Tag: bmkg

  • Indonesia Sedang Berada di Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    Indonesia Sedang Berada di Puncak Musim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan tahun 2024/2025 akan berlangsung hingga akhir Maret 2025.

    “Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti yang dilansir Antaranews.

    Sementara puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Januari hingga Februari, sehingga saat ini masih menghadapi puncak musim hujan.

    Baca: Pulau Jawa Waspada Bencana hingga April 2025

    Dia mengimbau, di puncak musim hujan seperti sekarang, masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang masih berulang dan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

    “Hanya tempatnya itu bergeser-geser, misalnya dari Sumatera, dari Jakarta, lalu ke Jawa Tengah, ke Jawa Timur, lalu nanti ke Sulawesi, nanti balik lagi ke Jakarta, jadi akan berpindah-pindah tempatnya,” ungkapnya.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, masyarakat dapat terus memonitor perkembangan cuaca informasi di situs resmi BMKG, mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah-ubah.

    Baca: Hujan ekstrem di Jawa Barat diperkirakan hingga 7 Februari 2025

    “Jadi masih tetap harus waspada siaga dengan cara terus memonitor perkembangan informasi BMKG, ini karena dinamika cuaca yang sangat cepat berubah, jadi mohon dimonitor agar bisa beradaptasi dalam menyusun rencana kegiatan sehari-hari,” katanya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, BMKG memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan, hingga terjadinya hujan ekstrem di Jawa Barat, dalam periode 2 hingga 7 Februari 2025.

    “Hal ini, berkaitan dengan adanya bibit siklon tropis yang baru saja muncul di perairan Samudera Hindia, yang kemungkinan dapat membahayakan pelayaran atau publik baik secara langsung, ataupun tidak langsung,” ungkapnya.

    Baca: Puncak musim hujan di Jatim Februari 2025, ini mitigasi yang perlu dilakukan

    Mantan rektor UGM tersebut menjelaskan saat ini sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Jabar masih dalam puncak musim hujan hingga akhir Februari atau Maret mendatang.

    Kondisi cuaca seperti ini terjadi akibat pengaruh angin muson dari Asia yang semakin menguat dan disertai dengan La Nina lemah yang diprediksi berlangsung hingga bulan Maret-April.

    Selain itu, masih ada pula pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang semakin bergerak ke arah Indonesia bagian tengah dan pengaruh seruakan udara dingin dari dataran tinggi di Asia atau dataran tinggi Siberia.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sedang Hingga Lebat Mengguyur Wilayah Indonesia Hingga 3 Hari ke Depan

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Sedang Hingga Lebat Mengguyur Wilayah Indonesia Hingga 3 Hari ke Depan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Indonesia pada Jumat (07/02/2025) hingga tiga hari kedepan.

    Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto kondisi ini dipicu adanya siklon tropis Tahlia. Kemudian dalam 24 jam terakhir muncul bibit siklon tropis 92W yang berada di Samudera Pasifik Barat sebelah utara Papua Barat.

    Berdasarkan analisis tim meteorologi BMKG terbaru, siklon tropis Taliah masih terdeteksi berada di Samudera Hindia selatan atau sekitar 92 kilometer di barat daya Cilacap, Jawa Tengah.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan siklon tropis Tahlia diperkirakan tetap aktif dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan ke arah barat semakin menjauhi wilayah Indonesia.

    Namun masih berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang yang disertai dengan angin kencang di pesisir selatan Banten-Jawa Timur.

    Selain itu, bibit siklon baru yakni 92W di Samudera Pasifik barat diprediksi masih konsisten dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Papua barat daya, Papua Barat, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

    Sementara hujan disertai petir Kota Surabaya, Denpasar, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Palangkaraya, Mamuju dan Merauke.

    Baca: Musim kapan? Ini kata BMKG

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Meski demikian, BMKG memperkirakan sejumlah kota masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan di Kota Medan, Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang pula terjadi di Kota Mataram, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura,

    Kondisi atmosfer juga mempengaruhi ketinggian gelombang hingga mencapai 2,5 meter di Laut Maluku, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua barat daya – Papua.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Dengan kondisi cuaca seperti ini,  BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan lain-lain.

    “Saat hujan deras terjadi maka masyarakat di sekitar aliran sungai ataupun perbukitan juga waspadai longsor dan banjir. Penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah dan rembesan air- pastikan drainase berfungsi dengan baik,” jelas Guswanto.

    Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan dan operator transportasi laut agar memperhatikan peringatan dini cuaca ekstrem dalam 2-3 hari ke depan.

    .

