Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Written by

in

7cloud.asia – Sedikitnya enam orang tewas dan ribuan orang dilarikan ke rumah sakit akibat gelombang panas ekstrem musim hujan yang langka.

Departemen Pemadam Kebakaran dan Bencana Alam Jepang mencatat sejak Juni, tercatat sekitar 2.276 orang mengalami heatstroke dan dilarikan ke rumah sakit.

Sementara korban yang tewas merupakan para lansia dengan usia 70 tahun keatas.

Seorang lansia 70 tahun di Jepang ditemukan meninggal dunia setelah memotong rumput di rumahnya pekan lalu. Berikutnya lansia 80 tahun yang tewas saat bekerja di perkebunan.

Baca: Panas ekstrem di Jepang, suhu capai 35 derajat lebih

Heatstroke di Jepang memang begitu mematikan untuk para lansia. Mereka merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap heatstroke.

Apalagi terlebih negara sakura tersebut memiliki salah satu populasi tertua di dunia.

Tak hanya bagi lansia, kondisi ini juga berbahaya bagi bayi, orang yang tinggal sendirian, atau mereka yang miskin tak mampu membeli pendingin ruangan.

Kondisi ini membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan sengatan panas di sebagian besar negara.

Warga di Jepang juga diimbau untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan tetap menggunakan pendingin ruangan.

Baca: India dan Pakistan tutup sekolah gara-gara suhu hampir 50 derajat celsius

Pihak berwenang di Tokyo mencatat tiga kematian terkait heatstroke pada Sabtu (06/07/2024) lalu dan tiga kematian baru pada Senin (08/07/2024), ketika suhu mencapai 35 derajat pada tengah hari.

Kondisi ini mendorong pihak berwenang mengeluarkan banyak peringatan kesehatan dan mendirikan ‘shelter pendingin’ dengan water mist di sekitar ibu kota.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas fisik karena Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringkat tingkat ‘bahaya’ tertinggi.

“Ini adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa,” ujar salah satu warga bernama Hisako Ichiuji (60) ketika menggunakan fasilitas shelter pendingin di sekitar Menara Tokyo dikutip dari SCMP, Rabu (10/7/2024).

Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

Akhir pekan kemarin, wilayah Shizuoka bagian tengah menjadi wilayah pertama di Jepang yang mengalami suhu mencapai 40 derajat celcius tahun ini.

Angka tersebut jauh melampaui ambang batas 35 derajat celcius yang diklasifikasikan ahli cuaca sebagai ‘sangat panas’.

“Dulu suhunya tidak sampai seperti ini. Saya pikir penting untuk menjaga diri kita tetap terhidrasi dan berlindung di fasilitas seperti ini,” kata Hisako.

Panas ekstrem yang terjadi di musim hujan di Jepang seperti saat ini jarang sekali terjadi.

Menurut pejabat badan cuaca Jepang, hal ini terjadi akibat sistem tekanan tinggi yang kuat di Pasifik Selatan.

Baca: Panas ekstrem landa Asia, 30 orang tewas

Asosiasi Pengobatan Akut Jepang memperingatkan peningkatan angka kematian akibat kelelahan panas secara nasional.

Angkanya meningkat dari hanya beberapa ratus per tahun pada dua dekade lalu menjadi sekitar 1.500 pada tahun 2022.

Banyaknya jumlah korban jiwa menunjukkan bahwa heatstroke kini menimbulkan bahaya yang setara bencana alam besar menurut mereka.

Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *