7cloud.asia – Militer Israel terus mengintensifkan serangan ke wilayah Gaza sejak Selasa (18/3/2025).
Pihak Israel menyebut, invasi darat ke Rafah di Gaza selatan sedang berlangsung dan pasukan bergerak maju ke utara dekat kota Beit Lahiya dan daerah pusat.
Sementara otoritas Gaza menyebut, lebih dari 590 warga Palestina tewas dalam serangan sejak Israel melanggar gencatan senjata Gaza pada hari Selasa, kata otoritas medis Gaza seperti dikutip ALJazeera
Jumlah korban tewas dikhawatirkan akan terus meningkat karena serangan udara dan darat Israel ke Gaza semakin intensif.
Baca: PBB diminta tekan Israel agar izinkan bantuan masuk ke Gaza
Hamas telah menembakkan roket pertama ke Israel sejak gencatan senjata digagalkan dan Houthi Yaman mengatakan mereka meluncurkan lebih banyak rudal ke lokasi militer di selatan Tel Aviv.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 49.617 warga Palestina telah dipastikan tewas dan 112.950 terluka akibat invasi Israel di Gaza sejak Oktober 2023.
Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas.
Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan lebih dari 200 orang ditawan.
Baca: Israel memutus pasokan listrik ke Gaza
Sementara di daerah pendudukan Tepi Barat, meski belum secara resmi menyatakan perang Israel telah secara dramatis meningkatkan operasi militer terhadap penduduk kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi Palestina sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober.
Amjad Abu El Ezz, dari Universitas Arab Amerika di Ramallah, mengatakan bahwa Israel berencana untuk “menyingkirkan warga Palestina”. Ia menilai ini sudah jelas dan telah diutarakan oleh para menteri senior pemerintah Israel.
“Jadi impian para menteri sayap kanan dalam pemerintahan Netanyahu adalah untuk menyelesaikan masalah Tepi Barat hanya dengan menyingkirkan warga Palestina. Terutama di kamp-kamp pengungsi“.
“Kita berbicara tentang lebih dari 20 kamp pengungsi. Setengah juta warga Palestina tinggal di kamp-kamp pengungsi ini,” kata Abu El Ezz.

Leave a Reply