Tag: bandung

  • Aksi Keren Anak Muda Bandung Bernama Pandawara: Nyebur Sungai Angkut Sampah

    Aksi Keren Anak Muda Bandung Bernama Pandawara: Nyebur Sungai Angkut Sampah

    7cloud.asia – Pandawara. Demikian lima anak muda asal Jalan Caringin, Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat ini menamai geng atau komunitasnya.

    Lima anak muda keren yang bergabung dalam Pandawara itu adalah Muchamad Ikhsan, Gilang Rahma, Agung Permana, Rafly Pasya, dan Rifki Sa’dula. Usia mereka rata-rata di usia awal 20an.

    Aksi Pandawara nggak tanggung-tanggung. Mereka nggak segan nyemplung ke saluran air atau sungai yang mampet untuk memunguti sampah-sampah yang menyumbat sungai tersebut.

    Bahkan tak jarang personel Pandawara nyemplung ke septic tank. Dan semua itu dilakukan dengan sukarela. Keren banget bukan?

    Pandawara yang berdiri pada 2022 ini punya tujuan besar, yakni ingin mengajak semua anak muda di Indonesia untuk peduli pada lingkungan. Aksi nyata yang dikampanyekan Pandawara adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mau membersihkan sampah di depan matanya.

    “Ini jadi habit (kebiasaan) agar kita bisa menjaga lingkungan untuk bisa memperluas biar anak muda bisa mengikuti apa yang Pandawara lakukan, bahwa mengambil sampah itu gak sebosan apa yang dilihat, menjaga lingkungan juga bisa keren,” ungkap Muchamad Ikhsan seperti dikutip detik.com.

    Baca: Teba, kearifan warga Bali dalam mengelola sampah rumah tangga

    Kiprah Pandawara bermula pada pertengahan 2022 lalu. Kelima pemuda yang merupakan teman satu kompleks ini mengaku sering menjadi korban banjir kala hujan lebat mengguyur kota Bandung.

    “Pandawara ini terbentuk dari perkumpulan teman-teman SMA, inisiasinya karena kita terdampak dulu si, karena emang wilayah kita di Bandung suka banjir dan kita berlima mencari penyebab masalahnya apa sih bisa banjir,” kata Muchamad Ikhsan. 

    Awak Pandawara merasa risih saat lagi nongkrong suka kebanjiran. Ikhsan melanjutkan, dari situ timbul ide ketimbang dibersihin setelah banjir mereka coba cari sebabnya. Ternyata banjir yang sering melanda lingkungan mereka akibat tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. 

    “Setelah ditelusuri penyebabnya apa karena penyumbatan sampah di sungai,” ujarnya.

    Soal nama Pandawara, menurut Ikhsan diambil dari dua kata yaitu Pandawa dan Wara. 
    Pandawa yang dalam kisah pewayangan artinya berlima juga, waranya di berbagai bahasa artinya membawa berita baik. Jadi Pandawara berarti lima anak muda yang membawa berita baik gitu kali ya. 

    Baca : Kurangi limbah lewat thrifting

    Awalnya Pandawara tidak turun langsung ke dalam sungai untuk membersihkan sampah seperti yang dilakukan saat ini. Mereka tadinya hanya membersihkan sampah di sisi-sisi sungai.

    Namun rupanya hal itu tidak berdampak besar untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayahnya. Dari situlah, Ikhsan dan keempat rekannya di Pandawara memutuskan untuk terjun langsung ke sungai untuk mengangkut sampah yang menumpuk disana.

    “Untuk awalnya kita mengurangi sampah di pelataran sungai, tapi selama 10 bulan berjalan kita turun ke sungai yang emang sampahnya sudah numpuk, kita eksekusi dan alhamdulillah sampai sekarang berjalan,” ungkap Ikhsan.

    Baca: Cara masyarakat adat hadapi perubahan iklim

    Dengan bermodalkan peralatan seadanya, kelima pemuda ini turun ke kubangan sungai yang sudah menghitam dipenuhi sampah. Bau tak sedap hingga hewan-hewan seperti lintah sudah menjadi hal yang biasa mereka rasakan tiap beraksi.

    “Mening kotor baju pas lagi kerja? Atau dapet uang kotor diluar amanat kerja?” demikian tulis Pandawara di akun Instagram mereka @pandawaragroup.

    Jargon itu yang membuat Pandawara tidak berhenti melakukan aksi untuk membuat sungai-sungai di Bandung bersih dari sampah. Kini mereka telah menggunakan perlengkapan yang lebih memadai dengan memakai sepatu boot, sarung tangan hingga alat pengait sampah.

    “Kita coba memperluas juga kegiatan kita dan setelah di sekitaran kita sudah aman, kita cari sungai lain yang sampahnya sudah darurat numpuk. Selain di Kopo, pernah di Rancaekek, tapi banyaknya di Bandung Selatan dari sungai besar kecil dan septic tank,” ujarnya.

    Berbagai jenis sampah pernah diangkut oleh Pandawara dari sungai-sungai yang mereka bersihkan. Mulai dari sampah plastik hingga sampah ‘raksasa’ seperti kasur dan lemari.

    “Random ya, kalau nemu sampah itu di sungai ada sofa, kasur dan bongkahan lemari juga ada,” ucap Ikhsan.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif pada lingkungan

    Kepedulian Pandawara pada kebersihan lingkungan ini mendapat sorotan publik dan membuat Pandawara menjadi viral di sosial media. Saat ini akun medsos Pandawara telah memiliki jutaan follower dan aksi mereka menginspirasi banyak orang.

    Untuk mengajak lebih banyak orang melakukan hal yang sama, Pandawara juga sengaja membuat konten yang diunggah ke akun TikTok, Instagram hingga Youtube. 

    Aksi Pandawara dengan membuat konten bersih-bersih sungai banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pandawara dianggap mampu menginspirasi anak muda dengan aksi menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

    Jadi teruslah berkarya nyata Pandawara. Buat kamu yang membaca, semoga tergerak mengikuti aksi nyata Pandawara, setidaknya dengan mengurangi produksi sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

    https://waste4change.com/blog/pandawara-group-pemuda-inspiratif-penggiat-bebersih-sungai/

    https://www.detik.com/jabar/jabar-gaskeun/d-6496221/pandawara-group-lima-sahabat-menerjang-sungai-demi-pungut-sampah

  • Fenomena Suhu Dingin di Bandung, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga Agustus

    Fenomena Suhu Dingin di Bandung, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga Agustus

    7cloud.asia – Suhu dingin di Kota Bandung dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan tagar “dingin” sempat trending menyikapi suhu dingin di Kota Bandung ini.

    Suhu dingin di Kota Bandung ini juga masuk dalam radar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.

    BMKG mencatat pada Selasa (18/7/2023) kemarin suhu dingin mencapai 17 derajat celsius. Sedangkan di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, suhu dingin mencapai 15,4 derajat celsius.

    Suhu dingin di Kota Bandung ini juga memicu perbincangan di dunia maya. Pemilik akun twitter @tanyarl menulis suhu dingin ini sambil mengunggah foto pintu tol yang bersalju. Tetapi belum bisa dikonfirmasi apakah foto itu benar atau hasil editan.

    “tanyarl kalian yang di bandung lagi main salju gasih. Soalnya di sini dingin banget sampe bersalju kayak gini dong,” cuit tanyarl di akun twitternya pada Rabu (19/7/2023) malam.

    Baca: Dampak El Nino sudah terasa, sejumlah daerah sudah kekeringan

    Menanggapi suhu dingin di Kota Bandung ini, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah saat puncak kemarau pada Juli hingga Agustus.

    Namun ia mengakui, lima hari terakhir, cuaca dingin mengalami perubahan signifikan hingga tercatat pada Selasa (18/7/2023) mencapai 17 derajat celsius.

    Padahal, Teguh mengatakan suhu minimum normal pada bulan Juli yaitu 18,2 derajat celsius, dan pada Agustus 17,5 derajat celsius. Kondisi suhu dingin ekstrem berpeluang terjadi saat musim kemarau.

    “Suhu dingin ekstrem memang cenderung berpeluang terjadi saat musim kemarau, yaitu di malam hari,” ucap dia, Rabu (19/7/2023) sebagaimana dikutip republika.com

    Baca: PBB peringatkan tahun 2023-2027 akan menjadi tahun terpanas

     

    Ia menjelaskan, saat musim kemarau, pada siang hari sinar matahari maksimal sebab tidak terdapat tutupan awan. Hal itu berdampak kepada permukaan bumi yang menerima radiasi maksimal.

    Pada malam hari, Teguh mengatakan bumi akan melepaskan energi. Karena tidak ada awan, di malam hari hingga dini hari radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan.

    “Kondisi ini yang menyebabkan permukaan bumi dingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” jelas dia.

    Selain itu, suhu udara dingin dipengaruhi oleh musim dingin di wilayah Australia. Ia mengatakan terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau angin monsun Australia.

    Baca: Riset mengungkap tahun ini emisi karbon capai rekor tertinggi

    “Fenomena suhu dingin ini akan berlangsung hingga Agustus 2023. Pada awal September akan berangsur menghangat kembali,” ungkap dia.

    Teguh mengimbau masyarakat tidak panik melihat fenomena itu tetapi tetap waspada.

    Sebab suhu dingin pada puncak musim kemarau adalah fenomena yang wajar terjadi terutama untuk wilayah Indonesia.

    “Masyarakat diharap untuk menyiapkan diri dengan menggunakan jaket dan atau selimut di malam hari dan selalu menjaga stamina tubuh sehingga terhindar dari berbagai potensi penyakit,” jelas dia.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak pedulikan sampah plastiknya

  • Meski Banyak Sawah Gagal Panen, Pasokan Beras di bandung Relatif Aman

    Meski Banyak Sawah Gagal Panen, Pasokan Beras di bandung Relatif Aman

    7cloud.asia – El Nino membuat panen beras di sejumlah daerah di Bandung Jawa Barat menurun. 

    Meski demikian, suplai beras ke pasaran di Kabupaten Bandung masih dalam kondisi aman.

    “Insya Allah aman, suplai beras ke pasar (di bandung) juga tidak terganggu dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) juga menyampaikan ketersediaan masih bagus,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah Kamis (31/08/2023) seperti dilansir Antaranews.

    Baca: Petani di Ciamis Jawa Barat mulai rasakan dampak El Nino

    Terlebih, kata dia, dalam musim panen sebelumnya, ada tambahan sebanyak
    301,185 ton beras. Sehingga suplai beras tidak terganggu.

    Ningning menyebut pihaknya menerapkan antisipasi dalam menghadapi musim kemarau seperti optimalisasi petugas keliling dalam program Pelayanan Keliling Alat Mesin Pertanian (Pangkalan).

    Optimalisasi petugas yang mengamati kekeringan sampai hama, percepatan masa tanam, hingga menggalakkan penanaman padi dengan cara organik.

    “Jadi dengan begitu kami bisa memantau dan mudah-mudahan bisa aman sampai kemarau berakhir,” harapnya.

    Baca: Mengapa El Nino terjadi dan dampaknya bagi petani

    Pada musim kemarau ini, ada 2.231 hektare lahan persawahan di Kabupaten
    Bandung yang terdampak kekeringan dari luasan tanam 21.262 hektare.

    Untuk lahan persawahan yang terdampak kekeringan ini tersebar di beberapa
    kecamatan, terbesar di Rancaekek yakni 746 hektare,

    Kemudian di Solokan Jeruk sebesar 212 hektare, di Banjaran sebesar 120 hektare, dan di Baleendah sebesar 85 hektare.

    Selanjutnya di Cikancung terdampak sebesar 80 hektare, di Paseh sekitar 75
    hektare, di Ciparay sebesar 70 hektare, di Pacet sebesar 69 hektare, di Cileunyi
    sebesar 60 hektare.

    Baca: Pemerintah siapkan dana RP 8 Triliun untuk antisipasi ketahanan pangan selama El nino

    Di Cicalengka sebesar 40 hektare, di Margaasih sebesar 35 hektare, di Nagreg sebesar 30 hektare, di Bojongsoang sebesar 25 hektare, di Katapang sebesar 20 hektare.

    Kemudian di Cimenyan lahan yang terdampak kemarau sebesar 17 hektare, di
    Pameungpeuk ada delapan hektare, di Kertasari delapan hektare, di Majalaya
    sekitar tujuh hektare, di Ibun sekitar enam hektare, dan di Cilengkrang sekitar dua hektare.

    “Jadi yang banyak di Rancaekek, karena di sana luasannya 2.166 hektare,
    kemudian di sana juga kan daerah industri, jadi kalau kemarau lahan yang sumber airnya dari pompa, mungkin berebut dengan pabrik,” jelas Ningning.

    Karena itu, untuk daerah yang masih memiliki persediaan air, Pemkab Bandung
    mendorong percepatan masa tanam.

    Baca: Warga diminta mulai menghemat air

    Sedangkan untuk yang ketersediaan airnya melalui pompanisasi, didorong mengganti jenis tanaman ke hortikultura yang lebih tahan cuaca dan masa panen cepat.

    “Daerah yang ketersediaan airnya memang lewat pompanisasi seperti
    Rancakasumba dan lainnya, kami dorong berganti ke hortikultura yang cepat
    panennya seperti mentimun atau lainnya,” urainya.

    Dengan potensi kekeringan karena kemarau yang diprediksi bisa mencapai
    November 2023, beberapa pihak menilai produksi beras Kabupaten Bandung yang
    pada tahun sebelumnya bisa sampai 289.205,70 ton, bakal terganggu.

    Reporter: Nurakhmayani

  • HUT Kota Bandung, Pj Wali Kota Bandung Ajak Warga Tuntaskan Darurat Sampah

    HUT Kota Bandung, Pj Wali Kota Bandung Ajak Warga Tuntaskan Darurat Sampah

    7cloud.asia – Kota Bandung baru merayakan hari jadinya yang ke-213 kemarin, Senin (25/09/2023). Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengajak masyarakat membantu menuntaskan masalah darurat sampah.

    Pekerjaan prioritas saat ini adalah mitigasi penanganan sampah karena produksi dan penanganan sampah di Bandung sudah sangat mengkhawatirkan.

    “Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 1.500 ton per hari pada tahun lalu dan 709,73 ton diantaranya adalah sampah makanan, sekaligus sebagai penyumbang timbunan sampah terbesar,” jelas Bambang saat memimpin upacara di Balai Kota Bandung, Jawa Barat.

    Baca: Tanggap darurat sampah di Kota Bandung diperpanjang

    Dilansir dari Antaranews, Bambang mengatakan masyarakat secara masif dapat melakukan gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan) yang berlaku di setiap Rukun Warga (RW) di Kota Bandung.

    Gerakan Kang Pisman hingga kini sudah berhasil melibatkan 234 RW atau 14,6 persen dari 1.597 RW di Kota Bandung.

    “Upaya ini tidak hanya berhenti di situ karena pada saat yang sama tercatat 38.000 rumah sudah memilah sampah dengan metode Kang Pisman, sebanyak 32.900 rumah telah berhasil mengolah sampah dengan kesadaran sendiri,” urainya.

    Baca: Kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung Raya ditetapkan darurat sampah

    Pada kesempatan itu, Bambang menjelaskan upaya lainnya untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung dengan mengupayakan pengadaan mesin pengolah sampah mesin gibrik di 10 titik.

    Hal ini untuk melengkapi tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang telah dibangun Kementerian PUPR di kawasan Nyengseret, Cicabe, dan Tegallega.

    Usai upacara, Pemkot Bandung menggelar kegiatan menukar sampah anorganik menjadi sembako di Balai Kota Bandung.

    Baca: Gerakan Mbah Dirjo di Yogyakarta turunkan sampah hingga 50 persen

    Direktur Bank Sampah Induk Kota Bandung, Elis Solihat di Balai Kota mengatakan warga dapat membawa sampah sesuai katalog yang tersedia dalam bank sampah dan menukarnya untuk mendapatkan voucher.

    “Jadi ini dalam rangka hari jadi Kota Bandung, warga membawa sampah sesuai dengan katalog yang ada di bank sampah, kemudian warga yang sudah menyetorkan ini akan mendapatkan voucher sesuai dengan jumlah rupiah yang sudah ditukar,” paparnya.

    Berbgai jenis sampah yang dapat ditukar. Diantaranya sampah kertas, plastik, botol kaca atau plastik, karton dus, hingga besi logam.

    Masyarakat Kota Bandung terlihat sangat antusias dalam menukar sampah tersebut. “Yang antri dari pagi sudah ada ratusan orang, sekarang tiga sampai mobil bak sudah mulai diangkutin,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani 

     

     

     

     

     

  • Sejarah Kota Bandung: Berawal di Dayeuhkolot Pindah ke Cikapundung

    Sejarah Kota Bandung: Berawal di Dayeuhkolot Pindah ke Cikapundung

    7cloud.asia – Pada Senin (25/9/2023) Kota Bandung merayakan hari jadinya yang ke 213 tahun. Sejarah Kota Bandung sendiri pernah memiliki sejumlah penafsiran dan baru melahirkan satu penafsiran yang disahkan pada 1999 lalu.

    Menyadari pentingnya pelurusan sejarah, sejak tahun 1997 pemerintah Kota Bandung berusaha untuk menetapkan hari jadi Kota Bandung yang benar berdasarkan pembuktian atau fakta sejarah.

    Sejumlah seminar dan serasehan digelar pada 1997-1998 untuk menggali jejak sejarah Kota Bandung. Selain itu juga dibentuk tim untuk meneliti hari jadi Kota Bandung yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Tim inti terdiri atas sejumlah sejarawan dari fakultas sastra Universitas Padjadjaran dan beberapa pakar bidang lainnya. Penelitian itu menghasilkan tanggal 25 september 1810 adalah “Hari Jadi Kota Bandung”.

    Baca: UNESCO akui sumbu filosofi menjaid warisan dunia

    Dilansir di Bandung.go.id, berdirinya Kota Bandung tidak bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Bandung. Kota Bandung dibangun dengan tenggang waktu sangat jauh setelah Kabupaten Bandung berdiri.

    Kabupaten Bandung lebih dulu berdiri, yakni pada sekitar pertengahan abad ke-17 masehi, dengan Bupati pertama yang bernama Tumenggung Wirangunangun.

    Ia memerintah Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (saat ini dikenal Dayeuhkolot), kira-kira 11 kilometer ke arah selatan dari pusat kota Bandung sekarang.

    Ketika Kabupaten Bandung dipimpin oleh Bupati ke-6 yaitu R.A. Wiranatakusumah II (periode 1794-1829) yang dijuluki “dalem kaum”, kekuasaan di Nusantara beralih dari kompeni kepada pemerintah Hindia Belanda, dengan Gubernur Jenderal pertama yang bernama Herman Willem Daendels.

    Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di pulau jawa, Daendels membangun jalan raya pos (groote poshweg) dari anyer di ujung jawa barat ke panarukan di ujung jawa timur (± 1000 kilometer).

    Baca: Cara Kota Surabaya menjadi kota yang ramah disabilitas

    Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing.

    Di daerah Bandung khususnya dan daerah priangan umumnya, jalan raya pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada.

    Di Kota Bandung sekarang, jalan raya itu bernama jalan Jendral Sudirman – Jalan Asia Afrika – Jalan A. Yani, berlanjut ke sumedang dan seterusnya.

    Untuk kelancaran pembangunan jalan raya, dan agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati, daendels melalui surat tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten.

    Masing-masing ke daerah Cikapundung dan Andawadak ( saat ini dikenal Tanjungsari) mendekati jalan raya pos.

    Baca: Lima kota di Indonesia yang sangat ramah untuk pejalan kaki

    Rupanya Daendels tidak mengetahui, bahwa jauh sebelum surat itu keluar, Bupati Bandung sudah merencanakan untuk memindahkan ibukota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang cukup baik dan strategis bagi pusat pemerintahan.

    Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat sungai Cikapundung, tepi selatan jalan raya pos yang sedang dibangun (yang menjadi pusat kota Bandung sekarang).

    Alasan pemindahan ibukota itu antara lain, Krapyak tidak strategis sebagai pusat pemerintahan, karena terletak di sisi selatan daerah bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan.

    Sekitar akhir tahun 1808 / awal tahun 1809, Bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari krapyak mendekati lahan bakal ibukota baru.

    Mula-mula bupati tinggal di Cikalintu (saat ini dikenal Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir, selanjutnya pindah lagi ke Kampung Bogor (saat ini dikenal Kebon Kawung, pada lahan Gedung Pakuan sekarang).

