Tag: palestina

  • WFP: Dua Juta Warga Gaza Bertahan Tanpa Penghasilan

    WFP: Dua Juta Warga Gaza Bertahan Tanpa Penghasilan

    7cloud.asia – Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, akibat agresi Israel yang berlarut-larut.

    Dalam pernyataannya, WFP menyebutkan bahwa hampir dua juta orang — mayoritas pengungsi — saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar mereka.

    Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis dalam beberapa jam terakhir, WFP membunyikan alarm peningkatan bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza.

    WFP menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengurangan stok pangan secara drastis, memperingatkan bahwa wilayah tersebut berada di ambang bencana kemanusiaan.

    Baca: Warga Palestina rayakan Paskah dalam keprihatinan

    Dalam pernyataan itu, WFP juga menekankan bahwa situasi kritis di Gaza diperparah oleh penutupan perbatasan oleh Zionis Israel, yang mencegat pengiriman pasokan pangan vital ke daerah kantong yang terkepung tersebut.

    Menurut WFP, Gaza sangat membutuhkan distribusi pangan yang berkelanjutan dan bebas hambatan guna mencegah hancurnya ketahanan pangan di wilayah tersebut.

    Selain itu, pihaknya juga memperingatkan dampak parah jika situasi di Gaza saat ini terus berlanjut, menunjukkan bahwa warga sipil Palestina di Gaza sudah menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan, dengan krisis akut sumber daya penting penyelamat kehidupan.

    Baca: Evakuasi warga Gaza justru mengancam masa depan Palestina

    Sebelumnya, PBB memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini “kemungkinan menjadi yang terburuk” sejak serangan Israel dimulai 18 bulan lalu.

    “Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan saat ini kemungkinan adalah yang terburuk sejak pecahnya pertikaian,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, Senin (14/4/2025).

    Dujarric menjelaskan bahwa sudah satu setengah bulan tidak ada pasokan bantuan yang diizinkan masuk melalui perbatasan Gaza,

    Langkah Israel ini menjadikan situasi tersebut sebagai penghentian bantuan terlama sejak serangan berlangsung.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-OANA

  • Gara-gara Israel Blokir Vaksin Polio ke Gaza, Lebih 600 Ribu Anak Terancam

    Gara-gara Israel Blokir Vaksin Polio ke Gaza, Lebih 600 Ribu Anak Terancam

    7cloud.asia – Blokade Israel terhadap masuknya vaksin polio ke Jalur Gaza membuat keselamatan lebih dari 600.000 anak Palestina terancam, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (22/4).

    “Pemblokiran vaksin ini menghambat pelaksanaan fase keempat kampanye peningkatan pencegahan polio,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

    “Lebih dari 602.000 anak berisiko mengalami kelumpuhan permanen dan disabilitas kronis jika vaksin tidak segera diizinkan masuk,” lanjut pernyataan itu.

    Kementerian juga menyatakan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi komplikasi kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketiadaan gizi yang layak dan air minum yang aman.

    Pada Agustus 2024, Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi kasus polio pertama di wilayah itu pada seorang bayi berusia 10 bulan.

    Baca: Sejak Oktober 2013, lebih dari 15 ribu anak tewas

    Penemuan tersebut mendorong dilakukannya kampanye vaksinasi pertama di tengah agresi Israel yang disebut sebagai perang genosida terhadap Gaza. Kampanye itu dilakukan dalam tiga tahap mulai September.

    Menurut otoritas kesehatan tersebut, tahap pertama berhasil memvaksin lebih dari 560.000 anak Palestina dan selesai pada 12 September.

    Tahap kedua yang berakhir 7 November mencakup 556.774 anak di bawah usia 10 tahun di seluruh Jalur Gaza. Sementara tahap ketiga pada Februari lalu menjangkau 590.000 anak.

    PBB menyatakan bahwa anak-anak di Gaza memerlukan dua dosis vaksin polio oral untuk perlindungan yang memadai.

    Baca: Tak dapat perawatan, 1000 anak Palestina meninggal

    Sejak 2 Maret, Israel telah menutup semua jalur penyeberangan ke Gaza, memblokir masuknya pasokan penting ke wilayah yang telah porak-poranda akibat perang itu meski laporan kelaparan terus meningkat.

    Pihak militer Israel kembali menggempur Gaza pada 18 Maret, mematahkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang dicapai pada 19 Januari.

    Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 51.200 warga Palestina di Gaza, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Konflik Hamas-Israel hancurkan masa depan anak-anak Palestina

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant.

    Penangkapan tersebut dilakukan atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya terhadap wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Anadolu/Antaranews

  • Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Lima Tahun yang Ditawarkan Kelompok Hamas

    Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Lima Tahun yang Ditawarkan Kelompok Hamas

    7cloud.asia – Israel menolak usulan Hamas untuk memberlakukan gencatan senjata selama lima tahun di Jalur Gaza.

    Sebagai imbalan, Hamas akan membebaskan seluruh sandera dalam satu tahap. demikian dilaporkan stasiun penyiaran Israel, Kan, pada Senin (28/4/2025), mengutip sebuah sumber.

    Pada Minggu (27/4/2025), negosiator Hamas telah menyampaikan sebuah visi bersama kepada para mediator di Doha dan Kairo untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.

    Usulan tersebut mencakup gencatan senjata selama lima tahun dan pertukaran satu kali seluruh sandera Israel dengan sejumlah tahanan Palestina yang jumlahnya tidak disebutkan, menurut laporan tersebut.

    Baca: Rencana evakuasi penduduk Gaza mengancam masa depan Palestina

    Selain itu, Israel harus sepenuhnya menarik pasukan dari Jalur Gaza dan mencabut blokade atas wilayah tersebut, tambah laporan yang dilansir pada Senin (28/4/2025)

    Tuntutan kelompok Hamas yang menjadi simbol perlawanan Palestina itu juga mencakup pembentukan komite lokal yang terdiri dari individu-individu yang tidak dijelaskan secara terperinci identitasnya untuk memerintah Jalur Gaza.

    Pada saat yang sama, delegasi Hamas menolak membahas isu pelucutan senjata organisasi tersebut, demikian menurut laporan tersebut.

    Baca: Negara-negara Arab tolak usulan AS untuk mengambilalih Gaza

    Pada 18 Maret, Israel melanjutkan serangan ke Jalur Gaza, dengan alasan gerakan Palestina Hamas menolak menerima rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah berakhir pada 1 Maret.

    Israel juga memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi di Jalur Gaza dan menutup akses masuk untuk truk-truk pembawa bantuan kemanusiaan.

    Akibat blokade Israel tersebut, ekonomi Gaza terus mengalami keterpurukan. Warga bertahan tanpa penghasilan dan harga barang-barang kebutuhan pokok melonjak hingga 527 persen

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Lebih dari 360 Tenaga Kesehatan di Gaza Ditangkap Israel

    Lebih dari 360 Tenaga Kesehatan di Gaza Ditangkap Israel

    7cloud.asia – Israel telah menahan lebih dari 360 staf medis di Jalur Gaza dan hanya 20 rumah sakit yang beroperasi di sana, kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh.

    “Kami kehilangan lebih banyak orang akibat konsekuensi tidak langsung dari perang dibandingkan mereka yang terbunuh akibat pendudukan,” kata al-Barsh kepada lembaga penyiaran Al Jazeera, Selasa (29/4/2025).

    “Dua puluh dari 38 rumah sakit di Jalur Gaza beroperasi sebagian. Pasukan pendudukan menangkap lebih dari 360 pekerja kesehatan kami,” tambahnya.

    Baca: Harga kebutuhan pokok di Gaza melonjak hingga 500 persen

    Dirjen Kemkes Gaza itu mengatakan anak-anak dan ibu hamil merupakan kelompok yang paling terdampak, dengan lebih dari 40.000 anak menjadi yatim piatu, 100 anak meninggal saat menunggu pintu penyeberangan dibuka.

    Selain itu ada hampir satu juta anak “kehilangan bantuan yang menyelamatkan nyawa.”

    Pada 18 Maret 2025, Israel melanjutkan serangan terhadap Jalur Gaza, dengan alasan penolakan gerakan Palestina Hamas untuk menerima rencana AS untuk memperpanjang gencatan senjata, yang berakhir pada 1 Maret.

    Baca: Dua juta warga Gaza bertahan tanpa penghasilan

    Israel juga memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi di Jalur Gaza dan menutup pintu masuk bagi truk yang membawa bantuan kemanusiaan.

    Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, penjarahan bantuan kemanusiaan telah meningkat tajam di Jalur Gaza.

    Hal ini dipicu kekurangan makanan dan barang-barang penting di tengah operasi militer Israel dan blokade yang terhadap wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik

  • Marak Terjadi Penyerangan, Jurnalis di Gaza Desak Perlindungan Internasional

    Marak Terjadi Penyerangan, Jurnalis di Gaza Desak Perlindungan Internasional

    7cloud.asia – Puluhan jurnalis pada Sabtu (3/5) menggelar aksi unjuk rasa di Khan Younis, Gaza selatan, mendesak komunitas internasional untuk melindungi para pekerja media dari serangan yang dilakukan berulang kali oleh Israel, lapor Kantor Berita Xinhua.

    Aksi unjuk rasa tersebut diselenggarakan oleh Sindikat Jurnalis Palestina (Palestinian Journalists Syndicate) untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia.

    Para jurnalis itu berkumpul di Kompleks Medis Nasser di kota tersebut dan mengangkat papan bertuliskan “Stop Membunuh Jurnalis.”

    Baca: Para jurnalis bertaruh nyawa saat meliput perang di jalur Gaza

    Dalam sebuah pidato saat aksi unjuk rasa itu, Tahseen Al-Astal, wakil ketua sindikat tersebut, menuduh Israel melakukan “kejahatan terhadap jurnalis Palestina dengan secara langsung membunuh dan menghancurkan rumah mereka.”

    Al-Astal menganggap situasi media di Gaza sebagai salah satu yang “paling berbahaya di dunia, mengingat tidak adanya jaminan keamanan, penghancuran institusi pers, serta perampasan alat kerja yang paling mendasar.”

    Baca: UNESCO anugerahkan guillermo cano 2024 untuk para jurnalis Palestina yang meliput perang di Gaza

    Mengatakan bahwa pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini, dirinya mengimbau institusi-institusi internasional untuk mengambil tindakan serius guna “meminta pertanggungjawaban para pembunuh.”

    Sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, Israel telah menewaskan 212 jurnalis, melukai 409 jurnalis, dan menangkap 48 jurnalis, seperti dilaporkan kantor media yang dikelola Hamas pada Sabtu tersebut.

    Sumber: Antaranews

  • Blokade Israel Masuki Bulan ke-4, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

    Blokade Israel Masuki Bulan ke-4, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

    7cloud.asia – Blokade Israel yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut, mengakibatkan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk

    Blokade Israel di Gaza secara signifikan membatasi masuknya makanan, air, dan pasokan-pasokan penting ke daerah kantong pesisir tersebut, rumah bagi lebih dari 2 juta warga Palestina.

    Antrean panjang di luar dapur-dapur amal dan pusat-pusat distribusi makanan menjadi pemandangan yang kerap ditemui di seluruh Gaza. Di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, ratusan warga menunggu selama berjam-jam dengan harapan mendapatkan satu porsi makanan.

    “Situasinya sangat sulit. Tidak ada cukup makanan atau air bersih,” kata Umm Rami, seorang ibu dari empat anak, ketika sedang menunggu di luar sebuah pusat distribusi.

    Dapur-dapur amal, yang kerap menjadi satu-satunya sumber makanan bagi para pengungsi, saat ini mengalami kesulitan untuk dapat terus beroperasi di tengah menipisnya pasokan.

    Sebagian besar makanan yang tersedia bersumber dari bantuan kemanusiaan atau sumbangan lokal yang terbatas, yang keduanya menurun drastis akibat penutupan perbatasan yang berkepanjangan.

    Baca: Puluhan anak di Gaza meninggal karena kurang gizi

    “Jika perbatasan terus ditutup, kemungkinan kami terpaksa berhenti beroperasi dalam beberapa hari ke depan,” kata Abdullah Skaik, pengawas sebuah dapur amal di permukiman al-Amal di Khan Younis, kepada Xinhua.

    “Sebelumnya, kami bisa mendapatkan beras, kacang lentil, dan tepung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang, kami mengandalkan stok sisa yang sudah hampir habis.”

    Israel menghentikan masuknya barang dan pasokan ke Gaza sejak 2 Maret setelah berakhirnya perjanjian gencatan senjata tahap pertama dengan Hamas yang mulai diberlakukan pada Januari.

    Perjanjian gencatan senjata tahap kedua belum dapat terlaksana karena ketiadaan konsensus antara Israel dan Hamas.

    Skaik menggambarkan tekanan emosional yang dialami para sukarelawan dan keluarga pengungsi yang mereka bantu.

    “Kami menyaksikan malanutrisi menyebar di depan mata kami. Jika tidak ada perubahan, yang terjadi bukan hanya kekurangan makanan, tetapi kelaparan akut,” paparnya.

    Baca: Harga kebutuhan pokok di Gaza melonjak hingga 500 persen

    PBB telah memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang akan terjadi di Gaza. PBB melaporkan bahwa tanda-tanda kelaparan akut semakin meningkat, khususnya di kalangan anak-anak.

    Meskipun ada upaya-upaya berkelanjutan oleh institusi lokal dan lembaga bantuan internasional, para pekerja bantuan kemanusiaan mengatakan bahwa sumber daya saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat besar dan terus bertambah.

    Hamas menuduh Israel memanfaatkan “kelaparan sebagai senjata perang sistematis,” dan menegaskan bahwa lebih dari 1 juta anak di Gaza menderita kelaparan setiap harinya.

    Kepresidenan Palestina juga mengutuk blokade dan operasi militer Israel yang sedang berlangsung, serta mendesak masyarakat internasional untuk bertindak.

    Dalam pernyataan yang dikeluarkan melalui kantor berita resmi Palestina, WAFA, kepresidenan Palestina menyerukan intervensi mendesak untuk menghentikan apa yang digambarkannya sebagai pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Palestina.

    Sumber:Antaranews.com/Xinhua

  • Spanyol Akan Ajukan Resolusi Baru untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza

    Spanyol Akan Ajukan Resolusi Baru untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza

    7cloud.asia – Pemerintah Spanyol pada Rabu (7/5/2025) menyatakan akan mengusulkan resolusi soal pentingnya upaya konkret menghentikan pembunuhan rakyat sipil dan jaminan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza kepada Majelis Umum PBB.

    Dalam pernyataannya di Parlemen Spanyol, Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan bahwa komunitas internasional tak boleh pasif di tengah memburuknya kekerasan dan krisis kemanusiaan di Palestina, khususnya di Gaza.

    “Pemerintah telah memutuskan untuk mengajukan sebuah rancangan resolusi kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani apa yang terjadi di Gaza,” kata Sanchez.

    Baca: Blokade Israel terhadap Gaza memasuki bulan ke-4

    Menurut Sanchez, pemerintahannya berupaya mendorong tindakan mendesak untuk menghentikan pembunuhan warga sipil yang tak bersalah dan memastikan adanya bantuan kemanusiaan melalui forum multilateral.

    “Saya yakin bahwa komunitas internasional tak boleh terdiam terhadap apa yang terjadi di Palestina. Kami pun, setidaknya, tidak akan tinggal diam,” ucap dia.

    Meski demikian, dia tidak menjabarkan rincian dan waktu resolusi tersebut akan diajukan kepada PBB.

    Baca: Puluhan anak di Gaza meninggal karena kurang gizi

    Sejak 2 Maret, Israel terus menutup semua titik perbatasan Gaza untuk bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah kantong tersebut.

    Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 juga telah menewaskan lebih dari 52.600 warga Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, di wilayah itu.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • 16.000 Lebih Anak Tewas di Jalur Gaza Sejak Agresi Israel

    16.000 Lebih Anak Tewas di Jalur Gaza Sejak Agresi Israel

    7cloud.asia – Lebih dari 16.000 anak tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya serangan militer Israel pada 7 Oktober 2023, yang berarti satu anak tewas setiap 40 menit, demikian dilaporkan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Senin (5/5/2025).

    Marwan al-Hams, direktur rumah sakit lapangan dari otoritas kesehatan Gaza, mengatakan korban tewas meliputi 16.278 anak, termasuk 908 bayi dan 311 bayi baru lahir yang meninggal pascakelahiran.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Al-Hams dalam konferensi pers di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan.

    Ia menyoroti bahwa situasi kemanusiaan memburuk secara signifikan sejak Israel menutup perlintasan pada awal Maret lalu, menghambat layanan kesehatan penting.

    Baca: Puluhan anak di Jalur Gaza meninggal karena kurang gizi

    Hal ini menyebabkan ribuan anak dan ibu hamil tidak dapat mengakses perawatan medis, yang semakin memperburuk krisis.

    Ia juga menyebutkan bahwa ribuan anak tinggal di pusat-pusat pengungsian tanpa kebutuhan dasar, sementara ibu hamil menghadapi tantangan signifikan ketika ingin menjangkau rumah sakit.

    Sejumlah besar anak terpaksa hanya makan satu kali dalam sehari dengan menu yang tidak lengkap, dengan akses terbatas ke air minum bersih dan nutrisi yang layak, akibat tindakan Israel yang menyasar infrastruktur dan menutup akses bantuan, katanya.

    Baca: Israel blokir bantuan, kondisi anak-anak di Gaza memprihatinkan

    Israel menghentikan penyaluran barang dan pasokan ke Gaza pada 2 Maret, menyusul berakhirnya tahap pertama kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada Januari.

    Tahap kedua dari kesepakatan itu belum terwujud karena kedua belah pihak belum mencapai titik temu.

    Sementara itu, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, melaporkan sedikitnya 54 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel pada Senin, yang menyasar rumah, kendaraan, dan tempat berkumpulnya warga Palestina di berbagai wilayah di Gaza.

    Baca: Israel blokir vaksin polio, lebih dari 600 ribu anak terdampak

    Lebih dari 52.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, termasuk sekitar 2.500 orang yang tewas sejak Israel melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret lalu, yang menandai berakhirnya gencatan senjata selama dua bulan.

    Ia juga menyebutkan bahwa ribuan anak tinggal di pusat-pusat pengungsian tanpa kebutuhan dasar, sementara ibu hamil menghadapi tantangan signifikan ketika ingin menjangkau rumah sakit.

    Lebih dari 52.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, termasuk sekitar 2.500 orang yang tewas sejak Israel melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret lalu, yang menandai berakhirnya gencatan senjata selama dua bulan.

    sumber: Antaranews

  • Krisis Air di Jalur Gaza, Warga Hampir Mati Kehausan

    Krisis Air di Jalur Gaza, Warga Hampir Mati Kehausan

    7cloud.asia – Otoritas Sumber Daya Air Palestina (Palestinian Water Authority/PWA) pada Sabtu (10/5) memperingatkan bahwa saat ini Jalur Gaza menghadapi krisis air dan “hampir mati kehausan” akibat layanan penyediaan air minum dan sanitasi yang nyaris sepenuhnya lumpuh di tengah konflik dengan Israel.

    Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang mengungkapkan bahwa operasi militer Israel, kerusakan infrastruktur yang meluas, pemadaman listrik, dan pembatasan suplai bahan bakar serta pasokan esensial lainnya hampir membuat layanan penyediaan air terhenti sepenuhnya.

    PWA melaporkan bahwa 85 persen fasilitas air dan sanitasi di daerah kantong tersebut rusak parah, sehingga warga hanya memiliki rata-rata tiga hingga lima liter air per orang setiap hari, jauh di bawah standar darurat minimum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 15 liter.

    Baca: Israel blokir bantuan, kondisi anak-anak memburuk

    Pernyataan tersebut juga memperingatkan soal meningkatnya risiko kesehatan masyarakat, merujuk pada pembuangan air limbah yang belum diolah dengan ke daerah permukiman serta penggunaan air asin yang tidak layak konsumsi oleh warga.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (9/5), kantor tersebut mengungkapkan bahwa Israel menutup semua jalur perlintasan Gaza selama 70 hari berturut-turut.

    Selain itu, Israel juga memblokir akses masuk bagi sekitar 39.000 truk bantuan yang membawa bahan bakar, makanan, dan pasokan medis terlepas dari apa yang disebutnya sebagai krisis kesehatan dan kemanusiaan yang semakin memburuk.

    PWA menuding Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan menyerukan penghentian operasi militer sesegera mungkin, penghentian atas apa yang disebutnya sebagai “praktik pendudukan sistematis”, pencabutan blokade, dan perlindungan terhadap para pekerja di sektor air.

    Baca: Puluhan anak di Gaza meninggal akibat kurang gizi

    Secara terpisah, kantor media pemerintah yang dikelola Hamas di Gaza menuduh Israel melakukan “kejahatan terorganisasi” terhadap lebih dari dua juta warga sipil di daerah kantong tersebut dengan memberlakukan blokade menyeluruh dan membatasi masuknya pasokan bantuan kemanusiaan.

    Israel menutup akses ke Gaza pada 2 Maret, menyusul berakhirnya tahap pertama dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan Hamas pada Januari lalu.

    Sampai saat ini, tahap kedua gencatan senjata belum terlaksana akibat belum tercapainya kesepakatan di antara kedua pihak.

    Sumber: Antaranews

  • Hamas Siap Rundingkan Gencatan Senjata, Israel Justru Intensifkan Serangan ke Gaza

    Hamas Siap Rundingkan Gencatan Senjata, Israel Justru Intensifkan Serangan ke Gaza

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina Hamas pada Senin (12/5/2025) mengatakan pihaknya siap untuk segera terlibat dalam perundingan guna mencapai gencatan senjata yang permanen di Jalur Gaza.

    Sayap bersenjata kelompok tersebut, Brigade Qassam, pada Senin malam membebaskan sandera keturunan Israel-Amerika Serikat bernama Edan Alexander setelah berunding dengan pemerintahan Donald Trump.

    “Hamas siap untuk segera memulai negosiasi guna mencapai kesepakatan komprehensif untuk gencatan senjata yang berkelanjutan, penarikan pasukan pendudukan, pengakhiran pengepungan, pertukaran tahanan, dan pembangunan kembali Jalur Gaza,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

    Alexander adalah sandera AS terakhir yang diketahui masih hidup yang ditahan di Gaza.

    Militer Israel melanjutkan serangan mereka di Jalur Gaza pada Senin (12/5/2025) malam setelah jeda sementara sehingga Hamas bisa membebaskan tentara berkewarganegaraan AS-Israel Edan Alexander.

    Serangan itu menargetkan wilayah Al-Daraj yang kemudian mengenai Sekolah Al-Ramlah, yang dijadikan tempat pengungsian, menurut reporter Anadolu, mengutip sumber para petugas medis.

    Dalam serangan berbeda di wilayah yang sama, beberapa warga Palestina terluka setelah serangan artileri Israel menghantam sebuah gedung apartemen.

    Dilaporkan seorang wanita tewas dalam serangan itu, dan menyebabkan luka parah pada seorang anak.

    Serangan bertubi-tubi tersebut kemudian meluas ke pinggiran timur Khan Younis di selatan dan bagian utara provinsi Rafah.

    Eskalasi tersebut terjadi setelah Israel mendapat konfirmasi pihaknya telah mendapatkan Alexander, warga negara ganda Israel-AS, dari Komite Palang Merah Internasional di Gaza.

    Dilaporkan Channel 14 pada Senin pagi, mengutip pejabat senior militer Israel yang mengatakan bahwa Israel akan melanjutkan genosida di Gaza segera setelah Alexander memasuki wilayah Israel.

    “Saat Edan Alexander berada di tanah Israel, kami akan melanjutkan serangan dan melanjutkan rencana operasional kecuali jika pimpinan politik memutuskan sebaliknya,” kata pejabat tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu