7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan siklon tropis Bianca yang berpotensi memicu gelombang laut tinggi dan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Berdasarkan hasil analisis tim Direktorat Meteorologi Publik BMKG yang diekspos di Jakarta, Senin (24/2/2025) malam, dilaporkan saat ini siklon tropis Bianca terdeteksi sedang berada di sekitar Samudera Hindia selatan Pulau Jawa.
Adapun siklon tropis Bianca itu sebelumnya disebutkan merupakan bibit siklon tropis 99S yang kemudian setidaknya dalam 12 jam terakhir berkembang menjadi siklon tropis seperti saat ini.
BMKG mendapati pusat sirkulasi sikloniknya berada di koordinat 18.3°Lintang Selatan (LS), 104.7° Вujur Тimur (BT), dengan kecepatan angin maksimum 65 kilometer per jam (50 knots) dan bertekanan maksimum 991 hPa.
Dalam 24 jam ke depan atau setidaknya sampai dengan 25 Februari pukul 07.00 WIB kecepatan angin maksimum siklon tropis Bianca dilaporkan berpotensi meningkat, tapi masih berada dalam kategori dua (terkendali).
Selama periode itu siklon tropis Bianca terus bergerak ke arah barat dan barat daya menjauh wilayah Indonesia.
Baca: Jakarta berpotensi diguyur hujan
Namun bersamaan dengan pergerakan tersebut, tim monitoring BMKG memperkirakan siklon dapat menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas hujan dan gelombang laut tinggi di wilayah Indonesia.
BMKG menyatakan sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah berstatus siaga curah hujan tinggi dan 20 wilayah lainnya berstatus waspada pada tanggal 24-28 Februari 2025.
Sembilan kabupaten/kota yang berstatus siaga curah hujan tinggi atau berkisar 200-300 milimeter per dasarian meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Boyolali, kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.
Sementara 20 kabupaten/kota yang berstatus waspada curah hujan tinggi atau 150-200 milimeter per dasarian meliputi Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Tegal, Kabupaten Semarang,
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Magelang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen.
Baca: BMKG ingatkan potensi banjir rob di sejumlah daerah
Disebutkan, berdasarkan tinjauan paramater iklim secara umum, baik global maupun regional, terhadap hasil pemantauan Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Nino-Southern Oscillation (ENSO) pada dasarian pertama bulan Februari 2025 menunjukkan indeks IOD berada pada kategori netral dengan indeks IOD minus 0,27 dan diprediksi berlanjut hingga pertengahan tahun 2025.
Sementara anomali suhu permukaan laut (sea surface temperature/SST) di Nino3.4 berada pada indeks minus 1,18 (kategori La Nina Lemah) sedangkan pada periode Maret hingga Mei 2025 diprediksi Netral.
Menurut dia, anomali SST Perairan Indonesia periode pada Maret hingga Juli 2025 umumnya diprediksi akan didominasi oleh anomali positif atau lebih hangat dengan kisaran nilai 0 derajat Celcius hingga 1 derajat Celcius.
“Saat ini, seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah berada pada periode musim hujan. Puncak musim hujan 2024/2025 di Jawa Tengah umumnya terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025,” katanya.
Di sisi lain, kata dia, bibit siklon tropis 99S yang beberapa hari lalu terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, saat sekarang berada di Samudra Hindia selatan Jateng.
Mulai dari hujan dengan intensitas sedang – lebat (lebih dari 5,0 mm per jam) di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung, Provinsi Banten dan sejumlah daerah di pesisir selatan Jawa Barat.
Sementara untuk gelombang laut tinggi 1,25 – 2,5 meter di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Jawa Timur.
Kemudian, gelombang laut tinggi 2,5 meter – 4 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia barat Lampung dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada karena hujan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor bila berlangsung terus-menerus.
Demikian juga bagi nelayan dan pelaku pelayaran kapal, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas dan selalu memantau perkembangan analisa cuaca dari BMKG.