    Baca: Kota tua di Italia ini hanya dibuka untuk pejalan kaki dan angkutan umum

    Tidak diketahui secara pasti, berapa lama kota Bandung dibangun. Akan tetapi, kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu dipimpin langsung oleh Bupati.

    Dengan kata lain Bupati R.A. Wiranatakusumah II adalah pendiri kota ini.Kota bandung diresmikan sebagai ibukota baru kabupaten bandung dengan besluit tanggal 25 september 1810.

    Hal ini berarti, selama belum ditemukan sumber lain yang menunjukan fakta lebih akurat, maka tanggal 25 september 1810 dapat dipertanggung jawabkan validitasnya sebagai “hari jadi kota bandung”.

    Hari jadi kota Bandung itu telah disahkan melalui peraturan daerah nomor 35 tahun 1998.

    Dengan demikian, tanggal 1 April yang beberapa tahun lamanya biasa diperingati sebagai hari ulang tahun kota Bandung bukan lagi hari jadi kota Bandung, karena tanggal 1 April 1906 merupakan tanggal pembentukan gemeente Bandung.

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat mengutamakan pejalan kaki

    Sejak Kota Bandung berdiri hingga pertengahan tahun 1864, hanya berfungsi sebagai ibukota kabupaten yang sepenuhnya diperintah bupati R.A. Wiranatakusumah II dilanjutkan Bupati R.A. Wiranatakusumah III (periode 1829-1846) dan Bupati R.A. Wiranatakusumah IV (periode 1846-1874).

    Pada masa pemerintahan Bupati R.A. Wiranata Kusumah IV, tepatnya sejak tanggal 7 Agustus 1864, Kota Bandung berfungsi sebagai ibukota keresidenan priangan, menggantikan Kota Cianjur yang rusak berat akibat meletusnya Gunung Gede.

    Dengan demikian, sejak itu kota bandung terjadi dualisme pemerintahan, yakni pemerintahan kabupaten (pemerintahan tradisional) dan pemerintahan keresidenan (pemerintahan kolonial).

    Hal ini berlangsung sampai dengan Kota Bandung menjadi kota berpemerintahan otonom yang disebut gemeente (sejak 1 april 1906).

    Gemeente Bandung dibentuk pada waktu Kabupaten Bandung diperintah Bupati ke-10 yaitu R.A.A. Martanegara menggantikan Bupati R.A. Kusumadilaga.

    Baca: Sejarah Jakarta, dari Jayakarta menjaid Batavia

    Dengan berdirinya pemerintahan gemeente, maka di Kota Bandung berlangsung tiga bentuk pemerintahan yaitu kabupaten, keresidenan, dan gemeente.

    Dalam hal ini, pemerintahan gemeente sebagai pemerintahan kota yang bersifat otonom, lebih dominan daripada kedua pemerintahan lainnya. Pengelolaan kota sepenuhnya menjadi tugas dan kewajiban pemerintah gemeente.

    Namun dalam praktiknya, Bupati tetap turut berperan dalam kapasitas sebagai anggota dewan kota (gemeente road).

    Sejak tanggal 1 Oktober 1926, sebutan gemeente diubah menjadi stadsgemeente, yang berlangsung hingga akhir pemerintahan Hindia Belanda. Pada masa pendudukan Jepang (periode Maret 1942 – 14 Agustus 1945), pemerintah Kota Bandung disebut Bandung Shi.

    Pada masa kemerdekaan, sebutan pemerintah kota Bandung berubah-ubah sebagai berikut :

    Baca: Bukan Jakarta, ini kota tertua di Indonesia

    Haminte Bandung :
    Dari 11 maret 1946 – 24 april 1948 (masa negara Pasundan di bawah RIS).

    Kota besar Bandung :
    Sejak 15 agustus 1945.

    Kotapraja Bandung :
    Berdasarkan undang – undang no. 1 tahun 1957 tentang pemerintahan daerah.

    Kotamadya Bandung :
    Berdasarkan undang – undang no. 1 tahun 1957 dan surat edaran walikota kepala daerah bandung no. 637 tanggal 19 maret 1966.

    Kotamadya daerah tingkat II Bandung :
    Berdasarkan undang-undang no 5 tahun 1974 tentang pokok – pokok pemerintahan di daerah.

    Pemerintah kota Bandung :
    Sejak tahun 1999 sampai sekarang

     

  • Atasi Sampah, Perumda Pasar Juara Kota Bandung Terapkan Metode Tong Komposter  

    Atasi Sampah, Perumda Pasar Juara Kota Bandung Terapkan Metode Tong Komposter  

    7cloud.asia – Pengelolaan sampah masih menjadi masalah di Kota Bandung, Jawa Barat. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Juara Kota Bandung, Jawa Barat akan menggunakan metode tong komposter.

    Penggunaan komposter untuk mengolah sampah ini dikatakan oleh Plt Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Ricky Ferlino Shafri pada Jumat (29/09/2023).

    Ricky mengatakan metode komposter ini dilakukan sebagai upaya menuntaskan kedaruratan sampah di Kota Bandung yang diperpanjang hingga 25 Oktober 2023.

    Baca: Menggunakan tumbler, langakh kecil yang berdampak besar pada lingkungan

    Pihaknya juga akan menyosialisasikan secara masif kepada para pedagang di seluruh pasar untuk mengurangi sampah organik.

    “Ke depannya kita akan melakukan pembuatan komposter yang menggunakan pipa, yang mana kita akan berkoordinasi dengan semua pedagang. Kami berkolaborasi untuk mengurangi sampah sisa organik,” jelas Ricky seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Ricky memaparkan tong komposter ini berfungsi untuk mengolah limbah rumah tangga.

    Baca: Infrastruktur guna ulang mulai disiapkan dari sekarang

    Diantaranya berupa sisa sayuran, kulit buah-buahan, dan bahan organik lainnya, yang nantinya bisa diolah menjadi kompos.

    Menurutnya cara seperti ini dapat mendukung permasalahan sampah bisa selesai langsung dari sumbernya.

    Metode ini, lanjut Ricky, merupakan bentuk kolaborasi bersama pedagang untuk membiasakan memilah sampah.

    Baca: Starbucks tak akan lagi gunakan gelas sekali pakai

    Nantinya, hanya sampah residu yang masih boleh dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

    “Karena nantinya yang akan kemudian ditarik DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) hanyalah residunya saja. Sehingga memang kami betul-betul akan melakukan kolaborasi aktif, karena Perumda sendiri tidak mungkin bisa melakukan tanpa ada dukungan pedagang,” urainya. 

    Hingga saat ini pihaknya mencatat tiga pasar di Kota Bandung yang sudah mulai menggunakan metode komposting sebagai media pemilahan sampah, antara lain Pasar Balubur, Ciwastra, dan Astanaanyar.

    Baca: Beragam aplikasi yang melayani konsep guna ulang

    “Karena mulai ada pembiasan pemilahan sampah dari hulu yaitu dari pedagang, baik itu yg basah atau kering itu akan kami segera laksanakan,” katanya.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Prima Mayaningtyas pada Minggu (24/09/2023) telah memperpanjang status tanggap darurat sampah di Bandung Raya.

    Perpanjangan ini berlaku hingga 25 Oktober 2023. Dalam masa perpanjangan ini pihaknya juga mendorong kepala daerah di Bandung Raya untuk memperbaiki tata kelola sampah.

    Hal ini untuk mencegah agar status darurat sampah tak terulang kembali. “Mereka (kepala daerah) harus menata kelola sampah masing-masing. Jadi penanganan di hulu sama di hilir,” kata Prima.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Status Darurat Berlanjut, Pemprov Jawa Barat Tambah Kuota Membuang Sampah Terpilah

    Status Darurat Berlanjut, Pemprov Jawa Barat Tambah Kuota Membuang Sampah Terpilah

    7cloud.asia – Status darurat sampah di wilayah Bandung Raya masih berlanjut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menambah kuota membuang sampah terpilah.

    Penambahan kuota ini untuk empat wilayah kabupaten dan kota di Bandung Raya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

    Dilansir Antaranews, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Prima Mayaningtias menjelaskan  kuota yang berlaku per 12 September 2023 masih sebesar 31 ribu ton sampah.

    Baca: Buntut aksi Pandawara, Polres Sukabumi akan selidiki pembuang limbah yang cemari Pantai Cibutun Loji

    Hingga 4 Oktober, lanjut Prima, masih ada sisa kuota sampah di jawa Barat, kecuali Kabupaten Bandung yang pada posisi terakhir kuotanya sudah habis bahkan melebihi dari yang disepakati.

    “Jadi berdasarkan rakor penangangan darurat sampah yang dihadiri para anggota satuan tugas dipimpin Penjabat Sekda Jabar, Taufiq Budi Santoso pada Rabu (4/10), disepakati penambahan kuota dan Satgas pada hari ini sudah melakukan penataan,” jelas Prima.

    Selanjutnya Prima menjelaskan pada Kamis (05/10/2023), satgas menata lahan 0,28 hektare untuk menampung sampah baru.

    Baca: Dampak buruk fast fashion pada lingkungan

    Sampah baru tersebut terdiri atas 1.167 ritase (jumlah capaian armada dalam pengiriman material dari lokasi A menuju lokasi B) untuk empat wilayah di Bandung Raya.

    Dengan penambahan kuota itu, maka kuota untuk Kota Bandung menjadi 1.194 ritase, yang terdiri atas 817 ritase tambahan dan 377 ritase sisa.

    Kota Cimahi, sisa kuota 185 ritase ditambah 105 ritase, sehingga memiliki total 290 ritase.

    Baca: Cara mudah menjalani gaya hidup ramah lingkungan

    Untuk Kabupaten Bandung Barat sisa 59 ritase, ditambah 91 ritase, sehingga totalnya menjadi 150 ritase lagi.

    “Untuk Kabupaten Bandung diberi tambahan kuota 154 ritase, tapi karena sebelumnya sudah melebihi batas sembilan ritase, maka penambahan kuotanya dikurangi untuk membayar hutang sehingga totalnya menjadi 145 ritase,” paparnya.

    Jumlah ritase tersebut dihitung berdasarkan volume rata-rata truk sampah sebesar 12 meter kubik dengan densitas sampah di truk seberat 0,35 ton per meter kubik.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Dengan demikian, selama masa darurat truk yang diizinkan masuk ke TPA Sarimukti adalah truk dengan kapasitas maksimal 12 meter kubik.

    “Masing-masing kabupaten dan kota diharapkan dapat membuat simulasi atau rencana pengiriman sampah harian dengan memperhatikan jumlah sampah maksimal yang dapat dibuang ke zona darurat,” urainya.

    Selama pengoperasian zona darurat TPA Sarimukti, kata Prima lagi, jam operasional dibatasi mulai pukul 08.00-16.00 WIB setiap harinya.

    “Mengingat terbatasnya volume zona darurat, Dinas Lingkungan Hidup akan melaksanakan pemantauan secara berkala dan dilaporkan kepada masing-masing kabupaten dan kota untuk dipedomani,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani.

  • Kereta Cepat Jakarta Bandung Akan Dilanjutkan Hingga ke Surabaya, Ini Alasannya

    Kereta Cepat Jakarta Bandung Akan Dilanjutkan Hingga ke Surabaya, Ini Alasannya

    7cloud.asia – Pemerintah berencana melanjutkan rute Kereta Cepat Jakarta Bandung hingga ke Surabaya.

    Bahkan, pemerintah sudah mengusulkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya untuk masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Rencana untuk melanjutkan proyek kereta cepat Jakarta Bandung hingga ke Surabaya tersebut tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menjajal langsung Kereta Cepat Whoosh pada Rabu (11/10/2023).

    Ia menyayangkan apabila rute kereta cepat tidak dilanjutkan.

    “Jadi kita akan lihat kereta ini karena memang kalau sudah sampai Bandung tanggung, kalau bisa dilanjutkan,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (11/10/2023).

    Baca: Jajal kereta cepat ini kata Ganjar

    Oleh karenanya, pemerintah telah membahas rencana kereta cepat dilanjutkan ke Surabaya. Pembangunan nantinya akan dilakukan dari Bandung, Solo, Yogyakarta, hingga Surabaya.

    “Kemarin sudah dirapatkan di dalam PSN dengan Bapak Presiden, jadi kita coba ke depan untuk menyambung dari Bandung ke Jogja Surabaya,” ujarnya.

    Sebagai informasi, wacana proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung – Surabaya telah muncul sejak beberapa bulan lalu.

    Pemerintah saat ini tengah melakukan kajian terkait rencana untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta Bandung hingga ke Surabaya tersebut.

    Baca: Integrasi Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan moda transportasi lainnya

    Hasil kajian perencanaan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya itu kemudian diteruskan oleh pemerintahan periode selanjutnya.

    Menurut Airlangga, diteruskannya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sampai Surabaya dapat membuat moda transportasi canggih ini menjadi lebih efisien.

    Sebab, kereta cepat ini memang seharusnya untuk transportasi jarak jauh, yaitu lebih dari 500 kilometer sedangkan saat ini panjang lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung baru 142,3 kilometer.

    Soal pembiayaan proyek ini, Airlangga mengatakan akan diputuskan setelah kajiannya selesai.

    Baca:  Tak disubsidi, segini tarif Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan, pemerintah masih menggodok perencanaan proyek kereta cepat itu. Nantinya, kajian itu akan dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya.

    “Bahwa nanti diputuskan oleh pemerintahan yang akan datang ya monggo, tapi kita sudah letakkan dasar-dasar dan rencana ke depan seperti itu,” ujar dia di Stasiun Halim, Jakarta, Senin (2/10/2023).

    Jika terealisasi, perjalanan kereta cepat Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam 3,5 jam. Hal itu akan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan masyarakat.

    Sumber: Kompas.com

     

  • Aksi Vandalisme Rusak Estetika Kota, Ini Reaksi Pemkot Bandung

    Aksi Vandalisme Rusak Estetika Kota, Ini Reaksi Pemkot Bandung

    7cloud.asia – Aksi vandalisme terjadi di Jembatan Layang Prof Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung Jawa barat yang baru saja selesai direvitalisasi viral di media sosial.

    Aksi vandalisme berupa corat-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di jembatan layang yang menjaid landmark Kota Bandung itu merusak keindahan kota Bandung. 

    Menanggapi aksi vandalisme ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak melawan aksi vandalisme yang marak dan merusak estetika Kota Bandung.

    “Tolong dibantu melalui media agar pelaku sadar, kita kan sudah susah-susah ngebangun, jangan dicoret-coret,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Kamis (12/10/2023) seperti dilansir Antaranews.

    Baca: Susahnya punya mobil di Singapura

    Emang apa maksudnya corat-corat gitu, lanjut Ema, tidak ada manfaat apapun untuk masyarakat.

    Ema mengatakan pelaku vandalisme hanya merusak estetika kota bukan sebagai bentuk ekspresi yang melahirkan karya seni.

    “Itu jelas bukan bentuk ekspresi, tidak ada manfaatnya. Kalau itu jadi barang seni ya oke lah, tapi ini kan enggak. Sadar lah,” katanya.

    Baca: Cerita tuli memotret kegiatan difabel tuli di Kota Solo

    Alih-alih melakukan aksi vandalisme yang tidka bermanfaat, Ema meminta pada para pelaku untuk memanfaatkan Taman Vandalisme yang disediakan Pemkot Bandung sebagai ruang publik untuk corat coret.

    Taman Vandalisme ini bisa digunakan masyarakat untuk melakukan aksi vandalisme guna mencegah aksi corat coret di tempat lain yang mengganggu estetika kota.

    Lebih lanjut Ema menegaskan Pemkot Bandung akan terus memantau dan menindak tegas para pelaku vandalisme yang kerap kali mengganggu keindahan kota.

    Baca: Kafe Difabis, kisah perjuangan difabel tuli di Jakarta

    “Iya makanya, kita tidak akan pernah bosan mengimbau dan kita akan proses para pelanggar karena bagaimanapun juga aturan bukan hanya gertakan, tapi harus ditegakkan,” ujarnya.

    Dia juga meminta kepada aparat kewilayahan untuk memantau pergerakan para pelaku tersebut untuk langsung memberi tindakan.

    “Itu sudah sepatutnya jadi tugas harian, tapi memang masih ada keterbatasan, makanya kita akan optimalkan dengan CCTV dan sebagainya,” pungkas Ema.

    Baca: Pramusapa cara TransJakarta melayani kelompok berkebutuhan khusus

     

  • Mengintip Krisis Pengelolaan Sampah di Bandung Raya Pasca Kebakaran di TPA Sarimukti

    Mengintip Krisis Pengelolaan Sampah di Bandung Raya Pasca Kebakaran di TPA Sarimukti

    7cloud.asia – Krisis pengelolaan sampah di Bandung, Jawa Barat pasca terbakarnya TPA Sarimukti masih berlanjut.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memutuskan untuk menambah lagi kuota buangan sampah terpilah ke zona 1 TPA Sarimukti untuk empat wilayah kota di Bandung Raya setelah sebelumnya sempat ditambah.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Prima Mayaningtias mengatakan bahwa empat wilayah Bandung Raya yang mendapatkan kuota tambahan pembuangan sampah itu adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

    Dilansir Antaranews. Prima mengatakan, pada posisi terakhir kuota sampah untuk empat wilayah ini sudah habis, atau melebihi dari yang disepakati.

    Baca: Rencana Pemprov Jawa Barat terkait TPA Sarimukti

    Sayangnya, dalam pemantauan 7cloud.asia, belum ada langkah terobosan untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah di Bandung pasca terbakarnya TPA Sarimukti. 

    Selain pengaturan kuota, tidak ada upaya untuk mengajak masyarakat memilah sampah atau mengurangi sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Bandung dan sekitarnya.  

    Prima menjelaskan, penambahan kuota ini berdasarkan rapat koordinasi penangangan darurat sampah Bandung Raya yang dihadiri oleh seluruh anggota Satuan Tugas Penanganan Darurat Sampah Bandung Raya pada Jumat (13/10/2023).

    “Selama masa darurat, ada kuota yang berlaku pada tanggal 12 September 2023 sebesar 31.000 ton, dan terdapat penambahan kuota yang berlaku pada tanggal 5 Oktober 2023 sebesar 4.901 ton,” kata Prima.

    Baca: Pengelolaana sampah dengan landfill sudah ketinggalan jaman

    Pada 13 Oktober 2023 ada daerah yang masih memiliki sisa kuota pembuangan sampah.

    Namun untuk Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung sudah habis kuota pembuangan sampahnya, masing-masing terhitung tanggal 9, 11, dan 13 Oktober.

    Pada tanggal 7 Oktober, kata Prima, telah dilakukan penataan lahan oleh satgas seluas 1,37 hektare untuk menampung sampah baru dan disepakati penambahan kuota baru pembuangan sampah di Zona 1 TPA Sarimukti untuk empat daerah tersebut.

    Dengan penambahan itu, maka kuota untuk Kota Bandung menjadi 3.424 ritase (jumlah capaian armada dalam pengiriman material dari lokasi A menuju lokasi B) terdiri atas 3.425 ritase tambahan dan -1 ritase sisa.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produsen yang tak peduli sampah plastiknya

    Kota Cimahi, sisa kuota 105 ritase ditambah 685 ritase total 790 ritase. Kabupaten Bandung Barat sisa 0 ritase ditambah 628 ritase total menjadi 628 ritase lagi.

    “Kabupaten Bandung sisa kuota -0,5 ritase ditambah 970 ritase total menjadi 969,5 ritase,” katanya.

    Prima menjelaskan, jumlah ritase tersebut dihitung berdasarkan volume rata-rata truk sampah sebesar 12 meter kubik dengan densitas sampah di truk sebesar 0,35 ton per meter kubik.

    Sehingga selama masa darurat truk yang diizinkan masuk ke TPK Sarimukti adalah truk dengan kapasitas maksimal 12 meter kubik.

    Baca: Draurat sampah di Yogyakarta lahirkan inovasi mbah Dirjo

    “Masing-masing kabupaten dan kota diharapkan dapat membuat simulasi atau rencana pengiriman sampah harian dengan memperhatikan jumlah sampah maksimal yang dapat dibuang ke zona 1 sampai dengan 12 November 2023,” kata Prima.

    Selama pengoperasian Zona 1 TPA Sarimukti, kata Prima, jam operasional dibatasi mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB setiap harinya.

    “Mengingat terbatasnya volume zona darurat, DLH Jabar akan melaksanakan pemantauan secara berkala dan dilaporkan kepada masing-masing kabupaten dan kota untuk dipedomani,” katanya.