumpuan seumur hidup.

    Ruang Digital: Nilai lingkungan digital Anda, termasuk email, akun media sosial, aplikasi, dan file. Apakah semuanya memiliki tujuan atau menambah gangguan yang tidak perlu dalam hidup Anda?

    Sederhanakan kehadiran digital Anda dengan merapikan kotak masuk Anda, berhenti berlangganan email yang tidak relevan, dan mengatur digital file, dan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial.

    Karir: Pekerjaan Anda harus mendukung kehidupan dan nilai-nilai Anda, bukan menjadi hidup Anda dan satu-satunya hal yang Anda hargai.

    Pertimbangkan untuk mengejar karier yang lebih bermakna jika Anda merasa terdorong untuk melakukan perubahan itu (Psst, tidak ada kata terlambat, dan Anda belum terlambat “terlalu tua” juga – mari kita lanjutkan dan tutup posisi itu sekarang)

    Lihat, sungguh menyenangkan memiliki kebebasan untuk memprioritaskan hal-hal dan orang-orang yang penting.

    Jadi, Dengan menerapkan minimalisme pada lebih dari sekedar kekacauan fisik dan mental, Anda dapat menjalani kehidupan yang dikendalikan secara kreatif.

    Baca:Minimalisme-5-hal-yang-layak-dibenahi-untuk-menyederhanakan-hidup-5

  • Minimalisme: Kiat Menyambut Hari Baru untuk Mereka yang Sedang Merasa Mandek

    Minimalisme: Kiat Menyambut Hari Baru untuk Mereka yang Sedang Merasa Mandek

    7cloud.asia – Setiap hari baru, termasuk hari ini, membawa serta potensi dan peluang baru serta juga peluang untuk perubahan.

    Setiap hari baru adalah kesempatan luar biasa bagi mereka yang membutuhkannya—dan merupakan pengingat bagi mereka yang tidak membutuhkannya.

    Coba pikirkan: apakah kita bangun dengan perasaan terjebak dalam kondisi yang tak kita inginkan atau benar-benar puas dengan kondisi kita, setiap hari baru, ditandai matahari terbit dengan peluang baru dan tanggung jawab baru.

    Dan terserah pada kita, setiap hari, untuk memanfaatkan anugerah di hari baru ini sebaik-baiknya atau membiarkannya sia-sia.

    Setiap hari baru, kita dapat memilih untuk bergerak menuju kehidupan yang kita impikan—atau duduk diam seiring hari berlalu.

    Baca:Kiat-menerapkan-gaya-hidup-minimalis-di-kehidupan-profesional

    Bagi mereka yang merasa terkekang oleh keadaan dan merasa tidak bahagia, hari ini menawarkan Anda pilihan untuk memetakan arah baru.

    “Anda tidak pernah terlalu tua, atau terlambat, atau terlalu buruk, untuk melakukan perubahan,“ tulis praktisi minimalisme Joshua Becker.

    Ia menambahkan, kesempatan untuk memilih tidak akan pernah bisa diambil dari Anda.

    Bagi Anda, hari baru berarti peluang baru untuk mengambil langkah kecil menuju kehidupan yang Anda inginkan. Langkah yang Anda ambil hari ini tidak harus berupa lompatan besar—tetapi harus berupa gerakan yang benar arah.

    Perubahan membutuhkan pergerakan. Dan hari ini memberikan peluang.

    Kadang-kadang kita tahu persis perubahan yang ingin kita lakukan dalam hidup kita, di lain waktu kita tidak yakin.

    Baca:Tiga-miskonsepsi-tentang-gaya-hidup-minimalis

    Jika Anda merasa tidak puas dengan keadaan Anda saat ini, namun tidak yakin perubahan apa yang perlu dilakukan, berikut beberapa tindakan sederhana yang dapat Anda lakukan hari ini yang akan menghasilkan gerakan positif dalam hidup Anda.

    1. Bacalah satu bab dari sebuah buku untuk memicu pemikiran baru, ide-ide baru, dan dengan sengaja mengubah hal-hal yang Anda pikirkan.

    2. Buatlah daftar tiga hal yang Anda syukuri untuk menumbuhkan pola pikir yang lebih positif.

    3. Berkomitmen untuk berjalan kaki setidaknya selama lima belas menit, baik saat istirahat kerja atau setelah makan malam, berjalan-jalan di alam memberikan keajaiban bagi otak kita.

    4. Hubungi teman atau anggota keluarga yang sudah lama tidak Anda ajak bicara; berhubungan kembali dapat meningkatkan semangat Anda dan mereka.

    5. Rapikan satu bagian kecil rumah Anda, seperti laci atau rak, yang dapat mengurangi stres dan memperbaiki lingkungan Anda. Jika Anda ingin segera membangkitkan semangat Anda, rapikan suatu area.

    “Inilah hal menakjubkan tentang hari ini. Tidak peduli kesalahan apa pun yang Anda buat kemarin, hari ini selalu merupakan hari yang baru,“ imbuh Joshua.

    Jadi jika Anda perlu melakukan perubahan dalam hidup Anda, lakukanlah sekarang.

     

  • Minimalisme: Kiat Menyambut Hari Baru untuk Mereka yang Sedang Merasa Sukses

    Minimalisme: Kiat Menyambut Hari Baru untuk Mereka yang Sedang Merasa Sukses

    7cloud.asia – Praktisi minimalisme, Joshua Becker menyebut bahwa setiap hari baru adalah kesempatan luar biasa bagi mereka yang membutuhkannya—dan merupakan pengingat bagi mereka yang tidak membutuhkannya.

    Bagi Anda yang sudah bahagia dengan arah hidup Anda, ujarnya, bisa menyambut hari baru dengan konsisten menjalankan apa yang bagus di hari sebelumnya.

    Dan, konsistensi memerlukan usaha. Tidak masalah jika Anda mengambil semua keputusan yang tepat kemarin, hari baru mengharuskan Anda melakukannya lagi.

    “Sangat mudah untuk berpuas diri ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik. Sukses adalah guru yang buruk seperti yang banyak orang katakan,“ ujarnya mengingatkan.

    Baca: Kiat-menyambut-hari-baru-untuk-mereka-yang-sedang-merasa-mandek

    Dan hanya karena kehidupan bergerak ke arah yang benar kemarin tidak berarti hari ini tidak memerlukan pengambilan keputusan yang bijaksana.

    Setiap hari membawa peluang dan tanggung jawab karena setiap hari menyimpan kemungkinan perubahan—ada yang bisa kita kendalikan dan ada yang tidak.

    Dengan terus membuat pilihan yang disengaja tentang kehidupan yang ingin kita jalani, kita dapat mempertahankannya.

    Baca: Tiga-miskonsepsi-tentang-gaya-hidup-minimalis

    Berikut cara untuk terus maju:

    Tetapkan tujuan baru yang mengembangkan kemampuan Anda, seperti mempelajari keterampilan baru atau memulai proyek yang menantang di tempat kerja.

    Sumbangkan waktu Anda untuk tujuan yang Anda pedulikan, menambah kedalaman dan tujuan yang lebih luas dalam hidup Anda.

    Mengajari seseorang keterampilan yang Anda kuasai; berbagi pengetahuan dapat memperdalam keahlian dan kepuasan Anda.

    Bagikan pelajaran yang telah Anda pelajari kepada orang lain, carilah cara untuk meneruskan pelajaran yang telah Anda pelajari sehingga orang lain dapat merasa bangga dengan arah mereka sendiri.

    Jangan sampai kita menyia-nyiakan potensi yang ada saat ini.

    Baca: Lima-hal-yang-layak-dibenahi-untuk-menyederhanakan-hidup

    Baik Anda melihat hari ini sebagai peluang untuk melakukan perubahan atau sebagai tanggung jawab untuk membangun, keputusan ada di tangan Anda.

    Joshua mengajak pembacanya untuk menyambut setiap hari baru dengan antusiasme, optimisme, dan keberanian—siap untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi yang ada di dalamnya.

    Lalu, besok, kita akan melakukannya lagi. Selamat mencoba

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (5)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (5)

    7cloud.asia – Banyak orang sering menyamakan kesibukan dengan produktivitas dan keheningan dengan waktu yang terbuang.

    Dunia di sekitar kita terus-menerus memaksakan kenyamanan dan keuntungan jangka pendek pada kita. Dan upaya untuk menyesuaikan diri pun lantas menjadi godaan dan kewajiban.

    Akibatnya, hidup kita tergelincir mengikuti arus. Padahal, dengan fokus pada tujuan dan mengenali kekuatan pilihan kita saat ini adalah investasi yang sangat berharga.

    Kita dapat memulainya hari ini, dengan menyelaraskan kembali tindakan kita dengan nilai-nilai dan hasrat serta kehidupan yang kita cita-citakan.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (4)

    Dan, ketika kita memilih dengan baik hari ini, enam bulan dari sekarang (atau satu tahun dari sekarang …atau sepuluh tahun dari sekarang), kita bisa menengok ke belakang dengan rasa syukur atas keputusan yang kita ambil.

    Tidak ada seorang pun yang bisa meramalkan masa depan, dan hidup bisa berubah dalam sekejap mata.

    Namun, apa pun masa depan yang akan terjadi, ada hal-hal yang bisa kita lakukan hari ini yang akan membuat kita berterima kasih pada diri kita di masa depan.

    Terlepas dari apa yang terjadi dalam hidup Anda besok, saya yakin Anda tidak akan menyesal hari ini Anda berfokus pada tujuan hidup Anda

     

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    Memperlambat waktu untuk merenungkan arah hidup Anda dan kemudian membuat pilihan yang disengaja tentang jalan Anda adalah salah satu tindakan paling signifikan dan penting yang dapat kita ambil.

    Namun sekali lagi, sangat sedikit dari kita yang melakukan hal tersebut. Perhatian kita lebih sering tercurah ke hal lain

    Dan, tanpa kita sadari kehidupan kita semakin menjauh dari tujuan hidup kita.

    Francis Chan menyimpulkannya sebagai berikut, “Ketakutan terbesar kita seharusnya bukan pada kegagalan, melainkan pada keberhasilan dalam hal-hal yang tidak terlalu penting dalam hidup.”

     

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Meluangkan waktu hari ini untuk fokus pada arah hidup Anda mungkin berarti menetapkan visi baru, mengubah tujuan, memilih kebiasaan sehari-hari yang baru,

    Langkah ini bahkan bisa mengubah arah ketika Anda tahu ada sesuatu yang tidak beres jiwa dan pikiran dan pikiran.

    Tentu saja, tetap setia pada nilai-nilai Anda dan bergerak dengan tujuan menuju visi Anda tidak hanya akan membentuk masa depan Anda tetapi juga memperkaya masa kini Anda.

    Saat Anda melihat ke belakang, Anda akan bersyukur atas waktu yang Anda habiskan untuk menentukan arah Anda sendiri.

     

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    Kesalahan terbesar yang bisa kita lakukan hari ini adalah mengambil keputusan yang kita sesali di kemudian hari. Namun kesalahan terbesar kedua adalah menyia-nyiakan hari ini.

    Pilihlah sesuatu yang akan membuat diri Anda berterima kasih di masa depan. Salah satu (atau semua) dari daftar di atas akan menjamin hal itu.

    Sumber: becomingminimalist.com

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    7cloud.asia – Setiap hari, kita membuat pilihan. Dan meskipun rutinitas dan kekacauan dapat mengaburkan fakta tersebut, kita tetap dapat memilih apakah kita akan merasakan atau mengabaikan apa yang menarik perhatian kita.

    Pilihan-pilihan ini, apakah itu dibuat secara sengaja atau tidak, baik kecil atau besar, selalu menentukan arah hidup kita.

    Annie Dillard berkata seperti ini, “Cara kita menghabiskan hari-hari kita, tentu saja, adalah cara kita menghabiskan hidup kita .”

    Tidak ada seorang pun yang bisa meramalkan masa depan—hal ini memang benar adanya. Hidup bisa berubah dalam sekejap mata.

    Baca Juga: Minimalisme: Menerapkan Gaya Hidup Minimalis di Kehidupan Profesional

    Namun, apa pun masa depan yang akan terjadi, ada hal-hal yang bisa kita lakukan di hari ini yang akan membuat kita berterima kasih pada diri kita di masa depan.

    Dan, apapun yang akan terjadi dalam hidup kita di masa yang akan datang, kita tidak akan menyesal jika menginvestasi pada kesehatan.

    Tubuh dan pikiran kita adalah instrumen yang kita gunakan untuk menjalani hidup dan membuat perbedaan dalam hidup kita atau bahkan di lingkungan kita.

    Jadi, memprioritaskan kesehatan adalah salah satu investasi paling besar yang dapat kita lakukan untuk diri kita sendiri.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Hal yang Jika Kita Lakukan Hari Ini Tak Akan Membuat Kita Menyesal di Masa Depan

    Sayangnya, banyak dari kita yang enggan atau bahkan mengabaikan investasi untuk kesehatan ini.

    Baik itu berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, atau sekadar memilih tidur pada waktu yang tepat, setiap pilihan sehat berkontribusi untuk membuat kita lebih kuat hari ini dan esok.

    Dengan menginvestasikan pada kesehatan, di masa depan kita dapat melihat ke belakang atau ke hari ini dan bersyukur atas kesengajaan yang telah kita lakukan dalam menjaga diri sendiri.

    Apa pun yang terjadi di masa depan, yakini bahwa Anda tidak akan pernah merasa rugi telah melakukannya.

    Sumber:becomingminimalist

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    7cloud.asia – Kadang, di tengah keseharian kita yang sibuk, kita tidak terlalu memikirkan bagaimana kita menjalani hari-hari kita.

    Dan ketika kita tidak memikirkannya dan berniat memikirkannya, kita akhirnya menjalani hari dengan hanya mengikuti gerakan dan rutinitas yang sama seperti kemarin.

    Kita hanya, kmemprioritaskan hal-hal yang mendesak dibandingkan hal-hal yang penting.

    Dan, kita terjebak dalam siklus menanggapi seruan yang paling keras dan tren terkini dibandingkan yang paling bermakna.

    Dengan melakukan hal ini, tanpa kita sadari kita melepaskan hak kita untuk memilih untuk menjalani hari dengan lebih berarti.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    Praktisi minimalisme, Joshua Becker dalam blognya becomingminimalist.com, mengingatkan untuk secara bertahap meninggalkan kebiasaan itu.

    Dia mengajak untuk lebih serius dalam mrencanakan bagaimana kita menjalani hari ini. Dan, dia merekomendasikan lima investasi yang menurutnya tidak akan pernah akan kita sesali di masa yang akan datang.

    Dalam tulisan sebelumnya, kita telah membahas investasi yang pertama. Hari ini, kita akan membahas investasi yang kdua, yakni berinvestasi dalam hubungan.

    Kualitas hidup kita sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan kita. Faktanya, menurut studi longitudinal terpanjang di dunia tentang kebahagiaan, satu-satunya faktor terbesar dalam kebahagiaan manusia adalah hubungan yang sehat.

    Di setiap hari baru, kita mempunyai kesempatan untuk memperdalam hubungan dengan orang-orang terkasih, menjangkau teman-teman lama, atau memulai hubungan baru.

     

    Baca Juga: Minimalisme: Kiat Menyambut Hari Baru untuk Mereka yang Sedang Merasa Sukses

    Kita mungkin harus mematikan televisi, mematikan video game, atau bahkan menolak peluang bisnis baru untuk sebuah hubungan.

    ”Tetapi keputusan Anda akan membuahkan hasil di tahun-tahun mendatang,” tulis Joshua.

    Saat-saat keterhubungan ini membawa kegembiraan dan harapan ke dalam hidup kita, mengisinya dengan harapan, dukungan, dan cinta.

    Tidak ada seorang pun yang sampai di ranjang kematiannya berharap mereka bisa menghabiskan lebih banyak waktu di kantor seperti kata pepatah lama menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang yang mereka cintai.

    ”Jadi buatlah keputusan hari ini tentang masa depan Anda yang akan Anda syukuri,” demikian saran Joshua.

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    7cloud.asia – Praktisi minimalisme, Joshua Becker dalam blognya becomingminimalist.com, menyebut ada lima jenis investasi yang tidak akan pernah kita sesali di masa yang akan datang.

    Dan, investasi yang akan sangat berguna itu tak harus melulu soal uang atau aset/kekayaan.

    Lima jenis investasi itu adalah investasi kesehatan, berinvestasi dalam hubungan, berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi, bijaksana dalam mengatur keuangan, dan fokus pada tujuan hidup.

    Hari ini kita akan mengulas jenis investasi yang ketiga, yakni investasi dalam pertumbuhan pribadi.

    Joshua menulis, Tak satu pun dari kita yang telah mencapai kesempurnaan dan semua orang memiliki ruang untuk berkembang. Fakta ini tidak akan pernah berubah.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    “Dan maksud saya, kita tidak akan pernah mencapai kesempurnaan sekuat apapun berusaha,” tulisnya.

    Saat mendengar pernyataan ini, beberapa dari pembaca mungkin mungkin berpikir, lalu untuk apa kita berkembang?

    Tapi, Joshua meyakinkan, mereka yang dengan sengaja berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi akan melihat pernyataan ini secara berbeda.

    “Semakin baik versi diri kita, semakin baik pula penampilan kita di dunia ini. Semakin kita bertumbuh, semakin kita dapat membantu dan memengaruhi orang lain,” imbuhnya.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Pertumbuhan pribadi, jika dipahami dengan benar, bukan sekadar menjadi versi diri yang lebih baik. Dan, ini merupakan investasi yang akan sangat berguna.

    Bertumbuh juga berarti tentang menjadi tipe orang yang mampu membuat orang lain menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka sendiri.

    Jadi, Joshua mendorong setiap orang untuk menaikkan batas diri mereka di setiap hari baru yang mereka lalui.

    “Hadapi dan atasi masalah baru di setiap hari baru Anda. Baca buku baru atau temukan podcast baru. Jadilah diri Anda yang terbaik hari ini,” pungkasnya.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Hal yang Jika Kita Lakukan Hari Ini Tak Akan Membuat Kita Menyesal di Masa Depan

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (4)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (4)


    7cloud.asia – Praktisi minimalisme, Joshua Becker dalam blognya becomingminimalist.com, menyebut ada lima jenis investasi yang tidak akan pernah kita sesali di masa yang akan datang.

    Dan, investasi yang akan sangat berguna di masa depan itu tak harus melulu soal uang atau aset/kekayaan. Bisa berwujud dalam hubungan atau ketrampilan.

    Lima jenis investasi itu adalah investasi kesehatan, berinvestasi dalam hubungan, berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi, bijaksana dalam mengatur keuangan, dan fokus pada tujuan hidup.

    Hari ini kita akan membahas investasi yang tidak akan membuat Anda rugi, yakni membuat keputusan keuangan yang bijaksana.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    Joshua menulis, Sebanyak 74 persen pekerja di Amerika mengatakan bahwa mereka stres mengenai keuangan pribadi mereka saat ini

    Sementara 80 persen orang Amerika percaya bahwa mereka akan lebih bahagia jika mereka memiliki lebih banyak uang.

    “Tidak ada keraguan bahwa sebagian orang di dunia membutuhkan lebih banyak uang, namun hal ini tidak terjadi pada 75 persen orang Amerika,”.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Namun, 100% dari kita, di mana pun kita tinggal, akan merasa lebih baik tentang diri kita sendiri dan masa depan kita jika kita lebih berhati-hati dalam menangani uang kita yang terbuang.

    Tidak diragukan lagi itulah salah satu alasan mengapa blog ini terus berlanjut untuk menjangkau begitu banyak orang.

    Hari ini, Anda mempunyai kesempatan untuk membuat pilihan itu. Anda dapat menahan diri dari pembelian yang tidak perlu.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    Atau, Anda dapat menyimpan sejumlah uang untuk ditabung, Anda dapat belajar cara berinvestasi dengan bijak, Anda dapat memberikan sedikit.

    Atau Anda dapat mulai mencatat pembelanjaan Anda. Luangkan waktu untuk duduk dengan pena dan selembar kertas, dan jelaskan ke mana perginya uang yang Anda miliki.

    “Tidak diragukan lagi, jika Anda melakukan semua yang saya sebutkan di atas, di masa yang akan datang, Anda akan bersyukur telah melakukannya.” pungkasnya.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Hal yang Jika Kita Lakukan Hari Ini Tak Akan Membuat Kita Menyesal di Masa Depan

  • Minimalisme sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan Hidup

    Minimalisme sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan Hidup

    7cloud.asia – Selamat sore, di ujung libur akhir pekan ini 7cloud.asia akan kembali mengajak Anda membahas tentang gaya hidup minimalis dan minimalisme

    Kali ini kita akan menguutip perenungan Julia Ubbenga, seorang jurnalis lepas di Kansas City, AS yang telah lama menerapkan minimalisme.

    Ajarannya tentang minimalisme, kesederhanaan, dan hidup yang disengaja telah menjangkau lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia melalui blognya richinwhatmatters.com.

    Julia juga mempraktikkan apa yang dia khotbahkan tentang minimalisme di rumahnya. Segera kita simak

    Setelah menerapkan gaya hidup minimalis, saya sering membaca tentang kehidupan mereka yang telah terlebih dahulu menjadi seorang minimalis.

    Saya membaca buku dan artikel tentang pelaku gaya hidup minimalis yang hidup di masa lalu (sebelum masehi), minimalis modern, dan semua orang di antaranya.

    Membaca kisah mereka, membuat saya menyadari bahwa kehidupan mereka memiliki kesamaan yang lebih dalam daripada sekadar hidup dengan barang seadanya.

    Baca Juga: Minimalisme: Menerapkan Gaya Hidup Minimalis di Kehidupan Profesional

    Minimalisme—hidup dengan harta yang lebih sedikit—bukanlah tujuan akhir mereka. Minimalisme adalah alat untuk mencapai tujuan hidup mereka dengan lebih baik.

    Mereka mempunyai misi. Dan kelebihan harta benda merupakan pengalih perhatian saat mereka menyelesaikan permasalahan dunia dan mengejar tujuan hidup yang lebih besar.

    Kehidupan mereka sangat menginspirasi dan membuat saya memiliki tekad yang lebih besar untuk melepaskan harta benda yang tidak diperlukan dan tidak terpakai.

    Dan itu juga bisa terjadi pada Anda. Semoga membaca cuplikan tentang kehidupan mereka menginspirasi Anda untuk menjalani kehidupan yang penuh tujuan dan penuh tujuan dengan lebih hemat.

    Berikut empat minimalis yang menggunakan minimalisme sebagai alatnya.

    1.Sokrates
    Pada tahun 400 SM, filsuf Yunani kuno, Socrates, berjalan tanpa alas kaki di sepanjang jalan-jalan Athena. Dia mengenakan pakaian wol kasar di segala musim, dan tidak tertarik pada uang, ketenaran, atau kekuasaan.

    Misinya adalah untuk memeriksa pikiran sesama warga melalui pertanyaan publik dan meyakinkan mereka bahwa hal yang paling penting bagi manusia adalah kesehatan jiwa.

    “Kehidupan yang tidak teruji tidak layak untuk dijalani,” katanya.

    Dan, “Rahasia kebahagiaan, Anda tahu, tidak ditemukan dalam mencari lebih banyak, namun dalam mengembangkan kapasitas untuk menikmati lebih sedikit.”

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (5)

    2. Yesus dari Nazaret
    Pada tahun 30 M, inkarnasi Tuhan, Yesus dari Nazaret, melakukan perjalanan ke seluruh Galilea dan Yudea, meninggalkan kehidupan sederhana sebagai anak seorang tukang kayu untuk memulai pelayanan publiknya.

    Yesus tidak memiliki rumah, tinggal di tempat yang orang-orang akan menerima Dia.

    Dia memilih untuk hidup dalam kemiskinan sukarela selama pelayanannya, menjalani apa yang Dia katakan kepada murid-muridnya:

    “Tidak membawa apa-apa untuk perjalanan—tidak ada tongkat, tidak ada tas, tidak ada roti, tidak ada uang, tidak ada jubah tambahan. Rumah apa pun yang kamu masuki, tinggallah di sana sampai kamu meninggalkan kota itu” (Lukas 9:3-4).

    Misi-Nya (alias misi dari semua misi) adalah membangun kembali hubungan antara umat manusia dan Tuhan. Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, mengorbankan nyawanya demi dosa umat manusia, dan memungkinkan persatuan transformatif dengan Bapa bagi anak-anak terkasih-Nya. baik sekarang (Mat. 4:17) maupun selama-lamanya (Yohanes 3:16).

    Ketika ditanya oleh orang kaya apa yang harus dilakukan seseorang untuk memperoleh hidup kekal, Yesus menjawab: “Pergilah, juallah hartamu dan berikan kepada orang miskin, maka kamu akan mempunyai harta di surga; dan ikutlah Aku” (Mat. 19: dua puluh satu).

    Ia juga bersabda, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, karena hidup seseorang tidak tergantung pada banyaknya harta bendanya.” (Lukas 12:15).

    Baca Juga: Minimalisme: 3 Miskonsepsi tentang Gaya Hidup Minimalis

    3.Henry David Thoreau
    Pada tahun 1845, filsuf dan aktivis politik Amerika, Henry David Thoreau, meninggalkan “perlombaan dan perdagangan” di Concord, Massachusetts untuk melakukan eksperimen hidup sederhana di hutan sekitar Walden Pond.

    Menentang konvensi sosial, dia membangun sebuah kabin kecil dan menghabiskan dua tahun hidup dalam kesendirian dan kemiskinan.

    Misinya adalah untuk menemukan apa artinya “hidup serius” daripada menjalani kehidupan “dalam keputusasaan” seperti masyarakat umumnya. Tidak lari darinya—adalah tujuan Thoreau.

    Dalam bukunya Walden, dia menulis, “Tumbuhkan kemiskinan seperti ramuan taman, seperti bijak. Jangan terlalu menyusahkan diri sendiri untuk mendapatkan hal-hal baru, baik pakaian atau teman. Segala sesuatunya tidak berubah, kamilah yang berubah. ”

    Mengenai harta benda, dia menulis, “Harga suatu benda adalah jumlah yang saya sebut nyawa yang harus ditukar dengan benda itu, segera atau dalam jangka panjang.”

    Dan, “Keahlian terbesarku adalah hanya menginginkan sedikit.”

    Baca Juga: Gaya Hidup Minimalis: 9 Langkah Melakukan Refleksi Tenang

    4.Bunda Teresa
    Pada tahun 1950, tokoh kemanusiaan dan religius asal Albania, Bunda Teresa, meninggalkan perannya sebagai kepala sekolah menengah atas di Kalkuta, India.

    Dia memilih bekerja di daerah kumuh di kota tersebut, membantu masyarakat yang paling miskin dan paling sakit di kota tersebut.

    Dia berjalan di daerah kumuh dengan memakai sandal yang dibuat oleh penderita kusta, dan satu-satunya pakaiannya hanyalah sari katun yang dikenakan di balik kardigan biru tua.

    Misinya adalah menjadi Yesus bagi mereka yang tidak dikehendaki, tidak dikasihi, dan tidak diperhatikan ,” katanya. “Jadi kami tidak memiliki apa pun, kami tidak memiliki apa pun.”

    Setelah bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan radikal, dia berkata, “Semakin banyak yang Anda miliki, semakin banyak Anda sibuk. Semakin sedikit yang Anda miliki, semakin Anda bebas.”

    Kesimpulan dari kisah mereka adalah, meski panggilan/misi/tujuan hidup Anda mungkin sangat berbeda dari pemikiran minimalis yang disebutkan di atas, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini:

    Bagaimana saya bisa menggunakan minimalis sebagai alat untuk mewujudkan tujuan saya?

    Baca Juga: Kunci Sukses Gaya Hidup Minimalis: Tidak Bersikap Impulsif

    Kita semua memiliki satu atau beberapa tujuan dalam hidup. Tujuan itu kemungkinan besar bukanlah “tidak memiliki apa-apa, berjalan-jalan, dan melayani orang miskin.”

    Namun tujuan itu bisa mendengarkan anak-anak dengan telinga dan mata Anda. Mengingat detail hari kerja pasangan Anda. Menggunakan bakat Anda untuk membimbing, menginspirasi, atau mendorong orang lain untuk menjalani kehidupan terbaik mereka.

    Dengan lebih banyak ruang (dan lebih sedikit barang), kapasitas Anda untuk menjalani kehidupan dengan disengaja akan meningkat.

    Minimalisme bukan tentang berapa banyak barang yang Anda miliki, seberapa rapi rumah Anda. Ini tentang bagaimana fokus pada hal-hal yang penting.

    Kehidupan kita, seperti kehidupan para minimalis di atas, juga mempunyai dampak yang besar terhadap kehidupan banyak orang.

    Ketika minimalisme digunakan sebagai alat untuk memenuhi tujuan hidup, maka kehidupan kita dan kehidupan orang lain akan menjadi lebih baik karenanya.

    Kesadaran ini akan membuat minimalisme sebagai alat—alat yang membantu kita menjalani hidup dengan niat.