Kenali Beberapa Tanda Daerah Rawan Longsor Berikut Ini

Written by

in

7cloud.asia – Bencana tanah longsor kerap terjadi di sejumlah daerah selama musim hujan. Namun, ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan sebelum longsor terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selalu mengingatkan masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi termasuk tanah longsor dengan memperhatikan sejumlah tanda.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (01/02/2025) yang diikuti 7cloud.asia menjelaskan ada sejumlah beberapa tanda lereng akan longsor.

Baca: Jumlah korban longsor di Pekalongan bertambah

Pertama, tanah terlihat retak-retak atau ambles. Jika menemukan tanda seperti ini, masyarakat diimbau menjauh. Apalagi jika kondisi cuaca sudah mulai hujan.

Kedua, pohon-pohon diatas lereng terlihat miring atau condong ke arah bawah lereng. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa akar pohon sudah mulai rapuh atau mulai terdorong oleh air.

Ketiga, muncul air atau rembesan air dan airnya makin lama makin keruh. Iitu segera aja meninggalkan lereng, berarti lereng ini sudah mulai erosi bagian dalamnya,” jelas Dwikorita.

Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

Keempat, kondisi tanah di lereng tiba-tiba menggembung. Adanya dorongan air menyebabkan terjadinya pergerakan di dalam tanah. Jika menemukan kondisi seperti ini, masyarakat waspada bahaya longsor.  

Kelima, jika masyarakat tinggal dia atas lereng dan tiba-tiba pintu atau jendela sulit dibuka, berarti tanahnya mulai bergerak, rumahnya mulai terseret.

“Pintu dan jendela itu bentuknya sudah tidak asli, makanya jika jendela atau pintu dibuka itu seret. Itu segera saja tinggalkan saja rumah tersebut. Apalagi kondisi cuaca akan hujan,” terang Dwikorita.

Karena itu, lanjut Dwikorita, pemerintah setempat harus melakukan antisipasi salah satunya dengan melakukan pengecekan sistem drainase di sekitar lereng.

Baca: Tim SAR evakuasi 10 orang korban longsor di Karo, Sumatera Utara

“Pastikan apakah drainase sekitar lereng dapat berfungsi dengan optimal, tapi harus kondisi cerah dan tidak ada awan gelap,” katanya.

Selain menjelaskan tanda-tanda tanah longsor, mantan rektor UGM ini juga memaparkan tanda-tanda banjir bandang.

Menurutnya masyarakat dapat memperhatikan aliran sungai ketika hujan turun.

“Kalau aliran sungai mulai keruh, berarti itu sdh mulai terjadi banjir. Sudah mulai terjadi erosi diatas jadi segera meninggalkan sungainya. Apalagi air sungainya mulai naik,” tutupnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *