Tag: palestina

  • Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza, Palestina Tapi Dinilai Masih Kurang

    Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza, Palestina Tapi Dinilai Masih Kurang

    7cloud.asia – Untuk pertama kali sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, penyeberangan Rafah, antara Jalur Gaza, Palestina dan Mesir, dibuka pada Sabtu (21/10/2023).

    Konvoi sekitar 20 truk mengantarkan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya kepada warga Gaza.

    Konvoi bantuan kedua memasuki Gaza, Palestina Minggu (22/10), ketika persediaan mulai menipis. Konvoi yang terdiri dari sekitar 19 truk bantuan diizinkan masuk, menurut sumber keamanan dan kemanusiaan Mesir.

    Dalam acara TV ABC “This Week,” direktur eksekutif Program Pangan Dunia PBB (WFP), Cindy McCain, mengatakan bahwa 17 truk lagi berisi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza pada Minggu.

    Baca: OKI dibentuk untuk bantu Palestina

    Sedangkan 40 truk lainnya diperkirakan tiba pada Senin (23/10/2023). Dia menekankan bahwa kebutuhan akan bantuan lebih banyak, sangat besar.

    “Kemarin kami mampu menyeberangkan 20 truk. Dan dari total 20 truk itu, tiga di antaranya adalah milik WFP. Jadi, kami bisa memberi makan sekitar 200.000 orang tadi malam untuk makan malam,” ujarnya

    Tetapi bantuan itu tidak cukup. Itu hanya setetes (bantuan). Kami membutuhkan akses yang aman dan berkelanjutan di sana, di wilayah itu, supaya kami bisa mengirim bantuan. Bencana sedang terjadi dan kami harus memasukkan truk-truk bantuan ini,” kata McCain.

    Warga Gaza mengatakan mereka kehabisan makanan, air dan pasokan medis penting di wilayah di mana Israel memberlakukan “pengepungan total” pasca serangan militan Hamas yang menewaskan 1.400 orang.

    Baca: Korban tewas akibat perang Israel Pelstina lampaui 4000 orang

    Dilansir Voice of America, penduduk Gaza Shady Al-Aqqad menyerukan solusi terhadap krisis pasokan.

    “Jika situasi berlanjut, seluruh penduduk tidak akan mendapatkan makanan atau minuman. Kami tidak akan menemukan roti atau tepung, apa pun. Situasinya semakin buruk,” ujarnya

    Kita perlu menemukan solusi. Ini tidak adil. Kondisi sebagian orang sangat buruk, sebagian lagi mengungsi, dan mereka tidak bisa makan atau minum,” tukasnya.

    Badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa mereka akan kehabisan bahan bakar pada Rabu (25/10/2023).

    “Tanpa bahan bakar, tidak akan ada air, tidak ada rumah sakit dan tidak ada toko roti yang beroperasi,” ujar Philippe Lazzarini, komisaris jenderal badan tersebut.

    Baca: Setidaknya 15 jurnalis tewas selama meliput perang di Gaza, Palestina

    “Tanpa bahan bakar, bantuan tidak akan sampai ke banyak warga sipil yang sangat membutuhkan. Tanpa bahan bakar, tidak akan ada bantuan kemanusiaan.”

    Lazzarini mengatakan, UNRWA “adalah aktor kemanusiaan terbesar di Jalur Gaza.” Badan tersebut, menurut Lazzarini, kini sedang membantu lebih dari setengah juta dari satu juta orang yang mengungsi di Jalur Gaza.

    Ia menambahkan, “tanpa bahan bakar, kita akan mengecewakan rakyat Gaza yang kebutuhannya terus meningkat setiap saat.”

    Ia mengimbau semua pihak dan pihak-pihak yang mempunyai pengaruh dalam hal ini agar segera mengizinkan pasokan bahan bakar ke Jalur Gaza dan memastikan bahwa penggunaan bahan bakar dibatasi untuk mencegah gagalnya respons kemanusiaan,” kata Lazzarini.

    Baca: Konten yang bela Palestina dibatasi Meta

    Para pejabat Palestina menyatakan kekecewaannya karena Gaza tidak menerima pasokan bahan bakar.

    “Tidak memasukkan bahan bakar dalam bantuan kemanusiaan berarti nyawa pasien dan korban luka akan tetap berisiko. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza kehabisan kebutuhan dasar untuk melakukan intervensi medis,” kata Kementerian Kesehatan Gaza.

    Ia menambahkan bahwa bantuan itu hanya 3% dari bantuan kemanusiaan yang biasa dikirim ke Gaza sebelum konflik.

    PBB telah menekan Israel dan Mesir untuk mengizinkan bantuan mengalir dengan bebas ke Gaza, di mana ratusan ribu orang membutuhkan bantuan setelah dua minggu pemboman dan blokade ketat terhadap makanan dan bahan bakar oleh Israel.

    Baca: Akar konflik Israel – Palestina yang telah berumur lebih dari 100 tahun

    PBB mengatakan bantuan itu akan diterima dan didistribusikan Bulan Sabit Merah Palestina, dengan persetujuan Hamas, yang menguasai Gaza.

  • Baik Israel dan Gaza Palestina, Kesulitan Memakamkan Korban Perang

    Baik Israel dan Gaza Palestina, Kesulitan Memakamkan Korban Perang

    7cloud.asia –  Mematuhi aturan untuk memakamkan orang yang meninggal secara layak, sementara ribuan orang tewas dalam zona perang  Israel – Palestina seperti di Gaza, terbukti sulit.

    Ada begitu banyak jenazah yang harus dimakamkan dalam perang Israel-Palestina baik di Gaza maupun Israel.

    Ini dimulai dengan serangan Hamas, Palestina terhadap puluhan komunitas di Israel selatan yang menewaskan lebih dari 1.400 warga Israel. 

    Kini, setelah lebih dari dua minggu serangan udara besar-besaran Israel yang menarget Hamas, para pejabat kesehatan Palestina mengatakan sudah lebih dari 6.400 orang tewas di Jalur Gaza, termasuk ribuan perempuan dan anak-anak.

    Baca: Bantuan untuk Palestina dinilai masih kurang

    Mengenai serangan Hamas, Direktur Institut Forensik Nasional Israel, Chen Kugel, mengatakan, hampir 1.000 jasad masih dalam lemari penyimpanan dingin di satu pangkalan militer.

    Dari jumlah itu, hampir 300 masih belum diidentifikasi. Banyak mayat yang terbakar sehingga hanya dapat diidentifikasi dengan DNA.

    “Kami dapati orang yang tubuhnya hanya tersisa satu kilogram karena terbakar total. Dan sebagian di antaranya hanya berupa potongan,” lanjutnya.

    Tugas identifikasi yang sulit ini sangat mendesak karena tradisi Yahudi mewajibkan penguburan segera.

    Bahkan sebelum pemakaman, doa Yahudi untuk orang mati, “Kaddish,” dibacakan di atas jasad yang dikumpulkan Zaka, organisasi keagamaan Israel yang mengambil jenazah untuk pemakaman Yahudi.

    Baca: OKI diminta segera bertindak 

    Bagi prajurit yang gugur, ada satuan tentara Israel yang bertugas menangani jasadnya dan menyiapkan penguburan sesuai prinsip penghormatan terhadap orang yang mati.

    Ariav Schlesinger, seorang tentara cadangan Pasukan Pertahanan Israel mengatakan, harus ada orang yang turun ke kuburan dan memastikan bahwa jasad tentara itu benar-benar telentang lurus, tidak dalam posisi yang tidak sopan, dan seluruhnya tertutup.

    “Kecuali jika benar-benar perlu untuk melihat sesuatu pada mayat itu, maka bagian spesifik itu akan dibuka.” ujarnya

    Sementara itu di Gaza, orang-orang Palestina berusaha mengikuti hukum Islam walaupun mereka kesulitan memakamkan ribuan orang yang tewas. Dr. Yasser Abu Jamei adalah kepala Program Kesehatan Jiwa Gaza.

    “Mereka mengatakan sekitar 1.500 mayat masih terjebak di bawah reruntuhan, termasuk sekitar 800 anak-anak. Sayangnya, peralatan yang ada tak cukup untuk menangani demikian banyak rumah yang hancur.”

    Baca: Korban perang Israel-Palestina terus bertambah

    Kekurangan bahan bakar kini mengimbas mereka. Sebagian dari mayat-mayat itu sudah berada di sana lebih dari satu minggu. Mereka dianggap mati.

    “Mayat-mayat itu tidak bisa dibiarkan di sana, mereka harus dikuburkan dengan cara yang bermartabat,” jelasnya.

    Jamei menambahkan, menurut Islam, mayat harus dimandikan, lalu dibungkus dengan kain kafan.

    Orang-orang yang membawa jenazah ke kuburan, dan para pelayat, harus memanjatkan doa bagi jasad itu sebelum dimakamkan.

    Namun, akibat serangan udara Israel, banyak mayat yang tidak utuh. Jamei mengatakan, seringkali muncul situasi di mana satu lubang kuburan harus diisi beberapa jenazah.

    Sekali lagi, Dr. Yasser Abu Jamei mengatakan, “Dalam situasi itu, jasad-jasad dimasukkan dalam satu lubang dan dikuburkan bersama-sama.”

    Baca: Konten soal Palestina di medsos dibatasi

    Pada hari keempat atau kelima ada puluhan jasad di Rumah Sakit Shifa, dan tidak ada sarana yang layak untuk mengadakan pemakaman bagi semua orang,” jelasnya.

    Dalam Yahudi dan Islam, ada masa berkabung di mana teman dan kerabat datang untuk menyampaikan belasungkawa dan mengenang orang yang telah meninggal. Sementara pertempuran berlanjut, banyak dari kedua pihak terus berduka

    Sumber: VOA Indonesia.

  • Majelis Umum PBB Setujui Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Palestina

    Majelis Umum PBB Setujui Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Palestina

    7cloud.asia – Majelis Umum PBB pada Jumat (27/10/2023) waktu setempat menyetujui resolusi yang menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan yang berlangsung lama dan berkelanjutan” segera di Gaza, Palestina

    Draf resolusi Majelis Umum PBB ini diajukan hampir 50 negara, seperti Turki, Palestina, Mesir, Yordania, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE).

