Tag: panas

  • Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    7cloud.asia – Sedikitnya enam orang tewas dan ribuan orang dilarikan ke rumah sakit akibat gelombang panas ekstrem musim hujan yang langka.

    Departemen Pemadam Kebakaran dan Bencana Alam Jepang mencatat sejak Juni, tercatat sekitar 2.276 orang mengalami heatstroke dan dilarikan ke rumah sakit.

    Sementara korban yang tewas merupakan para lansia dengan usia 70 tahun keatas.

    Seorang lansia 70 tahun di Jepang ditemukan meninggal dunia setelah memotong rumput di rumahnya pekan lalu. Berikutnya lansia 80 tahun yang tewas saat bekerja di perkebunan.

    Baca: Panas ekstrem di Jepang, suhu capai 35 derajat lebih

    Heatstroke di Jepang memang begitu mematikan untuk para lansia. Mereka merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap heatstroke.

    Apalagi terlebih negara sakura tersebut memiliki salah satu populasi tertua di dunia.

    Tak hanya bagi lansia, kondisi ini juga berbahaya bagi bayi, orang yang tinggal sendirian, atau mereka yang miskin tak mampu membeli pendingin ruangan.

    Kondisi ini membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan sengatan panas di sebagian besar negara.

    Warga di Jepang juga diimbau untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan tetap menggunakan pendingin ruangan.

    Baca: India dan Pakistan tutup sekolah gara-gara suhu hampir 50 derajat celsius

    Pihak berwenang di Tokyo mencatat tiga kematian terkait heatstroke pada Sabtu (06/07/2024) lalu dan tiga kematian baru pada Senin (08/07/2024), ketika suhu mencapai 35 derajat pada tengah hari.

    Kondisi ini mendorong pihak berwenang mengeluarkan banyak peringatan kesehatan dan mendirikan ‘shelter pendingin’ dengan water mist di sekitar ibu kota.

    Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas fisik karena Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringkat tingkat ‘bahaya’ tertinggi.

    “Ini adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa,” ujar salah satu warga bernama Hisako Ichiuji (60) ketika menggunakan fasilitas shelter pendingin di sekitar Menara Tokyo dikutip dari SCMP, Rabu (10/7/2024).

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Akhir pekan kemarin, wilayah Shizuoka bagian tengah menjadi wilayah pertama di Jepang yang mengalami suhu mencapai 40 derajat celcius tahun ini.

    Angka tersebut jauh melampaui ambang batas 35 derajat celcius yang diklasifikasikan ahli cuaca sebagai ‘sangat panas’.

    “Dulu suhunya tidak sampai seperti ini. Saya pikir penting untuk menjaga diri kita tetap terhidrasi dan berlindung di fasilitas seperti ini,” kata Hisako.

    Panas ekstrem yang terjadi di musim hujan di Jepang seperti saat ini jarang sekali terjadi.

    Menurut pejabat badan cuaca Jepang, hal ini terjadi akibat sistem tekanan tinggi yang kuat di Pasifik Selatan.

    Baca: Panas ekstrem landa Asia, 30 orang tewas

    Asosiasi Pengobatan Akut Jepang memperingatkan peningkatan angka kematian akibat kelelahan panas secara nasional.

    Angkanya meningkat dari hanya beberapa ratus per tahun pada dua dekade lalu menjadi sekitar 1.500 pada tahun 2022.

    Banyaknya jumlah korban jiwa menunjukkan bahwa heatstroke kini menimbulkan bahaya yang setara bencana alam besar menurut mereka.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mulai Kemarau, Waspada Suhu Panas di Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Mulai Kemarau, Waspada Suhu Panas di Sejumlah Kota

     

    7cloud.asia – Cuaca sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah berawan pada Sabtu (13/07/2024). Bahkan beberapa diantaranya suhu udara mencapai 34 derajat celsius.

    Seperti di Kota Banda Aceh, Serang, Pontianak, Banjarmasin,Semarang dan Medan, suhu udara diperkirakan mencapai 34 derajat celsius.

    Sedangkan suhu udara terendah 21 derajat celsius diprediksi terjadi di Kota Bandung.

    Meski demikian, berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih ada beberapa kota yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Kota Mamuju diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. siang harinya, kondisi cuaca yang sama diperkirakan terjadi di Kota Samarinda, Tanjung Pinang, Ambon, Manokwari, Kendari dan Padang.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Jayapura, Manokwari dan Medan.   

    Sementara untuk seluruh wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan seharian dari pagi hingga malam.

    Suhu udara berkisar antara 21 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 45 hingga 80 persen.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius di Kota Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau mulai melanda Indonesia. Suhu panas berpotensi melanda beberapa kota. Bahkan ada yang mencapai suhu 36 derajat celsius.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu udara hingga 36 derajat diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh pada Senin (15/07/2024). 

    Kota-kota lain yang juga diperkirakan mengalami cuaca panas adalah Kota Serang dan Kota Medan yang suhu udaranya mencapai 34 derajat celsius.

    Sedangkan suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dengan suhu udara 19 derajat celsius.

    Meski demikian, BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas ringan masih bisa terjadi di Kota Jayapura dan Manokwari pada siang hari.

    Kemudian Senin malamnya, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Samarinda.

    Sementara cuaca kota-kota lainnya BMKG memperkirakan cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari. 

    Untuk wilayah Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan cerah pada pagi hari. lalu siang dan malamnya cuaca diperkirakan cerah berawan.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 45 hingga 80 persen.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Panas Hingga 35 Derajat Celsius di Dua Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Panas Hingga 35 Derajat Celsius di Dua Kota Ini

    7cloud.asia – Meski Indonesia masih aman dari terjangan gelombang panas seperti yang terjadi di Jepang dan lainnya, namun suhu panas hingga 35 derajat celsius berpotensi terjadi di dua kota ini pada Rabu (17/07/2024).

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas hingga 35 derajat celsius terjadi di Kota Pontianak dan Banda Aceh.

    Kota lainnya seperti Serang diprediksi suhu mencapai 34 derajat celsius. Sedangkan suhu terendah, 17 derajat celsius diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    BMKG memperkirakan seluruh kota di Indonesia cerah berawan pada pagi hari. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada siang hari di Kota Ambon.

    Kemudian malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Tarakan dan Medan.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan cerah pada pagi hari. Siang harinya cuaca cerah berawan.

    Lalu malam hari cuaca di seluruh wilayah Jakarta berawan. Suhu berkisar antara 22 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 80 persen.

       

      

     

  • Cuaca Hari Ini: Suhu Panas Diperkirakan Capai 37 Derajat Celsius, Masihkah Aman dari Gelombang Panas?

    Cuaca Hari Ini: Suhu Panas Diperkirakan Capai 37 Derajat Celsius, Masihkah Aman dari Gelombang Panas?

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas capai 37 derajat celsius di Kota Banda Aceh pada Minggu (21/07/2024).  

    Beberapa kota lainnya juga mengalami suhu panas, tetapi suhu tertinggi hanya mencapai 34 derajat celsius. Seperti Kota Serang, Pontianak, Banjarmasin dan Medan.

    Meski demikian, BMKG memastikan Indonesia aman dari ancaman gelombang panas atau heatwave seperti yang dialami sejumlah negara di kawasan Asia.

    Deputi Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan peningkatan suhu yang dialami sejumlah kota di Indonesia tidak dapat dikategorikan sebagai heatewave.

    Baca: Climate Central sebut Indonesia berpeluang besar mengalami gelombang panas

    “Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” jelas Guswanto beberapa waktu lalu.

    Selanjutnya Guswanto menerangkan berdasarkan data rekapitulasi meteorologi BMKG selama 24 jam terakhir, memang ada peningkatan suhu di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Peningkatan tersebut sekitar lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian, dan sudah bertahan sekitar lebih dari lima hari.

    Meski terjadi peningkatan suhu,lanjut Guswanto,tetapi kondisinya tidak sama dengan apa yang dialami sejumlah negara Asia lain seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal dan Cina.

    Baca: Gelombang panas landa Jepang, 6 orang tewas

    “Secara karakteristik suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari,” ungkapnya.

    Menurutnya hal demikian itu merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

    BMKG memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia cerah dan berawan dengan suhu terendah 19 derajat celsius diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Namun potensi hujan dengan intensitas ringan masih terjadi dibeberapa kota, yaitu Kota Jayapura, Ambon dan Mamuju hujan terjadi pada pagi hari.

    Baca: Sebanyak 61 orang tewas akibat suhu panas di Thailand

    Siangnya Kota Samarinda, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Jayapura dan Manokwari diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian malam hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Tarakan dan Manokwari.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 55 hingga 85 persen.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius di Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Selbagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau mewaspadai cuaca panas. Bahkan suhu maksimal hingga mencapai 37 derajat celsius. 

    Seperti yang terjadi di Kota Medan suhu panas hingga 37 derajat celsius berpotensi terjadi pada Kamis (25/07/2024) dan beberapa hari kedepan.

    Melansir Antaranews, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG)  Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, suhu panas sebenarnya sudah melanda Kota Medan sejak beberapa hari lalu.

    Dari data pengamatan suhu pada beberapa Stasiun BMKG di Sumatera Utara, suhu udara maksimum pada 21 Juli berada di angka 37,0 derajat celcius, pada 22 Juli berada 37,0 derajat celcius dan pada 23 Juli mencapai 37,2 derajat celcius.

    Berdasarkan analisa pola angin pada 23 Juli 2024 pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB, menunjukkan angin baratan yang cukup kuat dan bersifat divergen (menyebar) di wilayah Sumatera Utara, sehingga menyebabkan sulitnya pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

    Pantauan citra radar pada 23 Juli 2024 menunjukkan tidak terjadi pertumbuhan awan dari pagi hingga malam hari.

    Sedangkan untuk kondisi suhu permukaan laut di wilayah pantai Barat Sumatera dan Selat Malaka relatif cukup hangat berkisar antara 30 sampai 32 derajat Celcius.

    Berdasarkan pantauan udara atas pada 23 Juli 2024, angin di lapisan 850 – 500 mbar cukup kencang 1 – 22 knot dan kelembapan udara cukup kering 9 –88 persen RH, sehingga pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di Kota Medan.

    “Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan pola cuaca hampir sama dengan hari ini yang masih cukup panas. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat memicu kebakaran, mengurangi kegiatan di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan buah,” jelasnya.

    Sementara untuk wilayah lainnya sebagian besar diperkirakan cerah berawan, termasuk seluruh wilayah Jakarta.

    Namun, masih ada sejumlah wilayah yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Wilayah tersebut adalah Banda Aceh, Bandar Lampung, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

  • Suhu Udara Capai 50 Derajat Celsius di Timur Tengah, Pemakaian Listrik Melonjak

    Suhu Udara Capai 50 Derajat Celsius di Timur Tengah, Pemakaian Listrik Melonjak

    7cloud.asia – Gelombang panas yang hebat terus menerpa kawasan Timur Tengah, dengan suhu menembus 50 derajat celsius di beberapa lokasi, mengancam kesehatan warga setempat dan membebani sistem tenaga listrik yang sudah kewalahan.

    Di Iran, gelombang panas yang tiba beberapa hari lalu telah memicu kenaikan suhu di sebagian besar kota di negara itu hingga mendekati dan menembus 40 derajat celsius.

    Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, suhu di Teheran, ibu kota Iran, naik hingga 40 derajat celsius pada jam-jam terpanasnya.

    Di sejumlah provinsi di Iran selatan, suhu bahkan mendekati 50 derajat celsius sejak pertengahan Juli, dan Provinsi Khuzestan di Iran barat daya mencatat suhu 54 derajat celsius pada Sabtu (27/7/2024).

    Baca: Suhu udara hampir capai 50 derajat celsius di India dan Pakistan

    Indeks panas, atau yang juga disebut suhu efektif, mengacu pada suhu yang dirasakan oleh tubuh manusia ketika kelembapan relatif dikombinasikan dengan suhu udara. 

    Indeks panas di beberapa lokasi di Teluk Persia mencapai 60 hingga 65 derajat celsius. 

    Akibat suhu panas ekstrem berkepanjangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, pemerintah Iran menginstruksikan agar semua kantor, organisasi, dan bank milik negara ditutup sementara pada Minggu (28/7/2024).

    Hal ini sebagai upaya untuk melindungi kesehatan warga dan menjaga konsumsi energi dalam negeri tetap terkendali, melansir kantor berita resmi IRNA, Sabtu (27/7).

    Kuwait dilanda gelombang panas sejak pekan lalu, dengan suhu tertinggi mencapai lebih dari 50 derajat celsius pada Kamis (25/7), menurut Departemen Meteorologi Kuwait. Rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah di negara itu mencapai 53,5 derajat celsius.

    Baca: Gara-gara gelombang panas di Thailand 61 orang tewas

    Sejumlah pakar pemerintah menganjurkan agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama selama periode suhu tinggi pada siang dan sore hari.

    Selain itu, menghindari paparan sinar matahari langsung, memastikan hidrasi yang cukup dengan meminum air dalam jumlah yang cukup, dan mewaspadai bahaya sengatan panas (heatstroke) dan penyakit terkait lainnya.

    Sementara itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghemat listrik demi menghindari beban berlebih pada jaringan listrik, yang dapat menyebabkan pemadaman listrik akibat tingginya pemakaian.
     
    Sejak memasuki musim panas, warga Irak harus menghadapi suhu panas yang begitu menyengat, dengan beberapa provinsi di Irak.

    Termasuk Dhi Qar, Maysan, Basra, dan Muthanna, mencatatkan rekor suhu tertinggi yang mencapai lebih dari 50 derajat celsius dalam beberapa hari terakhir.

    Baca: Gelombang panas landa Jepang, 6 orang tewas

    “Rasanya seolah-olah segala sesuatu mendidih ketika saya keluar. Saya bisa menggoreng telur mentah di bawah sinar matahari dalam beberapa menit,” kata Hassan, seorang warga Baghdad, kepada Xinhua.

    “Kami berusaha mengurangi kegiatan nonesensial, namun, kerap terjadi pemadaman listrik di rumah, yang benar-benar membuat situasi menjadi sangat berat”.

    Suhu di Baghdad, ibu kota Irak, tercatat di kisaran 45 derajat celsius sepanjang pekan ini.

    Selama periode puncak konsumsi listrik pada musim panas, jaringan listrik Irak yang sudah kewalahan harus menghadapi kesenjangan daya yang meluas, yang kian memperparah krisis listrik di negara itu.

    Pada akhir Juni, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ al-Sudani, menginstruksikan agar jam kerja resmi di kantor-kantor publik dikurangi satu jam selama musim panas dengan mempertimbangkan suhu tinggi yang terjadi di seluruh negeri.

    Menurut Badan Meteorologi Turki, negara itu mengalami Juni terpanas selama 53 tahun terakhir dengan rata-rata suhu di seluruh negeri mencapai 25,4 derajat celsius, sekitar 3,6 derajat di atas suhu rata-rata Juni antara 1991-2000.

    Baca: Sejumlah negara di Asia diterjang gelombang panas

    Suhu tertinggi, mencapai 47,8 derajat celsius, tercatat di Provinsi Sanliurfa di bagian tenggara pada 20 Juni.

    Sementara itu, Mesir menghadapi gelombang panas hebat sejak Senin, menurut Otoritas Meteorologi Mesir. Suhu maksimum mencapai 40 derajat di Kairo dan 46 derajat di Mesi Atas bagian selatan.

    Pada 21 Juli, Bumi mengalami hari terpanas dalam sejarahnya, dengan rata-rata suhu global harian mencapai rekor tertinggi baru, menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa pada Selasa (23/7/2024).

    Layanan itu melaporkan pada awal Juli bahwa bulan lalu merupakan bulan Juni terpanas sepanjang sejarah.

    Para ilmuwan berpendapat bahwa gelombang panas menunjukkan bagaimana perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah membuat suhu panas yang mengancam jiwa menjadi lebih lazim.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun gegara panas ekstrem

    Karena perubahan iklim diperkirakan akan semakin parah dalam beberapa dekade mendatang.

    Negara-negara di Timur Tengah, yang terpanggang oleh suhu panas ekstrem dan terkadang mematikan setiap musim panas, menjadi salah satu kelompok negara yang terdampak paling parah.

    Peningkatan suhu tidak hanya akan memperburuk masalah kelangkaan air dan penggurunan yang sudah dihadapi kawasan Timur Tengah.

    Tetapi, juga menyebabkan lonjakan permintaan energi, merusak hasil panen, membahayakan kesehatan masyarakat, dan berdampak terhadap sektor pendidikan.

    Sekolah-sekolah terpaksa memangkas jam belajar siswa dan memperpanjang hari libur guna menghadapi cuaca panas. Hal itu memunculkan hambatan jangka panjang yang signifikan bagi ambisi kawasan itu.

    Sumber: Antaranews

  • BMKG: Generasi Muda Perlu Mitigasi Bahaya Peningkatan Suhu di Kota

    BMKG: Generasi Muda Perlu Mitigasi Bahaya Peningkatan Suhu di Kota

    7cloud.asia – Suhu di wilayah perkotaan kini meningkat jika dibandingkan dengan pedesaan. Karena itu generasi muda perlu melakukan mitigasi terhadap bahaya fenomena ini.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam acara Workshop Urban Heat Island (UHI) 2024.

    Urban Heat Island merupakan fenomena alam berupa tingginya temperatur daerah perkotaan dibandingkan pedesaan.

    “UHI ini harus kita mitigasi bersama. Perlu kesadaran dan aksi nyata untuk menghadapi UHI ini,” ungkap Dwikorita.

    Baca: Emisi gas rumah kaca memicu gelombang panas ekstrem

    Selanjutnya dia menjelaskan peningkatan suhu yang terkait dengan fenomena UHI perkotaan bervariasi tergantung pada tutupan lahan.

    Fenomena ini, kata dia, dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya struktur geometris kota yang rumit, sedikitnya vegetasi, hingga efek rumah kaca.

    Selain itu, perubahan tutupan lahan yang menjadi lahan terbangun juga memperparah terjadinya UHI.

    Dwikorita menyebut dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, efek UHI relatif cukup kuat dirasakan.

    Baca: Waspada panas menyengat di perkotaan

    Sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, dan Bandung, lanjut dia, termasuk dalam 20% kota dengan nilai Land Surface Temperature (LST) terbesar.

    Menurutnya, permukaan yang kedap air dan lebih sedikit vegetasi menambah efek dari UHI tersebut.

    Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat celcius di atas zaman pra industri.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun akibat panas ekstrem

    Dwikorita menyebut angka ini nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015 bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat celcius.

    Pada tahun 2023, terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana heat wave ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa.

    “Rekor iklim yang terjadi di tahun 2023 bukanlah kejadian acak atau kebetulan, melainkan tanda-tanda jelas dari pola yang lebih besar dan lebih mengkhawatirkan yaitu perubahan iklim yang semakin nyata. Maka dari itu, perlu langkah atau gerak bersama seluruh komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta, akademisi, media, LSM, dan lain sebagainya termasuk anak-anak muda,” jelasnya.

     

  • WMO Sebut Perubahan Iklim Penyebab Utama Panas Ekstrem di Seluruh Dunia

    WMO Sebut Perubahan Iklim Penyebab Utama Panas Ekstrem di Seluruh Dunia

     

    7cloud.asia – Perubahan iklim menjadi “kekuatan pendorong utama” yang menyebabkan panas ekstrem di seluruh dunia, menurut juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

    Clare Nullis mengatakan kepada Anadolu bahwa WMO “mengukur suhu selama periode dasar 30 tahun, yang terbaru adalah 1991-2020.”

    “Jadi, negara-negara yang melaporkan di atas periode tersebut menunjukkan bahwa suhunya lebih hangat daripada rata-rata 30 tahun,” katanya seraya menambahkan: “Untuk tujuan pemantauan iklim, kami menggunakan dasar pra-industri.”

    “Perubahan iklim adalah kekuatan pendorong utama di balik panas yang berlebihan saat ini,” dia menekankan.

    Baca: Perubahan iklim picu gelombang panas

    Musim panas saat ini telah mencatat banyak rekor baru di stasiun-stasiun pengamatan, dengan beberapa negara Eropa tercatat mengalami situasi Juli terpanas, meskipun rekor tertinggi di benua ini tetap yang tercatat di Sisilia beberapa tahun yang lalu, tambahnya.

    Peringatan panas ekstrem di Belgia

    Suhu tinggi terus berlanjut di seluruh Eropa hingga Agustus, dengan Belgia kini menghadapi gelombang panas.

    Institut Meteorologi Kerajaan Belgia telah mengeluarkan “peringatan oranye” untuk 12 dan 13 Agustus di sebagian besar negara tersebut karena suhu yang diperkirakan melebihi norma musiman, berkisar antara 30 hingga 35 derajat Celsius (86 hingga 95 derajat Fahrenheit), dan mencapai 36 derajat Celsius (hampir 97 derajat Fahrenheit) di dekat perbatasan Prancis.

    Baca: Suhu udara capai 50 derajat di Timur Tengah

    Peringatan oranye adalah penanda bahwa cuaca akan sangat panas. Namun, “peringatan kuning” tetap berlaku di beberapa wilayah.

    Peringatan oranye di Prancis

    Di Prancis, menjadi tempat gelombang panas berlanjut, peringatan “oranye” dikeluarkan pada Senin di 45 provinsi.

    Meteo-France telah memperingatkan bahwa suhu akan tetap tinggi di sebagian besar wilayah negara tersebut.

    Suhu tertinggi, berkisar antara 36 hingga 38 derajat Celsius (hampir 97 hingga lebih dari 100 derajat Fahrenheit), diperkirakan terjadi di Ile-de-France, Provence-Alpes-Cote d’Azur, Burgundy, Centre, Haute-Normandie, dan Hauts-de-France.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun akibat panas ekstrem

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan Kosovo telah mengingatkan warga tentang suhu yang semakin tinggi, mengindikasikan bahwa tindakan seperti pembatasan jam kerja mungkin akan diberlakukan selama minggu ini.

    Hari terpanas di Inggris tahun 2024

    Tanggal 12 Agustus tercatat sebagai hari terpanas tahun ini di Inggris. Badan Meteorologi melaporkan suhu puncak sebesar 34,8 derajat Celsius (hampir 95 derajat Fahrenheit) di Cambridge. Ini adalah suhu tertinggi sejak 13 Agustus 2022.

    Badan Meteorologi lebih lanjut mencatat bahwa wilayah selatan negara itu akan terus mengalami panas pada Selasa, dengan perubahan menjadi hujan diperkirakan terjadi pada 14 Agustus.

    Paruh kedua bulan ini diperkirakan akan panas dan kering, dengan hujan sesekali.

    Selain itu, badan tersebut mengonfirmasi bahwa musim panas ini adalah musim panas terpanas ke-11 sejak 1961, dengan menyoroti bahwa delapan dari musim panas terpanas telah terjadi sejak tahun 2000, dengan enam di antaranya dalam dekade terakhir.

    Baca: Sebanyak 61 orang tewas akibat gelombang panas di Thailand

    Panas ekstrem di Italia

    Gelombang panas ekstrem yang berasal dari Afrika diperkirakan akan melanda Italia sepanjang minggu ini, dengan suhu yang mungkin mencapai 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit) pada Kamis, 15 Agustus.

    Kementerian Kesehatan telah menempatkan 19 kota, termasuk Roma, dalam kategori “merah”, yang menunjukkan tingkat risiko tertinggi untuk Selasa, 13 Agustus.

    Media Italia melaporkan bahwa suhu di Mont Blanc, puncak tertinggi di Pegunungan Alpen, tetap di atas 0 derajat Celsius (32 derajat Fahrenheit) selama 33 jam, menimbulkan kekhawatiran bahwa gletser gunung tersebut “sekarat” akibat panas yang ekstrem.

    Baca: Suhu udara hampir capai 50 derajat celcius, India tutup sekolah

    Swiss

    Swiss mengalami panas yang intens sepanjang akhir pekan, dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius (lebih dari 91 derajat Fahrenheit) di Jenewa dan 34 derajat Celsius (lebih dari 93 derajat Fahrenheit) di Zurich pada 12 Agustus.

    Beberapa wilayah yang terkena gelombang panas mengalami hujan petir pada Senin malam.

    Di kanton Ticino, panas yang ekstrem terus berlanjut. Kantor Federal Meteorologi dan Klimatologi Swiss (MeteoSwiss) mencatat suhu tertinggi tahun ini sebesar 35,8 derajat Celsius (lebih dari 96 derajat Fahrenheit) pada 10 Agustus.

    Suhu di seluruh Swiss diperkirakan akan turun sekitar 4 derajat mulai Rabu.

    Eropa

    Eropa mengalami pemanasan dengan laju lebih dari dua kali lipat rata-rata global. Kedekatan benua tersebut dengan Kutub Utara memainkan peran yang signifikan.

    Baca: Gelombang panas landa Jepang, 6 orang tewas

    Dari Juni 2023 hingga Juni 2024, rekor suhu global telah dipecahkan selama 13 bulan berturut-turut.

    Menurut sistem pemantauan satelit Copernicus Uni Eropa, tanggal 21 Juli tercatat sebagai hari terpanas secara global dalam sejarah baru-baru ini.

    Pada tahun 2023, setiap benua mengalami gelombang panas yang meluas, intens, dan berkepanjangan, dan tren pemanasan Bumi terus berlanjut.

    Para ahli memprediksi bahwa suhu tinggi akan terus berlanjut di banyak wilayah dalam waktu dekat.

    Tahun ini, Eropa kembali terkena dampak besar dari panas ekstrem, terutama di Mediterania dan Balkan, di mana gelombang panas berkepanjangan tercatat pada bulan Juli.

    Sumber : Anadolu-OANA

  • Cuaca Hari Ini: Kemarau, Waspada Suhu Panas Hingga 35 Derajat

    Cuaca Hari Ini: Kemarau, Waspada Suhu Panas Hingga 35 Derajat

    7cloud.asia – Musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Bahkan suhu panas hingga 35 derajat berpotensi terjadi pada Rabu (21/08/2024).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas tersebut terjadi di Kota Samarinda. Meski hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di kota ini.

    Selain Samarinda, hujan dengan intensitas ringan bakal terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Palangkaraya, Banjarmasin Gorontalo, Palu.

    Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Kendari dan Nabire. Kemudian hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Selor, Pontianak, Manado dan Mamuju.

    Sedangkan untuk kota-kota lainnya termasuk DKI Jakarta cuaca cerah, berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 15 hingga 35 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 42 hingga 100 persen. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya.

    Tak hanya di daratan, BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sejumlah perairan seperti Selat Malaka, Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.

    Selain itu Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan Riau, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Perairan Halmahera berpotensi hujan lebat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Perairan Amamapare hingga Agats, Teluk Cendrawasih, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua.