Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur 14 Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur 14 Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut hujan ringan hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia untuk Jumat (20/12/2024).

    Prakiraan cuaca ini mengacu pada keluaran model Digital Forecast BMKG dan bersifat secara umum pada tingkat kecamatan.

    Mengutip prakiraan cuaca yang dirilis di akun Instagram resmi BMKG, Kamis (19/12/2024), hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan akan mengguyur 14 wilayah Indonesia di antaranya Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat, dan Jawa Timur.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah antara lain DIY, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Gorontalo.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    Selengkapnya, berikut wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga ekstrem pada Jumat 20 Desember 2024:

    Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah:
    Gorontalo

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:
    Sumatra Barat
    Riau
    Jambi
    Kepulauan Bangka Belitung
    Sumatera Selatan
    Lampung
    Banten
    Jakarta
    Jawa Barat
    DI Yogyakarta
    Nusa Tenggara Timur
    Kalimantan Tengah
    Kalimantan Timur
    Sulawesi Utara
    Sulawesi Tengah
    Sulawesi Tenggara
    Maluku Utara
    Maluku
    Papua Barat

    Hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah:
    Aceh
    Sumatra Utara
    Kepulauan Riau
    Bengkulu
    Jawa Tengah
    Jawa Timur
    Bali
    Nusa Tenggara Barat
    Kalimantan Barat
    Kalimantan Selatan
    Kalimantan Utara
    Sulawesi Barat
    Papua

    Hujan sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah:
    Sulawesi Selatan

  • BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cold Surge Jelang Natal, Apa Itu?

    BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cold Surge Jelang Natal, Apa Itu?

    7cloud.asia – Menjelang perayaan Natal tahun ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai Cold Surge atau seruak dingin yang dapat memicu hujan lebat dan sangat lebat di sejumlah wilayah.

    Data BMKG mencatat ada peningkatan signifikan indeks Cold Surge. Dalam laman resmi BMKG, Cold Surge merupakan jalaran udara dingin yang mengalir dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia bagian barat.

    Adanya cold surge dapat ditandai dengan penguatan angin permukaan, penurunan suhu permukaan yang tajam, dan kenaikan tekanan permukaan di Laut Cina Selatan.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem saat libur Nataru

    Pada saat monsun dingin Asia berlangsung, seringkali terjadi penjalaran massa udara dingin dari pusat tekanan tinggi di daratan Asia menuju ke arah Selatan dan ke arah Timur. Penjalaran massa udara dingin ini kemudian dikenal dengan istilah Cold surge.

    Meskipun masa aktifnya hanya dalam beberapa hari namun Cold Surge memiliki dampak cuaca yang merusak bagian Timur Asia dan juga berpengaruh terhadap hujan diwilayah Asia Tenggara.

    Selain Cold Surge, faktor lainnya yang memicu terjadinya hujan lebat adalah adanya fenomena gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin di sejumlah daerah seperti Sumatera bagian utara, Jawa hingga Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

    BMKG juga memantau potensi terbentuknya bibit siklon tropis di perairan timur Filipina bagian selatan.

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi melanda Jakarta

    Faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat, angin kencang serta berpotensi banjir di sejumlah wilayah.

    Diantaranya wilayah Sumatera bagian utara, Jawa, Bali, Nusa tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir.
    Selain itu, jika beraktivitas di luar ruangan hindari wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat.

  • BMKG Akui Musim Hujan Tahun Ini Berbeda

    BMKG Akui Musim Hujan Tahun Ini Berbeda

    7cloud.asia – Musim hujan melanda hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun, musim hujan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Banyak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 di Surabaya, menjelaskan kondisi ini karena Indonesia tengah mengalami La Nina Lemah.

    La Nina adalah fenomena iklim global yang akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya.

    Baca: BMKG imbau masyarakat waspada cold surge

    “Tahun lalu yang terjadi adalah El Nino dan bersifat kering, sementara tahun ini adalah La Nina Lemah. Hal inilah yang menjadi booster pertumbuhan awan-awan hujan sehingga intensitas dan volume hujan meningkat. Bagi Indonesia, fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah yang berkisar 20 – 40 persen,” jelas Dwikorita.

    Selain itu, posisi Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, saat ini dikepung oleh bibit siklon yang mengakibatkan angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem.

    Faktor lainnya adanya dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi melanda Jakarta

    “Saat ini Indonesia sendiri tengah berada di puncak musim penghujan. Kondisi ini ditambah La Nina serta kombinasi aktif Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta konvektif lokal di wilayah barat, selatan dan tengah Indonesia memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat di berbagai daerah,” paparnya.

    Mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan sejak Bulan November lalu, BMKG terus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi.

    Selain mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana, BMKG juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan juga pemerintah daerah.

    Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan potensi bencana hidrometeorologi yang bisa datang sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota Lainnya

    Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Jakarta dan Beberapa Kota Lainnya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai hujan disertai petir yang berpotensi melanda beberapa wilayah termasuk Jakarta pada Rabu (25/12/2024).

    Di wilayah Jakarta Selatan hujan disertai petir berpeluang terjadi pada pagi hari. Wilayah lainnya diperkirakan berawan tebal.

    Memasuki siang hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Utara. Wilayah Jakarta Jakarta Selatan dan Jakarta Barat berpeluang terjadi hujan disertai petir.

    Di waktu yang sama, hujan berintensitas sedang berpotensi menggyur wilayah Jakarta Timur. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Kemudian malam hari hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara kota lainnya di Indonesia yang berpotensi hujan disertai petir adalah Kota  Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, Kupang, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Mamuju, Manado, Jayapura dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandar Lampung, Ternate dan Nabire.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Manokwari dan Jayawijaya.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 58 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Gorontalo.

     

  • Perkiraan Puncak Musim Hujan di Jatim Februari 2025, Ini Mitigasi yang Dilakukan BMKG

    Perkiraan Puncak Musim Hujan di Jatim Februari 2025, Ini Mitigasi yang Dilakukan BMKG

    7cloud.asia – Puncak musim hujan di Jawa Timur (Jatim) diprediksi terjadi pada Februari 2025 mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan seluruh wilayah di Jawa Timur kini telah memasuki musim hujan dengan puncak musim hujan diprakirakan terjadi di Bulan Februari 2025.

    Prakiraan curah hujan sepanjang Desember 2024 – Januari 2025, wilayah Jawa Timur umumnya berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi (201- >500mm) dengan sifat hujan normal hingga atas normal.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga Januari 2025

    Karena itu, masyarakat di Jawa Timur harus bersiap menghadapi potensi banjir, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami tanah bencana longsor, gelombang tinggi, serta banjir rob.

    “Kepada masyarakat kami mengimbau untuk senantiasa mengecek prakiraan cuaca lewat aplikasi InfoBMKG secara berkala. Peringatan dini cuaca akan disampaikan, sepekan dan diulang tiga hari sebelum kejadian, bahkan hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem,” terang Dwikorita di Surabaya beberapa waktu lalu.

    BMKG juga melakukan berbagai upaya mitigasi bencana diantaranya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah Jawa Timur, dan stakeholder.

    Baca: BMKG ajak masyarakat waspada cold surge, apa itu?

    Operasi ini lanjut Dwikorita, telah dimulai sejak 18 Desember lalu dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B-EX untuk menebarkan bahan penabur di awan guna memicu hujan di lokasi yang lebih aman.

    Tujuannya untuk mengendalikan curah hujan selama puncak musim hujan di zona rawan bencana.

    Selain itu, BMKG juga memastikan kesiapan alat pemantau cuaca seperti Automatic Weather Observing System (AWOS), Low Level Windshear Alert System (LLWAS), dan Marine Automatic Weather Station (MAWS) untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem di Jawa Timur.

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi terulang di Jakarta

    AWOS berperan penting dalam memantau kondisi cuaca di Bandara Juanda, khususnya untuk keselamatan penerbangan. LLWAS mendeteksi potensi windshear atau geser angin berbahaya yang dapat mengganggu penerbangan.

    Sedangkan MAWS untuk memantau cuaca maritim di Pelabuhan Tanjung Perak, memastikan keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas pelabuhan.

    “Ini merupakan upaya BMKG untuk menjaga masyarakat selamat dalam setiap penerbangan maupun pelabuhan, terutama dari ancaman bahaya cuaca ekstrem, mohon doanya agar kita semua dapat menjalankan tugas dengan seksama, cermat, cepat, tepat, serta akurat,” tutupnya.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan

    7cloud.asia – Mayoritas kota besar di Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Jumat (27/12/2024).

    Melalui akun youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan berintensitas ringan terjadi di Kota Tanjung Pinang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Kupang.

    Selain itu hujan dengan intensitas ringan juga diprediksi terjadi di Kota Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Manado, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong dan Jayapura,

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Jayawijya dan Merauke.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir yang terjadi di Kota Semarang, Surabaya, Denpasar, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Manokwari dan Nabire.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, cuaca umumnya berawan tebal pada pagi dan malam hari. Potensi hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada siang hari di seluruh wilayah Jakarta.

    Suhu udara di Indonesia berkisar antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 60 hingga 100 persen.

    Masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya diperkirakan akan merasakan suhu terendah. Sementara suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Palembang dan Denpasar.  

     

  • BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Hingga Awal Januari 2025

    BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Hingga Awal Januari 2025

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas tinggi saat ini mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga 10 hari pertama di awal tahun 2025.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam periode musim hujan dengan intensitas tinggi.

    “Saat ini, selama 10 hari terakhir di tahun 2024 hingga 10 hari awal tahun 2025 masih aktif La Nina lemah, terutama yang berada di wilayah Jawa bagian utara, ini sebagai memasuki puncak musim hujan di Januari,” jelas Dwikorita dalam siaran persnya.

    Intensitas hujan yang tinggi ini, lanjut Dwikorita akibat adanya bibit siklon tropis di Samudra Hindia bagian selatan turut memengaruhi pola angin, yang memicu pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, hingga Nusa Tenggara.

    Baca: Curah hujan yang tinggi di Jakarta berpotensi memicu banjir besar seperti tahun 2020

    “Selain itu, aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2024 juga menjadi faktor yang meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” tambahnya.

    Pada kesempatan itu Dwikorita mengungkapkan prakiraan cuaca khusus untuk Jakarta menunjukkan kondisi berawan hingga esok siang.

    “Namun khusus untuk DKI, malam ini hingga besok jam 1 siang hanya berawan dan baru mulai hujan ringan setelah pukul 1 siang. Ini prakiraan khusus untuk Jakarta,” ujarnya.

    Adanya intensitas hujan yang tinggi tersebut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan lain-lain.

     

  • BMKG Pastikan Cuaca Kondusif Jelang Pergantian Tahun

    BMKG Pastikan Cuaca Kondusif Jelang Pergantian Tahun

    7cloud.asia – Bagi Anda yang merencanakan akan merayakan malam pergantian tahun 2024 ke 2025, tak perlu khawatir. Kondisi cuaca diprediksi cukup kondusif tanpa ada indikasi potensi cuaca ekstrem yang berarti.

    Hal ini diungkapkan oleh kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (29/12/2024) malam.

    Menurutnya potensi cuaca ekstrem saat ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya di bulan Desember.

    “Akhirnya perlu kami simpulkan bahwa menjelang periode pergantian tahun 2024 ke tahun 2025, potensi cuaca ekstrim menunjukkan tren penurunan, sekali lagi menunjukkan tren penurunan dibandingkan minggu-minggu sejak awal bulan Desember hingga 10 hari kedua di bulan Desember,” jelas Dwikorita.

    Baca: BMKG prediksi intensitas hujan tinggi hingga awal Januari 2025

    Selanjutnya mantan rektor Universitas Gajah Mada ini menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan potensi cuaca ekstrem tersebut.

    Menurutnya adanya bibit-bibit siklon dan pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan, yang menghambat aliran awan konvektif atau aliran seruak udara dingin dan monsoon Asia, serta menghambat seruakan dingin lintas ekuator untuk memasuki wilayah Indonesia.

    Tak hanya itu, fenomena Madden Julian Oscillation yang sebelumnya aktif di wilayah Indonesia kini telah berpindah ke Samudra Pasifik, sehingga tidak lagi meningkatkan pembentukan awan hujan. 

    Faktor lainnya adanya anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia yang mulai mendingin dibandingkan sebelumnya.

    Baca: BNPB sebut pulau Jawa waspada bencana alam hingga April 2025

    “Dan tren saat ini sudah mulai mendingin dibandingkan sebelumnya dan tentunya hal ini mengurangi laju pembentukan awan hujan secara lokal di lautan di Indonesia,” katanya.

    Meski terjadi penurunan potensi cuaca ekstrem, pihaknya tetap mengajak masyarakat mewaspadai dan memantau kondisi cuaca di daerahnya masing-masing.

    “Kami juga merekomendasikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas malam pergantian tahun baru. InsyaAllah lebih kondusif namun tetap memperhatikan terus atau memonitor,” ucapnya. 

    Begitu juga dengan pemerintah daerah yang wilayahnya rawan bencana agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Hingga Sedang

    Cuaca Hari Ini: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Hingga Sedang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan ringan hingga sedang pada Senin (06/01/2025).

    Dirilis di laman resminya, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu pada pagi hingga sore hari.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Kemudian malam hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan hujan berawan.

    Sementara kota-kota besar lainnya di Indonesia, hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Denpasar.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Samarinda, Banjarmasin, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Pinang, Lampung, Nabire dan Manokwari.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir di Kota Padang, Pekanbaru, Bengkulu, Semarang, Surabaya, Kupang, Tanjung Selor, Pontianak, Palangkaraya, Manado, Ternate dan Merauke.

    Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat waspada terhadap banjir rob yang berpotensi melanda pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Sulawesi Utara.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 61 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya sedangkan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Serang dan Gorontalo.

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Beberapa Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Beberapa Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan disertai petir akan melanda Jakarta dan kota-kota besar lainnya pada Kamis (09/01/2025).

    Dalam akun youtube resmi BMKG menyebut hujan disertai petir berpeluang melanda seluruh wilayah Jakarta pada pagi hingga siang hari.

    Kemudian pada siang hingga sore hari hujan ringan berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta. Malam harinya, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    BMKG juga mengimbau masyarakat di Kota Bengkulu, Yogyakarta, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Mamuju, Manado dan Merauke mewaspadai potensi hujan disertai petir.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Makassar, Nabire dan Jayawijaya. Selanjutnya hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang dan Lampung.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di Kota Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Mataram, Denpasar, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Gorontalo, Palu, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari dan Jayapura.  

    Selain itu, BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob yang akan melanda wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Maluku, pesisir Jambi, pesisir Jakarta dan pesisir Banten