Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Jakarta sepanjang hari Jumat (10/01/2025).

    Dilansir di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah Jakarta pada pagi hari.

    Selanjutnya pada siang hari, kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi hampir di seluruh wilayah Jakarta. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan berawan.

    Malam harinya, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

    Baca: BMKG sebut intensitas hujan tinggi hingga awal Januari 2025

    Sementara di wilayah lainnya di Indonesia, mayoritas wilayah berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga cuaca ekstrem.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara dan Maluku.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang mengguyur wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua.

    Baca: BMKG prediksi puncak musim hujan di Jawa Timur hingga Februari 2025

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.  

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Beberapa Wilayah Hingga Februari 2025

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Beberapa Wilayah Hingga Februari 2025

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia akan berlangsung hingga puncak musim hujan, Februari 2025.

    Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Ida Pramuwardhani menjelaskan cuaca ekstrem biasanya terjadi pada sore, malam hingga dini hari seperti yang terjadi di wilayah Jakarta.

    Wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga Februari adalah sebagian besar wilayah Jawa, sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.  

    Baca: Cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga Januari 2025

    Selanjutnya Ida menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Adanya bibit siklon 97S yang terbentuk sejak beberapa hari yang lalu di sekitar wilayah Nusa Tenggara.

    Selain itu peningkatan aktivitas monsun dan seruakan dingin Asia yang turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

    Kondisi ini semakin diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin yang diprakirakan tetap aktif dalam sepekan ke depan, khususnya di wilayah Sumatra, Jawa, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, Ida mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    “Jadi paling tidak hingga bulan Februari kita perlu waspada dengan hujan dengan intensitas yang tinggi, durasi yang cukup lama, daerah cakupan yang luas dan frekuensi yang sering,” katanya.

    Masyarakat dapat mengantisipasi bencana dengan membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, menebang pohon yang berpotensi tumbang, pindah sementara jika wilayahnya berpotensi terjadi longsor.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota Besar Termasuk Surabaya

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota Besar Termasuk Surabaya

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai kilat atau petir berpotensi melanda Kota Surabaya dan sejumlah kota di Indonesia pada Rabu (15/01/2025).

    Dirilis di akun Youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain melanda Kota Surabaya, hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Surabaya, Palangkaraya, Manado, Ternate dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Padang, Semarang, Samarinda, Gorontalo, Palu, Mamuju, Ambon dan Nabire.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Bengkulu, Lampung, Serang, Jakarta, Bandung Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di Kota Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Makassar, Kendari, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.  

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa kecuali Banten dan DKI Jakarta, sebagian besar wilayah Kalimantan.

    Potensi cuaca ekstrem juga terjadi di sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat dan Papua.

    Dalam penjelasannya, BMKG memantau indeks monsun asia menunjukkan nilai yang lebih kuat daripada normalnya.

    Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Lampung memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di beberapa wilayah.

    Baca: Intensitas hujan tingga hingga Januari 2025

    Bibit ini juga memberikan dampak berupa gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan yang mengakibatkan terjadinya banjir rob di pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Lampung.

    Selanjutnya pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan tengah, pesisir Maluku, pesisir Maluku Utara juga berpotensi terjadi banjir rob.

    Tak hanya gelombang tinggi, kondisi atmosfer bumi juga mempengaruhi kecepatan angin diatas 25 knot yang berpotensi terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Filipina dan Samudera Pasifik Timur Filipina.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Bali dan Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi melanda Bali dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia pada Minggu (19/01/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Mteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selain wilayah Bali, cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah sebagian wilayah Sumatera.

    Cuaca ekstrem berpeluang pula melanda sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian wilayah Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Baca: BMKG ingatkan cuaca ekstrem hingga Februari 2025

    Selain cuaca ekstrem, hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Palangkaraya, Mamuju, Manado dan Ternate.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Palu, Gorontalo, Nabire dan Merauke.

    Sementara hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Bandung, Semarang, Denpasar, Mataram, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi pagi hari di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jakarta dan sejumlah wilayah

    Siang harinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda wilayah Jakarta Timur. Wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Kemudian malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat waspada adanya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Sulawesi Barat pada Jumat (24/01/2025).

    Dalam laman resminya, peringatan dini tersebut berlaku untuk Kabupaten Pasangkayu yang meliputi kecamatan Bambalamotu, Bambaira dan Sarjo.

    BMKG memperkirakan kondisi cuaca seperti ini dapat meluas ke wilayah Kabupaten Pasangkayu yang meliputi kecamatan Pasangkayu dan Pedongga.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jawa Tengah, belasan warga meninggal

    Selain itu, BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa, sebagian besar wilayah Kalimantan.

    Cuaca ekstrem berpotensi pula melanda sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua.

    Kemudian untuk wilayah lainnya, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpeluang terjadi. Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Bandar Lampung yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Baca: Jakarta dan beberapa wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem hingga Februari 2025

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Serang, Yogyakarta, Kupang, Mataram, Pontianak, Samarinda, Palu, Kendari, Ambon, Ternate, Manokwari dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Palembang, Bandung, Semarang, Denpasar, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Sorong, Nabire dan Jayapura.

    Sementara Kota Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Surabaya, Banjarmasin, Palangkaraya, Tanjung Selor, Manado, Merauke berpotensi terjadi hujan disertai petir.

    Baca: Sukabumi dilanda banjir dan longsor, terparah dalam 10 tahun terakhir

    Untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada pagi hari di seluruh wilayah. Kondisi cuaca seperti ini masih berlanjut hingga sore hari di seluruh wilayah, kecuali Kepulauan Seribu yang diperkirakan berawan tebal.

    Malam harinya wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan berawan tebal.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanag longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.  

  • Liburan Panjang, Waspada Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah Termasuk Jawa

    Liburan Panjang, Waspada Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah Termasuk Jawa

    7cloud.asia – Kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Jawa pada Minggu (26/01/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain wilayah Jawa, cuaca ekstrem berpotensi pula melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Kalimantan.

    Selain itu, cuaca ekstrem berpotensi pula melanda sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara dan Papua.

    Baca: Pulau Jawa Waspada Bencana hingga April 2025

    Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini pada BMKG, Ida Pramuwardhani mengatakan cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah tersebut hingga puncak musim hujan, yaitu Februari 2025.

    Lebih lanjut Ida mengungkapkan cuaca ekstrem biasanya terjadi pada sore, malam hingga dini hari seperti yang terjadi di wilayah Jakarta.

    Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Adanya bibit siklon 97S yang terbentuk sejak beberapa hari yang lalu di sekitar wilayah Nusa Tenggara.

    Selain itu peningkatan aktivitas monsun dan seruakan dingin Asia yang turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

    Selain cuaca ekstrem, sebagian besar kota di Indonesia berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir. Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang berpotensi terjadi hujan ringan.

    Baca: Cuaca ekstrem di Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Kondisi cuaca yang sama berpeluang pula terjadi di Kota Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Surabaya, Mataram, Samarinda, Manado, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Mamuju dan Nabire. Sedangkan Kota Gorontalo berpotensi terjadi hujan lebat.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir di Kota Jambi, Bandar Lampung, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Palu, Ternate dan Merauke.

     

  • Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Landa Jawa Tengah, Waspada Bencana

    Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Landa Jawa Tengah, Waspada Bencana

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Tengah. Masyarakat diimbau waspada potensi bencana hidrometeorologi.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, menjelaskan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana ini berlangsung hingga Februari 2025.

    Sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami puncak musim hujan hingga Februari. Namun, puncak musim hujan ini tidak serempak, terjadi bertahap mulai November, Desember, Januari, hingga Februari.

    “Hal ini membuat potensi bencana, seperti yang terjadi di Pekalongan, masih bisa terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipasi terus kami tingkatkan,” jelas Dwikorita dalam rilis BMKG.

    Baca: Cuaca ekstrem berpotensi landa Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Dalam rapat yang dihadiri oleh Pejabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana tersebut, Dwikorita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah bekerjasama dalam menghadapi potensi bencana.

    Apalagi saat ini wilayah Jawa Tengah berada pada puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2025.

    Dalam pemaparannya Dwikorita menerangkan kondisi cuaca ekstrem seperti ini terjadi dipengaruhi oleh kombinasi aktif beberapa fenomena atmosfer global, seperti La Nina lemah, Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuatorial Kelvin dan Rossby.

    Kondisi ini diperkuat oleh fenomena astronomis, seperti fase bulan baru, yang menciptakan potensi peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.

    Selain itu, kelembaban udara yang sangat basah serta aktivitas konvektif lokal turut memicu pembentukan awan hujan yang menjulang tinggi.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jawa Tengah, belasan warga meninggal

    Semua faktor ini menjadi pemicu utama peningkatan risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, banjir rob, dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

    Selanjutnya Dwikorita menerangkan ketika berada di puncak musim hujan, maka curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan terjadi di berbagai wilayah, terutama di kawasan rawan bencana seperti Pekalongan, Batang, dan Boyolali.

    Di wilayah ini ancaman tanah longsor dan banjir bandang menjadi perhatian utama. Dwikorita mencontohkan Kabupaten Boyolali yang berada dalam kondisi kritis.

    Sebab, lanjut dia, dengan adanya jalur sungai di lereng Gunung Merbabu maka akan  sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

    Baca: Banjir dan longsor kerap melanda Jawa Tengah, ini dia penyebabnya

    Sebelumnya, Dwikorita bersama tim BMKG telah mengunjungi wilayah ini untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan memberikan arahan mengenai langkah mitigasi bencana.

    Selain ancaman hujan ekstrem, BMKG juga mengidentifikasi potensi banjir rob yang dapat melanda kawasan pesisir utara dan selatan Jawa Tengah.

    Pada kesempatan itu, Dwikorita mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tanda-tanda awal bencana, seperti retakan tanah, rembesan air dari lereng, atau pohon yang tiba-tiba miring.

    Jika tanda-tanda ini terdeteksi, masyarakat diimbau segera meninggalkan lokasi rawan dan melapor kepada pihak berwenang.

    Di sisi lain, masyarakat yang berada di pesisir diminta untuk menghindari aktivitas di dekat pantai saat terjadi pasang tinggi atau gelombang besar.

    Baca: Korban longsor di Pekalongan capai 17 orang

    “Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan masyarakat. Informasi yang kami sampaikan bukan hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi bencana,” urainya.

    Sementara itu, pejabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengambil langkah-langkah antisipasi.

    Diantaranya melakukan pemetaan jalur evakuasi, memastikan kesiapan drainase di kawasan rawan longsor, dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat desa.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada Minggu (02/02/2025).

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua dan Papua Pegunungan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

    Selain itu, kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Bali.

    Wilayah Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara juga berpeluang terjadi hujan berintensitas ringan.

    Sementara wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca berawan tebal di seluruh wilayah dari pagi hingga malam hari.

  • BMKG Ingatkan Potensi Terjadinya Hujan Ekstrem di Jawa Barat Hingga 7 Februari 2025

    BMKG Ingatkan Potensi Terjadinya Hujan Ekstrem di Jawa Barat Hingga 7 Februari 2025

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas hujan, hingga terjadinya hujan ekstrem di Jawa Barat, dalam periode 2-7 Februari 2025.

    Dalam pernyataannya dalam konferensi pers digital, Sabtu (1/2/2025) Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, hal ini dipicu oleh adanya bibit siklon tropis yang baru saja muncul di perairan Samudera Hindia

    “Yang kemungkinan dapat membahayakan pelayaran atau publik baik secara langsung, ataupun tidak langsung,” kata Kepala BMKG Dwikorita.

    Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat masih dalam puncak musim hujan hingga akhir Februari atau Maret mendatang.

    BMKG memantau, kondisi cuaca di Jawa Barat masih dipengaruhi angin muson dari Asia yang semakin menguat dan disertai dengan La Nina lemah yang diprediksi berlangsung hingga bulan Maret-April.

    Hal ini karena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergerak ke arah Indonesia bagian tengah dan pengaruh seruakan udara dingin dari dataran tinggi di Asia atau dataran tinggi Siberia sejak beberapa hari lalu.

    Baca: Pemkot Jakarta Selatan keruk Kali Baru Barat untuk mitigasi banjir

    “Selain juga masih ada kondisi liabilitas atmosfer secara lokal di beberapa wilayah Indonesia, dan pengaruh gelombang equator yang akan masih sama dalam sepekan ini nah yang berbeda adalah munculnya bibit siklon tropis di tiga titik,” katanya.

    BMKG juga memantau munculnya sejumlah bibit siklon seperti 90S di Selatan NTT-NTB, 96P di Teluk Karpentaria Papua, dan yang paling dekat Jabar adalah 99S di Selatan Banten.

    “Ini kalau saya sebutkan adalah ‘pemain baru’ selain kondisi yang kita alami beberapa hari terakhir,” ucapnya.

    Atas adanya bibit siklon tropis ini, BMKG mengingatkan potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat berkembang menjadi sangat lebat dan ekstrem di sejumlah daerah.

    Daerah yang berpotensi mengalami hujan ekstrem antara lain Papua, NTT, NTB, Bali, Jatim, Jateng, DIY, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, sampai Jawa Barat dan Jambi.

    “Nah, selain peningkatan curah hujan yang dapat mencapai sangat lebat dan dimungkinkan menjadi ekstrem, juga perlu diantisipasi angin kencang dan juga gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter hingga 4 meter di perairan Samudera Hindia dari Bengkulu hingga NTT (termasuk Jabar),” ucapnya.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di Jakarta hingga Februari 2025

    Plt Sestama BMKG Guswanto, mengungkapkan dalam aktivitas cuaca yang terjadi, pihaknya juga melihat adanya pertumbuhan awan kumulonimbus dalam periode 2-7 Februari 2025 tersebut.

    Adapun cakupannya meliputi 50-75 persen di Samudera Hindia, Selat Malaka, Aceh, Sumatera Utara, Laut Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Laut Banda, Papua Barat, dan Papua.

    “Dan awan dengan cakupan lebih besar dari 75 persen yang sangat membahayakan jalur penerbangan ada di Samudera Hindia Selatan Jawa, Aceh, Laut Flores, Laut Banda, lalu ada di Samudera Pasifik Utara Papua, dan Laut Arafurura,” tutur dia.

    BMKG mengimbau pemerintah daerah hingga pihak terkait untuk bersiap-siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir banjir bandang hingga tanah longsor.

    Masyarakat juga perlu memitigasi dengan mengenali cuaca dengan baik dan bagaimana mengenali lingkungan tempat tinggal kita. Misal ketika lihat di hulu awan gelap segera menjauh dari bantaran sungai beberapa kilometer. Lalu kalau hujan menjauh dari lereng.

    “Karena dengan mengenali dua hal itu, itu merupakan hampir 75 persen lebih sebagai usaha untuk mitigasi bencana hidrometeorologi basah,” tambah Dwikorita.

  • Kenali Beberapa Tanda Daerah Rawan Longsor Berikut Ini

    Kenali Beberapa Tanda Daerah Rawan Longsor Berikut Ini

    7cloud.asia – Bencana tanah longsor kerap terjadi di sejumlah daerah selama musim hujan. Namun, ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan sebelum longsor terjadi.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selalu mengingatkan masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi termasuk tanah longsor dengan memperhatikan sejumlah tanda.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (01/02/2025) yang diikuti 7cloud.asia menjelaskan ada sejumlah beberapa tanda lereng akan longsor.

    Baca: Jumlah korban longsor di Pekalongan bertambah

    Pertama, tanah terlihat retak-retak atau ambles. Jika menemukan tanda seperti ini, masyarakat diimbau menjauh. Apalagi jika kondisi cuaca sudah mulai hujan.

    Kedua, pohon-pohon diatas lereng terlihat miring atau condong ke arah bawah lereng. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa akar pohon sudah mulai rapuh atau mulai terdorong oleh air.

    Ketiga, muncul air atau rembesan air dan airnya makin lama makin keruh. Iitu segera aja meninggalkan lereng, berarti lereng ini sudah mulai erosi bagian dalamnya,” jelas Dwikorita.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Keempat, kondisi tanah di lereng tiba-tiba menggembung. Adanya dorongan air menyebabkan terjadinya pergerakan di dalam tanah. Jika menemukan kondisi seperti ini, masyarakat waspada bahaya longsor.  

    Kelima, jika masyarakat tinggal dia atas lereng dan tiba-tiba pintu atau jendela sulit dibuka, berarti tanahnya mulai bergerak, rumahnya mulai terseret.

    “Pintu dan jendela itu bentuknya sudah tidak asli, makanya jika jendela atau pintu dibuka itu seret. Itu segera saja tinggalkan saja rumah tersebut. Apalagi kondisi cuaca akan hujan,” terang Dwikorita.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, pemerintah setempat harus melakukan antisipasi salah satunya dengan melakukan pengecekan sistem drainase di sekitar lereng.

    Baca: Tim SAR evakuasi 10 orang korban longsor di Karo, Sumatera Utara

    “Pastikan apakah drainase sekitar lereng dapat berfungsi dengan optimal, tapi harus kondisi cerah dan tidak ada awan gelap,” katanya.

    Selain menjelaskan tanda-tanda tanah longsor, mantan rektor UGM ini juga memaparkan tanda-tanda banjir bandang.

    Menurutnya masyarakat dapat memperhatikan aliran sungai ketika hujan turun.

    “Kalau aliran sungai mulai keruh, berarti itu sdh mulai terjadi banjir. Sudah mulai terjadi erosi diatas jadi segera meninggalkan sungainya. Apalagi air sungainya mulai naik,” tutupnya.