Tag: bmkg

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sejumlah Kota Masih Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sejumlah Kota Masih Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah kota di Indonesia pada Rabu (16/04/2025).

    Dalam akun youtube resminya, BMKG menyebut hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Lampung, Bengkulu, Bandung.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kota Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Ambon, Manokwari dan Jayapura.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Palembang, Serang, Nabire, Jayawijaya dan Nabire. Sedangkan Kota Medan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir di Kota Jambi, Pangkal Pinang, Semarang, Kupang, Tanjung Selor, Banjarmasin, Manado dan Sorong.

    Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

    Imbauan juga berlaku bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir karena adanya potensi banjir rob yang melanda seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Karimun, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Bali, Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sebagian Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Bali, Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sebagian Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sebagian wilayah di Indonesia, termasuk Bali pada Kamis (17/04/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui akun youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut tak hanya wilayah Bali, cuaca ekstrem berpotensi pula melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian wilayah Jawa.

    Wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian wilayah Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan sebagian wilayah Papua juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    Selain cuaca ekstrem, sejumlah Kota di Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Palembang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Mataram,  Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Sorong, Jayawijaya dan Jayapura,

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Nabire dan Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, Kupang, Pontianak, Banjarmasin dan Mamuju,

    BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir karena adanya potensi banjir rob yang melanda seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan pesisir Maluku.

  • Cuaca Hari Ini: Libur Panjang, Waspada Cuaca Ekstrem

    Cuaca Hari Ini: Libur Panjang, Waspada Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Liburan panjang yang dimulai pada Jumat (18/04/2025) berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada.

    Melalui akun youtube resminya, BMKG cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera, sebagian wilayah Jawa, sebagian wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar wilayah Kalimantan.

    Cuaca ekstrem berpeluang pula melanda sebagian wilayah Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan sebagian wilayah Papua.

    Sementara wilayah lainnya di Indonesia masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang.

    Selain itu, Kota Banjarmasin, Samarinda, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Yogyakarta dan Nabire.

    Sedangkan hujan disertai petir diperkirakan akan melanda Kota Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Pontianak, Tanjung Selor, Palangkaraya, Mamuju, Makassar, Kendari dan Jayawijaya.

    BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir karena adanya potensi banjir rob yang melanda seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung.

    Banjir rob berpeluang pula melanda pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar kota pada Minggu (20/04/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang.

    Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Samarinda, Palangkaraya, Pontianak, Manado, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Semarang, Kupang, Mamuju dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Tanjung Selor, Banjarmasin, Nabire dan Jayawijaya.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

    Selain cuaca ekstrem, banjir rob masih berpotensi melanda pesisir Kepulauan Riau dan pesisir Jawa Tengah,

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siang Hingga Sore, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang Hingga Sore, Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi disebagian wilayah Jakarta pada Senin (21/04/2025) siang hingga sore.

    Dalam laman resminya, BMKG menyebut wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Sementara pada pagi dan malam hari, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan di seluruh wilayah Jakarta.

    Sedangkan kondisi cuaca kota-kota lainnya di Indonesia, mayoritas berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Kota   Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Demikian pula Kota Kupang, Palangkaraya, Samarinda, Makassar, Palu, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan ringan.  

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Mamuju dan Gorontalo.  

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Pontianak, Kendari, Manado, Nabire dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

     

     

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Rabu (23/04/2025) siang hingga sore.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara pada siang hingga sore hari.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Sedangkan wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan hingga berawan tebal.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan juga terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Selatan dan wilayah lainnya diprediksi berawan. Namun, malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan hingga berawan tebal.

    Baca: BMKG ajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang

    Tak hanya wilayah Jakarta, sejumlah kota juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan seperti Kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya.

    Kondisi cuaca seperti ini juga berpeluang terjadi di Kota Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi menggauyur Kota Pangkal Pinang, Yogyakarta, Samarinda dan Mamuju. Selanjutnya hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Medan.

    Baca: BMKG lakukan modifikasi cuaca di Jabodetabek

    Sedangkan hujan disertai petir diprediksi akan melanda Kota Pekanbaru, Padang, Jambi, Tanjung Selor, Manado, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.   

    BMKG juga mengingatkan warga adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian kecil wilayah Jawa, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

    Selain itu, potensi banjir rob disejumlah pesisir juga masih terjadi seperti pesisir Dabo Singkep, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, perairan Kotabaru, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Kalimantan Barat.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten dan Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten dan Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Meski sebagian wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, namun cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah, termasuk Banten pada Kamis (24/04/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula melanda sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian besar wilayah Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian besar wilayah Papua.

    Sedangkan untuk kota-kota lainnya BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir. Seperti Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Selain itu, Kota Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palu, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura juga berpeluang terjadi hujan berintensitas ringan.  

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandar Lampung, Bandung, Palangkaraya, Samarinda, Gorontalo, Nabire dan Merauke. Kemudian hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Selor, Banjarmasin, Manado dan Jayawijaya.   

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai adanya banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah pesisir seperti pesisir Karimun, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, perairan Kotabaru, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Sulawesi Utara.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Palembang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Palembang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan disertai petir melanda Kota Palembang dan sejumlah kota lainnya di Indonesia pada Jumat (25/04/2025).

    Melalui akun youtube resminya, BMKG mengungkapkan hujan disertai petir tak hanya melanda Kota Palembang, tetapi juga Kota Samarinda, Banjarmasin, Sorong dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung, Palangkaraya, Gorontalo dan Merauke.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Yogyakarta, Semarang, Surabaya.

    Selain itu Kota Denpasar, Pontianak, Tanjung Selor, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire dan Jayapura berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula melanda sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian besar wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan sebagian wilayah Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, banjir rob di sejumlah pesisir juga berpotensi terjadi. Seperti pesisir Nusa Tenggara Timur, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

  • BMKG: Musim Kemarau 2025 Mulai Mei, Masyarakat Diimbau Antispasi Dampaknya

    BMKG: Musim Kemarau 2025 Mulai Mei, Masyarakat Diimbau Antispasi Dampaknya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia mulai berlangsung pada Mei 2025. Masyarakat diimbau mengantisipasi dampaknya.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan pihaknya memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi dampak musim kemarau. Diperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus.

    “Mulai Mei sudah harus diwaspadai, sehingga sejak Maret ini diharapkan berbagai sektor menyesuaikan, seperti pertanian yang dapat mengatur jadwal tanam agar produktivitas tidak terganggu. Selain itu, sektor kebencanaan bisa mempersiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama saat puncak kemarau pada Juni hingga Agustus,” jelas Dwikorita seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Hujan masih berlangsung, kapan musim kemarau?

    Antisipasi lainnya adalah menjaga sumber daya air di kala hujan turun, agar tidak terjadi kekeringan saat musim kemarau tiba.

    “Mumpung masih ada hujan, perlu dilakukan langkah-langkah persiapan menuju musim kemarau untuk mencegah dampak yang lebih besar,” katanya.

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan pada April curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Bahkan sejumlah wilayah diprediksi mengalami curah hujan sangat tinggi (>500 mm/bulan).

    Misalnya sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

    Saat musim kemarau tiba, masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan dengan kategori curah hujan rendah hingga menengah.

    Baca: Perubahan iklim memicu kekeringan dan krisis global

    Bahkan beberapa wilayah lainnya masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi yaitu sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

    Selain itu wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan juga berpotensi mengalami curah hujan yang tinggi.

    Selanjutnya di bulan Juni hingga Juli, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah untuk sebagian besar zona musim di Indonesia.

    Namun masih ada wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah bagian timur, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

    Baca: Masuk musim pancaroba, waspada potensi angin kencang

    Pada bulan Juli BMKG memprediksi terjadi musim kemarau monsunal di beberapa wilayah dengan peningkatan intensitas serta perluasan wilayah terdampak dibanding bulan sebelumnya.

    Seperti wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur yang diperkirakan memiliki potensi kemunculan hotspot yang cukup tinggi.

    Dari akhir Juli ke Agustus terdapat kecenderungan peningkatan potensi karhutla di wilayah Sumatera bagian selatan serta perluasan area terdampak di Kalimantan bagian selatan.

    Baca: Bumi semakin panas, permintaan alat pendingin ruangan meningkat

    Sumatera Selatan diprediksi memiliki wilayah dengan kelas risiko paling luas, sementara kategori risiko tinggi masih akan bertahan di Riau.

    Selain itu, wilayah Nusa Tenggara, sebagian kecil Jawa, serta Papua bagian selatan juga diproyeksikan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Agustus 2025.

    Karena itu, Dwikorita berharap masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah antisipatif guna mengurangi dampak musim kemarau terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

     

  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek, Ini Penyebabnya

    BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi durasi musim kemarau pada tahun 2025 ini lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

    “Durasi kemarau diprediksi lebih pendek dari biasanya di sebagian besar wilayah, meskipun terdapat 26% wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih panjang, terutama di sebagian Sumatera dan Kalimantan,” jelas Dwikorita.

    BMKG memprediksi sekitar 60% wilayah akan mengalami kemarau dengan sifat normal, 26% wilayah mengalami kemarau lebih basah dari normal, dan 14% wilayah lainnya lebih kering dari biasanya.

    Baca: Musim kemarau bulan Mei, ini dia dampak yang harus diantisipasi

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan ada beberapa hal yang mempengaruhi musim kemarau menjadi lebih pendek daripada tahun sebelumnya.

    Adanya fenomena iklim global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral. Artinya tidak adanya gangguan iklim besar dari Samudra Pasifik maupun Samudra Hindia hingga semester II tahun 2025.

    Namun, suhu muka laut di wilayah Indonesia cenderung lebih hangat dari normal dan diperkirakan bertahan hingga September, yang dapat memengaruhi cuaca lokal di Indonesia.

    Selain itu, Dwikorita mengungkapkan puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Juni hingga Agustus 2025.

    Baca: Waspada angin kencang di musim pancaroba

    Wiilayah-wilayah seperti Jawa bagian tengah hingga timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku diperkirakan mengalami puncak kekeringan pada Agustus.

    Karena itu, sejumlah sektor vital perlu melakukan langkah-langkah antisipasi dampak musim kemarau.  Seperti di sektor pertanian, disarankan untuk melakukan penyesuaian jadwal tanam sesuai prediksi awal musim kemarau di tiap wilayah.

    Selain itu, lanjut Dwikorita, para petani juga dapat memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, serta optimalisasi pengelolaan air untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah keterbatasan curah hujan.

    “Untuk wilayah yang mengalami musim kemarau lebih basah, ini bisa menjadi peluang untuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi, dengan disertai pengendalian potensi hama,” urainya.

    Baca: Di era transisi ke musim kemarau, hujan ekstrem masih berpotensi terjadi

    Sedangkan untuk sektor kebencanaan perlu peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau dengan sifat normal hingga lebih kering dari biasanya.

    Pada kesempatan itu Dwikorita menerangkan saat ini masih ada hujan di sejumlah wilayah. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk pembasahan lahan-lahan gambut.

    Hal ini dilakukan untuk menaikkan tinggi muka air dan pengisian embung-embung penampungan air di area yang rentan terbakar.

    Sementara itu, di sektor lingkungan dan kesehatan, BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara di wilayah perkotaan dan daerah rawan karhutla.

    Baca: Hujan deras masih terjadi, kapan musim kemarau?

    Selain itu dampak suhu panas dan kelembapan tinggi yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

    Kemudian di sektor energi dan sumber daya air, Dwikorita mengimbau agar masyarakat dan pihak terkait dapat mengelola pasokan air secara bijak dan efisien.

    Hal ini untuk menjamin keberlanjutan operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sistem irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat selama musim kemarau.