7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau meluas menjadi 3.456,23 hektare selama hampir empat bulan terakhir.
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (14/4/2026), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa hingga 13 April 2026 terjadi penambahan luas area terbakar sekitar 4 hektare dibandingkan data sebelumnya sepekan lalu.
Penambahan luas kebakaran tersebut, menurut Abdul, terkonfirmasi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir.
Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau masih diberlakukan oleh pemerintah daerah hingga 30 November 2026 guna mempercepat koordinasi penanganan di lapangan.
Sebelumnya, Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB juga melaporkan perkembangan kebakaran hutan dan lahan di Riau yang menunjukkan tren peningkatan.
Baca: Darurat Karhutla di Riau, mendominasi titik panas di Sumatera
Total luas lahan yang terbakar sebelumnya tercatat 2.713,26 hektare pada periode 1 Januari hingga 24 Maret 2026.
Dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, BNPB turut melakukan pendampingan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menekan perluasan kebakaran.
Selain itu, BNPB bersama tim gabungan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan wilayah Sumatera, serta unsur terkait terus melakukan penanganan darurat secara intensif.
Upaya tersebut mencakup pemadaman titik api melalui jalur darat maupun operasi udara menggunakan helikopter, serta peningkatan patroli di wilayah rawan kebakaran.
Selain pemadaman, tim gabungan juga melakukan evakuasi warga terdampak asap, pendataan kerugian, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
Baca: Warga Sumatera Utara diminta waspadai potensi kebakaran lahan
