Tag: megawati

  • PDI Perjuangan: Ada Faktor Bung Karno dalam Pertemuan Megawati-Prabowo

    PDI Perjuangan: Ada Faktor Bung Karno dalam Pertemuan Megawati-Prabowo

    7cloud.asia – Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan bahwa proklamator Soekarno menjadi faktor yang akan mempertemukan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto.

    Basarah menuturkan rencana pertemuan dan silaturahmi antara Megawati dan Prabowo sudah digagas sejak beberapa bulan lalu melalui kader-kader Gerindra dan PDI Perjuangan.

    “Sinyal Ibu Megawati bersedia merencanakan pertemuan dengan Pak Prabowo Subianto salah satunya diamanatkan kepada saya untuk disampaikan kepada Pak Prabowo melalui Sekjen Gerindra Ahmad Muzani tanggal 17 Oktober 2024 lalu di ruang kerja Ketua MPR di Gedung Nusantara III Komplek DPR/MPR/DPD RI,” kata Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/1/2025)

    Dia mengungkapkan salah satu pesan Megawati yang sudah disampaikan kepada Muzani saat itu adalah Megawati bersedia bertemu Prabowo setelah pelantikan menteri kabinet.

    Hal itu memberikan pesan yang kuat bahwa Megawati dan Prabowo suatu saat bertemu langsung. Ini juga tidak ada kaitannya dengan urusan kursi kabinet.

    Baca: Prabowo berharap bisa bertemu Megawati sebelum pelantikan

    Selain itu, Megawati juga menjelaskan alasannya bersedia bertemu Prabowo lantaran tak punya masalah dan tetap bersahabat baik dari sejak dulu hingga saat ini.

    “Jadi sebenarnya, kesediaan Ibu Mega untuk bertemu Pak Prabowo bukan baru kali ini saja dikemukakan. Pesan bahwa Bu Mega bersedia untuk bertemu dengan Pak Prabowo sudah beliau sampaikan jauh hari sebelumnya,” ujarnya.

    Selanjutnya, kerekatan hubungan Megawati dan Prabowo bertambah kuat bounding-nya ketika Basarah melaporkan hasil pertemuan Pimpinan MPR 2019-2024 dengan Prabowo pada 30 September 2024 di ruang kerja Menteri Pertahanan RI.

    Pada saat itu sepuluh orang pimpinan MPR yang dipimpin Bambang Soesatyo menyampaikan surat pimpinan MPR kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto tentang permohonan tindak lanjut pemulihan nama baik Bung Karno.

    Hal ini setelah pimpinan MPR membuat surat penegasan tidak berlakunya lagi TAP MPRS Nomor XXXIII Tahun 1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno dan penegasan bahwa tuduhan Presiden Soekarno telah mendukung pemberontakan G30S/PKI tidak pernah dibuktikan dan batal demi hukum.

    Baca: Pertemuan Megawati dan Prabowo sudah digagas sejak lama

    Saat itu, Prabowo merespons surat pimpinan MPR tersebut dan mengatakan, “tanpa surat pimpinan MPR ini, kalau menyangkut hak-hak Bung Karno jika saya sudah menjabat sebagai presiden nanti pasti akan saya kerjakan”.

    Bahkan Prabowo menitipkan pesan untuk Megawati dan Guntur Soekarno Putra bahwa dirinya adalah seorang pengagum dan pencinta Bung Karno.

    “Pak Prabowo kemudian menunjuk tangannya ke arah meja kerja utama beliau sebagai Menhan yang di belakangnya terdapat lukisan besar Bung Karno sedang menunggang kuda,” ungkap Basarah.

    Seluruh hasil pertemuan dan pembicaraannya bersama Pimpinan MPR lainnya dengan Prabowo tersebut kemudian dilaporkan kepada Megawati.

    Sejak saat itulah Megawati sudah ingin bertemu langsung dengan Prabowo untuk mengucapkan terima kasih atas respons yang begitu baik beliau tentang pemulihan nama baik Bung Karno.

    Baca: Megawati mengucapkan terima kasihnya kepada Prabowo

    Namun, ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo tersebut akhirnya baru disampaikan dalam pidato resmi HUT PDI Perjuangan ke-52, Sabtu (11/1/2025).

    “Dengan demikian, menurut saya, faktor Bung Karno lah yang akan mempertemukan antara Bu Mega dan Pak Prabowo, selain faktor persahabatan mereka berdua yang sangat baik,” tuturnya.

    Di luar faktor tersebut, alasan lain yang membuat Megawati bersedia bertemu Prabowo adalah karena Megawati sangat concern dalam memikirkan perkembangan situasi global.

    Juga potensi krisis dunia akibat perang antarbangsa dan krisis lingkungan hidup serta krisis pangan dunia akibat pemanasan global.

    “Bu Mega mengkhawatirkan berbagai krisis dunia itu akan berdampak langsung terhadap nasib rakyat dan bangsa Indonesia,” tambah Basarah.

    Ia pun optimistis terjadi pertemuan antara Megawati dengan Prabowo untuk membahas nasib dan masa depan Indonesia.

  • Megawati Diundang Jadi Pembicara di World Leaders Summit di Roma

    Megawati Diundang Jadi Pembicara di World Leaders Summit di Roma

    7cloud.asia – Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menghadiri dan berbicara di World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan, Senin (3/2/2025).

    Berdasarkan siaran pers yang dirilis Sabtu (1/2/2025) forum World Leaders Summit on Children’s Rights ini diinisiasi Paus Fransiskus.

    Dilansir vaticannews.va, Paus Fransiskus mengumumkan bahwa dia akan mendedikasikan satu hari untuk membantu anak-anak di dunia.

    World Leaders Summit on Children’s Rights ini menanggapi tantangan yang dihadapi jutaan anak di seluruh dunia.

    “Melindungi jutaan anak yang masih tanpa hak, yang hidup dalam kondisi yang tidak menentu, yang dieksploitasi dan dianiaya, dan yang menderita akibat perang yang dramatis.” demikian pernyataan pihak Vatican.

    Baca: Bung Karno adalah Sosok Pejuang yang Selalu Memikirkan Nasib Rakyat Kecil

    Tokoh dunia yang juga hadir dalam World Leaders Summit on Children’s Rights antara lain Ratu Rania dari Jordania dan mantan Presiden AS, Al Gore.

    Megawati tiba di Roma, Italia pada Jumat (31/1/2025) malam waktu setempat didampingi putranya M. Rizki Pratama dan putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani.

    Saat mendarat di Bandara Ciampino Roma, Megawati dan rombongan disambut Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono, Wakil Dubes RI untuk Italia, Tika Wihanasari, anggota DPR Ahmad Basarah, Wakil Kepala BPIP Rima Agristina serta Hanjaya.

    Terlihat juga ikut dalam rombongan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga dan Guru Besar Fakultas Hubungan Internasional Universitas St.Petersburg, Connie Rahakundini Bakrie.

    Baca: Bung Karno melelang peci untuk zakat fitrah

    Saat tiba di hotel, Megawati dan Puan melemparkan senyum kepada rombongan media yang mengabadikan momen kedatangan mereka.

    “Kapan tiba di Roma,” tanya Megawati kepada media.

    “Penerbangan tadi menyenangkan. Tidak ada turbulensi,” jawab Megawati atas pertanyaan bagaimana perjalanan selama lebih 13 jam dari Jakarta menuju Roma.

    Megawati yang menggunakan jaket dan syal berwarna hitam pun mengajak rombongan berbincang santai di sebuah ruangan.

  • Bertemu Paus Fransiskus, Megawati Diskusikan Isu Pemanasan Global

    Bertemu Paus Fransiskus, Megawati Diskusikan Isu Pemanasan Global

    7cloud.asia – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri dan Paus Fransiskus mendiskusikan pemanasan global saat keduanya bertemu di kediaman Paus di Vatikan, Jumat (7/2/2025) waktu setempat.

    Hal itu disampaikan Megawati kepada media usai menemui Paus di kediaman Casa Santa Marta, Vatikan, Roma, Italia, Jumat sore (7/2/2025) waktu setempat.

    Megawati mengatakan Paus mengundangnya untuk berbicara di KTT Pemimpin Dunia tentang Hak Anak di Italia.

    “Saya menerima undangan pribadi dari Paus. Kami juga membahas beberapa isu nasional,” katanya.

    Megawati menyatakan, Paus Fransiskus menaruh minat pada Pancasila dan asas gotong royong.

    “Dalam pidato saya di KTT itu, saya menjelaskan bahwa Pancasila merupakan bagian integral kehidupan manusia dan mempunyai makna internasional,” kata Megawati.

     

    Baca: Megawati diundang jadi pembicara di World Leaders Summit di Roma

    Ia menjelaskan, Pancasila tidak hanya melekat pada diri bangsa Indonesia, tetapi juga berlaku secara universal dalam kehidupan, khususnya dalam hubungannya dengan Tuhan dan kemanusiaan.

    Megawati menyampaikan, Paus sependapat dengan penekanannya pada kemanusiaan, apalagi mengingat perubahan global yang semakin memprihatinkan, termasuk peperangan yang masih terus berlangsung.

    Megawati juga mencatat keprihatinan Paus terhadap pemanasan global, yang menurutnya sering kali ditanggapi dengan sikap tidak peduli oleh manusia.

    “Ketika saya bertemu Paus di acara Zayed Award 2024, kami berbicara, dan dia bertanya apakah saya punya saran,” katanya.

    Saat itu, ia mengungkapkan kekhawatirannya tentang kelalaian yang meluas terhadap pemanasan global.

    “Saya tanya kenapa orang-orang tidak peduli dengan masalah ini. Dia setuju dan mengacungkan jempol,” kenangnya.

    Baca: Megawati sebut Bung Karno selalu pikirkan nasib rakyat kecil 

    Megawati menambahkan, menurut Paus, ada pusat penelitian di Vatikan yang didedikasikan untuk mempelajari mencairnya es di kedua kutub. Es tidak hanya mencair tetapi juga pecah berkeping-keping.

    Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi putrinya Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR.

    Saat bertemu Paus, Megawati bersama Puan pun menyampaikan salam dari bangsa Indonesia, khususnya umat Katolik di Tanah Air yang begitu mengagumi Sri Paus.

    Kepada keduanya, Paus mengucapkan terima kasih atas keramahan bangsa Indonesia sambil mengatakan rakyat Indonesia merupakan masyarakat yang indah.

    Seperti diketahui saat berkunjung ke Indonesia akhir tahun 2024 lalu, Sri Paus mendapat sambutan hangat dari seluruh warga meskipun Indonesia dikenal sebagai negara mayoritas beragama Muslim.

    Puan memberikan cinderamata baju wayang terbuat dari batik tradisional Indonesia. Sedangkan, Megawati memberikan cinderamata berupa lukisan Bunda Maria yang digambarkan mengenakan kerudung mantilla berwarna putih dan berkebaya merah.

    Pertemuan di kediaman Paus itu berlangsung setelah sebelumnya Megawati diundang menghadiri pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia tentang hak anak atau World Leaders Summit on Children’s Rights, Senin (3/2/2025).

    “Dengan World Leaders Summit on Children’s Rights, kami dapat duduk bersama dan bertukar pikiran tentang hak anak dan misi kemanusiaan global demi generasi mendatang,” ungkapnya.

  • Megawati Undang Al Gore Berdiskusi dengan BRIN terkait Perubahan Iklim

    Megawati Undang Al Gore Berdiskusi dengan BRIN terkait Perubahan Iklim

    7cloud.asia –  Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri mengundang mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore berkunjung ke Indonesia untuk mendiskusikan perubahan iklim.

    Undangan tersebut disampaikan Megawati saat berbincang dengan Al Gore di sela gelaran World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan, awal Februari lalu.

    “Saya saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional. Saya mengundang Bapak untuk hadir dan berdialog dengan kami di Jakarta,” kata Megawati dikutip dari keterangan tertulis yang diterima beberapa waktu lalu.

    Al Gore yang merupakan penerima Nobel Perdamaian tahun 2007 atas upayanya untuk menyebarluaskan informasi tentang perubahan iklim dan tantangannya, mengatakan dia menantikan momen tersebut bisa terwujud.

    Dalam pertemuan ini, Megawati dan Al Gore membahas kebakaran besar yang baru saja melanda Los Angeles, negara bagian California Selatan.

    Baca: Paus Fransiskus dan Megawati diskusikan isu pemanasan global

    Megawati didampingi delegasi Indonesia termasuk puterinya Puan Maharani, putranya Mohamad Rizki Pratama, serta Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Miswari.

    Megawati mengawali perbincangan soal musibah kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles yang menurut banyak pihak dipengaruhi perubahan iklim.

    “Bisa Bapak ceritakan bagaimana kejadian kebakaran di Los Angeles itu terjadi,” tanya Megawati kepada Al Gore. 

    Al Gore lantas menjelaskan soal cuaca yang tidak baik termasuk hujan yang lama tidak turun di negara bagian California Selatan tersebut.

    Ditambahkannya, kebakaran merupakan masalah yang sangat besar dan mengerikan, akibat kekeringan dan ada masalah dalam sistem air untuk pemadaman kebakaran, sehingga kebakaran dan dampaknya meluas

    Al-Gore pun mengapresiasi pidato Megawati di pertemuan tersebut khususnya soal perubahan iklim sebagai persoalan global dalam menyelamatkan anak-anak.

    Baca: Megawati jadi pembicara di World Leaders Summit Roma

    Keduanya juga sempat membahas soal keluarnya Amerika Serikat dari Perjanjian Paris yang mengatur soal iklim dan kaitannya dengan sikap Indonesia ke depan.

    “Saya langsung bilang, saya kenal Presiden Megawati, itu yang tidak akan terjadi,” ujar Al Gore soal kemungkinan Indonesia mempertimbangkan keluar dari Perjanjian Paris tersebut.

    Perjanjian Paris adalah perjanjian internasional tentang perubahan iklim yang mengikat secara hukum.

    Perjanjian Paris diadopsi oleh 196 pihak pada COP21 di Paris pada 12 Desember 2015 dan mulai berlaku pada 4 November 2016.

    Indonesia sebagai salah satu pihak yang menandatangani Perjanjian Paris telah meratifikasi dalam hukum nasional melalui UU Nomor 16 Tahun 2016.

    Namun beberapa waktu lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadaia melempar wacana kemungkinan keluar dari Perjanjian Paris ini.

     

  • Megawati Instruksikan Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tak Ikut Retret di Akmil

    Megawati Instruksikan Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tak Ikut Retret di Akmil

    7cloud.asia – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah yang diusung partainya untuk tidak mengikuti acara pembekalan atau retret yang digelar pada 21–28 Februari 2024 di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.

    Hal itu termuat dalam surat resmi PDI Perjuangan bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada hari ini, Kamis (20/2/2025).

    Adapun instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari ini, khususnya setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Surat itu menyebut, “mengingat Pasal 28 Ayat 1 AD/ART PDI Perjuangan bahwa Ketua Umum sebagai sentral kekuatan politik partai berwenang, bertugas, bertanggungjawab, dan bertindak baik ke dalam maupun ke luar atas nama partai dan untuk eksistensi partai, program dan kinerja partai, maka seluruh kebijakan dan instruksi partai langsung berada di bawah kendali Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan”.

    Baca: Hasto Kristiyanto sebut penjara adalah risiko perjuangan

    Dalam surat itu juga, Megawati menginstruksikan semua kepala daerah dari PDI Perjuangan yang kini tengah dalam perjalanan ke Kabupaten Magelang agar segera berhenti dan putar balik ke rumah masing-masing.

    “Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21–28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum,” tulis Megawati dalam surat itu.

    Selain itu, Megawati juga memerintahkan ratusan kepala daerah PDIP untuk tetap aktif berkomunikasi dengan DPP PDIP untuk menunggu perkembangan berikutnya terkait perkembangan politik nasional.

    “Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call,” sambungnya.

    Baca: Ada upaya pihak tertentu untuk geser Hasto Kristiyanto dari Sekjen PDI Perjuangan

    Setelah pelantikan pada Kamis (20/2/2025) sebanyak 505 kepala daerah akan menjalani retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, selama 21-28 Februari 2025.

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa retret kepemimpinan di Akmil lebih efektif dan efisien karena sarana dan prasarana yang ada sebelumnya masih bisa digunakan.

    Retret akan diisi tiga materi utama, yakni pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepala daerah, arahan strategis terkait dengan Astacita oleh para menteri, serta pembekalan kepemimpinan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

    Selain itu, Menteri Keuangan dijadwalkan menyampaikan materi khusus terkait dengan efisiensi anggaran bagi kepala daerah.

  • Pengamat: Instruksi Megawati adalah Langkah PDI Perjuangan Menuju Oposisi

    Pengamat: Instruksi Megawati adalah Langkah PDI Perjuangan Menuju Oposisi

    7cloud.asia – Instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada para kepala daerah dari partainya untuk tidak mengikuti retreat di Akmil, Magelang, Jawa Tengah, dapat dimaknai sebagai pernyataan untuk cenderung melangkah ke arah oposisi.

    “Jika dalam 100 masa kerja Prabowo, geliat oposisi masih moderat, maka kebijakan menarik kader mereka dari retret adalah pernyataan terbuka untuk oposisi keras PDI Perjuangan,” kata Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan dilansir Antaranews,com, Jumat (21/2/2025).

    Menurutnya, langkah ini tak hanya sekadar disebabkan penahanan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas perannya dalam perkara dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan.

    Baca: Megawati instruksikan Kepala Daerah dari PDI Perjuangan tak ikut retreat di Akmil

    Dia menilai, instruksi Megawati ini sebagai reaksi atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra sudah seperti mengumumkan perpisahan pemerintah dengan PDI Perjuangan.

    Pasalnya, dalam acara rakernas Gerindra, Prabowo menyanjung Jokowi dan menyatakan tidak semua partai harus dalam satu barisan pemerintah.

    “Pidato dan teriakan hidup Jokowi ini seperti isyarat keras Prabowo bahwa pemerintahan Prabowo lebih memilih berkoalisi dengan Jokowi dibanding dengan PDI Perjuangan,” ujarnya.

    Oleh karena itu, sikap PDI Perjuangan yang sekarang merupakan respons atas pernyataan posisi Prabowo terhadap PDI Perjuangan.

    Baca: Hasto Kristiyanto sebut penjara adalah risiko perjuangan

    Seperti diketahui, Megawati menginstruksikan para kepala daerah yang diusung partainya untuk tidak mengikuti acara pembekalan atau retret yang digelar pada 21–28 Februari 2024 di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.

    Hal itu termuat dalam surat resmi PDI Perjuangan bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada hari ini, Kamis (20/2).

    Adapun instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari ini, khususnya setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Usai merilis surat edaran ini, Megawati memanggil sejumlah pengurus partai ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

  • Dasco Isyaratkan Pertemuan Megawati dan Prabowo Akan Segera Terealisasi

    Dasco Isyaratkan Pertemuan Megawati dan Prabowo Akan Segera Terealisasi

    7cloud.asia – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kans pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri semakin kuat.

    Hal ini diungkapkan Dasco yang bersama Puan Maharani (putri Megawati) menghadiri gelar griya Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Widya Chandra, Jakarta pada Rabu (2/4/2025).

    Dasco mengaku sudah berbicara dengan Puan Maharani mengenai rencana pertemuan dua pemimpin elite politik itu.

    “Kami sepakat (pertemuan) itu secepatnya. Tadi sempat ngomong sedikit sama Mbak Puan,” kata Dasco usai silaturahmi di rumah Ketua MPR tersebut seperti dikutip Tempo.co.

    Baca: Prabowo berharap bisa bertemu Megawati usai dilantik

    Pada momen yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto akan segera menggelar pertemuan dalam waktu dekat.

    Pertemuan antara ketua umum partai banteng dan Presiden Prabowo itu akan dilaksanakan seusai momen libur Lebaran 2025.

    “Setelah lebaran ini, setelah libur lebaran akan ada pertemuan secepatnya,” ujar Puan.

    Ketua DPR itu enggan menyebutkan secara detail kapan pertemuan antara Megawati dan Prabowo itu akan dilaksanakan. Dia hanya menyebut pertemuan itu akan diselenggarakan secepatnya. “Secepat-cepatnya,” kata dia.

    Baca: Megawati isyaratkan PDI Perjuangan tak masuk dalam pemerintahan Prabowo

    Puan mengatakan kedua tokoh politik itu belum bertemu pada momen Lebaran ini karena terhalang kesibukan masing-masing.

    Apalagi, kata dia, Megawati juga tidak menyelenggarakan open house atau gelar griya di kediamannya yang terletak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

    Pertemuan antara Megawati dan Prabowo sudah dibahas usai Pemilu, Februari tahun lalu. Namun, hingga hari ini pertemuan itu tak kunjung terealisasi.

  • Ketua Harian DPP Partai Gerindra Temui Megawati, Adakah Agenda Khusus?

    Ketua Harian DPP Partai Gerindra Temui Megawati, Adakah Agenda Khusus?

    7cloud.asia – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan dirinya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia atau PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

    Dasco yang juga Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Politik DPR itu menyebut, Prabowo menitipkan pesan kepada Megawati.

    “Ya, kami memang diutus menyampaikan beberapa hal dan pesan itu untuk disampaikan. Kami juga membawa pesan balik dari Ibu Megawati ke Pak Prabowo,” tutur Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/6/2025).

    Dasco mengatakan, dalam pertemuan itu Megawati memberikan petunjuk, petuah, dan wejangan kepada mereka.

    Namun, Dasco tidak menjelaskan secara detail pesan dari Megawati. Dia juga enggan mengungkapkan pesan dari Prabowo untuk Megawati.

    Baca: Forum purnawirawan prajurit TNI desak pemakzulan Gibran

    Ia hanya menyebut wejangan Megawati masih berkaitan dengan nilai-nilai Hari Lahir Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan RI.

    Dasco sebelumnya mengunggah foto pertemuan antara elite Partai Gerindra dan PDI Perjuangan di akun media sosialnya.

    Yang menarik, pertemuan Dascoini waktunya berdekatan dengan dikirimnya surat dari sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI kepada pimpinan DPR/MPR yang isinya mendesak pemakzulan Gibran Rakabuming Raka.

    Dalam salah satu foto yang dibagikan Dasco, terlihat dia diterima oleh Megawati di salah satu tempat yang tampak seperti ruang tamu. Megawati didampingi oleh putrinya, Puan Maharani.

    Pada unggahan lainnya, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Hukum, Yasonna Laoly, juga mendampingi Megawati.

    Baca: Gibran bisa dimakzulkan dari posisinya sebagai wakil presiden

    Yasonna tengah melihat layar tampak seperti laptop. Foto terakhir yang dibagikan Dasco menunjukkan dia dan Prasetyo berpose dengan Megawati serta Puan. Mereka tampak tersenyum.

    PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang secara resmi belum terbuka mendukung pemerintahan. Namun setelah kontestasi pemilihan presiden 2024, Prabowo dan Megawati yang berbeda kubu sudah bertemu pada 7 April 2025.

    Megawati juga hadir dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, pada Senin, 2 Juni 2025.

    Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyatakan kehadiran Megawati dalam peringatan Hari Pancasila adalah sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila.

    Guntur mengklaim kehadiran Megawati di Gedung Pancasila untuk terus memperkuat Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

    “Ini sangat mendasar, jauh dari masalah politik praktis. Apalagi soal peta koalisi,” katanya melalui pesan pendek pada Senin, 2 Juni 2025.

    Baca: PDI Perjuangan resmi pecat Jokowi, Gibran dan Bobby Nasution

  • Nostalgia Megawati di Hutan Wanagama dan Pengembangan Jatimega

    Nostalgia Megawati di Hutan Wanagama dan Pengembangan Jatimega

    7cloud.asia – Ada yang menarik dalam kunjungan Presiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri ke Hutan Wanagama di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (2/10/2025).

    Dalam kunjungan itu, Megawati mendapat penjelasan sejarah dan proses perkembangan hutan Wanagama sebagai hutan pendidikan dari Direktur KHDTK Wanagama, Rini Pujiarti, Ph.D.

    Dalam kesempatan ini secara khusus Megawati menandatangani bingkai foto dirinya saat berkunjung ke Wanagama pada tahun 2005.

    Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta mengatakan kunjungan Megawati Soekarnoputri di kawasan hutan Wanagama untuk mengenang kembali kunjungan yang pernah dilakukan 20 tahun yang lalu.

    Baca: Megawati undang Al Gore berdiskusi dengan BRIN terkait perubahan iklim

    Pada kunjungan saat itu, Megawati berkesempatan memberi bantuan sumur bor yang berfungsi untuk pemuliaan hutan jati. Saat itu, ujar Sigit, ada materi genetik yang sudah dimiliki, kemudian dikembangkan dan diberi nama Jatimega.

    ”Sehingga Jatimega ini sudah ditanam di sini, umurnya 21 tahun, dan sekarang ada di petak 16. Ibu Megawati kesini kembali ya paling tidak cek dan juga nostalgia waktu 20 tahun yang lalu,” ujarnya.

    Sigit menambahkan kawasan hutan Wanagama, sesuai mandat, memang sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus. Misalkan sebelumnya ada pengembangan seperti untuk ekowisata. Selain itu hutan ini utamanya untuk edukasi.

    “Karenanya disini kita punya beberapa gedung, ruangan yang bisa dipakai untuk berbagai macam pelatihan dan lain sebagainya, dan itu sesuai dengan mandat sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus,” imbuhnya.

    Baca: Megawati diskusikan pemanasan global dengan Paus Fransiskus

    Dalam kunjungan kali ini, kata Sigit, Megawati berpesan bahwa sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus perlu untuk dilestarikan. Dipesankan tidak boleh ada penebangan, dan UGM memang tidak menebang karena secara aturan hanya bisa menanam.

    “Memang begitu, tidak boleh menebang pohonnya, tetapi kita bisa memanfaatkan hasil-hasil hutan di luar kayu,” terang Sigit.

    Soal pohon jatimega, Sigit lebih jauh menjelaskan bila bibit hasil pengembangan dahulu dibiayai oleh Megawati. Sehingga kemudian diberi nama Jatimega, dan hingga sekarang masih tetap terus diproduksi dan ditanam di beberapa tempat di kawasan hutan di Jawa.

    Di Kawasan Hutan Wanagama, pengembangan pohon Jatimega dilakukan di kavling 16 seluas 5 hektare. Pohon ini juga ditanam di kawasan hutan di Ngawi dan hutan di Blora.

    “Jati ini memang jenis unggul, dan setelah dikembangkan kelebihannya dalam waktu umur misalkan 20 tahun. Untuk jati biasa umurnya kurang lebih 60 tahun. Jadi jenis ini sangat lebih cepat,” paparnya.

  • Tekankan Nilai Kemanusiaan, Pidato Megawati di Rakernas PDI Perjuangan Tuai Pujian dari Rocky Gerung

    Tekankan Nilai Kemanusiaan, Pidato Megawati di Rakernas PDI Perjuangan Tuai Pujian dari Rocky Gerung

    7cloud.asia – Pengamat politik dan aktivis pro demokrasi, Rocky Gerung mengaku menikmati pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I partai di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

    Rocky Gerung yang dikenal dengan sikap kritisnya menilai pidato Megawati berbeda dari ekspektasi banyak pihak yang menunggu pernyataan politik praktis.

    Menurut dia, Megawati justru menempatkan isu kemanusiaan, lingkungan, dan persahabatan antarmanusia sebagai pokok pembahasan utama.

    “Anda pasti menunggu Ibu Megawati ucapkan pidato politik atau isu politik, tapi beliau menganggap ada yang lebih penting itu soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan,” kata Rocky, ditemui di lokasi Rakernas, Sabtu (10/1/2026)

    Dosen UI ini mengaku menikmati kemampuan Megawati untuk mengambil isu yang betul-betul menjadi isu milenial hari-hari belakangan ini.

    Dia mengatakan, Megawati membuka pidatonya dengan membahas politik global, termasuk situasi di Venezuela dan prinsip kedaulatan negara.

    “Beliau mulai dengan program global politics soal Venezuela, soal hak untuk mempertahankan kemerdekaan, soal terlarangnya satu negara adikuasa mengambil alih, mencaplok, memimpin dari sebuah negara yang berbeda,” jelasnya.

    Menurut Rocky, sikap tersebut menunjukkan pemahaman Megawati terhadap dinamika politik global dan konsistensi Indonesia dalam menentang imperialisme.

    Selain isu geopolitik, Rocky menyoroti penekanan Megawati pada persoalan perubahan iklim dan etika lingkungan. Ia menilai isu tersebut disampaikan secara tajam dan melampaui pendekatan teknis semata.

    “Yang kedua, ada isu yang betul-betul tajam sekali itu soal climate change, soal climate strike, soal keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan-pelindungan hidup. Dan itu sangat relevan,” urainya.

    Rocky menambahkan, pidato Megawati juga menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan sebagai fondasi peradaban. Menurut dia, pesan tersebut dibenamkan sebagai tugas ideologis kader PDI Perjuangan.

    “Dan yang terakhir, yang paling penting adalah pentingnya human solidarity. Persahabatan antara manusia. Dan itu dibenamkan sebagai tugas dari kader-kader PDI Perjuangan,” ujarnya.

    Meski tidak disampaikan secara eksplisit sebagai pidato politik praktis, Rocky menilai pesan-pesan Megawati sarat dengan kepentingan politik yang lebih luas, terutama bagi generasi muda.

    Jadi, batin beliau itu bersih, imbuh Rocky yang menilai Megawati merasa lega telah melepaskan dan mengucapkan sesuatu yang ditahan-tahan oleh publik selama ini.

    “Megawati, mengerti tentang keadaan. Saya paham tentang politik, tapi politik itu urusan ke kanan, ada urusan yang lebih penting, yaitu tertib dunia internasional yang dikotori oleh Donald Trump, Amerika, dan arogansi-nya,” ungkap Rocky.