Tag: bmkg

  • BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Jawa pada 27-29 Juni 2025

    BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Jawa pada 27-29 Juni 2025

    7cloud.asia – Musim kemarau tahun 2025 diperkirakan datang lebih lambat dari biasanya, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan akibat pengaruh sejumlah dinamika atmosfer yang masih berlangsung.

    Meskipun curah hujan cenderung berkurang dan sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi dalam sepekan terakhir, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

    BMKG mengingatkan sejumlah daerah untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan ini.

    Dengan atmosfer yang masih aktif dan dinamis, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.

    Dinamika atmosfer sepekan ke depan
    Dalam sepekan ke depan, wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan awan yang cukup signifikan.

    Hal ini terlihat dari prediksi anomali radiasi gelombang panjang (Outgoing Longwave Radiation, OLR) yang menunjukkan nilai negatif, mencerminkan langit akan lebih banyak tertutup awan.

    Kombinasi dari sejumlah faktor ini membuat potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih cukup tinggi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

    Dalam skala regional, BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik yang diperkirakan akan tetap bertahan di wilayah Samudra Pasifik barat, dekat Filipina, selama sepekan ke depan. Keberadaan sirkulasi ini turut membentuk daerah belokan dan pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara.

    Selain itu, peningkatan kecepatan angin permukaan (>25 knot) terdeteksi di sejumlah wilayah perairan seperti Laut Andaman, Laut Cina Selatan bagian timur Vietnam, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, selatan Jawa Tengah hingga barat daya Banten, serta Laut Timor, Laut Arafura, Teluk Carpentaria, dan Laut Karang.

    Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gelombang laut tinggi, khususnya di perairan terbuka yang langsung terpapar angin kencang.

    Dorongan udara kering dari belahan bumi selatan juga memperkuat ketidakstabilan atmosfer yang mendukung cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

    Intrusi udara kering tersebut bergerak dari wilayah selatan, dan diprediksi akan melintasi Samudra Hindia barat daya Banten hingga selatan Nusa Tenggara Timur.

    Kondisi ini mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab, sehingga memicu hujan lebat di bagian selatan wilayah Indonesia pada pekan ini.

    Prospek cuaca periode 27 – 29 Juni 2025
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali.

    Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat) : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua Selatan.

    Angin Kencang : Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan

  • Cuaca Akhir Pekan: Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Bakal Guyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    Cuaca Akhir Pekan: Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Bakal Guyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia pada Sabtu (28/06/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Jawa Barat, hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Prakirawan BMKG, Rira A Damanik menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipicu oleh bibit siklon 97W diprakirakan berada di Samudra Pasifik timur Filipina, dengan kecepatan angin 15-20 knot, tekanan udara minimum 1007 hPa dan arah pergerakan ke Barat-Barat Laut.

    Baca: Cuaca panas kemudian tiba-tiba hujan, mengapa?

    “Potensi bibit siklon tropis ini untuk menjadi siklon tropis dalam 72 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Sistem ini menyebabkan perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi)  dari Sabah hingga Laut Sulawesi, dan di Samudra Pasifik utara Papua Barat,” jelas Rira.

    Sedangkan untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi seluruh wilayah berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan hingga hujan dengan intensitas sedang pada siang hari.

    Sebaliknya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan dan berawan tebal. Sementara pada pagi hari, hampir seuruh wilayah Jakarta berawan. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diperkirakan terjadi hujan berintensitas ringan.  

    Baca: BMKG pastikan musim kemarau 2025 mundur

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat, pesisir Jambi.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta melanda pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Jawa Timur, pesisir Bali, pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan juga berpotensi dilanda banjir rob.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Bandung Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Bandung Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jakarta dan Bandung pada Minggu (29/06/2025).

    Selain kedua kota tersebut, kondisi cuaca serupa berpotensi pula melanda Kota Pangkal Pinang dan Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Mamuju, Kendari.

    Kota Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Makassar dan Nabire.

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi bagian Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua bagian Selatan.

     

     

     

  • Liburan Panjang Sekolah, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

    Liburan Panjang Sekolah, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di sejumlah daerah tujuan wisata selama liburan panjang sekolah.

    Hal ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang masih labil. Bahkan sejumlah daerah juga masih mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan musim kemarau tahun ini belum merata karena angin Monsun Australia, yang menjadi pendorong utama kemarau, masih relatif lemah.

    Selain itu, suhu muka laut yang lebih hangat dari normal di selatan Indonesia turut memperkuat potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan deras meskipun secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Seharusnya, pada periode Maret hingga Mei angin Monsun Australia sudah dominan membawa massa udara kering dari selatan.

    “Namun tahun ini, kekuatannya tertahan, sehingga sistem atmosfer skala mingguan seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin masih aktif dan turut mendorong pembentukan awan-awan hujan,” jelas Dwikorita di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

    BMKG memprediksi dalam sepekan ke depan, wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk beberapa destinasi wisata utama akan terjadi peningkatan tutupan awan dan curah hujan.

    Aktivitas MJO yang saat ini berada di wilayah Indonesia, terutama meliputi Jawa bagian tengah dan timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan, menjadi pemicu utama kondisi ini.

    Baca: Cuaca panas lalu tiba-tiba hujan, ini yang harus dilakukan

    Lebih lanjut Dwikorita memaparkan faktor lainnya yaitu adanya kelembapan atmosfer yang masih tinggi serta angin timuran yang belum stabil menciptakan lingkungan yang mendukung terjadinya hujan, bahkan di kawasan yang biasanya sudah kering di musim kemarau.

    Di wilayah pegunungan, hujan berpotensi memicu longsor atau tumbangnya pohon, sementara di wilayah laut, angin kencang dan gelombang tinggi dapat mengancam keselamatan aktivitas wisata air.

    Karena itu, Dwikorita mengajak masyarakat mewaspadai berbagai hal yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem, dalam merencanakan perjalanan liburan.

    Terutama menuju destinasi seperti kawasan Puncak, Bandung Utara, Yogyakarta, Malang, dan Batu, yang berpotensi mengalami hujan pada siang hingga malam hari.

    Untuk kawasan wisata pesisir seperti Bali dan Lombok, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang dari arah timur yang dapat membahayakan aktivitas di laut.

    Baca: BMKG pastikan musim kemarau 2025 mundur

    Di wilayah Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, hujan lebat dan angin kencang juga diperkirakan dapat terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.

    Masyarakat yang hendak bepergian ke tempat wisata agar selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG dan tidak hanya mengandalkan prediksi berdasarkan musim, karena dinamika atmosfer saat ini sangat aktif dan cepat berubah.

    “Kami terus memutakhirkan prakiraan cuaca harian dan peringatan dini untuk memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman,” katanya.

    Dengan kondisi cuaca yang dinamis seperti ini, Dwikorita mengingatkan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas wisata dengan perkembangan cuaca terkini.

    Termasuk membawa perlengkapan seperti jas hujan dan pakaian hangat, serta menghindari aktivitas luar ruang jika terdapat peringatan cuaca buruk.

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta dan Jawa Barat, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta dan Jawa Barat, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat

    7cloud.asia – Sejumlah kota di Indonesia berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat termasuk Jakarta dan Jawa Barat pada Senin (30/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Utara.

    Selain itu, hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Sulawesi Tenggara dan Maluku.

    Tak hanya hujan lebat, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang melanda sejumlah wilayah yaitu Aceh, Bali, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sejumlah Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Malam

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Sejumlah Wilayah di Jakarta Berpotensi Hujan Pagi Hingga Malam

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Selasa (01/07/2025) pagi hingga malam hari.

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada pagi hari di hampir seluruh wilayah Jakarta kecuali Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yang diprediksi berawan tebal.

    Siangnya hujan berintensitas ringan juga mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi berawan.

    Selanjutnya pada malam hari, kondisi berawan tebal menyelimuti hampir seluruh wilayah Jakarta. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang diprediksi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara kota-kota lainnya di Indonesia juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Bengkulu, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kendari, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Jayapura dan Sorong. Sedangkan hujan disertai petir Kota Pangkal Pinang, Tanjung Selor dan Nabire.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Bali, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Pulau Jawa Berpeluang Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Pulau Jawa Berpeluang Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan mengguyur sebagian besar Pulau Jawa dan wilayah lainnya di Indonesia pada Rabu (02/07/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Palembang, Mataram, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu Kota Makassar, Mamuju, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Palu, Kendari, Manado dan Jayawijaya. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Tanjung Selor dan Merauke.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.

    Tak hanya angin kencang, banjir rob juga masih berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Tengah. Karena itu masyarakat diimbau waspada.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang dan Malam

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta Berpotensi Hujan Siang dan Malam

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi hujan  dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Kamis (03/07/2025) siang dan malam.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan berintensitas ringan berpotensi mengguyur hampir semua wilayah Jakarta pada siang hingga sore hari. Hanya wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan.

    Malamnya wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Wilayah Kepulauan Seribu berpotensi terjadi hujan disertai petir. Sedangkan wilayah lainnya diprediksi cerah berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi pula mengguyur sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kondisi cyaca serupa berpeluang terjadi di Kota Serang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Palu, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Semarang, Tanjung Selor, Mamuju, Nabire, Jayawijaya dan Merauke. Sementara Kota Bandung, dan Banjarmasin berpotensi terjadi hujan disertai petir.

     

  • Cuaca Hari Ini: Siang dan Sore, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siang dan Sore, Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Jakarta berpotensi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Jumat (04/07/2025) siang dan sore.

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

    Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan tebal. Malam harinya BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta berawan tebal.

    Untuk wilayah lainnya di Indonesia, BMKG memprediksi hujan berintensitas sedang hingga lebat di Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku juga berpotensi terjadi hujan denga intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Bali dan Sulawesi Selatan.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Kepulauan Riau.

     

  • Jabodetabek Berselimut Kabut dalam Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG

    Jabodetabek Berselimut Kabut dalam Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kabut di sebagian wilayah di Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir disebabkan cuaca yang lebih dingin dari biasanya serta kelembapan udara.

    Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Jabodetabek lebih rendah dari kondisi normal “terutama pada malam hingga dini hari”.

    Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardhani dikutip BBC Indonesia mengatakan, beberapa wilayah seperti Kota Baru Cikampek di Bekasi dan Jakarta Utara tercatat mencapai 23,1°C, sementara Jakarta Timur 23,3°C, dan Depok 22,1°C.

    “Kondisi ini tidak terlepas dari situasi cuaca yang terjadi sejak siang hari sebelumnya,” kata Ida.

    “Pada 28 Juni, Jabodetabek diguyur hujan merata dari siang hingga malam, yang kemudian berlanjut pada 29 Juni dengan hujan ringan dan tutupan awan tebal sepanjang hari.”

    Menurut Ida, curah hujan yang persisten dan tutupan awan tebal menjadi pemicu utama kabut.

    “Sinar matahari terhalang oleh lapisan awan tebal, sehingga tanah dan udara di sekitarnya tidak memperoleh cukup energi panas. Selain itu, proses turunnya hujan juga disertai aliran udara dari lapisan atas atmosfer menuju ke bawah, yang membawa udara dingin ke permukaan,” papar Ida.

    “Suhu yang rendah ini kemudian bertahan lebih lama karena kondisi kelembapan udara yang sangat tinggi dan angin yang berembus pelan.”

    BMKG mencatat kelembapan udara mencapai lebih dari 90 persen di beberapa lokasi, yang kemudian memicu terbentuknya kabut tipis pada malam hari.

    Ida menyebut kabut ini menjadi indikator bahwa udara di dekat permukaan berada dalam kondisi dingin dan lembap yang stabil.

    Apakah polusi menjadi penyebab fenomena kabut?
    Pihak BMKG menanggapi komentar warganet tentang polusi sebagai penyebab utama kabut pada akhir pekan.

    “Pada dasarnya, jika kabut terjadi pada periode yang masih banyak kejadian hujan seperti sekarang ini, hampir dapat dipastikan bahwa kabut tersebut bukan disebabkan oleh polusi,” tutur Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Supari, dalam pernyataan kepada BBC News Indonesia.

    Supari menyebut kabut yang disebabkan polusi “umumnya muncul pada kondisi kering, ditandai dengan tidak turunnya hujan selama beberapa hari sehingga atmosfer tidak mengalami proses pencucian”.

    “Akibatnya, partikel polutan tetap melayang di udara dan tidak terendapkan ke permukaan bumi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Supari mengatakan polusi udara cenderung lebih tinggi pada musim kemarau yang kering alih-alih musim hujan.

    Polusi dari pembakaran lahan dan sampah serta aktivitas industri dan transportasi menumpuk akibat tidak adanya “pencucian atmosfer” oleh curah hujan. Udara kering dan stabil pada musim kemarau membuat polutan terjebak dekat permukaan tanah.

    “Karena tidak ada hujan dan pergerakan udara terbatas, polusi pun menumpuk dan menyebabkan kualitas udara memburuk,” jelasnya.

    Terlepas dari adanya penjelasan fenomena kabut tipis oleh BMKG dari sudut pandang meteorologi, isu polusi tetap menjadi perbincangan di media sosial.

    Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah ‘terima dan lanjutkan’.

    Nafas Indonesia, perusahaan aplikasi yang bergerak di bidang solusi kualitas udara, menyebut kabut yang dilihat warga pada akhir pekan mengandung polusi.

    Data dari jaringan sensor Nafas memperlihatkan kualitas udara sejak Mei 2025 hingga Senin (30/6/2025) cenderung memburuk, menurut Nidaa Fauziyyah, analis data Nafas Indonesia.

    Nidaa berkata, situasi seperti ini terjadi seiring masuknya musim kemarau di mana kecepatan angin dan curah hujan berkurang sehingga pergerakan polusi udara lebih sulit untuk terdispersi.

    “Kabut itu bukan hanya berisi uap air, tapi ada polusi yang terperangkap di atmosfer akibat akumulasi dari sumber polusi,” ujar Nidaa.