Tag: bandung

  • Gempa Magnitudo 5.0 yang Mengguncang Bandung Dipicu Sesar Belum Terpetakan, 4.483 Rumah Rusak

    Gempa Magnitudo 5.0 yang Mengguncang Bandung Dipicu Sesar Belum Terpetakan, 4.483 Rumah Rusak

    7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa magnitudo 5.0 yang mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (18/9/2024) dipicu oleh sesar aktif yang masih belum terpetakan.

    “Hasil diskusi sementara awalnya gempa ini diprediksi terjadi di Sesar Garsela, tetapi ketika dilakukan pemetaan dan data gempa susulan kemungkinan gempa ini terjadi pada sesar yang belum terpetakan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis (19/9/2024).

    Abdul Muhari mengatakan gempa bumi yang terjadi Rabu (18/9/2024) tidak termasuk diakibatkan dua segmen Sesar Garsela serta bukan diakibatkan oleh Sesar Lembang.

    “Ada dua segmen Sesar Garsela, distribusi gempa pertama dan susulan bukan sesar aktif Garsela, juga tidak Sesar Lembang,” kata Abdul.

    Dia mengatakan bahwa kejadian gempa bumi ini menjadi perhatian serius pihaknya untuk mempelajari titik sesar gempa yang belum terpetakan untuk meminimalisir banyaknya korban jiwa.

    Baca: Puluhan orang terluka akibat gempa Bandung

    Muhari menambahkan, pihaknya masih menunggu informasi dari BRIN dan PVMBG yang akan memastikan gempa bumi yang terjadi pada Rabu (18/9/2024) disebabkan sesar yang mana.

    “Untuk melihat kembali dari sisi penelitian guna mengidentifikasi sesar darat aktif yang belum terpetakan dengan baik,” kata Abdul.

    Muhari mengungkapkan potensi gempa susulan masih dapat terjadi. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Warga yang rumahnya tidak layak untuk ditempati lebih baik mengungsi ke tempat pengungsian.

    “Masyarakat merasa mungkin rumahnya tidak cukup kuat untuk ditempati terlebih masih ada gempa susulan. Untuk sementara waktu sebaiknya tinggal di tempat pengungsian,” kata Abdul.

    Sebelumnya, gempa magnitudo 5.0 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya pada Rabu (18/9/2024) pukul 09.41 WIB.

    Titik gempa berada di darat pada jarak 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 10 kilometer.

    Baca: Simak cara pemerintah Jepang siapkan warganya hadapi gempa bumi

    Data BPBD Jawa Barat mencatat, sebanyak 4.483 rumah warga terdampak gempa ini. BPBD kabupaten/kota masih melakukan identifikasi tingkat kerusakan maupun pendataan dampak lain pascagempa.

    “Adapun rincian 4.483 rumah berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni 534 rumah rusak berat, 476 rumah rusak sedang, 1.015 rumah rusak ringan, dan 2.458 rumah terdampak,” katanya.

    Dari jumlah tersebut, kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Bandung sebanyak 3.283 rumah,

    Kemudian Kabupaten Garut 1.195 rumah, Kabupaten Bandung Barat tiga rumah, Kota Cimahi satu rumah, Kabupaten Purwakarta satu rumah, dan Kabupaten Bogor satu rumah.

    “Pada rumah terdampak, BPBD Jabar masih menunggu informasi dari BPBD di tingkat kota maupun kabupaten untuk menentukan tingkat kerusakannya,” kata dia.

    Setelah upaya tersebut rampung, BPBD Jabar bersama kabupaten dan kota akan melakukan perbaikan fasilitas umum, pembersihan materiil dampak dari gempa, serta perbaikan rumah warga.

    Sumber:Antaranews.com

  • Badan Geologi ESDM Selidiki Sesar Aktif Pemicu Gempa Bandung

    Badan Geologi ESDM Selidiki Sesar Aktif Pemicu Gempa Bandung

    7cloud.asia – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan penyelidikan soal sesar aktif yang memicu gempa magnitudo 5.0 yang mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat Rabu (18/9/2024) lalu.

    Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Edy Slameto mengatakan, penyelidikan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sesar aktif yang berada di kawasan tersebut.

    Selanjutnya, Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM akan menyusun rencana mitigasi apabila terjadi potensi gempa pada masa mendatang.

    “Semoga hasil penyelidikan Badan Gelogi dan Unpad bisa menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Edy di Bandung, Jumat (20/9/2024)

    Edy menjelaskan, pihaknya saat ini terus melakukan pemetaan patahan aktif salah satunya sesar yang ada di wilayah Kertasari. Hal ini dilakukan agar pemetaan patahan aktif ini banyak diketahui publik.

    Baca: Sesar pemicu gempa Bandung belum terpetakan

    “Saat ini kami sedang melakukan pemetaan aktif di level Kabupaten kota, di antaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Surabaya,” katanya.

    Pemetaan ini, kata dia, salah satu upaya pemerintah untuk memitigasi agar dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh gempa di kemudian hari, serta menciptakan kesiapsiagaan yang lebih baik di kalangan masyarakat.

    “Kami mengetahui bahwa kondisi geologi Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif kita rawan terjadi gempa. Oleh karena itu, mitigasi gempa harus dilakukan konsisten dan keberlanjutan,” kata dia.

    Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan gempa bumi dangkal yang mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu (18/9/2024) dipicu oleh sesar aktif yang masih belum terpetakan.

    “Hasil diskusi sementara awalnya gempa ini diprediksi terjadi di Sesar Garsela akan tetapi ketika dilakukan pemetaan dan data gempa susulan kemungkinan gempa ini terjadi pada sesar yang belum terpetakan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

    Baca: BRIN petakan sesar pemicu gempa di Pulau Jawa

    Abdul mengatakan, gempa bumi yang terjadi kemarin tidak termasuk diakibatkan pada dua segmen Sesar Garsela. Termasuk bukan diakibatkan oleh Sesar Lembang.

    “Ada dua segmen Sesar Garsela, distribusi gempa pertama dan susulan bukan Sesar Garsela juga tidak Sesar Lembang,” katanya.

    Diketahui, pusat gempa Bandung berada di darat pada jarak 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 10 kilometer.

    Data BPBD Jawa Barat mencatat, sebanyak 4.483 rumah warga terdampak gempa ini. Sedangkan korban luka mencapai 83 orang.

    Sumber:Antaranews.com

  • Atasi Banjir, BPBD Kabupaten Bandung Terapkan Status Tanggap Darurat Selama 2 Pekan

    Atasi Banjir, BPBD Kabupaten Bandung Terapkan Status Tanggap Darurat Selama 2 Pekan

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat banjir sejak 22 November hingga 6 Desember 2024, menyusul banjir yang melanda delapan kecamatan di wilayah itu.

    Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung dengan Nomor 300.2.1/KEP.682-BPBD/2024 terhitung mulai tanggal 23 November s.d. 6 Desember 2024.

    Cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan serta rusaknya lingkungan menjadi pemicu banjir besar yang terjadi sejak Kamis (21/11/2024) dan menyebabkan debit air Sungai Citarum meningkat dan meluap ke permukiman warga.

    Hingga Senin (25/11/2024) sore, banjir masih menggenangi sedikitnya delapan desa di Kabupaten Bandung.

    Desa terdampak antara lain Desa Bojongsari, Bojongsoang, Tegaluar, Dayeuhkolot, Citereup, Rancamanyar, Sukamukti, dan Desa Sumbersari. Ketinggian muka air bervariasi antara 30-150 meter.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat jumlah warga terdampak akibat kejadian ini sebanyak 3.976 Kepala Keluarga (KK) atau 11.082 jiwa.

    Baca: Banjir bandang di Sibolangit tewaskan 4 warga

    Sedikitnya 236 KK atau 707 jiwa terpaksa mengungsi di 10 titik pengungsian berupa masjid, sekolah, dan kantor desa terdekat.

    Berdasarkan informasi dari Badan SAR Kabupaten Bandung, tim pencarian dan pertolongan masih melakukan pencarian satu warga yang diduga hilang terseret arus.

    Hasil kaji cepat sementara melaporkan kerugian materil yaitu 1.169 unit rumah terendam benjir, tiga unit rumah rusak berat, dua unit fasilitas ibadah terdampak, dan satu unit gudang terdampak.

    Pemerintah daerah setempat mengupayakan percepatan penanganan darurat ini dengan upaya penyedotan genangan. Meskipun demikian, rencana ini akan dilaksanakan dengan melihat perkembangan cuaca.

    Dilansir Antaranews.com, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska mengatakan penetapan status tanggap darurat ini untuk mempercepat penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

    “Kami menetapkan status tanggap darurat untuk pemulihan lebih cepat, termasuk evakuasi, pembersihan lumpur, sampah, dan perbaikan infrastruktur yang rusak,” kata Uka di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/11/2024).

    Baca: Banjir bandang landa 4 kabupaten di Sumatera Barat

    Menurut dia, status tanggap darurat tersebut memungkinkan pemerintah menggunakan Dana Tidak Terduga (BTT) untuk membantu pemulihan lebih cepat.

    Uka menyebut hingga saat ini terdapat delapan kecamatan yang masih terendam banjir, antara lain Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Pameungpeuk, Baleendah, Katapang, Ciparay, Pacet, dan Majalaya.

    Dia mengungkapkan pihaknya telah mendirikan posko tanggap darurat untuk penyediaan logistik dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak.

    “Kami mendirikan tenda di kawasan Taman Air Bojongsoang untuk warga terdampak banjir Dayeuhkolot dan sekitarnya,” kata dia.

    Hingga kini, kata dia, BPBD Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 2.014 rumah terendam dengan 12.250 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut.

    “Kami masih menerjunkan personel ke lapangan untuk melakukan asesmen agar memastikan jumlah rumah yang terendam dan data korban terdampak secara valid,” kata Uka.

    Baca: Perubahan iklim picu cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Selain mendirikan tenda pengungsian, lanjutnya, BPBD juga memberikan bantuan berupa sembako, beras, terpal, serta alat kebersihan untuk para pengungsi.

    Dia berharap adanya solidaritas dari berbagai pihak, seperti bantuan makanan dan tenda pengungsian, agar dapat meringankan beban pengungsi menyusul keterbatasan logistik dari BPBD.

    “Logistik dari BPBD sudah mulai menipis, sehingga kami terus berupaya mencari bantuan tambahan dari pihak-pihak lain untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi,” kata Uka.

    Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kabupaten Bandung Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari kedepan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga Kabupaten Bandung untuk waspada saat memasuki musim penghujan saat ini. Selain banjir, Kabupaten Bandung Barat turut berpotensi bencana hidrometeorologi basah seperti tanah longsor dan angin kencang.

    Sebagai langkah mitigasi, warga dapat memeriksa kondisi rumah seperti rangka atap dan memastikan tidak ada rekahan pada tembok, serta memangkas dahan pohon yang sudah terlalu tinggi.

    Untuk warga yang bermukim di wilayah tebing, BNPB mengimbau untuk selalu waspada jika turun hujan deras lebih dari satu jam. Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi tanah longsor.

  • Sungai Citarum di Kelokan Cikukang Kembali Dipenuhi Sampah

    Sungai Citarum di Kelokan Cikukang Kembali Dipenuhi Sampah

    7cloud.asia – Sungai Citarum tepatnya di oxbow (kelokan) Cicukang, Mekarrahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu, kembali dipenuhi sampah yang diduga berasal dari Kota dan Kabupaten Bandung.

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS Citarum) Mochammad Dian Al Ma’ruf membenarkan kawasan aliran sungai berkelok yang membentuk huruf U itu kembali dipenuhi sungai.

    Bahkan dia mengungkapkan jarak waktu kejadian saat ini hanya beberapa hari setelah tumpukan sampah pertama dibersihkan Sungai Citarum.

    “Benar (kembali dipenuhi sampah). Yang sebelumnya sudah kami bersihkan dari tanggal 25 Januari sampai 2 Februari 2025 sudah bersih, tapi tanggal 14 Februari 2025 kembali seperti semula (penuh sampah),” kata Dian dilansir Antaranews.com, Rabu (27/2/2025)

    Baca: Warga diimbau tak lagi buang sampah ke sungai

    Dian menduga berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, mengingat aliran sungai Citarum di sana berasal dari dua kawasan tersebut.

    “Mungkin dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,” ujarnya.

    Dian menyebut pihaknya memiliki rencana untuk membersihkan kembali sampah-sampah di kawasan itu, namun belum bisa memperkirakan kapan mengingat peralatan yang ada tengah digunakan untuk keperluan lain di kawasan sepanjang Citarum.

    “Belum bisa dikira-kira (kapan pengerjaannya), tapi mudah-mudahan segera. Karena alat kami sedang menangani di tempat lain (sepanjang Citarum), dimana ada tanggul jebol, ada normalisasi, dan lain-lain,” kata dia.

    Meski rencana untuk pembersihan sampah di Oxbow Cicukang, Kopo, Kabupaten Bandung, diharapkan segera bisa dieksekusi. dia menegaskan kejadian ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena terus berulang.

    Baca: Aksi bersih-bersih bagus tapi tak memadai atasi masalah sampah

    “Rencana pasti ada. Tapi hal ini harus jadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah daerah terkait penanganan sampah. Kan enggak mungkin (kalau terus) berulang seperti ini,” tutur Dian.

    Dari laporan warga dan relawan melalui video yang masuk ke redaksi Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Barat, Selasa, dengan keterangan “Isi ulang Oxbow Cicukang daerah Kopo”, terlihat sampah telah menutupi seluruh permukaan Sungai Citarum di Oxbow Cicukang tersebut.

    Diketahui pada kejadian sebelumnya, sampah berbagai jenis memenuhi kawasan Oxbow Cicukang, dengan perkiraan volume sampah sebanyak 850 ton.

    Untuk membersihkan sampah di sana sebelumnya, bahkan dengan berbagai pihak turut serta, termasuk BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup, Satgas Citarum Sektor 8, komunitas pecinta lingkungan, dan stakeholders lainnya, membutuhkan waktu sekitar seminggu lebih.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Bandung dan Sejumlah Kota di Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Bandung dan Sejumlah Kota di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandung dan sejumlah kota lainnya di Indonesia pada Kamis (06/02/2025).

    Melalui akun youtube resminya BMKG memprediksi hujan disertai petir tak hanya melanda Kota Bandung tetapi juga Kota Palembang, Pangkal Pinang, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Palu, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang akan mengguyur Kota Padang, Bengkulu, Tanjung Selor, Pontianak, Mamuju dan Kendari.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Gorontalo, Makassar, Ambon dan Jayapura.

    Selanjutnya kondisi cuaca di wilayah Jakarta seluruh wilayah berpotensi hujan ringan pada pagi hari. Siang hingga sore hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Di waktu yang sama, wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan dan wilayah lainnya diprediksi hujan dengan intensitas ringan. Selanjutnya pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera bagian selatan, sebagian Jawa, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua Selatan.

     

     

     

  • Cuaca Akhir Pekan: Waspada! Beberapa Kota Besar Berpotensi Hujan Disertai Petir Termasuk Bandung dan Yogyakarta

    Cuaca Akhir Pekan: Waspada! Beberapa Kota Besar Berpotensi Hujan Disertai Petir Termasuk Bandung dan Yogyakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan disertai petir berpotensi melanda beberapa kota besar pada Sabtu (08/03/2025), termasuk Kota Bandung dan Yogyakarta.

    Melalui akun youtube resminya, hujan disertai petir berpotensi pula melanda Kota Pontianak, Palangkaraya, Manado, Nabire dan Merauke.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Mataram dan Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Kupang.

    Kondisi cuaca serupa terjadi pula di Kota Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Palu, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong dan Jayawijaya.

    Untuk wilayah Kota Jakarta, cuaca cerah dan berawan tebal menyelimuti langit di seluruh wilayah  Jakarta. Peluang hujan terjadi pada siang hingga sore di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Wilayah lainnya diprediksi berawan tebal.

    Selanjutnya pada malam hari seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan tebal kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian besar wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, BMKG memperkirakan banjir rob  terjadi di pesisir Banten, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah.

     

  • BRT Bandung Raya Jadi Titik Awal Penataan Transportasi Publik di Kota Bandung

    BRT Bandung Raya Jadi Titik Awal Penataan Transportasi Publik di Kota Bandung

    7cloud.asia – Penataan transportasi publik menjadi isu strategis yang terus menjadi perhatian DPRD Kota Bandung.

    Dalam program Parlemen Talks pada Selasa (27/5/2025) di studio Radio Sonata, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menceritakan bagaimana kondisi transportasi publik di Kota Bandung yang belum berubah signifikan.

    “Transportasi publik kita tidak cukup mengalami perubahan berarti. Padahal, solusi kemacetan di Kota Bandung yang paling efektif adalah dengan memperbaiki sistem transportasi publik,” katanya.

    Rendiana mendorong agar transformasi transportasi publik di Bandung tidak hanya menjadi agenda perubahan bertahap, tetapi harus direvolusi secara sistemik.

    Salah satu program yang tengah didorong adalah penerapan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang dinilai mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi publik.

    Baca: Transportasi Online akan diatur dalam Undang-undang tersendiri

    “BRT ini harus jadi tulang punggung transportasi publik di Bandung. Tapi jangan lupa, perlu ada feeder yang menjangkau blank spot. Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin masyarakat akan lebih memilih naik transportasi publik,” ujarnya.

    Ia juga menyinggung pentingnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipenuhi oleh operator transportasi publik, mencakup aspek ketepatan waktu, kenyamanan, dan keterjangkauan.

    Selain itu, DPRD juga berkomitmen dalam dukungan penganggaran, termasuk alokasi dana subsidi layanan publik (PSO) senilai Rp56 miliar pada tahun 2026.

    Sementara itu, Plt Sekretaris Dishub Kota Bandung, Asep Kurnia menjelaskan, kemacetan di Kota Bandung merupakan permasalahan lintas wilayah yang melibatkan kawasan Bandung Raya. Oleh karena itu, BRT Bandung Raya diharapkan menjadi solusi kolektif yang terintegrasi.

    “BRT atau Bus Rapid Transit ini mirip dengan TransJakarta, dengan jalur khusus (dedicated lane) sepanjang 21 km di Kota Bandung. Jalur ini akan menghubungkan berbagai titik strategis, dari Jalan Jakarta, Sudirman, Tegalega, hingga Alun-Alun dan kembali ke timur,” paparnya.

    Baca: Kurangi polusi udara dengan naik transportasi publik

    Ia menambahkan, untuk memenuhi standar layanan minimal, beberapa ruas jalan akan direkayasa, agar dapat digunakan sebagai jalur khusus BRT.

    “BRT ini bukan hanya soal kendaraan, tapi soal keberpihakan pada masa depan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ungkap Asep.

    DPRD dan Pemerintah Kota Bandung pun sepakat bahwa masa depan transportasi publik yang inklusif harus melibatkan kolaborasi seluruh pihak: pemerintah, legislatif, dan masyarakat.

    “Diharapkan, hadirnya BRT Bandung Raya menjadi titik balik transformasi sistem transportasi yang berkelanjutan di Kota Bandung,” pungkasnya.

  • Pemkot Bandung Bakal Tata Ulang Angkutan Kota Menjadi Transportasi Publik Pintar

    Pemkot Bandung Bakal Tata Ulang Angkutan Kota Menjadi Transportasi Publik Pintar

     

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah merancang transformasi sistem angkutan kota (angkot) menjadi moda transportasi publik pintar yang mengandalkan teknologi digital.

    Penataan transportasi publik bernama angkot ini diharapkan bisa menjadi babak baru kota Bandung sekaligus sejarah transportasi urban.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bahwa langkah ini bukan sekadar modernisasi kendaraan, tetapi merupakan bagian dari visi besarnya untuk menjadikan Bandung menjadi smart city yang sebenarnya.

    Bandung akan menjadi kota yang tidak hanya cerdas dalam teknologi tetapi juga dalam pelayanan publik.

    “Angkot ke depan akan direvitalisasi menjadi angkot-angkot pintar. Di dalamnya akan ada layar informasi, sistem pelacakan ETA dan bisa dipesan lewat aplikasi,” ujarnya dikutip bandung.go.id.

    Baca: Bus listrik mulai layani angkutan massal di Kota Bandung

    Angkot pintar ini nantinya tidak hanya menjadi alat transportasi, tapi juga bagian dari ekosistem digital kota.

    Setiap unit angkot nantinya akan dilengkapi dengan layar digital, koneksi sistem melalui kartu SIM serta kemampuan pemantauan posisi secara real time.

    Pengguna cukup membuka aplikasi, memilih titik penjemputan dan menunggu kendaraan datang mirip seperti memesan ojek online.

    Lebih dari itu, pembayaran sistem langganan bulanan sebesar Rp100.000 membuka akses tak terbatas, mendorong efisiensi dan meringankan beban biaya perjalanan harian warga.

    Pemerintah Kota Bandung juga akan membangun halte-halte khusus di 1.500 titik di seluruh Bandung dengan jarak antar titik maksimal 500 sampai 600 meter.

    Baca: BRT Bandung Raya jadi awal penataan transportasi publik di Kota Bandung

    Setiap halte akan dilengkapi Wi-Fi gratis dan colokan listrik, memastikan bahwa siapa pun bahkan mereka yang kehabisan baterai atau tidak memiliki kuota tetap bisa mengakses layanan.

    “Kami ingin sistem ini bisa dinikmati semua warga, bukan hanya yang punya smartphone terbaru atau saldo digital yang cukup,” imbuh Farhan.

    Farhan menambahkan, proyek ini bukan sekadar kerja pemerintah. Koperasi angkot seperti Kopamas, Kobutri dan Kobanter juga dilibatkan untuk mengganti armada lama dengan kendaraan baru yang memenuhi standar teknologi.

    Jika tidak ada hambatan, sistem ini ditargetkan mulai berjalan paling cepat 2026 dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp500 miliar termasuk subsidi untuk angkot dan BRT. Namun, segalanya masih bergantung pada pembahasan dengan DPRD.

    Bila berhasil, Kota Bandung akan mencatatkan diri sebagai kota pertama di Indonesia yang menyatukan konsep kendaraan umum, ride-sharing dan sistem langganan dalam satu platform pintar.

    Baca: Save The Children kampanyekan naik transportasi publik

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Bandung Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Jakarta dan Bandung Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jakarta dan Bandung pada Minggu (29/06/2025).

    Selain kedua kota tersebut, kondisi cuaca serupa berpotensi pula melanda Kota Pangkal Pinang dan Tanjung Selor.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Palu, Mamuju, Kendari.

    Kota Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Makassar dan Nabire.

    Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG mengimbau agar waspada terhadap potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Bangka Belitung, pesisir Lampung, pesisir Banten.

    Banjir rob berpotensi juga terjadi di pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Yogyakarta, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan, pesisir Sulawesi bagian Utara, pesisir Maluku dan pesisir Papua bagian Selatan.

     

     

     

  • Reformasi Transportasi Publik di Kota Bandung: Sistem Trayek Bakal Dihapus

    Reformasi Transportasi Publik di Kota Bandung: Sistem Trayek Bakal Dihapus

    7cloud.asia – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, sistem transportasi publik di Kota Bandung harus direformasi dimulai dengan perubahan total terhadap sistem trayek angkutan kota (angkot).

    Reformasi sistem transportasi publik ini juga sebagai upaya menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota Bandung.

    Menurut Farhan, sistem trayek yang digunakan selama ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini, apalagi dengan kehadiran transportasi daring seperti ojek online (ojol) dan taksi berbasis aplikasi.

    Dilansir di bandung.go.id, Farhan mengatakan dirinya akan berjuang agar peraturan tentang trayek ini dibongkar total.

    ”Karena kalau masih menggunakan sistem trayek, angkot tidak akan bisa bersaing dengan ojol ataupun mobil daring lainnya,” kata Farhan di Agate Bandung, Sabtu (5/7/2025).

    Baca: Angkot di Kota Bandung akan disulap jadi transportasi publik pintar

    Ia menilai angkot harus berubah mengikuti pola layanan berbasis permintaan (on-demand) dan charter, bukan lagi sistem jalur tetap atau trayek yang justru membatasi fleksibilitas dan efisiensi angkutan umum.

    Farhan menyebutkan, saat ini jumlah kendaraan pribadi di Kota Bandung hampir menyamai jumlah penduduknya, yang menjadi indikator kegagalan sistem transportasi publik.

    “Jumlah penduduk Kota Bandung 2,6 juta, jumlah kendaraan pribadi bernomor D Bandung itu 2,3 juta. Artinya warga tidak percaya pada transportasi publik,” katanya.

    Menurutnya, salah satu alasan masyarakat memilih kendaraan pribadi adalah karena angkutan umum dinilai tidak praktis, lambat, dan tidak terintegrasi. Sistem trayek dianggap tidak mampu menjawab dinamika mobilitas masyarakat urban saat ini.

    Untuk mengatasi hal ini, Farhan mengusulkan agar angkot diintegrasikan ke dalam sistem cerdas berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

    Baca: Bus listrik mulai layani angkutan massal di Kota Bandung

    Ia menyebut konsep ini sebagai “angkot cerdas” yang bisa memfasilitasi mobilitas lebih dinamis, dengan jadwal, rute, dan sistem pembayaran yang terintegrasi secara digital.

    “Angkot kudu pintar. Harus terkoneksi dalam sistem IoT. Bisa disambungkan dalam jaringan grid yang memungkinkan masyarakat melihat posisi, rute, dan waktu tempuh angkot secara real time,” jelasnya.

    “Saya akan minta agar regulasi tentang trayek, yang peninggalan masa lalu itu, harus mulai diubah. Harus diganti supaya angkot bisa lebih fleksibel dan bersaing,” imbuhnya.

    Ia juga menyampaikan rencana pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung yang akan dimulai dalam waktu dekat.

    Farhan mengingatkan masyarakat, pembangunan BRT akan berdampak pada lalu lintas kota selama dua tahun ke depan.

    “Kita akan membangun konstruksi BRT yang akan membuat Bandung macet sampai dua tahun ke depan. Tapi ini investasi jangka panjang untuk perbaikan transportasi,” ujarnya

    Baca: Save The Children kampanyekan naik transportasi publik untuk kurangi polusi udara