Tag: hujan

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi terjadi di Sejumlah Daerah

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi terjadi di Sejumlah Daerah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya menyebut hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada Selasa, (1/4/2025).

    BMKG memprediksi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan

    Sedangkan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Wilayah: Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kabupaten. Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor

    Baca: Indonesia mulai memasuki musim kemarau

    Hujan sedang hingga lebat juga berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Pulau Sumatra seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Lampung, Jambi.

    Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga berpotensi diguyur hujan.

    Hujan juga berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Sulawesi, seperti Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara

    Sementara wilayah Kalimantan Timur Papua Papua Barat berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat

    BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat krisis iklim

     

  • Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dipantau dari laman resminya menyebut hujan ringan akan mengguyur kawasan Jabodetabek, pada Rabu (2/4/2025).

    Jadi buat kamu warga Jabodetabek yang akan beraktivitas di luar ramah, jangan lupa menyiapkan payung untuk mengantisipasi hujan.

    Sebelumnya, BMKG juga telah merilis peringatan dini akan potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang di sejumlah daerah di Indonesia dalam dua hari ini.

    BMKG mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap selalu waspada dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.

    Baca: April ini Indonesia mulai memasuki musim kemarau

    Beberapa dampaknya yaitu potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    Peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ditujukan kepada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Lampung dan Bengkulu

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di Banten dan
    Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur

    Hampir semua daerah di Kalimantan, baik Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, maupun Kalimantan Utara juga berpotensi diguyur hujan.

    Baca: Perubahan iklim dapat memicu kekeringan

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di Maluku,
    Papua, Papua Barat dan sebagian besar wilayah di Pulau Sulawesi.

    Sementara peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat disampaikan untuk warga
    Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Selain wilayah Jawa, hujan lebat hingga sangat lebat juga berpotensi menguyur
    Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan dan Jambi.

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Yogyakarta Dalam Tiga Hari Ini

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Yogyakarta Dalam Tiga Hari Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ini.

    Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai 2 hingga 4 April 2025.

    “Masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada periode tiga hari ke depan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono dilansir Antaranews.com, Rabu (2/4/2025).

    Warjono menambahkan, cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, maupun sambaran petir.

    Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, lanjut dia, terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia memasuki musim kemarau

    Suhu muka laut di sekitar perairan Jawa, baik dalam skala harian maupun mingguan, menurut dia, terpantau relatif hangat berkisar antara 29-30 derajat Celsius.

    Warjono menyebutkan pola angin di wilayah Jawa, khususnya DIY, masih didominasi angin baratan (dari barat daya ke barat laut).

    Selain itu terdeteksi pula pola penumpukan massa udara (konvergensi) terpantau terjadi di wilayah Jawa, termasuk DIY.

    Kelembaban udara di wilayah DIY pada lapisan 850 – 500 mb berada pada kisaran 75 hingga 95 persen.

    Sementara itu labilitas atmosfer bervariasi pada kategori sedang hingga kuat yang mengindikasikan potensi pembentukan awan konvektif dalam skala lokal.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir di Bantul

    Karena itu BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, dengan variasi wilayah terdampak yang berbeda pada masing-masing hari.

    Pada 2 April 2025, kata dia, hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Tengah, Bantul bagian Utara dan Tengah serta Gunungkidul bagian Utara dan Tengah.

    Berikutnya pada 3 April 2025 potensi serupa di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Tengah, Bantul bagian utara dan Tengah, serta Gunungkidul bagian Utara dan Tengah.

    Kemudian pada 4 April 2025 potensi hujan masih terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.

    BMKG meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui media sosial resmi BMKG.

    “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” tutur dia.

    Baca: Banjir besar di Jabodetabek bukti nyata ancaman perubahan iklim

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya, menyebutkan bahwa sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan lebat pada Jumat (4/4/2025).

    Dalam prakiraan cuaca BMKG tersebut, disebutkan kondisi cuaca ini antara lain dipengaruhi oleh Bibit Siklon Tropis 97W.

    Bibit siklon tropis itu memberikan dampak konvergensi dan konfluensi angin di Laut Natuna dan Kalimantan Barat bagian utara, serta menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Laut China Selatan.

    Faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi pola cuaca di Indonesia adalah aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Low Frequency.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia mulai masuki musim kemarau

    Sejumlah gelombang itu terdeteksi di Samudra Hindia barat Sumatera, Laut China Selatan, Laut Natuna utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, Kalimantan Utara, dan Samudra Pasifik utara Papua.

    Berikut prakiraan cuaca pada Jumat, 4 April 2025 selengkapnya sebagaimana dikutip dari laman resmi BMKG:

    Pulau Sumatra
    Hujan sedang: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu
    Hujan lebat: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung

    Pulau Jawa
    Hujan ringan:-
    Hujan sedang: Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur
    Hujan lebat: Jawa Barat, Jawa Tengah

    Baca: Pemanasan global mempersulit prediksi pola cuaca

    Bali dan Nusa Tenggara
    Hujan ringan: Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur.

    Pulau Kalimantan
    Hujan sedang: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
    Hujan lebat: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah

    Pulau Sulawesi
    Hujan sedang: Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara
    Hujan lebat: Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan

    Indonesia bagian Timur
    Hujan sedang: Maluku Utara, Papua Barat.
    Hujan lebat: Maluku, Papua.

    Baca: Dampak pemanasan global pada pola cuaca

  • Cuaca Hari Ini: Waspada iHujan Disertai Petir di Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada iHujan Disertai Petir di Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia pada Sabtu (5/4/2025).

    Prakirawan BMKG Yohanes Agung mengatakan, hujan disertai petir itu berpotensi terjadi di sejumlah kota di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

    “Waspadai potensi hujan disertai petir. Yakni diprakirakan terjadi di kota Medan, Jambi dan Pangkal Pinang,” kata Yohanes dikutip dari RRI.

    Masih di pulau Sumatra, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota, antara lain, Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang dan Bandar Lampung.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia masuki musim kemarau

    Sedangkan di pulau Jawa. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya.

    Sementara kondisi cuaca berawan tebal berpotensi terjadi di pulau Denpasar Bali dan kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Awan tebal diprakirakan juga menyelimuti kota Kupang.

    Beralih ke pulau Kalimantan. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di kota Pontianak.

    “Waspadai potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di kota Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda dan Tanjung Selor,” ucapnya.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat krisis iklim

    Sementara di pulau Sulawesi. Potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di kota Mamuju dan Kendari.

    Selain itu, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di kota Makassar, Palu dan Gorontalo. Sedangkan cuaca berawan tebal diprakirakan terjadi di kota Manado.

    Untuk pulau Maluku dan Papua. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di kota Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.

    Kemudian, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di kota Nabire dan Merauke. “Waspadai potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di kota Jayawijaya,” ujarnya.

     

  • BRIN: Hujan Ekstrem Masih Mungkin Terjadi Hingga Akhir April Meski Sebagian Wilayah Indonesia di Era Transisi ke Musim Kemarau

    BRIN: Hujan Ekstrem Masih Mungkin Terjadi Hingga Akhir April Meski Sebagian Wilayah Indonesia di Era Transisi ke Musim Kemarau

    7cloud.asia – Meski sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki masa transisi ke musim kemarau, hujan dengan intensitas sedang, deras, hingga ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir April 2025.

    Peneliti Bidang Klimatologi dan Perubahan Iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengatakan, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh berbagai gelombang atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia.

    “Berkaitan erat dengan aktivitas berbagai gelombang atmosfer, yaitu Kelvin, Madden Julian Oscillation (MJO), Rossby, maupun pusat tekanan rendah,” kata Erma dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

    Menurut analisis BRIN, pertemuan antara Gelombang Kelvin dan MJO terjadi di Samudra Hindia dekat utara ekuator atau di Sumatra Utara dan Aceh pada 1-10 April 2025.

    Keadaan ini menyebabkan pembentukan awan konvektif atau awan yang membawa potensi hujan di sejumlah daerah di Pulau Sumatra.

    Baca: Kapan Indonesia Memasuki Musim Kemarau?

    Selain itu, kata Erma, Pusat tekanan rendah juga terbentuk di Kalimantan dan Laut Jawa utara di Jawa Timur. Ini menyebabkan pembentukan klaster awan masih dapat terbentuk di Kalimantan bagian tengah dan selatan.

    Erma mengatakan mekanisme hujan harian tetap bisa terbentuk selama 10 hari pertama bulan April apabila pembentukan awan dan hujan terjadi di Sumatra maka dalam waktu 12-24 jam.

    Kemudian penjalaran hujan bisa terjadi dari Lampung menuju Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. dan Jawa Barat.

    Sementara itu, kata Erma, hujan yang terbentuk di Kalimantan Selatan dapat menjalar menuju Jawa Timur. “Proses ini terjadi setiap hari sehingga hujan meluas masih dapat terjadi terutama di Jawa bagian barat dan timur,” tuturnya.

    Pada dasarian kedua atau tanggal 11-20 April, aktivitas Gelombang Rossby akan mengalami peningkatan dan terbentuk di Laut Banda-Maluku. Kondisi tersebut dapat memicu pembentukan badai vorteks kembar utara dan selatan.

    Baca: Pemanasan global mengakibatkan cuaca ekstrem akan makin sering terjadi

    Erma menjelaskan, prakondisi pembentukan vorteks tersebut juga sekarang telah terjadi di perairan timur tersebut.

    Ini menimbulkan ketidakstabilan di atmosfer, sehingga cuaca ekstrem yang sporadis dapat terjadi tidak hanya di wilayah sekitarnya (Sulawesi, Halmahera, Maluku), namun juga di Jawa.

    Pada dasarian kedua April, Erma juga memperkirakan terjadi pertemuan antara Gelombang Kelvin dan Rossby di wilayah Jawa Timur-Bali-Lombok, sehingga dapat menyebabkan hujan deras hingga ekstrem yang persisten selama berhari-hari.

    Sedangkan pada dasarian ketiga April, pertemuan antara Gelombang Kelvin dan Rossby bergeser ke barat, yaitu wilayah Samudra Hindia dekat Sumatra bagian selatan.

    Dampaknya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Sumatra bagian selatan harus kembali menghadapi peningkatan hujan kembali.

    Baca: Dampak pemanasan global pada pola cuaca

    Masa Transisi Musim Hujan ke Musim Kemarau
    Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan sejak Maret lalu telah masuk masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia.

    Disebutkan bahwa musim kemarau sudah dimulai bertahap. Pada bulan Maret, musim kemarau masuk bertahap di sebagian kecil wilayah Jawa Barat bagian utara, sebagian Pulau Madura atau Jawa Timur, sebagian kecil Kalimantan Utara, serta Nusa Penida di Bali.

    Pada bulan April, secara bertahap mulai terjadi di wilayah Lampung bagian timur, pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Pada bulan Mei mulai musim kemarau akan masuk bertahap di sebagian kecil Sumatera, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Bali, serta Papua bagian selatan.

    Baca: Cara kota-kota di dunia hadapi pemanasan global

    Selanjutnya pada bulan Juni, kemarau mulai di wilayah sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, dan sebagian kecil wilayah di Sulawesi dan Papua.

    “Musim kemarau 2025 di Indonesia diprediksi terjadi pada periode waktu yang sama dengan normalnya, yaitu sesuai dengan awal musim kemarau selama 30 tahun terakhir,” kata Dwikorita saat konferensi pers daring pada Kamis, (13/3/2025).

    Menurut BMKG, berakhirnya musim hujan di Indonesia ditandai dengan aktifnya Angin Monsun Asia menjadi Angin Monsun Australia.

    Suhu muka laut pada awal Maret 2025 juga menunjukkan adanya fenomena La Nina di Samudra Pasifik yang telah bertransisi menuju El Nino Southern Oscillation (ENSO) netral.

    Selain itu, kata Dwikorita, terdapat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada fase netral di Samudra Hindia. “Kedua fenomena tersebut (ENSO dan IOD) diprediksi akan tetap berada dalam fase netral sepanjang musim kemarau 2025.

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, sejumlah kota di Indonesia mengalami cuaca berawan dan hujan pada Senin 7 April 2025.

    prakiraan cuaca BMKG dipaparkan Prakirawan BMKG Yohanes AK yang menyampaikan hampir seluruh kota besar di Sumatera berpotensi diguyur hujan, kecuali Medan yang akan diliputi berawan.

    Kota-kota di Jawa secara umum juga akan berawan, kecuali Serang, Bandung, dan Surabaya yang berpotensi diguyur hujan ringan.

    Denpasar dan Kupang berpotensi berawan dan kemungkinan turun hujan ringan di Mataram (Nusa Tenggara Barat).

    Baca: BRIN sebut hujan ekstrem masih mungkin terjadi hingga akhir April

    Kondisi cuaca di pulau Kalimantan juga akan diguyur hujan. Hujan intensitas ringan diprediksi di Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin serta Samarinda

    Sedangkan kondisi cuaca hujan intensitas sedang di Tanjung Selor ibu kota Kalimantan Utara.

    Potensi hujan juga terjadi di Sulawesi, di mana hujan sedang diperkirakan akan mengguyur di Mamuju, sedangkan berbagai kota lain di Sulawesi hujan ringan.

    Hujan sedang juga berpotensi terjadi di Papua, tepatnya di Jayawijaya dan Merauke (Papua Selatan)

    Baca: Kapan Indonesia masuki musim kemarau?

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca pada Selasa (8/4/2025), mengindikasikan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.

    BMKG mencatat bahwa dalam sepekan terakhir, beberapa daerah telah mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di Kota Nunukan, Kalimantan Utara (188,8 mm/hari), Kota Sleman, DIY (180,6 mm/hari), Nganjuk, Jawa Timur (117,2 mm/hari).

    BMKG mengimbau masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem ini.

    BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memantau informasi dari pihak berwenang.

    Baca: Hujan ekstrem masih mungkin terjadi hingga akhir April

    Berikut prakiraan cuaca hujan lebat di wilayah:

    Sumatera:
    Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung,
    Lampung

    Jawa:
    Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur

    Kalimantan:
    Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, alimantan Utara,

    Sulawesi:
    Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan
    Sulawesi Tenggara.

    Maluku dan Papua:
    Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua

    Baca: Kapan Indonesia masuki musim kemarau?

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspadai Hujan di Masa Pancaroba

    Cuaca Hari Ini: Waspadai Hujan di Masa Pancaroba

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan pada Kamis (10/4/2025).

    Dikutip dari laman bmkg.go.id, BMKG mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim pancaroba.

    Selama periode pancaroba, hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang malam hari, didahului udara hangat pada pagi hingga siang yang menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil.

    Pemanasan permukaan yang kuat juga dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap selalu waspada akan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi yaitu potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    Berikut wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada 10 April 2025:
    Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

    Pulau Jawa: Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah

    Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

    Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

    Pulau Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara

    Indonesia Timur: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan

    Adapun daerah yang berpotensi diguyur hukan lebat hingga sangat lebat adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Maluku

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG merilis peringatan dini akan potensi hujan lebat hingga sangat di sejumlah daerah di Indonesia pada Sabtu (12/4/2025).

    Dalam pernyataan yang dirilis di laman resmi BMKG, bmkg.go.id, disebutkan hujan sangat lebat berpotensi terjadi, misalnya, di Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

    Berikut prakiraan cuaca selengkapnya pada Sabtu, 12 April 2025

    Hujan sedang hingg lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jambi
    Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

    Di pulau Jawa hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Banten, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

    Hujan sedang hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur sebagian besar Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara

    Juga Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua

    Sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Sumatra Utara
    Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Selatan