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jawa dan Sejumlah Wilayah Lain

    Cuaca Hari Ini: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jawa dan Sejumlah Wilayah Lain

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk wilayah Jawa.

    Melalui akun youtube resminya, selain wilayah Jawa, cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Sementara kota-kota lainnya, BMKG memperkirakan potensi hujan disertai petir yang akan melanda Kota Bandar Lampung, Kupang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju dan Manado.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Kendari.

    Hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Mataram, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Selain hujan, BMKG juga memperkirakan banjir rob masih berpotensi terjadi di pesisir Bangka Belitung, pesisir Banten, pesisir Jakarta Utara, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Timur dan pesisir Kalimantan Selatan.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta Sepanjang Hari

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta Sepanjang Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya menyebut hujan berpotensi mengguyur Jakarta pada Sabtu (15/2/2025) siang hingga malam hari.

    Dalam prakiraan cuaca itu disebutkan, hujan akan turun sepanjang hari di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, sejak pukul 07.00 hingga 22.00 waktu Indonesia bagian barat (WIB).

    Intensitas curah hujan di Jakarta Barat mulai dari ringan hingga hujan berpetir.

    Sedangkan hujan yang mengguyur Jakarta Selatan diperkirakan hujan ringan hingga sedang. Suhu rata-rata di dua wilayah ini sekitar 24-28 derajat Celcius.

    Baca: Januari 2025 tercatat sebagai bulan Januari terpanas

    Sementara di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara, hujan baru akan turun pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB.

    Intensitas hujan di Jakarta Pusat diprakirakan ringan, sementara Jakarta Timur diguyur hujan ringan hingga sedang dan Jakarta Utara ringan hingga berpetir.

    Rata-rata suhu di tiga wilayah ini sekitar 24 hingga 28 derajat Celcius.

    Sementara untuk wilayah Kepulauan Seribu, diperkirakan hujan turun sejak pagi pukul 07.00 WIB dengan intensitas ringan hingga pukul 10.00 WIB.

    Baca: Pemanasan suhu bumi cetak rekor pada 2024

    Hujan akan mulai mereda pukul 13.00 WIB dan diselimuti awan tebal hingga sore hari pukul 16.00 WIB.

    Hujan akan kembali turun di wilayah Kepulauan Seribu pada malam hari pukul 19.00 WIB dengan intensitas hujan petir.

    Kondisi cuaca berawan tebal akan kembali terjadi pada pukul 22.00 WIB. Rata-rata suhu di wilayah ini sekitar 26-28 derajat Celcius.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Dapat Memiicu Bencana di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Dapat Memiicu Bencana di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi pada Rabu (19/02/2025).

    Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, menyebutkan sebanyak 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara perlu mewaspadai potensi bencana tersebut.

    “Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga sepekan ke depan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama seperti yang dilansir Antaranews. .

    Wilayah tersebut adalah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

    Baca: Sampai kapan musim hujan? Ini kata BMKG

    Selain itu  Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud juga berpotensi terjadinya bencana.

    “Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Utara agar tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” jelasnya.

    Dhira menjelaskan hasil analisa kondisi dinamika atmosfer, nilai anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan anomali negatif dan spasial gelombang Low Frequency dan Kelvin yang bergerak melintasi wilayah Sulawesi Utara turut memperkuat peningkatan aktivitas konvektif.

    Faktor penunjang lain, menurut dia, yaitu potensi terbentuknya pola belokan angin (shearline) dan pertemuan massa udara (konvergensi), kondisi lokal akibat labilitas atmosfer dalam kondisi labil dan kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan atas mendukung pertumbuhan awan-awan hujan semakin intens.

    Baca: Waspada bencana di Pulau Jawa alam hingga April 2025

    Kombinasi dari fenomena-fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat dalam durasi yang lama disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah-wilayah tersebut.

    Kondisi cuaca yang sama berpotensi pula terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau Padang Pariaman mengeluarkan peringatan dini hingga dua hari mendatang.

    BMKG memprediksi masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari pada sejumlah wilayah di Sumbar.

    Wilayah tersebut diantaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Baca: Cuaca ekstrem di Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Selain itu, wilayah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan, Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Padang juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    BMKG Stasiun Minangkabau Padang Pariaman juga mengingatkan cuaca ekstrem itu dapat meluas ke beberapa daerah lain di Sumbar.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengajak masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai potensi bencana, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor.

    “Kami mengingatkan warga Kota Padang untuk selalu berhati-hati, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Jika terjadi hujan lebat dalam waktu lama, segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman,” jelas Hendri.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah

    Sementara untuk wilayah Jakarta, hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah pada pagi hari. Selanjutnya pada siang hari hampir seluruh wilayah di Jakarta akan diguyur hujan ringan.

    Di waktu yang sama wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang berpotensi hujan disertai petir. Sorenya hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Malam harinya, hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Timur. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan tebal.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Bencana di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Bencana di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi pada Rabu (19/02/2025).

    Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, menyebutkan sebanyak 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara perlu mewaspadai potensi bencana tersebut.

    “Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga sepekan ke depan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama seperti yang dilansir Antaranews. .

    Wilayah tersebut adalah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah

    Selain itu  Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud juga berpotensi terjadinya bencana.

    “Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Utara agar tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” jelasnya.

    Dhira menjelaskan hasil analisa kondisi dinamika atmosfer, nilai anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan anomali negatif dan spasial gelombang Low Frequency dan Kelvin yang bergerak melintasi wilayah Sulawesi Utara turut memperkuat peningkatan aktivitas konvektif.

    Faktor penunjang lain, menurut dia, yaitu potensi terbentuknya pola belokan angin (shearline) dan pertemuan massa udara (konvergensi), kondisi lokal akibat labilitas atmosfer dalam kondisi labil dan kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan atas mendukung pertumbuhan awan-awan hujan semakin intens.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Kombinasi dari fenomena-fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat dalam durasi yang lama disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah-wilayah tersebut.

    Kondisi cuaca yang sama berpotensi pula terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau Padang Pariaman mengeluarkan peringatan dini hingga dua hari mendatang.

    BMKG memprediksi masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari pada sejumlah wilayah di Sumbar.

    Wilayah tersebut diantaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Baca: Banjir di Kalimantan Barat meluas, 2 anak meninggal

    Selain itu, wilayah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan, Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Padang juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    BMKG Stasiun Minangkabau Padang Pariaman juga mengingatkan cuaca ekstrem itu dapat meluas ke beberapa daerah lain di Sumbar.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengajak masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai potensi bencana, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor.

    “Kami mengingatkan warga Kota Padang untuk selalu berhati-hati, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Jika terjadi hujan lebat dalam waktu lama, segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman,” jelas Hendri.

    Baca: Belasan warga meninggal di Jawa Tengah akibat bencana hidrometeorologi

    Sementara untuk wilayah Jakarta, hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah pada pagi hari. Selanjutnya pada siang hari hampir seluruh wilayah di Jakarta akan diguyur hujan ringan.

    Di waktu yang sama wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang berpotensi hujan disertai petir. Sorenya hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Malam harinya, hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Timur. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan tebal.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Seharian

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur seluruh wilayah Jakarta seharian pada Kamis (20/02/2025).

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Barat.

    Selanjutnya siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta selatan dan Jakarta Barat.

    Tak hanya wilayah Jakarta, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir akan terjadi di sejumlah kota di Indonesia.

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Serang, Semarang, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda.

    Kondisi cuaca yang sama juga berpeluang terjadi di Kota Manado, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Padang, Bengkulu, Yogyakarta, Kupang dan Nabire.

    Kemudian hujan disertai petir berpotensi melanda Kota  Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Tanjung Selor, Banjarmasin, Ambon dan Merauke.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung dan Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan disertai petir melanda sejumlah kota di Indonesia termasuk Jakarta pada Jumat (21/02/2025).

    Berdasarkan laman resmi BMKG, hujan disertai petir berpotensi terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Timur. Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

    Hujan disertai petir masih berlanjut hingga sore hari di wilayah Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diperkirakan hujan dengan intensitas ringan dan wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan tebal.

    Malamnya hampir seluruh wilayah Jakarta berawan tebal. Peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Tak hanya Kota Jakarta,  potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih terjadi di beberapa kota di Indonesia.

    Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Jambi, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian Kota Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Kendari, Manado, Ambon, Ternate, Sorong dan Jayapura berpotensi pula terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Kupang, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya.

    Hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Bandung, Bengkulu, Palembang, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Samarinda dan Merauke.

    BMKG mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

     

  • Kurangi Risiko Bencana di Jabodetabek, BMKG Kembali Lakukan Modifikasi Cuaca

    Kurangi Risiko Bencana di Jabodetabek, BMKG Kembali Lakukan Modifikasi Cuaca

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 8 Maret mendatang.

    Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Jabodetabek.

    Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto dalam rilisnya mengatakan bahwa OMC dilakukan dengan menyesuaikan update prediksi cuaca terbaru.

    Selanjutnya Seto menjelaskan pada OMC kali ini, pihaknya berfokus pada pengurangan curah hujan di daerah tangkapan air Sungai Ciliwung dan Cisadane, mulai dari Bogor sebagai hulu hingga Jakarta dan Bekasi sebagai hilir.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir dan longsor di sejumlah wilayah

    “Awan-awan yang berpotensi membawa hujan deras dihujankan lebih awal di atas laut sebelum mencapai daratan. Sementara itu, awan yang berkembang di daratan disemai agar pertumbuhannya terganggu sehingga curah hujannya berkurang,” jelas Seto.

    Berdasarkan pengalaman, lanjut Seto, OMC ini mampu mengurangi curah hujan sebesar 30-60% pada awan hujan yang cukup masif. Dengan demikian, pihaknya berharap risiko banjir di wilayah terdampak dapat ditekan.

    Sementara itu, kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan dalam operasi ini, BMKG tidak hanya menyediakan data cuaca.

    Tetapi juga merancang strategi operasi, menentukan lokasi penyemaian, serta memantau kondisi atmosfer secara real-time untuk memastikan efektivitas intervensi cuaca.

    Baca: Cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga 10 Maret 2025

    BMKG menurunkan tim dengan kekuatan penuh yang bekerja selama 24 jam guna mendukung kelancaran operasi ini.

    “Operasi Modifikasi Cuaca bukan sekadar menyemai garam ke langit, tetapi memerlukan pemodelan atmosfer yang tepat agar intervensi yang dilakukan benar-benar efektif. BMKG memastikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan berbasis pada data meteorologi terbaru dan perhitungan ilmiah yang terukur,” jelas Dwikorita.

    Menurutnya keberhasilan OMC tidak hanya bergantung pada pelaksanaannya di lapangan, tetapi juga pada koordinasi antar-lembaga yang solid dan transparan.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Pada kesempatan itu, BMKG juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    “Dengan koordinasi yang baik antar-lembaga dan kesiapsiagaan masyarakat, dampak dari bencana hidrometeorologi dapat ditekan semaksimal mungkin,” katanya.

    OMC kali ini dikendalikan dari Pos Komando di Lanud Halim Perdanakusuma dan dilakukan oleh BMKG dan BNPB bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara.

     

     

  • Antisipasi Bencana, Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Sekitarnya Diperpanjang Hingga 20 Maret

    Antisipasi Bencana, Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Sekitarnya Diperpanjang Hingga 20 Maret

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 24 jam non-stop di Jakarta dan sekitarnya hingga 20 Maret 2025. Hal ini untuk menanggulangi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

    Hasil analisis BMKG memprediksi curah hujan dasarian II dan III Maret 2025 berada pada kategori tinggi-sangat tinggi di wilayah Jabodetabek bagian Selatan hingga akhir Maret 2025. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi.

    Plt. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan OMC ini berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Khusus Jakarta, TNI AU dan berpusat di Posko Lanud Halim Perdana Kusuma.

    Baca: BMKG kembali lakukan modifikasi cuaca di Jabodetabek

    “OMC ini merupakan langkah BMKG dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Seluruh proses OMC dilakukan berdasarkan analisis data dan pemodelan atmosfer yang tepat agar berjalan dengan efektif,” jelas Dwikorita.

    Sebelumnya, pada 4-8 Maret, BMKG juga telah melaksanakan OMC di Jabodetabek dalam upaya mengurangi curah hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

    Hasilnya, OMC selama 24 jam non-stop berhasil mengurangi curah hujan 30-40% di wilayah operasi. Hasil ini sangat baik dan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek.

    Hingga saat ini telah dilaksanakan total 26 sorti penerbangan yang berlangsung selama 50 jam 17 menit. Dalam operasi in total bahan semai yang digunakan mencapai 22.000 kg Natrium Klorida (NaCl) serta 4.000 kg Kalsium Oksida (CaO).

    Baca: Modifikasi cuaca sukses kurangi bencana

    Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto menjelaskan kegiatan OMC difokuskan pada pengamanan wilayah Jabodetabek.

    Terutama di daerah yang terdampak banjir, dengan penyemaian awan yang dilakukan secara strategis di wilayah hulu guna mengendalikan curah hujan sebelum mencapai kawasan rawan banjir.

    Selain itu, penyemaian juga dilakukan di perairan selatan Banten hingga Jawa Barat untuk memutus pasokan uap air dari selatan yang berpotensi masuk ke wilayah Bogor.

    “Tak hanya itu, awan-awan yang terbentuk di Perairan Laut Utara Jawa dan berpotensi bergerak menuju Jabodetabek pun turut disasar, guna memutus pasokan uap air dari utara. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko curah hujan tinggi di wilayah Jabodetabek dan mendukung upaya mitigasi banjir,” jelas Seto.