Tag: megawati

  • Lewat Pidato Suara Hati, Megawati Tegaskan PDIP Tidak di Belakang Langkah Jokowi yang Melanggar Konstitusi

    Lewat Pidato Suara Hati, Megawati Tegaskan PDIP Tidak di Belakang Langkah Jokowi yang Melanggar Konstitusi

    7cloud.asia – Ketua Umum PDIP yang juga Presiden ke-5 RI< Megawati Soekarnoputri, Minggu (12/11/2023) menyampaikan pidato yang diberi tajuk “Suara Hati Nurani”

    Dibuka dengan meminta ijin bahwa yang berpidato hari ini sebagai pribadi, sebagai presiden ke 5 RI, Megawati langsung menusuk ke inti persoalan.

    Lantas Megawati menceritakan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) terbentuk saat dia menjabat presiden ke-5 Indonesia, sebagai amanat diperintahkan oleh perubahan ketiga UUD 45 untuk dibentuknya MK.

    “Dari namanya seharusnya lembaga MK ini sangat berwibawa, memiliki tugas yg berat dan penting, mengawal rakyat Indonesia di bidang hukum,” ujar Megawati sebagaimana dipantau dari Youtube merdeka.com.

    Baca: Tokoh Bangsa nilai langkah Jokowi melukai hati rakyat

    Menarik untuk dicermati, Megawati mengatakan, bahwa dirinya sendirilah yang mencari gedung MK,

    “Sebagai presiden yang didampingi mensesneg saya mencarikan gedungnya dekat istana, yang disebut sebagai ring 1, maksudnya sehingga harus bermanfaat bukan bagi perorangan tetapi bagi rakyat dan negara.” imbuhnya.

    Megawati mengingatkan bahwa Reformasi telah menggerakkan rakyat hingga memungkinkan bangsa ini, masuk ke jaman demokrasi.

    Hal itu lanjutnya, bukan proses yang mudah, yang indah, karena waktu itu sampai saat ini kita seharusnya mengenang dengan perasaan yang sedih terhadap pengorbanan rakyat dan mahasiswa yang meninggal melalui peristiwa.

    Megawati lantas menyebut peristiwa Kudatuli, Trisakti, Semanggi, hingga berbagai peristiwa penculikan para aktivis.

    “Masih ada saksi-saksi hidup yang masih berdiam diri, semuanya itu menjadi praktek gelap demokrasi,” tandasnya.

    Baca: Pencalonan Gibran dinilai cacat hukum

    Masih dalam upaya menggugah ingatan rakyat, Megawati juga mengatakan bahwa kekuasaan yang otoriter itulah yang dikoreksi, melalui reformasi.

    Janganlah lupa, uajrnya, dari reformasi inilah lahir demokratisasi melalui pelaksanaan pilpres secara langsung dan terbatas, serta melahirkan UU Pemerintahan yang bebas dari KKN.

    Apa yang terjadi di MK akhir-akhir ini, disebutkan Megawati sebagai manipulasi hukum. Ini, ujarnya, terjadi akibat praktek kekuasaan yang mengabaikan kebenaran yang hakiki atas dasar nurani.

    “Rekayasa hukum tidak boleh terjadi, hukum harus menjadi alat mengayomi seluruh bangsa Indonesia. Kewajiban anak bangsa untuk menjaganya agar tdk terjadi kesewenang-wenangan,” tandasnya.

    Megawati juga menghimbau masyarakat agar terus mengawal demokrasi untuk nurani, jangan takut untuk bersuara, untuk berpendapat selama segala sesuatu berakar pada konstitusi dan kehendak rakyat.

    Baca: Buntut Putusan Majelis Kehormatan MK, Anwar Usman didesak mundur

    Menutup pidatonya, Megawati mengingatkan bahwa Pemilu yang demokratis dan jurdil tetap harus dijalankan. Ia menghimbau agar rakyat janganlah diintimidasi seperti dulu lagi.

    Pidato ini mendapat reaksi beragam dari warganet. Sebagian menilai, dengan pidato ini, Megawati seolah mengajak rakyat untuk melawan pengkhianat konstitusi.

    “Pernyataan Megawati ini sangat tajam, dan kita paham ditujukan ke mana kalimat ini,” ujar Maria.

    “Menurut saya, ini sama dengan mengatakan, walaupun kader utama, bahkan seorang presiden pun, Megawati siap berhadapan dan menyatakan, dengan to the point bahwa yang salah ya salah,” ujar Netizen lainnya Karsia.

    “Ini menunjukkan dengan gamblang dan menepis semua isu bahwa PDI Perjuangan main dua kaki, dan tidak benar bahwa ini gerakan politik Jokowi yang direstui oleh Megawati,” ujar warganet lainnya.

    Baca: Ketua MK Anwar Usman terbukti melakukan pelanggaran berat

     

  • Tiga Tumpeng dari Ganjar di Hari Ulang Tahun Megawati

    Tiga Tumpeng dari Ganjar di Hari Ulang Tahun Megawati

    7cloud.asia – Ulang tahun untuk Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri ke-77 yang jatuh pada hari ini, Selasa 23 Januari 2024 dirayakan kader PDIP di sejumlah daerah. 

    Perayaan ulang tahun ke-77 Megawati juga dilakukan Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang sedang melakukan lawatan dan kampanye ke Salatiga, Jawa Tengah. 

    Perayaan ulang tahun Megawati ditandai dengan memotong 3 tumpeng sebagai bentuk ucapan selamat untuk Megawati dan dilanjutkan memanjatkan doa bersama-sama.

    Baca: Megawati tegaskan PDIP tak lagi di belakang langkah Jokowi

    Bersama ribuan kader dan relawan se-Kota Salatiga, Ganjar mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan Megawati. 

    “Kita doakan beliau panjang umur dan sehat selalu,” sambung Ganjar.

    Dalam pertemuan itu Ganjar juga mengonsolidasikan kekuatan dukungan bersama DPD PDIP Salatiga, TPC dan relawan se-Kota Salatiga.

    Baca: Adian sebut Jokowi marah karena keinginannya tiga periode tak dipenuhi

    Ganjar mengingatkan kepada seluruh kader partai pendukung yakni PDIP, PPP, Hanura dan Perindo serta seluruh organ relawan untuk mengencangkan suara di masyarakat mendekati hari pencoblosan.

    “Waktunya semakin pendek dan tentu teman-teman di Salatiga punya rumus tersendiri untuk bisa menggerakkan masyarakat,” ujar Ganjar di Graha Korpri, Kota Salatiga, Jawa Tengah pada Selasa (23/1/2024).

    Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu turut menyampaikan kesiapan kader dan pendukung untuk terus menyosialisasikan program Ganjar-Mahfud ke masyarakat.

    Baca: Keluarga Ganjar jadi idola baru

    Menurut Ganjar, sosialisasi program sangat penting agar masyarakat mendapatkan edukasi dan informasi agar kemudian memastikan dukungannya untuk menyoblos Ganjar-Mahfud.

    Ganjar menambhakan ia mendapatkan informasi dari kesiapan kawan-kawan menghadapi Pemilu, mereka terus bergerak berkolaborasi antar partai dan relawan.

    “Jadi ada PDIP, PPP, Perindo, Hanura, kita gerak ini sudah saatnya kita sprint di hari-hari terakhir,” ucap Ganjar.

    Baca: Mengenal aktivis HAM Petrus Hariyanto

     

  • Megawati Dijadwalkan Bertemu Surya Paloh dan Jusuf Kalla untuk Matangkan Usulan Hak Angket

    Megawati Dijadwalkan Bertemu Surya Paloh dan Jusuf Kalla untuk Matangkan Usulan Hak Angket

    7cloud.asia – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut-sebut telah memberikan restunya untuk penggunaan hak angket DPR untuk mengusut kecurangan di Pilpres 2024.

    Dilansir Kompas.id, Megawati meminta rencana penggunaan hak angket DPR tersebut dikaji terlebih dahulu secara matang sebelum digulirkan di masa sidang yang akan datang.

    Jika sudah matang dan disetujui, usulan hak angket itu akan disampaikan di pembukaan sidang DPR pada Maret mendatang. PDI Perjuangan dan PPP bersiap memimpin rencana itu.

    Wacana penggunaan hak angket dilontarkan Ganjar Pranowo dan dibahas dalam rapat koalisi partai pendukung Paslon 03 sehari setelah pemungutan suara pada 14 Februari 2024 lalu.

    Baca: Mahfud bilang hak angket ditujukan pada kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan Pemilu 2024

    Ganjar mengatakan, dugaan kecurangan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mesti disikapi secara serius. Karena itu ia mendorong partai pengusungnya untuk mengusulkan hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pilpres 2024.

    ”Jika DPR tak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan pada Pilpres 2024,” ujar Ganjar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/2/2024).

    Untuk mematangkan usulan hak angket tersebut, Megawati Soekarnoputri dijadwalkan bertemu dengan tokoh politik dari kubu paslon 01, seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. 

    Surya Paloh pun telah membuka opsi ini dan dia menunggu kesiapan Megawati. Paloh mengatakan, pertemuan bersama Megawati tidak menutup kemungkinan untuk mematangkan wacana penggunaan hak angket Pemilu 2024.

     

    Baca: Berbagai kebijakan Jokowi untuk menangkan Paslon 02

    Sebab, ujar Paloh, wacana hak angket Pemilu 2024 ini pertama kali diusulkan Ganjar Pranowo.

    “Jangankan Mas Ganjar yang calon presiden, kamu sebagai reporter, sebagai jurnalis menggagas itu hak konstitusional yang ada di negeri kita ini. The idea itu yang paling penting bagi kita,” kata Paloh di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2024). 

    “Kemudian itu masuk enggak dalam common sense kita, saya pikir hak hak konstutisional itu jalan yang mau kita tempuh. Sayang sekali kalau itu diabaikan. Sayang 1.000 kali sayang,” tegasnya

    Sejumlah kalangan menilai pertemuan Mega dengan Kalla dan Surya paloh merupakan upaya membangun prakondisi-prakondisi untuk mengajukan hak angket. 

    Baca: Hak angket dijamin konstitusi, tak boleh ada yang melarang

    Dilansir Liputan6, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai, rencana pertemuan Megawati dan Jusuf Kalla merupakan langkah untuk menyatukan soliditas antara kubu 01 dan 03 di tengah dinamika proses Pemilu 2024.

    “Ini yang menurut saya akan menjadi isu yang cukup menarik dalam perbincangan politik kedepan, karena memang JK secara tidak langsung punya hubungan baik dengan Bu Mega” kata Arifki kepada Liputan6.com, Jumat (23/2/2024).

    Ia pun meyakini, pertemuan Megawati dan JK bisa membuka ruang soal soliditas kubu 01 dan 03.

    Hal ini dikarenakan JK dan Megawati memiliki peran yang signifikan di masing-masing kubu khususnya sebagai king maker.

    “Dan saya rasa isu ini akan lebih kepada bagaimana antara JK dengan Mega ini punya kepentingan yang sama,” ujarnya.

    Esti Utami,dari berbagai sumber

  • Banjir Karangan Bunga untuk Megawati Soekarnoputri, Mendesak Mega Memimpin Penyelamatan Reformasi

    Banjir Karangan Bunga untuk Megawati Soekarnoputri, Mendesak Mega Memimpin Penyelamatan Reformasi

    7cloud.asia – Pada Selasa (5/3/2024) kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Kantor PDI Perjuangan dibanjiri karangan bunga. 

    Hingga Selasa petang ada lebih dari 20 karangan bunga tampak berjajar di depan kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. 

    Pengirim karangan bunga untuk Megawati ini beragam. Ada yang berasal dari komunitas, persatuan alumni dan tidak sedikit yang mewakili masing-masing pribadi. 

    Menyimak ucapan yang tertulis, karangan bunga untuk Mgawati ini ternyata terkait dengan perkembangan politik terkini khususnya sepak terjang Presiden Jokowi di Pemilu 2024.

    Karangan bunga ini dimaksudkan untuk mendorong dan menyemangati Megawati untuk terus menjadi benteng yang setia mengawal demokrasi dan cita-cita reformasi 98. 

    Baca: PDI Perjuangan pimpin perolehan suara Pileg

    “Ayo Bu Mega. Lawan Penjahat Bansos dan Demokrasi,” demikian ucapan yang tertulis di karangan bunga kiriman Ronin Demokrasi

    “Bersama Bu Mega Selamatkan Reformasi 98”, ucapan dari Alumni ITB Revolusioner  

    “Perjuangan Belum Selesai,” dari Gerakan Alumni UI for NKRI

    “Mendukung Banteng Melawan Kecurangan TSM,” dari GU3PL

    “Mendukung Bu Mega Mengembalikan Reformasi,” dari pengirim yang menamakan diri sebagai Kita Indonesia. 

    Inong, salah seorang pengirim karangan bunga untuk Megawati mengatakan karangan bunga ini sebagai bentuk dukungan dan penguatan kepada Megawati.

    Baca: Pasangan Ganjar-Mahfud masih tunggu hasil penghitungan resmi KPU

    Agar Megawati yang banyak menjadi sasaran kritik bisa kuat menghadapi pemojokan baik terhadap dirinya maupun kepada PDI Perjuangan yang dipimpinnya 

    “Kami ingin membersamai ibu Mega, agar tidak merasa sendirian menghadapi semua ini,” ujar Nong melalui sambung telepon kepada 7cloud.asia. 

    Nong mengaku tergerak mengirim bunga untuk Megawati karena prihatin dengan kondisi politik saat ini, khususnya dengan pelaksanaan Pemilu 2024 yang dinilainya tidak selaras dengan prinsip demokrasi. 

    Kami, ujarnya, mendorong Megawati dan PDI Perjuangan menjadi garda terdepan untuk melawan berbagai kecurangan yang terjadi.

    Baca: Aktivis perempuan akan geruduk Istana untuk adili Jokowi karena telah merusak demokrasi

    Secara pribadi ia mendorong agar PDI Perjuangan menjadi motor yang menggerakkan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024.

    Dan, kalaupun nantinya hasil Pilpres 2024 tidak berubah, Nong mendorong PDI Perjuangan menjadi motor oposisi dan tidak bergabung dengan pemerintah yang baru nanti.   

    “Di bawah kepemimpinan Bu Mega, PDI Perjuangan terbukti bisa menjadi oposisi yang kuat dan ini dibutuhkan untuk demokrasi yang sehat,” ujarnya. 

    Nong menambahkan,apa yang terjadi saat ini tidak bisa lepas dari perkembangan politik selama 9 tahun terakhir, yang bisa dikatakan tidak ada oposisi yang kuat sehingga tidak ada check and balance.  

    Akibatnya, presiden sebagai kepala pemerintahan bisa bertindak semau sendiri termasuk mengkhianati cita-cita reformasi.

  • Belasan Tokoh Masyarakat Temui Megawati, Meminta Memimpin Gerakan Perbaikan Demokrasi

    Belasan Tokoh Masyarakat Temui Megawati, Meminta Memimpin Gerakan Perbaikan Demokrasi

    7cloud.asia – Sebanyak 16 tokoh masyarakat meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, untuk memimpin gerakan perbaikan demokrasi.

    Hal itu disampaikan saat para tokoh menemui Mahfud, Megawati, dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Jumat (8/3/2024) di Jakarta.

    Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengatakan, para tokoh yang temui Megawati itu berasal dari sejumlah elemen masyarakat, di antaranya guru besar, lembaga bantuan hukum, dan gerakan anti korupsi.

    Mahfud mengatakan, dalam pertemuan itu, guru besar Prof Sulistyowati sempat menangis sambil mengatakan demokrasi di Indonesia telah hancur.

    Baca: Karangan bunga untuk Megawati

    Untuk itu, mereka meminta agar Megawati segera memimpin perbaikan demokrasi yang dinilai telah dirusak Jokowi.

    Mahfud, saat ditemui di kediaman budayawan Butet Kertaredjasa, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (11/3/2024) menuturkan saat menyampaikan permintaannya, Prof Sulis berbicara sambil menangis.

    “Ini menangis beneran, sedih karena Indonesia porak-poranda. Indonesia yang dibangun baik-baik dan reformasi berjalan 24 tahun dengan baik, ternyata (hancur) berkeping-keping dalam waktu sekejap. Ini Bu Sulis yang katakan,” kata Mahfud.

    Mahfud menambahkan, Megawati kini menjadi satu-satunya harapan mereka dalam menjaga demokrasi.

    Baca: Hari Perempuan Internasional nilai Jokowi layak diadili karena rusak demokrasi

    ‘Ibu sekarang harapan kami, (ibu) untuk memimpin gerakan memperbaiki dan mereparasi demokrasi Indonesia. Sekarang Bu Megawati memimpin, karena kalau ini dibiarkan, nanti ke depan enggak ada demokrasi’,” kata Mahfud menirukan ucapan Sulistyowati.

    Mahfud mengatakan, para tokoh menilai, saat ini, jika ini menang Pemilu, maka terlebih dahulu harus jadi penguasa, dekat dengan penguasa, atau punya uang.

    “Rakyat tidak akan bisa menentukan karena semua sudah bisa dibeli oleh penguasa melaui macam-macam. Melalui politik gentong babi, politik pegang kerah leher. Maka mari kita perbaiki, jangan sampai berlanjut,” kata Mahfud.

    Terkait permintaan itu, kata Mahfud, Megawati belum mau menjawab. Namun, Megawati sempat menyinggung soal hak angket dan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait Pemilu 2024.

    Baca: Masyarakat gagas class action sikapi kecurangan Jokowi

    “Tapi waktu itu jawaban Bu Mega, ‘saya belum waktunya menjawab itu, tapi gerakan mengajukan ke MK sebagai langkah hukum dan angket bisa diteruskan,” kata Mahfud.

    “Tidak harus terlalu resmi, ada pimpinan, itu kan haknya anggota DPR. Nanti pada saat yang tepat, kalau situasi sudah kita baca semua. Pendekatan, nah, Bu Mega ini spritual, pendekatan spiritual sudah ketemu, baru kita (bergerak).

    “Situasi sekarang, silakan jalan, tanpa saya (Mega) kan tidak terhalang,” kata Mahfud.

    Sebelumnya masyarakat juga mengirim karangan bunga untuk Megawati agar jadi garda terdepan dalam penyelamatan cita-cita reformasi yang dirusak Jokowi.

    Sumber: Kompas.com

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Megawati Didesak Memimpin Upaya Menyelamatkan Demokrasi

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Megawati Didesak Memimpin Upaya Menyelamatkan Demokrasi

    7cloud.asia – Berita seputar dukungan warga terhadap hak angket guna mengusut kecurangan Pemilu 2024 menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini. 

    Desakan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri agar memimpin penyelamatan demokrasi yang telah dirusak Presiden Jokowi menjadi berita terpopuler pekan ini.

    Tak ketinggalan berita lama terkait kota pilihan untuk masa pensiun dan dampak fast fashion pada lingkungan menjadi berita terpopuler selanjutnya.

    Berikut daftar 5 berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia: 

    1. Banjir karangan bunga untuk Megawati 

    Pada Selasa (5/3/2024) kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Soekarnoputri dan Kantor PDI Perjuangan dibanjiri karangan bunga, mendesak untuk menyelamatkan reformasi. 

    Hingga Selasa petang ada lebih dari 20 karangan bunga tampak berjajar di depan kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. 

    Pengirim karangan bunga untuk Megawati ini beragam. Ada yang berasal dari komunitas, persatuan alumni dan tidak sedikit yang mewakili masing-masing pribadi. 

    Baca berita selengkapnya di sini.

    2. Belasan tokoh temui Megawati minta selamatkan demokrasi

    Sebanyak 16 tokoh masyarakat meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, untuk memimpin gerakan perbaikan demokrasi.

    Hal itu disampaikan saat para tokoh menemui Mahfud, Megawati, dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Jumat (8/3/2024) di Jakarta.

    Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengatakan, para tokoh yang temui Megawati itu berasal dari sejumlah elemen masyarakat, di antaranya guru besar, lembaga bantuan hukum, dan gerakan anti korupsi.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    3. 8 Kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun

    Buat kamu yang kini sedang mencari kota untuk tinggal di masa pensiun atau usia lanjut, baik untuk diri sendiri maupun orang tua/mertua ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun. 

     

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Jika sebuah kota memenuhi kriteria di atas, maka bisa dipastikan kota tersebut menjadi tempat yang nyaman menghabiskan masa pensiun.

    Baca berita selengkapnya di sini

     

    4. Fast fashion memicu masalah serius untuk lingkungan

    Industri fast fashion diyakini  menyumbang 10% emisi karbon global, sehingga menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar hingga saat ini. Belum lagi dari limbha tekstil yang dhasilkannya.

    Industri fesyen tepatnya fast fashion  menghasilkan lebih banyak emisi gas rumah kaca dibandingkan gabungan sektor penerbangan dan pelayaran. 

    Fast fashion juga bertanggung jawa pada hampir 20% air limbah global, atau sekitar 93 miliar meter kubik dari pewarnaan tekstil, menurut Program Lingkungan PBB.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    5. Vonis untuk penganiaya PRT Khotimah

    Terkait kasus kekerasan terhadap PRT Siti Khotimah ini, hakim memvonis Metty Kapantow (70 tahun) dengan hukuman empat tahun penjara, sementara suaminya, So Kasander (73 tahun) dan putri mereka, Jane Sander (33 tahun) divonis 3,5 tahun penjara.

    Satu pekerja rumah tangga bernama Evi (35 tahun) juga divonis empat tahun penjara. Enam pekerja rumah tangga lainnya, yaitu: Sutriyah (25 tahun), Saodah (49 tahun), Inda Yanti (38 tahun), Febriana Amelia (20 tahun) dan Pariyah (31 tahun) divonis 3,5 tahun penjara.

    Koordinator JALA PRT Lita Anggraini yang puluhan tahun mendampingi kasus-kasus hukum yang menimpa para PRT tidak kuasa menahan geramnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Sejumlah Kader PDI Perjuangan Isyaratkan Pertemuan Megawati dengan Prabowo, Tapi Tidak dengan Jokowi

    Sejumlah Kader PDI Perjuangan Isyaratkan Pertemuan Megawati dengan Prabowo, Tapi Tidak dengan Jokowi

    7cloud.asia – Sejumlah politisi angkat bicara soal rencana pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

    Namun, tak ada yang bicara kemungkinan pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati  dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

    “Insyaallah,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan  Puan Maharani saat menjawab pertanyaan wartawan soal wacana pertemuan Megawati dan Prabowo.

    Ditemui di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/3/2024) Puan yang juga Ketua DPR itu juga mengatakan ‘Insyaallah’ saat ditanya soal apakah sudah ada pertemuan dengan Prabowo.

    Dia tak bicara banyak soal rencana PDI Perjuangan pasca Pemilu 2024, pun soal kemungkinan Prabowo mengajak PDI Perjuangan bergabung. 

    Baca: Banjir karangan bunga untuk Megawati

    Sebelumnya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga tak menampik peluang pertemuan  Megawati dengan Prabowo Subianto setelah diumumkannya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

    Hasto mengatakan tidak ada masalah dengan pertemuan Megawati dan Prabowo.

    “Jadi kalau bertemu ya tidak ada masalah, tetapi hal-hal yang sangat fundamental tadi tetap akan dipersoalkan oleh PDI Perjuangan,” kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).

    Pun demikian jika pertemuan digelar antara Puan Maharani dengan Prabowo. Hasto mengingatkan, selain petinggi partai, Puan dan Prabowo juga pejabat publik. Puan berstatus Ketua DPR sedangkan Prabowo adalah Menteri Pertahanan. 

    Namun, Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan saat ini akan fokus pada gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan ke MK.

     

    Baca: Belasan tokoh temui Megawati, meminta pimpin penyelamatan demokrasi

    “Terkait dengan pilpres kita masih menunggu hasil dari pada Mahkamah Konstitusi, sehingga tak ada persoalan pertemuan-pertemuan itu dilakukan,” ujarnya.

    “Demikian pula antara Pak Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Tidak ada persoalan dalam perspektif pribadi,” sambung dia.

    Lebih lanjut, Hasto menekankan Megawati sejak lama telah memiliki rekam jejak dalam melawan rezim otoriter.

    Hasto menilai ke depan untuk sementara pihaknya akan fokus terhadap tema melawan rezim hingga pengkhianatan terhadap konstitusi.

    “Ibu Megawati Soekarnoputri dengan rekam jejak yang sangat luas terutama legitimasi beliau bersama PDI di dalam melawan rezim otoriter yang antidemokrasi,” tuturnya seperti dikutip CNNIndonesia.

    Baca: Aktivis perempuan nilai Jokowi layak diadili karena telah merusak demokrasi

    Terpisah, kader PDI Perjuangan lainnya Deddy Sitorus juga mengungkapkan hal yang hampir sama.

    Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, Deddy mengatakan hubungan PDI Perjuangan dengan semua partai (termasuk Gerindra, red) baik-baik saja.

    Sehingga wacana pertemuan Megawati dengan Prabowo yang menurut perhitungan KPU dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2024 bukan hal yang mustahil.

    Namun, seperti diketahui pasangan Ganjar-Mahfud  yang diusung PDI Perjuangan saat ini masih mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2024 sehingga pertemuan dilakukan setelah MK ketok palu. 

    “Yang tidak baik itu dengan pak Jokowi, karena dia telah membakar rumahnya sendiri,” ujarnya.   

     

  • Pengamat: Pertemuan Megawati dan Prabowo Sangat Mungkin Terjadi

    Pengamat: Pertemuan Megawati dan Prabowo Sangat Mungkin Terjadi

    7cloud.asia – Kepala Departemen Ilmu Politik Unuversitas Padjadjaran Caroline Paskarina mengatakan bahwa pertemuan antara ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo sangat mungkin terjadi.

    Meski begitu, dia belum bisa memastikan apakah tujuan dari pertemuan Megawati dan Prabowo  tersebut untuk membagi jabatan antara PDI Perjuangan dan Gerindra dalam pemerintahan baru.

    Pasalnya, saat ini persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) masih bergulir.

    Gugatan sengketa hasil Pilpres 2024 ini masih membuka kemungkinan mengubah hasil Pilpres 2024 yang telah diumumkan KPU.

    Baca: Sejumlah kader PDI Perjuangan tak keberatan Megawati bertemu Prabowo, tapi tidak dengan Jokowi 

    “Akan tetapi, apakah mengarah pada pembagian jabatan di kabinet, belum bisa dipastikan mengingat proses politik dan hukum terkait dengan sengketa hasil pemilu masih berlangsung,” kata Caroline dikutip Antaranews.com.

    Secara tersirat Carorline berharap, demi menjaga kualitas demokrasi kedua kekuatan besar dalam politik Indonesia ini tidak bergabung dalam pemerinatahan baru setelah lengsernya Jokowi pada Oktober 2024. 

    Apabila dikaitkan dengan efektivitas jalannya pemerintahan dan penguatan kualitas demokrasi, dia berharap ada relasi kuasa yang berimbang melalui mekanisme check and balances.

    Baca: PDI Perjuangan belum gulirkan hak angket karena banyak tekanan

    Mengacu pada hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU, di mana untuk sementara Prabowo unggul, maka dia menyarankan PDI Perjuangan menjadi kekuatan penyeimbang.

    “Jadi, kalaupun PDI Perjuangan berada di luar kabinet, justru bisa jadi penyeimbang mengingat posisinya sebagai partai politik yang meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024,” tambahnya.

    Sebelumnya, wacana pertemuan antara Megawati dan Prabowo ini ramai dibincangkan publik beberapa hari terakhir.

    Sejumlah politisi PDI Perjuangan juga tidak menampik kemungkinan itu, dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan Megawati dan Prabowo bertemu setelah MK memutus sengketa hasil Pilpres 2024.

    Baca: Belasan tokoh temui Megawati meminta agar demokrasi diselamatkan dari perusakan yang dilakukan Jokowi

    Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani buka suara soal peluang pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto usai Pilpres 2024.

    “Insyaallah,” ucap Puan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/3/2024).

    Namun, Puan enggan menjawab dan hanya tersenyum saat ditanya mengenai peluang PDI Perjuangan untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

  • PDI Perjuangan Siratkan Pertemuan Megawati dan Prabowo Usai MK Putuskan Sengketa Hasil Pilpres 2024

    PDI Perjuangan Siratkan Pertemuan Megawati dan Prabowo Usai MK Putuskan Sengketa Hasil Pilpres 2024

    7cloud.asia – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur Said Abdullah mengungkapkan rencana pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dilakukan usai sidang sengketa hasil Pilpres 2024.

    “Kalau pertemuan Pak Prabowo dan Bu Mega, mari kita bersabar, jangan terburu-buru,” kata Said kepada wartawan di Kantor PDIP Jatim di Surabaya, Minggu (31/3/2024) malam.

    Anggota DPR itu juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan dan Gerindra tidak ada persoalan, baik dari sisi ideologis maupun politik.

    Menurut Said, sangat mudah menggelar pertemuan antara Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai pemenang Pemilu 2024 dengan Prabowo Subianto yang untuk sementara memimpin penghitungan suara Pipres 2024.

    Baca: Sejumlah politisi PDI Perjuangan isyaratkan Megawati akan bertemu Prabowo

    Said mengatakan, tidak tertutup kemungkinan sebelum pertemuan Megawati dan Prabowo akan didahului dengan pertemuan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani.  

    “Nanti insyaallah sebelum ada pertemuan Bu Mega dan Pak Prabowo, didahului oleh Mbak Puan Maharani. Tetapi, sekali lagi, nanti setelah muncul keputusan MK soal sengketa hasil Pilpres 2024,” ujar Said

    Wacana pertemuan pimpinan dua partai besar itu makin santer. Sejumlah politisi PDI Perjuangan juga menyiratkan pertemuan Megawati dengan Prabowo, tetapi tidak menyinggung kemungkinan bertemu Presiden Joko Widodo. 

    Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus mengatakan hal ini karena Jokowi dinilai telah membakar partai yang telah membesarkannya 

    “Yang tidak baik itu dengan pak Jokowi, karena dia telah membakar rumahnya sendiri,” ujarnya.   

    Baca: Pengamat berharap pertemuan Megawati dan Prabowo tak melulu membahas jatah menteri

    Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan PDI Perjuangan menjadi partai politik dengan raihan suara terbanyak untuk Pileg 2024.

    Sementara untuk Pilpres 2024, KPU menetapkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai peraih suara terbanyak. Namun, hasil Pilpres 2024 yang ditetapkan KPU ini digugat olah Paslon 01 dan 03 ke Mahkamah Konstitusi. 

    Selain posisi presiden terpilih yang hingga kini masih disoal, posisi Ketua DPR periode 2024-2029 juga kembali ramai diperbincangkan.

    Santer diberitakan bahwa Golkar berupaya merebut posisi ini dengan mengamandemen  aturan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau Undang-Undang MD3, pada Pasal 427D ayat (1) huruf b.

    Baca: Temui Megawati, tokoh prodemokrasi minta selamatkan demokrasi yang dirusak Jokowi

    Pasal ini berbunyi “Ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR”.

    Pertemuan Megawati dan Prabowo diperkirakan akan membahas berbagai isu tersebut, selain juga perjalanan Indonesia ke depan.

     

  • Lewat Tulisan Tangan, Megawati Tuangkan Harapannya terhadap Kenegarawan Para Hakim Mahkamah Konstitusi

    Lewat Tulisan Tangan, Megawati Tuangkan Harapannya terhadap Kenegarawan Para Hakim Mahkamah Konstitusi

    7cloud.asia – Tulisan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri di halaman opini Harian Kompas, Senin, 8 April 2024 berjudul ‘Kenegarawanan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK)’ ramai dibincangkan publik.

    Mengatasnamakan sebagai seorang warga negara Indonesia, Megawati mengungkapkan isi hatinya terkait situasi politik yang terjadi pascapemilu 14 Februari 2024, dan menjelang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa hasil Pilpres 2024 pada 22 April 2024 mendatang.

    Dalam akun media sosialnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Kalimantan Selatan M. Syaripuddin mengungkapkan, dalam tulusan itu, Megawati menyuarakan seluruh perasaan dan pemikirannya terhadap apa yang terjadi dalam Pemilu.

    Lewat tulisan itu pula, Megawati yang juga adalah mantan presiden melakukan perlawanan terukur atas abuse of power atau penyalahgunaan wewenang presiden dalam Pemilu dalam cara pandang rakyat. Itu luar biasa!!!

    Sikap Megawati ini dinilai sebagai kerendahan hati seorang pemimpin ketika menempatlan dirinya berdiri sebagai seorang Warga Negara Indonesia.

    Baca: Megawati tegaskan PDI Perjuangan tidak berada di blakang pelanggaran konstitusi yang dilakukan Jokowi

    “Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjadi saksi bagaimana tulisan tersebut dituangkan dalam tulisan tangan Beliau sendiri. Berlembar-lembar dengan tinta warna merah, melambangkan spirit perlawanan terukur dan semangat untuk tidak pernah menyerah serta tetap bertahan dalam prinsip-prinsip kebenaran politik yang kokoh,” ungkap Syaripuddin dikutip Limapagi.

    Ia melanjutkan, dalam beberapa kesempatan Megawati menegaskan bahwa kita tidak bisa membiarkan konstitusi dan demokrasi dirusak.

    Nilai-nilai peradaban demokrasi dikerdilkan hanya oleh ambisi kekuasaan Jokowi yang selama 23 tahun dibersamai dan diberikan dukungan sepenuhnya oleh PDI Perjuangan.

    “Di dalam menegakkan hal-hal yang fundamental bagi kehidupan bangsa, kita kader-kader Banteng, Kader-kader Soekarnois tidak boleh takut, meski tembok kekuasaan semakin menekan kita. Sebab “KETAKUTAN ADALAH ILUSI”. Itu yang berulang kali disampaikan oleh Ibu Ketua Umum kepada kita semua,” jelasnya.

    Di akhir tulisannya, Bang Dhin menegaskan, “Semoga tulisan Ibu Megawati Soekarnoputri menambah daya juang dan semangat kita untuk berjuang dengan keyakinan Satyam Eva Jayate!!!”

    Baca: Banjir karangan bunga, Megawati didesak memimpin penyelamatan demokrasi yang dirusak Jokowi

    Selengkapnya, inilah tulisan Megawati di Kompas, 8 April 2024:

    Rakyat Indonesia sedang menunggu dan akan mencatatkan dalam sejarah bangsa, apakah hakim Mahkamah Konstitusi dapat mengambil keputusan sengketa pemilu presiden dan wakil presiden sesuai dengan hati nurani dan sikap kenegarawanan, ataukah membiarkan praktik elektoral penuh dugaan penyalahgunaan kekuasaan (”abuse of power”) dalam sejarah demokrasi Indonesia?

    Di tengah penantian lahirnya keadilan sejati di Mahkamah Konstitusi, perhatian saya tertuju pada sebuah patung Dewi Keadilan.

    Patung itu ditaruh di samping meja ruang rapat kediaman saya agar mengingatkan pentingnya keadilan hakiki tanpa balutan kepentingan lain, kecuali keadilan itu sendiri.

    Patung Dewi Keadilan yang saya beli ketika berada di Amerika Serikat itu mengandung beberapa pesan kuat.

    Pertama, mata Dewi Keadilan tertutup kain. Mata tertutup menghadirkan ”keadaan gelap” agar tak tersilaukan oleh apa yang dilihat mata. Dengan mata tertutup itu, terjadi dialog dengan hati nuraninya dalam memutuskan perkara dengan tidak membedakan siapa yang berbuat.

    Kedua, timbangan keadilan sebagai cermin keadilan substantif. Ketiga, pedang yang diturunkan ke bawah menegaskan bahwa hukum bukanlah alat membunuh, tetapi didasarkan pada norma, etika, kesadaran hukum, dan tertib hukum serta keteladanan para aparat penegak hukum.

    Alangkah indahnya Dewi Keadilan!

    Bagi bangsa Indonesia, pentingnya keadilan dalam seluruh kehidupan bernegara tecermin dalam Pancasila. Sebab Pancasila lahir sebagai jawaban atas praktik hidup eksploitatif akibat kolonialisme dan imperialisme.

    Pancasila merupakan falsafah pembebasan yang terlahir dari dialog kritis antara Bung Karno dan Pak Marhaen. Dari situlah gagasan keadilan itu ditempatkan secara ideologis.

    Keadilan dalam perspektif ideologis harus dijabarkan ke dalam supremasi hukum. Budaya hukum, tertib hukum, institusionalisasi lembaga penegak hukum, dan keteladanan aparat penegak hukum menjadi satu kesatuan supremasi hukum.

    Sumpah presiden dan hakim Mahkamah Konstitusi menjadi bagian dari supremasi hukum. Namun, bagi hakim Mahkamah Konstitusi, sumpah dan tanggung jawabnya lebih mendalam dari sumpah presiden.

    Karena itulah persyaratan menjadi hakim Mahkamah Konstitusi juga lebih berat, yakni tidak hanya menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya sesuai Undang-Undang Dasar, tetapi juga ditambahkan syarat lainnya, yakni memiliki sikap kenegarawanan.

    Dengan sikap kenegarawanan tersebut, hakim Mahkamah Konstitusi bertanggung jawab terhadap terciptanya keadilan substantif dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai hal yang paling utama.

    Dengan tanggung jawab ini, keputusan hakim Mahkamah Konstitusi atas sengketa pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) sangat ditunggu rakyat Indonesia, apakah keadilan substantif dapat benar-benar ditegakkan, atau sebaliknya semakin terseret ke dalam pusaran tarik-menarik kepentingan kekuasaan politik?

    Etika presiden

    Budayawan dan rohaniwan Franz Magnis-Suseno menyampaikan bahwa ada unsur-unsur yang merupakan pelanggaran etika serius dalam pelaksanaan Pilpres 2024.

    Etika merupakan ajaran dan keyakinan tentang baik dan tidak baik sebagai cermin dari kualitas manusia sebagai manusia. Tuntutan dasar terhadap pentingnya etika dituangkan dalam ketentuan hukum dan hal tersebut berlangsung terus dalam sejarah peradaban umat manusia. Tidak memperhatikan hukum yang berlaku sama saja dengan pelanggaran etika.

    Tanggung jawab penguasa seperti presiden terhadap etika sangatlah penting. Presiden memegang kekuasaan atas negara dan pemerintahan yang sangat besar. Karena itulah penguasa eksekutif tertinggi tersebut dituntut standar dan tanggung jawab etikanya agar kewibawaan negara hukum tercipta.

    Dalam tanggung jawab presiden itu, maka persoalan berkaitan dengan keselamatan seluruh bangsa dan negara berada di pundak presiden. Presiden berdiri untuk semua. Segala kesan yang menunjukkan bahwa presiden memperjuangkan kepentingan sendiri atau keluarganya adalah fatal. Sebab presiden adalah milik semua rakyat Indonesia.

    Apa yang disampaikan Franz Magnis-Suseno menjadi landasan etis bagi hakim Mahkamah Konstitusi untuk mengurai seluruh akar persoalan pilpres yang berangkat dari nepotisme dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Presiden.

    Menempatkan etika dalam setiap keputusan Mahkamah Konstitusi sangatlah penting. Sebab, Mahkamah Konstitusi hadir sebagai benteng keadilan terakhir dalam penyelesaian sengketa pilpres atau pemilu.

    Keputusan hakim Mahkamah Konstitusi akan menjadi indikator terpenting, apakah demokrasi yang berkedaulatan rakyat tetap eksis atau justru perlombaan penyalahgunaan kekuasaan akan menjadi model kecurangan dan bisa direplikasi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak hingga pemilihan umum yang akan datang.

    Apa dan siapa yang salah?

    Temuan terjadinya penurunan kualitas demokrasi Indonesia telah berulang kali dikaji para peneliti.

    Indeks demokrasi Indonesia, menurut data Freedom House, terus menunjukkan penurunan. Demikian juga menurut The Economist Intelligence Unit (EIU) yang menyimpulkan demokrasi Indonesia masih tergolong cacat (flawed democracy) berada pada peringkat ke-54 secara global, turun dua peringkat dari tahun sebelumnya.

    Dengan mencermati berbagai laporan tersebut, kemampuan Mahkamah Konstitusi di dalam menyelesaikan sengketa pemilu tentu menjadi tolok ukur bagi peningkatan kualitas demokrasi. Sebab, kecurangan tanpa efek jera akan semakin mematikan demokrasi.

    Agar sumber kecurangan tersebut dapat diungkap, hakim Mahkamah Konstitusi dapat membedah sumber kegaduhan dalam kecurangan pilpres. Kecurangan pemilu sendiri tidak berlangsung tiba-tiba. Ia lahir melalui serangkaian evolusi kecurangan.

    Dalil awal, pilpres dilakukan secara langsung untuk menihilkan kecurangan. Akan tetapi, kecurangan bisa terjadi di tengah lima indikator besar, yaitu (1) proses pemilu dan pluralisme politik, (2) tata kelola pemerintahan, (3) tingkat partisipasi politik masyarakat, (4) budaya politik, dan (5) kebebasan sipil.

    Kompleksitas pemilu

    Kesemuanya diawali dari Pemilu 1971 ketika aparatur negara, khususnya ABRI, digunakan sebagai alat elektoral dan alat represif dengan sumber daya negara yang relatif tidak terbatas.

    Pertautan kepentingan geopolitik global terhadap pemilu terjadi pada pemilu tahun 1999, 2004, dan semakin menguat pada tahun 2024.

    Politik bantuan sosial diterapkan secara masif pada tahun 2009 seiring dengan meningkatkan populisme. Sementara penggunaan aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri, dipraktikkan pada Pemilu 2009 dan 2019.

    Efektivitas penggunaan instrumen hukum semakin sempurna di Pemilu 2019 ketika jabatan Jaksa Agung RI disalahgunakan bagi kepentingan elektoral.

    Mengapa evolusi kecurangan terjadi, bahkan semakin bersifat akumulatif? Sebab belum pernah tercipta efek jera sebagaimana terjadi di Amerika Serikat dengan skandal Watergate yang memaksa Presiden Richard Nixon mengundurkan diri.

    Pilpres 2024 merupakan puncak evolusi hingga bisa dikategorikan sebagai kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Ditambah motif nepotisme yang mendorong penyalahgunaan kekuasaan Presiden. Nepotisme ini berbeda dengan zaman Presiden Soeharto sekalipun karena dilaksanakan melalui sistem pemilu ketika Presiden masih menjabat dan ada kepentingan subyektif bagi kerabatnya.

    Lalu, pertanyaan kritis kita: apa dan siapa yang salah?

    Dengan tegas saya menjawab sendiri, bukan sistem hukum Indonesia yang salah. Pelaksanaan hukum yang menjadi tanggung jawab pemimpin itulah yang salah. Kondisi ini terjadi akibat etika dan moral dijauhkan dari praktik hukum. Tanpa landasan etika, moral, dan keteladanan pemimpin, manipulasi hukum menjadi semakin mudah dilakukan.

    Sikap kenegarawanan yang dimiliki hakim Mahkamah Konstitusi masuk dalam dimensi tanggung jawab bagi pemulihan etika dan moral itu. Tanpanya, Mahkamah Konstitusi hanya menjadi jalan pembenaran bagi sengketa pemilu yang orientasinya hanya pada hasil, tanpa melihat secara jernih bagaimana proses pemilu dan keseluruhan input dari proses pemilu.

    Hasil pemilu ternyata bisa berubah akibat penyalahgunaan kekuasaan. Hal ini dibuktikan adanya voting behaviour yang dipengaruhi besarnya belanja sosial (social expenditures), seperti bantuan langsung tunai, pembagian beras miskin, dan bantuan sosial lainnya.

    Pedoman kebenaran

    Keputusan hukum Mahkamah Konstitusi memiliki makna demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Maknanya tidak hanya secara transenden, tanggung jawab langsung kepada Sang Pencipta. Kekuatan transenden ini seharusnya dapat memperkuat posisi hakim Mahkamah Konstitusi mengambil terobosan hukum berdasarkan keadilan sebagai sifat hakiki Tuhan.

    Karena itulah, hakim Mahkamah Konstitusi tidak hanya bertanggung jawab sebagai penjaga konstitusi dan demokrasi, tetapi juga memiliki legalitas dan legitimasi agar keadilan benar-benar menemukan bentuknya, terlebih ketika berhadapan dengan tembok kekuasaan.

    Lalu, selain konstitusi, apa pedoman lain yang bisa memunculkan sikap kenegarawanan?

    Saya mencoba meramu dari pengalaman hidup saya yang sangat lengkap, baik sebagai anak presiden; menjadi rakyat biasa akibat peristiwa politik 1965; menjadi ibu rumah tangga; maupun memenuhi tanggung jawab sejarah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, wakil presiden, presiden, dan kembali lagi memenuhi kodrat makna hidup ”Cakra Manggilingan” (roda kehidupan yang berputar).

    Saya sungguh beruntung dapat berdialog langsung dengan Bung Karno, Bung Hatta, KH Agus Salim, Jenderal Achmad Yani dan para jenderal Pahlawan Revolusi yang lain; juga Pak Hoegeng sahabat saya; serta orang-orang pintar berhati nurani yang dipunyai oleh Republik Indonesia waktu itu dan para tokoh bangsa lainnya.

    Dari situlah saya berkontemplasi, dan hasilnya menjadi pedoman kebenaran yang saya rekomendasikan kepada hakim Mahkamah Konstitusi.

    Pertama, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia tidak bisa dimanipulasi, sebab ia menjadi hakikat.

    Kedua, kebenaran dalam pengambilan keputusan muncul dari pikiran dan nurani yang jernih. Jernih seperti air. Air jernih adalah pikiran dalam alam kebenaran.

    Ketiga, qana’ah, merasa cukup terhadap apa yang ada. Ketika konstitusi membatasi jabatan masa presiden dua periode, itulah kebenaran yang harus ditaati, tidak bisa diperpanjang, baik secara langsung maupun tak langsung.

    Keempat, dalam bahasa Rusia disebut utrenja, yang artinya fajar. Tidak ada kekuatan yang bisa menghalangi fajar menyingsing di ufuk timur.

    Dengan empat pedoman sederhana di atas, setiap pemimpin, termasuk hakim Mahkamah Konstitusi, dapat mengasah hati nurani dan budi pekertinya agar setiap tindakan dan keputusan politiknya selalu memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

    Oleh karena itulah, belajar dari putusan Perkara Nomor 90 di Mahkamah Konstitusi yang sangat kontroversial, saya mendorong dengan segala hormat kepada hakim Mahkamah Konstitusi agar sadar dan insaf untuk tidak mengulangi hal tersebut.

    Ketukan palu hakim Mahkamah Konstitusi selanjutnya akan menjadi pertanda antara memilih kegelapan demokrasi atau menjadi fajar keadilan bagi rakyat dan negara.

    Tentu sebagai anak bangsa, saya berdoa semoga dengan izin Allah SWT, kita pun rakyat Indonesia akan melihat cahaya terang demokrasi ketika ”Sembilan Dewa” di MK memberikan keputusan yang berkeadilan, berwibawa, dan terutama dengan hati nuraninya.

    Ingat, nama-nama para hakim Mahkamah Konstitusi akan tertulis dalam sejarah Republik Indonesia, baik maupun buruk. Semoga!!

    Rakyat Indonesia, terutama yang mempunyai hati nurani, harus mendukung pengadilan Mahkamah Konstitusi ini sebagai upaya berkeadilan secara hukum. Semua pemikiran dan pendapat di atas, saya suarakan sebagai bagian dari Amicus Curiae, atau Sahabat Pengadilan. Merdeka!

    Megawati Soekarnoputri, Seorang Warga Negara Indonesia