Tag: cuaca

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Cerah Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Cerah Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan mayoritas kota di Indonesia diperkirakan cerah dan berawan pada Jumat (19/07/2024).

    Namun, masih ada kota yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Kota Ambon diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. siangnya Kota Medan diperkirakan hujan ringan.

    Kemudian pada malam hari hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Ambon dan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan. Lalu hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Tarakan.

    Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Semarang.   

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 85 persen.

     

  • Akhir Pekan, Waspada Potensi Suhu Panas Hingga 35 Derajat di Dua Kota Ini

    Akhir Pekan, Waspada Potensi Suhu Panas Hingga 35 Derajat di Dua Kota Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau telah tiba. Akhir pekan, Sabtu (20/07/2024) sejumlah kota mengalami suhu panas bahkan hingga 35 derajat celsius.

    Mengutip laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu panas di Kota Banda Aceh dan Medan berpotensi terjadi suhu panas hingga 35 derajat celsius.

    Suhu panas hingga 34 derajat celsius berpotensi terjadi di Kota Serang, Semarang dan Pontianak.

    Sedangkan suhu terendah berada pada titik 19 derajat celsius dan  diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    BMKG memperkirakan cuaca di sebagian besar kota di Indonesia cerah dan berawan. Meski demikian masih ada kota yang berpeluang hujan dengan intensitas ringan di Kota Bandar Lampung dan Ambon pada pagi hari.

    Kemudian siangnya hanya Kota Ambon yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Lalu malam harinya kondisi cuaca serupa diperkirakan terjadi di Kota Mamuju dan Medan.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 85 persen.

     

  • Cuaca Hari Ini: Suhu Panas Diperkirakan Capai 37 Derajat Celsius, Masihkah Aman dari Gelombang Panas?

    Cuaca Hari Ini: Suhu Panas Diperkirakan Capai 37 Derajat Celsius, Masihkah Aman dari Gelombang Panas?

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas capai 37 derajat celsius di Kota Banda Aceh pada Minggu (21/07/2024).  

    Beberapa kota lainnya juga mengalami suhu panas, tetapi suhu tertinggi hanya mencapai 34 derajat celsius. Seperti Kota Serang, Pontianak, Banjarmasin dan Medan.

    Meski demikian, BMKG memastikan Indonesia aman dari ancaman gelombang panas atau heatwave seperti yang dialami sejumlah negara di kawasan Asia.

    Deputi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan peningkatan suhu yang dialami sejumlah kota di Indonesia tidak dapat dikategorikan sebagai heatewave.

    Baca: Climate Central sebut Indonesia berpeluang besar mengalami gelombang panas

    “Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” jelas Guswanto beberapa waktu lalu.

    Selanjutnya Guswanto menerangkan berdasarkan data rekapitulasi meteorologi BMKG selama 24 jam terakhir, memang ada peningkatan suhu di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Peningkatan tersebut sekitar lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian, dan sudah bertahan sekitar lebih dari lima hari.

    Meski terjadi peningkatan suhu,lanjut Guswanto,tetapi kondisinya tidak sama dengan apa yang dialami sejumlah negara Asia lain seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal dan Cina.

    Baca: Gelombang panas landa Jepang, 6 orang tewas

    “Secara karakteristik suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari,” ungkapnya.

    Menurutnya hal demikian itu merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

    BMKG memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia cerah dan berawan dengan suhu terendah 19 derajat celsius diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Namun potensi hujan dengan intensitas ringan masih terjadi dibeberapa kota, yaitu Kota Jayapura, Ambon dan Mamuju hujan terjadi pada pagi hari.

    Baca: Sebanyak 61 orang tewas akibat suhu panas di Thailand

    Siangnya Kota Samarinda, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Jayapura dan Manokwari diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian malam hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Tarakan dan Manokwari.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 55 hingga 85 persen.

     

     

  • Ribuan Ikan Mati di Pasuruan dan Lumajang Akibat Fenomena Bediding

    Ribuan Ikan Mati di Pasuruan dan Lumajang Akibat Fenomena Bediding

    7cloud.asia – Fenomena bediding yang terjadi beberapa minggu terakhir ini telah mengakibatkan ribuan ikan di wilayah Pasuruan dan Lumajang, Jawa Timur mati mendadak.

    Fenomena ini terjadi setelah air di dasar kolam yang mengandung belerang naik ke permukaan akibat cuaca dingin atau bediding, sehingga membuat kandungan oksigen turun drastis.

    Ikan-ikan tersebut diduga mati karena kekurangan oksigen.

    Seperti yang terjadi di kolam budidaya di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Kamis (18/07/2024) lalu.

    Sebanyak 2.700 bibit ikan lele mati akibat suhu ekstrem bediding. “Baru kali ini terkena dampak. Padahal saya sudah menjalankan usaha ini bertahun-tahun lamanya,” kata peternak lele, Saiku seperti yang dilansir Vivanews.

    “Saya kira kondisi keasaman air atau oksigen dalam air sangat berpengaruh,” lanjutnya.

    Baca: Fenomena bediding berdampak pada pertanian dan peternakan

    Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Mualif Arif menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan ribuan bibit ikan mati.

    “Bisa saja penyebabnya kualitas air, penyakit atau pun terserang hama tertentu,” ungkap Mualif Arif.

    Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan pada tempat budidaya lainnya untuk memastikan kondisi serupa tidak terjadi di lokasi pembudiyaaan lainnya.

    Kematian ikan secara mendadak juga terjadi di Lumajang, Jawa Timur. Ribuan ikan nila dan mujaer di Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur mati mendadak.

    Baca: Udara dingin di musim kemarau? Ini penyebabnya

    Akibatnya para petani keramba apung merugi hingga puluhan juta rupiah. Menurut Muhammad, salah satu petani keramba apung menjelaskan setiap udara dingin seperti saat ini memang banyak ikan yang mati.

    “Kalau cuaca panas sih ya ndak (mati). Tapi kalau dingin, hujan ya bisa ikan matinya menyeluruh yang punya karamba,” kata Muhammad.

    Muhammad mengakui selama tiga hari ribuan ikannya mati telah mengakibatkan kerugian hingga Rp 35 juta.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena bediding adalah kondisi di mana suhu lingkungan terasa lebih dingin dari biasanya, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa.

    Baca: Suhu dingin di Bandung diperkirakan hingga Agustus

    Fenomena bediding ditandai dengan rendahnya intensitas hujan. Kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi tidak terperangkap, sehingga suhu udara menjadi lebih dingin.

    Fenomena ini terjadi selama musim kemarau, ketika angin monsun timuran dari Australia membawa udara kering dan dingin.

    Di Pulau Jawa, suhu terendah yang tercatat selama fenomena bediding bisa mencapai sekitar 11-15°C. Suhu dingin yang ekstrem ini akan mencapai puncaknya pada Agustus nanti.

    Baca: Labuan Bajo dilanda suhu dingin

    Fenomena bediding umum terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan khatulistiwa hingga bagian utara.

    Pada wilayah ini, pada pagi hari udara cenderung lebih dingin dari biasanya. Kemudian siang harinya udara akan terasa lebih panas.

    Tak hanya di Pulau Jawa, fenomena bediding juga terjadi di daerah dataran tinggi di Indonesia bagian selatan lainnya, seperti Bali, NTB dan NTT.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda 4 Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda 4 Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk empat wilayah yang berpotensi hujan disertai petir pada Senin (22/07/2024).

    Empat wilayah tersebut Maluku Utara (Halmahera Tengah), Papua Barat (Manokwari, Tambrauw, Teluk Bintuni, Sorong Selatan, Pegunungan Arfak, Maybrat).

    Wilayah lainnya  Kalimantan Utara (Nunukan, Malinau, Tarakan, Tana Tidung), dan Sulawesi Tengah (Parigi Mountong, Sigi, Poso, Morowali).

    Sementara sejumlah kabupaten/kota terdampak hujan disertai petir adalah Tanjung Selor, Samarinda, Manado, Mamuju, Palu, Jayawijaya, Ternate, dan Nabire.Suhu udara berkisar antara 21-27 celsius.

    BMKG juga memperkirakan angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat dan Maluku.

    Sejumlah kota juga diprediksi dilanda petir yaitu Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi Pangkal Pinang, Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Sorong, Ambon, dan Manokwari. Suhu udara berkisar 26-28 derajat celsius.

    Untuk wilayah DKI Jakarta cuaca di seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan pada pagi hingga malam hari. Suhu udaraberkisar antara 24-32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban 74-86 persen.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Banjir rob akibat gelombang tinggi diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah pesisir di Indonesia pada Selasa (23/07/2024).

    Wilayah pesisir Sumatera Utara, pesisir Sumatera Barat, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Banten, pesisir utara Jakarta berpotensi dilanda banjir rob.

    Kondisi yang sama juga berpotensi melanda wilayah pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Timur, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Maluku Utara.

    Dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter diperkirakan melanda wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.

    BMKG juga memperkirakan sejumlah kota berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang seperti Kota Pontianak, Tanjung Selor, Mamuju, Ternate, Nabire, dan Jayawijaya.

    Menurut prakirawan BMKG, Eriska Febriati kondisi cuaca tersebut akibat adanya  konvergensi yang memanjang dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, hingga Papua Tengah.

    Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon tropis.

    Sementara hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Gorontalo, Palu, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

    Sedangkan sebagian besar kota lainnya, termasuk Jakarta, diperkirakan cerah berawan pada pagi hingga malam hari.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Potensi Banjir di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada Potensi Banjir di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Meski musim kemarau, tetapi masih ada sejumlah wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga menyebabkan bencana hidrometeorologi pada Rabu (24/07/2024).

    Dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang mengakibatkan bencana tersebut berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Gorontalo,.

    Wilayah lain yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorolgi adalah Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan

    Sedangkan sebagian besar wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Serang, Semarang dan Medan.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur wilayah perairan berpotensi terjadi di Laut Andaman, Laut Natuna Utara, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Laut Sulawesi.

    Selain itu Selat Makassar, Perairan timur Kalimantan Utara, Teluk Tomini, Laut Halmahera,Laut Maluku, Laut Seram, Laut Arafuru, Teluk Cendrawasih juga diperkirakan hujan dengan intensitas lebat.

    Kondisi cuaca serupa diprediksi terjadi di perairan utara Halmahera hingga utara Papua, Samudra Pasifik timur Filipina dan Samudra Pasifik utara Papua.

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Selbagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau mewaspadai cuaca panas. Bahkan suhu maksimal hingga mencapai 37 derajat celsius. 

    Seperti yang terjadi di Kota Medan suhu panas hingga 37 derajat celsius berpotensi terjadi pada Kamis (25/07/2024) dan beberapa hari kedepan.

    Melansir Antaranews, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG)  Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, suhu panas sebenarnya sudah melanda Kota Medan sejak beberapa hari lalu.

    Dari data pengamatan suhu pada beberapa Stasiun BMKG di Sumatera Utara, suhu udara maksimum pada 21 Juli berada di angka 37,0 derajat celcius, pada 22 Juli berada 37,0 derajat celcius dan pada 23 Juli mencapai 37,2 derajat celcius.

    Berdasarkan analisa pola angin pada 23 Juli 2024 pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB, menunjukkan angin baratan yang cukup kuat dan bersifat divergen (menyebar) di wilayah Sumatera Utara, sehingga menyebabkan sulitnya pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

    Pantauan citra radar pada 23 Juli 2024 menunjukkan tidak terjadi pertumbuhan awan dari pagi hingga malam hari.

    Sedangkan untuk kondisi suhu permukaan laut di wilayah pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka relatif cukup hangat berkisar antara 30 sampai 32 derajat Celcius.

    Berdasarkan pantauan udara atas pada 23 Juli 2024, angin di lapisan 850 – 500 mbar cukup kencang 1 – 22 knot dan kelembapan udara cukup kering 9 –88 persen RH, sehingga pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di Kota Medan.

    “Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan pola cuaca hampir sama dengan hari ini yang masih cukup panas. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat memicu kebakaran, mengurangi kegiatan di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan buah,” jelasnya.

    Sementara untuk wilayah lainnya sebagian besar diperkirakan cerah berawan, termasuk seluruh wilayah Jakarta.

    Namun, masih ada sejumlah wilayah yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Wilayah tersebut adalah Banda Aceh, Bandar Lampung, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Angin Kencang

    Cuaca Hari Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Angin Kencang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi angin kencang yang terjadi hingga akhir Juli.

    Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek menjelaskan kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 50 km/jam berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Hal itu disebabkan aktifnya Monsoon Timur dan besarnya perbedaan gradient tekanan Australia-Asia sehingga ada peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT,”  jelas Sti Nenotek seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Nenotek mengimbau agar masyarakat mewaspadai dampak yang akan terjadi akibat angin kencang seperti pohon tumbang, baliho roboh dan lain-lain.

    Karena itu, lanjut dia, masyarakat harus hati-hati jika berteduh dibawah pohon terutama pohon-pohon yang telah rapuh.

    Selain itu BMKG juga mengimbau agar masyarakat waspada potensi kebakaran hutan dan lahan yang akan terjadi akibat angin kencang.

    Pastikan api benar-benar padam saat membakar sampah serta tidak membuang putung rokok sembarangan sehingga memicu terjadinya kebakaran.

    “Aktivitas pembakaran harus benar-benar diawasi,” ujarnya.

    Sementra itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sabu Raijua, Javid Ndu Ufi mengatakan kejadian kebakaran selalu terjadi hampir setiap minggu.

    Berdasarkana data BPBD Kabupaten Sabu Raijua per Januari-Juni 2024, sudah terdapat tujuh kali kejadian kebakaran rumah yang bermula dari aktivitas membakar sampah, hingga membakar semut di dalam rumah.

    Karena itu, Javid mengimbau agar masyarakat tidak asal-asalan membuang puntung rokok yang belum padam dan tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.

    “Kami beri sanksi ke orang yang buang puntung rokok dan bakar sampah sampai menyebabkan kebakaran,” kata Javid.

    BMKG memperkirakan cuaca sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan pada Jumat (26/07/2024), namun masih ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Wilayah Aceh, Lampung, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatn berpotensi hujan seang.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta seluruhnya diperkirakan cerah berawan dar pagi hingga malam hari. Suhu rata-rata pada berkisar antara 26 hingga 33 derajat celcius.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Berpeluang Terjadi di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Berpeluang Terjadi di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pada Minggu (28/07/2024).

    Dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah tersebut adalah Aceh, Jambi, Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu cuaca serupa diprediksi terjadi di Kalimanan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Tengah dan Papua.

    Sementara wilayah lainnya di Indonesia BMKG memprediksi cuaca cerah dan berawan.  

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas lebat terjadi di sejumlah wilayah perairan seperti Laut Andaman, perairan barat dan utara Aceh, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina.

    Hujan lebat juga berpotensi mengguyur Laut Halmahera, Laut Timor, Laut Arafuru, Teluk Cendrawasih, perairan utara Papua, Samudra Pasifik timur Filipina dan Samudra Pasifik utara Papua.

    Untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan dari pagi hingga malam hari. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius.