7cloud.asia – Menjelang perayaan Natal tahun ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai Cold Surge atau seruak dingin yang dapat memicu hujan lebat dan sangat lebat di sejumlah wilayah.
Data BMKG mencatat ada peningkatan signifikan indeks Cold Surge. Dalam laman resmi BMKG, Cold Surge merupakan jalaran udara dingin yang mengalir dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia bagian barat.
Adanya cold surge dapat ditandai dengan penguatan angin permukaan, penurunan suhu permukaan yang tajam, dan kenaikan tekanan permukaan di Laut Cina Selatan.
Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem saat libur Nataru
Pada saat monsun dingin Asia berlangsung, seringkali terjadi penjalaran massa udara dingin dari pusat tekanan tinggi di daratan Asia menuju ke arah Selatan dan ke arah Timur. Penjalaran massa udara dingin ini kemudian dikenal dengan istilah Cold surge.
Meskipun masa aktifnya hanya dalam beberapa hari namun Cold Surge memiliki dampak cuaca yang merusak bagian Timur Asia dan juga berpengaruh terhadap hujan diwilayah Asia Tenggara.
Selain Cold Surge, faktor lainnya yang memicu terjadinya hujan lebat adalah adanya fenomena gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin di sejumlah daerah seperti Sumatera bagian utara, Jawa hingga Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
BMKG juga memantau potensi terbentuknya bibit siklon tropis di perairan timur Filipina bagian selatan.
Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi melanda Jakarta
Faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat, angin kencang serta berpotensi banjir di sejumlah wilayah.
Diantaranya wilayah Sumatera bagian utara, Jawa, Bali, Nusa tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir.
Selain itu, jika beraktivitas di luar ruangan hindari wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat.

Leave a Reply