Tag: transjakarta

  • Layanan TransJakarta Bakal Diperluas Hingga Bodetabek, Aturannya Sedang Digodok

    Layanan TransJakarta Bakal Diperluas Hingga Bodetabek, Aturannya Sedang Digodok

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta bersiap memperluas layanan Transjakarta menjadi Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

    “Pemerintah Jakarta sekarang ini betul-betul berkeinginan secara perlahan untuk mengubah orientasi dari penggunaan kendaraan pribadi menjadi menggunakan kendaraan umum,” kata Gubernur Jakarta Pramono Anung, Rabu (12/3/2025) lalu.

    Transjabodetabek merupakan perluasan layanan Transjakarta ke wilayah sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

    Pramono Anung seperti dikutip dari Antaranews.com, mengatakan Pemprov Jakarta terus berupaya mengembangkan sistem transportasi yang lebih baik dan terintegrasi.

    “Maka, nanti TOD (Transit Oriented Development) yang ada akan kami kembangkan, sehingga akan memberikan banyak kemudahan bagi warga dari manapun,” ujarnya

     

    Baca: Rute Transjakarta yang Bersinggungan dengan Jalur MRT Akan Dihapus

    Standar Transjakarta Tidak Berubah
    Terkait rencana perluasan jangkauan Transjakarta, Dinas Perhubungan Daerah Khusus Jakarta juga mengemukakan bahwa layanan bus Transjabodetabek nantinya sama seperti Transjakarta.

    “Busnya dari layanan yang sekarang Transjakarta, dilayani oleh Transjakarta,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

    Harapannya kata Syafrin, warga Bodetabek yang beraktivitas di Jakarta mendapatkan kualitas layanan seperti menaiki armada Transjakarta.

    Hal itu juga ditujukan untuk meningkatkan keinginan meninggalkan kendaraan pribadi dan menggunakan layanan angkutan umum.

    Pada akhirnya, perluasan layanan TransJakarta ini diharapkan dapat mengurangi volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperbaiki kualitas udara Jakarta.

    Baca: Warga Jakarta dan Sekitarnya Masih Enggan Gunakan Transportasi Publik

    Merujuk data dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2023, penyebab polusi udara di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) meyoritas berasal dari emisi kendaraan bermotor sebesar 44 persen.

    Syafrin juga menambahkan, pihak Provinsi Jakarta nantinya masih mengkoordinasikan layanan Transjabodetabek dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

    Saat ini, Pemprov Jakarta sedang menyiapkan regulasi untuk mengakomodasi rencana tersebut. Salah satu aspek utama yang tengah disiapkan adalah regulasi hukum untuk memastikan implementasi berjalan sesuai aturan.

    “Yang kami siapkan saat ini adalah penyiapan Peraturan Gubernur (Pergub),” kata Syafrin seperti dikutip Kompas.com.

    Baca: Transportasi publik yang Bberkualitas bakal kurangi polusi udara 

    Pergub tersebut akan menjadi bagian dari program pembentukan peraturan daerah dan akan terus disinergikan dengan Kementerian Dalam Negeri.

    Syafrin menegaskan, program ini akan menjadi bagian dari target 100 hari kerja Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta.

    Selain itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga tengah mengkaji kebutuhan regulasi untuk pengoperasian layanan Transjabodetabek.

    Dalam skema ini, armada yang akan digunakan adalah bus Transjakarta yang dioperasikan langsung oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

    “Sedang dikoordinasikan dengan teman-teman BPTJ,” ungkap Syafrin.

    Baca: Penataan transportasi publik dan pembangunan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

  • Perluasan TransJakarta hingga Bodetabek Bakal Kurangi Pemakaian Kendaraan Pribadi

    Perluasan TransJakarta hingga Bodetabek Bakal Kurangi Pemakaian Kendaraan Pribadi

    7cloud.asia – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai perluasan layanan TransJakarta hingga Bodetabek menjadi TransJabodetabek akan membantu mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.

    “Rencana perluasan layanan Transjabodetabek akan sangat membantu mengurangi penggunaan pribadi ke Kota Jakarta. Juga untuk memastikan target 60 persen warga Jabodetabek beralih menggunakan angkutan umum,” kata Djoko lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (2/4/2025)

    Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu juga menyebut penerapan jalan berbayar dibutuhkan untuk mengendalikan mobilitas kendaraan pribadi di Jakarta.

    “Penerapan jalan berbayar atau ERP (electronic road pricing) perlu dipertimbangkan untuk mengendalikan mobilitas kendaraan pribadi di Jakarta,” katanya.

    Djoko menuturkan, pengembangan atau peningkatan layanan angkutan umum hingga kawasan perumahan merupakan kata kunci mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Terlebih, saat ini beban masyarakat, khususnya generasi muda, cukup berat dalam menjangkau hunian. Selain harus membeli rumah yang harganya semakin mahal, juga harus membeli kendaraan bermotor.

    “Pasalnya, kawasan perumahan yang ditempati tidak memiliki fasilitas transportasi umum menuju tempat kerja. Perumahan menjadi kurang layak huni jika tidak diimbangi akses transportasi,” katanya.

    Hal itu lantaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang tidak mewajibkan fasilitas transportasi umum sebagai bagian dari sarana umum.

    Padahal, sebelum era 1990-an, pemerintah menerapkan kebijakan pembangunan kawasan perumahan diimbangi ada layanan transportasi umum, seperti angkutan kota, bus umum atau bus Damri.

    “Undang-undang tersebut perlu direvisi dengan memasukkan kewajiban pembangunan perumahan dan permukiman disertai penyediaan fasilitas akses transportasi umum,” ujarnya.

    Baca: Empat rute TransJabodetabek segera diluncurkan

    Djoko mencatat ketergantungan publik terhadap ojek diakibatkan tata ruang yang semrawut dan layanan transportasi publik yang buruk.

    Dia mencontohkan, di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), komposisi angkutan umum hanya tersisa 2 persen, sedangkan mobil 23 persen dan sepeda motor mencapai 75 persen.

    “Tidak ada sinkronisasi antara membangun kawasan perumahan dan layanan transportasi,” tuturnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka empat rute baru bus Transjabodetabek di Alam Sutera hingga Vida Bekasi. Saat ini, keempat rute tersebut tengah diuji coba dan dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

    Pertama, untuk wilayah Bekasi, akan ada layanan dari Vida Bekasi ke Cawang Jakarta. Kedua, untuk di Bogor, akan ada layanan dari Kota Wisata, Cibubur, ke Cawang, Jakarta.

    Selanjutnya, rute ketiga dan keempat akan ada layanan untuk wilayah Tangerang, yakni dari Alam Sutera ke Blok M, Jakarta, dan Binong ke Grogol, Jakarta.

  • Kurangi Sampah Plastik, TransJakarta Sediakan Layanan Isi Ulang Air Minum Gratis

    Kurangi Sampah Plastik, TransJakarta Sediakan Layanan Isi Ulang Air Minum Gratis

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan layanan isi ulang air minum secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pengurangan sampah plastik.

    Melalui program Dari Air Jadi Kebaikan ini, pengguna bus Transjakarta diajak memanfaatkan water refill station dengan membawa tumbler pribadi.

    Saat ini, layanan isi ulang air minum secara gratis telah tersedia di Halte CSW, Halte Bundaran Senayan, Halte Senayan Bank DKI, Halte Karet, Halte Dukuh Atas, Halte Tosari dan Halte MH Thamrin.

    Anggota DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mengapresiasi langkah Transjakarta yang menghadirkan fasilitas water refill station di sejumlah halte utama.

    Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi sampah plastik dan mendorong gaya hidup berkelanjutan.

    Baca: Gunakan tumbler berdampak besar pada lingkungan

    “Integrasi isu lingkungan ke dalam sistem transportasi publik merupakan langkah maju yang perlu terus diperkuat,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

    Rio menilai program ini memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong Transjakarta untuk memperluas layanan ke halte-halte strategis lainnya.

    “Seperti Halte Monas, Kota Tua dan Blok M yang memiliki volume penumpang tinggi. Perluasan ini akan memperkuat dampak positif program dalam membentuk budaya ramah lingkungan di ruang publik,” tuturnya.

    Ia juga mendorong PT Transjakarta untuk menjalin kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk perusahaan air minum dalam kemasan maupun mitra CSR.

    Menurutnya, hal ini dapat mempercepat pengadaan fasilitas refill tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Baca: Ekosistem guna ulang harus dibangun mulai dari sekarang

    “Inisiatif seperti ini membuka ruang kontribusi bagi dunia usaha dalam mendukung agenda keberlanjutan kota,” tuturnya.

    Rio menegaskan, penyediaan fasilitas harus disertai dengan sosialisasi aktif, baik melalui media sosial, materi informasi di halte, maupun peran aktif petugas Transjakarta.

    Edukasi kepada penumpang mengenai manfaat membawa tumbler serta dampaknya terhadap pengurangan sampah plastik juga harus menjadi bagian penting dari program ini.

    “Pemprov DKI Jakarta juga perlu mendorong adanya sistem pemantauan terhadap kualitas air, kebersihan fasilitas, serta volume penggunaan di setiap stasiun refill.

    Pemanfaatan teknologi seperti sistem pelaporan atau dashboard evaluasi akan membantu memastikan program ini berjalan efektif, berkelanjutan dan terus berkembang sesuai kebutuhan warga,” tandasnya.

  • Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Kenaikan Tarif TransJakarta, Besaran Upah Minimum Jadi Pertimbangan

    Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Kenaikan Tarif TransJakarta, Besaran Upah Minimum Jadi Pertimbangan

    7cloud.asia – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Haris Muhammadun kembali menyampaikan rekomendasinya kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung terkait penyesuaian tarif moda transportasi Transjakarta.

    Hal ini disampaikan Haris saat bertemu dengan Gubernur Pramono dalam audiensi di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin (28/4/2025).

    “Ini juga disinggung tadi. DTKJ sendiri kan sudah menyampaikan rekomendasinya dua kali kalau tidak salah terhadap pimpinan Jakarta sebelum-sebelumnya. Dan ini tadi juga kami sampaikan juga,” kata Haris

    Ia menyampaikan, tarif Transjakarta belum mengalami kenaikan sejak lama. Karena itu, pemerintah perlu melakukan penyesuaian tarif.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Rekomendasi kenaikan tarif TransJakarta ini, menurut Haris, disampaikan karena DTKJ melihat adanya kemampuan dan kemauan masyarakat Jakarta untuk membayar tarif transportasi yang lebih tinggi.

    “Artinya memang dari 2003-2004 itu kan gak naik-naik ya atau gak disesuaikan. Nah sebetulnya ATP-WTPnya (Ability To Pay dan Willingness To Pay) kan sudah,” ujarnya.

    Haris menambahkan, DTKJ akan bekerja sama dengan tim Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengkaji hal ini secara teknis.

    “Ini juga nanti akan dikaji secara teknikal oleh tim Pak Kadisub dengan DTKJ. Kita akan bersama-sama menajamkan itu,” ucapnya.

    Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, tarif Rp3.500 yang berlaku saat ini sudah tidak mengalami perubahan sejak 2005 atau selama 20 tahun terakhir.

    Baca: Rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT akan dihapus

    Rencana penyesuaian tarif Transjakarta sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, namun masih perlu kajian yang lebih dalam.

    “Rencana penyesuaian ini sudah cukup lama dan kami harapkan bahwa terkait tarif ini juga bisa kita detailkan pembahasannya untuk mendapatkan persetujuan,” terangnya.

    Syafrin menambahkan, berbagai variabel akan dipertimbangkan dalam kajian kenaikan tarif. Salah satunya adanya ketidaksesuaian antara tarif Transjakarta dengan perkembangan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

    Ia menjelaskan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap tarif akan menjadi kajian detail dan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    “Variabel berpengaruh terhadap tarif itu menjadi kajian detail kami untuk kami laporkan kepada Pak Gubernur, satu kata kuncinya adalah pada tahun 2005 UMP Jakarta itu masih sekitar Rp800.000, tarif Rp3.500 saat ini UMP-nya berapa, tarif masih Rp3.500,” katanya.

    Baca: Pengamat sebut kenaikan tarif Transjakarta akan bebani masyarakat

     

  • Rute Baru Transjakarta PIK-Blok M Akan Diluncurkan Besok

    Rute Baru Transjakarta PIK-Blok M Akan Diluncurkan Besok

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta akan membuka rute baru yaitu dari Pantai Indah Kapuk (PIK) ke Blok M.

    Peluncuran rute baru TransJakarta ini akan berlangsung Kamis, 22 Mei 2025 oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Peluncuran rute baru TransJakarta ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengurangi emisi dan mengurangi kemacetan dengan meningkatkan layanan transportasi umum di ibu kota.

    “Secara khusus, besok saya juga akan membuka trayek baru dari PIK ke Blok M. Tujuannya mengurangi emisi. Dan itu dilakukan secara menyeluruh,” ujar Pramono Anung di Park Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2025).

    Baca: Dewan Transportasi Kota Jakarta usulkan kenaikan tarif TransJakarta

    Ia menambahkan, upaya ini dilakukan secara menyeluruh dan terencana sehingga banyak usulan trayek baru yang masuk secara langsung kepadanya, terutama untuk rute-rute yang padat.

    “Misalnya yang kebanyakan arahnya ke Blok M,” tambah Pramono Anung 

    Karena itu, Pramono Anung pun akan mempertimbangkan apakah nantinya terminal Blok M akan diperluas agar masyarakat lebih mudah mengakses transportasi umum.

    Ia menyebut, saat ini permintaan trayek baru hampir semuanya berpusat di Blok M dan Cawang.

    “Saya akan melihat apakah memang Blok M perlu diperbaiki, diperluas ataukah kemudian kita mencari alternatif supaya orang lebih gampang dari Blok M ke mana saja,” jelasnya.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah berkomitmen sejak 2012 untuk mengurangi emisi sebesar 30 persen. Ia pun menegaskan keseriusannya untuk mencapai target tersebut.

    “Maka kenapa kemudian semangat untuk menggunakan transportasi umum itu secara serius kita benahi,” ujar Pramono.

    Salah satu bentuk keseriusan Pemprov DKI Jakarta yakni dengan mewajibkan ASN untuk menggunakan transportasi umum setiap Rabu. Ia pun mengapresiasi ASN yang menjalankan aturan ini.

    “Hari Rabu ini saya melihat keseriusan, kesungguhan teman-teman ASN untuk memanfaatkan fasilitas publik itu sekarang sudah terjadi. Dan mudah-mudahan ini akan menjadi tradisi,” tandasnya.

    Baca: Warga Jakarta dan sekitarnya didorong gunakan transportasi umum

  • Akankah Perluasan TransJakarta Atasi Kemacetan di Jakarta?

    Akankah Perluasan TransJakarta Atasi Kemacetan di Jakarta?

    7cloud.asia – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani mengapresiasi perluasan layanan TransJakarta dengan peluncuran rute baru TransJabodetabek Bogor–Blok M serta perpanjangan Koridor 13.

    Ia berharap, perluasan rute TransJakarta ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan kemacetan di Jakarta.

    “Kalau masyarakat semakin banyak yang menggunakan transportasi publik, Insya Allah impian kita untuk mengurangi kemacetan bahkan menghilangkannya bisa tercapai,” katanya Kamis (5/6/2025).

    Menurut Rany, kemacetan masih menjadi salah satu persoalan utama di Jakarta. Ia pun mendukung penuh kebijakan penggunaan transportasi umum setiap Rabu, sebagaimana diatur dalam Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2025.

    “Saya juga pendukung program Rabu naik transportasi publik. Saya sudah mencoba sendiri, dan Alhamdulillah nyaman. Mudah-mudahan ke depannya terus dirawat dan dijaga,” tuturnya.

    Baca: Disambut antusias, layanan Transjabodetabek akan diperluas

    Ia juga mengajak seluruh pengguna transportasi umum untuk selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik demi kenyamanan bersama.

    Lebih lanjut, Rany menyebut peluncuran rute baru ini sebagai bukti komitmen Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan layanan transportasi.

    “Saya mengapresiasi peluncuran rute baru hari ini, juga rute-rute sebelumnya yang menunjukkan bahwa Jakarta peduli bukan hanya pada warganya, tetapi juga pada warga kota-kota pendukung di sekitarnya,” tandasnya.

    Ia menilai, langkah ini akan mempermudah mobilitas warga daerah penyangga yang bekerja di Jakarta sekaligus upaya mengatasi kemacetan. Dengan adanya rute baru dari Transjakarta ini, wilayah Jakarta dan sekitarnya bisa saling terkoneksi.

    ”Jakarta tidak bisa berdiri sendiri, karena sebagian besar warga yang beraktivitas di siang hari justru berasal dari Bogor, Tangerang, dan Tangerang Selatan,” ujarnya.

    Baca: Makin banyak warga Jakarta yang beralih ke transportasi publik

    Rany bersyukur atas kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah daerah di kawasan Bodetabek yang menghasilkan kebijakan transportasi publik yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat.

    Sejak pertamakali diluncurkan pada 2004, jumlah penumpang TransJakarta terus mengalami peningkatan. Dilansir dari transjakarta.co.id, pada 2024, Transjakarta telah melayani 371,4 juta pelanggan, dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari.

    Angka ini menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan cakupan populasi yang terlayani mencapai 91,7 persen.

    Namun demikian tetap dibutuhkan kebijakan pendukung untuk agar masyarakat beralih dari kendaraan bermotor pribadi ke transportasi publik untuk mengurai kemacetan di Jakarta.

    Dari riset yang dilakukan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) share penggunaan transportasi publik saat ini hanya di angka 10 persen. jauh di bawah target 55 persen pada tahun 2045.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan 55 persen warga gunakan transportasi publik

  • 20 Bus TransJakarta Terbakar di Terminal Rawa Buaya, Ini Penjelasan Dishub

    20 Bus TransJakarta Terbakar di Terminal Rawa Buaya, Ini Penjelasan Dishub

    7cloud.asia – Sebanyak 20 unit Transjakarta terbakar dalam peristiwa kebakaran di Terminal Mobil Barang (TMB), Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (10/6/2025).

    Dalam kebakaran tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.

    Total sebanyak 18 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi tersebut. Dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan tidak ada korban jiwa.

    Baca: Tantangan penggunaan bus listrik secara massal

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo memastikan bahwa unit-unit Transjakarta tersebut tidak lagi menjadi aset Pemprov DKI Jakarta maupun PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

    “Ratusan bus rongsok yang berada di area Pool Rawa Buaya kepemilikannya ada pada perusahaan yang memenangkan lelang eks armada bus Transjakarta,” ujar Syafrin, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2025) seperti dikutip beritajakarta.id.

    Syafrin menyampaikan, bus-bus eks TransJakarta tersebut sudah tidak laik jalan karena faktor usia maupun kondisi yang tidak lagi baik.

    Unit-unit bus yang tidak terpakai itu telah melalui proses lelang yang telah dimenangkan oleh salah satu perusahaan.

    Baca: TransJakarta sudah operasikan 200 bus listrik

    Selanjutnya, bus-bus yang masih berada di area pool maupun terminal tersebut mulai dipotong-potong oleh sejumlah tukang las. Namun, percikan api las menyambar komponen bus yang mudah terbakar.

    “Ditambah lagi angin sedang berhembus kencang sehingga api menjalar ke bus-bus lainnya,” ujarnya.

    Ia menambahkan, terdapat 104 unit bus Transjakarta yang berada di area Terminal Mobil Barang (TMB) Rawa Buaya.

    “Unit-unit bus tersebut merupakan bagian dari penghapusan sebanyak 417 unit eks bus Transjakarta oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) Jakarta,” tandasnya.

  • Gubernur DKI Jakarta Setujui Armada Bus TransJakarta Ditambah

    Gubernur DKI Jakarta Setujui Armada Bus TransJakarta Ditambah

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengkaji rencana penambahan armada bus Transjakarta, termasuk bus listrik untuk memberikan layanan optimal kepada masyarakat.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan secara prinsip dirinya telah menyetujui rencana penambahan armada bus TransJakarta.

    “Pak Dirut Transjakarta juga sudah menyampaikan sudah waktunya untuk menambah armada. Dan secara prinsip saya sudah menyetujui. Jumlahnya lagi kita hitung termasuk bus listrik,” ujar Pramono di Halte Galunggung, Dukuh Atas, Kamis (3/7/2025).

    Ia mengatakan, alokasi penambahan bus listrik diperkirakan mencapai 300 unit. Penambahan armada bus listrik ini untuk memfasilitasi tingginya minat masyarakat terhadap Transjakarta dan Transjabodetabek.

    “Karena sekarang ini bus listrik kalau gak salah alokasinya nambah 300 ya, tetapi nanti akan kami detailkan,” kata Pramono.

    Baca: Transjakarta terus menambah armada bus listrik

    Kehadiran layanan Transjakarta ini dinilai membantu mempermudah mobilitas masyarakat dan memberikan kenyamanan bertransportasi publik.

    Pada tahun 2024, Transjakarta mengoperasikan lebih dari 4.000 unit bus, tepatnya 4.388 unit, dengan total 242 rute. 

    Upaya ini juga untuk mengurangi masalah kemacetan di Jakarta dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Kebijakan ini juga diharapkan akan menurunkan emisi.

    Pramono menyebut, pembukaan rute baru Transjabodetabek selama ini telah mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat. Selain karena fasilitasnya yang memadai dan bersih, tarifnya pun terjangkau untuk masyarakat.

    “Karena fasilitas Transjakarta yang kemudian menjadi Transjabodetabek semua yang sudah naik itu memberikan apresiasi karena bersih, rapi nyaman dan dibandingkan dengan negara-negara manapun sebenarnya kita sudah tidak kalah,” ujarnya.

    Baca: Perluasan TransJakarta diharapkan atasi kemacetan di Jakarta

    Meski demikian, Pramono mengakui bahwa konektivitas transportasi publik belum menyeluruh. Karena itu, Pemprov DKI terus membuka rute-rute baru Transjabodetabek di daerah penyangga, seperti rute Bekasi-Dukuh Atas yang baru diresmikan pada hari ini.

    “Karena Bekasi juga termasuk yang memberikan kontribusi perpindahan orang paling besar ke Jakarta,” kata Pram.

    Pramono menilai, tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan layanan Transjakarta maupun Transjabodetabek menunjukan adanya peralihan ke penggunaan transportasi umum.

    “Harapannya adalah kita akan betul-betul konektivitas itu menjadi lebih baik dan kalau itu bisa dilakukan saya yakin maka kemacetan baik di Jakarta maupun di daerah-daerah Bekasi Depok, Bogor, dan sebagainya akan terjadi pengurangan,” tandas Pramono.

  • Rute Transjakarta Blok M-Ancol Dijadwalkan Mengaspal pada Agustus 2025

    Rute Transjakarta Blok M-Ancol Dijadwalkan Mengaspal pada Agustus 2025

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membuka rute baru Transjakarta yang menghubungkan dua kawasan pusat wisata ibu kota, yakni Blok M dan Ancol.

    Rute baru TransJakarta ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas warga dan wisatawan.

    Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, pembukaan rute baru ini masih dalam tahap kajian dan belum bisa dipastikan akan terealisasi pada Juli 2025.

    “Belum tentu bulan ini. Tapi kalau kita lihat mulai Persija main di Liga, kemungkinan sekitar Agustus lah mulai (dibuka),” ujar Rano, Sabtu (19/7/2025).

    Ia menjelaskan, saat ini Pemprov DKI dan Transjakarta tengah mempersiapkan seluruh aspek teknis terkait pembukaan rute tersebut, termasuk desain jalur dan penyesuaian infrastruktur di lapangan.

    Baca: Armada bus TransJakarta akan ditambah

    Perluasan rute Transjakarta selain membantu mempermudah mobilitas masyarakat dan memberikan kenyamanan bertransportasi publik, juga untuk mengurangi masalah kemacetan di Jakarta dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

    Menurut Rano, kondisi lalu lintas di sekitar kawasan Ancol menjadi salah satu pertimbangan utama, mengingat proyek pembangunan Jalan Tol Harbour Road II tahap 2B yang masih berlangsung di Jalan RE Martadinata dan Jalan Lodan Raya, Jakarta Utara.

    “Kita enggak mau sporadis. Kita tahu wilayah Ancol memang sedang ada pembangunan. Misalnya, Anda tahu Jalan RE Martadinata. Itu perlu kita desain dulu seperti apa. Tapi yang jelas, itu akan jadi fokus,” jelasnya.

    Baca: Perluasan rute TransJakarta untuk mengatasi kemacetan di Jakarta

    Rano menambahkan, Transjakarta rute Blok M–Ancol ini juga akan mendukung aktivitas warga mengakses Jakarta International Stadium (JIS), yang kini menjadi markas klub Persija Jakarta.

    “Apalagi dengan Persija sudah home base di situ. Jadi Transjakarta harus bisa menyalurkan itu,” tambahnya.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap Persija, Rano menyebut Transjakarta telah melakukan branding terhadap 20 unit bus dengan identitas klub kebanggaan warga Jakarta tersebut.

    “Kita sudah istilahnya mewakafkan 20 unit bus branding Persija. Nah itu harus kita atur gitu,” tandasnya.

  • Pramono Anung Targetkan 500 Bus Listrik Beroperasi di Jakarta pada 2025

    Pramono Anung Targetkan 500 Bus Listrik Beroperasi di Jakarta pada 2025

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan ada 500 bus listrik yang melayani armada TransJakarta pada 2025 ini

    Saat meresmikan rute baru TransJakarta jurusan Blok M-Ancol, Sabtu (26/7/2025) Pramono mengatakan tahun ini pihaknya akan menambah 200 bus listrik sepanjang 2025.

    Hingga Juli 2025, tercatat ada 70 tambahan bus listrik dan 130 lainnya akan segera menyusul.

    ”Selain itu, sudah ada 300 mobil listrik yang lebih dulu beroperasi. Jadi, total akan ada 550 kendaraan listrik yang beroperasi di Jakarta hingga akhir 2025.” ujar Pramono Anung.

    Dia menegaskan, target Pemprov DKI adalah mencapai nol persen emisi dengan memperbaiki kualitas udara melalui pengurangan polusi, emisi, dan karbon.

    Hal sama sempat ia sampaikan saat berpidato dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan lalu, terkait upaya DKI Jakarta meningkatkan kualitas udara.

    Baca: Transjakarta terus menambah armada bus listrik

    “Kami sungguh-sungguh akan melakukan ini. Seperti yang saya sampaikan di PBB kemarin, salah satunya berkaitan dengan transportasi Jakarta yang secara signifikan menurunkan emisi,” jelasnya.

    “Oleh karena itu, 13 unit bus di rute Blok M–Ancol ini akan secara rutin berkontribusi pada penurunan polusi secara bertahap. Yang terpenting, Ancol akan menjadi hub baru setelah Blok M.”

    Lebih lanjut, Gubernur Pramono menargetkan 50 persen armada Transjakarta berbasis listrik pada 2027 dan 100 persen pada 2030. Program ini dilakukan secara bertahap, dimulai pada 2022–2023 dengan pengadaan 100 unit bus listrik untuk uji coba operasional.

    “Upaya ini adalah langkah konkret Transjakarta dalam mendukung pengurangan emisi dan mendorong terciptanya sistem transportasi publik yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

    Pramono Anung menjelaskan, rute Blok M–Ancol sepenuhnya menggunakan bus listrik. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menekan emisi kendaraan di Ibu Kota secara signifikan.

    Adapun layanan angkutan terintegrasi Transjabodetabek Koridor 1W rute Blok M–Ancol di Halte Transjakarta Ancol, Jakarta Utara, diresmikan pada Sabtu (26/7/2025).

    Baca: Tantangan penggunaan bus listrik secara massal

    Peresmian ini menandai pengembangan layanan yang menghubungkan dua pusat kegiatan strategis di Jakarta, yakni Blok M dan Ancol, guna memperlancar mobilitas warga.

    Sebagai tambahan informasi, rute 1W memiliki rincian sebagai berikut:
    Panjang lintasan: 48,7 km (pulang pergi)
    Jumlah armada: 13 unit (bus listrik)
    Titik perhentian: 11 titik (10 di antaranya halte BRT)
    Waktu tempuh: 120–160 menit (pulang pergi)

    Titik pemberhentian arah Ancol:
    Blok M Jalur 5 (Bus Stop); ASEAN (Halte); Masjid Agung (Halte); Bundaran Senayan (Halte); Senayan Bank DKI (Halte); Gerbang Pemuda Arah Barat (Halte); Petamburan (Halte); Ancol (Halte).

    Titik pemberhentian arah Blok M:
    Ancol (Halte); JIEXPO Kemayoran (Halte); Kemanggisan Arah Selatan (Halte); Petamburan (Halte); Gerbang Pemuda Arah Timur (Halte); Senayan Bank DKI (Halte); Bundaran Senayan (Halte); Masjid Agung (Halte); Kejaksaan Agung (Halte); Blok M Jalur 5 (Bus Stop).

    Rute baru ini diharapkan mendukung pergerakan dua arah, baik menuju Ancol maupun warga yang ingin menikmati fasilitas di Blok M. Layanan ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

    Baca: Menilik kesiapan mobil listrik jadi angkutan massal