Tag: daur ulang

  • DKI Jakarta Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah dengan Kapasitas 8-10 Ton Sehari

    DKI Jakarta Resmikan Pusat Daur Ulang Sampah dengan Kapasitas 8-10 Ton Sehari

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Morego Green Indonesia (MGI) menghadirkan Collection Center Ciracas, Jakarta Timur

    Fasilitas yang berlokasi di RW 09, Kompleks Lingkungan Hidup, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur ini menjadi pusat pengumpulan dan daur ulang sampah anorganik di Jakarta

    Fasilitas ini diharapkan menjadi penguat ekosistem pengelolaan atau daur ulang sampah berbasis masyarakat, dan menjadi langkah nyata mendukung Program 1 RW 1 Bank Sampah.

    “Kehadiran pusat daur ulang plastik seperti Collection Center Ciracas menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi sirkular, sekaligus sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto, dalam keterangan tertulis yang dibagikan usai peresmian.

    Asep menambahkan, fasilitas ini juga menjadi contoh penerapan creative financing.

    Dia menunjuk kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan layanan publik yang modern dan berkelanjutan tanpa sepenuhnya bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    “Skema kolaboratif ini penting untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah Jakarta, sekaligus membuka ruang partisipasi dunia usaha dalam pembangunan lingkungan,” kata Asep.

    Komisaris PT Morego Green Indonesia, Astrid Fauzia Zahra, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung Program 1 RW 1 Bank Sampah dan penguatan ekonomi sirkular.

    Baca: Warga Jakarta didorong memilah sampah untuk kurangi volume sampah

    Collection Center Ciracas disebutnya dirancang sebagai proyek pilot yang melayani lima kecamatan di Jakarta Timur, yakni Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, Makasar, dan Pasar Rebo.

    “Kapasitas pengolahannya 8–10 ton sampah plastik per hari dengan bank sampah sebagai mitra utama,” kata Astrid. Ke depan, dia menambahkan, cakupan layanan ini ditargetkan dapat diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah Jakarta.

    Astrid menambahkan, Collection Center Ciracas dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 3,5 miliar dan telah menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

    Menurut dia, fasilitas ini juga terintegrasi dengan sistem penjemputan dan pembelian sampah plastik dengan harga yang kompetitif, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

    Dalam proses pengolahan, sampah plastik yang masuk akan melalui dua tahap pemilahan. Tahap pertama adalah pemilahan awal untuk memisahkan jenis plastik yang masih tercampur.

    Tahap kedua berupa pemilahan lanjutan berdasarkan warna dan spesifikasi bahan baku industri daur ulang.

    Selanjutnya, botol plastik diproses dengan mesin pelepas label agar material lebih bersih, “Sebelum akhirnya dipres untuk efisiensi distribusi ke pabrik pengolahan.”

    Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menilai kehadiran Collection Center Ciracas tidak hanya membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi sirkular sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

    “Pemerintah Kota Jakarta Timur akan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah sejak dari rumah,” tutur Munjirin.

    Baca: Industri daur ulang kekurangan bahan baku berkualitas

    Menurutnya, Collection Center Ciracas dibangun sebagai simpul ekosistem bank sampah di lima kecamatan yakni Kecamatan Ciracas, Cipayung, Pasar Rebo, Makasar, dan Kecamatan Kramat Jati. Fasilitas ini mampu mengelola 8-10 ton sampah plastik per hari.

    “Seluruh bank sampah dari lima kecamatan nantinya bisa menjual hasil pilahannya di sini. Ini solusi nyata atas kendala pemasaran sampah yang selama ini dihadapi pengelola bank sampah,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

    Asep menjelaskan, Collection Center Ciracas ini merupakan tindak lanjut kerja sama Dinas LH DKI Jakarta dengan PT MGI yang ditandatangani pada 3 Desember 2025.

    Ia menambahkan, kerja sama berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang. Lahan yang digunakan merupakan aset Dinas LH, sementara pihak swasta menyewa dan mengelola fasilitas dengan dukungan teknologi pemilahan dan pengepresan sampah plastik.

    “Model pengelolaan ini rencananya akan dikembangkan di lokasi lain, salah satunya di kawasan PT JIEP, Pulo Gadung pada tahun depan,” ungkapnya.

    Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Collection Center Ciracas yang diharapkan mampu membantu penanganan sampah anorganik di lima kecamatan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

    “Pengelola bank sampah kini tidak perlu bingung lagi menjual hasil kegiatannya. sampah plastik, kardus, kertas, dan lainnya bisa langsung disalurkan ke sini,” bebernya

    Munjirin mengimbau masyarakat untuk mendukung keberhasilan program ini dengan memilah sampah sejak dari rumah, antara sampah organik dan anorganik. Sehingga, dapat mengurangi beban sampah yang sulit terurai, khususnya plastik,” tandasnya.

    Baca: Jenis plastik yang dapat didaur ulang

  • Hindari Tiga Jenis Plastik Ini Karena Tidak Dapat Didaur Ulang

    Hindari Tiga Jenis Plastik Ini Karena Tidak Dapat Didaur Ulang

    7cloud.asia – Mendaur ulang plastik merupakan bagian penting dari upaya mengurangi sampah plastik, sekaligus alternatif ramah lingkungan.

    Bagaimana masyarakat menangani dan membuang plastik setelah digunakan sangat penting dalam mengurangi masalah plastik yang kini telah menjadi masalah serius bagi lingkungan

    Bagaimana proses daur ulang plastik berjalan? Plastik dipilah berdasarkan jenis polimernya, baik oleh konsumen maupun oleh pabrik daur ulang untuk memastikan semua kontaminan telah dihilangkan.

    Setelah dipilah dan dibersihkan, plastik dapat dihancurkan atau dilelehkan menjadi bentuk pelet sebelum akhirnya dicetak menjadi produk baru.

    Baca: Jenis plastik yang dapat didaur ulang

    Setidaknya ada tujuh jenis plastik yang disimbolkan dengan angka. Tetapi, perlu diketahui angka-angka tersebut tidak sesuai dengan kemampuan daur ulang plastik.

    Selain itu juga ada jenis plastik tertentu yang tidak dapat didaur ulang. Apa saja jenis plastik itu, berikut daftarnya seperti kami kutip dari Earth.org.

    PVC
    Polivinil klorida dan vinil tidak dapat didaur ulang karena klorin melepaskan bahan beracun dan larut dalam proses daur ulang.

    Karena merupakan plastik yang lebih kuat dan tahan lama, PVC biasanya digunakan dalam plastik pembungkus makanan, selang, dan sebagian besar botol sampo dan minyak goreng.

    Baca: Sampel mikroplastik ditemukan di tubuh manusia

    Polistirena (PS)
    Paling dikenal sebagai Styrofoam, plastik polistirena adalah salah satu pencemar plastik yang paling buruk.

    Meskipun banyak perusahaan telah beralih ke plastik yang dapat terurai secara hayati, sebagian besar wadah dan kemasan makanan siap saji masih menggunakan polistirena, yang tidak dapat didaur ulang.

    PS juga digunakan untuk isolasi, butiran pengisi kemasan, dan bahan-bahan berbusa lainnya. Jadi sebaiknya hindari penggunaan produk apa pun yang terbuat dari polietilen.

    Lainnya
    Kemasan atau bahan plastik apa pun yang memiliki simbol #7 dan tulisan “Lainnya” tidak termasuk dalam kategori lain, dan yang lebih penting, tidak dapat didaur ulang.

    Plastik jenis ini sering kali termasuk polikarbonat (yang mengandung BPA) dan PLA (asam polilaktat).

  • Polemik Polusi Plastik: Mendorong Daur Ulang atau Mengurangi Produksi Plastik?

    Polemik Polusi Plastik: Mendorong Daur Ulang atau Mengurangi Produksi Plastik?

    7cloud.asia – Ilmuwan kelautan dari Universitas Plymouth, AS, Prof Richard Thompson OBE membahas bagaimana kriteria esensialitas, keamanan, dan keberlanjutan dapat mengubah produksi plastik dan membuka jalan untuk memperlambat polusi plastik.

    Menurutnya, masyarakat dunia perlu memastikan bahwa saat merancang produk plastik dengan bahan yang berbeda atau mengganti sesuatu yang lain, harus memiliki tolok ukur untuk mengetahui bahwa barang baru tersebut lebih baik, bukan hanya berbeda.

    Dilansir Earth.org, Prof Thompson menambahkan bahwa plastik berbasis bio atau yang dapat terurai secara hayati hanya dapat berfungsi dalam sistem yang menerapkan pengelolaan limbah yang tepat.

    Argumen tentang mengurangi produksi plastik versus meningkatkan pengelolaan limbah plastik telah disebut sebagai alasan utama mengapa kita belum mampu mencapai Perjanjian Plastik Global.

    Saat ini, sebagian besar limbah plastik dikelola dengan buruk, dikirim ke tempat pembuangan sampah, dibakar, diperdagangkan, atau didaur ulang.

    Baca: Alternatif solusi untuk atasi polusi plastik global

    Daur ulang sering dipuji sebagai metode yang lebih disukai. Namun, tingkat daur ulang global saat ini sangat minim dan bervariasi secara signifikan antar wilayah. Secara global, sebagian besar plastik tidak didaur ulang.

    Eropa Utara dianggap memiliki pengelolaan limbah yang baik, di mana rata-rata 40,7 persen limbah kemasan plastik didaur ulang.

    Di AS, tingkat daur ulang plastik diperkirakan sekitar 5 persen, sedangkan di India dan Cina, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 13 persen dan 14 persen, masing-masing.

    Menurut sebuah makalah yang diterbitkan di Nature, sekitar 40 persen sampah plastik di seluruh dunia dikirim ke tempat pembuangan akhir dan 34 persen dibakar.

    Pembakaran sampah dikaitkan dengan efek kesehatan yang merugikan, termasuk beberapa jenis kanker, masalah reproduksi, dan kematian bayi.

    Baca: Tiga jenis plastik ini tak dapat didaur ulang

    Dapat dikatakan, bagaimana produk plastik dikelola di akhir masa pakainya adalah masalah global. Profesor Thompson menyerukan kriteria yang membahas pengelolaan sampah pada tahap desain. Dengan cara ini, secara internasional, hanya produk plastik penting yang lebih aman dan berkelanjutan yang diproduksi.

    Perjanjian ambisius yang disepakati semua negara adalah hasil yang paling diinginkan untuk mengatasi polusi plastik global. Namun, hal itu sulit dicapai untuk saat ini.

    Karena itu, Prof. Thompson menyarankan salah satu jalan keluar dari kebuntuan saat ini adalah kesepakatan ambisius oleh mayoritas negara dengan ambisi bersama untuk mengurangi polusi plastik.

    Ia menyerukan serangkaian kriteria yang jelas yang memastikan produsen plastik menciptakan produk yang dirancang untuk memastikan esensialitas, keamanan, dan keberlanjutan.

    Saat negosiasi berlanjut, jalan ke depan mungkin memerlukan tindakan berani dari negara-negara yang ambisius daripada konsensus global tentang perjanjian yang begitu lemah sehingga gagal memberikan hasil.

    Saat ini, setidaknya 2.000 truk berisi plastik yang mencemari lautan kita setiap hari. Karena itu sangat urgen bagi masyarakat dunia untuk segera mengambil tindakan, agar kondisi tidak semakin buruk.

    Baca: Daur ulang tak mampu imbangi ledakan polusi plastik