Tag: jakarta

  • Akhir Pekan, Cuaca Dua Wilayah di Jakarta Ini Bakal Hujan

    Akhir Pekan, Cuaca Dua Wilayah di Jakarta Ini Bakal Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di dua wilayah DKI Jakarta.

    Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan pada Sabtu (03/07/2024) siang dan sore. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah dan berawan.

    Pagi harinya cuaca di seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan, demikian juga malam hari.

    Sementara untuk wilayah lain di Indonesia, sebagian besar cuaca cerah berawan. Meski demikian masih ada wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat.

    Sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat berpotensi terjadi hujan ringan.

    Kondisi cuaca yang sama juga diperkirakan terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan.

    Tak hanya didarat, wilayah perairan juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat yaitu Selat Malaka, Perairan barat Sumatra Utara, Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat Sumatera Barat.

    Selain itu wilayah perairan barat dan selatan Kalimantan, Perairan timur Kalimantan Timur, Selat Makassar, Teluk Tomini, Teluk Bone, Laut Sulawesi, perairan barat dan timur Maluku Utara juga berpotensi terjadi hujan lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi melanda perairan barat Papua Barat Daya, Teluk Cendrawasih, perairan selatan Papua Tengah, perairan utara Papua dan Samudra Pasifik utara Papua.

     

  • Seperti Ini Rencana Penataan Kawasan Monas Setelah Ibu Kota Pindah ke IKN

    Seperti Ini Rencana Penataan Kawasan Monas Setelah Ibu Kota Pindah ke IKN

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menata kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya dalam rangka mewujudkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) agar bisa setara dengan kota-kota dunia.

    Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi mengatakan, penataan ini dilakukan mulai dari Istana, Monas, Gambir, Balai Kota, hingga kantor BUMN menyusul rencana pemindahan ibukota ke IKN.

    Menurut Heru, konsep penataan kawasan Monas sedang digodog. Kantor BUMN akan menjadi komersial. Komersialnya apa, sedang didiskusikan. Pun demikian dengan
    Gambir, kantor Pertamina, Masjid Istiqlal seperti apa konsepnya sedang dibahas.

    “Kami tata supaya ke depan bisa mengikuti pola pembangunan kota-kota dunia. Jakarta tidak boleh ketinggalan,” katanya usai meninjau progres revitalisasi Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2024).

    Heru mengatakan rencana ini disampaikan saat sidang paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/8/2024), dalam bentuk dokumen RTRW 2024-2044 dan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk 2025-2045 dalam rangka mengawal transformasi Jakarta pasca-pemindahan ibu kota.

    Baca: Belajar sejarah Indonesia di Monas

    Penataan kawasan Monas ini, Pemprov DKI melibatkan pakar tata ruang serta Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.

    Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjadikan kawasan Monas sebagai pusat kota yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi daerah Jakarta.

    Pembahasan terkait dengan renovasi kawasan Monas agar bisa lebih baik pun sudah dilakukan dengan Pemprov DKI.

    Sementara itu, pengelola Monas membatasi jam operasional dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap hari demi keamanan dan kenyamanan pengunjung.

    Kebijakan jam operasional ini telah dilakukan sejak pertengahan 2022 dan terus diberlakukan hingga kini.

     Baca: Jakarta butuh Rp 600 triliun untuk menjadi kota global 

    Namun, pengelola masih menganalisa kemungkinan untuk memperpanjang jam operasional Monas hingga pukul 22.00 WIB, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

    Sebelumnya, tenaga ahli Menteri Dalam Negeri Suhajar Diantoro mengatakan Monas dan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) tetap menjadi aset negara bukan milik Jakarta saat Ibu Kota Negara pindah ke Ibu Kota Nusantara.

    “Sudah dipertimbangkan kalau GBK dan Monas itu kan aset negara yang mempunyai nilai sejarah kenegaraan. Jadi biarlah tetap negara yang punya,” kata dia dalam “Sosialisasi Undang-Undang No. 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta Bersama dengan Kementerian Dalam Negeri” yang diadakan daring dan luring di Jakarta, Selasa (31/7/2024).

    Suhajar yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bidang Hukum, Kerja Sama, dan Kepegawaian itu juga mengatakan hal serupa berlaku untuk kantor-kantor Pemerintah Pusat yang berada di wilayah Jakarta.

    Baca: Mampukah dewan aglomerasi atasi macet dan polusi di Jakarta?

    “Lalu, kantor-kantor yang ditinggalkan, ini pemindahan kan bertahap, karena itu Pemerintah Pusat membentuk badan khusus untuk menangani aset-aset Pemerintah Pusat ini. Itu juga tetap tidak kami serahkan,” kata dia.

    Merujuk UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta pada pasal 65, barang milik daerah Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang dimanfaatkan oleh Pemerintah Pusat diserahterimakan untuk dikelola kembali oleh Pemerintah Daerah Khusus Jakarta paling lambat 10 tahun.

    “Itu khusus barang milik DKI yang pinjam pakai, dikembalikan. Tapi yang Pemerintah Pusat punya enggak diserahkan,” tegas Suhajar.

    Terkait masa transisi, Suhajar mengatakan saat UU Nomor 2 Tahun 2024 diundangkan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tetap berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai dengan penetapan Keputusan Presiden mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara.

    “Karena itu hari ini kita masih berada di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta,” kata Suhajar.

    Sumber: Antaranews.com

  • Pemprov DKI Jakarta Akan Cabut KJP dan KJMU Jika Penerimanya Terbukti Merokok

    Pemprov DKI Jakarta Akan Cabut KJP dan KJMU Jika Penerimanya Terbukti Merokok

    7cloud.asia – Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengingatkan pelajar yang kedapatan merokok bisa terkena sanksi pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

    Sanksi pencabutan KJP dan KJMU ini diberlakukan untuk siswa yang terbukti merokok, baik  rokok konvensional maupun elektrik.

    “Kita harus tegas. Mohon maaf ini demi adik-adik juga untuk menyongsong 2045,” kata Heru saat menghadiri acara Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pelajar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta, di Gedung PKK Melati, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2024).

    Tak hanya pelajar yang kedapatan merokok, Heru juga mengatakan akan mencabut KJP dan KJMU pelajar yang melakukan tawuran, menggunakan narkoba, dan melakukan judi online (judol).

    Baca: Pro kontra larangan penjualan rokok ketengan

    Heru menyoroti Indonesia merupakan negara ketiga yang penduduknya suka merokok. Di mana jumlah perokok di Indonesia lebih dari 65 juta orang, di bawah India dan Cina.

    Tidak hanya berdampak kepada kesehatan masyarakat, kebiasaan merokok menyebabkan perubahan ekonomi kesehatan di indonesia. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 17,9- 20 triliun per tahun.

    Oleh sebab itu, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun orang tua harus tegas dan mengawasi para siswa agar tidak merokok.

    Heru menjelaskan DKI Jakarta memiliki anggaran kurang lebih Rp2 triliun untuk KJP. Bahkan di tahun ini, anggarannya ditambahkan sebanyak Rp200 miliar.

    Baca: Biaya kesehatan akibat rokok

    Dengan anggaran sebesar itu, Heru tak ingin anggaran tersebut tidak diberikan tepat sasaran dan tak digunakan dengan semestinya.

    Sehingga Heru berharap semua pihak perlu bersama-sama mengawal dan mengasi anak-anak agar dapat berprestasi.

    “Jadi Pemda DKI kurang apalagi? Tinggal adik-adik semuanya semangat belajar. Sekolah sudah gratis, pengguna KJP juga naik transportasi umum gratis, pulang ke rumah ada bantuan makan gratis, jadi makanya harus sehat dan berprestasi,” kata Heru.

    Sumber:Antaranews.com

  • Jakarta Peringkat Ketiga Kualitas Udara Terburuk di Dunia

    Jakarta Peringkat Ketiga Kualitas Udara Terburuk di Dunia

    7cloud.asia – Kota Jakarta menempati peringkat ketiga dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Selasa (06/08/2024) pagi.

    Berdasarkan situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.18 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di urutan ke-3 dengan angka 134.

    Angka ini termasuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 49 mikrogram per meter kubik. Dengan kondisi udara seperti ini, kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Sebab karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    Baca: Paparan polusi udara sebabkan jantung

    Sementara kota dengan kualitas udara terburuk peringkat pertama yaitu Kinshasa, Kongo-Kinshasa di angka 170, peringkat kedua Baghdad, Iraq di angka 153.

    Peringkat keempat Kampala, Uganda di angka 131, kelima Cairo City, Mesir di angka 113, keenam Nairobi, Kenya di angka 102, ke tujuh Riyadh, Arab Saudi di angka 97,

    Peringkat ke delapan Dubai, Uni Emirat Arab di angka 97, ke sembilan Kuwait City, Kuwait di angka 93, dan ke sepuluh Manama, Bahrain di angka 84.

    Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah polusi udara di Jakarta.

    Diantaranya memperbanyak Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) untuk mengidentifikasi sumber polusi udara di Jakarta sehingga penanganan masalah tersebut bisa maksimal.

    Baca: Polusi udara di Jakarta tinggi, anak-anak sebaiknya banyak makan buah

    Selain itu DLH DKI menambah dua mobil kabut air (watermist). Mobil tersebut beroperasi mengelilingi Jakarta untuk melanjutkan kegiatan penyiraman di jalan-jalan protokol.

    Mobil ini memiliki kemampuan menyiram dengan jangkauan 50 meter dan kapasitas tanki air 5.000 liter.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan kebijakan terkait pengoperasian “watermist” ini akan dimasukkan dalam susunan rancangan peraturan gubernur agar lebih kuat secara regulasi.

    “Ke depannya untuk kebijakan ‘watermist’ itu kami akan coba dikuatkan dengan peraturan gubernur,” katanya seperti yang dilansir Antaranews.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Wilayah Cerah Berawan, tetapi Ada Potensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Wilayah Cerah Berawan, tetapi Ada Potensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan, tetapi masih berpotensi hujan ringan hingga sangat lebat pada Selasa (06/08/2024).

    Seperti sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan berpeluang hujan ringan hingga sedang.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca yang sama juga terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Sementara potensi hujan sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Sulawesi Tengah. BMKG mengimbau warga agar mewaspadai dampak yang terjadi akibat kondisi cuaca seperti ini.

    Sedangkan untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Untuk wilayah perairan, hujan dengan intensitas lebat di wilayah perairan berpotensi terjadi di Perairan utara dan barat Aceh, perairan barat Sumatera Utara hingga Sumatra Barat, Samudra Hindia.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di perairan barat Sumatera Utara hingga Bengkulu, Laut Natuna Utara, perairan selatan Kalimantan Tengah, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Teluk Tomini, Laut Seram.

    Demikian juga Laut Halmahera, Teluk Cendrawasih, perairan utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat, dan Samudra Pasifik utara Papua juga berpeluang terjadi hujan lebat.   

  • Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

    Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

    7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (8/8/2024) pagi masuk kategori tidak sehat.

    Kualitas udara Jakarta ini dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    Menurut situs pemantau kualitas udara IQ Air yang dipantau pada Selasa pukul 06.13 WIB kualitas udara di Jakarta menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

    Sementara dari data yang sama, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia urutan pertama yaitu Kinshasa ​​​​​​(Kongo) di angka 170, urutan kedua yaitu Kampala ​​​​​​(Uganda) di angka 160.

    Baca Juga: Kurangi Polusi Udara, Uji Emisi di Jakarta Tetap Berlanjut

    Berada di urutan keempat Manama (Bahrain) di angka 102, dan yang kelima yaitu Cairo City (Mesir) dengan angka 101.

    Indeks kualitas udara (Air Quality Index/ AQI) di Jakarta berada di angka 157 sedangkan partikel halus PM2.5 memiliki nilai konsentrasi 64 mikrogram per meter kubik.

    Angka PM2.5 sebanyak itu setara 12,8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Terkait kondisi udara di Jakarta, masyarakat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

     

    Baca Juga: Mengapa ‘WFH’ Layak Jadi Kebijakan Mendesak untuk Memangkas Polusi Udara di Jakarta

    Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara sebagai kebijakan untuk mempercepat penanganan polusi udara.

    Namun, berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta belum efektif menurukan polusi udara di Jakarta.

    Sejumlah organisasi lingkungan bahkan menilai apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tidak akan banyak berpengaruh jika sumber utama emisi yakni kendaraan bermotor dan batubara tidak dipotong.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Bakal Mengguyur Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Bakal Mengguyur Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur wilayah Jakarta pada Minggu (11/08/2024).

    Laman resmi BMKG menyebut hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diperkirakan cerah dan berawan.

    Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diperkirakan cerah dan berawan tebal.

    Kemudian malamnya, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan tebal.

    Sedangkan sebagian wilayah di Indonesia diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Seperti sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi mengguyur sebagian Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

    Tak hanya di daratan, BMKG memperkirakan hujan lebat akan mengguyur sejumlah perairan seperti Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Teluk Tomini, Teluk Bone, Selat Makassar, Laut Halmahera.

    Selain itu wilayah Laut Arafuru, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Samudra Pasifik timur Filipina dan Samudra Pasifik utara Papua juga berpotensi terjadi hujan lebat.

  • Awal Pekan, Cuaca Jakarta Berawan tetapi Waspada Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia

    Awal Pekan, Cuaca Jakarta Berawan tetapi Waspada Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan pada Senin (12/08/2024), namun beberapa wilayah di Indonesia berpotensi hujan ringan hingga lebat.

    Dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dari pagi hingga malam hari seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    Sementara sebagian besar wilayah di Indonesia diperkirakan cerah berawan. Namun, beberapa wilayah berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Seperti sebagian wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat.

    Selain itu, sebagian wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur wilayah perairan, seperti Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, perairan barat Sumatera, Laut Natuna, Laut Cina Selatan.

    Laut Sulu, Selat Makassar,Teluk Tomini, Laut Filipina, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Samudra Pasifik timur Filipina juga berpotensi diguyur hujat lebat,

    Kondisi cuaca serupa berpotensi terjadi di perairan utara Pulau Papua, dan Samudra Pasifik utara Pulau Papua.

     

     

  • Rencana Pembangunan Pulau Sampah Bukan di Pulau Seribu, Tapi di Jakarta Utara dengan Reklamasi

    Rencana Pembangunan Pulau Sampah Bukan di Pulau Seribu, Tapi di Jakarta Utara dengan Reklamasi

    7cloud.asia – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan pembangunan pulau sampah bukan berlokasi di kawasan Kepulauan Seribu melainkan di pesisir Jakarta Utara.

    “Pulau sampah memang bukan di Pulau Seribu,” kata Asep di Jakarta, Senin (12/8/2024) saat ditanya terkait rencana pembangunan pulau sampah oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta.

    Ia menegaskan pembangunan kawasan pengelolaan sampah atau pulau sampah ini direncanakan akan dilaksanakan di kawasan Jakarta Utara, namun itu semua masih menunggu kajian.

    Menurut dia, pengembangan pulau sampah ini dikarenakan luas daratan Jakarta kurang memadai, apalagi saat ini pengelolaan sampah juga ada di tengah kota dan itu tidak baik.

    “Jadi kami akan merencanakan setelah ada kajian dan pengembangan kawasan pesisir Jakarta Utara. Niat pembangunan pulau sampah memang pengembangan ruang wilayah yang ada di luar kota, karena saat ini pengembangan semua ada di dalam kota,” tuturnya.

    Baca: Jumlah warga yang memilah sampah terus meningkat

    Ia menambahkan bahwa dengan adanya reklamasi pulau sampah, maka ke depan dapat mengkhususkan satu pulau dijadikan sebagai pengelolaan sampah dan limbah.

    Asep memastikan Pemprov DKI Jakarta juga akan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, agar tidak mencemari kawasan perairan Jakarta.

    Dengan adanya reklamasi, ujarnya, ke depan Jakarta bisa mengkhususkan daerah tersebut untuk tempat pengelolaan sampah atau limbah.

    “Tapi kalau memang dalam pembahasan kali ini tidak menjadi pertimbangan dan tidak dilanjutkan, maka kami akan diskusikan kembali di internal Pemprov DKI,” katanya.

    Sebelumnya, Komisi D DPRD DKI Jakarta tidak menyetujui pengajuan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap APBD Perubahan 2024 untuk mengkaji reklamasi Pulau Sampah.

    Baca: Pulau sampah Jakarta direncanakan dibangun 2027

    “Baru kajian saja pasti akan ribut. Khusus di perubahan (APBD) untuk kajian pulau sampah harus ditunda terlebih dahulu,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah.

    Menurut dia, reklamasi pulau sampah di pesisir Jakarta Utara saat ini belum menjadi hal keharusan, karena penanganan masih bisa dilakukan di darat dengan membangun TPS3R.

    TPS3R adalah tempat pembuangan sampah berkonsep kurangi, pakai, dan daur ulang (reduce, reuse, recycle) 

    Isu pulau sampah kata Ida, tidak perlu lagi dilanjutkan untuk perubahan APBD 2024, karenanya Komisi D DPRD sepakat menghapus anggaran kajian pulau sampah senilai Rp250 juta lebih dari APBD Perubahan.

    “Reklamasi untuk pulau sampah sangat tidak setuju, karena masih ada kegiatan di darat terkait TPS3R,” tuturnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Mayoritas Air Tanah di Jakarta Tercemar Berat, Warga Diimbau Tak Mengonsumsinya

    Mayoritas Air Tanah di Jakarta Tercemar Berat, Warga Diimbau Tak Mengonsumsinya

    7cloud.asia – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyarankan warga tak mengonsumsi lagi air tanah karena hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2023 menunjukkan rata-rata air tanah sudah tercemar.

    Ketua Sub Kelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta Elisabeth Tarigan menyebut hasil didapat dari pemantauan terhadap 267 titik.

    Hasilnya, sebanyak 52 persen lokasi pemantauan memiliki status air tanah yang ada tercemar berat dan 27 persen tercemar ringan.

    “Dari hasil kajian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, dari 270 lokasi pemantauan semua rata-rata sudah tercemar. Pengaruhnya bakteri E.coli dari tangki septik, pencemaran permukaan, dan lainnya,” ujarnya dalam seminar daring yang disiarkan di YouTube Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Selasa (13/8/2024).

    Menurut Elisabeth, saat ini masih ada daerah di Jakarta yang belum terlayani dengan air perpipaan khususnya di selatan Jakarta, serta kiri dan kanan Jakarta yakni bagian barat dan timur.

    Baca Juga: Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada

    Warga di wilayah tersebut masih menjadikan air tanah sebagai sumber air bersih dan air minum.

    Data dari PAM Jaya memperlihatkan bahwa sebesar 32,35 persen area di DKI Jakarta yang belum terlayani oleh layanan air minum perpipaan.

    Oleh karena itu, guna menyediakan air bersih di Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan percepatan pembangunan instalasi pengelolaan air (IPA) dan jaringan perpipaan.

    Pemprov DKI juga menambah jaringan perpipaan dan non perpipaan di wilayah yang belum terlayani misalnya dengan menghadirkan kios air, hidran umum, master meter, mobil tangki, dan reservoir komunal.

    “Bekerja sama dengan pihak lain baik tingkat nasional termasuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), membangun beberapa IPA, jaringan untuk mendukung percepatan peningkatan pelayanan,” jelas dia.

    Baca Juga: DKI Jakarta Terancam Krisis Air Bersih: Kebutuhan Terus Meningkat Tak Sebanding dengan Pasokan

    Pemprov DKI Jakarta juga senantiasa melakukan pemeliharaan, evaluasi, laporan supaya tahu masih on the right track atau tidak

    Selain itu, Pemprov DKI juga menambah suplai air dengan uprating SPAM Hutan Kota, IPA Cilandak, Buaran lalu mendampingi percepatan pembangunan IPA, melakukan pembatasan penggunaan air tanah.

    Hal lainnya yakni peningkatan indeks ketahanan air dengan menjaga kualitas badan air seperti embung, sungai, danau, dan waduk.

    Upaya-upaya ini nantinya diharapkan dapat mewujudkan target cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen di Jakarta pada tahun 2030.

    Sumber:Antaranews.com