Tag: Israel

  • Lebih dari 400 warga Gaza Tewas Akibat Serangan Besar-besaran Israel

    Lebih dari 400 warga Gaza Tewas Akibat Serangan Besar-besaran Israel

    7cloud.asia – Lebih dari 404 warga Palestina tewas dan 562 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada Selasa (18/3/2025) yang melanggar kesepakatan gencatan senjata, demikian menurut otoritas kesehatan setempat.

    “Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan upaya penyelamatan mereka masih berlangsung,” menurut Kementerian Kesehatan Palestina dalam pernyataan mereka.

    Militer Zionis Israel pada Selasa menyatakan bahwa mereka melancarkan pengeboman udara ke Gaza, sehingga menjadi operasi militer terbesar sejak gencatan senjata dengan Hamas berlaku pada 19 Januari lalu.

    Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan, tak sedikit keluarga yang habis terbunuh akibat serangan Israel. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan ambulans dan regu pertahanan sipil untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

    Baca: Israel putus pasokan listrik ke Gaza 

    “Pembantaian brutal ini sekali lagi menegaskan pasukan penjajah Israel hanya memahami bahasa pembunuhan, kehancuran, dan genosida,” menurut kantor media Gaza.

    Mereka menyatakan bahwa berlanjutnya pembantaian terjadi di tengah pengepungan dan blokade total Gaza oleh Israel yang semakin memperparah krisis kemanusiaan dan membuat kebutuhan dasar tidak sampai kepada 2,4 juta orang di wilayah kantong tersebut.

    Komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB dan kelompok pembela HAM, didesak untuk segera bertindak demi mengakhiri pembantaian Israel di Gaza.

    Sebelumnya, militer Israel berdalih serangan hanya dilakukan terhadap target-target Hamas di Gaza “untuk mencapai tujuan perang yang telah diputuskan oleh eselon politik, termasuk pembebasan semua sandera baik yang masih hidup ataupun yang sudah tiada.”

    Hamas menyatakan bahwa berlanjutnya serangan berarti Israel menyatakan perang terhadap Gaza dengan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

    Baca: Israel blokir bantuan masuk ke Gaza

    “Kami menuntut para mediator mendesak Netanyahu dan penjajah Zionis bertanggung jawab penuh atas pelanggaran dan pembatalan kesepakatan,” menurut Hamas dalam pernyataannya.

    Meski demikian, selama gencatan senjata berlaku, otoritas lokal Gaza melaporkan adanya pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel hampir setiap hari.

    Serangan brutal Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 menewaskan lebih dari 48.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan meluluhlantakkan Gaza

    Pada November, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan bekas kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya di Jalur Gaza.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hampir 600 Warga Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel dalam Tiga Hari Terakhir

    Hampir 600 Warga Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel dalam Tiga Hari Terakhir

    7cloud.asia – Militer Israel terus mengintensifkan serangan ke wilayah Gaza sejak Selasa (18/3/2025).

    Pihak Israel menyebut, invasi darat ke Rafah di Gaza selatan sedang berlangsung dan pasukan bergerak maju ke utara dekat kota Beit Lahiya dan daerah pusat.

    Sementara otoritas Gaza menyebut, lebih dari 590 warga Palestina tewas dalam serangan sejak Israel melanggar gencatan senjata Gaza pada hari Selasa, kata otoritas medis Gaza seperti dikutip ALJazeera

    Jumlah korban tewas dikhawatirkan akan terus meningkat karena serangan udara dan darat Israel ke Gaza semakin intensif.

    Baca: PBB diminta tekan Israel agar izinkan bantuan masuk ke Gaza

    Hamas telah menembakkan roket pertama ke Israel sejak gencatan senjata digagalkan dan Houthi Yaman mengatakan mereka meluncurkan lebih banyak rudal ke lokasi militer di selatan Tel Aviv.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 49.617 warga Palestina telah dipastikan tewas dan 112.950 terluka akibat invasi Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

    Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas.

    Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan lebih dari 200 orang ditawan.

    Baca: Israel memutus pasokan listrik ke Gaza

    Sementara di daerah pendudukan Tepi Barat, meski belum secara resmi menyatakan perang Israel telah secara dramatis meningkatkan operasi militer terhadap penduduk kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi Palestina sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober.

    Amjad Abu El Ezz, dari Universitas Arab Amerika di Ramallah, mengatakan bahwa Israel berencana untuk “menyingkirkan warga Palestina”. Ia menilai ini sudah jelas dan telah diutarakan oleh para menteri senior pemerintah Israel.

    “Jadi impian para menteri sayap kanan dalam pemerintahan Netanyahu adalah untuk menyelesaikan masalah Tepi Barat hanya dengan menyingkirkan warga Palestina. Terutama di kamp-kamp pengungsi“.

    “Kita berbicara tentang lebih dari 20 kamp pengungsi. Setengah juta warga Palestina tinggal di kamp-kamp pengungsi ini,” kata Abu El Ezz.

  • Banyak Warga Sipil yang Tewas, PBB Kurangi Staf di Jalur Gaza

    Banyak Warga Sipil yang Tewas, PBB Kurangi Staf di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Menyusul tewasnya ratusan warga sipil, termasuk staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan blokade bantuan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memutuskan untuk mengurangi stafnya di Jalur Gaza, kata seorang juru bicara PBB pada Senin (24/3).

    “Sekjen PBB telah mengambil keputusan sulit untuk mengurangi kehadiran PBB di Gaza, bahkan di saat kebutuhan kemanusiaan melonjak dan kekhawatiran kami terhadap perlindungan warga sipil kian meningkat,” kata Stephane Dujarric, jubir Guterres, dalam sebuah taklimat pers harian.

    “PBB tidak sedang meninggalkan Gaza,” ujar Dujarric. “Kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil demi kelangsungan hidup dan perlindungan mereka.”

    Dujarric mengatakan sekitar 30 persen dari 100 staf internasional di Gaza, atau sekitar 30 orang, sedang ditarik.

    Baca: Israel serang warga Palestina lagi, 600 orang tewas

    Secara keseluruhan, ada sekitar 13.000 personel PBB di Gaza, kebanyakan dari mereka bekerja untuk Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Dekat (UNRWA) dan sebagian besar dari mereka merupakan staf nasional.

    “Berdasarkan informasi yang ada saat ini, serangan yang menghantam kompleks PBB di Deir Al Balah pada Rabu (19/3) disebabkan oleh peluru tank Israel,” lanjut sang jubir.

    Dujarric menekankan bahwa semua pihak harus selalu mematuhi hukum internasional sepenuhnya. Warga sipil harus dihormati, dan mereka harus dilindungi.

    Penolakan terhadap bantuan penyelamat nyawa harus diakhiri. Para sandera harus dibebaskan dengan segera dan tanpa syarat.

    Baca: Warga Palestina minta PBB desak Israel agar tidak memblokade bantuan

    Serangan tersebut merenggut nyawa seorang kolega PBB dari Bulgaria dan menyebabkan enam kolega lainnya, yang berasal dari Prancis, Moldova, Makedonia Utara, Palestina, dan Inggris, mengalami luka sangat parah, papar Dujarric. Beberapa di antaranya bahkan mengakibatkan cacat seumur hidup, imbuhnya.

    Jubir sekjen PBB itu mengatakan kepada para wartawan bahwa lokasi kompleks PBB di Deir Al Balah tersebut sudah diketahui dengan baik oleh pasukan Israel.

    Sekjen PBB mengecam keras serangan tersebut serta menuntut investigasi penuh, menyeluruh, dan independen atas insiden ini.

    Dujarric menekankan bahwa semua pihak harus selalu mematuhi hukum internasional sepenuhnya. Warga sipil harus dihormati, dan mereka harus dilindungi.

    Baca: Pasokan listrik diputus, warga Gaza terancam bencana kesehatan

    Penolakan terhadap bantuan penyelamat nyawa harus diakhiri. Para sandera harus dibebaskan dengan segera dan tanpa syarat.

    Koordinator bantuan darurat PBB, Tom Fletcher, mengatakan dirinya terus menerima laporan mengerikan dari Gaza tentang semakin banyaknya tenaga kesehatan, ambulans, dan rumah sakit yang diserang ketika mencoba menyelamatkan korban.

    “Semua negara harus menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan konflik dan memastikan penghormatan terhadap hukum internasional, dengan menerapkan tekanan diplomatik dan ekonomi serta memerangi impunitas,” ujar jubir tersebut.

    “Sekjen PBB kembali menyampaikan seruan mendesak untuk pemulihan gencatan senjata guna mengakhiri penderitaan.”

    Baca: Israel blokir bantuan ke Gaza

    Namun demikian, jajaran pejabat Israel mengindikasikan akan terus melanjutkan kegiatan militer mereka di Gaza.

    Blokade bantuan telah dimulai lebih dari tiga pekan yang lalu ketika Israel memutus aliran masuk bantuan kemanusiaan ke Gaza.

    Blokade ini menjadi penangguhan bantuan terlama sejak serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

    (antaranews)

     

     

  • Indonesia Dukung Dewan HAM PBB Sahkan Resolusi Meminta Pertanggungjawaban Israel

    Indonesia Dukung Dewan HAM PBB Sahkan Resolusi Meminta Pertanggungjawaban Israel

    7cloud.asia – Dewan HAM PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), Rabu (2/4/2025) waktu setempat mengesahkan resolusi untuk menuntut pertanggungjawaban dan keadilan atas kondisi HAM di wilayah Palestina yang diduduki Israel,

    Dilansir dari kantor berita WAFA yang dipantau di Jakarta, Kamis (3/4/2025) resolusi tersebut disahkan dalam sesi ke-58 Dewan Ham PBB setelah disetujui oleh 27 negara anggotanya, termasuk Indonesia.

    Sementara, empat negara lainnya yaitu Ceko, Ethiopia, Jerman, dan Makedonia Utara menolaknya.

    Resolusi Dewan HAM PBB tersebut menyerukan penghentian penjajahan Israel atas tanah Palestina sebagaimana nasihat hukum Mahkamah Internasional (ICJ), pembebasan blokade Jalur Gaza oleh Israel, serta kecaman terhadap Israel yang melanggar gencatan senjata.

    Resolusi Dewan HAM PBB itu juga kembali menegaskan bahwa pengusiran paksa warga Palestina dan eksploitasi kelaparan sebagai alat perang merupakan hal yang ilegal.

    Baca: Kelaparan ancam pemduduk Gaza karena Israel larang masuknya bantuan makanan

    Komunitas internasional juga didesak mengemban tanggung jawabnya mematuhi hukum internasional dengan menghentikan penjualan senjata ke Israel.

    Sementara Israel didesak mengizinkan tim pencari fakta memasuki wilayah Palestina yang dijajah untuk menjalankan tugasnya.

    Dewan HAM PBB menyerukan penghentian segala tindakan ilegal oleh Israel, seperti perluasan pemukiman Yahudi, pembongkaran fasilitas umum, dan pencabutan izin tinggal bagi warga Palestina di Yerusalem Timur.

    Resolusi Dewan HAM ini juga menyerukan supaya Israel segera mengakhiri diskriminasi agama, pembatasan akses ke situs suci di Yerusalem, serta diskriminasi pasokan sumber daya air.

    Israel juga didesak menghentikan kesewenang-wenangan terhadap rakyat Palestina serta supaya para penjahat perang diadili.

    Baca: PBB diminta untuk menekan Israel izinkan bantuan masuk ke Gaza

    Dalam pidatonya, Wakil Tetap Palestina untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Ibrahim Khraishi, mengecam agresi Israel atas Palestina yang telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina tewas.

    Dia juga mengecam eksploitasi kelaparan, blokade bantuan kemanusiaan, serta pembunuhan warga sipil, jurnalis, dan pekerja kesehatan di Gaza.

    Dubes Khraishi secara khusus mengutuk pembunuhan 15 staf medis dan petugas penyelamat Palestina oleh Israel di Rafah pada Ahad lalu.

    Menurutnya, kegagalan Konferensi Pihak Penandatangan Konvensi Jenewa awal tahun ini adalah karena standar ganda dan keengganan komunitas internasional untuk bertindak, sehingga langkah konkret menuntut pertanggungjawaban rezim penjajah Israel tak terwujud.

    Ia juga mendesak implementasi resolusi PBB dan nasihat hukum ICJ terkait penjajahan Israel atas negeri Palestina, serta supaya negara-negara melaksanakan perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant.

     

     

  • Media Gaza: Serangan Israel Hancurkan 90 Persen Wilayah Rafah

    Media Gaza: Serangan Israel Hancurkan 90 Persen Wilayah Rafah

    7cloud.asia – Kantor media pemerintah Gaza menyebut, tentara Israel telah menghancurkan 90 persen kawasan permukiman di Kota Rafah, Gaza bagian selatan, sejak Oktober 2023, menurut otoritas lokal.

    Dalam pernyataan pada Minggu (6/4/2025) Otoritas Gaza mengatakan, tentara Israel telah menghancurkan area yang luas di Rafah, dan mengubah kota tersebut sebagai salah satu contoh paling mengerikan dari genosida dan pembersihan etnis di zaman modern.

    Kantor tersebut menyatakan 85 persen jaringan pembuangan limbah di kota itu telah hancur, menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap wabah penyakit.

    Seluruh 12 pusat medis di Rafah kini tidak berfungsi, termasuk Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar, yang diledakkan oleh pasukan Israel menggunakan robot peledak dalam serangan mematikan mereka di Gaza, tambahnya.

    Serangan Israel juga telah menghancurkan delapan sekolah dan lembaga pendidikan serta merusak berat fasilitas pendidikan lainnya yang tersisa di Rafah, menurut kantor media tersebut.

    Baca: Runtuhnya gencatan senjata di Gaza picu gelombang pengungsian baru

    Lebih dari 100 masjid juga telah dihancurkan atau rusak parah di Rafah, tambahnya.

    Rafah membentang sekitar 60 kilometer persegi dan menjadi tempat tinggal sekitar 300.000 orang. Kota ini mencakup sekitar 16 persen dari total wilayah Gaza.

    Kantor media tersebut mengatakan 22 dari 24 sumur air di Rafah telah dihancurkan, membuat puluhan ribu orang tidak mendapatkan air minum bersih.

    Kerusakan juga mencakup 320 kilometer jalan di Rafah, katanya, seraya memperingatkan kota itu kini telah menjadi“terkontaminasi dan tak layak huni.

    Kantor itu menuntut tekanan segera terhadap Israel untuk menarik diri dari Rafah, memungkinkan para pengungsi kembali, membuka koridor aman untuk pengiriman bantuan, serta meluncurkan upaya rekonstruksi di kota yang hancur itu.

    Baca: Dewan HAM PBB sahkan Resolusi desak pertanggungjawaban Israel

    Akhir pekan lalu, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan meningkatkan serangan ke Gaza saat upaya sedang dilakukan untuk melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump dalam memindahkan warga Palestina dari wilayah tersebut.

    Hampir 50.700 warga Palestina telah terbunuh di Gaza akibat serangan brutal Israel sejak Oktober 2023 yang sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

    Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada bulan November lalu terhadap Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya terhadap wilayah tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Gara-gara Israel Blokir Vaksin Polio ke Gaza, Lebih 600 Ribu Anak Terancam

    Gara-gara Israel Blokir Vaksin Polio ke Gaza, Lebih 600 Ribu Anak Terancam

    7cloud.asia – Blokade Israel terhadap masuknya vaksin polio ke Jalur Gaza membuat keselamatan lebih dari 600.000 anak Palestina terancam, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (22/4).

    “Pemblokiran vaksin ini menghambat pelaksanaan fase keempat kampanye peningkatan pencegahan polio,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

    “Lebih dari 602.000 anak berisiko mengalami kelumpuhan permanen dan disabilitas kronis jika vaksin tidak segera diizinkan masuk,” lanjut pernyataan itu.

    Kementerian juga menyatakan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi komplikasi kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketiadaan gizi yang layak dan air minum yang aman.

    Pada Agustus 2024, Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi kasus polio pertama di wilayah itu pada seorang bayi berusia 10 bulan.

    Baca: Sejak Oktober 2013, lebih dari 15 ribu anak tewas

    Penemuan tersebut mendorong dilakukannya kampanye vaksinasi pertama di tengah agresi Israel yang disebut sebagai perang genosida terhadap Gaza. Kampanye itu dilakukan dalam tiga tahap mulai September.

    Menurut otoritas kesehatan tersebut, tahap pertama berhasil memvaksin lebih dari 560.000 anak Palestina dan selesai pada 12 September.

    Tahap kedua yang berakhir 7 November mencakup 556.774 anak di bawah usia 10 tahun di seluruh Jalur Gaza. Sementara tahap ketiga pada Februari lalu menjangkau 590.000 anak.

    PBB menyatakan bahwa anak-anak di Gaza memerlukan dua dosis vaksin polio oral untuk perlindungan yang memadai.

    Baca: Tak dapat perawatan, 1000 anak Palestina meninggal

    Sejak 2 Maret, Israel telah menutup semua jalur penyeberangan ke Gaza, memblokir masuknya pasokan penting ke wilayah yang telah porak-poranda akibat perang itu meski laporan kelaparan terus meningkat.

    Pihak militer Israel kembali menggempur Gaza pada 18 Maret, mematahkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang dicapai pada 19 Januari.

    Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 51.200 warga Palestina di Gaza, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Konflik Hamas-Israel hancurkan masa depan anak-anak Palestina

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant.

    Penangkapan tersebut dilakukan atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya terhadap wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Anadolu/Antaranews

  • Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Lima Tahun yang Ditawarkan Kelompok Hamas

    Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Lima Tahun yang Ditawarkan Kelompok Hamas

    7cloud.asia – Israel menolak usulan Hamas untuk memberlakukan gencatan senjata selama lima tahun di Jalur Gaza.

    Sebagai imbalan, Hamas akan membebaskan seluruh sandera dalam satu tahap. demikian dilaporkan stasiun penyiaran Israel, Kan, pada Senin (28/4/2025), mengutip sebuah sumber.

    Pada Minggu (27/4/2025), negosiator Hamas telah menyampaikan sebuah visi bersama kepada para mediator di Doha dan Kairo untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.

    Usulan tersebut mencakup gencatan senjata selama lima tahun dan pertukaran satu kali seluruh sandera Israel dengan sejumlah tahanan Palestina yang jumlahnya tidak disebutkan, menurut laporan tersebut.

    Baca: Rencana evakuasi penduduk Gaza mengancam masa depan Palestina

    Selain itu, Israel harus sepenuhnya menarik pasukan dari Jalur Gaza dan mencabut blokade atas wilayah tersebut, tambah laporan yang dilansir pada Senin (28/4/2025)

    Tuntutan kelompok Hamas yang menjadi simbol perlawanan Palestina itu juga mencakup pembentukan komite lokal yang terdiri dari individu-individu yang tidak dijelaskan secara terperinci identitasnya untuk memerintah Jalur Gaza.

    Pada saat yang sama, delegasi Hamas menolak membahas isu pelucutan senjata organisasi tersebut, demikian menurut laporan tersebut.

    Baca: Negara-negara Arab tolak usulan AS untuk mengambilalih Gaza

    Pada 18 Maret, Israel melanjutkan serangan ke Jalur Gaza, dengan alasan gerakan Palestina Hamas menolak menerima rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah berakhir pada 1 Maret.

    Israel juga memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi di Jalur Gaza dan menutup akses masuk untuk truk-truk pembawa bantuan kemanusiaan.

    Akibat blokade Israel tersebut, ekonomi Gaza terus mengalami keterpurukan. Warga bertahan tanpa penghasilan dan harga barang-barang kebutuhan pokok melonjak hingga 527 persen

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Israel Blokade Bantuan, Kondisi Anak-anak di Jalur Gaza Kian Memburuk

    Israel Blokade Bantuan, Kondisi Anak-anak di Jalur Gaza Kian Memburuk

    7cloud.asia – Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Catherine Russell, pada Jumat (2/5) menyuarakan keprihatinan serius atas memburuknya kondisi anak-anak di Jalur Gaza di tengah blokade bantuan yang terus diberlakukan oleh Israel.

    “Selama dua bulan terakhir, anak-anak di Jalur Gaza menghadapi gempuran tanpa henti, dan kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok, layanan dasar, dan perawatan yang menyelamatkan nyawa,” kata Russell.

    “Setiap hari berlalu di tengah blokade bantuan, membuat mereka semakin terancam kelaparan, penyakit, dan kematian — tak ada yang bisa membenarkan ini,” katanya melanjutkan.

    Baca: Israel blokir vaksin polio, 600 ribu anak terancam

    Russell menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi keluarga-keluarga di Gaza, mulai dari lahan pertanian yang hancur, terbatasnya akses ke laut, hingga kelangkaan pangan dan air bersih.

    “Toko roti tutup, produksi air menurun, dan rak-rak pasar nyaris kosong. Bantuan kemanusiaan selama ini menjadi satu-satunya harapan hidup bagi anak-anak, dan kini stoknya hampir habis,” ujarnya.

    Menurut badan PBB tersebut, lebih dari 75 persen rumah tangga di Gaza melaporkan penurunan akses terhadap air bersih.

    “Mereka tidak memiliki cukup air untuk diminum, tidak bisa mencuci tangan saat dibutuhkan, dan sering kali dipaksa memilih antara mandi, membersihkan rumah, atau memasak,” kata Russell.

    Baca: Israel tangkap lebih dari 360 tenaga kesehatan

    UNICEF juga memperingatkan tentang penyebaran penyakit secara cepat dan meningkatnya angka malnutrisi, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun.

    “Vaksin semakin menipis dan penyakit mulai menyebar — terutama diare akut berair, yang kini menyumbang 1 dari setiap 4 kasus penyakit yang tercatat di Gaza. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak di bawah lima tahun, yang berisiko tinggi kehilangan nyawa,” jelasnya.

    “Kasus malnutrisi juga meningkat. Sejak awal tahun, lebih dari 9.000 anak telah dirawat karena malnutrisi akut,” tambah Russell.

    Kepala UNICEF itu kembali mendesak agar blokade bantuan Israel dihentikan dan akses kemanusiaan dipulihkan.

    “Kami kembali menyerukan agar blokade bantuan dihentikan, agar barang-barang komersial diizinkan masuk ke Gaza, agar para sandera dibebaskan, dan agar semua anak mendapat perlindungan,” tegasnya.

    Baca: Israel melarang bantuan makanan, warga di Gaza terancam

    Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perlintasan menuju Gaza, menghalangi masuknya pasokan penting ke wilayah tersebut, meskipun berbagai laporan telah menyebutkan adanya bencana kelaparan.

    Militer Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza pada 18 Maret, mematahkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang telah tercapai dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 19 Januari lalu.

    Sejak Oktober 2023, lebih dari 52.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel di wilayah tersebut.

    Sumber: Anadolu/Antaranews

  • Marak Terjadi Penyerangan, Jurnalis di Gaza Desak Perlindungan Internasional

    Marak Terjadi Penyerangan, Jurnalis di Gaza Desak Perlindungan Internasional

    7cloud.asia – Puluhan jurnalis pada Sabtu (3/5) menggelar aksi unjuk rasa di Khan Younis, Gaza selatan, mendesak komunitas internasional untuk melindungi para pekerja media dari serangan yang dilakukan berulang kali oleh Israel, lapor Kantor Berita Xinhua.

    Aksi unjuk rasa tersebut diselenggarakan oleh Sindikat Jurnalis Palestina (Palestinian Journalists Syndicate) untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia.

    Para jurnalis itu berkumpul di Kompleks Medis Nasser di kota tersebut dan mengangkat papan bertuliskan “Stop Membunuh Jurnalis.”

    Baca: Para jurnalis bertaruh nyawa saat meliput perang di jalur Gaza

    Dalam sebuah pidato saat aksi unjuk rasa itu, Tahseen Al-Astal, wakil ketua sindikat tersebut, menuduh Israel melakukan “kejahatan terhadap jurnalis Palestina dengan secara langsung membunuh dan menghancurkan rumah mereka.”

    Al-Astal menganggap situasi media di Gaza sebagai salah satu yang “paling berbahaya di dunia, mengingat tidak adanya jaminan keamanan, penghancuran institusi pers, serta perampasan alat kerja yang paling mendasar.”

    Baca: UNESCO anugerahkan guillermo cano 2024 untuk para jurnalis Palestina yang meliput perang di Gaza

    Mengatakan bahwa pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini, dirinya mengimbau institusi-institusi internasional untuk mengambil tindakan serius guna “meminta pertanggungjawaban para pembunuh.”

    Sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, Israel telah menewaskan 212 jurnalis, melukai 409 jurnalis, dan menangkap 48 jurnalis, seperti dilaporkan kantor media yang dikelola Hamas pada Sabtu tersebut.

    Sumber: Antaranews

  • 16.000 Lebih Anak Tewas di Jalur Gaza Sejak Agresi Israel

    16.000 Lebih Anak Tewas di Jalur Gaza Sejak Agresi Israel

    7cloud.asia – Lebih dari 16.000 anak tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya serangan militer Israel pada 7 Oktober 2023, yang berarti satu anak tewas setiap 40 menit, demikian dilaporkan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Senin (5/5/2025).

    Marwan al-Hams, direktur rumah sakit lapangan dari otoritas kesehatan Gaza, mengatakan korban tewas meliputi 16.278 anak, termasuk 908 bayi dan 311 bayi baru lahir yang meninggal pascakelahiran.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Al-Hams dalam konferensi pers di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan.

    Ia menyoroti bahwa situasi kemanusiaan memburuk secara signifikan sejak Israel menutup perlintasan pada awal Maret lalu, menghambat layanan kesehatan penting.

    Baca: Puluhan anak di Jalur Gaza meninggal karena kurang gizi

    Hal ini menyebabkan ribuan anak dan ibu hamil tidak dapat mengakses perawatan medis, yang semakin memperburuk krisis.

    Ia juga menyebutkan bahwa ribuan anak tinggal di pusat-pusat pengungsian tanpa kebutuhan dasar, sementara ibu hamil menghadapi tantangan signifikan ketika ingin menjangkau rumah sakit.

    Sejumlah besar anak terpaksa hanya makan satu kali dalam sehari dengan menu yang tidak lengkap, dengan akses terbatas ke air minum bersih dan nutrisi yang layak, akibat tindakan Israel yang menyasar infrastruktur dan menutup akses bantuan, katanya.

    Baca: Israel blokir bantuan, kondisi anak-anak di Gaza memprihatinkan

    Israel menghentikan penyaluran barang dan pasokan ke Gaza pada 2 Maret, menyusul berakhirnya tahap pertama kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada Januari.

    Tahap kedua dari kesepakatan itu belum terwujud karena kedua belah pihak belum mencapai titik temu.

    Sementara itu, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, melaporkan sedikitnya 54 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel pada Senin, yang menyasar rumah, kendaraan, dan tempat berkumpulnya warga Palestina di berbagai wilayah di Gaza.

    Baca: Israel blokir vaksin polio, lebih dari 600 ribu anak terdampak

    Lebih dari 52.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, termasuk sekitar 2.500 orang yang tewas sejak Israel melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret lalu, yang menandai berakhirnya gencatan senjata selama dua bulan.

    Ia juga menyebutkan bahwa ribuan anak tinggal di pusat-pusat pengungsian tanpa kebutuhan dasar, sementara ibu hamil menghadapi tantangan signifikan ketika ingin menjangkau rumah sakit.

    Lebih dari 52.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, termasuk sekitar 2.500 orang yang tewas sejak Israel melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret lalu, yang menandai berakhirnya gencatan senjata selama dua bulan.

    sumber: Antaranews