    Sebanyak 120 suara mendukung Draf resolusi Majelis Umum PBB ini, dengan 14 suara menolak dan 45 lainnya abstain.

    Baca: Korban terus berjatuhan, baik Palestina maupun Israel kesulitan kuburkan mereka

    Melansir Anadolu Antaranews.com menyebut, Resolusi Majelis Umum PBB ini diadopsi pada pertemuan Sidang Khusus Darurat ke-10 mengenai situasi di Wilayah Pendudukan Palestina.

    Dalam draf tersebut, Majelis Umum PBB mengungkapkan “keprihatinan luar biasa” atas “eskalasi kekerasan terkini” sejak Hamas (sebuah faksi politik di Palestina) melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

    Resolusi Majelis Umum PBB itu mengecam “segala aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan Israel, termasuk semua aksi teror dan serangan tanpa pandang bulu, serta semua tindakan provokasi, penghasutan dan penghancuran.”

    Baca: Bantuan untuk Palestina dinilai masih kurang

    Resolusi Majelis Umum PBB  itu juga meminta agar “seluruh pihak yang bertikai di Palestina segera dan sepenuhnya mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional.”

    Resolusi PBB ini menekankan perlunya melindungi warga sipil “sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional dan hukum HAM internasional”.

    Draf resolusi PBB tersebut juga menyerukan “pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua warga sipil yang disandera secara ilegal.”

    Baca: Menlu RI minta OKI segera bertindak untuk Palestina

    Resolusi Majelis Umum PBB itu juga menggarisbawahi pentingnya “mencegah destabilisasi dan eskalasi kekerasan lebih lanjut di kawasan.”

    Pengesahan RUU tersebut dilakukan menyusul penolakan majelis terhadap amendemen Kanada, yang didukung AS, yang mengecam “serangan teroris” Hamas pada 7 Oktober.

    Pengesahan itu juga terjadi setelah empat rancangan resolusi yang berbeda di Dewan Keamanan PBB diveto dalam 10 hari.

    Baca: Belasan jurnalis meninggal saat meliput perang Israel-Palestina

     

  • Advokasi Buah Semangka bagi Perjuangan Rakyat Palestina

    Advokasi Buah Semangka bagi Perjuangan Rakyat Palestina

    7cloud.asia – Media sosial memainkan peran penting dalam situasi perang, termasuk dalam Perang Palestina baik sebagai alat propaganda maupun sebagai alat advokasi pembebasan pihak yang ditindas.

    Di Indonesia, media sosial belakangan ini dipenuhi advokasi-advokasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan krisis kemanusiaan di Palestina dan mengutuk agresi pemerintah Israel.

    Pascaserangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian dibalas Israel dengan apa yang komunitas internasional banyak sebut sebagai “genosida terhadap warga sipil Palestina”, terjadi peningkatan aktivitas media sosial yang signifikan secara global terkait konflik di Gaza.

    Tagar #freepalestine telah digunakan lebih dari 5,2 juta kali di Instagram, sementara tagar #gazaunderattack telah diunggah sebanyak hampir 1,7 juta kali.

    Kini bentuk lain kampanye pro-Palestina di media sosial adalah dengan membagikan berbagai ilustrasi buah semangka, mulai dari foto, karya seni, hingga emoji.

    Baca: Akar konflik perang Israel-Palestina

    Mengapa buah semangka dan apa maknanya dalam perjuangan kemerdekaan Palestina?

    Warna buah semangka, yang terdiri dari merah (daging buah), hitam (biji), serta putih dan hijau (kulit), disebut merepresentasikan warna bendera dan identitas nasional Palestina.

    Membagikan foto atau ilustrasi buah semangka dan disertai tagar #freepalestine atau #asliceofhope mencerminkan dukungan terhadap Palestina.

    Buah semangka sebenarnya telah lama menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel.

    Kampanye semangka (watermelon resistance) muncul pertama kali setelah Perang Enam Hari pada 1967, ketika Israel menguasai Tepi Barat, Jalur Gaza, dan merebut Yerusalem Timur.

    Baca: Majelis Umum PBB setujui resolusi gencatan senjata di Gaza

    Saat itu, pemerintah Israel menyatakan pengibaran bendera Palestina di tempat umum sebagai tindakan kriminal.

    Untuk mengelak dari larangan menggunakan bendera, orang Palestina dan pendukungnya mulai mengadopsi semangat semangka dan membawa bendera bergambar semangka pada setiap aksinya.

    Jika dikaji lagi sejarahnya, semangat perlawanan melalui semangka juga terkait erat dengan aspek kedaulatan makanan.

    Pada masa Intifada pertama (1987-1993), pemerintah Israel melarang petani Palestina menanam beberapa jenis bibit tanaman pangan, termasuk varietas asli Palestina dari buah semangka.

    Sebagai gantinya, pemerintah Israel menanam bibit varietas hibrida dan hampir menyebabkan kepunahan varietas semangka lokal Palestina yang dikenal bernama Jadu’i.

    Baca: Baik Palestina dan Israel kesulitan kuburkan korban perang

    Jadi secara singkat, buah semangka juga merepresentasikan semangat rakyat Palestina dalam mempertahankan hak atas tanah mereka.

    Tahun 2021 lalu, pemerintah Israel mengancam akan mengusir penduduk Palestina di Syeikh Jarrah karena ingin membangun fasilitas umum bagi kaum Yahudi Israel.

    Kampanye semangka kemudian langsung merebak, baik di media sosial maupun selama aksi protes massa di jalanan.

    Hari ini, kampanye semangka kembali digunakan, lebih sebagai cara pengguna media sosial menghindari sensor dan pembatasan konten.

    Pemerintah Israel memang telah lama menjalankan upaya sistemik secara global untuk membungkam dan menghilangkan jejak digital Palestina.

    Di bawah propaganda Israel, platform digital menerapkan lebih dari 4.800 tindakan pembatasan terhadap konten mengenai Palestina, termasuk penutupan akun dan shadowbanning (pembatasan distribusi konten) tanpa pemberitahuan dan persetujuan pemilik akun.

    Baca: Bantuan untuk Palestina dinilai masih kurang

    Meta, misalnya, mengakui bahwa mereka telah menghapus 795.000 konten dalam tiga hari pertama perang di Gaza.

    Baru-baru ini, pengelola akun Instagram @eye.on.palestine harus bernegosiasi dengan Meta agar akunnya yang sempat ditutup secara sepihak dapat diaktifkan kembali.

    Untuk mengelabui algoritme yang dipakai oleh platform media sosial, pengguna harus menggunakan Algospeak saat membicarakan Palestina dan Israel.

    Algospeak adalah cara menciptakan kata-kata baru atau menggunakan kode untuk mengganti kata asli dalam sebuah percakapan atau postingan media sosial, agar tidak dikenali oleh algoritme.

    Contohnya, kata P4le5+ina, i5r4el, dan G4z@ adalah Algospeak untuk Palestina, Israel, dan Gaza.

    Praktik pembatasan secara diam-diam oleh platform media sosial ini telah menjadi ancaman bagi ekspresi pembelaan terhadap Palestina.

    Baca: OKI diminta segera bertindak untuk bantu Palestina

    Banyak pengguna jadi enggan mengambil risiko dan memilih berhati-hati dalam menunjukkan dukungan.

    Namun, harapan untuk selamat dari pembatasan sepihak platform media sosial muncul ketika kampanye semangka bergaung kembali di Instagram akhir-akhir ini.

    Buah semangka–setidaknya hingga saat ini–tidak termasuk dalam daftar kriteria sensor Instagram. Jadi, akun pengunggah gambar semangka dapat terbebas dari risiko pembatasan.

    Semangat perlawanan Palestina dalam ilustrasi buah semangka pun lebih mudah diterima karena pesannya yang cenderung damai, ramah, dan universal.

    Kampanye semangka menguatkan argumen bahwa konflik di Palestina semestinya dilihat melampaui isu agama dan identitas bangsa.

    Kampanye ini juga berhasil menarik perhatian lebih banyak pengguna. Jika detik ini kamu mengetik tagar #freepalestine di laman pencarian Instagram, puluhan hingga ratusan konten teratas di hasil pencarianmu mungkin menunjukkan gambar sepotong semangka.

    Baca: Belasan jurnalis turut menjadi korban perang Palestina dan Israel

    Akan tetapi, sebagaimana aktivisme lainnya yang menggunakan media sosial sebagai kendaraan, kampanye semangka memiliki risiko berakhir menjadi slacktivism, alias usaha minimal untuk terlibat dalam sebuah aktivisme online.

    Tanpa langkah strategis lainnya, kampanye semangka berpotensi menjadi gerakan advokasi temporer yang hanya akan trending sesaat.

    Agar gaung kampanye ini berumur panjang, upaya membanjiri platform media sosial dengan gambar buah semangka perlu diimbangi dengan membagikan informasi edukatif dan akurat mengenai Palestina.

    Sejauh ini, konten audio-visual terkait Palestina di media sosial telah membantu membentuk narasi global tentang situasi di negara itu.

    Di TikTok, terdapat gelombang dukungan yang besar untuk Palestina. Axios.com, platform berita digital untuk audiens globalmencatat, pada periode 16-23 Oktober 2023, jumlah view konten TikTok yang mendukung Palestina dan Israel relatif seimbang.

    Tagar #standwithpalestine tercantum dalam 123.000 postingan dan ditonton sebanyak 11 juta kali. Sementara itu, tagar #standwithisrael digunakan dalam 8.000 konten, dengan jumlah view sebanyak 12 juta.

    Baca: Konten soal Palestina dibatasi

    Namun, seminggu setelahnya (23-30 Oktober 2023), jumlah view konten yang menggunakan tagar #standwithpalestine adalah sebanyak 285 juta, hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan postingan bertagar #standwithisrael.

    Perubahan arah dukungan ini dapat terjadi salah satunya karena dokumentasi audio-visual yang dibagikan oleh orang-orang yang tinggal di Palestina. Konten Instagram yang diunggah dua WNI di Gaza, @abumuslim_gaza dan @bangonim, misalnya, memberikan informasi otentik tentang kehidupan masyarakat Palestina.

    Melalui postingan mereka, pengguna Instagram dapat langsung melihat dampak buruk dari tindakan Israel, tanpa dikaburkan oleh pemberitaan media–terutama media Barat–yang bisa sangat bias.

    Pendukung kampanye semangka dapat mengiringi konten-konten seperti ini dengan menyebarkan narasi tandingan atas konten pro-Israel atau menyanggah misinformasi tentang Palestina.

    Dengan demikian, semangat perlawanan dalam sepotong semangka dapat mendorong keterlibatan dan dukungan global yang lebih bermakna terhadap kondisi di Palestina.

    Artikel ini ditulis Pratiwi Utami, PhD in Film, Media, Communications, and Journalism, Monash University dan telah terbit di The Conversation

     

  • Erick Thohir Tawarkan Indonesia Jadi Base Pertandingan Palestina vs Australia, Ini Jawaban PFA

    Erick Thohir Tawarkan Indonesia Jadi Base Pertandingan Palestina vs Australia, Ini Jawaban PFA

    7cloud.asia – Ketua PSSI, Erick Thohir menawarkan, agar Indonesia menjadi tuan rumah dalam pertandingan Palestina melawan Australia dalam putaran kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Dilansir bola.net, tawaran Erick Thohir agar laga Palestina vs Australia ini disampaikan dalam surat yang dikirim ke Federasi Sepak Bola Palestina (PFA). 

    “Kami menawarkan Indonesia sebagai kandang bagi Palestina,” ujar Erick Thohir disadur dari laman PSSI.

    “Saat mereka memainkan laga kandang kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia bulan ini. Kandang kami kandang Palestina juga,” katanya menambahkan.

    Baca: Advokasi buah semangka untuk rakyat Palestina

    Tawaran Erick Thohir ini disampaikan karena kondisi di Palestina, terutama jalur Gaza yang terus diserang Israel hingga saat ini tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan sepak bola di sana.

    Tawaran Erick Thohir untuk memainkan laga kandang Palestina vs Australia di Indonesia ini sudah mendapat balasan dari PFA. 

    PFA berterima kasih atas tawaran dari PSSI ini. Namun, mereka sudah lebih dulu mengambil keputusan terkait venue untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    PFA akan memindahkan kandang Palestina ke Kuwait dalam pertandingan Palestina vs Australia.

    Baca: Akar konflik Israel-Palestina

    Jaber al-Ahmad International Stadium kemungkinan bakal dipilih sebagai homebase sementara tim berjuluk Lions of Canaan itu.

    “Tolong kirimkan ucapan terima kasih dan terima kasih kami kepada Presiden Thohir atas kebaikannya,” ucap Wakil Presiden PFA, Susan Shalabi.

    Palestina bakal bermain dua kali dalam putaran kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Masing-masing menghadapi Lebanon dan Australia.

    Timnas Palestina akan bertandang ke Lebanon lebih dulu pada 16 November 2023.

    Baca: Gagal hentikan genosida di Gaza, Direktur Dewan HAM PBB mengundurkan diri

    Lima hari kemudian, atau pada 21 November 2023, Mohammed Rashid dan kawan-kawan dijadwalkan menjamu Australia.

     

     

     

     

  • Selesaikan Krisis Gaza, Indonesia Ajak OKI Bersatu Bela Kemanusiaan dan Keadilan

    7cloud.asia – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina.

    Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11/2023).

    “OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina,” ujar Presiden Jokowi.

    Presiden Jokowi juga mendukung penyelenggaraan KTT OKI yang dinilai sangat tepat untuk dilakukan untuk menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.

    “Satu bulan telah terjadi kekejaman ini, dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun mampu hentikan kekejaman ini,” katanya.

    baca: israel akan terapkan jeda operasi militer 4 jam sehari di gaza

    Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan empat saran konkret saat berbicara di hadapan para pemimpin negara Islam.

    Pertama, Presiden Jokowi mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.

    “Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi self defense dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata,” katanya.

    Kedua, Presiden Jokowi mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya. OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan mengingat situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatinkan.

    “Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar,” ujarnya.

    Jokowi mengatakan Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional.

    Ketiga, Presiden Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan.

    Misalnya, kata Jokowi, dengan cara mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya.

    “Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,” katanya.

    baca: konflik israel palestina berlangsung lebih 100 tahun

    Keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara. Solusi satu negara hanya akan membuat Palestina dikorbankan.

    “Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut,” ujarnya.

    Pada penutup pernyataannya, Presiden Jokowi meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

    “Dari Riyadh saya sudah terjadwal melakukan kunjungan bilateral ke Amerika Serikat. Dengan izin para pemimpin, saya akan sampaikan hasil keputusan OKI hari ini kepada Presiden Biden,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Rumah Sakit Digempur Israel dan Pasokan Listrik Terputus, Tiga Bayi Prematur Meninggal

    Rumah Sakit Digempur Israel dan Pasokan Listrik Terputus, Tiga Bayi Prematur Meninggal

    7cloud.asia – Rumah Sakit Al Shifa dan rumah sakit lain di Gaza utara digempur habis-habisan oleh militer Israel.

    Akibatnya tiga bayi yang lahir prematur meninggal dunia kerena tiada pasokan listrik di rumah sakit di Gaza itu  pada Minggu (12/11/2023).

    Petugas medis di Rumah Sakit Al Shifa mengatakan Setiap hari, jumlah korban tewas dan terluka akibat serangan Israel kian bertambah, tetapi tempat untuk merawat mereka semakin sedikit.

    Bahkan banyak rumah sakit yang hampir tidak mampu merawat pasien. Di RS Al Shifa, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qidra, mengatakan serangan Israel “meneror petugas medis dan warga sipil”.

    baca: israel akan terapkan jeda operasi militer 4 jam sehari di gaza

    Selain itu, Al-Qidra mengatakan dari 45 bayi yang dirawat, tiga di antaranya sudah meninggal dunia dan mereka tidak diberi tahu oleh militer Israel bagaimana membawa bayi-bayi itu ke tempat yang aman.

    Sementara itu juru bicara militer Israel, Laksamana Madya Daniel Hagari, mengatakan militer Israel akan membantu evakuasi bayi dari rumah sakit tersebut atas permintaan staf di sana.

    Namun, Seorang ahli bedah plastik di Al Shifa mengatakan akibat pengeboman terhadap ruang inkubator, bayi-bayi prematur terpaksa dirawat di ranjang biasa dengan sedikit daya yang tersedia untuk mengubah AC menjadi pemanas.

    “Kami tahu ini sangat berisiko. Kami menduga akan kehilangan bayi lebih banyak lagi setiap hari,” kata dr Ahmed El Mokhallalati seperti yang dilansir Reuters.

    baca: israel gencatan senjata dengan hamas tidak akan terjadi

    Hantaman roket Israel mengakibatkan bayi laki-laki bernama Mosab Subeih dilarikan ke RS Indonesia di Beit Lahiya, Gaza utara setelah rumah keluarganya hancur.

    “Dia terluka langsung di kepala dan mengalami pendarahan, dan kami tidak punya operasi,” kata petugas medis yang merawatnya dengan resusitator manual karena listrik padam.

    Minimnya obat-obatan, makanan dan air membuat staf medis di RS terbesar kedua di Gaza utara, Al-Quds, kesulitan merawat pasien.

    “Rumah sakit Al Quds terisolasi dari dunia dalam 6-7 hari terakhir. Tak ada jalan masuk, tak ada jalan keluar,” kata Tommaso Della Longa, juru bicara Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

    baca: korban tewas akibat perang israel dan hamas palestina dekati 4000 orang

    Salah seorang dokter pada RS Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, Mohammad Qandil, mengatakan RS Shifa juga tak dapat diakses oleh mereka yang baru saja terluka.

    “RS Shifa sekarang tidak berfungsi, tak ada yang diizinkan masuk, tak ada yang boleh keluar,”

    Kondisi ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kehilangan kontak dengan RS itu dan mengkhawatirkan orang-orang yang terjebak di sana.

    Israel mengatakan RS-RS di Gaza utara harus dikosongkan sehingga militer bisa menghancurkan apa yang mereka anggap sebagai pusat komando Hamas di bawah gedungnya dan di daerah sekitarnya. Hamas membantah dalih Israel itu.

    Pihak Israel  mengatakan orang-orang bisa dievakuasi dengan aman dari tiga RS di Gaza utara, termasuk Al Shifa.

    Direktur RS itu, Mohammad Abu Selmeyah, mengatakan kepada stasiun TV Al Arabiya bahwa tidak ada jalur keluar yang aman.

    Reporter: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Israel Bersikeras Akan Kelola Gaza Pasca Perang, Palestina Menolak

    Israel Bersikeras Akan Kelola Gaza Pasca Perang, Palestina Menolak

    7cloud.asia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer Israel akan mengelola Jalur Gaza setelah perang berakhir nanti.

    Isarel akan menyiapkan kamp pengungsi bagi warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di Gaza karena perang Israel-Hamas.

    Gagasan Israel soal pengelolaan Gaza pasca perang ini ditolak mentah-mentah oleh Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh.

    “Pembicaraan tentang apa yang akan terjadi setelah perang berakhir baru akan dilakukan setelah Hamas dapat dihancurkan. Gaza akan didemiliterisasi sehingga tidak akan ada lagi ancaman dari Jalur Gaza terhadap Israel. Untuk memastikan hal itu, maka selama diperlukan Pasukan Pertahanan Israel akan tetap mengontrol keamanan di Jalur Gaza.”

    Demikian petikan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato yang disiarkan secara nasional dari Tel Aviv, Sabtu (11/11/2023).

    Baca: Israel terapkan jeda kemanusiaan 4 jam sehari di Gaza

    Netanyahu kembali menegaskan hal ini saat diwawancarai CNN di program “State of the Union” hari Minggu (12/11/2023).

    Ia jelas menolak proposal Amerika agar pengelolaan Gaza pasca perang nanti dikembalikan kepada rakyat Palestina, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dalam konferensi pers di Tokyo pada 8 November lalu.

    “Jelas bahwa Israel tidak dapat menduduki Gaza. Kenyataannya, mungkin perlu ada masa transisi di akhir konflik, tetapi sangat penting bagi rakyat Palestina untuk memimpin pusat pemerintahan di Gaza dan Tepi Barat, dan sekali lagi, kami tidak melihat adanya pendudukan kembali (oleh Israel.red).” ujarnya saat itu

    Dan apa yang saya dengar dari para pemimpin Israel, lanjutnya, adalah bahwa mereka tidak berniat untuk menduduki kembali Gaza dan mengambil alih kendali atas Gaza.

    “Jadi pertanyaannya adalah, apakah ada periode transisi yang mungkin diperlukan, dan mekanisme apa yang dapat dilakukan untuk memastikan adanya keamanan? Yang pasti kami (Amerika.red) sangat tegas, tidak akan ada pendudukan kembali (oleh Israel.red). Hal ini sama tegasnya seperti sikap kami bahwa tidak akan ada pemindahan penduduk Palestina,” tandas Blinken.

    Baca: Gaza telah jadi kuburan, PBB serukan gencatan senjata

    Lebih jauh Blinken ketika itu juga menegaskan bahwa ini harus mencakup pemerintahan yang dipimpin oleh Palestina, dan bahwa Gaza bersatu dengan Tepi Barat di bawah kepemimpinan Otoritas Palestina.

    Hampir 40 hari sejak berkecamuknya perang Israel-Hamas, lebih dari 11.000 warga Palestina di Gaza tewas.

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan dua per tiga dari jumlah itu adalah perempuan dan anak-anak.

    Sementara di pihak Israel, sedikitnya 1.200 orang tewas ketika Hamas melancarkan serangan awal 7 Oktober lalu.

    Masih terus berlanjutnya serangan Israel ke Gaza, yang kini bahkan mulai memasuki wilayah pemukiman padat penduduk, memaksa ribuan warga di bagian utara kota itu melarikan diri ke bagian selatan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah tenda pengungsian pun bermunculan di antara jalur itu.

    Deretan tenda berwarna putih itu paling banyak terdapat di kota Khan Younis, di mana setiap pagi warga antri untuk mendapatkan makanan ala kadarnya, seperti roti dan satu kaleng biji-bijian atau ikan tuna.

    Baca: Setiap 10 menit satu anak meninggal di Gaza

    PM Palestina Tolak Pendirian Kamp Pengungsi Baru, Serukan Pemulangan Warga

    Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh, dalam rapat kabinet hari Senin (13/11/2023) di Tepi Barat, menolak pendirian kamp pengungsi bagi warga Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

    Ia menyerukan pemulangan mereka yang terpaksa mengungsi ke rumah mereka.

    “Kami menolak pendirian kamp-kamp sementara bagi para pengungsi, seperti yang diminta oleh tentara Israel pada organisasi-organisasi internasional.

    “Kami ingin rakyat kami kembali ke rumah mereka, di mana mereka dipindahkan secara paksa. Dalam sejarah Palestina, tidak ada yang namanya ‘sementara’, karena pengalaman telah mengajarkan kita bahwa yang sementara itu bersifat permanen,” tegasnya.

    Mimpi Buruk “Nakba”. Keberadaan warga Palestina yang dengan tergesa-gesa mendirikan tenda-tenda PBB di Khan Younis itu, membuka kenangan menyakitkan tentang eksodus massal, yang oleh warga Palestina disebut sebagai Nakba, atau “malapetaka”.

    Pada bulan-bulan sebelum dan selama perang 1948, sekitar 700.000 warga Palestina melarikan diri atau diusir dari wilayah yang sekarang dikenal sebagai Israel.

    Banyak dari mereka yang berharap untuk kembali ke rumah mereka ketika perang berakhir, tetapi semua harapan itu sirna.

    Baca: Majelis Umum PBB sepakati resolusi gencatan senjata di Gaza

    Tujuh puluh lima tahun kemudian, tenda-tenda sementara di Tepi Barat, Gaza, dan negara-negara Arab yang berdekatan telah menjadi rumah-rumah batako yang permanen.

    Pakar studi Arab di Universitas Columbia, Rashid Khalidi, kepada Associated Press mengatakan “langsung teringat tahun 1948 ketika warga Palestina di Gaza diperintahkan untuk mengungsi, langsung teringat akan hal itu ketika Anda melihat gambar-gambar (tenda) itu. Para penulis Palestina telah mengukir hal ini ke dalam kesadaran orang Arab.”

    UNRWA: Pendirian Kamp Pengungsi Tidak Bersifat Permanen

    Badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina UNRWA mengatakan kamp-kamp pengungsi itu tidak bersifat permanen.

    UNRWA menambahkan, mereka mendistribusikan tenda dan selimut kepada puluhan keluarga pengungsi di Khan Younis itu karena mereka tidak dapat ditampung di fasilitas PBB lainnya.

    “Hal ini untuk melindungi mereka dari hujan dan memberikan martabat dan privasi,” demikian petikan pernyataan UNRWA.

    Sumber: VOA Indonesia

  • PBB: Israel Hanya Izinkan Separuh Bantuan Masuk ke Gaza, Palestina

    PBB: Israel Hanya Izinkan Separuh Bantuan Masuk ke Gaza, Palestina

    7cloud.asia – Direktur Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza, Thomas White mengatakan, Israel tak sepenuhnya membuka pintu agar semua bantuan masuk ke Gaza, Palestina.

    Dalam pernyataan yang dilansir Sabtu (18/11/2023) White mengumumkan bahwa Israel hanya mengizinkan masuknya setengah bahan bakar yang dibutuhkan dari bantuan kemanusiaan harian ke Gaza.

    “Bahan bakar dalam jumlah yang terbatas telah masuk ke Gaza, Palestina” kata White dalam sebuah pernyataannya di akun media sosial X.

    “Ketika otoritas Israel membatasi bahan bakar yang masuk ke Gaza, Palestina – ini berarti mengurangi kapasitas di Perbatasan Rafah untuk menerima truk bantuan,” ujarnya.

    Baca: Israel kekeuh untuk kelola Gaza pasca perang, Palestina menolak

    White menyatakan bahwa “otoritas Israel hanya mengizinkan 50 persen dari kebutuhan bahan bakar harian untuk bantuan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan orang-orang.”

    Ada “kesenjangan besar dalam respons bantuan ini – misalnya orang-orang hanya akan mendapatkan dua pertiga dari kebutuhan harian mereka terhadap air minum yang bersih,” tandas White

    Saat ini 1,5 juta orang di Jalur Gaza terpaksa mengungsi akibat serangan intensif Israel, lebih dari 800 ribu warga Palestina mencari perlindungan di fasilitas-fasilitas UNRWA.

    Sejak Israel mulai melakukan pengeboman pada 7 Oktober, lebih dari 12 ribu warga Palestina telah tewas. sementara lebih dari 30 ribu orang lainnya luka-luka,

    Baca: Israel terapkan jeda kemanusiaan 4 jam sehari di Gaza

    Sebagian besar korban meninggal adalah anak-anak, yakni lebih dari 8.300 perempuan dan anak-anak,  menurut data terbaru.

    Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja, telah rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat tanpa henti yang dilakukan Israel di Gaza yang terkepung itu.

    Blokade Israel juga telah memutus pasokan bahan bakar, listrik dan air ke Gaza, dan mengurangi pengiriman bantuan hingga hanya sedikit yang tersalurkan.

    Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut data resmi.

    Sumber: Antaranews/Anadolu

     

  • Presiden Turki Sebut Banyak Bukti untuk Seret Israel ke Mahkamah Internasional

    Presiden Turki Sebut Banyak Bukti untuk Seret Israel ke Mahkamah Internasional

    7cloud.asia – Tindakan brutal yang dilakukan Israel terhadap Palestina mengundang kecaman berbagai tokoh. Salah satunya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang akan membawa Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

    “Ada banyak bukti untuk mengadili pemerintah Israel di Mahkamah Pidana Internasional. Kita akan melakukan segala daya upaya kita untuk memastikan kejahatan ini dihukum secara setimpal,” jelas Erdogan setelah kembali dari kunjungan sehari ke Jerman.

    Melansir Antaranews, Erdogan menyoroti PM Benjamin Netanyahu karena dianggap gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober. “Netanyahu akan hancur, kita akan menyingkirkannya,” katanya

    baca:israel gencatan senjata dengan hamas tidak akan terjadi

    “Mudah-mudahan, Israel akan menyingkirkannya, dan semua Yahudi di dunia menyingkirkan dia. Saat ini, 60-70 persen warga negaranya menentang Netanyahu,” kata Erdogan lagi.

    Erdogan menegaskan pemerintah dan rakyat Turki mendukung rakyat tertindas di Gaza dan akan terus melakukan hal yang sama. 

    “Israel berusaha menghalangi bantuan dan membuat warga Gaza kelaparan dan kekurangan makanan dan air. Tapi, kami tidak menyerah,” ujar Erdogan.

    “Apa pun hambatannya, kami akan terus menghidupkan Gaza. Seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, harus bergerak memberikan bantuan,” lanjutnya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Israel terus melancarkan serangan udara dan daratnya di Gaza sejak Hamas melancarkan serangan  mengejutkan pada 7 Oktober lalu. 

    baca: setidaknya 15 jurnalis tewas saat meliput perang israel hamas

    Akibat serangan Israel tersebut, sedikitnya 12 ribu warga Palestina tewas. Sementara itu, jumlah korban tewas pihak Israel mencapai 1.200 orang.

    Selain itu, serangan Israel juga menghancurkan ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja, juga rusak atau hancur.

    Israel menentang seruan internasional untuk gencatan senjata kecuali semua sandera yang ditangkap Hamas dibebaskan.

    Reporter: Nurakhmayani