7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem masih terjadi di sejumlah daerah dalam sepekan ke belakang.
Daerah-daerah tersebut, antara lain Bogor, Jawa Barat – 254 mm/hari; Minangkabau, Sumatera Barat – 176,5 milimeter/hari ; Teluk Bayur, Sumatera Barat – 136 mm/hari;Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara – 122,0 mm/hari; Fakfak, Papua Barat 110,2 mm/hari.
BMKG dalam prospek cuaca mingguan yang dilansir di laman resminya menyebut, peningkatan tren curah hujan signifikan ini juga terlihat jelas di beberapa wilayah, termasuk Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan dan aktivitas konvektif.
Meskipun demikian, kondisi yang berbeda juga ditunjukkan, yakni dengan terpantaunya Titik Panas (Hotspot) di sejumlah wilayah.
Berdasarkan dari Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) yang dikeluarkan BMKG pada 10 Agustus 2025, terpantau adanya 67 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di beberapa daerah.
Baca: Indonesia masuki babak baru terkait perubahan iklim
Hotspot dengan kategori tinggi berjumlah 8 titik, dimana sebanyak 3 titik terdeteksi di Kalimantan, 3 titik di Sulawesi, dan 2 titik di Nusa Tenggara Timur.
Kondisi tersebut menandakan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ada, meskipun sebagian wilayah sedang mengalami peningkatan hujan.
Adapun beberapa faktor skala regional hingga global yang menjadi pemicu peningkatan tren hujan di beberapa wilayah, di antaranya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang tropis seperti Gelombang Kelvin, Mixed Rossby-Gravity, Rossby Ekuatorial serta gelombang low frequency.
Adanya sirkulasi siklonik di sekitar Indonesia turut memperkuat proses konveksi yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Gabungan faktor-faktor ini berkontribusi terhadap meningkatnya curah hujan di berbagai wilayah dalam beberapa hari terakhir, khususnya saat musim kemarau ini.
Meskipun musim kemarau masih berlangsung, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat yang disertai angin kencang.
Langkah antisipasi yang disarankan antara lain memantau informasi resmi dari BMKG, menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko bencana, serta mempersiapkan tindakan pencegahan menghadapi perubahan cuaca yang mendadak.
Baca: Banjir besar saat musim kemarau tunjukkan bahwa perubahan iklim itu nyata
Melihat perkembangan dinamika atmosfer saat ini, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan sigap menghadapi potensi terjadinya cuaca signifikan.
Kondisi suhu udara yang relatif kering dan hangat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga perlu mendapat perhatian khusus.
Sementara itu, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Periode 12 – 14 Agustus 2025
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur.
Hujan juga berpotensi mengguyur Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Baca: Kemarau basah melanda Indonesia hingga Agustus 2025
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat): Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Angin Kencang: NTT, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya.
Periode 15 – 18 Agustus 2025
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah berawan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat.
Hujan juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Baca: Petani kakao dunia terpukul dampak perubahan iklim
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat): Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Angin Kencang: Banten, D.I Yogyakarta, JAwa Timur, NTT, Maluku, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG