7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan deras disertai petir diperkirakan akan mengguyur beberapa wilayah di Indonesia pada Kamis (08/08/2024).
Dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah yang berpotensi hujan deras disertai petir adalah Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah, Kabupaten Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo, Gorontalo Utara, Gorontalo.
Selain itu, wilayah Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Barito Timur, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Seruyan, Sukamara juga berpotensi terjadi hujan deras.
Kondisi cuaca serupa berpotensi terjadi di wilayah Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Bulungan, Malinau, Tana Tidung, Kota Tarakan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Tidore Kepulauan.
Baca: Banjir di Gorontalo capai 2 meter akibat hujan deras
Wilayah Kampar, Pasangkayu, Mamuju Tengah, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Tana Toraja, Kota Palopo, Parigi Moutong, Banggai, Donggala dan Papua juga berpotensi hujan deras.
Kemudian Kabupaten Agam, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Kota Tanjung Balai juga berpeluang hujan deras.
Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Medan, Denpasar, Mataram, Palangka Raya, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar, Kendari, Palu, Ambon, Nabire, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya.
Sementara itu, untuk seluruh wilayah DKI Jakarta pada pagi hari diprediksi berawan tebal, dengan suhu rata-rata antara 27 hingga 29 derajat celcius.
Baca: Musim kemarau kok masih hujan?
Kondisi cuaca seperti ini masih berlanjut hingga siang hari dengan suhu berkisar antara 27 hingga 34 derajat celcius.
Potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi pada sore hari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Tingkat kelembaban udara berkisar antara 74-86 persen.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati sebelumnya mengatakan ada peningkatan potensi hujan. Hal ini akibat adanya fenomena iklim La Nina dibeberapa wilayah yang diprakirakan berlangsung pada Agustus 2024.
Fenomena La Nina merupakan banyaknya uap air yang masuk ke wilayah Indonesia, sehingga mengakibatkan banyaknya pertumbuhan awan-awan hujan yang akhirnya dapat meningkatkan potensi terjadi hujan.









