Tag: gaza

  • Pasca Gencatan Senjata, Gaza Hadapi Masa Depan yang Penuh Tantangan

    Pasca Gencatan Senjata, Gaza Hadapi Masa Depan yang Penuh Tantangan

    7cloud.asia – Sebagian besar area Gaza terkubur di bawah reruntuhan. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menaksir bahwa 83 persen struktur bangunan dan area pemukiman di Kota Gaza dalam kondisi rusak.

    Kini, tersisa sebuah pertanyaan: Apakah Gaza masih mampu membangun kembali kehidupan seperti sediakala?

    Gencatan senjata yang baru terjadi membuka secercah harapan akan kedamaian jangka panjang. Saat artikel ini ditulis, gencatan senjata masih berlangsung, tetapi tak menjanjikan.

    Perdamaian tak akan bertahan lama tanpa memulihkan kemampuan Gaza untuk menopang kehidupan jutaan warganya.

    Butuh waktu puluhan tahun untuk merancang, membiayai, dan membangun kembali seluruh infrastruktur di Gaza.

    Perbaikan darurat memang dapat dilakukan untuk jangka pendek (3-6 bulan). Namun, semakin lama perbaikan dilakukan, semakin lama warga mengalami kondisi sulit di bulan-bulan mendatang. Penundaan pembangunan akan memperpanjang penderitaan warga.

    Baca: 83 persen bangunan di Gaza hancur akibat perang

    Pembongkaran puing bangunan membutuhkan alat khusus dan alat berat. Pengerjaannya akan sangat intens.

    Misalnya yang dialami Beirut. Mereka kelimpungan menghadapi limbah puing seberat 32 juta ton akibat konflik terbaru Israel-Lebanon, padahal kota itu belum beres memulihkan diri setelah perang saudara.

    Gaza berpotensi menghadapi masalah yang sama mengingat banyaknya limbah puing di tanah Gaza.

    Skema rumah prefabrikasi (rumah yang sudah dirakit terlebih dahulu) dan upaya logistik masif lainnya akan sangat dibutuhkan.

    Sejarah telah mencatat proses panjang pembangunan ulang sebuah kota. Stalingrad (sekarang Volgograd, sebuah kota di Rusia) butuh lebih dari 20 tahun untuk memulihkan diri setelah Perang Dunia II.

    Warsawa juga baru menyelesaikan pembangunan ulang pascaperang di tahun 1980-an, sekitar 50 tahun pascaperang.

    Baca: Uni Eropa menyatakan komitmennya untuk membangun kembali Gaza

    Masalah listrik, air, dan bahan bakar
    Menghidupkan kembali Gaza hanya mungkin dilakukan dengan pendanaan dan akses sumber daya yang kuat.

    Sumber daya yang dimaksud bukan sekadar uang. Gaza butuh banyak material, keahlian, dan tenaga kerja untuk bisa bangkit kembali.

    Sumber daya ini hanya bisa didapatkan dengan perdamaian jangka panjang, pemetaan kondisi infrastruktur terkini, dan pemasok sumber daya yang bersedia membantu pembangunan Gaza.

    Pemerintah setempat tak memiliki kekuasaan atas sumber daya dan infrastruktur dasar seperti listrik, bahan bakar, dan air. Semuanya masih datang dari Israel.

    Lembaga bantuan menyediakan bantuan logistik untuk mempertahankan beberapa infrastruktur dasar. United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) adalah salah satu lembaga yang membantu menyediakan bantuan dan layanan kemanusiaan dasar untuk warga Palestina.

    Selama dua pekan bulan September, UNWRA menyediakan 18 juta liter air untuk 370 ribu orang di Gaza dan membuang 4 ribu ton sampah padat.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh 50 miliar dolar AS

    Jika ditotal dalam setahun, Gaza memerlukan setidaknya 3 miliar liter air—setara dengan 1.200 kolam renang Olimpiade—dan 600 ribu ton limbah yang perlu dibuang untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

    Solusi teknik yang akan diciptakan perlu mencapai, bahkan melebihi, level kebutuhan tersebut. Realisasinya membutuhkan komitmen besar—bukan hanya dana, tetapi juga keahlian dan kerja sama lintas negara.

    Pengembangan infrastruktur pelabuhan baru juga perlu diprioritaskan. Pelabuhan dan jalan raya yang tak dikendalikan oleh pihak luar menjadi penting untuk masyarakat di kota pascaperang.

    Untuk mendukung pelabuhan, limbah reruntuhan bangunan sebenarnya berpotensi digunakan untuk reklamasi laut dan membangun pemecah gelombang.

    Namun, limbah tersebut sulit dimanfaatkan karena sudah terkontaminasi bahan berbahaya akibat perang.

    Masa depan penuh tantangan
    Membangun ulang Gaza akan membutuhkan miliaran dolar AS dan lautan bantuan lainnya dalam beberapa dekade ke depan.

    Tanpa bantuan serius, harga material pembangunan akan melambung dan krisis insinyur akan terjadi.

    Memulihkan Gaza membutuhkan upaya mobilisasi intens dalam jangka panjang, tak peduli seberapa banyak dana yang dikucurkan para donor. Membangun ulang Gaza tak hanya butuh uang, tetapi juga upaya dan komitmen jangka panjang.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, Penulis: John Tookey (Professor of Construction Management, Auckland University of Technology), Kezia Kevina Harmoko berkontribusi dalam penerjemahan artikel ini.

  • Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Lancarkan Serangan yang Menewaskan 9 Warga Gaza

    Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Lancarkan Serangan yang Menewaskan 9 Warga Gaza

    7cloud.asia – Komitmen Israel untuk menjalankan kesepakatan gencatan senjata diragukan. Israel terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah dicapai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

    Sedikitnya sembilan orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Selasa malam (28/10/2025), yang menandai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata, kata sumber-sumber medis.

    Sebuah serangan menghantam sebuah rumah di kawasan permukiman Sabra di Kota Gaza yang berada di dalam “garis kuning” dan menewaskan empat orang, sementara beberapa lainnya hilang tertimbun reruntuhan, menurut sumber.

    “Garis kuning” mengacu pada zona di mana pasukan Israel telah menarik pasukannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Garis itu membentang dari Kegubernuran Gaza Utara hingga pinggiran Rafah.

    Baca: Gaza hadapi masa depan yang penuh tantangan

    Lima warga Palestina lainnya tewas ketika pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan di Khan Younis, yang juga berada di dalam “garis kuning” di Gaza selatan.

    Tentara Israel melancarkan rentetan serangan udara dan artileri di Jalur Gaza pada Selasa (28/10/2025) setelah pemimpin Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan “serangan segera dan kuat” di wilayah kantong itu

    Netanyahu menyebut serangan ini, karena dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok Hamas.

    Menurut wartawan Anadolu, serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi Shati di sebelah barat Kota Gaza, sementara tembakan artileri menyasar wilayah timur Deir al-Balah di Gaza tengah.

    Baca: 142 Negara akui Palestina yang merdeka

    Serangan rudal Israel, dilaporkan juga menghantam sekitar Kompleks Medis Shifa di Kota Gaza.

    Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan di Gaza sejak 10 Oktober berdasarkan rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.

    Fase pertama kesepakatan itu mencakup pertukaran sandera dan tahanan. Fase berikutnya adalah rekonstruksi Gaza dan pembentukan pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas.

    Israel telah menewaskan lebih dari 68.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya dalam gelombang serangan mematikan di Gaza sejak Oktober 2023.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Menlu 7 Negara Islam Bertemu Membahas Masa Depan Gaza

    7cloud.asia – Para menteri luar negeri (menlu) dari tujuh negara menggelar pertemuan di Istanbul pada Senin (3/11/2025) guna membahas upaya-upaya untuk mempertahankan gencatan senjata di Gaza.

    Pertemuan ini juga membahas rencana untuk masa depan daerah kantong tersebut, saat serangan Israel terus berlanjut meski ada gencatan senjata.

    Menlu Turki Hakan Fidan menjadi tuan rumah bagi para menlu dari Uni Emirat Arab, Indonesia, Qatar, Pakistan, Arab Saudi, dan Yordania.

    Fidan mengatakan para menteri sepakat tentang perlunya mempertahankan gencatan senjata dan mencegah kekerasan baru.

    “Semua peserta sepakat bahwa kami tidak ingin kekejaman di Gaza terulang kembali,” ujarnya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut mendukung solusi dua negara sebagai dasar perdamaian abadi.

    Baca: Pascagencatan senjata, Gaza hadapi masa depan penuh tantangan

    Ia menuduh Israel berulang kali melanggar gencatan senjata dan memblokir bantuan kemanusiaan, yang menurutnya menyulitkan penegakannya.

    Mengenai tata kelola Gaza pascaperang, Fidan mengatakan diskusi masih berlangsung dan menekankan perlunya mencapai konsensus terlebih dahulu mengenai rancangan rencana.

    “Ini adalah proses yang sensitif, dan kita harus melanjutkannya dengan hati-hati. Setiap langkah yang diambil untuk menyelesaikan masalah Palestina seharusnya tidak menciptakan masalah struktural di masa mendatang,” ujarnya.

    Fidan mencatat bahwa ketujuh negara memiliki sikap yang sama: “Palestina harus diperintah dan diamankan oleh Palestina.”

    Baca: Israel langgar kesepakatan gencatan senjata di Gaza

    Meskipun gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, serangan Israel terus berlanjut, menewaskan lebih dari 200 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

    Sebelumnya pada Senin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam bahwa Hamas tampaknya menjunjung tinggi gencatan senjata, sambil menuduh Israel melanggarnya.

    “Kita dihadapkan pada pemerintahan yang, dengan berbagai dalih, telah menewaskan lebih dari 200 orang tak berdosa sejak perjanjian gencatan senjata, dan melanjutkan pendudukan serta serangannya di Tepi Barat,” kata Erdogan.

    Dia memperingatkan bahwa kekerasan yang sedang berlangsung mengancam upaya perdamaian.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua. Foto:UNRWA

  • Israel Tolak Masuknya Lebih 100 Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

    7cloud.asia – PBB mengatakan bahwa Israel menolak 107 permintaan masuknya bahan-bahan bantuan ke Jalur Gaza sejak gencatan senjata 10 Oktober. Penolakan Israel ini menghambat pasokan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan.

    “Mitra kami melaporkan bahwa sejak gencatan senjata, otoritas Israel telah menolak 107 permintaan masuknya bantuan, termasuk selimut, pakaian musim dingin, serta peralatan dan bahan untuk memelihara dan mengoperasikan layanan air, sanitasi, dan kebersihan,” ujar juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers Kamis (6/11/2025).

    “Hampir 90 persen dari permohonan yang ditolak ini berasal dari lebih dari 330 LSM lokal dan internasional. Lebih dari separuhnya ditolak dengan alasan organisasi-organisasi tersebut tidak berwenang membawa barang-barang bantuan ke Gaza.”

    Sembari menekankan bahwa PBB dan mitra-mitranya di lapangan “dapat berbuat lebih banyak jika hambatan-hambatan lain dihilangkan,” Haq melaporkan bahwa “beberapa barang bantuan yang ditolak masuk ke Gaza adalah barang-barang yang dianggap oleh otoritas Israel berada di luar cakupan bantuan kemanusiaan.”

    Baca: Menlu 7 Negara Islam bertemu membahas masa depan Gaza

    “Barang-barang lainnya dikategorikan sebagai barang dwiguna, mulai dari kendaraan dan suku cadangnya hingga panel surya, beberapa jenis jamban bergerak, mesin sinar-X, dan generator,” imbuhnya.

    Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Haq mencatat bahwa “pengeboman secara terus menerus terhadap bangunan tempat tinggal warga dilaporkan setiap hari di beberapa wilayah tempat militer Israel masih dikerahkan, terutama di Khan Younis timur, Kota Gaza timur, dan Rafah.”

    Sembari mengatakan bahwa serangan Israel di dekat apa yang disebut “garis kuning” terus berlanjut sehingga menimbulkan korban jiwa, Haq menekankan bahwa “aktivitas militer ini membahayakan warga sipil, termasuk pekerja bantuan.”

    Dia mengingatkan “militer Israel tentang kewajibannya untuk terus-menerus menjaga keselamatan warga selama operasinya.”

    Baca: Pasca gencatan senjata, Gaza hadapi masa depan yang penuh tantangan

    “Garis kuning” adalah garis pertama yang ditentukan dalam fase awal perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

    Garis tersebut memisahkan wilayah yang masih berada di bawah kendali militer Israel di timur, dari wilayah di mana warga Palestina diizinkan untuk beraktivitas di bagian barat.

    Terkait pergerakan warga sipil yang terus berlanjut di daerah kantong tersebut, Haq melaporkan bahwa “lebih dari 680 ribu pergerakan dari selatan ke utara Gaza telah dilaporkan sejak dimulainya gencatan senjata.”

    “Sementara, hampir 113 ribu pergerakan dari barat ke timur Khan Younis juga telah dilaporkan.”

    “Namun, mitra kami menyatakan bahwa banyak pengungsi menyampaikan keinginan mereka untuk tetap tinggal di lokasi mereka saat ini karena kerusakan yang sangat luas, kurangnya alternatif, dan ketidakpastian yang terus berlanjut terhadap keselamatan dan layanan di daerah asal mereka,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu Foto: Anadolu

  • 8 Negara Siap Tangkap Benjamin Netanyahu atas Kejahatan Kemanusiaan di Gaza

    8 Negara Siap Tangkap Benjamin Netanyahu atas Kejahatan Kemanusiaan di Gaza

    7cloud.asia – Delapan negara menyatakan siap untuk menangkap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang yang mereka lakukan di Jalur Gaza.

    Menurut Al Jazeera, Turki, Slovenia, Lituania, Norwegia, Swiss, Irlandia, Italia, dan Kanada telah menyatakan kesediaan mereka untuk menangkap Benjamin Netanyahu atas genosida dan kejahatan yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina.

    Sebelumnya Kantor Kejaksaan Istanbul telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 37 tersangka yang diduga terlibat dalam genosida di Gaza, termasuk Netanyahu, pemimpin perang Yisrael Katz dan juga kepala staf umum Eyal Zamir.

    Mereka semua dilarang memasuki wilayah dan bahkan melintasi wilayah udara Turki.

    Pada Desember 2023 Afrika Selatan mengajukan gugatan terhadap Israel karena dinilai melanggar Konvensi Genosida dalam perlakuannya terhadap warga Palestina di Gaza.

    Sejak itu sejumlah negara lainnya termasuk Nikaragua, Kolombia, Libya, Meksiko, Palestina, Spanyol, dan Turki mendukung gugatan tersebut.

    Pada November 2024 Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan pemimpin perang Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Sumber: Antaranews.com/IRNA-OANA

  • Serangan Israel ke Gaza Berlanjut Usai Gencatan Senjata, Hancurkan Lebih dari 1500 Bangunan

    7cloud.asia – Tentara Israel menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan di Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku pada bulan lalu. Fakta ini ditunjukkan oleh citra satelit yang dirilis Rabu (12/11/2025).

    Citra satelit yang ditinjau oleh BBC Verify menunjukkan bahwa seluruh kawasan permukiman di wilayah yang dikuasai Israel di luar yang disebut “garis kuning” di Gaza telah hancur total sejak 10 Oktober.

    Foto-foto yang diambil sebelum kesepakatan gencatan senjata di daerah Abasan Al-Kabira, Khan Younis, Gaza selatan, menunjukkan banyak bangunan yang masih utuh, beberapa di antaranya bahkan memiliki taman, pohon, dan kebun.

    Citra satelit yang diambil di Rafah, Jabalia, dan Kota Gaza sebelum dan sesudah kesepakatan gencatan senjata juga menunjukkan peningkatan kerusakan yang terlihat dari reruntuhan dan bangunan yang rata di area tersebut.

    Baca: 8 Negara siap tangkap Benjamin Netanyahu

    “Jumlah bangunan yang hancur sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena citra satelit untuk beberapa area tidak tersedia untuk penilaian BBC Verify,” kata saluran tersebut.

    Sementara itu, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, Israel telah melakukan 282 pelanggaran gencatan senjata, termasuk 12 serangan ke lingkungan pemukiman, 124 serangan, dan 52 operasi pengeboman yang menargetkan bangunan sipil.

    Akibat serangan Israel tersebut, sebanyak 242 warga Palestina tewas dan lebih dari 620 lainnya terluka.

    Seorang juru bicara tentara Israel mengklaim bahwa pembongkaran bangunan dilakukan sebagai respons terhadap “ancaman” dan bertujuan membongkar infrastruktur Hamas.

    Baca: Israel tolak masuknya lebih dari 100 bantuan kemanusiaan ke Gaza

    Kesepakatan gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober, berdasarkan rencana 20 poin dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan bagi tahanan Palestina.

    Rencana tersebut juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas.

    Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 warga Palestina yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 170.000 orang lainnya, dan membuat Jalur Gaza tidak layak huni, menurut Kementerian Kesehatan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Musim Dingin Kian Dekat, Otoritas Palestina Mendesak Komunitas Internasional Tekan Israel Percepat Bantuan Tenda dan Selimut

    Musim Dingin Kian Dekat, Otoritas Palestina Mendesak Komunitas Internasional Tekan Israel Percepat Bantuan Tenda dan Selimut

    7cloud.asia – Kepresidenan Palestina mendesak komunitas internasional, terutama pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata Gaza, untuk menekan Israel agar mempercepat distribusi rumah portabel dan tenda ke Jalur Gaza.

    Desakan itu disampaikan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang saat ini mengancam keselamatan warga Gaza.

    Tenda-tenda pengungsian yang tersisa di wilayah kantong itu sudah lama, robek, dan tidak layak, sehingga tidak dapat mencegah masuk air hujan dan hampir tidak melindungi warga sipil.

    Presidensi Palestina juga mendesak Israel mencabut pembatasan dan hambatan yang menghalangi pemerintah Palestina mengirimkan rumah portabel, tenda, serta peralatan tempat tinggal penting ke Gaza.

    Baca: Israel tolak masuknya lebih 100 bantuan kemanusiaan ke Gaza

    Tujuannya adalah untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung sekaligus melindungi kelompok-kelompok masyarakat rentan termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia, dari bahaya serius yang ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem.

    Sebelumnya diberitakan, PBB mengatakan bahwa Israel menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

    “Otoritas Israel telah menolak 107 permintaan masuknya bantuan, termasuk selimut, pakaian musim dingin, serta peralatan dan bahan untuk memelihara dan mengoperasikan layanan air, sanitasi, dan kebersihan,” ujar juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers Kamis (6/11/2025).

    Sumber: Antaranews.com/WAFA

  • Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

    Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Hanya Izinkan 200 Truk Bantuan ke Gaza

    7cloud.asia – Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan bahwa Israel hanya mengizinkan tidak lebih dari 200 truk bantuan masuk ke Jalur Gaza per hari.

    Padahal dalam perjanjian gencatan senjata antara Hamas dengan Israel disepakati 600 truk bantuan didistribusikan ke Gaza setiap harinya.

    Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al-Thawabteh, mengatakan kepada Anadolu pada Senin (24/11/2025) bahwa Israel hanya mengizinkan kurang dari sepertiga dari bantuan yang dibutuhkan untuk 2,4 juta penduduk Gaza.

    “Israel mengelola kelaparan di Gaza secara perlahan dan bertahap,” katanya, sembari memperingatkan bahwa tingkat malnutrisi di kalangan penduduk Gaza telah melampaui 90 persen.

    Baca: Otoritas Palestina desak komunitas internasional tekan Israel percepat masuknya bantuan

    Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dicapai antara Hamas dan Israel yang diteken pada 10 Oktober, seharusnya 600 truk bantuan masuk ke Gaza setiap hari.

    Namun, Israel tidak mematuhi perjanjian tersebut. Tak hanya itu Israel juga terus melancarkan serangan hampir setiap hari yang telah menewaskan sedikitnya 342 warga Palestina sejak 10 Oktober 2025.

    Thawabteh mengatakan Israel terus melarang masuknya alat berat dan peralatan yang dibutuhkan tim pertahanan sipil untuk mengevakuasi jenazah para syuhada dari bawah reruntuhan, dalam pelanggaran terang-terangan terhadap seluruh hukum kemanusiaan.

    Baca: Israel lancarkan serangan ke Gaza, 22 orang tewas

    Ia menggambarkan praktik Israel tersebut sebagai kejahatan berlapis yang terdiri dari upaya kelaparan yang disengaja terhadap warga sipil dan menghalangi bantuan kemanusiaan.

    Dia mendesak para mediator dan penjamin gencatan senjata untuk memberikan tekanan serius dan efektif agar pendudukan Israel mematuhi apa yang telah ditandatangani dan segera menghentikan pelanggaran berat ini.

    Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.900 lainnya dalam serangan brutal yang meratakan sebagian besar wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Korban Tewas Akibat Perang Gaza Tembus 70.000 Orang

    Korban Tewas Akibat Perang Gaza Tembus 70.000 Orang

    7cloud.asia – Otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (29/11/2025) menyatakan, warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 menembus angka 70.100 jiwa.

    Selama 48 jam terakhir, dua jenazah dan 11 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di daerah kantong Palestina tersebut, sehingga total korban luka bertambah menjadi 170.983 orang sejak konflik Palestina-Israel pecah pada Oktober 2023, imbuh pihak otoritas.

    Sementara militer Israel masih terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah dicapai gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober lalu.

    Meskipun gencatan senjata sudah diberlakukan pada Oktober lalu, serangan periodik Israel telah menewaskan 354 orang dan melukai 906 lainnya di daerah kantong yang terkepung tersebut, menurut pernyataan itu.

    Pada Sabtu, dua anak Palestina tewas dalam serangan drone Israel di sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan, seiring tentara Israel mengintensifkan serangannya di daerah kantong tersebut, menurut sumber medis dan keamanan Palestina.

    Konflik Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, ketika militan yang dipimpin Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan sekitar 1.200 jiwa dan menyandera sekitar 250 orang.

    Serangan ini memicu respons militer Israel dalam skala besar di Gaza, yang mengakibatkan 80 persen wilayah Gaza hancur dan infrastrukturnya porak poranda.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua

  • Hampir 9300 Anak Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut

    Hampir 9300 Anak Balita di Gaza Alami Malnutrisi Akut

    7cloud.asia – UNICEF pada Sabtu (29/11/2025) melaporkan bahwa hampir 9.300 anak di bawah usia 5 tahun (balita) di Gaza didiagnosis menderita malnutrisi akut parah pada Oktober.

    “Tingkat malnutrisi yang tinggi terus membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak di Jalur Gaza, diperparah dengan datangnya cuaca musim dingin yang mempercepat penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian di antara anak-anak yang paling rentan,” kata badan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

    Badan tersebut menyayangkan masih terhambatnya sejumlah besar pasokan musim dingin di perbatasan Gaza dan menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut.

    Baca: Sebanyak 70 Ribu Orang Tewas Akibat Perang di Jalur Gaza

    “Saat cuaca musim dingin tiba, ribuan keluarga pengungsi tetap berada di tempat penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, atau perlindungan dari cuaca, sementara hujan deras telah menghanyutkan sampah dan limbah melalui banjir dan masuk ke daerah pemukiman,” tambah badan tersebut.

    Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan bahwa “meskipun ada kemajuan, ribuan anak di bawah usia lima tahun masih mengalami malnutrisi akut di Gaza, sementara banyak lagi yang tidak memiliki tempat berlindung, sanitasi, dan perlindungan yang layak terhadap musim dingin,” demikian pernyataan tersebut.

    Russell juga menyerukan pembukaan semua penyeberangan ke Jalur Gaza, dengan prosedur izin yang disederhanakan dan dipercepat serta prioritas yang jelas untuk masuknya pasokan kemanusiaan melalui semua rute pasokan yang memungkinkan, termasuk melalui Mesir, Israel, Yordania, dan Tepi Barat.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza Berlanjut Usai Gencatan Senjata

    Peringatan tersebut disampaikan mengingat meski gencatan senjata disepakati, dan mulai berlaku pada Oktober, Gaza tetap menghadapi tekanan kemanusiaan yang semakin meningkat.

    Kantor media pemerintah mengatakan pada Rabu bahwa badai musim dingin baru-baru ini merusak sekitar 22.000 tenda yang melindungi keluarga-keluarga yang mengungsi dan menyebabkan lebih dari 288.000 rumah tangga tanpa perlindungan dari dingin dan hujan.

    Pihak berwenang di Gaza memperkirakan wilayah tersebut membutuhkan sekitar 300.000 tenda dan unit rumah prefabrikasi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal paling dasar bagi warga Palestina, setelah Israel menghancurkan infrastruktur sipil selama dua tahun perang.

    Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.900 lainnya dalam perang yang berlangsung lebih dari dua tahun dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews/Anadolu