7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan tahun 2024/2025 akan berlangsung hingga akhir Maret 2025.
“Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti yang dilansir Antaranews.
Sementara puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Januari hingga Februari, sehingga saat ini masih menghadapi puncak musim hujan.
Baca: Pulau Jawa Waspada Bencana hingga April 2025
Dia mengimbau, di puncak musim hujan seperti sekarang, masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang masih berulang dan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Hanya tempatnya itu bergeser-geser, misalnya dari Sumatera, dari Jakarta, lalu ke Jawa Tengah, ke Jawa Timur, lalu nanti ke Sulawesi, nanti balik lagi ke Jakarta, jadi akan berpindah-pindah tempatnya,” ungkapnya.
Karena itu, lanjut Dwikorita, masyarakat dapat terus memonitor perkembangan cuaca informasi di situs resmi BMKG, mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah-ubah.
Baca: Hujan ekstrem di Jawa Barat diperkirakan hingga 7 Februari 2025
“Jadi masih tetap harus waspada siaga dengan cara terus memonitor perkembangan informasi BMKG, ini karena dinamika cuaca yang sangat cepat berubah, jadi mohon dimonitor agar bisa beradaptasi dalam menyusun rencana kegiatan sehari-hari,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, BMKG memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan, hingga terjadinya hujan ekstrem di Jawa Barat, dalam periode 2 hingga 7 Februari 2025.
“Hal ini, berkaitan dengan adanya bibit siklon tropis yang baru saja muncul di perairan Samudera Hindia, yang kemungkinan dapat membahayakan pelayaran atau publik baik secara langsung, ataupun tidak langsung,” ungkapnya.
Baca: Puncak musim hujan di Jatim Februari 2025, ini mitigasi yang perlu dilakukan
Mantan rektor UGM tersebut menjelaskan saat ini sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Jabar masih dalam puncak musim hujan hingga akhir Februari atau Maret mendatang.
Kondisi cuaca seperti ini terjadi akibat pengaruh angin muson dari Asia yang semakin menguat dan disertai dengan La Nina lemah yang diprediksi berlangsung hingga bulan Maret-April.
Selain itu, masih ada pula pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang semakin bergerak ke arah Indonesia bagian tengah dan pengaruh seruakan udara dingin dari dataran tinggi di Asia atau dataran tinggi Siberia.









